Tuesday, July 14, 2015

Kiyai dan Mantan Istrinya


Dalam sebuah ceramahnya, KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) bercerita. Pada zaman Bung Karno, seorang Kyai naik kereta dari Jakarta menuju Surabaya. Ketika masuk gerbong dan menemukan tempat duduk, pas di depan kyai itu sudah duduk seorang perempuan yang kira-kira 15 tahun lebih muda dari kyai tersebut. Ketika bertatap muka, si perempuan tersenyum dan menganggukkan kepala sembari menghormat. Demikian juga saat kereta berangkat, ketika kyai bertatapan muka dengan si perempuan, ia selalu tersenyum sambil menganggukkan kepala seakan sudah kenal, namun sang kyai bingung dan lupa apa juga pernah kenal, tapi kapan dan dimana..? namun sang kyai cuek saja.

Begitu juga saat dalam perjalanan, ketika bertatapan muka, si perempuan selalu tersenyum dan menganggukkan kepala, hal itu terjadi berulang kali dan terus menerus. Nah ketika kereta sampai di stasiun Jombang dan si perempuan mau turun, akhirnya sang kyai yang sangat penasaran ini memberanikan diri untuk menyapa dan bertanya, "maaf, Bu. Ibu dari mana dan mau kemana?" Lalu si Ibu menjawab, “ooh saya dari Jakarta mau pulang ke Jombang, kyai..” katanya. "Oya, apa ibu pernah kenal saya..?" tanya sang kyai. Lantas si Ibu menjawab: “iya, kyai. Saya adalah istri kyai yang ke empat, tapi sudah dicerai setahun yang lalu, karena kyai mau nikah lagi,” katanya. Kontan jawaban si perempuan itu membuat sang kyai kaget dan malu, karena rupanya si kyai ini tukang kawin. Dan si ibu buru-buru keluar untuk turun karena kereta sudah sampai di staisun Jombang. (Vix)
Share:

0 comments:

Post a Comment

Home Style

Contact Form

Name

Email *

Message *

Ads

Ads

Latest News

Popular Posts

Blog Archive