Category 1

Theme Support

PMII Unira Ingin Kembali ke “Khitthah”

Pamekasan – Pasti Aswaja – Empat ratus warga Dusun Kolmanis, Waru Barat, Waru, Pamekasan memenuhi kursi di bawah tenda untuk mengikuti pengajian umum dalam rangka peringatan Isra’ wal Mi’raj yang digelar oleh Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) komisariat Universitas Madura (Unira) pada Jumat malam (05/06/15).

Penampilan kesenian hadrah dalam rangkaian PKD PMII Unira dan Isra' Mi'raj
Pengajian yang merupakan bagian dari pembukaan kegiatan Pelatihan Kader Dasar (PKD) PMII itu menghadirkan mantan ketua komisariat PMII Unira masa khidmat 1993-1994, RPKH. Muhammad Thariq Sya’rani, sebagai penceramah.

Bukan tanpa alasan, kegiatan yang mengambil tema “Revitalisasi Kader PMII Pada Khitthah Pergerakan” ini bertujuan untuk menyadarkan dan menanamkan karakter Ahlus Sunnah wal Jamaah (Aswaja) pada warga sekitar lokasi kegiatan, khususnya kader-kader PMII Unira.

“Tujuannya agar nilai-nilai Aswaja (toleran, moderat, seimbang dan tegak lurus. Red.) tertanam dalam setiap peserta kegiatan ini.” Kata ketua komisariat PMII Unira, Fathul Bari.

Menurut Febry, sapaan akrab Fathul Bari, jika nilai-nilai Aswaja tertanam dalam setiap pribadi kader PMII, maka setiap gerakan yang dibangun tidak akan “hampa”. “Jika setiap kader PMII sudah menjiwai nilai-nilai Aswaja, maka setiap gerakan yang lahir dari organisasi ini (PMII. Red.) tidak akan hampa, dan pasti akan membuahkan hasil sebagaimana yang dicita-citakan oleh para pendiri PMII dan NU.” Jelas Febry.

Masih menurut Febry, pelaksanaan pengajian yang melibatkan warga masyarakat itu merupakan bentuk implementasi dari salah satu tri fungsi mahasiswa sebagai agent social of change (agen perubahan sosial) dan untuk lebih mengenalkan lagi kepada masyarakat tentang PMII.

“Kita ini kan mahasiswa. Nah, pengajian ini merupakan implementasi dari fungsi mahasiswa sebagai agent social of change. Dengan harapan, PMII dapat memberikan kontribusi kepada masyarakat, melalui materi yang disampaikan oleh penceramah, bagaimana nanti menuju kebahagiaan hakiki di dunia dan akhirat. Tidak hanya kebahagiaan di dunia saja, atau di akhirat saja.” Tutur Febry.

“Kita (melalui pengajian ini) juga ingin memberikan pemahaman kepada masyarakat, bahwa PMII itu tidak hanya ‘tukang’ demo, tapi juga peduli terhadap kehidupan masyarakat di akhirat kelak.” Pungkas Febry.

Sekedar informasi, kegiatan PKD PMII Unira ini diikuti oleh seluruh perwakilan kader dari komisariat PMII se-Jawa Timur, dan akan dilaksanakan selama tiga hari berturut-turut (sampai tanggal 07/06/15 besok). (fiq)

0 Response to "PMII Unira Ingin Kembali ke “Khitthah”"

Post a Comment

wdcfawqafwef