• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Pasti Aswaja's Content

Pengorbanan Penuh Cinta

 on Wednesday, September 23, 2015  

Oleh: Madzkur Razaq, S.Pd.I*

Pasti Aswaja – Berbicara tentang hari raya dan ibadah qurban yang akan kita laksanakan, tidak akan terlepas dari dua sosok Nabi, bapak dan anak, Ibrahim dan Ismail alaihimas salam. Kisah pengorbanan mereka yang merupakan cikal bakal disyariatkannya Ibadah Qurban. Sedikit kisah mereka kita akan coba jadikan pelajaran, semoga bisa memberi keteladanan. Allah ta'ala berfirman :

فلما بلغ معه السعي قال يا بني إمظني أرى في المنام أني أذبحك فانظر ماذا ترى شتجدني إن شاء الله من الصابرين 

"Ketika Nabi Ismail telah beranjak dewasa. Nabi Ibrahim berkata, 'Wahai anakku! Sesungguhnya aku melihat dalam mimpiku, aku menyembelihmu. Maka lihatlah! Bagaimana pendapatmu'. Nabi Ismail berkata, 'Wahai bapakku! Lakukan apa yang engkau diperintahkan! Engkau akan mendapati aku termasuk orang-orang yang sabar'." (Qs. Ash Shaffat : 102)

Pelajaran yang penting berupa ketundukan Nabiyullah Ibrahim alaihissalam yang rela mengorbankan anaknya demi menjalankan perintah Allah, wahyu Allah yang diwahyukan kepada-Nya lewat mimpinya. Begitu juga dengan Ismail yang begitu berbakti kepada orang tuanya dengan sabar membantu Ibrahim, bapaknya utk menjalankan perintah Allah meski ia harus menjadi korbannya.

Mungkin kita bertanya-tanya, bagaimanakah Nabiyullah Ibrahim bisa melakukan hal tersebut?? Pengorbanan yang di luar batas logika dan nalar seorang bapak.

Jawabnya adalah cinta. Ya! Karena kencintaan beliau yang besar kepada Allah, kecintaan beliau kepada Allah yang melebihi segalanya yang membuat beliau rela melakukannya. Kecintaan beliau yang telah mencapai derajat khullah sebagaimana telah Allah firmankan :

واتخذ الله إبراهيم خليلا 

"Dan Allah ta'ala telah menjadikan Nabi Ibrahim sebagai khalil."

Yaitu kecintaan yang telah menjalar keseluruh tubuh yang tidak satu bagian tubuh pun melainkan terdapat cinta kepada kekasihnya..

Dan tidak ada seorangpun dari manusia yang bisa sampai kederejat ini melainkan hanya dua orang, 
  1. Nabi Ibrahim alaihis salam sendiri sebagaimana disebutkan dalam ayat diatas dan
  2. Nabi kita Muhammad shallallahu alaihi wa sallam. Dimana beliau sendiri bersabda :

إن الله تعالى قد اتخذني خليلا كما اتخذ إبراهيم خليلا

"Sesungguhnya Allah ta'la telah menjadikan aku sebagai khalil sebagaimana Allah telah menjadikan Ibrahim sebagai khalil." (HR. Muslim)

Saudaraku! Meski kita tidak bisa mencapai derajat tersebut namun kecintaan kepada Allah tetaplah wajib kita kedepankan diatas kecintaan kita kepada selain-Nya. Karena inilah cinta sejati yg ada dlm diri orang yang beriman. Sebagaimana Allah berfirman,

ومن الناس من يتخذ من دون الله أندادا يحبونهم كحب الله والذين أمنوا أشد حبا لله.

"Dan diantar manusia ada yang menjadikan selain Allah sebagai tandingan-tandingan yang mereka cintai seperti mencintai Allah. Sedangkan orang beriman lebih besar cintanya kepada Allah."

Dan ketahuilah wahai saudaraku, bahwa pengorbanan sebesar dan seberat apapun yang diberikan utk Allah dan didasari karena kecintaan kepada-Nya merupakan kelazatan yang tiada lagi kelezatan setelahnya.. 

ثلاث من كن فيه وجد بهن حلاوة الإيمان أن يكون الله ورسوله أحب إليه مما سواهما وأن يحب المرء ولا يحبه إلا لله وأن يكره أن يعود إلى الكفر بعد أن أنقذ الله منه كما يكره أن يقذف في النار 

"Tiga perkara yang apabila terdapat pada diri seseorang, maka ia akan mendapatkan kelezatan Iman. (1) Apabila Allah dan Rasul-Nya lebih ia xintai dari selain  keduanya. (2) Dia mencintai seseorang dan tidaklah ia mencintainya melainkan karena Allah. (3) Dan dia membenci kembali kepada kekufuran setelah Allah menyelamatkannya darinya sebagaimana ia benci utk dilemparkan kedalam api." (HR. Bukhari dan Muslim)

Pengorbanan itu akan terasa ringan, indah dan akan berakhir dengan kebahagiaan di surga-Nya yang penuh dengan kenikmatan yang tidak pernah dilihat oleh mata, tidak pula pernah didengar oleh telinga dan tidak pernah terlintas dalam benak seseorang. Allah ta'ala berfirman :

إن الله اشترى من المؤمنين أنفسهم وأموالهم بأن لهم الجنة يقاتلون في سبيل الله فيقتلون وقتلون

"Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang beriman jiwa dan harta mereka dengan surga. Mereka berperang di jalan Allah lalu mereka membunuh atau terbunuh."

Maka mari kita tanyakan kepada diri kita sebesar apakah cinta kita kepada Allah, kepada Rasul-Nya dan kepad agama-Nya. 
Karena sejauh mana cinta kita kepada Allah sejauh itu pula pengorbanan kita kepada-Nya. 

--------------
Rabu sore, 9 Dzulhijjah 1436 H / 23 September 2015

*Pengurus Aswaja NU Center Pamekasan dan Staf Ahli Pasti Aswaja.

Pengorbanan Penuh Cinta 4.5 5 Pasti Aswaja Wednesday, September 23, 2015 Oleh: Madzkur Razaq, S.Pd.I * Pasti Aswaja  –  Berbicara tentang hari raya dan ibadah qurban yang akan kita laksanakan, tidak akan t...


No comments:

Post a Comment

Pasti Aswaja. Powered by Blogger.
J-Theme