• This is default featured slide 1 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 2 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 3 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 4 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 5 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Friday, February 22, 2019

UKM PSNU Pagar Nusa STAI-MU Resmi Dibuka

Pamekasan — Pasti Aswaja — Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pencak Silat Nahdlatul Ulama (PSNU) Pagar Nusa Sekolah Tinggi Agama Islam Miftahul Ulum (STAI-MU) Pamekasan secara resmi dibuka, Jumat siang (22/02/19) di halaman kampus, diikuti sekitar 30 orang anggota.

Meski kondisi halaman basah karena sebelumnya diguyur hujan, tapi tidak mengurangi semangat anggota baru itu mengikuti pembukaan tersebut.

M. Khoiri, Sekretaris Pimpinan Cabang (PC) PSNU Pagar Nusa Pamekasan mengatakan, masuknya PSNU Pagar Nusa ke STAI-MU memiliki nilai positif tersendiri. UKM ini, menurut Khoiri, dapat menjadi wadah mengembangkan bakat dan minat mahasiswa, khususnya bela diri.

"UKM ini juga sebagai wadah untuk mengenalkan ajaran Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja. Red.). Khususnya (Aswaja. Red.) An Nahdliyah, karena Pencak silat Pagar Nusa merupakan salah satu Badan Otonom NU yang khusus di bidang ini (pencak silat. Red.)," tutur Dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Madura (Unira) ini.

Mantan aktivis PMII Pamekasan ini berharap, pasca dibukanya UKM Pagar Nusa di STAI-MU ini, bisa meningkatkan prestasi mahasiswa dan tetap istikamah dalam mensyiarkan NU, khususnya di lingkungan kampus.

Hadir dalam acara pembukaan itu: Salman, Ketua PC PSNU Pagar Nusa Pamekasan bersama beberapa pengurus lainnya serta jajaran pelatih. (ahn/dur)
Share:

GMNU Kenalkan NU ke Generasi Milenial Melalui E-Money

Pamekasan — Pasti Aswaja — Banyak cara memperkenalkan Nahdlatul Ulama (NU) kepada para pemuda di era milenial ini. Salah satu contohnya ialah langkah Generasi Muda Nahdlatul Ulama (GMNU). Perkumpulan pemuda NU ini Maret mendatang akan meluncurkan uang elektronik atau E-Money bernama BRIZZI GMNU.

"Salah satu tujuanya untuk mengenalkan Nahdlatul Ulama kepada para generasi milenial di era digital, agar mampu bersaing," tutur inisiator sekaligus pengelola E-Money BRIZZI GMNU, Zain As-Syuja'i saat dihubungi Pasti Aswaja via WhatsApp, Jumat pagi (22/02/19).

Selain itu, pria kelahiran Bangkalan Madura ini menuturkan, rencana tersebut juga sebagai bentuk dukungan terhadap kebijakan pemerintah menerapkan sistem pembayaran non tunai. "(Kebijakan pemerintah. Red.) itu kita dukung dengan ikut serta meluncurkan E-Money Generasi Muda NU ini," lanjutnya.

BRIZZI GMNU merupakan sebuah produk uang elektronik atau berbentuk kartu yang diterbitkan oleh BRI guna melayani dan memproses transaksi digital. Sebagai sebuah produk e-Money, kartu ini bisa digunakan sebagai pengganti uang tunai dalam transaksi pembayaran sehari-hari.

"Kartu ini bisa dimiliki oleh siapa saja tanpa harus memiliki rekening BRI. Saldo maksimum atau limit sebesar Rp. 2.000.000, minimum jumlah top up Rp. 20.000, maksimum top up per bulan Rp. 20.000.000. Kartu ini tidak dibatasi masa berlaku," papar Zain.

Sebagaimana produk kartu E-Money lainnya, kartu BRIZZI dilengkapi teknologi Radio Frequency Identification (RFID) yang memungkinkan penggunanya melakukan transaksi pembayaran dengan menempelkan kartu ke mesin pembaca dan transaksi bisa langsung diproses.

