Thursday, October 29, 2015

Di Akhirat Nggak Butuh Pompa Air

Pasti Aswaja – Suatu siang musim kemarau, ketika Broodin sedang duduk santai menikmati secangkir kopi di teras rumahnya, ia melihat Atrawi kebingungan seperti sedang mencari sesuatu yang hilang. Atrawi mondar-mandir lewat depan rumah Broodin sambil menggerutu. Sesekali terdengar umpatan-umpatan kasar keluar dari mulut Atrawi. Melihat tetangganya yang kebingungan itu, Broodin menyapa Atrawi.

Broodin: "Mau kemana, Wi? Kok sepertinya kamu kebingungan?"

Atrawi: "Mesin pompa air yang baru aku beli kemarin hilang," jawab Atrawi dengan wajah yang tampak tak bisa menahan amarah.

Mendengar jawaban tetangga yang juga teman karibnya sejak kecil, Broodin mencoba menenangkan Atrawi.

Broodin: "Sudahlah, Wi, ikhlaskan saja," kata Broodin.

Atrawi: "Kalau mesin itu sudah lama, mungkin aku bisa ikhlas, Din. Masalahnya, mesin itu baru aku beli kemarin. Masak belum sempat make, udah dicolong orang?!"

Broodin: "Ia, Wi. Aku paham. Tapi percuma kamu marah-marah. Mesin itu sudah hilang. Mau gimana lagi?" Kata Broodin. "Ikhlaskan saja. Ketemu nanti di akhirat."

Atrawi: "Tapi di akhirat aku nggak pompa air." jawab Atrawi spontan dengan nada tinggi dan langsung ngeloyor pergi.

Broodin: "Hhhuuufff... Dasar Atrawi."
Share:

1 comment:

Home Style

Contact Form

Name

Email *

Message *

Ads

Ads

Latest News

Popular Posts

Blog Archive