• This is default featured slide 1 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 2 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 3 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 4 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 5 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Thursday, January 17, 2019

PMII Pamekasan Akan Luncurkan Aplikasi Kaderisasi

Pamekasan — Pasti Aswaja — Sebagai upaya meningatkan progresifitas kaderisasi, Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC. PMII) Pamekasan akan meluncurkan aplikasi kaderisasi.

Peluncuran aplikasi berisi konten database anggota dan materi-materi Ke-PMII-an tersebut akan dilaksanakan bersamaan dengan Pelantikan Pengurus Cabang PMII Pamekasan masa khidmat 2018-2019, Kamis malam (17/01/2019).

Lian Fawahan, Mandataris Ketua Cabang PMII Pamekasan mengungkapkan, pihaknya akan tetap memprioritaskan Kaderisasi sebagai ruh organisasi.

"Pada periode ini, kami mengusung konsep kaderisasi berbasis digitalisasi," ungkap Lian pada sela-sela mempersiapkan acara pelantikan di Gedung Islamic Center, Jl. Jokotole, Pamekasan.

Pemuda asal Sumenep itu menambahkan, pihaknya juga akan berupaya maksimal menghidupkan budaya literasi di Pamekasan. 

"Harapan kami, cara seperti ini bisa membuka ekologi baru budaya literasi," harap Mantan Presiden Mahasiswa IAIN Madura tersebut.

Aplikasi bernama "PMII Pamekasan" ini nantinya bisa didownload melalui Google Play Store. (bor/ahn)
Share:

Kang Manto Ajak Masyarakat Dukung Capres Dengan Elegan

Pamekasan — Pasti Aswaja — Prof. Sumanto Al-Qurtuby atau yang akrab disapa Kang Manto, Guru Besar Antropologi Budaya di King Fahd University of Petroleum and Minerals, Arab Saudi, menjelang Pemilu April mendatang, meminta masyarakat Indonesia mendukung pasangan Capres-Cawapres dengan elegan.

Sebagai negara demokrasi, masyarakat Indonesia boleh memilih siapa saja calon yang dianggap pantas. Tapi, tentu saja harus dengan cara yang elegan dan tidak mengorbankan kepentingan rakyat, bangsa, dan negara yang begitu berharga.

"Jangan korbankan ikatan pertemanan dan persaudaraan hanya karena beda pilihan Paslon (pasangan calon. Red.). Jangan sampai saling bermusuhan apalagi sampai cerai hanya karena beda calon idaman," tulis Kang Manto di blog pribadinya, sumantoalqurtuby.com, Rabu (16/01/19).

Dalam hajat lima tahunan ini, menurut Kang Manto, seharusnya tidak perlu ada fitnah, caci-maki, gontok-gontokkan, menyebar berita-berita hoax, dan seterusnya hanya karena ingin Paslon dukungannya menang di kontes Pilpres atau Pilkada.

"Kalian itu 'rakyat biasa' hanya dijadikan sebagai 'kayu bakar' saja oleh para makelar, 'tim sukses', atau petualang politik yang ngaceng kekuasaan dan jabatan. Jadi, untuk apa atau ngapain kalian sampai berantem hingga benjal-benjol, jontar-jontor lambe dan raimu hanya karena mendukung Paslon tertentu? Untuk apa? Coba pikir…" tegasnya.

Penulis buku Arus Cina-Islam-Jawa ini menilai, kemenangan yang diraih dengan cara-cara kotor, biadab, keji dan mungkar, seperti pada pelaksanaan Pilpres di AS, seharusnya tidak terjadi di Indonesia. Kalaupun Paslon yang didukung kemudian menang dengan cara-cara kotor, lanjut Kang Manto, mereka 'tak akan mampu memenangkan akal sehat dan hati-nurani mayoritas rakyat yang masih waras.

