• This is default featured slide 1 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 2 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 3 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 4 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 5 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Thursday, June 13, 2019

Mulai Juli, SMA dan SMK Negeri Di Jawa Timur Gratis

Pamekasan — Pasti Aswaja — Program sekolah gratis berkualitas (Tistas) bagi siswa SMA dan SMK Negeri yang digaungkan Khofifah Indar Parawansa saat kampanye Pemilu Gubernur nampaknya bukan sekedar isapan jempol belaka.

Melalui akun Instagramnya, Kamis (13/06/19), Khofifah mengaku menyiapkan dana sebesar RP. 1,8 Triliun guna merealisasikan program yang akan dimulai bulan Juli tersebut.

Tidak hanya itu, bagi siswa tahun ajaran baru akan mendapatkan dua setel seragam sekolah. Sedangkan pelajar yang bersekolah di SMA dan SMK Swasta akan mendapat subsidi SPP.

"Sedulur, mulai Juli SPP semua siswa  SMA dan SMK Negeri di seluruh Jawa Timur gratis. Juga akan diberikan dua setel seragam sekolah bagi siswa tahun ajaran baru . Sedangkan untuk pelajar yang bersekolah di SMA dan SMK Swasta akan mendapatkan subsidi SPP. Pemprov Jawa Timur sudah menyiapkan uang Rp1,8 Triliun untuk program ini," tulisnya.

Khofifah berharap, kebijakannya tersebut dapat membantu meringankan beban warga Jawa Timur di tahun ajaran baru 2019-2020. Sehingga, tidak akan ada lagi anak yang tidak melanjutkan sekolah karena alasan biaya.

"Kami ingin seluruh anak Jawa Timur jadi generasi cerdas dan hebat serta berakhlak mulia. Amin. Mohon do'a," tangkasnya. (ahn/uki)
Share:

Tuesday, June 11, 2019

Ketua PCNU Pamekasan Kecam Perusak Baliho Ucapan Selamat Idul Fitri

Pamekasan — Pasti Aswaja — Beberapa hari menjelang datangnya Idul Fitri, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Pamekasan memasang baliho ucapan selamat Idul Fitri berukuran besar di beberapa titik, di antaranya ialah di Simpang Tiga Pakong. Tapi, berdasarkan laporan warga NU setempat, baliho tersebut dirobek oleh orang tidak bertanggung jawab tepat di bagian muka Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH. Said Aqil Siroj.

KH. Taufik Hasyim selaku Ketua PCNU Pamekasan menyesalkan tindakan tidak terpuji tersebut. Menurutnya, pelaku tindakan tersebut mencerminkan pribadi yang tidak berakhlaq dan tidak punya dasar iman. Karena, lanjut Kiai Taufik, orang yang beriman dan memiliki akhlak, tidak akan melakukan tindakan-tindakam 'tak terpuji.

"Apalagi kejadiannya bersamaan dengan momentum hari raya, sepanduknya juga tentang Idul Fitri. Mestinya hari raya Idul Fitri dijadikan sebagai momen untuk saling menjaga, menghormati dan silaturahmi. Ini malah diisi dengan merobek dan memancing serta memprovokasi untuk memulai saling benci dan saling curiga lagi. Mungkin pelakunya selama bulan Ramadhan nafsunya tidak berhasil diredam," lanjut Kiai Taufik, Selasa (11/06/19), saat ditemui di Kediamannya, Kompleks Pondok Pesantren Bustanul Ulum Sumber Anom, Palengaan, Pamekasan.

Alumni Ma'had Riyadhul Jannah Rosefah, Arab Saudi, ini juga menilai, pelaku bisa jadi orang yang memiliki keterbelakangan mental atau kelainan jiwa. Bisa juga pelakunya seseorang yang hatinya kotor dan dipenuhi kebencian terhadap NU. Atau bahkan, pelakunya orang yang iri melihat kebesaran NU, hingga batinnya penuh kedengkian, dendam dan hasud, akhirnya ia melampiaskan isi hatinya melalui cara yang tidak terpuji.

"Atau bisa jadi pelakunya orang yang ambisi jadi pemmpin organisasi, dan mau masuk NU, tapi dia malu karena sudah kadung benci pada NU, hingga dilampiaskan dengan cara bgitu. Dan bisa juga orang yang hatinya tidak tahan melihat dakwah dan gerakan NU yang diterima semua lapisan masyarakat sedangkan dirinya selalu gagal," tegas Kiai Taufik.


