• This is default featured slide 1 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 2 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 3 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 4 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 5 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Sunday, May 31, 2015

Kang Said: Jika Pemahaman Benar, Agama Lahirkan Toleransi

Cirebon – Pasti Aswaja – Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj menilai, konflik yang berkecamuk di beberapa negara merupakan akibat dari sikap intoleran. Radikalisme yang dikembangkan segelentir umat beragama di beberapa negara telah menimbulkan perpecahan dan kekisruhan di antara mereka.

“Padahal jika ajaran agama dipahami dan diamalkan secara benar, tidak akan menimbulkan kebencian terhadap siapapun, justru yang timbul adalah sikap toleran dan solidaritas,” jelasnya saat bertausiah pada haflah akhirissanah Madrasah Al Hikamus Salafiyah (MHS) Pondok Pesantren Babakan Ciwaringin, Cirebon, Jawa Barat, Sabtu (30/5).

Di hadapan ribuan hadirin, Kiai asal Cirebon ini bersyukur peristiwa tersebut relatif tidak ada di Tanah Air. Menurutnya, umat beragama di Indonesia mayoritas bersikap moderat dan hal itu merupakan jasa dari kiprah pesantren. 

“Alhamdulillah kalau di Indonesia, kita punya warisan sistem pendidikan keagamaan yang mampu mencetak generasi muslim yang moderat, menanamkan karakter bangsa yang luhur, serta mengedepankan akhlakul karimah. Sistem pendidikan tersebut adalah pondok pesantren,” lanjut Kang Said, sapaan akrabnya.  

Sementara itu, mudir Madrasah Al Hikamus Salafiyah KH Azka Hammam Syaerozi dalam sambutannya menegaskan bahwa lembaga yang dipimpinnya berorientasi pada pendidikan karakter berbasis pesantren, sehingga mereka diharapkan mampu menjadi figur khoiru ummah (teladan masyarakat), “Madrasah Al Hikamus Salafiyah merupakan lembaga yang memiliki kurikulum independen, mengacu pada pendalaman kitab kuning, mulai dari tingkat ibtida’iyah, tsanawiyah, aliyah dan ma’had aly”.  

Bersama para kiai babakan, Kang Said Aqil juga diberi kehormatan untuk mewisuda siswa MHS dari seluruh tingkatan. Prosesi wisuda ini dipimpin langsung oleh KH Makhtum Hannan, sesepuh pondok Pesantren Babakan Ciwaringin.

Acara puncak haflah akhirussanah yang berlangsung di halaman utama Madrasah Al Hikamus Salafiyah itu, sebelumnya diawali dengan atraksi sepak bola api dan mandi petasan di lapangan bola Desa Babakan, Ciwaringin. Hal ini merupakan tradisi yang sudah berjalan puluhan tahun, dilakukan oleh para siswa kelas I Aliyah Madrasah Al Hkamus Salafiyah. Masyarakat sekitar pun menyambutnya dengan sangat antusias. (bor / nu.or.id)
Share:

Haul ke-50 Sang Syahiedul Kabir

Pamekasan – Pasti Aswaja –Sekitar 6 ribu wali santri, alumni dan simpatisan Pondok Pesantren As-Syahiedul Kabir, Sumber Batu, Blumbungan, Larangan, Pamekasan, hadir memenuhi tenda yang disediakan panitia di halaman utama pesantren tersebut. Acara itu dilaksanakan dalam rangka memperingati haul ke-50 KH. Jufri Marzuqi sekaligus haflatul ikhtibar ke-56 pesantren itu pada Sabtu malam (30/05/15).

KH. Jufri Marzuqi adalah salah satu tokoh NU Pamekasan yang menjadi korban pembunuhan oleh oknum PKI saat perjalanan pulang setelah mengisi pengajian di Sampang, Madura.

"Kiai Jufri adalah salah satu tokoh NU di Pamekasan. Beliau wafat, karena dibunuh oleh PKI dalam perjalanan pulang dari Sampang, setelah beliau mengisi pengajian di Sampang." Kata R. Hamdi Utsman saat dihubungi Pasti Aswaja pada acara itu.

As-Syahiedul Kabir adalah gelar kepada KH. Jufri Marzuqi dari KH. Idham Chalid saat upacara pemakaman yang kemudian dijadikan nama pesantren itu dengan tujuan untuk mengenang jasa-jasa Jufri yang dinilai pantang menyerah dalam memperjuangkan agama dan bangsa.

"Makanya pesantren ini diberi nama As-Syahiedul Kabir. Tujuannya adalah untuk mengenang beliau." Kata mantan aktivis PMII Yogyakarta ini.

Tidak hanya keluarga yang merasa kehilangan dengan berpulangnya Jufri ke Rahmatullah, tapi juga seluruh umat islam di Indonesia. "Pada waktu upacara pemakaman Kiai Jufri, hadir juga ketua umum PBNU pada waktu itu, KH. Idham Chalid, dengan mengendarai helikopter milik TNI AU. Ini menunjukkan bahwa tidak hanya keluarga beliau saja yang merasa kehilangan, seluruh umat Islam yang ada di Indonesia juga kehilangan." Tutur Hamdi yang masih keturunan Jufri Marzuqi.

Acara yang berakhir jam 24:00 itu juga dihadiri kepala Kan. Kemenag Kabupaten Pamekasan, Drs. H. Juhedi, M.Pd.I, dan diisi dengan amaliyah-amaliyah ke-NU-an seperti istighatsah, fatihah untuk KH. Jufri Marzuqi, shalawat barzanji dan ceramah agama oleh pengasuh Pondok Pesantren Darul Arifin, Curah Kalong, Bangsal Sari, Jember, DR. KH. Abdullah Syamsul Arifin, MH.I. (vix / ahn)
Share:

Menyoal Kembali Reposisi Gerakan PMII


Peralihan negara dari otoriterianisme ke demokrasi menuntut organisasi mahasiswa untuk mengkaji ulang gerakannya, tak terkecuali PMII.

Berkaca pada sejarah, sikap PMII pada masa Orde Baru (Orba) yang vis a vis terhadap negara adalah suatu yang niscaya. Keterkungkungan dalam segala hal, baik politik ekonomi dan sosial membuat PMII harus mengambil sikap independen agar tetap survivemengawal negara. Tak heran, di bawah kepemimpinan sahabat Zamroni, PMII menyatakan independen, tidak ada ketergantungan terhadap organisasi manapun.

Seiring berjalannya waktu, tragedi 98 telah membuat suatu sejarah baru di Indonesia. Kebebasan sudah bisa dirasakan oleh setiap warga negara. Semuanya serba terbuka, negara telah hadir dalam bentuk regulasi bukan lagi menghegemoni.

Menyikapi itu, pada perayaan Hari Lahir (Harlah) PMII ke-55 yang diselenggarakan di Masjid Al-Akbar Surabaya, PMII menyatakan sikap reposisi gerakan mahasiswa.[1] Suatu sikap responsif yang patut diapresiasi. Benar memang, itu harus dipahami oleh seluruh kader PMII. Karena hari ini kita berada pada kondisi zaman yang sangat jauh berbeda dengan kondisi PMII zaman dulu.

Reposisi gerakan itu disampaikan langsung ketua PB PMII, Aminudin Ma'ruf di hadapan Presiden Joko Widodo pada perayaan Harlah PMII ke-55 di Surabaya. Menurutnya, aksi jalanan bukanlah suatu yang haram. Namun, gerakan intelektual, kaderisasi internal, kembali ke gerakan keagamaan lebih baik.

Melihat itu, dalam benak penulis langsung timbul beberapa pertanyaan. Pertama, soal gerakan intelektual. Sederhanya, materi-materi yang ada di PMII masih menggunakan materi lama. Tentunya materi itu dibuat dan digunakan untuk hadirnya negara yang represif. Jika benar PMII akan melakukan reposisi gerakan di wilayah gerakan intelektual, mengkaji ulang materi agar sesuai dengan kebutuhan zaman adalah suatu keharusan. Lantas, apakah pihak kaderisasi PB PMII sudah ada langkah untuk itu? Sependek yang penulis ketahui, masih belum ada.

Momentum Harlah seharusnya menjadi ruang yang tepat untuk merefleksikan itu semua. Namun sayang, momen itu sudah terlewatkan. Mengangkat jargon "Mukatamar Pergerakan" ternyata acara yang disuguhkan lebih pada "Seminar Pergerakan." Apa yang dihasilkan dari perayaan akbar tersebut masih dalam ketidakjelasan. Kecuali hingar-bingar kegembiraan dengan sekian hiburan yang disuguhkan.