Melalui kartu ini, lanjut Zain, pemilik bisa melakukan berbagai jenis pembayaran dan transaksi di tempat-tempat berlogo BRIZZI seperti: pembayaran tol (Jabodetabek, Bandung, Medan, Palikanci, Semarang, Bali, Surabaya, Makassar), pembayaran parkir dan TPE, pembayaran transportasi umum (kereta, Trans Jakarta, dll), pembayaran SPBU, pembelanjaan toko retail, (Indomaret, Alfamart, dan lain-lain), pembayaran wahana hiburan atau restoran.

"Sekarang sudah dibuka pemesanan sistem pree order melalui WA 081617088964 dengan harga Rp. 50.000. Itu saldonya nol. Insya Allah awal Maret sudah kita launching secara resmi," pungkasnya. (ahn/dur)
Share:

Thursday, February 21, 2019

Dilantik, PKC PMII Jatim Usung "Global Economic Youth"

Surabaya — Pasti Aswaja — Pengurus Koordinator Cabang (PKC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Jawa Timur masa khidmah 2018-20120 resmi dilantik, Kamis siang (21/02/2019), di Gedung Islamic Center Surabaya.

Pelantikan pengurus yang dihadiri Wakil Gubernur, Alumni PMII dan ribuan kader PMII Jawa Timur tersebut dikukuhkan langsung oleh Ketua Umum Pengurus Besar PMII, Agus Mulyono Herlambang.

Usai dilantik, Abdul Ghoni, Ketua Umum PKC PMII Jawa Timur dalam sambutannya menyampaikan, dengan mengusung Global Economic Youth, kader PMII Jawa Timur harus mempersiapkan diri menghadapi perkembangan zaman. 

"Guna menyongsong revolusi industri 4.0, kader PMII harus mempersiapkan diri, sehingga tidak dikalahkan oleh perkembangan digital yang pesat," tegasnya. 

Dalam kesempatan itu, Emil Elestianto Dardak, Wakil Gubernur Jawa Timur, menyampaikan orasi ilmiah mewakili Gubernur Jawa Timur membedah tema "Economic Global Youth".

Emil mengajak seluruh kader PMII Jawa Timur bersama-sama maju dan memberikan dukungan penuh upaya pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui program Nawa Bhakti Satya.

"Nawa Bhkati Satya artinya sembilan bakti kami untuk Jawa Timur mulia. Kader PMII harus terlibat penuh demi suksesnya semua program yang akan kami jalankan," ujarnya. (bor/ahn)
Share:

Safari Jurnalistik Perdana, LSO PMII Pamekasan Kunjungi PMII STISA

Pamekasan — Pasti Aswaja — Pengurus Cabang (PC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Pamekasan melalui Lembaga Semi Otonom (LSO) mengunjungi sekretariat PMII Sekolah Tinggi Ilmu Syariah As-Salafiyah (STISA) jl. Raya Waru, Sumber Duko, Pakong, Pamekasan, Kamis siang (21/0219).

Kunjungan tersebut merupakan salah satu program kerja LSO, yakni Safari Jurnalistik. Dalam program ini, lembaga tersebut mendatangi komisariat-komisariat di bawah koordinasi PC PMII Pamekasan guna memberikan kajian jurnalistik kepada kader dan pengurus PMII setempat.

Pemilihan daerah pantai utara (Pantura) Pamekasan sebagai sasaran pertama, karena daerah ini jauh dari perkotaan. Program tersebut, menurut Ghafur diharapkan dapat menumbuhkan jiwa jurnalisme kader-kader PMII Pamekasan.

"Semoga dengan safari Jurnalistik ini bisa melahirkan jurnalis ala Aswaja (Ahlussunnah wal Jama'ah. Red.) yang memiliki nilai tawar," harapnya.