Meski ada segelintir orang yang benci terhadap organisasi yang digelutinya, Kiai Taufik merasa yakin NU akan tetap eksis dan semakin besar, serta terus berdakwah sesuai garis khitthah.

"Silahkan kalian membenci, silahkan kalian hasud, iri dan penuhilah hati kalian dengan sifat-sifat kotor itu. Karena saya yakin, semakin kalian benci, tidur kalian tidak akan nyenyak, makan kalian tidak akan nikmat, hidup kalian tidak akan tenang karena dipenuhi kebencian. Dan, Insya Allah NU akan tetap eksis dan terus berdakwah sesuai garis khitthah. Hati kalian akan dipenuhi rasa benci, sedang kami akan terus berkibar," ucapnya.

Selain itu, Kiai Taufik juga merasa heran. Pasalnya, di Pamekasan selalu ada orang yang berbuat onar, memancing emosi dengan sikap tidak terpuji seperti kasus di Pakong. Padahal, menurutnya, warga NU tidak pernah merobek sepanduk organisasi lain, tidak pernah menghujat, memfitnah, juga tidak pernah menolak tokoh orang lain, dan tidak pernah mengganggu acara organisasi lain. "Mugkin karena hati mereka sudah terlalu dipenuhi kebencian. Semoga diberi hidayah oleh Allah," harapnya.

Meski demikian, Kiai Taufik meminta warga NU tetap tenang dan tidak terprovikasi. Karena Allah, menurutnya, Maha mengetahui antara kelompok yang biasa berbuat kerusakan dengan kelompok yang senantiasa berpedoman pada akhlak karimah dan berbuat kebaika.

"Kepada aparat, mohon supaya lebih tegas. Tindak tegas pelaku provokasi. Kalau perlu, tangkap hingga ke aktor intelektualnya. Karena negara ini bisa hancur jika pelaku provokasi seperti itu dibiarkan," pungkasnya. (ahn/uki)
Share:

Wednesday, June 5, 2019

Judul Bukunya Dikritik, Gus Nadir Sentil Shiddiq Al-Jawi

Pamekasan — Pasti Aswaja — Rais Syuriah Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Australia-Selandia Baru, KH. Nadirsyah Hosen atau yang akrab disapa Gus Nadir, 'menyentil' salah satu pengurus pusat organisasi terlarang Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), M. Shiddiq Al-Jawi.

M. Shiddiq Al-Jawi alias Sigit Purnawan Jati dalam cuitan di akun twitter miliknya melakukan kesalahan saat menganalogikan buku Gus Nadir yang berjudul "Islam Yes, Khilafah No", Sigit menilai, judul buku tersebut sama halnya mengatakan 'Sholat Yes, Sujud No' atau 'Haji Yes, Wukuf No'.

"Judul buku "Islam Yes, Khilafah No," itu contradictio in terminis. Sama dengan bilang,"Sholat Yes, Sujud No," atau "Haji Yes, Wukuf No." Khilafah itu bagian integral dari Islam, Bro. Awam boleh, tertipu jangan," tulis Shiddiq, Senin (03/06/19).

Menanggapi cuitan Sigit itu, Gus Nadir mengatakan, sujud merupakan bagian salat. Jadi, tanpa sujud, salat tidak sah. Begitu juga haji. Tanpa wukuf, haji tidak sah. Berbeda dengan khilafah. Khilafah bukanlah rukun Islam. Menolak khilafah, tidak lantas menjadikan seorang muslim keluar dari Islam.

"Om @ShiddiqJawi Sujud itu bagian dari rukun shalat. Tanpa sujud, shalatnya batal. Makanya gak boleh bilang “Shalat Yes, Sujud No”. Gitu jg wukuf dan  haji. Kagak wukuf, haji gak sah. Khilafah itu bukan termasuk rukun Islam dan rukun iman. Org lain boleh ketipu HTI, gue sih ogah," kicau Gus Nadir, Selasa pagi (04/06/19), diakhiri emoticon ketawa.