Yang menarik, kesadaran itu sudah lebih dulu muncul di benak kader lapisan bawah. Beberapa materi yang sudah seharusnya dirumuskan ulang ramai diperbincangkan. Lagi-lagi, yang dihadapi kader-kader PMII level bawah adalah soal legitimasi. Seperti persoalan kembalinya PMII menjadi bagian struktur NU, suara di bawah sudah kencang tapi PB PMII sebagai pimpinan tertinggi masih terlihat diam.[2] Artinya, setingkat Rayon tidak punya hak untuk mengubah materi-materi yang menjadi konsumsi kader PMII. Sedangkan perengkrutan kader baru semakin dekat.

Lantas, masihkah mereka akan disuguhkan materi-materi yang menuntun untuk bersikapvis a vis terhadap negara, sedangkan PMII menyatakan sikap reposisi gerakan. Jika di tahun ajaran baru ini PMII masih belum bisa merumuskan materi-materi yang sesuai kebutuhan zaman. Maka, stagnasi gerakan adalah sebutan yang pantas daripada reposisi gerakan sebagaimana yang disuarakan oleh pimpinan.

Kedua, kaderisasi internal. Hal yang penting diperhatikan dalam kaderisasi internal adalah pemantapan ideologi. Jika sudah bicara pemantapan ideologi, tentunya kita tidak akan lepas dari materi-materi inti di PMII, semisal Aswaja, ke-PMII-an dan NDP (Nilai Dasar Pergerakan). Ketiga materi itu adalah materi kunci untuk memantapkan setiap kader agar memiliki rasa kepemilikan (secara jasmani dan rohani) terhadap PMII. Ketiganya harus benar-benar mengkristal pada diri kader PMII. Dengan demikian, kaderisasi internal sebagai reposisi gerakan tidak bisa diraih jika pemantapan ideologi tidak terlaksanakan. Sudahkah hal ini dirumuskan dan dilakukan?

Ketiga, kembali ke gerakan keagamaan. Jika berbicara gerakan keagamaan, maka internalisasi Aswaja menjadi kebutuhan yang tak terbantahkan. Sependek yang penulis ketahui. Aswaja yang dipakai dalam PMII adalah Aswaja dalam konteks umum. Hal itu bisa dilihat dari nilai empat (Tawasut, Tasamuh, Tawazun dan Ta'adul) yang dikaji dalam PMII. Bukan Aswaja sebagaimana yang diamalkan oleh warga NU (baik yang tertulis atau tidak). Meskipun PMII menganggap, Aswaja yang disuguhkan pada kader adalah Aswaja selayaknya NU. Karena, Aswaja belum tentu Aswaja sebagaimana yang diamalkan NU, tetapi Aswaja yang diamalkan NU sudah pasti Aswaja.

Artinya, PMII harus benar-benar mampu menginternalisasikan Aswaja ala NU. Jika benar-benar mau kembali ke gerakan keagamaan seperti yang termaktub dalam reposisi gerakan. Yang menjadi persoalan adalah, PMII hari ini lebih pada pengetahuan yang berbasis rasionalitas-empiris. Hampir semua argumentasi kader PMII lebih dibanggakan jika syarat akan refresensi rasionalitas-empiris. Atau lebih kita kenal dengan istilah positivistik, pengetahuan menutupi kebenaran.

Dengan demikian, kembali ke gerakan keagamaan harus diiringi dengan revolusi rohani, pembersihan diri. Revolusi rohani itu bisa terjadi jika PMII tidak hanya berpatokan padadalil naqli dan waqi'i semata. Namun, dalil kasyfi menjadi landasan yang patut diperhitungkan.

Jika mengacu pada tradisi yang ada, dalil kasyfi selalu menjadi elemen yang tidak bisa dikesampingkan. Hal itu bisa dibuktikan dengan sekian kejadian yang pernah dialami oleh intelektual Islam Indonesia (Kiai), mungkin menurut pemahaman rasionalitas-empiris hal semacam itu tidak bisa dipercaya. Semisal, kebenaran yang datangnya melalui mimpi. Karena tidak bisa dibuktikan dengan data dan fakta yang tampak oleh mata. Namun, yang semacam itu adalah kebenaran yang sampai saat ini (terutama kalangan pesantren) masih mempercayai kebenarannya. Ya, singkatnya "membaca teks yang tak tertulis" itulah kasyfiyang dimaksud. Sebagai penerus perjuangan para Kiai, PMII sudah suharusnya berani mengakui akan posisi dalil kasyfi.

Tanpa dalil kasyfi mustahil revolusi rohani akan terjadi. Jika revolusi rohani tidak terjadi, kecenderungan pada hubbud dunya lebih mendominasi. Gerakan keagamaan yang dilakukan selalu dikaitkan dengan persoalan materi, bukan menegakkan kalimat Ilahi. Setinggi apapun ilmu yang diraih kader PMII, setinggi apapun pangkat dan jabatannya, namun menolak kebenaran dalil Kasyfi. Ujung-ujungnya akan menjadi penjahat dengan segala bentuknya. Alhasil, gerakan keagamaan tidak akan terealisasi. Karena untuk melakukan kebenaran sesuai kata hati telah tertutupi oleh matinya nyali. Lihatlah, sisi lain dari para Kiai.

Dari sekian pembahasan di atas, tentunya banyak pekerjaan rumah yang harus di kerjakan PMII. Gerakan intelektual, kaderisasi internal, kembali ke gerakan keagamaan bukan hanya menjadi dagangan dalam masa jabatan. Semua itu harus dilakukan dan dibuktikan dengan tindakan. Penulis sendiri sepakat dengan gagasan reposisi gerakan. Namun, jika PB PMII sebagai pimpinan tertinggi lamban seperti menyikapi "Kembalinya PMII ke NU". Reposisi gerakan bukanlah suatu yang niscaya seperti yang disampaikan sahabat Aminudin Ma'ruf, Ketua Umum PB PMII. Tetapi, reposisi gerakan adalah sebuah kata tanpa makna. Seperti yang tertulis rapi dalam berita. Ingat, Reposisi gerakan bukan reposisi perhimpunan. Buktikan, karena ucapan saja bukanlah ciri dari kaum pergerakan.

Habislah sudah masa yang suram
Selesai sudah derita yang lama

*Penulis adalah kader Rayon PMII Ashram Bangsa, Fakultas Syariah dan Hukum UIN Sunan kalijaga Yogyakarta.

[1] Lihat NU Online, PMII Nyatakan Reposisi Ulang Gerakan Mahasiswa, dipubliskasikan (Sabtu, 18/04/2015 18:01)
[2] Lihat NU Online, PB PMII Tunggu Hasil Kajian Tim Kaderisasi PBNU, dipublikasikan (Ahad, 01/02/2015 17:01)
Share:

Saturday, May 30, 2015

Rombonga Grand Syekh Universitas Al-Azhar Lawatan ke PBNU


Jakarta – Pasti Aswaja – Rombongan guru besar universitas Al-Azhar Kairo mengadakan lawatan ke Pengurus Besar Nahdlatul Ulama. Mereka dengan pimpinan rombongan Prof DR Abdul Mun’im Fuad, menyampaikan salam hormat dan dukungan Grand Syekh Al-Azhar yang tidak bisa hadir silaturahmi dengan pengurus NU.

Grand Syekh Al-Azhar melalui utusannya Mun’im Fuad menyatakan bahwa cara pandang keagamaan yang dikembangkan NU sama sekali mirip dengan cara pandang guru-guru Al-Azhar.

“Terima kasih sudah menerima kami. Kami merasa terhormat di tempat mulia ini. Kami sampaikan amanah Grand Syekh untuk NU yang dalam waktu dekat mengadakan Muktamar,” kata Mun’im Fuad mengawali sambutannya dengan bahasa Arab di Gedung PBNU, Jakarta, Rabu (27/5) siang.

Di hadapan pengurus harian Syuriyah dan Tanfidziyah PBNU, Mun’im Fuad menyatakan kekagumannya pada NU. Menurutnya, NU dengan massanya yang besar bahkan mayoritas di Indonesia berani pasang badan melindungi hak-hak dasar warga Indonesia yang memiliki keragaman suku, keyakinan, agama, bahkan paham politik.