"Jadi, sekali lagi, dukunglah Paslon idola Anda dengan cara-cara yang santun dan elegan. Dukunglah capres yang visioner dan kerja keras untuk kemakmuran negeri, serta optimis yang kira-kira mampu membawa Indonesia ke de
pan menjadi negara yang lebih dahsyat dan disegani oleh bangsa-bangsa lain," pungkasnya. (mad/ahn)
Share:

Menpora, SEA Games 2019 Adalah Sebuah Batu Loncatan

Jakarta — Pasti Aswaja — SEA Games 2019 yang akan digelar di Filipina 30 November mendatang menurut Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi, ibarat sebuah batu loncatan menuju tujuan yang lebih besar, yakni Olimpiade 2020 dan Asian Games 2022.

Pernyataan itu merupakan inti pemaparan Imam saat rapat dengan Komisi X DPR RI yang ditulis melalui akun instagram pribadinya, nahrawi_imam, Rabu (16/01/19).

"Ibarat sedang melakukan lompat jauh, SEA Games 2019 adalah sebuah batu loncatan. Bukannya disepelekan tapi justru jadi langkah penting untuk menuju tujuan lebih besar yakni Olimpiade 2020 dan Asian Games 2022." Tulis mantan aktivis PMII Surabaya ini.

Indonesia, kata Imam, akan mengirimkan atlet-atlet muda pada gelaran SEA Games 2019. Karena, sebagai Menpora, ia menargetkan Indonesia harus sudah menuju ajang multievent yang lebih besar.

"Indonesia akan mengirimkan atlet-atlet muda pada SEA Games 2019. Karena target kita sekarang memang harus sudah menuju ajang multievent yg lebih besar." Lanjutnya, diakhiri tulisan "IN" yang merupakan singkatan namanya, sebagai tanda bahwa status itu ditulisnya sendiri.

Sampai berita ini diturunkan, postingan itu disukai oleh 3.176 pengguna Instagram, dan 48 komentar. (ahn/mad)
Share:

Wednesday, January 16, 2019

Ketua MDS Rijalul Ansor Jelaskan Sejarah Shalawat Asyghil

Pamekasan — Pasti Aswaja — Bagi warga NU, Shalawat Asyghil sudah bukan sesuatu yang asing. Shalawat ini sering dibaca di masjid-masjid atau mushalla-mushalla NU sebelum mengumandangkan azan. Meski demikian, tidak banyak warga NU yang mengetahui sejarah shalawat ini.

Ketua Majelis Dzikir dan Shalawat (MDS) Rijalul Ansor Pimpinan Pusat (PP) GP Ansor, Chabib Towus Ainul Yaqin, dalam sebuah video yang diunggah oleh pemilik akun Facebook Jonathan Latumahina, Rabu sore (16/01/19), menceritakan tentang sejarah awal munculnya Shalawat Asyghil.

Shalawat Asyghil, menurut Towus, pertama kali dimunculkan oleh Ja'far Al-Shadiq, yang hidup di masa transisi antara dinasti Umayyah dan dinasti Abbasiyah, sebagai wujud keprihatinan atas situasi negaranya waktu itu yang carut-marut.

"Akhirnya, beliau hampir di setiap doa qunutnya beliau membaca shalawat ini," lanjut Direktur PT. Sorban Nusantara ini.

Dalam video berdurasi tiga menit itu, Towus juga mengisahkan tentang proses transisi dinasti Umayyah ke dinasti Abbasiyah. Menurutnya, transisi itu bukan melulu persoalan pergantian dinasti, namun juga dalam sektor sosial dan ideologi. Ia mengisahkan, orang-orang Abbasiyah mengklaim dirinya sebagai pengusung sejati kekhalifahan. Mereka membentuk negara teokrasi.

"Memang, pada masa dinasti Abbasiyah ini, meskipun tampak kesalihan semakin terwujud, ketaatan beragama semakin terwujud; tampaknya seperti itu. Namun kenyataannya seperti apa? Khalifah Baghdad waktu itu ternyata sama sekulernya dengan khalifah Damaskus yang mereka gulingkan. Jadi, ini Ja'far Al-Shadiq memunculkan shalawat ini, sekali lagi, wujud keprihatinan beliau terkait kondisi politik negaranya waktu itu," paparnya.

Tidak hanya itu, dalam video tersebut Towus juga mengkritik kelompok kecil yang menggunakan Shalawat Asghil untuk membangun narasi seakan-akan mereka sedang terzalimi oleh pemerintah yang berkuasa saat ini. Ia menilai, tindakan ini sebagai kebohongan publik.

