• This is default featured slide 1 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 2 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 3 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 4 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 5 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Sunday, March 24, 2019

Kodratnas Perdana, GMNU Bahas Dinamika Media Sosial

Jakarta — Pasti Aswaja — Komunitas Generasi Muda NU (GMNU), Ahad siang (24/03/19), menggelar Kopi Darat Nasional (Kodratnas) perdana di Kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Jl. Kramat Raya, No. 146, Jakarta Pusat.

Zain As-Syuja'i selaku Ketua Umum GMNU Zain menyampaikan pentingnya para kader muda NU aktif di media sosial, solid dan kompak menghadapi era digital. Karena, menurutnya, aktivitas di media sosial saat ini sudah pada tingkat sangat mengkhawatirkan akibat serangan cyberwarfare (perang dunia maya) melalui penyebaran berita hoax dan fitnah yang digencarkan secara masif.

Ketua PBNU, Robikin Emhas, yang juga Penasehat GMNU mengapresiasi agenda ini.

“Saya sangat mengapresiasi dengan adanya komunitas Generasi Muda NU ini, semoga bisa menjadi wadah bagi seluruh kader muda NU dimanapun berada, dalam mengcounter segala fitnah yang mengarah kepada para Ulama NU” Papar Kyai Robikin.

Dalam kodratnas ini hadir beberapa perwakilan pengurus wilayah dan ratusan anggota GMNU dari Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Palembang, Medan dan DKI Jakarta.

Tampak hadir juga pengurus GMNU Sumatera Utara, Malim Mudo/Ahmad Muzanni,

Mudo berharap komunitas ini dapat mengembangkan pemikiran-pemikiran ala NU khususnya di Medan. Ia juga berharap masjid-masjid NU tetap terjaga dari serangan kelompok Wahabi. (ahn/fiq)
Share:

PMII Turut Sambut Rombongan PWNU Jawa Timur

Pamekasan — Pasti Aswaja — Beberapa pengurus Pergarakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Pamekasan terlihat turut menyambut kedatangan rombongan zaiarah maqbarah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur ke makam KH. Sirojuddin di Pondok Pesantren (Pon. Pes.) Miftahul Ulum Bettet, Ahad siang (24/03/19).

Mengenakan sarung dan jas almamater berwarna biru khas PMII, para aktivis mahasiswa itu berdiri di depan pintu gerbang dan menyalami satu persatu rombongan kiai PWNU Jawa Timur yang hendak masuk ke kompleks makam pendiri NU Pamekasan tersebut.

Lian Fawahan mengatakan, sebagai organisasi kemahasiawaan yang didirikan dan direstui para kiai-kiai NU, PMII harus memahami sejarah lahirnya NU, khususnya di Pamekasan.

"Penting untuk PMII sebagai generasi muda intelektual NU untuk mengetahui sejarah NU di Pamekasan, karena PMII itu sendiri lahir dari rahim NU,” ujar Ketua Cabang PMII Pamekasan tersebut.

KH. Sirojuddin selain pendiri Pon. Pes. Miftahul Ulum Bettet, ia juga pendiri NU Pamekasan pada tahun 1926. Almarhum juga dikenal sebagai sahanat karib KH. Abdul Wahab Chasbullah, salah satu pendiri NU, waktu belajar di Makkah. (ahn/dur)
Share:

PWNU Jawa Timur Ziarah ke Makam Kiai Sirojuddin Bettet

Pamekasan — Pasti Aswaja — Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur mendatangi kompleks pemakaman Pondok Pesantren Miftahul Ulum Bettet, Pamekasan guna berziarah ke makam KH. Sirojuddin, pendiri NU Pamekasan, Ahad siang (24/03/19).

