Category 1

Theme Support

Menyambut Malam Nisyfu Sya’ban

Oleh: H. Taufik Hasyim
Abstrak
Hampir tiap manusia tidak ada yang menghiraukan bulan Sya'ban, karena posisinya yang berada di antara dua bulan istimewa, yaitu bulan Rojab (sebagai bulan terjadinya peristiwa Isro' Mi'roj) dan bulan Romadhon yang utama. Padahal jika diperhatikan banyak sekali riwayat dari Nabi dan sahabat serta dari para ulama yang menunjukkan tentang betapa mulianya bulan Sya'ban yang sedang kita jalani.

Istimewanya Bulan Sya’ban
Bulan Sya’ban adalah salah satu bulan yang istimewa bagi umat islam, sebab di dalamnya terdapat (paling tidak) tiga peristiwa besar yang menjadikan bulan Sya’ban patut disambut kedatangannya lebih-lebih di separoh akhir seperti saat-saat ini.

Pertama:  Di bulan Sya’ban terjadi perpindahan arah qiblat dari Baitul Maqdis di Palestina berpindah ke Ka’bah di Makkah al-Mukarromah, seperti diketahui dalam kitab tarikh, bahwa umat islam diperintahkan oleh Allah melakukan sholat lima waktu menghadap ke Baital Maqdis di Palestina selama kurang lebih 17 bulan 3 Hari, yang kemudian pada hari Selasa di pertengahan bulan Sya’ban Allah memerintah pada Nabi SAW. dan kaum muslimin untuk berpindah qiblat ke Ka’bah di Makkah al-Mukarromah (Jami’ Ahkamil Qur’an, Imam Qurtubi. Juz 2, hlm. 150), (yang awalnya menghadap ke utara, karena Palestina berada di utara Madinah, berubah menghadap ke selatan, karena Makkah berada di selatan Madinah), yang menurut sebagian riwayat, Nabi sedang melakukan shalat dzuhur, kemudia ketika dua rakaat, turunlah ayat perintah berubah qiblat (al-Baqarah: 144), maka seketika itu pula nabi berpindah qiblat. Yang kemudian tempat shalat ini dibangun masjid di sebut masjid qiblatain/dua qiblat, dan hingga saat ini masih ada.

Kedua: peristiwa kedua yang menjadikan Sya’ban istimewa ialah karena di bulan Sya’ban turun ayat yang menerangkan tentang sholawat dan salam untuk nabi SAW, yang artinya: “sesungguhnya Allah dan para malaikat bersholawat pada Nabi Muhammad Saw. Wahai orang-orang yang beriman,  baca sholawatlah kalian dan ucapkanlah penghormatan padanya” (al-Ahzab: 56). Ayat ini begitu sempurna sebagai tanda cinta Allah SWT, pada Nabi-Nya, yaitu Muhammad SAW., bahkan melalui ayat ini Allah perintahkan pada seluruh hamba-Nya untuk senantiasa bersholawat pada Nabi Muhammad SAW. Maka tak heran jika para ulama memberi nama bulan Sya’ban sebagai bulan sholawat.

Ketiga: yang membuat bulan Sya’ban istimewa adalah diangkatnya buku catatan amal manusia dalam satu tahun. Dalam kitab al-Targhib wa al-Tahdzib, karangan Imam al-Hafidh al-Mundziri, bahwa Rasul  SAW. bersabda: “Sya’ban adalah bulan yang manusia banyak lupa (tidak menghiraukan), karena letaknya ada diantara Rojab dan Romadlan, Sya’ban adalah bulan yang diangkat/dihadapkan  amal manusia kepada Allah rabbul alamin, dan saya senang jika amalku di angkat dan aku sedang berpuasa.” (al-Mundziri berkata : HR al-Nasa’I) dan hal itu terjadi pada malam 15 Sya’ban atau yang dikenal dengan malam nisyfu Sya’ban.

Dalam hadis di atas, jelas bahwa bulan Sya’ban adalah bulan dimana amal-amal manusia akan diangkat untuk disampaikan pada Allah SWT,  hingga Nabi banyak melakukan puasa sunnah agar supaya jika buku amal beliau diangkat untuk disampaikan pada Allah SWT. beliau dalam keadaan berpuasa. Dalam riwayat Ibnu Khuzaimah juga disebutkan, bahwa amal manusia diangkat oleh malaikat tidak hanya pada bulan Sya’ban, melainkan tiap hari yaitu pada waktu pagi dan sore. Ada juga riwayat dari Imam Tirmidzi dengan derajat hadis Hasan Gharib, dari Abu Hurairah dari Rasulullah SAW bersabda:” amal-amal manusia dihadapkan (pada Allah SWT) pada hari senin dan kamis, maka aku senang jika amalku dihadapkan pada Allah SWT. sedang aku dalam keadaan berbuasa” (HR Tirmidzi).