"Saya tahu kalian-kalian yang menggunakan shalawat ini, kelompok kecil yang saya sebut tadi, kalian ini adalah sebagian pengusung khilafah dan juga simpatisan khilafah. Lalu mau coba membangun narasi pakai shalawat ini. Mau niru bagaimana proses berdirinya dinasti Abbasiyah. Begitu? Mendirikan khalifah di negara ini? Apa yang ada di pikiran kalian? Kalian gunakan shalawat hanya untuk intrik politik. Ini ndak benar," tegasnya dengan nada tinggi.

Towus juga memperingatkan kelompok yang menurutnya memanfaatkan Shalawat Asyghil tersebut. Sebagai warga NU, ia dan organisasi yang dipimpinnya tidak akan mundur dalam mempertahanakan ideologi negara. Ia juga menegaskan, tidak boleh ada satupun kelompok yang ingin mengganti ideologi negara yang sudah menjadi konsensus bangsa di republik ini.

"Jadi, tolonglah. Pakai akal sehat kalian. Jangan coba melakukan satu hal kebusukan, tetapi mem-framing dengan sedemikian manisnya dengan agama. Apa lagi dengan shalawat. Haqqul yaqin, dengan niat kalian, Rasulullah tidak ridha. Ingat itu!" Pungkasnya. (ahn/uki)
Share:

Mahfud MD, Pluralisme Bukan Menganggap Semua Agama Benar

Pamekasan — Pasti Aswaja — Tidak sedikit masyarakat yang beranggapan bahwa istilah pluralisme berarti menganggap semua agama benar. Anggapan ini diluruskan oleh Mahfud MD, Anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).

Menurutnya, pluralisme merupakan sikap menghargai perbedaan sebagai suatu fitrah ciptaan Tuhan yang harus diterima dan dihargai oleh umat manusia serta dapat bekerja sama dalam perbedaan guna mencapai kemajuan.

Hal tersebut dinyatakan mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) periode 2008-2013 ini melalui akun twitter pribadinya, @mohmahfudmd, Rabu siang (16/01/19).

"Pluralisme bukanlah paham bhw semua agama itu benar. Pluralisme adl paham bhw perbedaan adl fithrah yg diciptakan oleh Tuhan sendiri dan kita sbg manusia siap menerima dan menghargai perbedaan2 itu dan bekerjasama dlm perbedaan tsb utk maju bersama. (Lht: Qur'an Srt Almaidah-48)." Tulisnya.

Ia menambahkan, pluralitas merupakan fakta bahwa manusia diciptakan Tuhan berbeda-beda sebagai fithrah.

"Pluralisme adl paham ttg bagaimana menyikapi dan menghayati fakta pluralitas itu dlm berhubungan dgn orang2 yg berbeda dlm hidup. Jd pluralisme itu adl penyikapan batin dan pikiran atas pluralitas." Lanjutnya di kolom komentar.

Kicauan Mahfud ini mendapatkan tanggapan beragam para netizen. Mayoritas mereka yang berkomentar mendukung pernyataan ayah tiga orang anak itu.

"Yang sama2 saudara iman saja kalau bicara beda pandangan pilpres langsung diCAP #kafir Apalagi kita diskusi masalah pluralisme prof @mohmahfudmd .kayaknya kita semakin jauh dr yg namanya BHINNEKA TUNGGAL IKA," tulis pemilik akun @jaka_zatmaya.

"Agama saya agama paling benar. Urusan pluralisme unt menghrgai perbedaan. Dan agama saya mengajarkan pluralisme sebelum pluralisme itu hadir." timpal akun @hp_arel.

Sampai berita ini diturunkan, kicauan Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia Yogyakarta itu sudah mendapatkan komentar sebanyak 216, 2.089 kali retweet, dan 3.892 suka. (bor/ahn)
Share:

Etika Dakwah Rasulullah Menurut Rais Syuriah PCINU Australia-New Zealand

Pamekasan — Pasti Aswaja — Nabi Muhammad SAW dikenal sebagai pribadi santun, baik saat berinteraksi dengan sahabatnya maupun dalam berdakwah. Hal ini disampaikan oleh Rais Syuria Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Australia-New Zealand dalam sebuah video yang diunggah di akun twitter pribadinya, @na_dirs, Ahad (13/01/19).

