Sunday, July 19, 2015

Tragedi Tolikara: Renungan Untuk Nahdliyin


Rasanya sangat miris di momen hari raya banyak saudara muslim yang justru saling menyalahkan antar sesama muslim terkait insiden pembakaran masjid oleh jemaat gereja kristen di Kabupaten Tolikara, Provinsi Papua.

Yang lebih memprihatinkan, banyak orang NU yang justru menyalahkan NU karena Banser tidak ikut jaga Masjid malah ikut jaga gereja. Ini karena dikompori oleh media-media pembenci NU yang mengatas namakan Islam. Pantas saja banyak yang terhasut olehnya.

Perlu anda ketahui, masjid / mushola yang dibakar disana adalah masjid warga Nahdlatul Ulama. Mereka berjuang dan berdakwah Ahlussunnah wal Jamaah di bumi Cendrawasih di tengah serangan fisik maupun moral atas terpaan cobaan yang dialami kaum minoritas muslim disana.

Pelarangan ibadah, ancaman pembunuhan, tawuran antar agama, dan semua hal yang berbau konflik disana sudah menjadi langganan bagi para murid dan pecinta Hadhratus Syaikh Hasyim Asy'ari.

Lalu jika memang anda orang NU apa yang sudah anda lakukan dalam meneruskan perjuangan dakwah Rasulullah?

Apakah hanya dengan berkomentar 'nyinyir', menghujat sana-sini, melaknat, menghina, mencaci, bahkan sampai ada yang bilang 'kafir dzimmi' kepada sesama warga NU. Itu sudah membuat anda puas telah menyelesaikan tugas dakwah?

Sudah lupakah anda atau tak tahukah anda ketika dahulu Rasulullah diludahi dan dilempar batu sampai berdarah oleh kafir Quraisy, tetapi Rasulullah justru membalasnya dengan menjenguk saat orang yang meludahi dan melempar batu itu sakit?

Beberapa tahun yang lalu almarhum Habib Munzir Al Musawa melaksanakan tugas dakwah di Papua. Dalam suatu waktu beliau bermimpi dengan seorang ulama yang dahulu juga berdakwah di Papua. Dalam mimpinya ulama itu berkata, "beruntunglah Anda, wahai Dzurriyyatur Rasul, yang mampu melewati daerah ini dengan aman dan masih hidup. Dulu saya masuk ke daerah ini dengan banyak cobaan dan sampai akhirnya saya meninggal karena dibunuh oleh warga Papua sini."

Kalau memang Anda "ngotot" untuk berjihad kesana, silahkan berangkat sekarang juga. Ajak mereka untuk memeluk agama Islam, bukan mengajak untuk perang. Kalau Anda tidak mampu, saya tantang Anda mengislamkan satu saja orang non-muslim entah itu dari orang yang anda kenal, baik itu dari Kristen, Katholik, Hindu, Budha, maupun Konghucu. Buktikan kalau anda tidak hanya bisa 'nyinyir' dan berkomentar miring.

Saya mengantar satu orang menjadi mualaf untuk belajar Islam saja sulitnya minta ampun, harus dengan kesabaran, ketenangan, kedamaian, dan juga harus sangat berhati-hati dalam menjawab setiap pertanyaan yang berkaitan dengan dunia Islam.

Dalam doktrin orang non-muslim, menganggap muslim itu teroris dan kejam karena mereka memang didoktrin seperti itu. Satu saja celah keburukan dillakukan oleh orang Islam, langsung dijadikan senjata bagi mereka untuk membuat paradigma buruk tentang Islam.

Tidak heran kenapa Lukman Sardi yang berperan dalam film sebagai tokoh besar umat Islam di Indonesia justru malah memilih meninggalkan agama Islam untuk masuk menjadi Nasrani karena melihat 'konflik' antar umat Islam dan 'egoisme' antar kelompok Islam yang merasa paling benar sendiri.

Al Habib Ali Zainal Abidin bin Abdurrahman Al Jufri dari Uni Emirat Arab berdakwah ke seluruh penjuru dunia melintasi berbagai benua. Tidak terhitung berapa juta orang non-muslim yang dulu membenci Islam tiba-tiba mencintai Islam dan kemudian memeluknya.

Habib Ali Al Jufri melakukannya dengan dakwah yang santun dan penuh kelembutan. Bukan dengan senjata, bukan dengan peperangan, bukan dengan hujatan, bukan dengan cacian, dan bukan dengan saling menyalahkan. 

Catat baik-baik pesan Habib Abu Bakar Al Adni dari Yaman saat berkunjung ke Indonesia beberapa bulan silam. "Setan sudah tidak bersemangat lagi dalam menjerumuskan umat Muslim agar menyembah dirinya, tetapi mereka tidak pernah berhenti untuk mengadu domba sesama Muslim agar saling bertikai dan kemudian hancur dengan sendirinya.

Cukup untuk dijadikan pelajaran dari Afganistan, Irak, Suriah, Mesir, Tunisia, Yaman, Libya, dan negara-negara muslim yang saling bertikai antar sesama muslim, jangan sampai Indonesia seperti mereka."

Ada salah satu sahabat kami yang bernama Abdul Wahab yang asli dari Tegal, Jawa Tengah, sedang berdakwah di Papua sana. Beliau mengetahui betul kondisi masyarakat Papua dan bagaimana cara menghadapinya.

Daerah Kabupaten Tolikara, Papua, memang sering terjadi konflik baik antar suku, antar sesama Kristen, dan antar Islam dengan Kristen. Karena disana warganya mudah untuk diprovokasi oleh oknum-oknum tertentu.

Tetapi di Papua secara umum kondisinya aman dan damai untuk umat Muslim meski sebagai minoritas, bahkan ketika malam takbiran kemarin banyak para pemuda Nasrani yang ikut mengamankan jalannya takbiran yang dilakukan oleh umat Islam.

Para tokoh dari lintas agama bekerjasama dengan Pemprov Papua, jajaran TNI dan Polri untuk mengusut tuntas insiden pembakaran masjid oleh oknum jemaat Gereja Kristen saat Shalat Idul Fitri kemarin. Mereka sangat menyayangkan atas terjadinya insiden ini, menyerahkan sepenuhnya kepada pihak yang berwajib, dalam hal ini Kepolisian Negara Republik Indonesia, untuk kemudian menghukum siapa saja yang bertindak pidana menganggu ketertiban saat orang sedang beribadah.

Semoga kasus ini cepat tuntas dan selesai agar tidak berlarut-larut. JANGAN mudah terprovokasi oleh media-media yang mengatas namakan Islam namun justru mengadu domba antar umat Islam.

Terakhir renungkan dalam hati pesan indah dari Habib Abu Bakar Al 'Adni bin Ali Al Masyhur, "JALAN KAMI ADALAH MENJAGA LISAN DARI MENCELA, DAN MENJAGA TANGAN DARI DARAH ORANG LAIN".

Demikian penjelasan panjang ini dituliskan, mohon maaf apabila banyak kesalahan kata yang menyinggung perasaan. DUA PULUH SEMBILAN HARI digembleng untuk menahan hawa nafsu seharusnya bisa mencegah diri ini agar tidak mudah menuruti hawa nafsu. Sucikan hati di hari nan fitri.

SELAMAT MAKAN KETUPAT!

*Imron Rosyadi: admin www.piss-ktb.com

Via: facebook.
Share:

0 comments:

Post a Comment

Home Style

Contact Form

Name

Email *

Message *

Ads

Ads

Latest News

Popular Posts

Blog Archive