• This is default featured slide 1 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 2 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 3 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 4 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 5 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Tuesday, April 23, 2019

Ramadhan 1440, Tim Dakwah PCNU Pamekasan Jalin Kerja Sama Dengan Media Massa

Pamekasan — Pasti Aswaja — Sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, Tim Dakwah Ramadhan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Pamekasan melakukan kerja sama dengan beberapa media massa elektronik. Kerja sama ini akan berlangsung selama Ramadhan 1440.

Hal ini, menurut Farid Mawardi, sebagai bentuk kegembiraan menyambut bulan Ramadhan dan mengisi bulan mulia ini dengan kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat selama satu bulan.

"Sekaligus bersama-sama mewujudkan tayangan-tayangan edukatif mendidik bagi masyarakat luas," ujar Ketua Tim Dakwah Ramadhan ini sesaat setelah menjalin kesepakatan dengan Karimata FM, Selasa sore (23/04/2019).

Kerja sama tersebut, lanjut Dosen Ilmu Falak IAIN Madura itu, berupa talkshow bersama para dai yang kompeten baik unsur pengurus NU maupun intelektual pesantren, sebagai kaderisasi di bidang dakwah.

"Para dai yang sudah mendapatkan mandat dari PCNU (Pamekasan. Red.) nanti akan bergantian mengisi acara di media-media itu," pungkasnya. (ahn/dur)
Share:

Harlah PMII 59, Komisariat STAI-MU Gelar Movement Motivation Training

Pamekasan — Pasti Aswaja — Pengurus Komisariat (PK) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Sekolah Tinggi Agama Islam Miftahul Ulum (STAI-MU) Pamekasan, Selasa siang (23/04/19), menggelar Movement Motivatiom Training di Cafe Reza, Jl. Raya Palengaan, Pamekasan.

Agenda yang digelar sebagai refleksi hari lahir (Harlah) PMII ke-95 tersebut mendatangkan Mohammad Abror, salah satu pengurus Lembaga Semi Otonom (LSO) Pengembangan Kaderisasi Pengurus Koordinator Cabang (PKC) PMII Jawa Timur.

Mengangkat tema "PMII-ku, PMII-mu, PMII Kita Semua", kegiatan tersebut diikuti seluruh anggota, kader, dan pengurus komisariat.

Imam Syafii selaku Ketua Komisariat dalam sambutanya mengapresiasi kegiatan yang digagas oleh pengurusnya. Ia berharap, momentum ini dapat membangkitkan semangat seluruh elemen organisasi yang dipimpinnya dalam memberikan kontribusi demi kemajuan PMII.

"Kita harus berupaya untuk memberikan yang terbaik terhadap PMII. Melalui refleksi Harlah ini, mari kita sama-sama berupaya untuk tetap berjalan seirama demi satu tujuan, yaitu PMII," tegasnya.

Dalam penyampaiannya, Abror banyak menyinggung sejarah perjalanan PMII STAI-MU yang banyak melahirkan kader luar biasa. Meski demikian, ia meminta agar hadirin tidak terlena dengan capaian tersebut, "karena sahabat-sahabat yang sedang berproses saat ini harus mampu melampaui capain yang telah ditorehkan itu," lanjut Reporter Pasti Aswaja ini.

Acara kemudian diakhiri dengan pemotongan tumpeng dan tiup lilin oleh Imam Syafii dan Istiyanah selaku Ketua Korps PMII Puyri (KOPRI), didampingi Abror. (nal/uki)
Share:

Monday, April 22, 2019

Kejuaraan Minak Sopal I, Pagar Nusa Pati Borong Lima Medali

Trenggalek — Pasti Aswaja — Pencak Silat Nahdlatul Ulama (PSNU) Pagar Nusa Pati berhasil menggondol empat emas dan satu perak dalam Kejuaraan Minak Sopal I yang diselenggarakan oleh Pengurus Cabang PSNU Pagar Nusa Trenggalek Sabtu-Senin,  20-22 April di GOR Padepokan Pagar Nusa Trenggalek. Capaian ini mengantarkan Pagar Nusa pati meraih Juara Umum III 

“Kami berhasil meraih empat emas dan satu Perak yang berasal dari tujuh kategori yang kami ikuti, sedangkan yang dua belum memperoleh juara." terang M. Khoirul Fatihin, Manager Kontingen Pagar Nusa Pati.

