Thursday, October 8, 2015

Mendagri Siap Fasilitasi NU Tetapkan Hari Santri Nasional

Jakarta – Pasti Aswaja – Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia (Mendagri RI), Tjahyo Kumolo, siap menyampaikan aspirasi Nahdlatul Ulama kepada Presiden RI, Ir. H. Joko Widodo, mengenai penetapan tanggal 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional.

Kesiapannya itu disampaikan Mendagri saat menyambangi kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di jalan kramat raya no 164 Jakarta Pusat, Rabu (07/10/15). Kedatangannya disambut Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, Sekretaris Jenderal PBNU H. A. Helmy Faishal Zaini serta pengurus lainnya.

"Saya pertama kali berkunjung ke PBNU sebagai agenda kegiatan silaturahim kepada Organisasi Kemasyarakatan. Saya akan menyampaikan kepada Presiden RI Joko Widodo," ungkap mantan Sekjen DPP PDIP ini.

Sebelum itu, dalam pertemuan yang berlangsung di lantai 3 Gedung PBNU, Kiai Said  menceritakan bahwa NU dan 12 organisasi kemasyarakatan (Ormas) lain sudah mengkaji dan menyepakati bahwa hari santri lebih tepat pada tanggal 22 Oktober.  

“Tanggal 22 Oktober ini jadi hal yang paling menonjolkan peran santri dalam perjuangan kemerdekaan. Pada tanggal tersebut keluar fatwa Resolusi Jihad Hadratussyaikh Hasyim Asyari dimana membela tanah air hukumnya fardlu ain dan yang membantu Belanda jadi kafir," jelas kiai yang akrab disapa Kang Said di depan Mendagri seperti dirilis NU Online.

Sebelum mengakhiri pertemuan, jajaran pengurus PBNU memberikan hasil-hasil Muktamar NU ke 33 di Jombang kepada Tjahyo. Sementara Tjahyo menyerahkan bantuan lima unit komputer yang secara simbolis komputer diterima Sekjen PBNU Helmy Faishal. (bor/mad)
Share:

0 comments:

Post a Comment

Home Style

Contact Form

Name

Email *

Message *

Ads

Ads

Latest News

Popular Posts

Blog Archive