Wednesday, August 5, 2015

Setelah Votting, Kiai-Kiai Sepuh Sepakat Ahwa

Jombang – Pasti Aswaja – Sidang Pleno I yang membahas tata tertib (Tatib) Muktamar NU, dalam draft Pasal 19 Bab VII bahwa sistem pemilihan Rais Aam dan Ketua Umum dipilih melalui mekanisme Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA). Pasal 19 itu kemudian menjadi kontroversial dan menyebabkan kericuhan dalam sidang hingga kemudian akan diputuskan dalam forum syuriah.

Alhasil, dalam forum kiai-kiai sepuh delegasi dari 496 PC, PCI dan PW yang dilaksanakan di Pesantren Denanyar Jombang, Selasa malam (04/08/15) itu disepakati penggunaan mekanisme AHWA. Kesepakatan itu diraih melalui mekanisme votting. Sebanyak 252 perwakilan setuju Ahwa, 235 menolak dan 9 abstain.

Forum itu disterilkan dari orang-orang yang tidak terlibat dalam musyawarah, termasuk awak media.

Menurut informasi merdeka.com yang diterima dari Gus Muid, panitia musyawarah syuriah, forum terpaksa menggunakan mekanisme votting setelah tidak ada kata sepakat dalam musyawarah tersebut.

Seperti diinformasikan media-media massa, dalam Musyawarah Nasional Alim Ulama PBNU di Jakarta pada bulan Juni lalu disepakati pemilihan Rais Aam melalui mekanisme AHWA dengan ketentuan masing-masing kepengurusan NU ditingkatannya masing-masing mengajukan nama-nama kiai sepuh untuk menjadi anggota AHWA. Dari nama-nama yang terkumpul, kemudian akan dipangkas menjadi 9 orang. “Tim 9” itulah yang akan bermusyawarah untuk menentukan Rais Aam PBNU. (ahn)
Share:

0 comments:

Post a Comment

Home Style

Contact Form

Name

Email *

Message *

Ads

Ads

Latest News

Popular Posts

Blog Archive