Sampai berita ini diturunkan, kicauan Gus Nadir itu ditwit ulang sebanyam  lima ribu kali lebih dan ditwit ulang oleh lima ribu lebih pengguna twitter. Sedangkan kicauan Sigit, disukai tiga ribu penggun twitter dan seribu lebih twit ulang. (ahn/uki)
Share:

Tuesday, June 4, 2019

Sambut Idul Fitri, PRNU Palengaan Daja 1 Gelar Gebyar Takbir dan Sholawat

Pamekasan — Pasti Aswaja — Menyambut datangnya hari raya Idul Fitri 1440 H, Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Palengaan Daja 1 bersama Majelis Sholawat Al-Murabba' Nurul Musthafa menggelar Gebyar Takbir dan Sholawat bersama masyarakat Palengaan Daja, Palengaan, Pamekasan, Selasa malam (04/06/19), di Dusun Taretah 1, desa setempat.

Kegiatan yang diselenggarakan tiap tahun oleh PRNU Palengaan Daja 1 itu diikuti oleh masyarakat setempat yang turut serta mengumandangkan takbir dan selawat bersama.

Rais Syuriah PRNU Palengaan Daja 1, KH. Abd. Barri Rahman menyampaikan perihal pelaksanaan kegiatan tersebut guna mengharap syafaat Rasulullah Muhammad melalui lantunan selawat. Selain itu, acara tersebut juga sebagai ungkapan rasa syukur atas raihan kemenangan setelah sebulan berpuasa.

"Alhamdulillah, di malam ini kita bersama-sama mengumandangkan takbir dan shalawat kepada Nabi Muhammad untuk mengharap syafaatnya, sehingga ibadah puasa yang telah kita laksanakan bisa diterima dan mendapatkan berkah," ungkap Kiai yang juga menjabat Mustasyar Majelis Wakil Cabang (MWC) NU Kecamatan Palengaan tersebut.

Selain takbir dan selawat, acara tersebut juga dimeriahkan dengan kembang api dan pelepasan sebanyak 200 lampion sebagai ekspresi kebahagiaan menyambut hari raya Idul Fitri. (nal/ahn)
Share:

IPK Berkarya Punya Nakhoda Baru

Sampang — Pasti Aswaja — Ikatan Pemuda Karangpenang (IPK) Berkarya memiliki ketua baru yang akan memimpin selama satu periode ke depan, yakni 2019-2020. Nakhoda baru tersebut terpilih dalam Rapat Tahunan IPK Berkarya, Senin (03/06/19), di Pendopo Kecamatan Karangpenang.

Samsul Arifin selaku Ketua IPK Berkarya demisioner berharap, agenda tahunan yang dirangkai dengan buka bersama ini dapat menumbuhkan semangat baru dalam berorganisasi, sehingga IPK Berkarya mampu melahirkan pemuda-pemuda hebat dengan karya-karyanya.

"Sebagaimana adagium Arab, bahwa pemuda hari ini adalah calon pemimpin di hari esok. Jika pemuda hari ini kreatif dan inovatif, itu artinya masyarakat akan memiliki calon pemimpin yang produktif," lanjut mantan Ketua Komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Universitas Madura (Unira) Pamekasan ini.

Dalam agenda itu, forum menjatuhkan pilihannya kepada Rois sebagai Ketua IPK Berkarya baru yang akan memimpin selama satu periode ke depam, yakni 2019-2020. Rois terpilih setelah ia mengungguli 'rivalnya', Mufidul Islami, dengan peroleham suara 17 banding 5.

Di lain kesempatan, Rois menyampaikan terima kasih atas kepercayaan anggota IPK Berkarya yang menunjuk dirinya sebagai ketua. Menurutnya, ada dua program yang akan menjadi prioritas selama dirinya memimpin.

"Pertama, mengokohkan kembali dan siap memberikan kontribusi yang jelas bagi masyarakat umum, khususnya kepada masrakat Karangpenang; kedua, merawat betul-betul amanah yang sudah diberikan oleh anggota atau pengurus IPK Berkarya," tangkasnya. (ahn/uki)
Share:

Monday, June 3, 2019

Tim LF PWNU Jawa Timur dan PCNU Pamekasan Tidak Melihat Hilal

Pamekasan — Pasti Aswaja — Tim Rukyatul Hilal yang disebarkan oleh Lembaga Falakiyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (LF PWNU) Jawa Timur di 24 titik, tidak satupun melihat hilal. Hal itu dikarenakan hilal berada di bawah ufuk dan tidak memungkinkan dilihat.

