Monday, September 23, 2019

Lawan Radikalisme, PMII Jatim Gandeng Kemenag

Sidoarjo — Pasti Aswaja — Pengurus Koordinator Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PKC PMII) Jawa Timur (Jatim) melalui Bidang Keagaman sambangi Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Jawa Timur, Senin (23/09/2019) di Jl. Raya Bandara Juanda No.26, Gedangan, Sidoarjo, Jawa Timur. 

Kedatangan organisasi kemahasiswaan yang identik dengan simbol bintang sembilan itu bertujuan membangun sinergi dalam melawan dan menangkal paham radikal di pesantren, madrasah dan masyarakat Jatim. Hal itu diungkapkan Beny Yusman, Ketua Bidang Keagamaan PKC PMII Jatim.

Menurutnya, masyarakat Jatim yang dikenal santun dan erat dengan persaudaraan harus dibentengi dari kelompok-kelompok pemecah-belah persatuan bangsa. 

"Hal itu bisa kita bangun melalui pendidikan madrasah, pesantren-pesantren dan leading sector yang bisa diajak bersinergi, seperti Kementerian Agama wilayah Jawa Timur ini," ungkap Alumni Pondok Pesantren Nurul Jadid, Paiton, Probolinggo, Jawa Timur tersebut.

Sementara itu, Mohammad Amin Mahfud, Plt. Kepala Kanwil Kemenag Jawa Timur didampingi Kabid PD. Pontren, Kabid Pendidikan Madrasah, Kabid PAIS dan Kasubag Hukum menyambut baik kedatangan PKC PMII Jatim. Pihaknya menyatakan siap membendung gerakan radikalisme bersama PMII.

"Masukan dari Sahabat-sahabat PMII dalam hal menangkal paham radikalisme di Jawa Timur ini sangat kami butuhkan. Ke depannya, kita bisa bersama dengan elemen lain untuk menjawab semua ini," terangnya.

Selanjutnya, hasil pertemuan bertajuk "Lawan Radikalisme" ini akan ditindaklanjuti oleh kedua pihak dalam beberapa hari ke depan. (bor/ahn)
Share:

Sunday, September 22, 2019

Gus Baha', Surah Al-Fatihah Perintahkan Supaya Bermazhab

Pamekasan — Pasti Aswaja — Tradisi bermazhab di kalangan Nahdlatul Ulama (NU) sering kali mendapatkan kritikan dari beberapa kelompol Islam sendiri. Mereka beralasan, tradisi bermazhab tidak pernah dilakukan oleh para sahabat, karena tidak pernah dicontohkan oleh Nabi Muhammad.

KH. Bahauddin Nur Salim atau yang biasa dipanggil Gus Baha', mematahkan anggapan tersebut. Menurutnya, tradisi bermazhab dijelaskan oleh Allah dalam Alquran surah Al-Fatihah ayat enam sampai ayat tujuh, yakni: "Ihdinâ al-shirâth al-mustaqîm, shirath al-ladzîna an'amta 'alayhim..." yang artinya: "Tunjukilah kami jalan yang lurus, (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat..."

Hal ini diungkapkan Gus Baha' dalam sebuah video yang diunggah oleh channel YouTube Kalam - Kajian Islam. Dalam keterengan video yang diunggah Rabu (18/092019) itu dijelaskan, Gus Baha' sedang menjadi pembicara acara Ngaji Kitab Karya KH. Hasyim Asy'ari Bersama PCINU Korea Selatan di Masjid Al-Mujahidin, Incheon, Korea Selatan.

Alumni Pondok Pesantren Al-Anwar, Rembang, Jawa Tengah, itu menjelaskan, kedua ayat tersebut mengisyaratkan, ketika seseorang hendak menuju keberan, maka ia harus mengikuti jalannya orang-orang yang telah dineri nikmat oleh Allah. Artinya, lanjut Gus Baha', ayat ini memerintahkan umat Islam supaya bermazhab.

"Artinya, harus bermazhab. Harus ada yang diikuti. Siapa yang harus diikuti? 'Orang yang telah Engkau beri nikmat'. 'Shirath al-ladzîna an'amta 'alayhim...' 'An'amta' itu fi'il madli (kata kerja lampau. Red.). (Artinya. Red.) 'Yang telah Engkau beri nikmat.' Jangan orang yang potensi dapat nikmat, ndak nyampe jelas. Hanya orang yang punya otoritatif bermazhab, orang yang pintar, yang saleh, yang bahkan ketika meninggal dalam keadaan husnulkhatimah, yaitu imam-imam kita imam Ahlussunnah wal Jama'ah," papar pakar tafsir Alquran itu.

