Category 1

Theme Support

Kisah Dari Ibnu 'Araby: Murid Saleh Yang Melebihi Gurunya

Oleh: Kaji Tovix

Dalam Futuhatul Makkiyah, Ibnu 'Araby bercerita, bahwa dalam sebuah thariqah, suatu hari, seorang murid menghadap gurunya dan berkata: "guru, tadi malam aku bisa menghatamkan Al-Qur'an." "Alhamdulillah, kalau begitu, coba nanti malam kau baca Al-Qur'an dan bayangkan di saat membaca, aku sedang di hadapanmu." Timpal sang guru. "Baik, guru." Jawab si murid. 

Malam harinya, si murid kembali membaca Al-Qur'an sesuai petunjuk sang guru yaitu membaca Qur'an sambil membayangkan guru, akan tetapi dia tidak mampu menghatamkan Al-Qur'an sampai selesai. Baru separuh, waktu subuh sudah tiba. Dan pagi harinya ia sampaikan pada gurunya bahwa ia hanya mampu membaca separuh. Kemudian sang guru menjawab, "baik. Coba nanti malam kau baca Al-Qur'an, dan bayangkan seolah-olah engkau membaca di hadapan nabi Muhammad." "Baik guru" jawabnya. 

Malam harinya, ia kembali baca Al-Qur'an sembari membayangkan nabi Muhammmad ada di hadapannya. Namun lagi-lagi ia gagal. Baru dapat sepertiga Qur'an, waktu subuh sudah tiba. Ia lapor lagi pada gurunya, lalu si guru menjawab. "Coba nanti malam kau baca Al-Qur'an dan bayangkan bahwa Allah sedang melihatmu." "Baik guru" jawabnya.

Malam harinya, ia baca Qur'an sambil membayangkan bahwa ia sedang dilihat Allah. Dan ternyat, baru membaca surat Al-Fatihah sampai pada ayat "Iyyaka Na'budu Wa Iyyaka Nasta'in" si murid pingsan 'tak sadarkan diri hingga masuk waktu subuh.

Besoknya, ia sampaikan pengalamannya itu pada gurunya, bahwa baru surat Al -Fatihah ia sudab pingsan.

Maka gurunya berkata: "baiklah, wahai muridku, mulai sekarang engkaulah guruku dan aku muridmu, karena pangkatmu lebih tinggi ketimbang aku."

Subhanallah...

Ternyata di hadapan Allah, seorang guru belum tentu lebih mulia, karena yang paling tinggi derajat manusia hanyalah takwanya, bukan yang lain.

0 Response to "Kisah Dari Ibnu 'Araby: Murid Saleh Yang Melebihi Gurunya"

Post a Comment

wdcfawqafwef