• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Pasti Aswaja's Content

Fanatisme Dalam Perspektif Agama (Bag. 3. Habis)

 on Thursday, October 29, 2015  

Pasti AswajaFanatisme akan kebangsaan dan bahasa menjadikan kalian sebagai pribadi yang diperhitungkan (disegani) kekuatannya oleh bangsa lain dan sebagai orang tinggi kedudukannya dalam pandangan mereka. Sebaliknya, sikap kalian yang meremehkan kebangsaan dan bahasa kalian sendiri akan menjadikan kalian remeh dalam pandangan orang yang tidak sebahasa dan sebangsa dengan kalian. Persoalan ini jelas dan tidak lagi memerlukan bukti.

seperti halnya interpretasi fanatisme terhadap agama yang tidak semestinya itu tercela –sebagaimana kalian ketahui. Begitu pula pengertian fanatisme terhadap kebangsaan dan bahasa dengan melecehkan bahasa-bahasa orang lain dan kebangsaannya, menimpakan teror dan tekanan kepada mereka, itu sama sekali fanatisme yang sangat tidak terpuji dan tidak dapat dibenarkan. Oleh karena itu, wahai generasi muda, kalian wajib menghormati bahasa dan kebangsaan orang lain, sebagaimana kalian senang jika orang lain menghormati bahasa dan kebangsaan kalian.

Kemudian, fanatisme kalian terhadap apa yang kalian yakini benar, berupa partai-partai politik, organisasi massa dan perjuangan kalian membela sesuatu yang kalian yakini kebenarannya adalah suatu hal yang menyebabkan kalian harus melaksanakan kewajiban yang dituntut olehnya. Karenanya, perjuangkanlah apa yang kalian yakini kebenarannya dengan bukti-bukti yang jelas, dalil yang tepat, hujjah yang kuat dan dialog yang membawa manfaat, lalu bersihkanlah diri kalian (dari kepentingan materi). Dan jangan sampai menggunakan kata-kata yang yang terlampau tidak patut didengar untuk mencapai tujuan yang kalian inginkan. Ingatlah bahwa orang lain itu memiliki suatu pendapat yang wajib kalian hormati, dan itu hak yang dia miliki. Aliran yang tentu dia amat senang jika alirannya itu dihormati, sebagaimana kalian sendiri yang senang jika pendapat dan aliran kalian dihormati. Apabila kalian mempunyai kemampuan untuk mempengaruhi atau menarik orang lain bergabung dengan aliran yang kalian ikuti, dengan hujjah yang tepat, bukti yang kuat, dan kata-kata yang halus, maka laksanakanlah usaha kalian itu. Tetapi jika tidak mampu dengan cara-cara seperti itu, maka tinggalkanlah dan biarkan orang lain itu mengikuti pendapat dan alirannya, karena bagaimanapun kalian tidak mungkin bisa menguasainya.

Berhati-hatilah! Jangan sampai kalian menjadikan fanatisme sebagai lantaran untuk balas dendam, sebab hal seperti ini sama sekali bukan watak orang-orang yang berhati mulia. Janganlah kalian membiarkan perbedaan pendapat, agama, kebangsaan dan bahasa menimbulkan keresahan masyarakat, menghambat kemajuan dan merobek-robek persatuan, khususnya jika perbedaan itu terjadi antara sesama bangsa yang satu bahasa, satu tanah air dan satu haluan politik.

Wahai generasi muda, saya mengajak kalian semua pada sikap fanatisme yang terpuji, sebab fanatisme yang demikian itu bagaikan duta kebahagiaan dan utusan menuju kemajuan.

Fanatiklah terhadap apa yang kalian yakini kebenarannya dan berpeganglah erat-erat terhadap agama kalian, kebangsaan kalian dan bahasa kalian dengan cara seperti yang telah saya uraikan. Semoga kalian menjadi orang-orang yang berjaya.
Disadur dan diterjemahkan dari Idhatun Nasyiin karya Syaikh Dr. Mushthafa Al-Ghalayain.

Fanatisme Dalam Perspektif Agama (Bag. 3. Habis) 4.5 5 Pasti Aswaja Thursday, October 29, 2015 Pasti Aswaja – Fanatisme akan kebangsaan dan bahasa menjadikan kalian sebagai pribadi yang diperhitungkan (disegani) kekuatannya oleh b...


No comments:

Post a Comment

Pasti Aswaja. Powered by Blogger.
J-Theme