Tuesday, October 20, 2015

NU dan 50 Pesantren di Pamekasan Akan Sambut Hari Santri Nasional

Pamekasan – Pasti Aswaja Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Pamekasan akan menggelar Kirab Resolusi Jihad dalam rangka menyambut penetapan tanggal 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional oleh pemerintah.

Menurut Ketua Tanfidziyah PCNU Pamekasan, Drs. KH. Abdul Ghaffar, M.Si, dalam acara itu PCNU Pamekasan akan melibatkan 50 Pesantren se-Kabupaten Pamekasan, "dalam kegiatan itu, kurang lebih ada 50 pesantren yang kami libatkan. Kalo setiap pesantren mendelegasikan 50 santri, jadi tinggal dikalikan saja jumlahnya," katanya kepada wartawan saat diwawancarai setelah memberikan sambutan dalam acara Advokasi dan Sosialisasi Program Imunisasi di kantor PCNU Pamekasan, Selasa (20/10/15).

Adapun rute Kirab Resolusi Jihad itu, peserta akan berkumpul dan start di Monumen Arek Lancor, melalui Jl. Diponegoro, Jl. Kabupaten, Jl, Segara, Jl. R. Abd. Aziz dan kemudian kembali ke Monumen Arek Lancor untuk menggelar istighatsah bersama para pengasuh pesantren di Masjid Jamik Asy-Syuhada Pamekasan.

Saat ditanya tentang kontroversi penetapan tanggal 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional, dia menjelaskan bahwa itu bentuk apresiasi pemerintah terhadap para santri yang berjasa dalam memperjuangkan kemerdekaan NKRI, "pemerintah tidak akan memberikan penghargaan kepada orang-orang yang tidak berjasa. Artinya, penetapan itu adalah bentuk penghargaan pemerintah atas jasa santri itu," jelasnya. "Seharusnya, kalau mereka merasa dirinya adalah santri, mereka tidak akan menolak penetapan itu, bahkan seharusnya mereka mendukung," imbuhnya.

"Tidak akan ada pengkotak-kotakan dengan penetapan Hari Santri Nasional," pungkasnya. (ahn)
Share:

0 comments:

Post a Comment

Home Style

Contact Form

Name

Email *

Message *

Ads

Ads

Latest News

Popular Posts

Blog Archive