Dalam video berdurasi dua menit itu, laki-laki yang akrab disapa Gus Nadir ini mengutip sebuah riwayat ketika Nabi Muhammad hendak menjadi imam shalat. Sebelum Rasulullah takbiratul ihram tiba-tiba tercium bau busuk dari arah jamaah karena di antara mereka ada yang "buang angin." Rasulullah diam sejenak, menunggu siapa di antara jamaah yang akan keluar shaf dan kemudian berwudu. Tapi, ternyata tidak ada satupun jamaah yang keluar barisan. Mungkin karena malu atau karena takut di-bully.

"Apa kemudian Nabi Muhammad berteriak dan mengatakan: 'Hei, tadi siapa itu yang buang angin? Ayo cepat wudu! Kami tunggu ini. Ini mau shalat.' Tidak." Tutur Guru Besar di Universitas Monash Australia ini.

Nabi Muhammad, lanjut Gus Nadir, dengan santunnya kemudian berbalik badan dan bertanya kepada para shabatnya: "Siapa yang tadi habis makan daging unta?" Pertanyaan ini, menurut Gus Nadir, menunjukkan bahwa Nabi Muhammad tahu kebanyakan di antara mereka makan daging unta sebelum pergi ke masjid, karena sudah menjadi tradisi di zaman itu.

Mendengar pertanyaan Rasulullah tersebut, banyak sahabat yang mengangkat tangan.

"Kalau begitu, mari bersama-sama kita berwudu kembali," lanjut Gus Nadir menirukan perkataan Rasulullah dalam riwayat tersebut.

Riwayat ini kemudian melahirkan perbedaan pendapat di antara empat ulama mujtahid muthlaq (ulama yang mempunyai otoritas berijtihad). Imam Hambali berpendapat, riwayat ini menunjukkan bahwa makan daging unta dapat membatalkan wudu. Sedangkan Tiga mazhab lain mengatakan tidak. Mereka berpendapat, riwayat imi btidak berkaitan dengan masalah hukum, melainkan masalah adab, masalah akhlak. Dengan cara seperti ini, imbuh Gus Nadir, Nabi Muhammad hendak menjaga kehormatan sahabat yang "buang angin.

"Jadi, tidak dipermalukan, tidak kemudian di-bully. Tapi ditegur dengan cara halus agar kemudian mereka semua sama-sama berwudu dan kemudian memulai shalatnya," jelas peraih dua gelar PhD in Law dari Universitas Wollongong dan PhD in Islamic law dari National University of Singapore ini.

Inilah, lanjut Gus Nadir, pentingnya akhlak dalam berdakwah, santun dalam bersikap. "Semoga kita bisa menirunya," pungkasnya.

Sampai berita ini diturunkan, video tersebut sudah 24 ribu kali tayang, 768 twit ulang, dan 1.869 suka. (dur/ahn)
Share:

Sunday, January 13, 2019

Datangkan Tasaro GK, Mahasiswa STAIMU Ngaji Sastra dan Karya Ilmiah

Pamekasan — Pasti Aswaja — Himpunan Mahasiswa Program Studi (HIMAPRODI) Pendidikan Agama Islam (PAI), Ahad (13/01/19) memanfaatkan momentum liburan dengan agenda Ngaji Sastra dan Karya Ilmiah. Kegiatan yang diikuti oleh perwakilan mahasiswa dari berbagai Prodi tersebut mendatangkan Taufiq Saptoto Rohadi atau yang lebih dikenal Tasaro GK.

Muhammad Juhri selaku Ketua Panitia berharap, melalui kegiatan yang digelarnya bisa membangkitkan semangat mahasiswa dalam karya sastra dan karya ilmiah. Sebagai tindak lanjut kegiatan yang digelarnya, Juhri bersama HIMAPRODI PAI akan mengagendakan lomba karya sastra dan karya ilmiah untuk mahasiswa STAIMU.

