• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Theme Support

Pasti Aswaja's Content

Pimpinan IPNU-IPPNU Se-Nusantara Juga Tolak PMII Jadi Banom NU

 on Saturday, August 8, 2015  

Pasti Aswaja – Penolakan ditariknya Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) menjadi Badan Otonom (BANOM) NU, sebagaimana keputusan Muktamar ke-33 NU, tidak hanya datang dari kalangan internal PMII saja. Ikatan Pelajar/Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPNU-IPPNU) juga menolak keputusam tersebut. Bahkan Pimpinan Komisariat Perguruan II (PKPT) IPNU-IPPNU se-Nusantara menyatakan penolakannya secara tertulis dan dirilis juga di situs resminya pkptipnu.org.

Berikut pernyataan sikap tertulis BANOM NU tersebut: (ahn)

*********

PERNYATAAN SIKAP PIMPINAN KOMISARIAT PERGURUAN TINGGI (PKPT) IPNU-IPPNU SE-NUSANTARA

Assalamu’alykuum Warohmatullohi Wabarokatuh
Bismillahirrohmanirrohiim

Pernyataan ini dikeluarkan oleh Forum PKPT IPNU-IPPNU Nasional yang akan memaparkan hasil yang telah dimusyawarahkan bersama.

Terkait:

Akan Kembalinya Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Pada Badan Otonom (BANOM) NU.

Sehubungan dengan hasil sidang komisi organisasi pada Muktamar NU ke-33 di PP Denanyar, Jombang, 04 Agustus 2015 yang menghasilkan point : PBNU ingin PMII kembali menjadi Banom NU. Dilanjutkan dengan sidang pleno komisi organisasi yang menghasilkan point : Disahkannya PMII NU dan KOPRI NU menjadi Banom NU sebagai banom kaderisasi Mahasiswa NU. Dua hal tersebut bertentangan dengan ketentuan-ketentuan yang telah diatur dalam PPOA IPNU BAB VI Pasal 15 ayat (1), PPOA IPPNU BAB XX Pasal 138 sampai pasal 151 tentang Kedudukan PKPT IPPNU di dalam Banom IPPNU, serta bertentangan dengan PPW IPNU Jatim Nomor: 001/PW/XIX7354/10 tentang kedudukan PKPT IPNU di dalam banom IPNU sebagai bagian hierarkhi organisasi.

Menyikapi keputusan tersebut, PKPT IPNU-IPPNU Se-Nusantara menyatakan sikap sebagai berikut :
  1. PKPT IPNU-IPPNU menolak dipaksakannya PB PMII kembali menjadi Banom NU dan menyatakan mendukung sikap PB PMII menerapkan pola hubungan Interdependensi dengan Jam’iyyah NU. Hal tersebut sebagaimana amanat Kongres PMII tahun 1991 di Pondok Gede.
  2. PKPT IPNU-IPPNU tidak menginginkan menjadi Banom baru di dalam NU melainkan menjadi bagian dalam naungan pengkaderan IPNU-IPPNU yang terintegrasi di dalam Banom IPNU-IPPNU dengan kedudukan setara PAC (Pimpinan Anak Cabang) dengan tetap mendukung pengkaderan Jam’iyyah NU.
  3. PKPT IPNU-IPPNU mendukung adanya musyawarah dan komunikasi yang saling membangun diantara semua bagian yang mempunyai hubungan dengan keputusan sidang pleno komisi organisasi seperti PMII, KMNU, GMNU dan kelompok-kelompok terkait. Hal tersebut sebagai upaya rekonsiliasi bersama atas : berbagai kepentingan politik yang telah berusaha masuk di dalam sidang komisi organisasi, diabaikannya masukan dari PB PMII, diabaikannya aturan yang sudah ada dalam banom IPNU-IPPNU, dan diabaikannya masukan dari berbagai pihak yang merasakan langsung dampak dari diputuskannya secara paksa PB PMII menjadi banom NU. Upaya tersebut merupakan ekspresi dari sikap anak bangsa yang menjunjung tinggi musyawarah mufakat, mempunyai kesamaan jati diri bangsa dan kesamaan cita-cita yang luhur untuk bersama-sama membangun bangsa.
Demikian pernyataan sikap PKPT IPNU-IPPNU Se-Nusantara. Hal ini telah disepakati oleh seluruh utusan PKPT IPNU-IPPNU Se-Nusantara di buktikan dengan lampiran penandatanganan bersama.

Jombang, 04 Agustus 2015

Pimpinan IPNU-IPPNU Se-Nusantara Juga Tolak PMII Jadi Banom NU 4.5 5 Pasti Aswaja Saturday, August 8, 2015 Pasti Aswaja  – Penolakan ditariknya Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) menjadi Badan Otonom (BANOM) NU, sebagaimana keputusa...


No comments:

Post a Comment

Pasti Aswaja. Powered by Blogger.
J-Theme