Dalam surah Al-Fatihah itu, lanjut Gus Baha', Allah tidak menggunakan kalimat "Shirathaka" yang artinya "JalanMu", tapi Allah menggunakan kalimat "Shirath al-ladzîna". Mengikuti "al-ladzîna an'amta 'alayhim" sama halnya dengan mengikuti Allah.

"Sebab itu di Alquran ada ayat: 'Man yuthi'i al-rasul faqad atha'a Allah'. Yang taat pada Rasul pasti taat pada Allah. Bukam dibalik, taat pada Allah. Karena kita ndak tahu caranya taat pada Allah tanpa ada Rasul," tambahnya.

Selain itu, keharusan bermazhab, lanjut Gus Baha', karena teks yang tidak manshus atau di luar ketetapan eksplisit akan melahirkan sudut pandang yang berbeda dan akan melahirkan kesimpulan berbeda pula. (ahn/uki)
Share:

Saturday, September 21, 2019

Eks-Sekretaris GP Ansor Pimpin Sakoma Pamekasan

Pamekasan — Pasti Aswaja — Mantan Sekretaris Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (PC GP) Ansor Kabupaten Pamekasan, Hasan Al-Mandury, dipercaya memimpin Satuan Komunitas Pramuka Lembaga Pendidikan (LP) Ma'arif (Sakoma) NU Pamekasan.

Tidak hanya itu, dalam musyawarah tersebut juga dibentuk Panitia Pelaksana Perkemahan Penggalang Ma'rif (Pergama) NU ke-5 Tahun 2019.

Ra Hasan, sapaan akrabnya, terpilih melalui musyawarah yang digelar oleh PC LP Ma'arif NU Pamekasan di Aula PC Muslimat NU Pamekasan, Jl. R. Abd. Aziz, No. 95, Sabtu (21/09/2019). Dalam waktu 7x24 jam Ra Hasan juga diharuskan menyelesaikan susunan kepenguruasan yang akan menjadi mitranya dalam menjalankan program.

Ahmad Asir selaku Ketua LP Maarif Pamekasan menaruh hatapan besar kepada Ra Hasan beserta kepengurusan yang akan dibentuknya supaya dapat menjadi wadah pemantapan ideologi Ahlussunnah wal Jama'ah (Aswaja) An-Nahdliyah, khususnya bagi para anggota Pramuka.

Ra Hasan sesaat usai dirinya terpilih memaparkan agenda prioritas yang akan dilaksanakan pasca pelantikan dirinya ialah Pergama yang akan dilaksanakan bulan November mendatang.

"Selain Pergama juga ada agenda yang tidak kalah pentingnya, yaitu melakukan pendataan lembaga pendidikan berbasis NU, bhakti sosial, melaksanakan KMD, dan latihan Pramuka gabungan lembaga pendidikan yang berada dibawah naungan Ma'arif NU," imbuhnya.

Selain dihadiri pengurus harian PC LP Ma'arif NU Pamekasan, musyawarah tersebut juga diikuti oleh perwakilan seluruh lembaga pendidikan di bawah koordinasi LP Ma'arif Pamekasan. (nal/ahn)
Share:

Kerjasama dengan Yastafiq, Kemenpora Sosialisasi Pantaw

Pamekasan — Pasti Aswaja — Yayasan Wakaf Taufiqus Shibyan (YASTAFIQ), Sabtu pagi (21/09/2019), menggelar Sosialisasi Pemuda Anti Tawuran (Pantaw) di Aula PCNU Kabupaten Pamekasan. Kegiatan tersebut merupakan salah satu agenda Kementrian Pemuda dan Olah Raga Republik Indonesia (Kemenpora RI) melalui Asisten Deputi Peningkatan Iptek dan Imtaq Pemuda Deputi Bidang Pemberdayaan Pemuda.

Akh Fakih selaku Ketua Yastafiq menyampaikan, kegiatan tersebut pertama kali digelar di Pulau Madura. Diharapkan, kegiatan yang digelarnya dapat mengantarkan para pemuda menjadi generasi emas di masa yang akan datang.