"Kita sudah sama-sama tahu, mahasiswa STAIMU sendiri banyak yang sudah menampakkan kecintaanya dalam kepenulisan dan karya ilmiah. Terbukti, beberapa mahasiswa yang sering mengikuti even nasional karya ilmiah dan aktif di beberapa lembaga kepenulisan dan berita," lanjut aktivis PMII itu.

Abd. Ghani selaku Ketua Prodi PAI, mengapresiasi inisiatif para mahasiswa tersebut. Ia berharap kegiatan tersebut akan melahirkan generasi milenial yang bisa membanggakan nama bangsa dan negara serta bisa mengharumkan nama almamater di tingkat nasional khususnya dalam bidang sastra dan karya ilmiah.

"Semoga kegiatan-kegiatan semacam ini terus berlanjut, meski dengan konsep yang berbeda," pungkas pengurus Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (LAPESDAM) PCNU Pamekasan ini.

Tasaro GK merupakan seorang penulis novel tetralogi yang bercerita tentang kehidupan Nabi Muhammad. Novelnya yang berjudul "Muhammad: Lelaki Penggenggam Hujan" termasuk dalam daftar 20 Novel Indonesia Terbaik versi Goodreads dan berada di peringkat keempat. (nal/ahn)
Share:

Beri Pemahaman Dunia Siber, Ansor Karangpenang Gelar Pelatihan Cyber Media

Sampang — Pasti Aswaja — Gunan memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang dunia siber secara komprehensif, pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor Kecamatan Karangpenang menggelar Pelatihan Cyber Media, Ahad pagi (13/01/19) di sekretariat, Jl. Raya Karangpenang Onjur, Karangpenang, Sampang.

Ahyak, selaku Ketua PAC GP Ansor Karangpenang mengatakan, masyarakat sangat membutuhkan pemahaman tentang dunia siber secara utuh. Karena menurutnya, akhir-akhir ini masyarakat sudah banyak menjadi korban konten media provokatif.

"Melalui acara seperti ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya dakwah di media sosial, tidak mudah terprovokasi, sekaligus mampu menjadi pengawal atas tercapainya Islam yang rahmatal lil alamin," lanjut ayah dua anak ini.

Kegiatan bertema "Hitam Putih Dunia Maya" ini diikuti oleh 53 peserta yang terdiri dari internal Ansor Karangpenang, Ikatan Pemuda Karangpenang (IPK), delegasi beberapa pesantren, beberapa pemuda dari Kecamatan Sokobanah dan Omben, serta delegasi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat STEI Wali Songo dan STKIP Az-Zain.

Bertindak sebagai pemateri dalam agenda yang akan berakhir nanti malam jam 22:00 ini anggota Relawan Teknologi Informasi Komunikasi (RTIK) Jawa Timur Novianto Pujiraharjo atau yang akrab disapa Gus Novi.

Tampak hadir waktu pembukaan, KH. Khoiron Zaini selaku Ketua PC GP Ansor Kabupaten Sampang, KH. Fathul Jawad bersama Ust. Holip atas nama pengurus MWCNU Karangpenang, dan perwaklian pemerintah desa setempat. (ahn/uki)
Share:

Friday, January 11, 2019

PAC Ansor Kota Pamekasan Berikan Santunan Keluarga Miskin

Pamekasan — Pasti Aswaja — Pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kota Pamekasan, Jumat (11/01/19), mendatangi kediaman Darwis (50)bwarga Kelurahan Gladak Anyar yang hidup dalam kemiskinan. Kedatangan Badan Otonom (Banom) NU ini guna memberikan bantuan berupa sembako.

Ali Wahdi selaku Ketua PAC GP Ansor didampingi Ketua PC GP Ansor Pamekasan, Moh Syafiuddin, menyerahkan langsung bantuan tersebut. Kedatangan pemuda NU itu disambut hangat oleh kluarga Darwis.

