Category 1

Theme Support

Pernyataan Sikap Bersama IKA-PMII dan PMII Surabaya "Selatan"

Pasti Aswaja – Malam ini, Sabtu (01\08\15) adalah awal penentuan nasib PMII. Seperti diketahui, NU mengeluarkan ultimatum supaya PMII kembali lagi menjadi Badan Otonom (BANOM) NU sebagaimana awal kelahorannya.

Berkenaan dengan hal itu, banyak lahir tanggapan dari kepengurusan PMII dari semua level kepengurisan.

Berikut ini adalah permyataan bersama antara Ikatan Keluarga Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA-PMII) dan Pengurus Cabang (PC) PMII Surabaya "Selatan".

Pernyataan Sikap Bersama
Oleh
IKA PMII Surabaya Selatan Dan PC PMII Surabaya Selatan

Bismillahirrahmanirahim.

Pernyataan ini dilandasi oleh keresahan SSahabat-SSahabati PMII Surabaya Selatan terkait adanya isu-isu yang berkembang sebelum berlangsung Muktamar NU ke 33 yang akan dilaksanakan besok, 1-5 Agustus 2015 di Jombang.

Pernyatan ini adalah sebuah sikap yang lahir dari sebuah gerakan yang mengatasnamakan 'kaum nahdliyin'. Gerakan tersebut, tidak lain dan tidak bukan, hanya untuk menciptakan situasi yang tidak kondusif dan terkesan tidak aman selama diselenggarakan Muktamar NU. Serta Gerakan itu juga menginginkan Muktamar NU gagal dan Ulama beserta kaum Nahdliyin terpecah belah.

Gerakan itu menginginkan NU harus kembali ke khittahnya. Mereka berargumen bahwa tema yang diusung dalam Muktamar NU kali ini, yakni Islam Nusantara. Sudah jauh dari nilai-nilai Ahlu Sunnah Wal Jamaah dan mereka mengindikasi bahwa tema itu dicetuskan oleh agen-agen liberal dan sekular.

Mereka juga berargumen bahwa PBNU dan Panitia Muktamar NU ke 33 kali ini, sudah ditunggangi oleh kepentingan elite politik. Anggapan mereka didasari atas sistem Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) yang sudah diatur sedemikian rupa oleh PBNU dan panitia agar memuluskan salah satu calon Ketua Umum PBNU.

Isu yang terakhir mereka bawa adalah ingin mengembalikan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) menjadi Badan Otonomi (Banom) NU. Mereka juga menganggap bahwa PMII sudah melenceng jauh dari nilai-nilai Ahlu Sunnah Wal Jamaah dan terlalu liberal dalam pikiran serta tindakannya.  PMII juga sudah tidak memiliki alasan lagi untuk tidak kembali ke NU. Karena alasan mereka keluar dari NU, dikarenakan NU mengikuti konstelasi politik, dengan menjadi Partai Nahdhatul Ulama (PNU).

Menyikapi hal itu, atas dasar pertemuan luar biasa yang diselenggarakan oleh PC PMII Surabaya Selatan. Maka atas nama SSahabat-SSahabati PMII Surabaya Selatan beserta Pengurus IKA PMII Surabaya Selatan, Kami menyatakan pernyataan sikap sebagai berikut :

  1. Mendukung gagasan Islam Nusantara yang dikeluarkan oleh PBNU. Islam Nusantara bukan paham baru atau paham yang bertentangan dan jauh dari nilai-nilai Ahlu Sunnah Wal Jamaah. Melainkan hanya sebuah cara untuk membumikan Islam di bumi pertiwi seperti halnya yang dilakukan oleh wali songo serta para ulama dan kyai dahulu. Serta gagasan tersebut dirasa cocok untuk membendung paham Islam yang berkembang akhir-akhir ini, yang lebih menonjolkan sisi kekerasanya dan jauh dari nila-nilai ketimuran.
  2. Mendukung Sistem Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA). Karena dalam Muktamar terdapat pemilihan ulama yang cocok untuk memimpin NU. Sedangkan NU sendiri berisikan banyak kalangan ulama, kaum pesantren, serta kaum nahdliyin, yang kesemuanya berwawasan Islam Ahlu Sunnah Wal Jamaah. Maka dalam pemilihan tersebut, tidak boleh sembarangan dan asal-asalan. Oleh sebab itu, Pemilihan harus dilakukan musyawarah melalui para ahlinya. Dan itu juga tidak bertentangan dengan agama dan hukum negara kita. Karena dengan sistem seperti itu, jauh lebih banyak maslahat daripada mudhorotnya. 
  3. Menolak dengan tegas PMII menjadi Badan Otonom (Banom) NU. Alasanya jelas bukan hanya persoalan politik belaka. Namun ada hal yang lebih mendasar terkait hal itu. Yakni persatuan dan kesatuan Pemuda-Pemudi Indonesia dalam hal ini PMII dan IPNU-IPPNU. Jika PMII kembali menjadi banom NU, maka PMII akan vis a vis dengan IPNU-IPPNU. Saling rebut kader menjadi alasan mendasar, karena kawasan kaderisasinya sama. PMII berada diwilayah kampus, dengan komisariat dan rayon. Sedangkan IPNU-IPPNU menggunakan komisariat-komisariat sebagai perpanjangan tangannya. Serta menghargai serta melindungi setiap SSahabat-SSahabati PMII seluruh Indonesia. Mereka tidak hanya memiliki latar belakang NU saja, melainkan dari beragam aliran, golongan serta kelompok Islam yang ada di Nusantara mulai dari Sabang sampai Merauke.

Sikap ini kami ambil sebagai tanda kecintaan PMII Surabaya Selatan kepada NU. Kami menganggap 'Baju' yang akan diberikan oleh NU bukan tidak penting. Tetapi yang lebih penting adalah kasih dan sayang, serta wejangan-wejangan apabila kita berjalan di jalan yang salah.

Wallahul Muwafiq Ila Aqwamith thoriq
Salam Pergerakan!!!

Surabaya Selatan, 31 Agustus 2015

a.n Plt Ketua Ketua Cabang
IKA PMII Surabaya Selatan PMII Surabaya Selatan

Ttd Ttd

Syaifuddin, M.Pd.I                 M.Shofil Mubarrid, S.Pd.I

0 Response to "Pernyataan Sikap Bersama IKA-PMII dan PMII Surabaya "Selatan""

Post a Comment

wdcfawqafwef