Nurhairiyah menuturkan, kegiatan itu bertujuan memberikan penyadaran dan pelajaran kepada para pemuda tentang efek tawuran, sehingga para pemuda bisa menghindari hal negatif dan dapat menjadi kader pembangunan, menciptkan kerukukan dan kedamaian.

Asisten Deputi Peningkatan Iptek dan Imtaq Pemuda Kemenpora RI itu melanjutkan, kegiata serupa juga digelar di enam titik berbeda di Indonesia, yakni: Lampung Utara, Kepulauan Anambas Kepulauan Riau, Makasar, Sambas, Kalimantan. "Dan alhamdulillah, kegiatan sosialisasi Pantaw dari Kemenpora ini bisa dilaksanakan di Kabupaten Pamekasan," imbuhnya.

Kegiatan tersebut dibuka oleh Supadi selaku Kepala Bagian Perencanaan SDM dan Arsip Kemenpora RI. Turut hadir juga beberapa perwakilan Forkopimda: Dispora, Komisi 1 DPRD, dan Dewan Pendidikan Kabupaten Pamekasan. (nal/ahn)
Share:

Friday, September 20, 2019

PMII Pamekasan Turun Jalan Tuntut Profesionalitas KPK

Pamekasan — Pasti Aswaja — Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Pamekasan, Jumat (20/9/2019), menggelar aksi menuntut pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mundur. Pasalnya, pimpinan badan anti rasuah itu di nilai gagal memberantas korupsi serta banyak penanganan yang mangkrak.

Lian Fawahan selaku Ketua Umum PC PMII Pamekasan saat berorasi di hadapan mahasiswa dan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat menyampaikan empat tuntutan massa yang dipimpinnya.

"Menuntut profesionalitas KPK supaya jangan tebang pilih dalam penanganan korupsi," katanya lantang.

Lian juga menuntut agar kasus-kasus korupsi yang mangkrak segera dituntaskan. Mahasiswa IAIN Madura ini juga menuntut KPK optimal dalam melakukan penanganan kasus korupsi.

"Usir taliban dari KPK," teriak Lian di akhir orasinya.

Dijelaskan, dalam UU No 30 tahun 2002 tentang KPK Pasal 5, KPK dalam menjalankan tugas dan wewenangnya harus berdasarkan pada kepastian hukum, keterbukaan, akuntabilitas, kepentingan umum, proporsionalitas.

Hal tersebut yang mendorong massa PMII melakukan aksi yang diawali dengan longmarch dari monumen arek lancor ke kantor DPRD kabupaten pamekasan itu.

Dalam kesempatan tersebut, beberapa anggota DPRD Pamekasan menemui mahasiswa, di antaranya Ismail, Sahur, Hamdi. Para perwakilan DPRD itu berjanji akan menyampaikan segala tuntutan yang disampaikan mahasiswa pada lembaga terkait.

“Kami menyambut baik segala tuntutan yang disampaikan oleh adik-adik mahasiswa. Silahkan berikan pada kami surat tuntutan itu dan nanti kami sampaikan,” ucap Ismail.

Diketahui aksi serupa juga digelar oleh Pengurus Koordinator Cabang (PKC) dan seluruh Pengurus Cabang se-Indonesia. (nal/ahn)
Share:

Perbedaan Kiai Pesantren dan Kiai, Ustaz Dadakan Itu

Oleh: H Taufik Hasyim (Ketua PCNU Pamekasan)

1. Perbedaan dalam menjawab satu masalah
Kiai pesantren tidak memosisikan dirinya sebagai mujtahid dalam menyikapi setiap masalah umat, hingga mereka tidak sembarangan menjawab hukum dengan jawaban: "Haram, tidak boleh, kafir, sesat" dan lain-lain. Kiai pesantren selalu membandingkan pendapat dari beberpa ulama dab terkadang disertai dengan alasan, latar belakang maslah bahkan cara istidlal dari ulama tersebut. Beda dengan kiai, ustaz dadakan yang dalam menjawab masalah langsug menjwab "Haram, halal, tidak boleh", yang sudah mmosisikan dirinya seakan mujtahid.