Pernyataan tersebut disampaikan secara resmi oleh LF PWNU Jawa Timur melalui surat resmi bernomer 15/LFNU/L/V/2019, Senin sore (03/06/19), yang ditandatangani oleh KH. Sofiyullah selaku Ketua LF PWNU Jawa Timur.

"Sehubungan dengan dilaksanakannya Kegiatan Rukyatul Hilal Syawwal 1440 H di 24 titik lokasi rukyat se Jawa Timur pada tanggal 29 Ramadlan 1440 H / 3 Juni 2019 M, maka kami Lembaga Falakiyah PWNU Jawa Timur melaporkan bahwa hasil kegiatan rukyat hilal tersebut TIDAK BERHASIL MELIHAT HILAL karena Hilal rendah dibawah ufuk," tulis surat tersebut.

Hal serupa juga dialami oleh Tim Rukyatul Hilal Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (LF PCNU) Pamekasan yang melakukan pemantauan di dua titik: Gedung Observatorium lantai lima IAIN Madura dan Pantai Desa Ambat Pamekasan.

"Dari LF PCNU Pamekasan yang ikut memantau Rukyatul Hilal di Pantai Desa Ambat dan di Gedung Observatorium IAIN Madura melaporkan belum dapat melihat hilal," jelas KH. Abdurrahman Abbas, Sekretaris PCNU Pamekasan, Senin sore (03/06/19).

Maka dari itu, PCNU Pamekasan meminta kepada seluruh warga NU dan seluruh masyarakat di Bumi Gerbang Salam agar mengikuti ketetapan pemerintah melalui Kementerian Agama RI.

"PBNU (Pengurus Besar Nahdlatul Ulama. Red.) juga begitu (tidak melihat hilal. Red.). (Informasi. Red.) Berdasarkan ikhbar yang dikeluatkan oleh PBNU beberapa menit yang lalu. Artinya, Ramadan kali ini istikmal 30 hari," pungkas Kiai Abdurrahman. (dur/uki)
Share:

Akhiri Agenda Ramadan, PKC PMII Jatim Buka Puasa Bersama Anak Yatim

Surabaya — Pasti Aswaja — Pengurus Koordinator Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PKC PMII) Jawa Timur (Jatim) mengakhiri seluruh rangkaian kegiatan Ramadan, Ahad sore (02/06/2019).

Buka puasa bersama dan pemberian kado kepada 25 anak yatim di Sidosermo Dalem, Surabaya menjadi acara pamungkas seluruh agenda Ramadan.

Fadil, Sekretaris PKC PMII Jatim menuturkan, di antara esensi puasa pada bulan Ramadan ini ialah upaya mendekatkan diri kepada Maha Pencipta.

"Seperti namanya, puasa itu kan al-shiyam. Artinya, menahan diri dari segala tindak-takduk yang dapat membatalkan ibadah puasa," ujar Mantan Ketua Cabang PMII Pamekasan itu.

Agenda Ramadhan PKC PMII Jatim diawali Khatm al-Qur'an, santunan anak yatim dan tadarus pergerakan di kediaman pendiri PMII, KH. Moensif Nachrawi, Ahad (26/05/2019) lalu, bertepatan 21 Ramadhan 1440 H.

Acara lainnya, Sahur On The Road bersama tukang becak dan penjaga pasien di beberapa rumah sakit di Surabaya, Senin-Ahad (27/05-02/06) bertepatan 22-28 Ramadhan 1440 H. setiap malam.

"Semua agenda yang sudah dilaksanakan itu adalah bagian dari cara kami memaknai bulan yang suci ini," pungkas Fadil. (bor/ahn)
Share:

Sunday, June 2, 2019

MIF dan IKA-PMII Pamekasan Santuni Lansia Sebatang Kara

Pamekasan — Pasti Aswaja — Madura Idea Foundation (MIF) bersama Ikatan Keluarga Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA-PMII) Pamekasan, Ahad (02/06/2019), mendatangi Nenek Amur di Dusun Jenglateh Barat, Desa Campor, Kecamatan Proppo, Kabupaten Pamekasan.

Moh. Fudholi mengatakan, selain memanfaatkan momentum sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan, santunan kepada janda lanjut usia (Lansia) yang hidup sebatang kara itu merupakan bagian program utama MIF supaya bisa meringankan beban menjelang lebaran Idul Fitri.

"Alhamdulillah, kami memberikan santunan kepada Nenek Amur. Semoga kegiatan ini trus berkelanjutan sehingga mampu memberikan manfaat bagi masyarakat. MIF dan PMII merupakan lembaga yang akan terus bergerak bersama demi kesejahteraan masyarakat Madura," ucap Direktur Utama MIF itu.