Fiqi Wahyudy selaku Kordinator PMII STISA menuturkan, kedatangan LSO PC PMII Pamekasan tersebut memberikan banyak manfaat yang besar, mengingat PMII di STISA masih minim kader karena baru beberapa waktu terbentuk.

"Semoga tidak hanya berhenti di sini, karena kami masih butuh gandengan dari PC PMII Pamekasan untuk membenahi kader kami ke depan," pungkasnya. (ahn/dur)
Share:

Kopri PC PMII Pamekasan Kaji Kitab Masail al-Nisa'

Pamekasan — Pasti Aswaja — Korps PMII Putri (Kopri) Pengurus Cabang (PC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Pamekasan, Rabu siang (20/02/19), menggelar kajian perdana Kitab Masail al-Nisa' di sekretariatnya, Jl. Brawijaya No. 52B, Pamekasan.

Acara ini diikuti sekitar 30 kader delegasi 13 Rayon di bawah koordinasi 5 Komisariat Kopri se-Pamekasan. Tidak hanya itu, tampak juga pengurus Kopri PC PMII Pamekasan ikut serta di dalamnya.

Dalam rilis yang diterima Pasti Aswaja, Aan Nurul Qomariyah selaku Ketua Kopri PC PMII Pamekasan berharap, melalui kegiatan yang digelarnya kader-kader Kopri Pamekasan bisa mengetahui masalah-masalah keperempuanan perspektif Islam.

"Saya mengambil tema Masail al-Nisa' ini, karena di dalamnya itu mengkaji pembahasan yang mengenai permasalah-permasalahan perempuan seperti: haid, nifas, istihadah, pernikahan, adab-adab perempuan, dan lain-lain yang harus kita ketahui, sebagai perempuan," ungkapnya.

Mengingat pentingnya pemahaman terhadap masalah-masalah keperempuanan perspektif Islam, Kopri PC PMII Pamekasan akan menjadikan kajian rutinitas ini sebagai agenda wajib bulanan. Hal ini dikarenakan kader-kader Kopri PC PMII Pamekasan tidak semuanya dari kalangan santri, dan hal itu memang sangat penting diketahui oleh kader putri PMII. (ahn/uki)
Share:

Wednesday, February 20, 2019

Kiai Musleh Ajak IHMNU Karangpenang Tidak Ikut Sebarkan Hoax

Sampang — Pasti Aswaja — KH. Musleh Adnan, salah satu lengurus Lembaga Dakwah PCNU Pamekasan, mengajak seluruh anggota Ikatan Hajah Muslimat Nahdlatul Ulama (IHMNU) Kecamatan Karangpenang tidak terpengaruh berita-berita hoax apa lagi turut menyebarkannya.

Ajakan itu disampaikan Kiai Musleh saat menjadi penceramah dalam acara Majelis Ta'lim Muslimat Nahdlatul Ulama di Lapangan Pondok Pesantren (PP) Miftahul Ulum Karang Durin, Tlambah, Karangpenang, Sampang, Rabu pagi (20/02/19).

Dari pada menyebarkan berita hoax, memurut Kiai Musleh, lebih baik ibu-ibu Muslimat memperbanyak baca shalawat. Karena, menurutnya, berkah shalawat seseorang yang ditakdirkan celaka bisa berubah menjadi pribadi yang mulia.

Sebelum itu, pada acara yang didominasi hadirin berpakaian serba putih itu Kiai Musleh menyampaikan, perempuan paling baik ialah anggota IHMNU, karena selalu semangat mencari ilmu dan tidak pernah gengsi mengaji.

Menurutnya, seluruh umat manusia diwajibkan mencari ilmu, mengaji bersama para ulama sekalipun dirinya sudah tidak lagi muda. Kiai kelahiran Jember Jawa Timur ini juga mengajak hadirin tidak sombong. Karena sejatinya, manusia sifatnya pelupa dan salah.