2. Perbedaan dalam menganalisa pendapat ulama
Kiai pesantren khususnya NU, ada tradisi Bahtsul Masail. Dalam bahtsul masail ini, satu masalah membutuhkan waktu berjam-jam untuk dibahas, dianalisa dan dirumuskan. Bisa jadi dalam satu kitab menimbulkan pamahaman berbeda dan mnimbulkan hukum berbeda pula. Bahkan satu qaul ulama bisa terjadi beberapa penafsiran. Maka, produk hukum dari bahtsul masail akan lebih komprehensif karen sudah melalui proses diskusi dan analisa dari berbagai dimensi. Hal ini berbeda dengan pendapat satu ulama yang hanya dibaca oleh satu orang. Maka jika pendapat ulama hanya dibaca satu orang tanpa didiskusikan dan tanpa dianalisa, hasilnya sangat bisa ditebak: "Ini haram, ini halal". Bahtsul masail sebelum keluar hukum "ini haram, ini halal", terlebih dahulu dikaji, dipadukan dengan pendapat ulama lain, lalu dicarikan dalil yang lebih kuat, dipakai kaidah fikih, dilacak ulama tersebut, lebih kredibel mana antara ulama yang berpndapat halal dan ulama yang berpndapat haram. Baru setelah perdebatan panjang, diserahkan kepada mushahih (kiai sepuh) untuk diputuskan hukumnya.

3. Perbedaan dalam pengambilan keputusan
Sering kali dalam forum bahtsul masail NU, terjadi perdebatan panjang yang tidak ada habisnya. Masing-masing pihak mempertahankan pendapatnya sendiri-sendiri dengan berbagai argumen dan logika. Mereka juga menjadikan pendapat ulama sebagai dasar bahkan hadis nabi juga mnjadi rujukan pengambilan pendapatnya. Nah, dalam kondisi seperti itu, di tengah hebatnya perdebatan yang melelahkan, kiai sepuh yang ditunjuk sebagai mushahih (biasanya jajaran Syuriah NU) keluar ruangan, mencari musala atau masjid. Di situ beliau berwudu lalu salat dua rakaat. Setelah salat, beliau bermunajat pada Allah. Beliau adukan pada Allah apa yang terjadi di forum bahtsul masail tersebut. Baru setelah fikiran tenang dan Ainul bashirah-nya mulai jernih, beliau kembali ke ruang bahtsul masail tadi. Lalu, beliau menyimpulkan dan memutuskan apa yang diperdebatkan tersebut dengan bahasa yang tenang, gaya bahasa yang sederhana, dengan sikap yang penuh tawadu, dan sikap penuh kehati-hatian yang obyektif penuh bijak sana. Beda dengan kiai, ustaz dadakan, yang dalam 10 menit bisa mnjawab 15 pertanyaan disesuaikan dengan kehendak nafsunya apalagi terkadang jawabannya penuh tendensi terhadap kondisi politik, hingga jawaban yang keluar dari kiai, ustaz tersebut sulit dibedakan, antara mana pendapat subjektif pribadi dengan pendapat ulama yang dijadikan rujukan.

So, kalau saya, lebih mengikuti pendapat kiai-kiai pesantren NU ketimbang mengikuti uataz-ustaz dadakan itu.

Wallahu a'lam
Share:

Monday, September 16, 2019

GP Ansor Sampang Ajak Masyarakat Lawan Narkoba

Sampang — Pasti Aswaja — Di antara empat kabupaten yang ada di Madura, Sampang merupakan kabupaten zona merah dalam hal peredaran Narkoba. Sebagaimana diketahui, beberapa waktu lalu pihak kepolisian berhasil membongkar jaringan internasional pebisnis barang haram di kabupaten tersebut. Yang lebih miris, kalangan pemuda menjadi target operasi mereka.

Oleh karenanya, Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor merasa memiliki kewajiban dalam menanggulangi dan mempersempit peredaran barang berbahaya itu demi keselamatan para pemuda agar memiliki masa depan yang lebih cerah.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh KH. Khioron Zaini selaku Ketua PC GP Ansor Sampang dalam acara Kongkow dan Penyuluhan Bahaya Narkoba oleh Badan Ansor Anti Narkoba (BAANAR) Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor Karangpenang, Ahad (15/09/2019), di Pendopo Kecamatan Karangpenang, Sampang.

Menurutnya, kunci kesuksesan sebuah negara bergantung pada pemuda. Ketika pemuda di suatu negara berada di jalan yang lurus, istikamah, maka sepuluh sampai lima puluh tahun yang akan datang Indonesia akan jaya dan makmur. Tapi sebaliknya, jika pemuda rusak, hal ini menjadi ancaman bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia.