Hal itu, lanjut Fudholi, karena dalam kelembagaan MIF sendiri banyak anggota PMII dan beberapa pengurus IKA-PMII di Pamekasan, bahkan di Madura. Sehingga, hubungan tersebut perlu ditingkatkan agar tetap mampu membantu dan mendampingi masyarakat, khususnya kaum dhuafa.

Dosen Fulsafat di STAI Miftahul Ulum Pamekasan itu juga meminta dukungan semua pihak agar MIF terus bergerak memabantu meringan beban kaum dhuafa di Madura. Memurutnya, tanpa dukungan semua elemen, MIF tidak mungkin bisa sebesar sekarang.

"Doa dari semua lapisan masyarakat sangat kami butuhkan demi keberlangsungan MIF ke depan," pungkasnya. (ahn/uki)
Share:

Momentum Nuzulul Quran, Ranting NU Taraban Santuni Kaum Dhuafa

Pamekasan — Pasti Aswaja — Sudah menjadi agenda rutin tahunan, Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Taraban, Kecamatan Larangan, Pamekasan menggelar peringatan Nuzulul Quran. Berbagai kegiatan mewarnai agenda kali ini mulai Khatm al-Qur'an, istigasah, santunan anak yatim dan janda dhuafa, serta buka puasa bersama, Sabtu (01/06/2019) di Musala Taraban.

Abdi Manaf selaku Rais Syuriah PRNU Taraban menuturkan, pelaksanaan kegiatan tahun ini sedikit berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya. Santunan yang biasanya hanya diberikan kepada anak yatim, kali ini juga diberikan kepada janda dhuafa.

Manaf menjelaskan, jumlah anak yatim yang diberikan santunan sebanyak delapan orang, sedangkan janda dhuafa sebanyak enam puluh orang.

"Atas nama pribadi dan organisasi, saya menyampaikan banyak terima kasih kepada semua donatur yang telah berpartisipasi dalam terselenggaranya kegiatan ini. Semoga kegiatan tahun selanjutnya juga dapat terlaksana lebih baik lagi," ungkapnya, usai acara.

KH. Syaifuddin, Rais Syuriah MWCNU Larangan, mengapresiasi agenda tersebut, karena menurutnya dapat membantu meringankan beban kaum dhuafa terlebih menjelang lebaran.

Kiai Syaifuddin berpesan kepada PRNU Taraban, tujuan yang harus dicapai tidak hanya bayaknya anak yatim dan janda dhuafa yang diberi santunan. "Lebih dari itu, Pengurus Ranting NU Taraban harus turut serta mengurangi tingkat kemiskinan di daerah sekitar, terutama di Desa Taraban, Kecamatan Larangan, Kabupaten Pamekasan ini," pesannya. (bor/ahn)
Share:

Saturday, June 1, 2019

Ketua PCNU Pamekasan: Pancasila Bukan Agama, Tapi Pemersatu Bangsa

Pamekasan — Pasti Aswaja — Setiap tanggal 1 Juni, Indonesia memperingati hari lahir Pancasila. Hal itu Mengacu pada pidato Soekarno dalam sidang Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan (BPUPKI) tanggal 1 Juni 1945 sebagai konsep dan rumusan awal Pancasila.

Peringatan hari lahir Pancasila ini disambut dengan antusias oleh masyarakat Indonesia sebagai refleksi pemersatu bangsa, khususnya warga Nahdlatul Ulama atau yang biasa disebut Nahdliyin.

KH. Taufik Hasyim, Ketua PCNU Pamekasan, pada momentum Hari Lahir Pancasila tahun 2019 mengungkapkan, keberadaan Pancasila di Indonesia ini atas kesepakatan pendiri bangsa sebagai dasar negara.

"Pancasila bukan agama dan tidak bertentangan dengan agama, tapi keberadaannya menjadi simbol pemersatu bangsa Indonesia dari Aceh sampai Papua yang terdiri dari ribuan suku, adat dan bahasa," jelas Kiai Taufik, Sabtu (01/05/2019) di kediamannya, Pondok Pesantren Bustanul Ulum Sumber Anom Angsanah Palengaan Pamekasan Madura.