Fatih menerangkan, Kejuaraan Minak Sopal I diikuti oleh 30 kontingen yang berasal dari berbagai daerah, di antaranya kontingen Pagar Nusa Pati.

"Juara Umum pertama diraih oleh Padepokan Pagar Nusa Trenggalek dan Juara Umum kedua berhasil digapai oleh Kontingen Pagar Nusa PAC Gandusari," ujarnya.

Pendekar asal Kota Pati Bumi Mina Tani ini juga menambahkan, hasil yang diraihnya itu bukanlah sebatas keberuntungan, tapi juga merupakan hasil latihan keras para pesilat yang didelegasikan pada kejuaraan tersebut.

Berikut perolehan medali PSNU Pagar Nusa Pati:
  • Pra Remaja B putri: Salsabila Addin Nurhaya (Juara 1)
  • Remaja Putri C: Tri Nur Alfiani (Juara 1)
  • Pra Remaja putri C: Puji lestari (Juara 1)
  • Pra Remaja Putri B: Wisnu Widianto (Juara 1)
  • Remaja Putra D: Dandi Nugroho (Juara 2). (lis/ahn)
Share:

UKM PSNU Pagar Nusa STAI-MU Turut Meriahkan Milad 192 PPMU Panyeppen

Pamekasan — Pasti Aswaja — Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pencak Silat Nahdlatul Ulama (PSNU) Pagar Nusa Sekolah Tinggi Agama Islam Miftahul Ulum (STAI-MU) Pamekasan turut memeriahkan acara Milad ke-192 Pondok Pesantren Miftahul Ulum (PPMU) Panyeppen, Potoan Laok, Palengaan, Pamekasan, Ahad malam (21/04/19).

Ketua UKM Pagar Nusa, Sabri, mengatakan, pihaknya merasa perlu ambil bagian dalam acara tersebut, karena STAI-MU merupakan bagian tak terpisahkan pesantren yang diasuh oleh Mustasyar PWNU Jawa Timur, KH. Mohammad Muddatstsir Badruddin, itu.

"STAI-MU ini lahir dari (PPMU. Red.) Panyeppen. Artinya, STAI-MU bagian dari pesantren ini. Dan Pagar Nusa ini bagian dari STAI-MU. Jadi, kita (Pagar Nusa. Red.) ini juga bagian tak terpisahkan dari pesantren ini," ujar mahasiswa kelahiran Kalimantan Tengah ini sesaat sebelum teman-temannya mendapat giliran tampil.

Selain itu, aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat STAI-MU ini berharap, ia dan teman-temannya kelak di akhirat diakui sebagai santri para masyayikh PPMU Panyeppen dan mendapatkan aliran berkahnya.

"Tidak ada lain, hanya itu yang kami harapkan. Satu lagi, semoga kita tampil ini menjadi wasilah mendapatkan ilmu yang berkah dan bermanfaat bagi kampus, Nahdlatul Ulama, agama, nusa, bangsa, khususnya bagi pesantren ini," pungkas Sabri yang juga alumni pesantren setempat. (ahn/uki)
Share:

Meriah, Ribuan Santri dan Alumni Hadiri Puncak Milad 192 PPMU Panyeppen

Pamekasan — Pasti Aswaja — Pondok Pesantren Miftahul Ulum (PPMU) Panyeppen, Palengaan, Pamekasan, Madura sudah berusia 192 tahun. Pada perayaan miladnya, pesantren yang diasuh KH. Mohammad Muddatstsir Badruddin, Musytasyar PWNU Jawa Timur tersebut mengusung jargon "Santun, Penuntun, Inovatif".

