Category 1

Theme Support

Berdakwah, Sunan Giri Ajak Semua Kasta Duduk Bareng

Di tengah dekadensi (kemerosotan) moral sebagai imbas dari carut marut politik kerajaan Majapahit, muncul satu nama tokoh Islam yang tersohor di Gresik, Jawa Timur antara Tahun 1392 hingga 1419. Dia lah syekh Maulana Malik Ibrahim atau lebih dikenal dengan Kakek Bantal alias Sunan Gresik.

Syekh Maulana Malik Ibrahim, yang juga disebut dengan nama Makdum Ibrahim As Samarkandy, diperkirakan lahir di Samarkand, Asia Tengah di paruh awal abad 14.

Sunan Gresik merupakan kakak kandung dari syekh Maulana Ishak yang tak lain adalah ayah Sunan Giri. Keduanya adalah putra dari syekh Maulana Jumadil Kubro.

Dikisahkan salah satu pengurus sekaligus pemandu do'a di Makam Sunan Gresik, Abdul Wahab, sebelum hijrah ke Tanah Jawa, syekh Maulana Malik Ibrahim tinggal di Campa, Kamboja selama 13 tahun sejak 1379.

Selain berdakwah, kedatangan Sunan Gresik tahun 1392, ke Tanah Jawa adalah untuk berdagang. Daerah yang dituju kali pertama adalah Desa Sembalo, yang masih wilayah kekuasaan Majapahit. Sekarang Desa Sembalo bernama Leran, Kecamatan Manyar, sebelah utara Gresik.

"Kedatangan beliau di daerah Leran, karena di sana sudah banyak penganut Islam, sehingga lebih mudah dan cepat bersosialisasi dengan penduduk setempat. Terbukti di Leran, yang berjarak sekitar 9 kilometer dari pusat kota ini, terdapat makam Islam pertama di Indonesia. Makam itu adalah makam Fatimah binti Maimun," lanjutnya.

Masih cerita Abdul Wahab, sejak hijrah ke Leran, Kakek Bantal tidak serta merta menyebarkan ajaran Islam ke masyarakat. Selama dua tahun dia mempelajari karakter masyarakat Jawa, mulai dari perilaku, adat istiadat hingga budaya lokal, tak lepas dari pengamatannya.

"Untuk menentukan metode dakwah, syekh Maulana Malik Ibrahim butuh waktu dua tahun. Saat itu, kondisi moral di Tanah Jawa banyak mengalami kemerosotan akibat perebutan kekuasaan di Majapahit. Jadi untuk menyesuaikan kondisi masyarakat, beliau mempelajari perilaku, sistem mata pencaharian, adat istiadat hingga budaya masyarakat setempat," papar warga Lamongan ini.

Pria asal Tuban ini menceritakan, Sunan Gresik adalah seorang mubalig yang pandai berdagang dan juga seorang tabib (ahli pengobatan).

"Beliau juga ahli di bidang pertanian, ahli ilmu kebintangan atau falaq, juga ahli bidang tata negara. Sehingga, sering dimintai nasehat oleh para petinggi kerajaan. Atas ketinggian ilmu di bidang ilmu falaq, beliau juga diangkat sebagai Syahbandar di Gresik oleh Majapahit," tuturnya.

Sementara di bidang dakwah, Sunan Gresik membangun akhlak masyarakat yang mengalami kemerosotan dengan sangat bijaksana. Dia tidak merusak adat dan budaya yang sudah di masyarakat.

Dia tidak hanya memberi nasehat, tapi juga memberi contoh atau suri tauladan bagi masyarakat, sehingga Islam bisa diterima dengan baik. "Tidak hanya mengajarkan ayat-ayat Alquran secara lisan, tapi juga diterjemahkan dalam kehidupan sehari-harinya. Beliau tidak memaksa masyarakat untuk harus mengikuti ajarannya secara spontan, tapi perlahan tapi pasti."

"Masyarakat tidak harus langsung mengerjakan solat lima waktu, pertama cukup dengan membaca dua kalimat syahadat. Kemudian tahap demi tahap diajarkan tata cara beribadah sesuai tuntunan Islam," sambungnya.

Dan ajaran Islam yang disampaikan syekh Maulana Malik Ibrahim makin bisa diterima di tengah-tengah masyarakat Jawa, yang masih menganut Hindu dan Buddha itu, karena tidak membeda-bedakan kasta dalam masyarakat.

"Golongan sudra, ksatria, brahmana semua dirangkul, tidak ada kelas, tidak ada perbedaan antara satu dengan yang lain. Sistem pergaulan lebih dikedepankan, sehingga masyarakat tidak lagi minder, karena kasta yang rendah. Semua sama, duduk sama rendah, berdiri sama tinggi," katanya lagi.

Syekh Maulana Malik Ibrahim wafat pada 12 Robiul Awal Tahun 822 Hijriyah atau 9 April 1419. Belia disemayamkan di Gapuro Sukolilo, Kecamatan Kota Gresik, Kabupaten Gresik. Dalam sejarah perwalian Wali Songo di Tanah Jawa, beliau dikenal sebagai wali tertua penyebar Agama Islam di Tanah Jawa. (mad /merdeka.com)

0 Response to "Berdakwah, Sunan Giri Ajak Semua Kasta Duduk Bareng"

Post a Comment

wdcfawqafwef