Category 1

Theme Support

PMII Pamekasan Keberatan Kembali Ke NU

Pamekasan Pasti Aswaja – Ultimatum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) yang meminta organisasi kemahasiswaan Pergerakan Mahasiswa Islam Imdonesia (PMII) untuk kembali menjadi Badan Otonom (BANOM) NU kembali mendapat penolakan. Kali ini penolakan datang dari PMII Pamekasan.

Penolakan itu, bukan berarti PMII Pamekasan tidak mau terhadap NU, malah sebaliknya, penolakam iti justru karena kecintaan PMII terhadap NU.

"Kami menolak PMII kembali ke NU, bukan karena kami benci, anti atau tidak mau terhadap NU. Justru sebaliknya, itu semua karena kami sampai detik ini, bahkan sampai masuk kubur, kami tetap mencintai NU." Kata Moh. Imron, Ketua Umum Pengurus Cabang (PC) PMII Pamekasan di kantornya.

Dia melanjutkan, jika selama ini PMII menjadi garda terdepan dalam menanamkan paham Ahlus Sunnah wal Jamaah (Aswaja) di kampus-kampus.

"Selama ini PMII selalu menjadi garda depan dalam mendakwahkan paham Aswaja An-Nahdliyah (Aswaja ala NU. Red.) ke mahasiswa di kampus-kampus." Lanjut Ron, sapaan akrab Imron.

Saat ditanyakan terkait ultimatum NU untuk mengaktifkan kembali KMNU (Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama) jika PMII menolak kembali ke NU, Ron menyikapinya dengan santai.

"PMII ini lahir dari NU. Tapi saya juga tidak mengharapkan hal itu (mengaktifkan kembali KMNU. Red.) terjadi. Nanti apa kata organisasi kemahasiswaan yang lain." Jawabnya sambil tersenyum.

Jika hal itu terjadi, masih menurut Ron, akan semakin banyak organisasi-organisasi NU yang masuk ke kampus-kampus dan akan semakin merepotkan dan membingungkan calon mahasiswa.

"Uaduh... Gawat itu. Sekarang saja IPNU-IPPNU (Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama-Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama. Red.) sudah masuk kampus, bahkan di Kalimantan GP Anshor juga masuk kampus. Kan semakin repot itu. Nanti calon mahasiswa kebingungan mau gabung yang mana. Keluhnya.

Ron menambahkan, selama PMII memilih untuk independen, kaderisasi di PMII sudah berjalan sangat baik.

"PMII sudah sangat kental dan nyaman dalam independensinya dalam mengawal pola kaderisasi di kampus-kampus umum maupun kampus agama." Imbuhnya. "Dan itu sudah sangat baik dan mampu menanamkan nilai-nilai Aswaja pada setiap kader." Lanjutnya.

Menurutnya, jika PMII kembali ke NU, maka yang akan terjadi adalah pembatasan oleh oknum yang mengatas namakan NU, sedangkan mereka tidak paham tentang PMII.

"Ketika PMII kembali ke NU, maka yang akan didapatkan PMII adalah pembatasan pola gerakan yang akan dibangun PMII oleh pihak-pihak yang nanti akan mengatas namakan NU. Dan tidak akan menutup kemungkinan akan dimanfaatkan pada kepentingan individu." Jelas kader PMII Unira (Umiversitas Madura) ini.

Hal itu menurutnya, dikarenakan di NU tidak semuanya alumni PMII.

"Dikarenakan di NU itu mulai dari pusat sampai di daerah tidak semua pengurusnya adalah orang pernah ber-PMII. Maka ketika melihat itu yang jelas mereka tidak akan pernah mengerti tentang PMII dan pola-pola kaderisasi dan gerakan yang selama ini kita bangun." Jelasnya.

"Maka dari itu, PC PMII Pamekasan akan tetap konsisten menolak PMII menjadi Banom NU." Pungkas Ron.

Untuk diketahui, deadline ultimatum PBNU itu adalah sampai pada pelaksanaan Muktamar ke-33 NU tanggal 1-5 Agustus mendatang di Jombang. (ahn)

0 Response to "PMII Pamekasan Keberatan Kembali Ke NU"

Post a Comment

wdcfawqafwef