Berbagai kegiatan, mulai lomba antar santri, Haul Masyayikh, Ngaji Ahlussunnah Wal Jamaah (Aswaja), Ngaji Kebangsaan bersama Prof. Dr. Ali Machsan Moesa (Mantan Ketua PWNU Jawa Timur), dan Wisuda Tarbiyah, meliputi: Hafidz Hadits, Hafidz Quran, Hafidz Nazham 'Imrithi dan Hafidz Nazham Maqshud.

Puncaknya, kegiatan bertema "Menjaga Amanah, Merawat Tradisi dan Merespon Modernisasi" itu ditutup Ahad malam (21/04/2019) dengan dihadiri ribuan santri, alumni dan simpatisan di halaman Ma'had Tibyan Li Al-Shibyan PPMU Panyeppen.

KH. Rahbini Abd. Latif dalam sambutannya atas nama Pengurus Yayasan Al-Miftah PPMU Panyeppen pada acara puncak mengungkapkan rasa syukur atas suksesnya pelaksanaan milad ke-192 tersebut.

"Alhamdulillah, dalam rangkaian milad (PPMU Panyeppen. Red.) ke-192 ini banyak sekali proses wisuda yang dilaksanakan. Itu artinya, sudah banyak anak didik yang sudah menuntaskan proses pendidikannya," ungkap Kiai yang juga Pengurus NU Pamekasan itu.

Parade sholawat dan beberapa penampilan persembahan oleh santri PPMU Panyeppen turut meramaikan acara puncak tersebut. (nal/bor)
Share:

Sunday, April 21, 2019

01 Menang Versi Hitung Cepat, GASPER Potong Tumpeng

Pamekasan — Pasti Aswaja — Gerakan Santri dan Pemuda Rahmatan Lil 'Alamin (GASPER) menggelar tasyakuran atas kemenangan pasangan 01, Joko Widodo-KH. Ma'ruf Amin, yang dinyatakan unggul versi quick count atau hitung cepat yang dilakukan oleh lembaga-lembaga kridibel, di Aula Pondok Pesantren Bustanul Ulum Sumber Anom, Angsanah, Palengaan, Pamekasan, Ahad siang (21/04/19).

M. Ahnu Idris mengatakan, acara yang digelarnya tidak hanya mensyukuri kemenangan pasangan 01, tapi juga mensyukuri pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) 17 April lalu yang berjalan lancar, aman, dan damai, yang menurutnya hal ini tidak lepas dari kinerja pihak-pihak terkait.

"Terimakasih kepada penyelenggara (KPU, DKPP, Bawaslu) dan aparat keamanan (TNI, Polri) yang telah mengorbankan tenaga demi menjaga keamanan masyarakat dalam menyalurkan haknya memilih pemimpin negara ini untuk lima tahun ke depan," ujar Ketua GASPER itu.

Ia juga menghimbau, agar masyarakat merajut kembali persaudaraan yang mungkin sempat renggang akibat pelaksanaan Pemilu. Menurutnya, Pemilu hanya bagian demokrasi. Yang lebih penting ialah menjaga persatuan dan kesatuan yang menjadi syarat utama dalam menjaga keberlangsungan demokrasi.

Sebelum diakhiri, acara diisi orasi kebangsaan oleh K. Mukhlis. Dalam penyampaiannya, K. Mukhlis banyak menyampaikan tentang perjuangan ulama pesantren dan santri dalam memperjuangkan dan merebut kemerdekaan.

Acara kemudian dilanjutkan pemotongan tumpeng oleh KH. Taufik yang diberikan kepada para pembina dan juru bicara.