"Maka sebelum terlambat, kami GP Ansor Sampang ingin mengajak semua kalangan untuk memberi edukasi, pemahaman dan arahan supaya para pemuda tidak terjerumus terhadap bahaya barang terlarang itu," ungkap Gus Khoiron, sapaan akrabnya.

Sebagaimana diberitakan sebelunya, BAANAR PAC GP Ansor Karangpenang menggandeng Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Sampang dan Kepolisian Sektor (Polsek) setempat menggelar Kongkow dan Penyuluhan Bahaya Narkoba. Dalam kegiatan bertema "Sampang Bermartabat Tanpa Narkoba" itu panitia mengundang Lembaga dan Badan Otonom (Banom) di lingkungan Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Karangpenang, Karang Taruna serta pelajar. (iis/ahn)
Share:

Sunday, September 15, 2019

BAANAR Karangpenang Gelar Kongkow dan Penyuluhan Bahaya Narkoba

Sampang — Pasti Aswaja — Menyikapi bahaya narkoba yang marak beredar di daerah Sampang pengurus Badan Ansor Anti Narkoba (BAANAR) Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemudan (GP) Ansor Karangpenang menggelar Kongkow dan Penyuluhan Bahaya Narkoba, Ahad (15/09/2019), di Pendopo Kecamatan Karangpenang, Sampang.

Ketua PAC GP Ansor Karangpenang, Ahyak, menyampaikan, kegiatan yang digelarnya merupakan hasil rapat koordinasi pengurus atas instruksi Ketua PC GP Ansor Sampang.

"Dengan adanya agenda kongkow ini diharapkan bisa membawa khidmat serta barokah ilmu pengentahuan, sehingga bisa membawa corong perubahan kepada seluruh lapisan pemuda di setiap daerah utamanya desa Karangpenang," ucapnya.

Suhaimi Baghdadi selaku Kepala BAANAR PC GP Ansor Sampang mengatakan, semua elemen masyarakat dan pemuda mempunyai kewajiban memberantas barang terlarang tersebut mengingat peredaran barang haram tersebut yang tidak hanya menyasar kalangan pemuda, tapi juga anak-anak. Kondisi ini, menurut Suhaimi, jika terus dibiarkan akan menjadi peluru kehancuran bagi generasi emas bangsa di masa mendatang.

"Pengaruh dan bahaya yang di akibatkan dari narkoba sangatlah besar bahkan sampai merenggut nyawa sehingga akan menghancurkan generasi emas bangsa" jelasnya.

Tidak hanya itu, ia juga menyampaikan komitmenya dalam memerangi Narkoba serta memberikan arahan dan edukasi kepada pemuda agar tidak terjerumus bahaya barang hara tersebut.

"Insyalah PC BAANAR Sampang akan bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk selalu mengadakan kegiatan penyuluhan dan seminar bahaya Narkoba. Ke depan kepengurusan akan masuk ke lembaga pesantren untuk melakukan penyuluhan bahaya narkoba," lanjutnya.

Tampak hadir dalam agenda itu KH. Khoiron Zaini selaku Ketua PC GP Ansor Sampang beberapa perwakilan Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Sampang, anggota DPRD Sampang DAPIL V, Kapolsek Karangpenang, Kepala Desa Gunung Kesan, Sekretarus MWCNU Karangpenang, PAC Ansor se-Kecamatan Karangpenang, Muslimat NU, Fatayat NU, IPNU, IPPNU, Pagar Nusa, Karang Taruna Perkasa Karangpenang Oloh, siswa lembaga pendidikan se-Kecamatan Karangpenang, PMII, serta beberapa komunitas dan organisasi pemuda lainnya. (iis/ahn)
Share:

Monday, September 9, 2019

PMII Pamekasan Tuding Kapolres Pro Khilafah

Pamekasan — Pasti Aswaja — Maraknya kegiatan yang dilaksanakan oleh kelompok yang terindikasi pengasong Khilafah Islamiyah atau kelompok trans-nasional di Pamekasan membuat Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC. PMII) setempat geram.

Pasalnya, Kepolisian Resor (Polres) Pamekasan terkesan abai. Hal itu diungkapkan Lian Fawahan, Ketua Cabang PMII Pamekasan, saat ditemui pada kegiatan Pelatihan Kader Lanjut (PKL) di Vihara Avalokitesvara Pamekasan, Senin (09/09/2019) siang.

Menurutnya, keabaian Polres Pamekasan terhadap kegiatan kelompok trans-nasional menunjukkan adanya indikasi kuat Kapolres Pamekasan pro terhadap Khilafah.