Tampak dalam rombongan tersebut Prof. Dr. KH. Abd. A’la (Wakil Ketua PWNU Jawa Timur), KH. Syamsuddin, KH. Riyadi Ngasirat (Pimred Majalah Aula), serta beberapa pengurus lainnya. Rombongan yang tiba sekitar jam 02:15 itu ditemui oleh beberapa jajaran Syuriah: KH. Misbahul Munir, KH. Nasir, K. Abd. Bari serta beberapa pengurus jajaran Tanfidziah: KH. Ihyauddin Yasin, KH. Sohebuddin, K. Zainul Hasan dan pengurus lainnya.

KH. Syamsuddin selaku koordinator rombongan menuturkan, ada lima rombongan ziarah maqbarah yang dibagi berdasarkan zona yang menjadi tujuan ziarah maqbarah PWNU Jawa Timur: Jombang, Madura, Surabaya, Tapal Kuda dan Malang.

"Kami tadi berangkat jam enam dan diberangkatkan secara resmi oleh Ketua PWNU (Jawa Timur. Red.), KH. Marzuki Mustamar. Sebelum ke sini, kami tadi ke makam Syaikhana Kholil dan Kiai Muntaha. Kita juga sempat ziarah ke Bebek Sinjai," kelakarnya disambut tawa hadirin.

Selain itu, Kiai Syamsuddin mengatakan, agenda tersebut bertujuan menyerap informasi tentang kehidupan Kiai Siroj dan perjuangannya mendirikan NU di Pamekasan.

Sementara itu, Kiai Zainul Hasan mewakili PCNU Pamekasan memaparkan perjalanan dan karamah Kiai Siroj. “Beliau pendiri NU pertama di Pamekasan,” ucapnya.

Kiai Zainul mengisahkan, Kiai Siroj merupakan sahabat karib salah satu pendiri NU, KH. Wahab Hasbullah, waktu belajar di Makkah.

Di akhir pemaparannya, Kiai Zainul mengapresiasi agenda tersebut. Ia juga berharap, agenda tersebut terus berjalan serta tetap melakukan kunjungan ke PCNU Pamekasan.

“Semoga program ini terus lanjut, karena di sini ada makam Kiai Syarqowi yang bertempat di Panempan yang dulunya menjadi Rais di PWNU Jawa Timur di masa hidupnya,” pungkasnya. (ahn/dur)
Share:

Saturday, March 23, 2019

Follow Up lll MAPABA, PMII STAI-MU Bahas Keislaman dan Kebangsaan

Pamekasan — Pasti Aswaja — Pengurus Komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PK PMII) Sekolah Tinggi Agama Islam Miftahul Ulum (STAI-MU) Pamekasan menggelar Follow Up ke III yang dikemas dengan diskusi bertema "PMII dan Kebangsaan" Sabtu (23/03/19) di Sekretariat PMII STAI-MU Jl. Raya Palengaan, Kacok, Palengaan Pamekasan.

Syaifullah Yusuf sebagai pembicara menjelaskan, keislaman dan kebangsaan ini tidak bisa dipisahkan, seperti ibu dan bapak. Meski demikian, ada organisasi kemasyarakatan yang memisahkan antara keislaman dan kebangsaan.

"Contoh konkret Islam dan kebangsaan yang tidak menyatu yaitu organisasi masyarakat yang anti pada Pancasila, Bhenika Tunggal Ika dan NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia. Red.). Nah, itulah yang hanya bisa memahami pada keislaman tapi tidak memahami terhadap kebangsaan," kata mantan President Mahhasiswa STAI-MU priode 2014-2015 itu.

Pemuda yang akrab disapa Kak Ipunk oleh kader PMII STAI-MU ini menjelaskan, PMII sebagai organisasi kemahasiswaan yang berhaluan Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) harus bisa menunjukkan antara kebangsaan dan keislaman sebagai satu kesatuan. PMII juga harus bisa menginternalisasikannya baik dalam ranah kampus, pergerakan dan ranah umum dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

"Kalau yang mau pada kebangsaan seperti kita ini, 'anak yang lahir dari rahimnya Nahdhatul Ulama (NU. Red.)', hidup ini akan rukun. Maka dari itu, jika ada anak pergerakan yang berada di PMII, tapi masih saling mencaci dan membenci, itu harus dipertanyakan keislaman dan wawasan kebangsaannya," lanjut Ipunk.