Dengan mendukung penuh persatuan NKRI, NU menjadikan perbedaan-perbedaan itu sebagai rahmat.

“Kuncinya satu, karena kami mendukung asas Pancasila. Dengan demikian, segala bentuk perbedaan dan keragaman yang ada di Indonesia, tidak menjadi alasan perpecahan bagi kami. Beda dengan di Timur Tengah. Kami tetap mayoritas di sini, tetapi kami menjadi teladan di tengah keragaman minoritas,” kata Ketum PBNU KH Said Aqil menyambut Mun’im Fuad.

Walhasil, selamat datang di Indonesia. Silakan saksikan sendiri nikmatnya persatuan di Indonesia, tandas Kang Said berbahasa Arab. (bor / nu.or.id)
Share:

PKD PMII UIM Ingin Lahirkan Aktivis Akademis

Sesak: peserta memenuhi ruang forum
Pamekasan – Pasti Aswaja – Aktivis mahasiswa selalu identik dengan demonstrasi, bolos kuliah dan nilai kuliah yang jeblok. Stigma itulah yang hendak ditepis oleh Pengurus Komisariat (PK) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Universitas Islam Madura (UIM) Pamekasan. Tidak heran jika dalam Pelatihan Kader Dasar (PKD) kali ini (30/05/15) panitia memilih tema "PMII Sebagai Edukasi Multi Kultur".

"Tujuan dari tema ini adalah untuk merubah mindset aktivis mahasiswa agar tidak hanya bangga dengan predikatnya sebagai aktivis, tapi juga harus ingat bahwa dirinya adalah mahasiswa." Kata ketua komisariat PMII UIM, Moh. Jufri HM. "Aktivis mahasiswa, khususnya PMII, harus bisa menjadi aktivis yang akademis. Itu yang dimaksud multi kultural dalam tema ini, yaitu kultur aktivis dan kultur akademis." Imbuh Jufri.

Tidak hanya itu saja, kegiatan yang dilaksanakan di LPI Bustanul Mubtadiin Proppo Pamekasan ini diharapkan dapat melahirkan kader yang dapat melanjutkan perjuangan para founding father NU, khususnya PMII.

"kita berharap, melalui kegiatan ini, nantinya dapat melahirkan kader yang bisa melanjutkn titah perjuangn para founding father NU dan PMII." Harap Jufri.

Mnurut Jufri, jika harapannya itu terwujud, maka calon kader yang akan digembleng selama tiga hari ke depan ini akan melimpahkan pemikirannya untuk negara, agama dan masyarakat.

"Jika (PKD) ini sukses, maka akan lahirlah kader harapan yang bisa berjuang demi masa depan bangsa, negara dan agama." Pungkasnya. (zam)
Share:

Ulama NUsantara Kembangkan Islam dengan Ilmu dan Pergulatan Sosial


Jakarta - Pasti Aswaja - Rais Aam PBNU KH A Mustofa Bisri (Gus Mus) menyebut kekhasan pengembangan Islam di Nusantara. Jaringan ulama Aswaja yang memiliki kedalaman ilmu agama dan meleburnya mereka di tengah masyarakat, dengan sendirinya membentuk corak masyarakat Nusantara yang khas pula.

“Keterlibatan ulama di tengah perubahan masyarakat tanpa henti, menjadi ciri khas ulama Nusantara yang bertanggung jawab untuk terus memberikan tawaran pemikiran yang terbaik di zamannya,” kata Gus Mus pada forum yang diinisiasi Jakarta Foreign Correspondents Club (JFCC) di Jakarta, Kamis (28/5).

Pada diskusi bertema Indonesia's Role In Addressing Global Islamist Extremism, Gus Mus yang hadir sebagai narasumber menyebut, konsekuensi dari metode dakwah ulama Nusantara itu berujung pada pembentukan masyarakat muslim yang bergerak dalam bimbingan ulama itu sendiri.

“Dengan kedalaman ilmunya dan pemahaman atas dinamika sosial itu, para ulama mengedepankan kebersamaan, gotong royong, dan persatuan sosial. NKRI yang berlandaskan Pancasila dan UUD 1945, jelas merupakan konsep yang mencerminkan pemahaman Islam Aswaja yang berintikan rahmat terhadap sesama,” kata Gus Mus.

NU sendiri hadir dalam rangka merawat kebersamaan jaringan ulama Aswaja di Nusantara dalam tugasnya membimbing masyarakat. Para pendiri NU dengan kesadarannya akan jaringan ulama Nusantara ini mencoba menajamkan gerakan agar lebih terstruktur untuk memegang prinsip lama dan mengembangkan diri.

Gus Mus kemudian menyebut NU sebagai komunitas epistemik dalam pengertian, “Kelompok ulama sebagai intelektual pemikir yang terus-menerus mengembangkan gagasan-gagasan mengenai Islam Nusantara sebagai sistem nilai dan penerapannya dalam menanggapi masalah-masalah aktual dari waktu ke waktu.”

NU juga membangun struktur kepemimpinan sosial yang efektif dengan ulama dalam posisi tertinggi. Dengan supremasinya di tengah masyarakat, ulama NU membimbing basis massanya yang luas dalam mengamalkan ajaran Islam Nusantara dalam praktik nyata hidup keseharian. (fiq / nu.or.id)
Share:

Menyambut Malam Nisyfu Sya’ban

Oleh: H. Taufik Hasyim
Abstrak
Hampir tiap manusia tidak ada yang menghiraukan bulan Sya'ban, karena posisinya yang berada di antara dua bulan istimewa, yaitu bulan Rojab (sebagai bulan terjadinya peristiwa Isro' Mi'roj) dan bulan Romadhon yang utama. Padahal jika diperhatikan banyak sekali riwayat dari Nabi dan sahabat serta dari para ulama yang menunjukkan tentang betapa mulianya bulan Sya'ban yang sedang kita jalani.

Istimewanya Bulan Sya’ban
Bulan Sya’ban adalah salah satu bulan yang istimewa bagi umat islam, sebab di dalamnya terdapat (paling tidak) tiga peristiwa besar yang menjadikan bulan Sya’ban patut disambut kedatangannya lebih-lebih di separoh akhir seperti saat-saat ini.

Pertama:  Di bulan Sya’ban terjadi perpindahan arah qiblat dari Baitul Maqdis di Palestina berpindah ke Ka’bah di Makkah al-Mukarromah, seperti diketahui dalam kitab tarikh, bahwa umat islam diperintahkan oleh Allah melakukan sholat lima waktu menghadap ke Baital Maqdis di Palestina selama kurang lebih 17 bulan 3 Hari, yang kemudian pada hari Selasa di pertengahan bulan Sya’ban Allah memerintah pada Nabi SAW. dan kaum muslimin untuk berpindah qiblat ke Ka’bah di Makkah al-Mukarromah (Jami’ Ahkamil Qur’an, Imam Qurtubi. Juz 2, hlm. 150), (yang awalnya menghadap ke utara, karena Palestina berada di utara Madinah, berubah menghadap ke selatan, karena Makkah berada di selatan Madinah), yang menurut sebagian riwayat, Nabi sedang melakukan shalat dzuhur, kemudia ketika dua rakaat, turunlah ayat perintah berubah qiblat (al-Baqarah: 144), maka seketika itu pula nabi berpindah qiblat. Yang kemudian tempat shalat ini dibangun masjid di sebut masjid qiblatain/dua qiblat, dan hingga saat ini masih ada.

Kedua: peristiwa kedua yang menjadikan Sya’ban istimewa ialah karena di bulan Sya’ban turun ayat yang menerangkan tentang sholawat dan salam untuk nabi SAW, yang artinya: “sesungguhnya Allah dan para malaikat bersholawat pada Nabi Muhammad Saw. Wahai orang-orang yang beriman,  baca sholawatlah kalian dan ucapkanlah penghormatan padanya” (al-Ahzab: 56). Ayat ini begitu sempurna sebagai tanda cinta Allah SWT, pada Nabi-Nya, yaitu Muhammad SAW., bahkan melalui ayat ini Allah perintahkan pada seluruh hamba-Nya untuk senantiasa bersholawat pada Nabi Muhammad SAW. Maka tak heran jika para ulama memberi nama bulan Sya’ban sebagai bulan sholawat.

