• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Theme Support

Contact Form

Name

Email *

Message *

Latest News

Recent Posts

Popular Posts

Pasti Aswaja's Content

Fanatisme Dalam Perspektif Agama (Bag. 2)

 on Wednesday, October 28, 2015  

Pasti Aswaja – Sesungguhnya orang-orang yang mengaku fanatik terhadap agama, sebagian besar tidak mau berfikir dan mereka sebenarnya tidak mengenal agama. Mereka beragama hanya semata-mata karena bapak-bapaknya beragama. Mereka itu tampak agamis, tetapi hakikatnya mereka itu hanya ikut-ikutan. Kalau mereka berbicara tentang agama yang dipeluknya, sebenarnya tidak mengerti tentang apa yang dikatakannya, mereka bersandar pada sesuatu yang mereka tidak memakainya, mereka marah dan membenci orang-orang yang tidak seagama dengannya. Namun demikian, mereka itu yakin, bahwa dengan cara beragama seperti itulah mereka akan selamat dan dengan cara seperti itulah mereka bisa dekat kepada Allah. Sungguh betapa buruk apa yang mereka pukul itu dan alangkah jelek apa yang mereka lakukan.

Di sana ada lagi sekelompok orang yang bukan golongan orang awam yang bodoh, tetapi bukan pula golongan tertentu yang tinggi pengetahuan agamanya. Mereka itu mengklaim sebagai orang yang fanatik dalam beragama, tetapi tidak pernah menegakkan syiar-syiar agama, tidak berpegang pada ajaran agama yang telah digariskan, baik yang sunah maupun yang fardhu, dan menyeru kepada orang-orang dengan menggunakan nama agama yang dianutnya. Kelompok orang-orang seperti ini mungkin hatinya kosong, tidak berisi akidah, bahkan lebih kosong daripada gendang.

Bukankah fanatisme terhadap agama, sebagaimana yang kami uraikan, hanyalah berakhlak sesuai dengan tuntutan akhlak dalam agama, menjalankan apa yang diperintahkan agama dan menjauhi apa yang dilarangnya? Jadi apa yang dilakukan oleh orang-orang yang mengklaim dirinya fanatik dalam beragama (sebagaimana pemaparan di atas) sebenarnya mereka itu hendak menipu orang-orang awam untuk menyesatkan pemahaman mereka. Golongan orang-orang seperti ini tidak dapat menjadi hujjah atau tolak ukur agama yang dipeluknya. Karena pengakuan mereka sebagai pemeluk agama itu hanya untuk mengharapkan keuntungan tertentu dan tindakan mereka meneror orang-orang yang tidak seagama dengannya, karena mereka ingin menguasai atau menundukkan akal pikiran mereka dan untuk mengendalikan jiwa umat sesuai dengan kehendak hawa-nafsu mereka. Allah SWT. bebas dari golongan orang seperti tersebut di atas dan segala perbuatannya.

Dikutip dan diterjemahkan dari Idhatun Nasyii'in karya Syaikh Musthafa Al-Ghalayain.

Fanatisme Dalam Perspektif Agama (Bag. 2) 4.5 5 Pasti Aswaja Wednesday, October 28, 2015 Pasti Aswaja –  Sesungguhnya orang-orang yang mengaku fanatik terhadap agama, sebagian besar tidak mau berfikir dan mereka sebenarnya ...


No comments:

Post a Comment

Pasti Aswaja. Powered by Blogger.
J-Theme