Category 1

Theme Support

Komentar Jokowi Saat Ditagih Penetapan Hari Santri

Jakarta – Pasti Aswaja – Janji kampanye Joko Widodo menjelang Pilpres 2014 lalu soal penetapan hari santri masih terngiang di benak warga NU. Ketum PBNU KH Said Aqil Siroj untuk kesekian kalinya menegaskan tentang keinginannya tanggal 22 Oktober sebagai hari santri nasional.

Kang Said, sapaan akrabnya, menyampaikan harapan itu di hadapan Presiden Jokowi saat memberikan sambutan pada acara "Istighotsah Menyambut Ramadhan1436 H dan Pembukaan Munas alim Ulama" di Masjid Istiqlal, Jakarta, Ahad (14/6). Alasannya, tanggal tersebut merupakan hari terbitnya fatwa "Resolusi Jihad", momen bersejarah bagi perjuangan para santri dalam mengusir penjajah dari Bumi Pertiwi.

Jokowi saat menghadiri Munas Ulama NU di Masjid Istiqlal(foto: kompas.com)
Ketika mendapat giliran berpidato, Jokowi mengaku tak lupa dengan aspirasi itu. "Kenapa sampai sekarang enggak putus-putus (terbit keputusan resmi, red)? Karena permintaan harinya macam-macam," ujar Jokowi


Jokowi bercerita, tatkala berkunjung ke pesantren-pesantren, dirinya mendengar banyak usulan hari, di antaranya 1 Muharram, 22 Oktober, dan lainnya.

"Di situ ada Pak Menteri Agama, silakan hari santri itu segera ditetapkan," ujarnya sembari melirik Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin. "Saya tinggal nunggu saja. Masuk ke meja saya, bismillah, saya tanda tangani."


Mantan Gubernur DKI Jakarta ini di depan puluhan ribu jamaah mengajak NU melanjutkan sejarah penting kontribusi ulama terdahulu pada negeri ini. Jokowi mengaku tantangan pemerintahannya kini berat.

"Mafia narkoba, mafia migas, mafia pangan. Semua itu harus kita selesaikan," tuturnya. (fiq / nu.or.id)

0 Response to "Komentar Jokowi Saat Ditagih Penetapan Hari Santri"

Post a Comment

wdcfawqafwef