Alumni Pondok Pesantren Lirboyo Kediri Jawa Timur itu menambahkan, Indonesia mampu bertahan di tengah keberagaman agama, suku, ras dan bahasa lantaran adanya Pancasila. Kiai muda itu membandingkan kondisi Indonesia dengan negara timur tengah yang sering terjadi konflik, karena tidak adanya simbol pemersatu seperti Pancasila.

"Karena adanya Pancasila juga, kita di Indonesia ini mau salat seribu rakaat setiap haripun tidak ada yang melarang. Mau umroh setiap bulan juga tidak ada yang melarang. Di situ bisa kita lihat, bahwa pancasila itu baik dan tidak bertentangan dengan agama," lanjut Ketua STAI Miftahul Ulum Pamekasan itu.

Bahkan, lanjut Kiai Taufik, Pancasila mengakomodasi umat Islam di Indonesia sehingga bisa mengekspresikan ajaran agama secara bebas. Bahkan, tidak sedikit ibadah umat Islam yang diakomodasi oleh negara seperti penentuan awal puasa, awal Syawal, waktu salat,.sehingga mempermudah umat Islam melaksanakn ajaran agama.

"Kita mengadakan acara keagamaan besar-besaran seperti haul, maulid nabi, dan semacamnya, bisa berjalan dengan lancar dan aman. Sekali lagi, Pancasila adalah konsep indah peninggalan leluhur bangsa ini," pungkasnya. (bor/ahn)
Share:

Friday, May 31, 2019

IKBAS Karangpenang Gelar Lomba Tahfidz Hadits Arba'in An-Nawawi

Sampang — Pasti Aswaja — Sebanyak 60 alumni dan simpatisan mengikuti lomba Tahfidz Hadits Arba'in An-Nawawi yang dilaksanakan oleh Ikatan Alumni dan Simpatisan (IKBAS) Pondok Pesantren Miftahul Ulum (PPMU) Panyeppen Wilayah Karangpenang Sampang, Jumat (31/05/19), di Masjid Al-Aziz, Pondok Pesantren Sumber Gedang, Tlambah, Karangpenang, Sampang.

Kegiatan tersebut, menurut Bahrowi Kholil, digelar guna mengisi sepuluh terakhir Ramadhan. Selain itu, acara tersebut merupakan rangkaian agenda Halal Bihalal yang puncaknya akan digelar bulan Syawal mendatang

"Kegiatan ini juga untuk menambah rasa cinta kita kepada Rasulullah dan untuk mendapatkan janji Rasulullah; barang siapa yang mengafal 40 hadits Rasul, maka akan di bangkitkan bersama para fuqaha dan ulama nanti di hari kiamat," ungkap Ketua IKBAS Karangpenang itu.

Ia juga berharap kegiatan tersebut mampu membantu para alumni mengingat kembali kitab yang dipelajarinya waktu menuntut ilmu di PPMU Panyeppen. Sehingga, hadits-hadits yang dihafalkan waktu nyantri tidak terlupakan dan terus diingat.

"Lebih-lebih alumni yang sudah tua, banyak yang sudah sibuk dengan keluarga dan pekerjaan. Karena dengan demikian, kalau sudah hafal akan ada atsar yang kuat untuk bisa mengamalkan hadist nabi di zaman yang sudah akhir ini," lanjutnya.

Panitia pelaksana kegiatan itu menyiapkan total hadiah 10 juta rupiah, tropi serta sertifikat. Hadiah ini akan diberikan pada acara puncak. (nah/ahn)
Share:

Aliansi Ansor Pantura Pamekasan Buka Posko Mudik dan Bagi-bagi Takjil

Pamekasan — Pasti Aswaja — Aliansi Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Pantai Utara (Pantura) Pamekasan, Kamis sore (30/05/2019), mulai membuka posko mudik di Simpang tiga Sotabar, Pasean, Pamekasan, Madura.

Aliansi itu terdiri: PAC GP Ansor Pasean, PAC GP Ansor Batumarmar dan PAC GP Ansor Waru beserta badan otonom (Banom) di dalamnya. Posko yang dibuka bagi pemudik itu, selain menyediakan tempat teduh dan istirahat juga menyediakan takjil yang dibagikan kepada pengguna jalan menjelang buka puasa.

Abd. Rasyad, Ketua PAC GP Ansor Pasean menuturkan, posko mudik yang biasa disediakan GP Ansor setiap tahun ini akan dibuka sampai 3 Juni 2019. Hal itu menyesuaikan dengan prediksi bersama lembaga pendukung berdirinya posko mudik itu. 