"Hari Minggu kemarin ada acara di salah satu hotel di Pamekasan yang diisi oleh salah seorang tokoh yang terindikasi berpaham khilafah, dan itu dibiarkan oleh pihak kepolisian," ungkap Lian.

Lian menambakan, berkali-kali kegiatan yang dilaksanakan oleh kelompok trans-nasional pengasong khilafah juga dibiarkan begitu saja oleh Polres Pamekasan.

"Harusnya, Polres Pamekasan bisa memonitor segala bentuk kegiatan yang berbau khilafah, jangan dibiarkan begitu saja," pungkasnya.

Pasti Aswaja menghubungi Kapolres Pamekasan, Teguh Wibowo, namun belum merespon, hingga berita ini diturunkan. (bor/uki)
Share:

Saturday, August 31, 2019

Tahun Baru Islam, GP Ansor Pegantenan Gelar Istigasah

Pamekasan — Pasti Aswaja — Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kecamatan Pegantenan menggelar istigasah guna menyambut tahun baru Islam 1441 H., Sabtu malam (31/08/2019), di Kantor Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) setempat, Desa Bulangan Timur, Kecamatan Pegantenan, Pamekasan.

Acara yang dimulai jam 19:00 WIB itu, menurut M. Hasbullah Arif, juga bertujuan mendoakan bangsa Indonesia agar dikaruniai keselamatan dan tetap bersatu di tengah-tengah perbedaan serta terwujudnya Indonesia yang makmur, adil dan sejahtera.

"Sekuat apapun usaha kita jika tidak dabarengi dengan doa, kemakmuran, keadilan, kesejahteraan akan sulit terwujud. Nah, kita berkumpul di sini untuk meminta kepada Allah agar negeri ini menjadi baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur," ucap Ketua PAC GP Ansor Pegantenan itu kepada Pasti Aswaja usai acara.

Tidak hanya itu, Hasbullah juga berharap, pasca acara yang digelar bersama MWCNU Pegantenan itu, seluruh kader GP Ansor di daerahnya turut berusaha menjaga stabilitas di tengah kondisi negara yang sedang memanas.

"Isu tentang Papua akhir-akhir ini menjadikan negeri ini 'panas'. Saya mengajak sahabat-sahabat GP Ansor Pegantenan agar turut serta menjaga stabilitas negeri yang diwariskan oleh para pendahulu kita," pungkasnya. (ahn/uki)
Share:

1 Muharam, MDS RA Pamekasan Kaji Sejarah Islam Madura

Pamekasan — Pasti Aswaja — Majlis Dzikir dan Shalawat Rijalul Ansor (MDS RA) Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Pamekasan menggelar kajian sejarah Islam di Langgar (surau) Gajam, Dusun Gajam, Desa Proppo, Kecamatan Proppo, Pamekasan, Sabtu malam (31/08/2019).

Maltuful Anam selaku Ketua MDS RA Pamekasan mengatakan, agenda yang digelarnya guna memperingati pergantian tahun baru Islam 1441 H. yang jatuh malam ini.

Dipilihnya Langgar Gajam sebagai lokasi acara, lanjut Anam, karena tempat tersebut merupakan peninggalan Aryo Menak Senoyo sebagai salah satu penyebar Islam di Madura bagian barat.

"Dari acara ini diharapkan, semua anggota MDS Rijalul Ansor dan seluruh kader Ansor di Pamekasan, umumnya, dapat mengingat dan mencatat sejarah penyebaran Islam di Madura," imbuh Anam.

Hasil kajian sejarah tersebut, akan dibukukan. "Doakan agar niat ini dimudahkan oleh Allah, sehingga semuanya berjalan lancar," pungkas mantan aktivis PMII Surabaya ini yang berprofesi sebagai dosen.

Selain diikuti oleh seluruh pengurus MDS RA Pamekasan, kegiatan yang diawali dengan istigasah itu juga dihadiri Gus Miftah, salah satu cicit Aryo Menak Senoyo. (ahn/uki)
Share:

Tuesday, August 27, 2019

Posting Ujaran Kebencian Tentang NU, KPNU Akan Temui Munaji

Pamekasan — Pasti Aswaja — Munaji, seorang anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pamekasan dari partai Gerindra dinilai melakukan hate speech atau ujaran kebencian melalui beberapa unggahan di akun Facebook miliknya.