Di akhir penjelasanya, Ipunk mengatakan, dalam tubuh keislaman PMII ada tasamuh (toleransi), ta’addul (keadilan) tawazzun (seimbang atau netral), tawassuth (moderat).

"NU mengajarkan kita, khususnya di PMII kemaren di MAPABA (Masa Penerimaan Anggota Baru. Red.), Aswaja tidak hanya sebagai mazhab, tapi juga sebagai metodologi berfikir. Kita sebagai mahasiswa harus tahu bagaimana cara berfikir positif sesuai nilai-nilai Aswaja, karena yang diharapkan pendiri NU tidak hanya tersebarnya paham Aswaja, juha untuk mempersatukkan bangsa ini agar tidak terpecah-belah dan tetap menjaga keutuhan NKRI," tandasnya. (ari/ahn)
Share:

Harlah NU 96, MWCNU Karangpenang Doakan NKRI

Sampang — Pasti Aswaja — Memperingati hari lahir (Harlah) Nahdlatul Ulama (NU) ke-96, Majelis Wakil Cabang NU (MWCNU) Kecamatan Karangpenang, Sampang, menggekar istigasah dan zikir bersama mendoakan keselamatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), Sabtu pagi (23/03/19) di Kantor MWCNU setempat.

Lantunan selawat Asyghil dan zikir khas Thariqat Naqsabandiyah mengawali agenda tersebut, dilanjutkan kajian ke-NU-an oleh KH. Itqon Busiri, Ketua PCNU Sampang.

Holip selaku Ketua Panitia mengatakan, acara yang digelarnya merupakan bentuk ketaatan pengurus MWCNU Karapngpenang terhadap intruksi Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) tentang peringatan Harlah ke-96.

"Kami juga berharap, kegiatan ini dapat mempererat tali silaturrahim sesama pengurus dan jemaah Nahdiyyin," lanjut Sekretaris MWCNU Karangpenang itu.

Acara ini diikuti sekitar 500 jemaah yang terdiri dari pengurus MWCNU, Ranting NU se-Kecamatan Karangpenang, Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ansor, Banser, Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU), Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU), Pagar Nusa, Lembaga dan Banom lainnya, serta masyarakat sekitar.

Turut hadir juga Ketua PCNU sampang, pengurus PC. LP Maarif Sampang, KH. Fauzan Zaini, KH. Syafie, KH. Muhalli dan pengurus yang lain. (ahn/uki)
Share:

Harlah NU 96, Pergunu Jawa Timur Ziarahi Makam Pendiri NU

Jombang — Pasti Aswaja — Memperingati hari lahir Nahdlatul Ulama (NU) ke-96, Pimpinan Wilayah Persatuan Guru NU (PW Pergunu) Jawa Timur bersama ratusan perwakilan Pimpinan Cabang Pergunu di bawah koordinasinya menggelar istigasah dan haul akbar di makam KH. Hasyim Muhammad Hasyim Asy'ari, pendiri NU, Jombang, Sabtu pagi (23/03/19).

Ach. Faqih selaku Sekretaris PW Pergunu Jawa Timur mengatakan, acara yang digelarnya bertujuan bermunajat kepada Allah agar bangsa ini diberi kedamaian serta kesejahteraan, khususnya bagi organisasi yang digelutinya kini.

Dalam sambutannya, Moh. Sururi mengatajan, siapa saja yang ikhlas berkhidmat di NU atau di Lembaga dan Badan Otonom (Banom) di bawah NU, maka ia akan diakaui sebagai santri Kiai Asy'ari dan didoakan husnulkhatimah.

"Barang siapa yang mengurus NU, saya akui sebagai santriku. Mudah-mudahan santriku diridai Allah SWT. kelak di hari kiamat," kata Ketua PW Pergunu Jawa Timur itu, mengutip perkataan Kiai Asy'ari.

