• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Theme Support

Pasti Aswaja's Content

Tawasul

 on Saturday, August 29, 2015  

H. Taufik*

Devinisi Tawasul
 التوسل هو: طلب حصول منفعة أو انتفاع مضرة من الله بذ كر اسم نبي أو ولي أو اكراما للمتو سل به
 (شرح  القويم للعبداري : 378)
Artinya:
Tawasul adalah memohon pada Allah SWT. untuk datangnya manfaat (kebaikan) atau memohon agar terhindar dari bahaya (keburukan) dengan menyebut nama seorang nabi atau wali Allah untuk memuliakan keduanya. (Sarh Qowim  Al-‘Abdary, hlm 378)

 Keterangan:  Tawasul secara bahasa adalah perantara, sedangkan menurut istilah adalah berdo’a memohon pada Allah untuk suatu hajat dengan perantara para nabi Allah atau wali Allah dengan maksud untuk memuliakan keduanya itu. Tawasul ini dilakukan agar doa segera dikabulkan oleh Allah SWT. dengan perantaraan nabi atau wali atau bahkan para Syuhada’, sebab, seperti firman Allah disebutkan bahwa, meskipun para syuhada/wali sudah wafat di mata umat manusia dunia, namun pada hakekatnya mereka tidaklah wafat, melainkan mereka hidup akan tetapi manusia tidak merasakan dan tidak mengetahuinya. Sehingga tawasul pada para nabi, wali, syuhada’ diyakini akan lebih cepat dikabulkannya doa seseorang, sebab mereka adalah orang yang dekat dengan Allah SWT, karena manusia yang banyak dosa sulit dikabulkan oleh Allah, mungkin jika berdoa sambil ber-tawasul pada para nabi dan para wali doa yang dipanjatkan akan mudah terkabulkan

Dasar Tawasul
Ayat al-Qur’an surat al-Ma’idah: ayat 35)
يا أيها اللذين امنو اتقو الله وابتفو اليه الوسيلة وجاهدوا في سبيله لعلكم تفلحون (المائدة : 35)
Artinya:
Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dan carilah yang (bisa) mendekat kepadanya, dan berjihad-lah pada jalanNya supaya kamu mendapat keberuntungan. (QS Al-Maidah: 35)

Tawasul Dengan Wasilah (perantara) Ibadah
 عن أبي هريرة قال قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : ان الله قال من عا دى لي وليا فقد أذنته بالحرب  وما تقرب الي عبدي بشئ أحب الي مما افترضت عليه وما يزال عبدي يتقرب الي بالنوافل حتى أحبه فاءذا أحببته كنت سمعه الذي يسمع به وبصره الذي يبصر به ويده التي يبطش بها و رجله التي يمشي بها  وان سألني لأعطينه  ولاءن استعادني لأعيذنه  وما ترددت عن شئ أنا فاعله تردديعن نفس المؤمن يكره الموت وأنا أكره مسأته  (رواه البخاري)

Artinya:
Dari Abu Hurairah RA, dia berkata: Rasulullah SAW bersabda, Allah SWT. befirman: Barang siapa yang memusuhi wali-Ku, maka Aku akan menyatakan perang kepadanya. Tidaklah seorang hamba mendekatkan diri kepada-Ku dengan sesuatu (perantara) yang Aku cintai dari perbuatan yang Aku wajibkan kepadanya, dan tidaklah seorang hamba senantiasa mendekatkan diri kepada-Ku dengan (perantara) perbuatan-perbuatan sunnah hingga Aku mencintainya, ketika Aku mencintainya, maka Aku akan menjaga pendengarannya yang ia gunakan untuk mendengar, Aku akan menjaga penglihatannya yang ia gunakan untuk melihat, Aku akan menjaga tangannya yang ia gunakan untuk memegang, Aku akan menjaga kakinya yang ia gunakan untuk berjalan. Jika ia memohon sesuatu pada-Ku, Aku akan mengabulkannya, tidaklah aku ragu-ragu melakukan sesuatu seperti keraguan-Ku ketika hendak merenggut nyawa hamba-Ku yang beriman, dia membenci kematian sedang Aku tak suka menyakitinya.” (HR Bukhari)