Ketiga: yang membuat bulan Sya’ban istimewa adalah diangkatnya buku catatan amal manusia dalam satu tahun. Dalam kitab al-Targhib wa al-Tahdzib, karangan Imam al-Hafidh al-Mundziri, bahwa Rasul  SAW. bersabda: “Sya’ban adalah bulan yang manusia banyak lupa (tidak menghiraukan), karena letaknya ada diantara Rojab dan Romadlan, Sya’ban adalah bulan yang diangkat/dihadapkan  amal manusia kepada Allah rabbul alamin, dan saya senang jika amalku di angkat dan aku sedang berpuasa.” (al-Mundziri berkata : HR al-Nasa’I) dan hal itu terjadi pada malam 15 Sya’ban atau yang dikenal dengan malam nisyfu Sya’ban.

Dalam hadis di atas, jelas bahwa bulan Sya’ban adalah bulan dimana amal-amal manusia akan diangkat untuk disampaikan pada Allah SWT,  hingga Nabi banyak melakukan puasa sunnah agar supaya jika buku amal beliau diangkat untuk disampaikan pada Allah SWT. beliau dalam keadaan berpuasa. Dalam riwayat Ibnu Khuzaimah juga disebutkan, bahwa amal manusia diangkat oleh malaikat tidak hanya pada bulan Sya’ban, melainkan tiap hari yaitu pada waktu pagi dan sore. Ada juga riwayat dari Imam Tirmidzi dengan derajat hadis Hasan Gharib, dari Abu Hurairah dari Rasulullah SAW bersabda:” amal-amal manusia dihadapkan (pada Allah SWT) pada hari senin dan kamis, maka aku senang jika amalku dihadapkan pada Allah SWT. sedang aku dalam keadaan berbuasa” (HR Tirmidzi).

Dari beberapa riwayat diatas, dapat disimpulkan bahwa amal perbuatan manusia  akan dihadapkan pada allah SWT. tiap hari (pagi sore), tiap minggu (senin dan kamis) dan tiap setahun sekali yaitu malam nisyfu Sya’ban.

Malam Nisyfu Sya’ban
Dalam kitab Madza Fi Sya’ban, Sayyid Muhammad bin Alawi al-Maliki. Ra. Menjelaskan bahwa malam nisyfu Sya’ban adalah malam yang agung, penuh barokah dan kemuliaan, dimana pada malam itu Allah menampakkan umumnya pengampunan, tersebarnya rahmat dan memberi ampunan bagi orang-orang yang memohon ampun, me-rahmati orang-orang yang memohon rahmat, mengabulkan doa para peminta, menghilangkan kesusahan orang-orang yang susah, membebaskan umat dari api nekara dan Allah menulis rizqi dan amal manusia.

Dari sahabat Mu’adz Bin jabal, dari Rasul SAW, beliau bersabda: “ Allah menampakkan (ampunan) pada mahluk-Nya pada malam nisyfu Sya’ban,  dan allah mengampuni makhluk-Nya kecuali orang musyrik dan masyahin (munafiq/fasiq).” (HR Thabrani). Karena begitu mulianya malam nisyfu Sya’ban, para ulama memberikan beberapa nama baginya, yaitu: satu, malam keberkahan, karena malam itu penuh berkah bagi umat yang mengihupkan malam itu dengan sholat, baca al-Qur’an, tasbih, tahmid dan tahlil. Kedua, malam pembagian, karena malam itu Allah membagi rizqi, amal, nasib seorang hamba dalam masa satu tahun, oleh karenanya, ulama sepakat tentang sunnahnya membaca surat Yasin tiga kali dengan niat: pada Yasin pertama agar supaya dipanjangkan umur yang barokah, umur untuk taat pada Allah SWT., sedang Yasin kedua agar supaya selamat dari cobaan, ujian, musibah dan diperbanyak rizqi yang berkah, dan Yasin ketiga memohon agar bisa menjadi orang yang Husnul Khotimah bisa meninggal dalam keadaan Iman dan Islam.  Nama Ketiga bagi nishfu Sya’ban adalah malam penghapus dosa, dimana menurut Imam Taqiyuddin al-Subki, nama ini diberikan karena pada malam itu Allah akan menghapus dosa setiap hamba yang memohon ampunan. Keempat,  malam ijabah, yaitu malam dikabulkannya doa-doa yang dipanjatkan oleh para manusia yang sungguh-sungguh dg penuh khusyu’ dan khudlur. Kelima:  malam syafaat, dimana syafaat/pertolongan oleh nabi Muhammad SAW. akan diberikan pada umatnya yang banyak membaca sholawat dan salam, sebab bulan Sya’ban adalah bulan turunnya ayat perintah Allah untuk baca sholawat dan salam pada nabi Muhammad SAW., maka ‘tak heran jika Sya’ban juga disebut bulannya Nabi SAW. Dan masih banyak lagi nama-nama bulan Sya’ban.

Keutamaan malam nisyfu Sya’ban
Dalam kitab Kanzun Najah Wa Surur dijelaskan bahwa malam termulia kedua setelah Lailatul Qadar adalah malam nisyfu Sya’ban. Dari Ibnu Umar bahwa ada lima malam yang jika berdoa, tidak akan ditolak dan akan dikabulkan, yaitu: malam Jum’at, malam pertama bulan Rojab, malam nisyfu Sya’ban,  malam Lailatul Qadr dan malam kedua hari raya.

Imam syafi’ie berkata: “telah datang kabar kepadaku, bahwa sesungguhnya do’a akan dikabulkan pada lima malam, yaitu: malam Jum’at, malam kedua hari raya, malam pertama bulan Rojab dan malam nisyfu Sya’ban.” Dalam riwayat lain diceritakan bahwa Khalifah Umar bin Abd aziz, (seorang khalifah dari dinasti Bani Umayyah)mengirim surat kepada para pegawainya di Bashrah, “jagalah empat malam sebagai bagian dari sunnah, sesungguhnya Allah menumpahkan rahmat pada malam-malam itu: yaitu malam pertama bulan Rojab, malam nisyfu Sya’ban, malam idul fitri dan malam idul adlha.”

Semoga catatan kecil ini, melalui bulan Sya’ban dan malam nisyfu Sya’ban bisa menambah kualitas taqwa pada Allah SWT. Akhirnya semoga kita lulus di bulan Sya’ban dengan keberkahan untuk menuju Ramadlan yang mulia.

Wallahu a’alam bishowab...
Share:

Friday, May 29, 2015

Demokrasi Dalam Kacamata Aswaja An-Nahdliyah



Tulisan ini terinspirasi dari sebuah spanduk bentang HTI (Hizbut Tahrir Indonesia) di Jl. Kabupaten No. 103 Pamekasan yang tanpa sengaja dilihat penulis. Tidak jelas apa isi keseluruhan spanduk itu, tapi ada satu kalimat dengan ukuran font sangat besar (dibanding kalimat yang lain) pada spanduk itu yang sangat menarik perhatian penulis. Kalimat itu adalah "Bersama Rakyat Tegakkan Khilafah". Kurang lebih begitu.

Pengertian dan Definisi Demokrasi
Demokrasi adalah bentuk pemerintahan yang semua warga negaranya memiliki hak setara dalam pengambilan keputusan yang dapat mengubah hidup mereka. Demokrasi mengizinkan warga negara berpartisipasi—baik secara langsung atau melalui perwakilan—dalam perumusan, pengembangan, dan pembuatan hukum. Demokrasi mencakup kondisi sosial, ekonomi, dan budaya yang memungkinkan adanya praktik kebebasan politik secara bebas dan setara.

Kata ini berasal dari bahasa Yunani dēmokratía (kekuasaan rakyat), yang terbentuk dari: dêmos (rakyat) dan kratos (kekuatan atau kekuasaan) pada abad ke-5 SM untuk menyebut sistem politik negara-kota Yunani, salah satunya Athena; kata ini merupakan antonim dari aristocratie (kekuasaan elit). Secara teoretis, kedua definisi tersebut saling bertentangan, namun kenyataannya sudah tidak jelas lagi. Sistem politik Athena Klasik, misalnya, memberikan kewarganegaraan demokratis kepada pria elit yang bebas dan tidak menyertakan budak dan wanita dalam partisipasi politik. Di semua pemerintahan demokrasi sepanjang sejarah kuno dan modern, kewarganegaraan demokratis tetap ditempati kaum elit sampai semua penduduk dewasa di sebagian besar negara demokrasi modern benar-benar bebas setelah perjuangan gerakan hak suara pada abad ke-19 dan 20. Kata demokrasi (democracy) sendiri sudah ada sejak abad ke-16 dan berasal dari bahasa Perancis Pertengahan dan Latin Pertengahan lama.

