• This is default featured slide 1 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 2 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 3 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 4 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 5 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Saturday, March 28, 2015

Amankan Aksi Tolak Wahabi, Polres Turunkan 500 Personel

PAMEKASAN- Aksi unjuk Gerakan Santri dan Pemuda Rahmatal Lil 'alamin (Gasper) ke Masjid Ridwan Jl. Diponegoro Pamekasan Madura Jawa Timur, Jumat (20/3) mendapat perhatian serius dari aparat Polres Pamekasan.

Massa berkumpul di Areal Munomen Arek Lancor dengan membawa mobil angkutan, di antaranya Mobil Truk dan Pick Up serta sejumlah mobil lainnya. Selain itu sejumlah poster penolakan Wahabi pampangkan didepan sejumlah massa barisan depan.

Mereka berorasi di sepanjang hingga memacetkan jalan raya Depan Pasar sore, berkisar 1 jam lamanya karena massa di hadang aparat kepolisian untuk masuk ke Masjid Ridwan. Kala itu, Polres menyiapkan 500 personel untuk mengantisipasi terjadi aksi kekerasan yang tidak di inginkan.

Kapolres Pamekasan AKBP Sugeng Muntaha melalui Kabag Ops Kompol Widarmanto mengatakan, pihaknya memberhentikan Gesper karena aksi tanpa ada pemberitahuan sebelumnya.

"Saya atas nama hukum berhak menghentikan peroses aksi unjuk rasa ini, karena sudah menyalahi aturan. Dalam aturannya, seharusnya tiga hari sebelumnya ada pemberitahuan. Namun kami juga menghargai teman-teman dan adik-adik Gesper, kami cuma menekankan agar demo kali ini aman dan kondusif tidak mengganggu pengguna jalan, apalagi sampai anarkis," tandasnya.

Sumber : MaduraZone.Com
Share:

Wednesday, March 25, 2015

Tolak Faham Wahabi, Gesper Demo Takmir Masjid Ridwan


Ratusan warga yang tergabung dalam Gerakan Santri Pemuda Rahmatan Lil Alamin (Gesper), gelar unjuk rasa ke Masjid Ridwan, Jl Dipenogoro, Kelurahan Gladak Anyar, Kecamatan Pamekasan, Jum'at (20/03/2015) siang.

Aksi tersebut dilakukan sebagai protes dan penolakan terhadap faham wahabi yang sering di gaungkan di masjid tersebut. Bahkan massa juga menolak kedatangan Ustadz Zainuddin, yang dinilai memiliki faham wahabi agar tidak mengisi ceramah di kota yang identik dengan slogan Bumi Gerbang Salam.

Selain itu, aksi tersebut juga dilakukan sebagai protes atas pernyataan salah satu takmir masjid, Hanif Thalib yang terkesan memojokkan Gesper, serta dinilai sebagai preman. "Kita datang untuk melindungi kultur mayoritas masyarakat yang selama ini sudah dilakukan, seperti peringatan maulid Nabi," kata Mukhlis, salah satu orator aksi.

"Kita datang baik-baik untuk nemolak ustad yang mensyirikkan pelaksanaan maulid Nabi. Sebab selama ini, kita menhargai para pendatang non muslim di Pamekasan. Tetapi ketika kelompok wahabi sudah mulai menyinggung keyakinan dan kebiasaan masyarakat Islam Pamekasan, maka kita menolak dan menentang sikap itu," ungkapnya.

Sejarah kelompok wahabi yang dinilai banyak membunuh ulama Ahlussunnah wa Al-Jama'ah. Sehingga massa tidak ingin hal itu berlarut dan terjadi di Pamekasan. "Kami tidak sudi para ulama disalahkan, lebih baik mati daripada membiarkan kita di injak-injak wahabi. Jangan salahkan lagi jika kami akan datang membanjiri Pamekasan," teriaknya.

Selain itu, massa juga menuntut ijin masjid Ridwan dicabut. Sebab selama ini seringkali melakukan pengajian dengan menghadirkan ustadz yang justru mencederai amaliah dan akidah. "Hentikan pengajian yang berisi caci maki, hentikan relay siaran radio dan TV Rodja di Pamekasan," jelasnya.

Pada aksi tersebut massa dihadang aparat keamanan tepat di depan pasar sore, tepatnya sekitar 100 meter dari masjid Ridwan, setelah bergerak dari area Monumen Arek Lancor. Bahkan aparat kepolisian yang menemui massa, Kompol Widarmanto menemui massa berharap aksi dilakukan dengan tertib dan tidak mengganggu masyarakat umum.

Bahkan, pihaknya juga mempersilahkan tiga orang perwakilan Gesper untuk melakukan musyawarah dengan takmir masjid. Sebab masjid bukanlah tempat berunjuk rasa. "Kita (polisi) bukan petugas yang bisa menyelesaikan persoalan ini. Oleh karena itu, kita hanya mendorong MUI, FKUB, Forpimda untuk menyelesaikan persoalan ini," kata  Kabag Ops Polres Pamekasan tersebut.

Himbauan petugas kepolisian tersebut disepakati oleh massa Gesper, sehingga sejumlah perwakilan dipersilahkan melewati pagar hidup aparat kepolisian untuk melakukan musyawarah bersama takmir masjid.

Akibat aksi tersebut, sepanjang jalur simpang empat Gadin menuju dan dari arah Monumen Arek Lancor macet total. Bahkan sejumlah petugas dari Satlantas Polres Pamekasan, mengalihkan ke sejumlah jalur lain di sepanjang jalan protokol

Sumber: BeritaJatim.Com
Share:

Selamat Datang di Situs Resmi Pasti Aswaja Pamekasan

Selamat Datang. Ahlan wa sahlan. Welcome bi hudhurikum semua di situs resmi Pasti Aswaja
Share:

Home Style

Contact Form

Name

Email *

Message *

Ads

Ads

Latest News

Popular Posts