Sebagai penutup agenda, seluruh hadirin menaburkan bunga di makam Kiai Asy'ari, KH. Abdul Wachid Hasyim, Gus Dur dan seluruh kuburan yang ada di kompleks pemakaman tersebut. (ahn/uki)
Share:

Rais Syuriah PCNU Pamekasan Sebut Indoktrinasi PMII Masih Kurang

Pamekasan — Pasti Aswaja — KH. Afifuddin Thoha, Rais Syuriah PCNU Pamekasan menyebutkan, indoktrinasi organisasi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dalam proses kaderisasi masih kurang.

Hal itu disampaikan saat menyampaikan tausiah pada pelaksanaan "Dzikir & Istightsah dalam Rangka Peringatan Harlah NU ke-96 dan Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW" yang dilaksanakan PCNU Pamekasan, Jumat malam (23/03/2019) di Aula Kantor PCNU Pamekasan, Jl. R. Abd. Aziz no. 95, Jungcangcang, Pamekasan.

Pengasuh Pondok Pesantren Al-Falah, Kadur, Pamekasan tersebut mengatakan, dalam hal indoktrinasi, PMII masih kalah dibandingkan organisasi lainnya.

"Dibanding organisasi yang membawa jargon Islam kaffah, PMII masih kalah. Mereka (organisasi lain. Red.) sampai berani mengafirkan kelompok lain, karena adanya indoktrinasi yang kuat," ungkap Kiai yang dikenal sederhana tersebut.

Kegiatan bertema "NU Bersatu Membangun Negeri" tersebut dihadiri seluruh pengurus harian, Lembaga dan Banom PCNU Pamekasan. Terlihat pula beberapa Pengurus Cabang PMII Pamekasan. (bor/ahn)
Share:

India Berencana Bangun Kerjasama Dengan PBNU

Jakarta — Pasti Aswaja — Pradeep Kumar Rawat, Duta Besar India untuk Indonesia, Jumat sore (23/03/2019) mendatangi Kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Jl. Kramat Raya No. 164 Jakarta Pusat. Dalam kunjungan tersebut terdapat beberapa hal yang dibicarakan, mulai dari pendidikan, kebudayaan dan keagamaan.

Dari pertemuan itu, Pradeep Kumar Rawat mengungkapkan kemungkinan adanya kerjasama antara PBNU dengan India dalam berbagai bidang, salah satunya pameran sejarah Islam di India.

"Jika memungkinkan, kami ingin mengadakan kerjasama pameran foto NU dan India, baik di Jakarta, maupun di luar Jakarta," ungkapnya.

Selain itu, India juga menginginkan kerja sama bidang pendidikan dengan PBNU. India bersedia menfasilitasi warga NU yang ingin melanjutkan studi di India, baik master ataupun PhD.

"Kami memiliki sejumlah perguruan tinggi yang bagus. Kami akan sangat senang, jika ada anggota NU yang mau melanjutkan studi di India," tegas Pradeep Kumar.

Sementara itu, KH. Said Aqil Siradj, Ketua Umum PBNU menyambut baik kunjungan Duta Besar India. Pihaknya berencana menindaklanjuti rencana dan keinginan pemerintah India tetsebut. (bor/ahn)
Share:

Friday, March 22, 2019

Kiai Afif Minta Warga NU Waspadai Kelompok Islam Ekstrem

Pamekasan — Pasti Aswaja — Pemahaman Islam dan keislaman di Indonesia sangat dinamis, sehingga di antara itu ada yang mengarah pada ancaman terhadap keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), seperti kelompok yang mengatasnamakan diri Islam Kaffah yang menginginkan berdirinya negara berdasarkan agama.

Hal ini disampaikan Rais Syuriah PCNU Pamekasan, KH. Afifuddin Thoha, saat menyampaikan tausiah pada acara "Dzikir & Istighatsah Dalam Rangka Peringatan Harlah NU ke-96 dan Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW", Jumat malam (22/03/19) di Aula Kantor PCNU Pamekasan, Jl. R. Abd. Aziz, No. 95 Kelurahan Jungcangcang.