Definisi Demokrasi Menurut Para Ahli

Aristoteles
Demokrasi adalah suatu kebebasan, yang artinya kebebasan setiap warga negara dapat berbagi kekuasan, Aristoteles mengutarakan bahwa setiap warga negara itu setara dalam jumlah, yaitu satu individu, dalam demokrasi tidak ada penilaian terhadap tingginya nilai individu tersebut, setiap warga negara sama.

Abraham Lincoln
Demokrasi adalah sistem pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat.

Sidney Hook
Demokrasi adalah bentuk pemerintahan dimana keputusan penting dalam suatu pemerintah yang baik secara langsung maupun tidak langsung didasarkan oleh kepentingan mayoritas dengan berdasarkan hak yang diberikan kepada rakyat biasa.

Samuel Huntington
Demokrasi ada jika setiap pemegang kekuasaan dalam suatu negara dipilih secara umum, adil, dan jujur, para peserta boleh bersaing secara bersih, dan semua masyarakat memiliki hak setara dalam pemilihan.

Berbeda dengan tokoh-tokoh di atas, KH. Wahab Hasbullah dalam buku Biografi Wahab Hasbullah karangan Saifudin Zuhri, disebutkan sebagai berikut:
“Kami bertiga, Kiai Wahab, Pak Idham, dan Saifuddin Zuhri sama-sama duduk dalam dewan pertimbangan agung mewakili NU. Berbulan-bulan dewasa ini membicarakan “sosialisme Indonesia”, “Landreform”, “Pancasila” dan lain-lain. Ada dua aspek yang selalu diperhatikan oleh NU dalam pembahasan tersebut. Sosialisme Indonesia menurut NU haruslah sosialisme ala Indonesia dan bukanlah sosialisme ala komunisme, baik Moskow atau Peking. Sosialisme Indonesia tak lain dan tak bukan adalah dibentengi ideology Negara ualah Pancasila dan UUD Negara yang menjamin setiap penduduk menjalankan keyakinan agamanya. Sementara itu, tentang landasan “landreform”, pada dasarnya NU dapat menyetujuinya selama gerakan ini tidak mengandung maksud melenyapkan hak milik pribadi dan negara. Menurut ajaran Islam, tiap-tiap hak milik harus dilindungi dan dipertahankan, namun juga diwajibkan menegakkan keadilan.” (Zuhri, 1983:72-73).

Bagi Wahab Hasbullah, nilai dasar demokrasi adalah memanusiakan manusia dan mengaturnya agar pola hubungan antar-manusia itu dapat saling menghormati perbedaan dan mampu bekerjasama sehingga menciptakan kesejahteraan bersama.

Demokrasi Di Indonesia.
Ketika sebagian umat Islam mempertanyakan eksistensi Pancasila, lewat Muktamar NU ke-27, 8-12 Desember 1984, di Situbondo. NU mengukuhkan keputusan Munas Alim Ulama NU 1983 yang menerima Pancasila sebagai satu-satunya asas bernegara. Keputusan ini mendahului kehadiran UU Nomor 8 tahun 1985 yang mengatur organisasi kemasyarakatan di negeri ini.

Pancasila merupakan sumber hukum dan falsafah kehidupan berbangsa dan bernegara (termasuk sistem negara), yang kemudian mendorong lahirnya Dekrit Presiden Soekarno 5 Juli 1959 dan Tap MPRS No. VIII/MPRS/1959 menetapkan bahwa bentuk demokrasi yang dianut Indonesia adalah Demokrasi Terpimpin. Paham demokrasi ini berdasarkan paham kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan (Pancasila sila 4). Paham ini berintikan musyawarah untuk mufakat secara gotong royong antara semua kekuatan nasional yang revolusioner dengan prinsip-prinsip tertentu. Demokrasi ini juga biasa disebut Demokrasi Pancasila.

Prinsip dalam demokrasi Pancasila sedikit berbeda dengan prinsip demokrasi secara universal. Ciri demokrasi Pancasila:
  • pemerintah dijalankan berdasarkan konstitusi
  • adanya pemilu secara berkesinambungan
  • adanya peran-peran kelompok kepentingan
  • adanya penghargaan atas HAM serta perlindungan hak minoritas.
  • demokrasi Pancasila merupakan kompetisi berbagai ide dan cara untuk menyelesaikan masalah.
  • Ide-ide yang paling baik akan diterima, bukan berdasarkan suara terbanyak.

Demokrasi terpimpin, juga disebut demokrasi terkelola, adalah istilah untuk sebuah pemerintahan demokrasi dengan peningkatan otokrasi. Pemerintahan negara dilegitimasi oleh pemilihan umum yang walaupun bebas dan adil, digunakan oleh pemerintah untuk melanjutkan kebijakan dan tujuan yang sama. Atau, dengan kata lain, pemerintah telah belajar untuk mengendalikan pemilihan umum sehingga pemilih dapat melaksanakan semua hak-hak mereka tanpa benar-benar mengubah kebijakan publik. Walaupun mengikuti prinsip-prinsip dasar demokrasi, dapat timbul penyimpangan kecil terhadap otoritarianisme. Dalam demokrasi terpimpin, pemilih dicegah untuk memiliki dampak yang signifikan terhadap kebijakan yang dijalankan oleh negara melalui pengefektifan teknik kinerja humas yang berkelanjutan.

Istilah ini digunakan sebagai referensi untuk periode politik tertentu di Indonesia. Akhir-akhir ini istilah ini juga banyak digunakan dalam Rusia, di mana ia diperkenalkan ke dalam praktek umum oleh pemikir dari anggota Kremlin, khususnya Gleb Pavlovsky.

Prinsip-Prinsip Aswaja Dalam Bidang Sosial Politik
Dalam pandangan Aswaja, ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi oleh suatu negara. Persyaratan itu adalah:

1. Prinsip Syura (Musyawarah)

Prinsip ini didasarkan pada firman Allah QS asy-Syura 42: 36-39:

فَمَا أُوتِيتُم مِّن شَيْءٍ فَمَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَمَا عِندَ اللَّهِ خَيْرٌ وَأَبْقَى لِلَّذِينَ آمَنُوا وَعَلَى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ. وَالَّذِينَ يَجْتَنِبُونَ كَبَائِرَ الْإِثْمِ وَالْفَوَاحِشَ وَإِذَا مَا غَضِبُوا هُمْ يَغْفِرُونَ. وَالَّذِينَ اسْتَجَابُوا لِرَبِّهِمْ وَأَقَامُوا الصَّلَاةَ وَأَمْرُهُمْ شُورَى بَيْنَهُمْ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنفِقُونَ. وَالَّذِينَ إِذَا أَصَابَهُمُ الْبَغْيُ هُمْ يَنتَصِرُونَ  

"Maka sesuatu apapun yang diberikan kepadamu, itu adalah kenikmatan hidup di dunia, dan yang ada pada sisi Allah lebih baik dan lebih kekal bagi orang-orang yang beriman, dan hanya kepada Tuhan mereka, mereka bertawakkal. Dan (bagi) orang-orang yang menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan-perbuatan keji, dan apabila mereka marah, mereka memberi maaf. Dan (bagi) orang-orang yang menerima (mematuhi) seruan Tuhannya dan mendirikan shalat, sedang urusan mereka (diputuskan) dengan musyawarah antara mereka; dan mereka menafkahkan sebagian dari rizki yang kami berikan kepada mereka. Dan (bagi) orang-orang yang apabila mereka diperlakukan dengan lalim mereka membela diri."

Menurut ayat di atas, syura merupakan ajaran yang setara dengan iman kepada Allah (iman billah), tawakal, menghindari dosa-dosa besar (ijtinabul kaba'ir), memberi ma'af setelah marah, memenuhi titah ilahi, mendirikan shalat, memberikan sedekah, dan lain sebagainya. Seakan­-akan musyawarah merupakan suatu bagian integral dan hakekat Iman dan Islam.