Kegiatan yang diikuti ratusan peserta itu, tampak hadir juga KH. Abdul Wasi' Hamzah (Dewan Pertimbangan GASPER), KH. Taufik, K. Abd. Kholiq Ilyas, K. Mukhlis Nasir, ketiganya selaku Pembina GASPER dan Maltuful Anam (juru bicara GASPER) dan beberapa tokoh masyarakat. (bor/dur)
Share:

Friday, April 19, 2019

NU dan Sebelas Ormas Islam Ajak Masyarakat Sabar Tunggu Real Count

Jakarta — Pasti Aswaja — Berkenaan perkembangan pasca Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 yang menimbulkan concern banyak pihak, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) bersama sebelas organisasi kemasyarakatan (Ormas) Islam yang tergabung dalam Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI) menggelar konfrensi pers, Jumat sore (19/04/19), di Kantor PBNU, Jl. Kramat Raya, No. 164, Jakarta Pisat.

Dalam konfrensi pers ini, PBNU bersama Ormas lainnya menyampaikan pernyataan sikap dan himbauan dengan harapan dapat membantu dan mendorong ke arah yang lebih konstruktif demi menjaga harkat, martabat bangsa dan Negara Kesatuan Repiblik Indonesia (NKRI) yang mayoritas berpenduduk muslim.

KH. Said Aqil Siroj selaku Ketua Umum PBNU menilai, Pemilu 2019 menjadi bukti kedewasaan dan kematangan bangsa Indonesia dalam konteks bernegara. Maka dari itu, atas nama LPOI, ia mengapresiasi kepada seluruh elemen yang terlibat dalam pesta demokrasi lima tahunan ini.

Pemilu kali ini, menurut Kiai Said, merupakan bukti nyata komitmen bangsa Indonesia dalam menjaga persatuan dan kesatuan dalam bingkai NKRI sebagai wujud mu'ahadah wathaniyah (kesepakatan nasional).

Atas dasar itu, PBNU bersama LPOI menyerukan agar seluruh warga Indonesia bersabar menunggu hasil real count Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagi satu-satunya lembaga yang diberi kewenangan oleh perundang-undangan yang berlaku.

LPOI juga meminta supaya semua pihak dapat menahan diri dan tidak melakukan tindakan yang bertentangan dengan hukum, apalagi bersikap inkonstitusional

"Apabila merasa keberatan terhadap hasil Pemilu, maka memggunakan saluran yang disediakan konstitusi dalam penyelesaiannya," ujar Kiai Said saat membacakan pernyataan sikap tersebut.

Demi menjaga kondusifitas pasca Pemilu, LPOI mengajak seluruh komponen bangsa segera melakukan rekonsiliasi pasca pemungutan suara Pemilu 2019.

"Terutama kepada para ulama, para kiai, tokoh agama, para asatidz, di manapun berada, mari kita lakukan upaya-upaya rekonsiliasi secepat mungkin agar kita (bangsa Indonesia) kembali menjadi tenang, penuh dengan persaudaraan: ukhuwah wathaniyah dan ukhuwah islamiyah," lanjut Kiai Said.

Terakhir, LPOI mengajak seluruh umat Islam memperbanyak doa, zikir, selawat, agar bangsa Indonesia mendapat berkah dari Allah SWT.

Sebelas Ormas Islam yang turut serta menyatakan sikap bersama PBNU ialah: Syarikat Islam Indonesia (SII), Persatuan Islam (Persis), Al-Irsyad Al-Islamiyah, Matla'ul Anwar, Al-Ittihadiyah, Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI), Ikatan Dai Indonesia (IKADI), Azzikra, Al-Wasliyah, Persatuan Tarbiyah Islamiyah (Perti), Persatuan Umat Islam (PUI) dan Himpunan Bina Mualaf.

LPOI merupakan forum Ormas-ormas Islam yang mayoritas berdiri sebelum proklamasi kemerdekaan republik ini, kecuali Himpunan Bina Mualaf dan IKADI. (ahn/uki)
Share:

Pantauan LFNU Pamekasan, Nishfu Sya'ban 1440 H Jatuh Malam Ahad

Pamekasan — Pasti Aswaja — Hasil pantauan Lembaga Falakiyah Nahdlatul Ulama (LFNU) Pamekasan, malam Nishfu Sya'ban bertepatan dengan hari Sabtu (malam Ahad). Hal itu diungkapkan oleh Mohammad Hosen selaku Ketua LFNU Pamekasan, Jumat (19/04/19).