Menyikapi hal itu, Kaukus Pemuda Nahdlatul Ulama (KPNU) Pamekasan, akan menemui anggota legislatif itu di kantornya guna mengklarifikasi terhadap sejumlah postingan di akun Facebook-nya.

Dalam keterangan tertulisnya, Taufiqur Rahman selaku Koordinator KPNU Pamekasan menjelaskan, ada beberapa postingan Munaji yang berunsur hate speech kepada tokoh NU. Tokoh yang sering 'diserang' ialah Ketua Umum GP Ansor, KH. Yaqut Cholil Qoumas dan Ketua Umum PBNU, KH. Said Aqil Sirodj.

Di antara unggahan Munaji ialah berita tentang pernyataan Kiai Said di CNN Indonesia yang menyikapi situasi negara saat ini. Dalam berita itu, Kiai Said mengatakan, perpecahan bangsa tidak akan terjadi selama ada NU. Munaji membagikan tautan berita tersebut dengan menyertakan caption yang memyatakan Kiai Said hanya omong doang (Omdo), buktinya nol besar. 

Di postingan lainnya, bekas anggota DPRD fraksi PKB ini menulis, Ketua Umum GP Ansor banyak bacot terkait dengan permainan isu pembubaran Banser NU.

Tidak hanya itu, Munaji membagikan postingan akun resmi PCNU Pamekasan yang mengunggah video wawancara salah satu televisi nasional dengan pengamat intelijen dan terorisme. Munaji menulis komentar dalam video yang dibagikan tersebut dengan kalimat, "Ngaku garda terdepan, menghadapi OPM takut".

Meski dalam setiap postingannya, tidak banyak pengguna Facebook berkomentar. Namun, bagi warga NU, postingan itu sudah termasuk kategori hate speech. Kata-kata bacot merupakan kata yang tidak pantas bagi pejabat publik seperti Munaji.

"Kami akan klarifikasi kepada Munaji hari ini di kantornya atas semua yang telah diposting di medsosnya. Mudah-mudahan yang bersangkutan tidak bolos ngantor hari ini," terang Taufiq, Selasa (27/08/2019).

Taufiq mengatakan, dari 45 anggota DPRD Pamekasan, hanya Munaji yang paling getol mencaci dan sering melontarkan kata-kata kotor kepada ulama-ulama NU. Pemuda yang juga Ketua Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) PCNU Pamekasan ini, mengaku perlu klarifikasi maksud dan tujuan atas semua apa yang telah dilakukan Munaji.

"Anggota DPRD Pamekasan yang lain adem ayem terhadap NU dan ulama NU. Hanya Munaji yang selalu risih, nyiyir dan menebarkan kebencian," ungkap Taufiq. (ahn/uki)
Share:

Monday, August 26, 2019

Kiai Misbah: "Aku Pasti Mendukung Banser"

Pamekasan — Pasti Aswaja — Beberapa hari terakhir ini, masyarakat Indonesia dihebohkan dengan berbagai informasi tentang tuntutan pembubaran Barisan Ansor Serbaguna (Banser) oleh beberapa kelompok. Tuntutan ini merupakan buntut kasus di Asrama Mahasiswa Papua di Surabaya beberapa waktu lalu.

Menanggapi hal itu, Wakil Rais Syuriah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Pamekasan, KH. Misbahul Munir, melalui statusnya di Facebook, mengaku ada di pihak Banser meski dirinya tidak pernah memperoleh pelatihan sebagai Banser.

"Aku bukan seorang Banser, dan tak pernah memperoleh pelatihan sebagai Banser. Namun almarhum Bapakku dulu adalah seorang pasukan Banser. Jadi, aku pasti mendukung Banser sebagai bentuk penghormatan dan pengabdian anak kepada orang tua," tulis alumni Universitas Al-Azhar Kairo Mesir itu, Senin (26/08/2019), beberapa menit yang lalu.

Tidak hanya itu, Kiai Misbah juga sering mengunakan jasa Banser dalam berbagai even yang digelarnya. "Dan Banser memberikan layanannya secara gratis. Seringkali aku lupa menyuguhkan pada mereka sebungkus rokok atau sebungkus nasi," lanjutnya.

Kiai Misbah memungkasi statusnya itu dengan hashtah #BANSERuntukNegeri dan #BANSERuntukUlama. (bor/ahn)
Share:

Home Style

Contact Form

Name

Email *

Message *

Quotes

Quotes

Latest News

Popular Posts