Sebagai bagian dari masyarakat Pamekasan, Ali Wahdi merasa terpanggil memberikan bantuan kepada kelurga yang hidupnya sangat memprihatinkan itu. Bahkan, Ali Wahdi merasa benar-benar prihatin ketika melihat langsung kondisi kediaman Darwia yang sangat sempit, berdinding gedeg dan dihuni lima anggota keluarga.

Bantuan itu, menurut mantan aktivis PMII UIM ini, hanya sekedar meringankan beban hidupnya keluarga Darwis saja, bukan menjamin semua kebutuhan hidupnya. Pihaknya berharap, masyarakat juga bisa berbagi dengan keluarga Darwis. "Uluran tangan dari para dermawan sangat dibutuhkan," imbuhnya.

Langkah PAC GP Ansor Kota ini diapresiasi oleh Syafiuddin selaku Ketua PC GP Ansor Pamekasan. Ia menilai, langkah Ansor Kota harus bisa ditiru oleh PAC lain. Setidaknya, Ansor bisa membantu meringankan beban kaum dhuafa, Maka dari itu, lanjut Syafi'uddin, PAC Ansor se-Pamekasan harus memiliki data keluarga miskin di daerahnya.

Syafi', sapaan akrabnya, menambahkan, Ansor harus peka terhadap kondisi sekitar. Masyarakat harus bisa merasakan secara langsung keberadaan Ansor. Maka dari itu, ia mengapresiasi langkah Ansor Kota tersebut.

Guna membangun kepekaan anggota Ansor se-Pamekasan, Syafi' berencana akan membentuk Ansor Peduli, sebuah badan khusus yang akan memfokuskan agendanya pada kegiatan-kegiatan sosial. 

"Maka dari itu, kami mohon dukungan, doa dan restu dari semua pihak, khususnya para kiai dan masyayikh di lingkungan PCNU Pamekasan. Tanpa doa para masyayikh, tidak mungkin cita-vmcita ini akan terwujud dan berjalan lancar," pungkasnya. (ahn/uki)
Share:

Thursday, January 10, 2019

PMII dan Polres Pamekasan Sepakat Tangkal Radikalisme

Pamekasan — Pasti Aswaja — Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Pamekasan masa khidmat 2018-2019 menyambangi Markas Kepolisian Resor (Mapolres) setempat di Jl. Stadion No. 81, Barurambat Kota, Pamekasan, Kamis pagi (10/01/19).

Kedatangan organisasi kemahasiswaan Nahdlatul Ulama (NU) ini guna menggandeng Polres Pamekasan dalam melawan paham radikal dan organisasi terlarang.

Lian Fawahan selaku Ketua Cabang PMII Pamekasan menyampaikan, selain membangun komitmen bersama polres dalam melawan radikalisme, pihaknya bersama kepolisian juga ingin menciptakan kondusifitas menjelang dan setelah Pemilihan Umum (Pemilu) 2019.

"Komitmen bersama menyukseskan Pemilu 2019 dan menjaga keutuhan NKRI dengan menangkal paham radikal dan organisasi apapun yang sudah jelas dilarang oleh pemerintah. Dalam hal ini, Polres harus serius," tegas Lian, seperti dikutip NU Online Pamekasan.

Kapolres Pamekasan, AKBP. Teguh Wibowo, mengapresiasi inisiatif PC PMII Pamekasan. Ia juga menyambut baik kedatangan para aktivis mahasiswa tersebut. Ia juga menyatakan kesiapannya bersinergi dengan PMII.

"Sangat mendukung dan siap bekerjasama dengan PMII dalam persoalan menjaga kondusifitas di Pamekasan pada Pemilu 2019. Kami juga siap menangkal radikalisme. Jika ada hal yang berbau radikalisme dan terorisme, silakan laporkan kepada kami," jelasnya di hadapan kader PMII yang hadir. (bor/ahn)
Share:

Wednesday, January 9, 2019

NU Dan Ansor Siapkan Pengacara Dukung Pemkab Pamekasan Tutup Tempat Karaoke

Pamekasan — Pasti Aswaja — Penutupan lima tempat karaoke oleh Bupati Pamekasan, H Baddrut Tamam, bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan pimpinan Organisasi Kemasyarakatan (Ormas), seminggu lalu, berbuntut panjang. Para pengusaha, karyawan dan pemandu lagu menolak kebijakan yang dinilai mengabaikan nasib para pekerja. Mereka sudah mempersiapkan pengacara dan akan menggugat bupati ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN).

