Category 1

Theme Support

Klarifikasi Menag Tentang "Kicauannya"


Pamekasan - Pasti Aswaja - Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin, mengklarifikasi kicauannya di twitter terkait dengan penutupan warung makan yang masih buka di siang bulan puasa. Menurut, mantan aktivis PMII ini, penutupan warung makan yang buka waktu siang bulan puasa tidak perlu dilakukan.

Berikut klarifikasi Menag tentang kicauannya itu”
1/12. Berikut ini tanggapan atas twit saya yg telah diubah kalimatnya sedemikian rupa sehingga berubah makna. #ubahtwit 
2/12. Twit asli: "Warung2 tak perlu dipaksa tutup. Kita hrs hormati juga hak mrk yg tak berkewajiban dan tak sedang berpuasa..". #ubahtwit 
3/12. Twit saya itu muncul sebagai tanggapan atas adanya pandangan yg kehendaki agar warung2 ditutup saja di bulan puasa. #ubahtwit 
4/12. Ada 2 hal yg ingin saya sampaikan lewat twit itu. Pertama; tak perlu ada paksaan untuk menutup warung di bulan puasa. #ubahtwit 
5/12. Bila ada yg sukarela menutup warungnya, tentu kita hormati. Tapi muslim yg baik tak memaksa org lain menutup sumber mata.. #ubahtwit 
6/12. ..pencahariannya demi tuntutan hormati yg sedang puasa. Saling menghormati adalah ideal. Tapi jangan paksa satu kpd yg lain. #ubahtwit 
7/12. Kedua; kata 'juga' pada "kita harus hormati juga" secara implisit mengandung makna: selain menghormati yg sedang berpuasa, #ubahtwit 
8/12. kita juga dituntut hormati hak mereka (dalam mendapatkan makanan/minuman) yg tak wajib berpuasa karena bukan muslim. #ubahtwit 
9/12. Juga menghormati hak muslim/ah yg tak sedang berpuasa karena keadaan (musafir, sakit, perempuan haid, hamil, menyusui). #ubahtwit 
10/12. Tapi kalau kalimat twit saya itu diubah jadi: "Kita harus hormati yang tak puasa", tentu maknanya jadi berbeda sama sekali. #ubahtwit 
11/12. Saya tak tahu penyebab pengubahan kalimat twit saya itu karena ketidaktahuan, ketaksengajaan, atau memang ada motif lain. #ubahtwit 
12/12. Apapun penyebabnya, saya maklum. Moga ini bisa bikin terang konteks dan maksud dari twit saya yg diplintir itu. ;) Sekian. #ubahtwit (ahn)

0 Response to "Klarifikasi Menag Tentang "Kicauannya""

Post a Comment

wdcfawqafwef