• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Theme Support

Contact Form

Name

Email *

Message *

Latest News

Recent Posts

Popular Posts

Pasti Aswaja's Content

Tragedi Tolikara, GP Ansor Minta Masyarakat Tidak Ganggu Ketentraman

 on Friday, July 17, 2015  

Pasti Aswaja – Tragedi penyerangan mushalla saat pelaksanaan shalat ied di Tolikara Papua sama sekali tidak dibenarkan. Apapun alasannya. Berkaitan dengan peristiwa itu, ketua umum Gerakan Pemuda (GP) Ansor meminta masyarakat untuk untuk tidak terprovokasi.

Pernyataan itu disampaikan oleh ketua umum GP Ansor, Nusron Wahid, melalui akun twitternya @NusronWahid1.

"Apapun alasannya tidak bisa ditolerir. Namun sebaiknya reaksi kita jgn provokatif dan ganggu ketentraman." "Kicau" mantan ketua umum PB PMII ini.

Menurutnya, radikalisasi agama bisa dilakukan siapa saja tanpa pandang latar belakang agama.

"Mari kita belajar dari kasus papua. Radikalisasi agama bisa dilakukan siapa saja, Kristen, Muslim atau apapun agamanya." Terang Nusron.

Dia menjelaskan jika selama ini BANSER selalu turut serta dalammenjaga tempat-tempat ibadah.

"Masjid kita jaga, gereja kita jaga. Semua tempat ibadah dan alat vital negara Banser konsen menjaganya." Jelasnya.

Atas nama ketua umum GP Ansor, Kepala BNP2TKI (Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia) ini meminta maaf jikalau ada yang luput dari perhatian Ansor.

"Mohon maaf kalau ada yang luput dari perhatian Ansor dan BANSER. Insya'allah akan kita kembangkan di Papua dan wilayah NKRI lainnya." Kata politisi partai berlambang beringin itu.

Di akhir "kicauannya", Nusron meminta warga muslim dan kristiani sama-sama bisa menahan diri.

"Kristen di Papua tdk boleh semena-mena meski mayoritas. Muslim di Sumatra, Jawa, Celebes, Borneo & NTB harus tahan diri meski mayoritas." Pungkasnya.

Sebagaimana diinformasikan oleh media, sebuah musala dilempar dan dibakar.

Peristiwa itu terjadi sekira pukul 07.00 WIT, Jumat 17 Juli saat Umat Islam tengah melaksanakan salat Id di halaman Koramil 1702 / JWY. Saat imam mengucapkan takbir pertama, tiba-tiba beberapa orang mendekati jemaah dan berteriak.

Jemaah bubar dan menyelamatkan diri ke markas Koramil. Sejam kemudian, orang-orang itu melempari Musala Baitul Mutaqin yang berada di sekitar lokasi kejadian. Mereka juga membakar rumah ibadah tersebut. Selain musala, enam rumah dan sebelas kios pun menjadi sasaran amukan orang-orang itu.  (ahn)

Tragedi Tolikara, GP Ansor Minta Masyarakat Tidak Ganggu Ketentraman 4.5 5 Pasti Aswaja Friday, July 17, 2015 Pasti Aswaja  – Tragedi penyerangan mushalla saat pelaksanaan shalat ied di Tolikara Papua sama sekali tidak dibenarkan. Apapun alasanny...


No comments:

Post a Comment

Pasti Aswaja. Powered by Blogger.
J-Theme