Tawasul Dengan  Amal Shalih
 عن أبي سعيد ألخد ري قال قال رسو ل الله صلى الله عليه وسلم  من خرج من بيته له سبعونالى الصلاة  أللهم بحق السا ئلين عليك وأسألك  حق ممشاي هذا فاني لم أخرج أشرا ولا بطرا ولا ريأ ولا سمعة اتقأ سخطك  وابنغأ مرضاتك فأ سألك أن تعيذني من النار وأنتغفرلي ذنوبي انه لا يغفر الذنوب الا أنت أقبل الله  عليه بوجهه واستغفر له سبعونى ألف ملك (رواه ابن ماجه)
Artinya:
Dari Abi Sa’id al-Khudry, RA. Dia berkata: “Rasulullah SAW bersabda: ‘barang siapa keluar dari rumahnya untuk melaksanakan shalat, lalu berdoa: ‘Ya Allah sesungguhnya aku meminta-Mu melalui (perantara) orang-orang yang meminta pada-Mu dan melalui langkahku ini, bahwa aku tidak keluar untuk kejelekan, tidak keluar untuk kekerasan, tidak untuk ri’a dan tidak sombong, aku keluar karena takut murka-Mu dan mencari ridlo-Mu, maka aku meminta agar Engkau selamatkan aku dari api neraka, agar Engkau ampuni dosaku, sesungguhnya tiada yang mengampuni dosa kecuali engkau’, maka Allah akan  menerimanya dan tujuh puluh ribu malaikat memintakan ampun untuknya.” (HR: Ibnu Majah)

Tawasul Dengan Orang Shalih Saat Hidup dan Setelah Wafat
Disebutkan dalam kitab Mu’jam al-Ausat, Juz I hlm 67. Imam Thabrani berkata: Dari Anas RA. Berkata: ‘ketika Fathimah bin Asad bin Hasyim, yakni Ibu dari Ali meninggal, Rasulullah SAW mesuk dan melihat jenazahnya kemudian duduk disamping kepalanya dan berkata: ‘semoga Allah memberkatimu, Ibuku, sebelum engkau kenyang, kau memberiku makan. Sebelum engkau mengganti pakaian, kau memberiku pakaian. Sebelum engkau makan, kau memberiku makanan yang enak.  Engkau melakukan semua itu karena Allah semata dan karena akhirat.  Lalu Rasulullah memerintahkan supaya  memandikannya tiga kali-tiga kali, setalah air yang dicampur wewangian, Rasulullah menuangkan air diatas janazah dengan tangannya, kemudian Rasulullah melepaskan gamisnya untuk menutupi mayat yang diletakkan diatasnya, kemudian memerintahkan Usamah bin Zaid, Aba Ayub al-Anshari dan Umar bin Khattab dan beberapa hamba kulit hitam untuk menggali kuburnya. Setelah menggali selesai, Rasulullah  mengambil tanah dan melemparkan di atas kuburnya dengan tangan beliau sendiri. Maka setelah selesai penggalian, Rasulullah masuk kedalam kubur lalu membaringkan jasad di dalam kubur dan bersabda: Allah adalah Dzat yang menghidupkan dan mematikan, Dia adalah Maha Hidup dan tidak mati. Ampunilah Ibuku Fatimah binti Asad, ajarilah hujjah, yakni jawaban pertanyaan kubur dan lapangkanlah kuburannya dengan hak Nabi-Mu dan nabi-nabi serta para rasul sebelumku, sesungguhnya Engkau Maha Penyayang. Kemudian Rasulullah bertakbir di atasnya empat kali, lalu Nabi, Al-Abbas, Abu bakar al-Shiddiq memasukkan Jasad Fatimah binti Asad ke kuburnya. Tidak meriwayatkan Hadits ini dari Khatim al-‘Asham al-Khwal kecuali Imam as-Sufyan as-Tsauri, Rouh bin Shalah sendiri meriwayatkan Hadits ini (al-Thabrani: Mu’jam al-Ausath, Juz I,hlm 67).

Kesimpulan
Dari beberapa keterangan dan Hadis di atas, dapat dsimpulkkan bahwa Tawasul adalah memohon pada Allah untuk suatu kebaikan atau memohon terhindar dari keburukan melalui perantara para nabi, wali, syuhada’, baik yang sudah wafat atau masih hidup, bisa juga dengan perantara amal kebaikan seperti dalam hadits di atas. Jadi ziarah pada makam para wali, ulama dan orang-orang shalih seperti adat dan budaya masyarakat indonesia saat ini adalah dalam upaya tawasul memohon pada Allah dengan perantara para wali agar doa atau hajat yang diinginkan mudah tercapai, bukan memohon pada para wali-wali itu.

* Staf Ahli Pasti Aswaja
Gambar: media.abatasa.com

Tawasul 4.5 5 Pasti Aswaja Saturday, August 29, 2015 H. Taufik* Devinisi Tawasul   التوسل هو: طلب حصول منفعة أو انتفاع مضرة من الله بذ كر اسم نبي أو ولي أو اكراما للمتو سل به  ...


No comments:

Post a Comment

Pasti Aswaja. Powered by Blogger.
J-Theme