"Tidak dikatan manusia keculai karna sifat lupa. Namun, tidak boleh sombong, karena sombong itu merupakan sifatnya Iblis. Kesalahan yang bermuara dari kesalahan itu akan diampuni oleh Allah. Sedangkan kesalahan yang bersumber dari sombong maka tidak akan diampuni oleh Allah seperti iblis yang tidak mau mematuhi perintah Allah bersujud kepada Nabi Adam karena sifat sombongnya iblis," jelas Kiai Musleh.

Di akhir tausiahnya, Kiai Musleh memberikan amalan kepada hadirin tata cara masuk dalam rumah setelah bepergian: mengucapkan salam, membaca surat al-Ikhlas, dan membaca ayat kursi. "Sebab, dengan membaca al-Ikhlas akan melancarkan rezeki, dan keutamaan membaca Ayat Kursi bisa menghindarkan bertengkar dengan saudara dan sanak famili," pungkasnya.

Nampak hadir dalam acara tersebut: Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) Muslimat NU Karangpenang, Ny. Hj. Halimah Hifni yang juga majelis keluarga PP. Karang Durin. Tampak juga Ny. Hj. Laila Muzayana, salah satu Majelis Keluarga PP. Sidogiri Pasuruan. (mad/ahn)
Share:

Masyarakat Ponorogo Deklarasi Pemilu 2019 Damai

Ponorogo — Pasti Aswaja — Di tengah hiruk-pikuk menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) 17 April mendatang, ribuan masyarakat Ponorogo mendeklarasikan Pemilu 2019 Damai, Selasa malam (19/02/19) di Aloon-Aloon Ponorogo dalam acara Tabligh Akbar Kebangsaan yang digelar Polres setempat.

Dalam deklarasi itu, hadirin sepakat dan menyatakan kesiapan menyukseskan serta mendukung Pemilu 2019 yang aman, damai, sejuk dan bebas hoax.

Tampak puluhan personil Barisan Ansor Sebaguna (Banser) Satuan Koordinasi Rayon (Satkoryon) Kecamatan Ponorogo ikut membantu suksesnya kegiatan tersebut. Baik dalam hal pengamanan maupun membantu panitia menyambut undangan yang hadir.

Dikutip Pasti Aswaja dari fans page Generasi Muda NU, AKBP. Radiant selaku Kapolres Ponorogo meminta kepada hadirin supaya menjaga Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) menjelang Pemilu mendatang dengan semangat Hubbul Wathan Minnal Iman.

Selain itu, Radiant juga mengajak masyarakat mewaspadai berita bohong. Menurutnya, penyebar berita hoax dapat dikenakan hukuman penjara sesuai Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Hadir dalam kegiatan ini para alim-ulama, tokoh masyarakat dan pemuda, unsur Pemda setempat, pimpinan dan utusan pondok pesantren se-Ponorogo, Ormas keagamaan, MUI, Fatayat NU, serta tamu undangan masyarakat setempat lainnya. (uki/ahn)
Share:

Monday, February 18, 2019

Dua Santri Pamekasan Ciptakan Dua Motif Batik Milenial

Pamekasan — Pasti Aswaja — Abd. Rasyid dan Salim, santri Pondok Pesantren Bustanul Ulum Sumber Anom, Angsanah, Palengaan, Pamekasan, yang berprofesi sebagai pebatik tulis asal Desa Klampar, Proppo, Pamekasan mencetuskan dua motif baru batik Madura: Junjung Derajat Kontemporer dan motif Daun Pacar Cina.

Motif yang diciptakan oleh kedua alumni PMII STAI Miftahul Ulum (STAI-MU) Pamekasan tersebut sudah dipatenkan oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia (Kemnkumham RI).