Paham ini, menurut Kiai Afif, banyak memengaruhi kalangan pemuda di perkotaan melalui buku-buku terjemahan yang mereka sebarkan. Kelompok ini, lanjutnya, menemukan momentum pada perhelatan politik seperti akhir-akhir ini.

Warga NU sebagai pewaris paham Islam Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) harus merasa khawatir, karena kelompok ini menginginkan penegakan Islam secara kaffah melalui formalisasi ajaran Islam tanpa memerhatikan ras, suku dan agama. Hal ini, menurut Kiai Afif, berpotensi menimbulkan perpecahan.

"Kita harus mempertahankan nilai tawassuth (moderat. Red.), tasamuh (toleran. Red.), i'tidal (keadilan. Red.) berdasrkan paham (Aswaja. Red.) kita. Kita harus menjadi perekat. Di Pamekasan, kita yang bertanggung jawab dalam hal ini," lanjutnya.

Jika paham ini tidak dipertahankan, kelompok Islam ekstrem akan berkembang di Pamekasan, dan kondisi ini akan sangat membahayakan keberlangsungan NKRI.

"Maka dari itu, kita harus mengembangkan Islam yang wasathiyah, tasamuh," tandasnya. (ahn/uki)
Share:

Pemilu 2019, PCNU Pamekasan Nyatakan Netral

Pamekasan — Pasti Aswaja — Pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) 17 April mendatang, secara kelembagaan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Pamekasan menyatakan tetap berpegang teguh pada Khitthah NU 26 dan tetap menjaga netralitas.

Pernyataan ini disampaikan KH. Ihyauddin Yasin, Wakil Ketua PCNU Pamekasan, saat memberikan sambutan pada acara "Dzikir & Istighatsah Dalam Rangka Peringatan Harlah NU ke-96 Dan Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW", Jumat malam (22/03/19), di Aula Kantor PCNU Pamekasan, Jl. R. Abd. Aziz No. 95, Kelurahan Jungcangcang.

"Jauh hari sebelum masa kampanye, PCNU Pamekasan bermusyawarah dengan para pengurus dan kiai serta ulama berkenaan dengan Pemilu 17 April mendatang. Para masyayikh menyepakati NU Pamekasan menjaga netralitas," papar Kiai Ihya'.

Para masyayikh, tutur Kiai Ihya', meminta seluruh warga NU Pamekasan tetap menjaga persaudaraan, persatuan dan saling menghargai perbedaan pandangan politik antar sesama warga negara.

Dalam kegiatan bertema "NU Bersatu Membangun Negeri" itu dihadiri seluruh jajaran pengurus baik Syuriah dan Tanfidziah. Tampak juga semua Ketua bersama Sekretaris Lembaga dan Badan Otonom (Banom) di lingkungan PCNU Pamekasan. (ahn/fiq)
Share:

Thursday, March 21, 2019

Akan Gelar Kodratnas, GMNU Sowan PBNU

Jakarta — Pasti Aswaja — Beberapa pemuda yang menamakan diri Generasi Muda Nahdlatul Ulama (GMNU), Rabu (20/03/19), mendatangi Kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Jl. Kramat Raya No. 164 Jakarta Pusat.

Zain As-Syuja'i selaku Ketua Umum GMNU mengatakan, dalam pertemuan tersebut membahas tentang hiruk pikuk di media sosial menjelang Pemilu Presiden (Pilpres) yang dinilai semakin memanas.

Selain itu, agenda tersebut juga membahas agenda Kopi Darat Nasional (Kodratnas) GMNU yang akan dilaksanakan Ahad (24/03/19) mendatang di Kantor PBNU.

Dalam kesempatan itu, Ketua Umum PBNU, KH. Said Aqil Siroj, berpesan kepada GMNU supaya tetap konsisten berjuang di media sosial. Penguasaan media sosial, menurut Kiai Said, merupakan hal yang sangat penting dalam melawan segala bentuk hoax, fitnah dan propaganda.