"Posko ini kami dirikan bersama Polsek dan Koramil setempat. Kami juga bekerjasama dengan pihak kesehatan, jika kemungkinan ada pemudik yang mau periksa kesehatannya," jelas Rasyad.

Sementara itu, Agus Wahab, Ketua Pengurus Ranting NU Sotabar mengapresiasi kegiatan yang dilakukan para pemuda NU itu. Menurutnya, kegiatan yang bermanfaat kepada masyarakat harus terus digalakkan.

"Pemuda Nahdlatul Ulama yang tergabung dalam Gerakan Pemuda Ansor itu harus terus energik. Tidak hanya dalam mengawal para kiai, tapi juga memberi manfaat kepada masyarakat luas," ungkapnya

Selain bekerjasama dengan Polsek, Koramil dan Puskesma, Aliansi PAC GP Ansor Pantura juga bekerjasama dengan benerapa organisasi berhaluan Aswaja An-Nahdliyah seperti: Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU), Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) dan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII). (bor/uki)
Share:

Wednesday, May 29, 2019

Kiai Tolchah Dapat Izin Imam Ghazali Ngaji Ihya' Kepada Kiai Idris Kamali

Pamekasan — Pasti Aswaja — Warga Nahdlatul Ulama (NU) kembali berduka. Pasalnya, Salah satu Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Prof. Dr. KH. M. Tolchah Hasan, Rabu (29/05/19) siang, kembali ke rahmatullah, di RSUD Saiful Anwar Malang.

Kepergiannya meninggalkan banyak kenangan di hati warga Nahdliyin. Salah satunya diungkapkan oleh Rais Syuriyah Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Australia - New Zealand dan juga Dosen Senior di Monash Law School, Prof. Dr. KH. Nadirsyah Hosen, LL.M., M.A., Ph.D, melalui halaman Facebook miliknya, Rabu (29/05/19) sore.

"Kiai Tolchah Hasan meninggal hari ini 29 Mei 2019 bertepatan dengan hari ke 24 bulan suci Ramadhan. Al fatihah ... Ijinkan saya turut mengenang beliau. Beliau adalah pendiri UNISMA (Univ. Islam Malang), Menteri Agama era Gus Dur, dan mantan Wakil Rais Am PBNU era Kiai Sahal Mahfud. Kepergian beliau adalah duka dan kerugian besar untuk umat Islam," tulis Gus Nadir, sapaan akrabnya.

Kiai Tolchah, di mata Gus Nadir, merupakan sosok yang teduh, bersahaja dan penuh dengan gagasan visioner, khususnya masalah pendidikan dan Ahlussunnah wal Jama'ah (Aswaja). Kiai Tolchah juga terus mengikuti pemikiran keislaman dengan meng-update bacaan kitab kontemporer, seperti yang pernah almarhum diskusikan bersamanya.

Di usianya yang tidak lagi muda, almarhum masih rutin mengelola pengajian kitab Ihya ‘Ulumiddin karya Imam al-Ghazali di rumahnya. Dan yang aneh bagi Gus Nadir, ialah jemaah ikut ngaji tidak hanya masyarakat biasa, tapi juga para kiai.

Gus Nadir mengutip cerita KH. Abdul Adzim Irsyad. Dulu di Tebuireng, Tolchah remaja belajar pada KH. Idris Kamali, sosok kiai yang legendaris di kalangan NU. Saat Kiai Tolchah dan kawannya minta ngaji kitab Ihya', Kiai Idris meminta mereka datang lagi esok hari. Lantas keesokan harinya, Kiai Idris menyampaikan, dirinya sudah minta izin kepada Imam al-Ghazali guna mengajar Ihya'. Bahkan, Imam al-Ghazali sendiri memilihkan nama-nama santri yang layak ikut ngaji Ihya'. Kiai Tolchah termasuk di antara nama-nama yang dipilih Imam al-Ghazali.

"Itu sebabnya yang sudah selevel Kiai pun banyak yang kemudian ngaji Ihya' di rumah Kiai Tolchah untuk ngalap barokah Kiai Idris dan Imam al-Ghazali," lanjut Gus Nadir. (fiq/uki)
Share:

Home Style

Contact Form

Name

Email *

Message *

Ads

Ads

Latest News

Popular Posts