Berawal dari "kejenuhan" Rasyid dan Salim terhadap motif-motif yang selama ini digunakan pebatik di Kampung Batik Pamekasan, kedua pemuda itu berinovasi mengembangkan corak batik klasik dengan sentuhan nuansa milenial, hingga lahirlah dua motif baru tersebut.
Sederhana. Salim menunjukkan sertifikat Kemenkumham atas karyanya. (Beritajatim.com)
“Ide ini (muncul. Red.) karena kami berdua ingin melestarikan budaya lokal, biar sejarah dari Pacar Cina tidak hilang dan bisa menjadi kebanggaan bagi warga Desa Klampar,” tuturnya, melalui rilis yang diterima Pasti Aswaja, Ahad malam (17/02/19).

Rasyid berharap, motif baru yang diciptakan bersama sahabatnya itu dapat menjawab kebutuhan pasar, khususnya para remaja dan pemuda milenial. Karena menurutnya, motif ini tidak hanya pas dipakai kalangan dewasa, tapi juga bisa dipakai remaja dan pemuda.

"Sehingga dengan (motif. Red.) ini anak muda milenial, khususnya di Pamekasan, tidak enggan lagi memakai batik yang merupakan warisan para leluhur Nusantara," pungkasnya. (ahn/uki)
Share:

PR IPNU-IPPNU Desa Terrak, Tlanakan, Terbentuk

Pamekasan — Pasti Aswaja — Para pelajar Desa Terrak, Kecamatan Tlanakan, Pamekasan, kini sudah bisa belajar mengenal Nahdlatul Ulama. Pasalnya, Ahad (17/02/19), di desa tersebut sudah terbentuk pengurus Pimpinan Ranting (PR) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU).

"Karena untuk mengenal lebih jauh tentang NU maka kita harus bergabung langsung dengan NU mulai sejak dini; tentunya di IPNU bagi pelajar putra NU dan IPPNU untuk pelajar Putri NU," kata Sekretaris Pengurus Ranting (PR) NU Desa Terrak, Ust. Najmus Sakib.

Sakib berharap, melalui organisasi yang baru dibentuk itu, para pelajar NU di desa setempat dapat melanjutkan perjuangan para guru dan ulama dalam berkhidmah bersama NU.

"Mari bergabung dengan IPNU dan IPPNU agar kita kelak menjadi kader NU yang betul-betul faham tentang Fikrah , harakah dan amaliyah NU," imbuhnya.

Sebelum itu, beberapa pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC) IPNU Kecamatan Tlanakan sowan kepada Ketua dan Sekretaris PRNU Desa Terrak untuk melakukan sosialisasi kepada para pelajar di desa tersebut.

Gayung bersambut. Setelah Ust. Muktadir selaku Ketua PRNU Terrak bersama Ust. Sakib menyampaikan keinginan para pelajar NU tersebut kepada para kiai di jajaran Mustasyar dan Syuriah, tiga hari kemudian dibentuklah kepengurusan PR IPNU-IPPNU di desa tersebut.

Dikomando pengurus PAC IPNU Kecamatan Tlanakan, peserta rapat memilih Dhofir, mahasiswa semester empat di Universitas Islam Madura (UIM), sebagai Ketua PR IPNU; dan Mubayyanah, mahasiswa semester empat di IAIN Madura, sebagai Ketua PR IPPNU Desa Terrak.

Selain itu, rapat juga menyetujui Zainol sebagai Ketua Pimpinan Komisariat (PK) IPNU dan Musyarrofah sebagai Ketua PK IPPNU SMA Maarif 1 Pamekasan. (mad/ahn)
Share:

Sunday, February 17, 2019

Habib Luthfi Ajak Masyarakat Madura Hormati Pemimpin

Sampang — Pasti Aswaja — Bangsa yang besar, aman, damai dan sejahtera dapat tercapai bila masyarakat selalu memupuk nasionalisme serta menghargai dan menghormati pemimpin yang sudah dipilih bersama. Sebagaimana kebesaran Islam yang dicapai karena hormat dan takzim kepada Rasulullah.