Hosen mengatakan, ijtimak akhir Rajab di wilayah Pamekasan terjadi pada hari Jumat kliwon (05/04/19) dengan ketinggian hilal mencapai dua derajat selama 15 menit 11 detik.

"Menurut kriteria imkan rukyah, tanggal 1 Sya'ban 1440 Hijiryah jatuh pada malam Sabtu. Demikian pula dengan kriteria wujudul hilal Muhammadiyah," papar Hosen seperti dikutip laman resmi PCNU Pamekasan.

NU yang menganut rukyatul hilal, lanjut Hosen, pada Jumat sore tidak ada satupun perukyat yang melihat hilal, sehingga jalan yang ditempuh adalah istikmal.

"Dengan demikian, tanggal 1 Sya'ban jatuh pada hari Sabtu, malam Ahad, bertepatan dengan tanggal 6 April 2019. Oleh karena itu, Nishfu Sya'ban jatuh pada hari Sabtu, malam Ahad tanggal 20 April 2019," pungkasnya. (bor/ahn)
Share:

Wednesday, April 17, 2019

Sambut Harlah dan Pemilu 2019, PKC PMII Jawa Timur Gelar Doa Bersama

Surabaya — Pasti Aswaja — Tepat pada tanggal 17 April 2019, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) genap berusia 59 tahun. Sebagai bentuk syukur sekaligus menyambut momentum pemilihan umum (Pemilu) serentak 2019, Pengurus Koordinator Cabang (PKC) PMII Jawa Timur menggelar doa bersama, Selasa (16/04/2019), di Sekretariatnya, Jl. Kebonsari, Perum Elveka III, No. 23, Surabaya

Acara yang diikuti seluruh pengurus tersebut diawali dengan pembacaan surat al-Fatihah bersama, dilanjutkan Khatmil Quran dan pembacaan Shalawat Nariyah. Pemotongam tumpeng dan doa bersama menjadi pamungkas pada acara itu.

Abdul Ghoni, Ketua PKC PMII Jawa Timur mengungkapkan, kegiatan itu dimaksudkan mendoakan keselamatan bangsa dan negara dalam menghadapi momentum politik tahun ini.  

"Harapannya, pelaksanaan pemilihan umum serentak tahun 2019 ini berjalan lancar dan sukses. Begitu juga, sahabat-sahabat alumni dan senioritas PMII yang sedang berikhtiar dan berjuang sebagai peserta Pemilu turut kami doakan," ungkapnya

Hadir pada kesempatan itu, Dhini Adhiyati, Ketua Korps PMII Putri (KOPRI) PKC PMII Jawa Timur, yang turut menerima potongan tumpeng dari Ghoni. (bor/ahn)
Share:

Sunday, April 14, 2019

Harlah dan Pemilu, PKC PMII Jawa Timur Imbau Cabang Gelar Doa Bersama

Surabaya — Pasti Aswaja — Guna memperingati hari lahir (Harlah) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) ke-59 dan suksesnya pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) serentak 2019, Pengurus Koordinator Cabang (PKC)  Jawa Timur mengimbau Cabang-cabang PMII di bawah koordinasinya menggelar doa bersama.

Imbauan itu disampaikan melalui surat edaran yang ditandatangani Abdul Ghoni, Ketua dan Fadil, Sekretaris PKC PMII Jawa Timur bernomor 011.PKC-XXIII.V-04.01.004.A-1.04.2019 tertanggal 13 April 2019.