Dari beberapa riwayat diatas, dapat disimpulkan bahwa amal perbuatan manusia  akan dihadapkan pada allah SWT. tiap hari (pagi sore), tiap minggu (senin dan kamis) dan tiap setahun sekali yaitu malam nisyfu Sya’ban.

Malam Nisyfu Sya’ban
Dalam kitab Madza Fi Sya’ban, Sayyid Muhammad bin Alawi al-Maliki. Ra. Menjelaskan bahwa malam nisyfu Sya’ban adalah malam yang agung, penuh barokah dan kemuliaan, dimana pada malam itu Allah menampakkan umumnya pengampunan, tersebarnya rahmat dan memberi ampunan bagi orang-orang yang memohon ampun, me-rahmati orang-orang yang memohon rahmat, mengabulkan doa para peminta, menghilangkan kesusahan orang-orang yang susah, membebaskan umat dari api nekara dan Allah menulis rizqi dan amal manusia.

Dari sahabat Mu’adz Bin jabal, dari Rasul SAW, beliau bersabda: “ Allah menampakkan (ampunan) pada mahluk-Nya pada malam nisyfu Sya’ban,  dan allah mengampuni makhluk-Nya kecuali orang musyrik dan masyahin (munafiq/fasiq).” (HR Thabrani). Karena begitu mulianya malam nisyfu Sya’ban, para ulama memberikan beberapa nama baginya, yaitu: satu, malam keberkahan, karena malam itu penuh berkah bagi umat yang mengihupkan malam itu dengan sholat, baca al-Qur’an, tasbih, tahmid dan tahlil. Kedua, malam pembagian, karena malam itu Allah membagi rizqi, amal, nasib seorang hamba dalam masa satu tahun, oleh karenanya, ulama sepakat tentang sunnahnya membaca surat Yasin tiga kali dengan niat: pada Yasin pertama agar supaya dipanjangkan umur yang barokah, umur untuk taat pada Allah SWT., sedang Yasin kedua agar supaya selamat dari cobaan, ujian, musibah dan diperbanyak rizqi yang berkah, dan Yasin ketiga memohon agar bisa menjadi orang yang Husnul Khotimah bisa meninggal dalam keadaan Iman dan Islam.  Nama Ketiga bagi nishfu Sya’ban adalah malam penghapus dosa, dimana menurut Imam Taqiyuddin al-Subki, nama ini diberikan karena pada malam itu Allah akan menghapus dosa setiap hamba yang memohon ampunan. Keempat,  malam ijabah, yaitu malam dikabulkannya doa-doa yang dipanjatkan oleh para manusia yang sungguh-sungguh dg penuh khusyu’ dan khudlur. Kelima:  malam syafaat, dimana syafaat/pertolongan oleh nabi Muhammad SAW. akan diberikan pada umatnya yang banyak membaca sholawat dan salam, sebab bulan Sya’ban adalah bulan turunnya ayat perintah Allah untuk baca sholawat dan salam pada nabi Muhammad SAW., maka ‘tak heran jika Sya’ban juga disebut bulannya Nabi SAW. Dan masih banyak lagi nama-nama bulan Sya’ban.

Keutamaan malam nisyfu Sya’ban
Dalam kitab Kanzun Najah Wa Surur dijelaskan bahwa malam termulia kedua setelah Lailatul Qadar adalah malam nisyfu Sya’ban. Dari Ibnu Umar bahwa ada lima malam yang jika berdoa, tidak akan ditolak dan akan dikabulkan, yaitu: malam Jum’at, malam pertama bulan Rojab, malam nisyfu Sya’ban,  malam Lailatul Qadr dan malam kedua hari raya.

Imam syafi’ie berkata: “telah datang kabar kepadaku, bahwa sesungguhnya do’a akan dikabulkan pada lima malam, yaitu: malam Jum’at, malam kedua hari raya, malam pertama bulan Rojab dan malam nisyfu Sya’ban.” Dalam riwayat lain diceritakan bahwa Khalifah Umar bin Abd aziz, (seorang khalifah dari dinasti Bani Umayyah)mengirim surat kepada para pegawainya di Bashrah, “jagalah empat malam sebagai bagian dari sunnah, sesungguhnya Allah menumpahkan rahmat pada malam-malam itu: yaitu malam pertama bulan Rojab, malam nisyfu Sya’ban, malam idul fitri dan malam idul adlha.”

Semoga catatan kecil ini, melalui bulan Sya’ban dan malam nisyfu Sya’ban bisa menambah kualitas taqwa pada Allah SWT. Akhirnya semoga kita lulus di bulan Sya’ban dengan keberkahan untuk menuju Ramadlan yang mulia.

Wallahu a’alam bishowab...

0 Response to "Menyambut Malam Nisyfu Sya’ban"

Post a Comment

wdcfawqafwef