Pernyataan tersebut diungkapkan Rais 'Aam Ahlu Thariqah al Mu’tabarah an Nahdiyah (JATMAN), Maulana Al-Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Yahya, saat menyampaikan tausiyahnya pada acara Tabligh Akbar Kebangsaan yang digelar oleh Polres Sampang, Sabtu sore (16/02/19), di Lapangan Wijaya Sampang.

Indonesia, menurut Habib Luthfi, sampai kapanpun tidak akan bisa menjadi bangsa yang besar dan dihargai negara-negara lain jika masyarakatnya termakan berita-berita bohong atau hoax dan selalu menghina serta tidak menghargai pemimpin.

Tidak hanya itu, lunturnya nasionalisme juga tidak akan menjadikan bangsa Indonesia berwibawa di mata internasional. Maka dari itu, Habib Lutfi mengajak seluruh masyarakat Madura, khususnya masyarakat Sampang, agar tetap menjaga kecintaannya terhadap tanah air.

"Dalam tabligh akbar ini mari kita lekatkan merah putih di hati dan dada kita sebagai wujud kecintaan dan kebanggaan kita terhadap NKRI. Dengan kecintaan dan kebanggaan kita terhadap NKRI merupakan peningkatan jiwa nasionalisme sebagai benteng untuk menjaga keutuhan NKRI dan Pancasila sebagai dasar Negara Indonesia," ucapnya.

Di akhir ceramahnya, Habib Luthfi mengajak ribuan umat Islam yang hadir supaya tetap menjaga persaudaraan menjelang Pemilu, sekalipun berbeda pilihan. Karena, menurutnya, umat Islam merupakan dasar pemersatu dalam memperkokoh ukhuwah islamiah, serta menjadi pelopor dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). (ahn/uki)
Share:

Saturday, February 16, 2019

PMII Pamekasan Menggelar Ta'aruf Jurnalistik dan Literasi

Pamekasan — Pasti Aswaja — Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Pamekasan melalui Lembaga Semi Otonom (LSO) menggelar Ta'aruf Jurnalistik dan Literasi, Sabtu (16/02/19) di Aula PCNU Pamekasan.

Ghafur Abdullah selaku pengurus LSO menuturkan, acara tersebut guna mendorong kader PMII bergelut dengan dunia jurnalistik sehingga bisa melahirkan Mahbub Junaidi (pendiri PMII) di era milenial ini. "Karena beliau (Mahbub Junaidi. Red.) selain menjadi penulis, beliau juga jurnalis,” tuturnya.

Lian Fawahan, Ketua PC PMII Pamekasan mengatakan, kegiatan yang akan berlangsung selama dua hari itu bertujuan mencetak kader PMII jurnalis dan penulis yang produktif di era digital ini sebagaimana Mahbun Junaidi yang bergelar Pendekar Pena

Dalam kegiatan bertema “Tulisan Sebagai Senjata Perubahan” itu, panitia mendatangkan pemateri dari beberapa media massa di Pamekasan: Taufikurrahman (wartawan KOMPAS), Hairul Anam (Direktur koran Kabar Madura), Hasibuddin (Wartawan Portal Madura), Ahnu Idris (Sekretaris Refaksi Pasti Aswaja).

Kegiatan ini diikiti oleh empat puluh orang peserta yang terdiri dari pengurus PC PMII serta delegasi Rayon dan Komisariat PMII se-Kabupaten Pamekasan. Sampai berita ini diturunkan, peserta masih aktif mengikuti forum. (mad/ahn)
Share:

Friday, February 15, 2019

PMII STAI-MU Peringati Kelahiran Mbah Hasyim Dengan Doa dan Ngaji

Pamekasan — Pasti Aswaja — Pengurus Komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PK PMII) Sekolah Tinggi Agama Islam Miftahul Ulum (STAI-MU) Pamekasan menggelar doa dan ngaji bersama guna memperingati kelahiran pendiri Nahdlatul Ulama (NU), KH. Mohammad Hasyim Asyari, Sabtu malam (14/02/19) di sekretariat, Desa Kacok, Kecamatan Palengaan, Pamekasan.