Berikut isi imbauan PKC PMII Jawa Timur berkenaan dengan Peringatan Harlah PMII ke-59 dan Pemilu serentak 2019:

"Sehubungan dengan hari lahir PMII ke-59 dan bertepan dengan PEMILU 2019, kami mengimbau kepada Cabang PMII se-Jawa Timur untuk melaksanakan gerakan serentak Khotmil Quran, Pembacaan Sholawat Nariyah dan Doa Bersama, pada:

Hari, Tanggal: Selasa, 16 April 2019
Tempat: Sekretariat Kantor Cabang masing-masing PMII se-Jawa Timur.
Jam: 18.30 WIB-selesai. (bor/ahn)
Share:

Saturday, April 13, 2019

PCNU Pamekasan: "Umat Jangan Terpengaruh Isu PKI"

Pamekasan — Pasti Aswaja — Beredar foto baliho di media sosial (Medsos) berisi penolakan mengatasnamakan ulama dan umat Islam Palengaan Pamekasan terhadap paham Komunisme dan Partai Komunis Indonesia (PKI).

Mengetahui hal itu, KH. Taufik Hasyim, Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Pamekasan, langsung berkoordinasi dengan pihak kepolisian. Berdasarkan informasi pihak aparat, baliho tersebut tidak ada.
 mengajak masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh isu bohonh yang tidak jelas asalnya itu.

"Umat jangan terpengaruh isu PKI, yang kemarin sempat tersebar di Medsos, karena itu bohong dan tidak jelas. Bahkan kami sempat koordinasi dengan pihak aparat, bahwa itu tidak ada," tegasnya, Sabtu pagi (13/04/19).

Ditemui Pasti Aswaja di kediamannya, Kiai Taufik meminta kepada tokoh agama maupun tokoh mayarakat, agar tidak memberikan pernyataan yang membigungkan apalagi memprovokasi umat.

"Biarkan umat melaksanakan pemilu dengan suka cita dan damai," imbuh mantan aktivis PMII Kediri, Jawa Timur itu.

Selain itu, Pengasuh Pondok Pesantren Bustanul Ulum Sumber Anom, Angsanah, Palengaan ini juga mengimbau agar masyarakat melaksanakan aktivitas seperti biasa.

"Yang menjadi guru, yang menjadi pedagang, yang menjadi petani, laksanakan aktivitas seperti biasanya dan jangan terpengaruh terhadap siapapun yang membuat propaganda dan fitnah-fitnah serta jangan terpengaruh pada  berita hoax," lanjutnya.

Kiai Taufik mengajak seluruh elemen masyarakat bersama-sama menjaga persatuan dan persamaan sekalipun berbeda pandangan politik.

"Mugkin masing-masing dari kita beda pilihan dan calon kita menang itu penting. Tapi, persatuan dan keutuhan bangsa jauh lebih penting," pungkasnya. (ahn/uki)
Share:

Ijtihad Politik Ulama Menurut Rais NU Australia-Selandia Baru

Australia — Pasti Aswaja — Di antara ciri-ciri orang nertakwa ialah mengimani hal-hal ghaib. Ada sejumlah kekasih Allah yang diberikan anugerah mendapatkan pemahaman mengenai rahasia suatu peristiwa yang akan terjadi di masa mendatang. Yang demikian, termasuk kategori ghaib yang harus diakui oleh umat Islam.

Berkenaan hal ini, KH. Nadirsyah Hosen mengatakan, ada beberapa poin penting yang harus dipahami oleh masyarakat: pertama, hanya Rasulullah SAW yang ma'shum atau bebas dari kekeliruan, sedangkan para ulama tidak; kedua, boleh jadi isyarat yang dipahami oleh ulama itu benar, tapi ketika diceritakan kepada pihak ketiga, bisa saja pihak ini menafsirkan dan memahami dengan kepentingan masing-masing.

"Ketiga, sebagaimana ayat nasikh dan mansukh (ayat yang menganulir dan ayat yang dianulir. Red.), ketetapan yang Allah berikan pada momen tertentu bisa dirubah pada momen lainnya. Ini bagian dari hak prerogatif Allah," lanjut Rais Syuriah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Australia-Selandia Baru itu.