Meski demikian, langkah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) itu mendapat dukungan dari Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) dan pengurus PC GP Ansor Pamekasan. PCNU menilai, lima tempat karaoke yang ditutup pemerintah sudah meresahkan masyarakat.

KH. Ihaya'udin Yasin selaku Wakil Ketua PCNU Pamekasan, Selasa (08/01/19), mengatakan, dukungan itu didasarkan atas desakan warga dan pengurus NU dari tingkat ranting hingga kabupaten yang menerima keluhan langsung dari masyarakat. Bahkan, Kiai Ihya' menegaskan, hasil rapat PCNU Pamekasan sudah bulat dan mendukung Pemkab menutup tempat karaoke.

Selain itu, Kiai Ihya' mengatakan, akan mem-back up penuh bila langkah yang diambil Pemkab akan berujung ke meja hijau. PCNU Pamekasan, lanjut Kiai Ihya', juga siap melakukan pendampingan hukum kepada pemerintah melalui LPBHNU (Lembaga Penyuluhan dan Bantuan Hukum Nahdlatul Ulama).

Dukungan serupa juga datang dari Badan Otonom NU, GP Ansor Pamekasan. Dukungan itu disampaikan oleh Syafiuddin, Ketua PC GP Ansor Pamekasan, Senin (07/01/19), di sekretariatnya, Jl. R. Abd. Aziz, No. 95, Jungcangcang.

Tidak tanggung-tanggung, Ansor Pamekasan menyiapkan lima pengacara guna menghadapi gugatan pemiliki tempat karaoke di PTUN. Kelima pengacara tersebut ialah: Ribut Baidi, SH, MH, Abdul Mannan, SH, MH, Hefni Sugianto, SH, H Hamid, SH, dan Munadi, M.H.

Selain kelima pengacara tersebut, Syafiuddin mengatakan, masih ada pengacara senior lain yang sudah mengontak dirinya, dan mereka menyatakan sepenuhnya mendukunh langkah GP Ansor Kabupaten Pamekasan. (bor/ahn)
Share:

Monday, January 7, 2019

KH. Marzuki Mustamar Tanggapi Tudingan Miring Kepada NU dan KH. Ma'ruf Amin

Pamekasan — Pasti Aswaja — Beberapa hari terakhir, warga nahdliyin dibuat resah oleh beredarnya video oknum kiai yang berceramah dalam sebuah acara di Desa Kidal, Tumpang, Malang, Jawa Timur. Saat berceramah, kiai tersebut mengatakan, penangkapan 41 anggota DPRD Malang oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akibat mengikuti kiai. Bahkan, dalam ceramahnya, oknum kiai tersebut menyebut mantan Rais Aam PBNU, KH. Ma'ruf Amin sebagai pengikut PKI, Sinkek/Cina. Menurutnya, Kiai Ma'ruf melakukan semua itu demi uang.

Pernyataan oknum kiai tersebut mendaptkan tanggapan Ketua PWNU Jawa Timur, KH. Marzuki Mustamar, melalui sebuah video yang viral di grup-grup WA mulai Ahad (06/01/19). Dan sampai hari ini, Senin (07/01/19), video tersebut masih terus dibagikan oleh nahdliyin di media-media sosial.

Dalam video berdurasi 6 menit 34 detik itu, Kiai Marzuki mengatakan, penangkapan 41 anggota DPRD Malang sama sekali tidak ada kaitannya dengan kiai. Pasalnya, para anggota DPRD tersebut dari latar belakang partai dan agama yang berbeda.

"Mereka DPR dari berbagai agama, dari berbagai partai: ada PPP, ada Golkar, ada Demokrat, ada PKS-nya juga. Sehingga, ketika mereka kena kasus KPK, bukan karena pengikut kiai. Lalu dijadikan alasan jangan ikut kiai. Iku loh, oleh-oleh melu kiai mlebu bui (itu loh, gara-gara ikut kiai masuk bui). Nggak begitu itu," lanjut Dosen Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang tersebut.