Selain memperingati kelahiran Kiai Hasyim Asyari, kegiatan ini merupakan agenda rutin bulanan yang digagas oleh Wakil Ketua III Bidang Keagamaan dan dilaksanakan setiap Jumat legi atau yang biasa disebut Jumat Manisan, sebagaimana tradisi warga NU di Madura.

Ghufron selaku Wakil Ketua III bersyukur agenda rutinan kali ini bertepatan dengan hari keliharan pendiri NU. Momentum ini, tutur Ghufron, akan menjadi semangat perjuangan dalam mengabdi serta melanjutkan cita-cita pendiri  PMII dan NU.

Inisiatif ini mendapatkan respon positif Imam Syafi'i selaku Ketua Komisariat. Melalui keterangan tertulisnya, Imam menyampaikan, tradisi Jumat Manisan harus tetap dilestarikan karena menjadi wasilah mendapatkan aliran barokah para pendiri NU.

Ia juga menambahkan, sebagai kader muda NU, memperingati kelahiran maupun haul Kiai Hasyim Asyari merupakan suatu keharusan bagi PMII. Hal itu, menurut Imam, karena PMII lahir dari NU, organisasi yang didirikan Kiai Hasyim Asyari.

"Jadi, tidak ada alasan untuk tidak memperingati. Ya, paling tidak diperingati secara sederhana dengan berkirim doa dan pahala bacaan Al-Qur'an kepada Mbah Hasyim, seperti agenda yang kita laksanakan ini," pungkasnya. (ahn/uki)
Share:

Thursday, February 14, 2019

Ketua Komisariat se-Madura Sambangi PMII STAI-MU Pamekasan

Pamekasan — Pasti Aswaja — Beberapa Ketua Komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) yang ada di Madura didampingi jajarannya, Rabu siang (13/02/19), menyambangi sekretariat Pengurus Komisariat (PK) PMII Sekolah Tinggi Agama Islam Miftahul Ulum (STAI-MU) di Desa Kacok, Kecamatan Palengaan, Pamekasan.

"Alhamdulillah, dari Sumenep ada PK PMII Guluk Guluk, PK PMII Al-Karimiyah; dari Sampang ada PK PMII Wali Songo; dari Bangkalan ada PK PMII STAIS dan PK PMII STKIP PGRI. Dari Pamekasan memang tidak ada, karena hampir setiap hari kita kumpul," jelas Imam Syafi'i, Ketua PK PMII STAI-MU.

Kunjungan tersebut, tutur Imam, guna memperkuat hubungan persahabatan yang sudah lama terbangun sejak ketua-ketua sebelumnya. Selain itu, mereka juga saling berbagi pengalaman dalam menjalankan kepemimpinan di komisariatnya masing-masing, khususnya dalam bidang kaderisasi dan penguatan ideologi.

Imam berharap, hubungan yang sudah terjalin tetap terjaga dan semakin erat. Karena menururnya, kader PMII di komisariat-komisariat tersebut tidak hanya berasal dari daerah setempat, tapi juga dari empat kabupaten yang ada di Madura, bahkan luar Madura.

"Dari sini, kita bisa tahu karakteristik kader PMII dari masing-masing daerah. Dengan demikian, nanti program-program komisariat bisa disesuaikan dengan karakteristik kader, sehingga mereka tidak bosan berproses di PMII," lanjut mahasiswa kelahiran Sampang ini.

Usai beberapa jam sharing, mereka bersama-sama makan siang dengan hidangan sederhana ala aktivis mahasiswa. Pada momen ini, keakraban semakin terlihat. Tanpa canggung mereka menyantap makanan yang disediakan di nampan dengan lahap. (mad/ahn)
Share:

Home Style

Contact Form

Name

Email *

Message *

Ads

Ads

Latest News

Popular Posts

Blog Archive