Di samping itu, lanjut dosen tetap di Universitas Monash Australia yang akrab disapa Gus Nadir ini, ada adab atau etika bagi para murid ketika mendapatkan berita ghaib dari seorang mursyid (guru spritual). Tanpa izin mursyid, seorang murid tidak boleh menceritakan berita tersebut kepada orang lain. Jika tidak, murid ini termasuk kategori su' al-adab (beretika buruk) kepada mursyid.

Yang terakhir, semua hal itu termasuk bagian ijtihad para ulama. Ulama dalam menetapkan pilihan-pilihan politik, tentu berijtihad. Termasuk dalam memahami, menangkap isyarat dari Allah SWT. Dan isyarat itu, imbuh Gus Nadir, bisa dipahami berbeda-beda antara satu ulama dengan ulama yang lain. Itu semua sebagai informasi bagi masyarakat; bukan sebuah konfirmasi.

"Tentu kita harus meyakini bahwa kebenaran itu semata-mata datangnya dari Allah SWT. al-haq min Allah. Karena itu, wajar-wajar saja kalau terjadi perbedaan antara satu ulama dengan ulama lainnya. Semuanya adalah kekasih Allah, semuanya harus kita hormati," pungkasnya.

Hal ini disampaikan oleh Gus Nadir, melalui sebuah video berdurasi 2:15 yang diunggah di akun Twitter pribadinya, Jumat malam (12/04/19). Video ini sebagai jawaban atas banyaknyanpertanyaan warganet kepada dirinya tentang kasyaf dan politik.

Saat berita ini ditulis, video tersebut disukai sebanyak 2.963 akun, 1.014 twit ulang, 3.147 komentar dan ditonton oleh 1,6 juta pengguna Twitter. (ahn/fiq)
Share:

Friday, April 12, 2019

Perkuat Jejaring Ekonomi dan Budaya, PBNU Konsolidasikan Alumni MKNU


Jakarta – Pasti Aswaja – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Jumat siang (12/04/19), menggelar pertemuan bersama sekitar 1500 alumni Madrasah Kader Nahdlatul Ulama (MKNU) se-DKI Jakarta di Hotel Kartika Chandra. Pada forum ini para alumni akan menerima arahan berkenaan tanggung jawab dan peran kemasyarakatan mereka.

Dikutip dari NU Online, laman resmi PBNU, forum ini akan dihadiri oleh KH Said Aqil Siroj (Ketua Umum PBNU), H Robikin Emhas (Ketua PBNU), H Ulil Abshar (Wakil Sekretaris Jenderal PBNU), Endin AJ Sofihara (Kordinator MKNU), pengurus harian Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jakarta dan pengurus harian Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) se-DKI Jakarta.

Forum yang didahului dengan pembacaan tahlil dan doa bersama ini, menurut H Ulil Abshar, selain mempererat tali silaturahim dan menguatkan kepengurusan NU tingkat wilayah dan tingkat cabang, forum ini juga bertujuan menguatkan jejaring ekonomi, budaya, politik kader NU serta mengonsolidasi pengurus struktural NU se-DKI Jakarta.

MKNU merupakan salah satu kegiatan kaderisasi di lingkungan NU. Di Jakarta kaderisasi ini sudah diadakan beberapa angkatan yang diinisiasi oleh PBNU dan PWNU DKI Jakarta. Di Jakarta, MKNU diikuti oleh sebanyak 4400 kader.

MKNU di Jakarta pernah diadakan di Pondok Pesantren At-Tsaqafah, Ciganjur, Jakarta Selatan, Pondok Pesantren As-Shiddiqiyyah Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Wisma Tanah Air Jakarta Selatan, dan di kompleks Jakarta Islamic Center (JIC), Koja, Jakarta Utara.

Adapun MKNU di kompleks Jakarta Islamic Center (JIC), Koja, Jakarta Utara, setiap akhir pekan bulan Januari hingga awal Februari 2019 lalu diadakan sebanyak lima gelombang yang diikuti oleh kader di masing-masing kecamatan se-DKI Jakarta. (dur/ahn)
Share:

Home Style

Contact Form

Name

Email *

Message *

Ads

Ads

Latest News

Popular Posts

Blog Archive