Kiai Marzuki meminta kepada semua pihak supaya jujur saat menyampaikan statemen. Ia mengutip surat Qaf ayat delapan belas: "ma yalfidzu min qaulin illa ladayhi raqibun 'atid". "Setiap satu kata yang kita ucapkan, pasti diawasi, dicatat oleh Malaikat Raqib-'Atid," lanjutnya.

Share:

KH. Marzuki Mustamar Tanggapi Tudingan Miring Kepada NU dan KH. Ma'ruf Amin

Penulis kitab al-Muqtathafat li Ahl al-Bidayat ini, meminta oknum kiai yang diduga pendukung salah satu pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden pada Pemilu bulan April mendatang tersebut supaya tidak begitu anti pati terhadap warga Indonesia keturunan Cina dan umat Kristen. Karena, menurut Kiai Marzuki, Cina sudah ada di Indonesia sejak lama, bahkan sebelum negeri ini merdeka, seperti Laksamana Muhammad Cheng Ho, seorang penyebar agama Islam dari Tingkok kepercayaan Kaisar Yongle, Dinasti Ming.

"Begitu antinya kepada Cina, padahal beberapa bendahara di partai yang mereka dukung itu juga orang Cina. Begitu antinya kepada Kristen, padahal partai yang mengusung calon presiden yang mereka dukung itu bendaharanya siapa, itu orang tahu semua. Penasehatnya beragama apa, orang pada tahu semua. KIRA (Kristen Indonesia Raya) bergabung ke partai apa, mereka juga tahu semua. Yang jujur lah!" Imbuhnya.

Dalam video tanggapan itu, Kiai Marzuki juga menyinggung upaya pembentukan komunitas santri yang disampaikan oleh oknum kiai tersebut saat berceramah. Menurut Kiai Marzuki, adab dan akhlak merupakan ciri khas santri, terlebih akhlak kepada kiai dan ulama. Jadi, upaya deklarasi komunitas santri dengan menyebut ulama tanpa adab itu jauj dari karakteristik santri. "Maka, ya pantas kalau akhirnya ada orang bilang, itu preman bersarung. Na'udzu billah. Semoga kalimat itu ndak benar. Ayo, kalau memang santri, ada adab dengan kiai. Jangan ajari santri njambal kepada ulama," tuturnya.

Alumni IAIN Maulana Malik Ibrahim (sekarang UIN) Malang, meminta oknum kiai tersebut suapaya lebih menggunakan akhlak kepada Kiai Ma'ruf Amin dan tidak merasa lebih alim dari pada Kiai yang sudah bergelar Profesor, menguasai Bahasa Arab dan Bahasa Inggris, diundang seminar di negara asing, dan tashnif (mengarang kitab berbahasa Arab) tersebut.

"Lalu, kalau keulamaan itu karena nasab, apa nasab sampean semulia nasab Kiai Ma'ruf Amin? Dia itu keturunan dari Syaikh Nawawi Banten yang karangannya sangat banyak: Nihayat al-Zain, Tafsir Marah Labid, Kasyifat al-Saja, Nur al-Dzalam, dan yang lain-lain. (Ada juga) Qawami' Tughyan, Kifayat al-Atqiya'," sambungnya.

Di akhir video itu, Kiai Marzuki mengajak oknum kiai tersebut supaya jujur dan menunjukkan akhlak kesantriannya, terlebih kepada kiai dan ulama. Kiai Marzuki melanjutkan, santri itu harus memuliakan kiai dan berlhidmat kepada ulama. Kiai Marzuki juga meminta seluruh masyarakat supaya berhati-hati terhadap ajakan yang mengatasnamakan NU, santri, habaib yang tidak benar-benar Ahlussunnah wal Jamaah (dengan ciri menjaga tata krama, akhlak dan adab). "Yang tidak berciri seperti itu, bilang Ahlussunnah wal Jamaah seribu kalipun tidak usah percaya," pungkasnya. (ahn/uki)
Share:

Home Style

Contact Form

Name

Email *

Message *

Ads

Ads

Latest News

Popular Posts

Blog Archive