2. Al-'Adl (Keadilan)

Menegakkan keadilan merupakan suatu keharusan dalam Islam terutama bagi penguasa (wulat) dan para pemimpin pemerintahan (hukkam) terhadap rakyat dan umat yang dipimpin. Hal ini didasarkan kepada QS An-Nisa' 4:58

إِنَّ اللّهَ يَأْمُرُكُمْ أَن تُؤدُّواْ الأَمَانَاتِ إِلَى أَهْلِهَا وَإِذَا حَكَمْتُم بَيْنَ النَّاسِ أَن تَحْكُمُواْ بِالْعَدْلِ إِنَّ اللّهَ نِعِمَّا يَعِظُكُم بِهِ إِنَّ اللّهَ كَانَ سَمِيعاً بَصِيراً   

Sesungguhnya Allah meyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanyaa dan menyuruh kamu apabila menetapkan hukum diantara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah maha mendengar lagi maha melihat.

3. Al-Hurriyyah (Kebebasan)

Kebebasan dimaksudkan sebagai suatu jaminan bagi rakyat (umat) agar dapat melakukan hak-hak mereka. Hak­hak tersebut dalam syari'at dikemas dalam al-Ushul al­Khams (lima prinsip pokok) yang menjadi kebutuhan primer (dharuri) bagi setiap insan. Kelima prinsip tersebut adalah:

a) Hifzhun Nafs, yaitu jaminan atas jiwa (kehidupan) yang dimiliki warga negara (rakyat).
b) Hifzhud Din, yaitu jaminan kepada warga negara untuk memeluk agama sesuai dengan keyakinannya.
c) Hifzhul Mal, yaitu jaminan terhadap keselamatan harta benda yang dirniliki oleh warga negara.
d) Hifzhun Nasl, yaitu jaminan terhadap asal-usul, identitas, garis keturunan setiap warga negara.
e) Hifzhul 'lrdh, yaitu jaminan terhadap harga diri, kehormatan, profesi, pekerjaan ataupun kedudukan setiap warga negara.
Kelima prinsip di atas beserta uraian derivatifnya dalam era sekarang ini lebih menyerupai Hak Asasi Manusia (HAM).

4. Al-Musawah (Kesetaraan Derajat)

Semua warga negara haruslah mendapat perlakuan yang sama. Semua warga negara memiliki kewajiban dan hak yang sama pula. Sistem kasta atau pemihakan terhadap golongan, ras, jenis kelamin atau pemeluk agama tetlentu tidaklah dibenarkan.

Berkaitan dengan prinsip-prinsip Aswaja di atas, Prof. DR. KH. Said Agil Siraj, MA, dalam artikelnya yang berjudul Doktrin Aswaja Di Bidang Sosial dan Politik, menyatakan bahwa Aswaja tidak memiliki patokan yang baku tentang negara. Suatu negara diberi kebebasan menentukan bentuk pemerintahannya, bisa demokrasi, kerajaan, teokrasi ataupun bentuk yang lainnya. Aswaja hanya memberikan kriteria (syarat-syarat) yang harus dipenuhi oleh suatu negara. Sepanjang persyaratan tegaknya negara tersebut terpenuhi, maka negara tersebut bisa diterima sebagai pemerintahan yang sah dengan tidak mempedulikan bentuk negara tersebut. Sebaliknya, meskipun suatu negara memakai bendera Islam, tetapi di dalamnya terjadi banyak penyimpangan dan penyelewengan serta menginjak-injak sistem pemerintahan yang berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan, maka praktik semacam itu tidaklah dibenarkan dalam Aswaja.

"Umat Islam harus mengakui, bahwa istilah "demokrasi" tidak pemah dijumpai dalam bahasa Al-Qur’an maupun wacana hukum Islam klasik. Istilah tersebut diadopsi dari para negarawan di Eropa. Namun, harus diakui bahwa nilai-­nilai yang terkandung di dalamnya banyak menyerupai prinsip-prinsip yang harus ditegakkan dalam berbangsa dan bernegara menurut Aswaja." Demikian pernyataan Kang Said.

Hasil Keputusan Bahtsul Masail NU pada Muktamar NU ke-11 di Banjarmasin, tahun 1355 H atau 1936 M, Kerajaan Hindia Belanda (sebutan untuk Indonesia tempo dulu) adalah negara Islam

Berikut kutipannya:

"Pertanyaan :
Apakah nama negara kita menurut syara’ agama Islam?
Jawaban :
Sesungguhnya negara kita Indonesia dinamakan “negara Islam” karena telah pernah dikuasai sepenuhnya oleh orang Islam. Walaupun pernah direbut oleh penjajah kafir, tetapi nama negara islam tetap selamanya.
Keterangan diambil dari kitab Bughyatul Mustarsyidin karangan Sayed Abdurrahman bin Muhammad bin Husein bin Umar atau dikenal dengan Syeikh Ba’lawi, pada bab Hudnah wal Imamah, redaksinya begini:
مسألة : كل محل قدر مسلم ساكن به في زمن من الأزمان يصير دار إسلام تجري عليه أحكامه في ذالك الزمان ومابعده وإن انقطع امتناع المسلمين باستيلاء الكفار عليهم ومنعهم من دخوله وإخراجهم منه وحينئذ فتسميته دار حرب صورة لاحكما فعلم أن أرض بتاوي وغالب أرض جاوة دار إسلام لاستيلاء المسلمين عليها قبل الكفار
'Semua tempat dimana muslim mampu untuk menempatinya pada suatu masa tertentu, maka ia menjadi daerah Islam yang ditandai berlakunya syariat Islam pada masa itu. Sedangkan pada masa sesudahnya walaupun kekuasaan umat Islam telah terputus oleh penguasaan orang-orang kafir terhadap mereka, dan larangan mereka untuk memasukinya kembali atau pengusiran terhadap mereka, maka dalam kondisi semacam ini, penamaannya dengan 'daerah perang' hanya merupakan bentuk FORMALNYA dan TIDAK HUKUMMNYA. Dengan demikian diketahui bahwa tanah Betawi dan bahkan sebagian besar Tanah Jawa adalah 'Daerah Islam' (darul Islam) karena umat Islam pernah menguasainya sebelum penguasaan orang-orang kafir."

Dengan demikian, Aswaja An-Nahdliyah tidak pernah mempersoalkan sistem suatu negara, baik demokrasi maupun khilafah. Selama negara itu menjunjung tinggi hak-hak warganya, maka negara tersebut layak disebut negara Islam.

*warga Pamekasan yang sekarang sedang belajar menjadi NU.
Share:

Thursday, May 28, 2015

PCNU Pamekasan Siap Tampung dan Sekolahkan Anak-Anak Pengungsi Rohingya


PAMEKASAN - Pasti Aswaja - Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur menyatakan kesiapannya untuk menampung pengungsi pengungsi Rohingya yang saat ini berada di Aceh.

"Kami siap menampung para pengungsi, utamanya anak-anak etnis Rohingya yang masih usia sekolah. Pendidikan dan biaya hidupnya juga akan kami tanggung," kata Ketua PCNU Pamekasan, Abdul Ghoffar Muzakki, Kamis (28/5/2015).

Ia menambahkan, mereka memiliki hak untuk mendapatkan kehidupan yang layak, terutama terkait pendidikan bagi anak-anak pengungsi Rohingya.

"Beberapa pesantren di Pamekasan juga sudah menyatakan kesiapannya menampung mereka," tutur Abdul.

Pengasuh Pondok Pesantren Riyadus Solihin tersebut mengatakan, pihaknya akan mengumpulkan para kiai untuk membahas pendistribusian pengungsi Rohingya ke sejumlah pesantren.

"Setelah beberapa pesantren menyatakan siap, nanti akan kami sesuaikan dengan kemampuan masing-masing kiai di pesantrennya. Ini untuk menampung anak-anak pengungsi," tutur Abdul. Dirinya optimis semua kiai di Madura akan senang menerima dan menampung pengungsi muslim Rohingya. (fiq / okezone.com)
Share:

Wednesday, May 27, 2015

HIMASAL Gelar Munas Ke-3


Kediri –Pasti Aswaja – Himpunan Alumni Santri Lirboyo (HIMASAL) menggelar Musyawarah Nasional (MUNAS) yang ke-3. Kegiatan yang dilaksanakan di Pondok Pesantren Lirboyo ini dimulai sejak Senin (25/05) sampai Selasa (26/05) itu dibuka oleh Plt. Rais Syuriah PB NU, KH. Musthofa Bisri.

Saat memberikan sambutan pada acara itu, Gus Mus, sapaan akrab Musthofa Bisri menyampaikan bahwa kiai dan pesantren mempunyai peran dalam menciptakan stabilitas negara.