"Terus berjuang di media sosial. Karena di era digital ini, jika kita diam, maka kita akan kalah. Penguasaan di media sosial itu penting untuk meng-counter segala bentuk hoax, fitnah dan propaganda, agar para generasi bangsa tidak mudah dipecah belah," ucap Zain menirukan pesan Kiai Said.

Dalam kesempatan itu, Zain didampingi Ahmad Baidhowi (Wakil Sekretaris) dan Syaifullah Akbar (Panitia Kodratnas GMNU). (ahn/fiq)
Share:

PMII Pamekasan Doakan Korban Terorisme Selandia Baru dan NKRI

Pamekasan — Pasti Aswaja — Beberapa orang pengurus di bawah koordinasi Wakil Ketua III Bidang Keagamaan Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Pamekasan terlihat sedang khusyuk membaca Surat Yasin, tahlil dan beristigasah di Kompleks Pemakaman Batu Ampar, Proppo, Pamekasan, Kamis sore (21/03/19).

Fairus Kusuma selaku Wakil Ketua III PC PMII Pamekasan mengatakan, agenda itu merupakan rangkaian Program Safari Pesantren dan Maqbarah para pendiri NU di Kabupaten Pamekasan.

Fairus juga menuturkan, kedatangan mereka ke Batu Ampar sebagai bentuk solidaritas dan dukungan terhadap korban tindakan terorisme di Masjid Al Noor dan Limwood, Christchurch, Selandia Baru.

"Kita juga mendoakan korban-korban di dua masjid itu supaya mereka mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT. Kita juga mendoakan, semoga keluarga korban diberi kekuatan lahir dan batin menghadapi kenyataan ini," tutur Fairus.

Tidak hanya itu, pemuda yang tercatat sebagai mahasiswa di Institut Agama Islam Al-Khairat Pamekasan ini melanjutkan, dalam agenda yang digelarnya PMII juga mendoakan keutuhan dan persatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).


"Mudah-mudahan Allah tetap menjaga keutuhan NKRI, khususnya menjelang pesta demokrasi bulan depan ini. Dan kita doakan, semoga nanti yang terpilih juga mempunyai kepedulian yang sama seperti kita dalam menjaga keutuhan (NKRI. Red.) ini," pungkasnya. (ahn/fiq)

Share:

PMII STAI-MU Ziarahi Makam Syaikhona Kholil Bangkalan

Bangkalan — Pasti Aswaja — Pengurus Komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PK PMII) Sekolah Tinggi Agama Islam Miftahul Ulum (STAI-MU) Pamekasan berziarah ke makam Syaikhona Muhammad Kholil, Martajasah, Bangkalan, Jawa Timur.

Agenda itu dilaksanakan pasca menghadiri acara penutupan Pelatihan Kader Dasar (PKD) PMII Sekolah Tinggi Agama Islam Syaikhona Kholil (STAIS) Bangkalan.

Imam Syafii selaku Ketua PK PMII STAI-MU mengatakan, Syaikhona merupakan sosok teladan yang akan dikenang abadi karena jasa-jasa dan kewaliannya.

"Beliau juga seorang guru besar para ulama di Indonesia. Salah satu santrinya adalah Hadlratus Syaikh KH. Hasyim Asy’ari, pendiri Nahdhtul Ulama (NU. Red.) yang hingga sekarang menjadi Ormas (organisasi kemasyarakatan. Red.) terbesar di Indonesia dan diakui dunia," ucapnya.

Karena alasan itu, lanjut Imam, semua pengurus PMII STAI-MU bertawasul kepada Syaikhona Kholil dengan membaca Surat Yasin dan tahlil, dengan tujuan mengharap berkah dari almarhum. (ari/ahn)
Share:

Home Style

Contact Form

Name

Email *

Message *

Ads

Ads

Latest News

Popular Posts

Blog Archive