"Indonesia ini bisa aman dan tenteram, karena ada pesantren dan NU. Karena pesantren itu ada kiai, dan kiai adalah orang yang melihat umat dengan kaca mata rahmat. Bukan sebaliknya." Kata pengasuh pesantren Raudlatut Thalibin, Rembang ini.

Sedangkan ketua umum HIMASAL, KH. Abdul aziz Manshur, saat memberikan sambutan menyampaikan bahwa HIMASAL adalah wadah bagi alumni pesantren yang berumur 105 tahun ini, "organisasi ini adalah wadah bagi para alumni Lirboyo." Katanya. "Dengan maksud selain sebagai media silaturrahmi,  juga agar para alumni tetap bisa mengamalkn ilmunya ketika pulang ke rumahnya masing-masing." Imbuh Abdul Aziz.

Dalam Munas ke-3 HIMASAL kali ini, dibagi menjadi empat komisi, yaitu: komisi organisasi, komisi program, komisi rekomendasi/taushiyah dan komisi bahsul masa'il.

Kegiatan yang dihadiri Menteri Agama, Drs. Luqman Hakim Saifuddin, dan 90 ribu orang perwakilan cabang HIMASAL dari seluruh pelosok NUsantata ini juga dimeriahkan dengan pasar rakyat yang digelar sejak tanggal 18 Mei yang lalu. Tidak hanya Menag, kegiatan ini juga dihadiri oleh Menteri Desa dan Percepatan Daerah Tertinggal, Hanif Dahkiri dan ketua umum PB NU yang juga alumni pesantren yang didirikan oleh Alm. KH. Abdul Karim, Prof. Dr. KH. Said Agil Siraj, MA.

Untuk diketahui, pesantren yang berdiri sejak tahun 1910 ini sekarang sudah memiliki ±15 ribu santri.(vix / ahn)
Share:

PMII Pamekasan Galang Dana Untuk Pengungsi Rohingya


Pamekasan – Pasti Aswaja –Sebagai bentuk kepedulian kepada pengungsi Rohingya, Pengurus Cabang (PC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Pamekasan menggalang dana di areal Monumen Arek Lancor untuk korban pelanggaran HAM itu, yang sekarang ada di Aceh (27/05/15).

Menurut penuturan ketua umum PC. PMII Pamekasan, Moh. Imron, selain untuk meringankan beban para pengungsi, jua sebagai bentuk kepedulian kepada sesama manusia. Tidak hanya itu saja, kegiatan  yang akan digelar selama satu minggu itu juga bertujuan untuk menunjukkan kepada dunia bahwa PMII juga peduli terhadap tragedi kemanusiaan yang menimpa etnis muslim Rohingya.

"Kegiatan ini tidak hanya sebagai bentuk kepedulian kita terhadap sesama, tapi juga untuk meringankan beban, meskipun tidak sepenuhnya. Kami juga ingin menunjukkan kepada dunia bahwa PMII juga peduli terhadap etnis muslim Rohingya yang menjadi korban pelanggaran HAM." Tutur Imron.

"Kita juga ingin memberikan motifasi kepada para muslim Rohingya dan untuk menunjukkan bahwa Indonesia ini sangat peduli dengan permasalahan-permasalahan kemanusiaan." Imbuh Ron, sapaan akrab Moh. Imron.

Menurut Ron, hasil dari penggalangan dana ini akan disampaikan langsung kepada para pengungsi Rohingya di Aceh.

PC. PMII Pamekasan juga mendesak kepada pemerintah untuk mengambil tindakan tegas terkait permasalahan kemanusiaan ini.

"Yang terakhir, kami meminta kepada pemerintah untuk mengambil tindakan tegas terkait masalah kemanusiaan ini. Kalau perlu, pemerintah RI menarik Duta Besar RI yang ada di negara yang tidak menjunjung tinggi HAM itu." Pungkas Ron. (ahn / fiq).
Share:

20 Situs Islam Aswaja Terbaik


Jakarta - Pasti Aswaja - Sebagai wujud nyata penyebaran dakwah Islam atau syi'ar Islam di dunia internet, Islam Institute merekomendasikan beberapa situs atau website Islam terbaik dan terpercaya sebagai rujukan Umat Islam. Kesemua Website / situs web yang disebutkan di bawah ini berhaluan Ahlussunnah wal Jamaah.
Akhir-akhir ini bermunculan banyak sekali website dan blog berlabel Islam yang memenuhi jagad internet di Indonesia. Situs Website tersebut terbagi kedalam beberapa jenis; download file, radio online, tv online, portal berita, kajian islami, dan sebagainya. Di antara situs tersebut ada yang berhaluan Ahlussunnah wal Jamaah ( Aswaja ), Syiah, Wahhabi, Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), Teroris dan sebagainya.
Untuk meminimalkan kebingungan Umat Islam dalam mengaksesinternet terkait banyaknya situs Islam mana yang layak dijadikan rujukan dan bisa dipercaya, maka kami memilihkan dan merekomendasikan beberapa situs Islam berbahasa Indonesia terbaik dengan pertimbangan tertentu.
Jamaah terbesar yang menyajikan berita dan beragam artikel dalam 3 bahasa yaitu bahasa Indonesia, bahasa Inggris dan bahasa Arab.
1. NU Online | www.nu.or.id
Berbagai rubrik tersedia di NU Online, diantaranya Warta internasional, warta Daerah, warta Nasional, Fragmen, Seni Budaya, Halaqah, Kolom, Pesantren, Tokoh, Buku dan Humor (ciri khas masyarakat). Sajian artikel yang berkaitan langsung dengan keislaman tertuang dalam rubrik Bahtsul Masail (mengupas permasalahan secara aktual dan sarana konsultasi umat Islam), Hikmah, Syari'ah, Ubudiyah, Taushiyah, Khutbah dan Buletin Jum'at.
2. Moslem For All | www.moslemforall.com
MFA merupakan portal berita dengan beragam kategori yang disajikan, mulai dari berita nasional, internasional, politik, ekonomi, sosial budaya, kriminal, hukum, peristiwa, tokoh, psikologi, olahraga, teknologi, health, seni, keagamaan dan lainnya. Portal berita ini mengusung slogan Syi'ar Rahmatan lil-Alamin.
3. Muslimedia News | www.muslimedianews.com
MMN merupakan situs atau media Islam online yang bergerak dalam bidang pemberitaan, syi'ar Islam, dakwah dan kajian Islam (Islamic Studies) dengan mengedepankan sikap moderat (tawasuth).
4. UmmatiPress | www.ummatipress.com
Situs ini merupakan website yang konsen dalam menyajikan informasi atau berita Islam dalam skala nasional maupun internasional, serta menyajikan artikel-artikel keislaman.
5. Ngaji Yuk | www.Elhodaa.net
Dengan mengusung slogan "Ngajik Yuk", situs Elhodaa berupaya mengajak dan memotivasi umat Islam mengaji (belajar Islam) dengan benar. Ngaji Yuk menyajikan informasi keislaman, rekaman mp3 dan video kajian Islam yang dapat dengan mudah di download oleh umat Islam.
6. Sarkub / Thariqat Sarkubiyah | www.sarkub.com
Situs yang diluncurkan 16 oktober 2011 sangat disegani oleh wahhabi. Mereka tidak segan mendatangi pihak Wahhabi yang berupaya merongrong Ahlussunnah wal Jama'ah. Selain menyajikan tulisan yang bersifat berita, Sarkub Online juga menyajikan konten Islami yang bisa didownload, kajian kitab, dan sebagainya. Jaringan Sarkub juga sangat luas.
7. Pustaka Ilmu Sunni Salafiyah-KTB | www.piss-ktb.com
PISS-KTB kepanjangannya adalah Pustaka Ilmu Sunni Salafiyah - Kenapa Takut Bid'ah?. Adalah situs Islam Ahlussunnah wal Jamaah yang konsen pada kajian kitab pesantren dan konsultasi umat Islam dengan referensi yang luas, dikelola oleh santri yang memang berkecipung dalam kajian kitab.
8. Cyber Dakwah Online | www.cyberdakwah.com
Cyber Dakwah merupakan situs dakwah Islam yang menyajikan konten berita, kajian keislaman, muslimah, remaja dan lain-lain. Situs ini digawangi oleh tim IT dari Pondok Pesantren Salafiyah Syafi'iyah Sukorejo Situbondo Jawa Timur.
9. Buya Yahya atau Al Bahjah | www.buyayahya.org
Konsen dalam kajian keislaman, radio sebagai salah satu sarana dakwahnya, itulah sekilas gambaran mengenai Lembaga Pengembangan Dakwah (LPD) Al Bahjah yang berpusat di Cirebon dibawah asuhan Buya Yahya.
10. Majelis Rasulullah | www.majelisrasulullah.org
Situs Majelis Rasulullah SAW yang dibangun sejak masa al-Habib Mundzir bin Fuad al-Musawa ini terus berkembang dan menjadi salah satu situs rujukan umat Islam. Situs ini menyajikan forum tanya jawab atau konsultasi keagamaan.
11. Madinatul Iman | www.madinatuliman.com
Media Islam yang memiliki slogan Eratkan Ukhuwah Santun Berdakwah Sejuk Beribadah ini turut menjadi salah satu situs rujukan umat dengan beragam rubrik yang disajikan mulai dari berita hingga konten keislaman. Berpusat di Kalimantan Timur.
12. Ustadz Muhammad Idrus Ramli | www.idrusramli.com
Siapa yang tidak kenal dengan Ust. Muhammad Idrus Ramli? Beliau adalah pakar Aswaja Indonesia yang banyak berkecipung dalam diskusi atau dialog ilmiah dengan Wahhabi, Syi'ah, Liberal dan lainnya. Tulisan-tulisan Ust. Idrus Ramli juga dapat dinikmati melalui situs pribadinya yang dikelola oleh salah seorang santri Aswaja.
13. Santri NET | www.santri.net
Adalah website center konsultasi seputar Islam terlengkap, menyajikan ribuan artikel dengan referensi dari kitab-kitab ulama ahlussunnah wal jama'ah. Situs ini memiliki rubrik Bedah Kitab, Pesantren Indonesia, Kewanitaan, Kajian Tafsir, Kabar Santri, Ubudiyah, Bahtsul Masail, Motivasi, Gudang Dalil, Do'a dan Ddzikir, dll.
14. Sufi News | www.SufiNews.com
Situs ini termasuk salah satu portal berita sufi Indonesia yang menyajikan beragama hal mengenai dunia Sufi, seperti profile tokoh, thariqah, kajian tasawuf, hikmah sufi dan sebagainya.
15. Moslem Info | www.mosleminfo.com
Dengan slogan "Berita Islam Terpercaya", Moslem Info eksis sebagai salah satu portal berita keislaman yang memiliki beragam rubrik, diantaranya berita nasional, internasional, islamia, dunia Islam, ekonomi, khazanah, fatwa, pendidikan, tokoh dan sebagainya.
16. Arrahmah | www.arrahmah.co.id
Memiliki nama yang mirip dengan situs Arrahmah.com (situs wahhabi radikal) bukan berarti Arrahmah.co.id menyajikan konten yang sama pula. Arrahmah.co.id merupakan situs portal berita Islam Rahmatan lil-alamin yang memiliki slogan Menjaga Ukhuwah Menebar Kedamaian.
17. Santri News : http://www.santrinews.com
Portal berita santri yang memiliki slogan "Melestarikan Tradisi, Membumikan demokrasi" ini menyajikan akhbar dari berbagai wilayah, dunia pesatren, madrasah, khazanah dan budaya keislaman, dirosah, dan konten keislaman.
18. Aswaja NU | www.aswajanu.com
Aswaja NU merupakan situs pencarian bagi umat Islam yang membutuhkan referensi yang terpercaya. Situs yang memiliki slogan "Rujukan Islam Ahlussunnah wal Jamaah NUsantara" ini juga memiliki Wiki Aswaja http://wiki.aswajanu.com
19. Suara Muslim | www.suara-muslim.com
Suara Muslim merupakan salah satu portal berita Islam yang berhaluan Ahlussunnah wal Jamaah. Situs ini juga banyak mengcounter kelompok yang berupaya merongrong Indonesia. Selain menyajikan kajian keislaman, situs ini juga menyajikan rubrik opini, berita, harokah, dan sebagainya.
20. Aswaja Research Group | www.aswj-rg.com
Adalah situs Islam Ahlussunnah wal Jamaah yang konsen menyajikan tulisan seputar Aswaja, melakukan konter terhadap aliran seperti Syi'ah dan Wahhabi, membantah kekeliruan mereka. Situs ini tidak hanya menjadi rujukan umat Islam di Indonesia, tetapi juga luar negeri.
Demikian situs-situs web Islam terpercaya berhaluan Ahlussunnah wal Jamaah, semoga bermanfaat.
Oleh : Ibnu L' Rabassa (Muslim Media News - http://www.muslimedianews.com)
Share:

Tuesday, May 26, 2015

50 Situs ISIS Dilindungi Amerika Serikat



Pasti Aswaja – Komplotan peretas Anonymous menuduh Amerika berada di balik situs-situs rekrutmen dan cuci otak teroris ISIS. Sebuah perusahaan diidentifikasi memberikan perlindungan digital terhadap situs-situs ISIS.


Dilansir melalui Mirror.co.uk, Senin 25 Mei 2015, perusahaan yang dituduh Anonymous telah melindungi ISIS bernama CloudFlare. Perusahaan ini berbasis di Amerika dan memang memberikan jasa perlindungan bagi para kliennya dari serangan digital.



"CloudFlare telah melindungi lebih dari 50 situs propaganda ISIS. Mereka telah kami peringatkan namun menolak untuk beraksi. Mereka malah menerima uang dari para teroris dan melanjutkan perlindungan terhadap situs dan server ISIS," ujar salah satu anggota Anonymous.



Operasi hacking terhadap situs tersebut dijalankan Anonymous dengan nama OPloudFlare. Mereka berniat untuk menghukum CloudFlare karena telah mendukung terorisme.


Namun pemimpin perusahaan keamanan digital itu membantah keterlibatan mereka dengan ISIS. CEO CloudFlare menyatakan jika perlindungan itu merupakan permintaan dari kepolisian dan lembaga mata-mata Amerika.


"Kami diminta untuk terus melakukan perlindungan terhadap situs ISIS untuk mencari tahu ke mana saja arah penyebaran paham itu, dan juga kemungkinan adanya calon teroris baru," ujar CEO CloudFlare, Matthew Prince.



Dia juga mengatakan jika perusahaannya tidak pernah menerima pembayaran dalam bentuk apapun dari para ekstremis. CloudFlare memastikan akan menghentikan perlindungan terhadap situs-situs ISIS jika memang diperintahkan oleh pihak berwajib yang terkait, kepolisian maupun lembaga mata-mata Amerika.



"Kami tidak akan berhenti sampai isu ini terselesaikan. Sebagai seorang warga Amerika, saya sangat tidak suka melihat salah satu perusahaan negara ini tidak hormat terhadap negara. Jika perlindungan CloudFlare terhadap situs ISIS dihentikan, kami juga akan menghentikan operasi ini. Selama situs-situs itu masih berdiri, ISIS akan terus merekrut dan menyebarkan propaganda," ujar pihak Anonymous.



Diketahui, Anonymous memang telah melancarkan operasi untuk 'membunuh' segala macam situs ISIS di dunia maya. Tidak hanya melibatkan Facebook dan Twitter untuk menutup akun terkait ISIS, Anonymous juga melancarkan serangan DDoS ke halaman dan forum terkait ISIS.



CloudFlare memang perusahaan Amerika yang menyediakan perlindungan gratis dari serangan DDoS. Sayangnya, Anonymous mengaku tidak bisa menembus barikade CloudFlare yang melindungi situs ISIS karena Anonymous kerap menggunakan serangan berbasis DDoS.



"Kami melindungi situs yang mengandalkan layanan kami. Untuk menghentikan perlindungan, kami butuh perintah dari lembaga berwajib. Kami telah menghubungi pihak keamanan namun sampai saat ini tidak ada permintaan dari mereka untuk mengeluarkan situs-situs itu dari jaringan kami. Kami tidak bisa mengambil kebijakan hanya berdasarkan ancaman yang dilayangkan 'anak kecil' yang berteriak-teriak di Twitter," papar Prince.



Namun demikian Anonymous tidak lantas percaya. Anonymous ingin CloudFlare memastikan jika pihak keamanan berwajib berada di balik ini semua.



"Jika mereka bisa membuktikannya, kami akan mundur," kata Anonymous. (ahn / viva.co.id
Share:

Home Style

Contact Form

Name

Email *

Message *

Ads

Ads

Latest News

Popular Posts

Blog Archive