• This is default featured slide 1 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 2 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 3 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 4 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 5 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Monday, November 30, 2015

Beruang Merah Marah Besar, Koalisi AS Terdiam dan Turki yang Rugi Besar


Nampaknya Presiden Rusia, Vladimir Putin sudah benar-benar geram dengan sikap keras kepala dari Presiden Turki, Recep Tayyib Erdogan yang menolak mentah-mentah untuk menyatakan permintaan maafnya kepada Rusia, Terkait tindakan sembrono jet F-16 milik Turki yang dengan mudahnya menembak jatuh jet tempur Rusia, SU24 tanpa memikirkan bahwa tindakan tersebut hanya akan meningkatkan ketegangan hubungan antar kedua negara.

Dari sisi politik, Tindakan berani sekaligus sembrono tersebut dinilai sebagai suatu tindakan Turki yang sudah mulai merasakan kegamangan yang luar biasa akibat invasi Rusia di Suriah yang membuat Turki merasa bahwa eksistensi Koalisi Amerika Serikat bakal tak nyaman, Jika Beruang merah juga ikut menginvasi wilayah Suriah, yang mana diketahui bahwa wilayah Suriah sudah dikuasai 85% oleh kelompok militan ISIS.

Bukti tak nyaman itu makin terang benderang setelah sehari manuver jet tempur sukhoi Rusia yang menghancurkan ratusan tangki berisi minyak milik militan ISIS di Suriah Timur, dan sehari pasca penghancuran tangki berisi minyak tersebut, Turki langsung membalasnya dengan menembak jatuh pesawat tempur jenis sukhoi SU-24 milik Rusia yang tengah bermanuver di wilayah Suriah Timur.

Turki berdalih Rusia melanggar wilayah udaranya, Tapi fakta dilapangan tak mengatakan demikian. Kopilot yang selamat dari insiden tersebut mengaku sama sekali tidak benar jika Turki menyebut ada peringatan hingga 10 kali dari radar udara otoritas Turki, bahwa pesawat tempur itu melanggar wilayah udara Turki.

Apalagi sebelumnya diketahui juga bahwa Turki berkomplotan dengan kelompok militan ISIS menjual minyak yang dikuasai ISIS dari ladang minyak di Suriah ke pasar Turki, dan jika kita menggunakan logika dan akal sehat, Maka sesungguhnya dapat pula terbaca bahwa semua negara yang tergabung dalam Koalisi Amerika Serikat, yang meliputi: Amerika Serikat, Belanda, Australia, Inggris, Prancis, Saudi Arabia, Qatar, Kanada, Denmark, dan Yordania pun diduga kuat ikut mengambil untung dari penguasaan ladang minyak oleh ISIS di wilayah Suriah, dengan berdalih turut menghancurkan ISIS.

Tapi dibelakang panggung, panggung sandiwara yang dimainkan oleh Turki beserta teman koalisinya ternyata ikut menikmati keuntungan dari ISIS, yang merupakan peliharaan dari Koalisi Amerika Serikat. Mungkin bagi negara yang kaya minyak, salah satunya Saudi Arabia tidak ikut menikmati minyak itu, Karena di pasar Saudi Arabia tentunya cadangan minyak nasional atau kebutuhan minyak nasional Saudi Arabia sudah melebihi kebutuhan, Namun tak menutup kemungkinan pula bahwa Saudi Arabia ikut ambil untung dari penguasaan minyak tersebut.

Tujuannya jelas Saudi Arabia ingin terus meningkatkan penguasaan minyak sebesar-besarnya di Timur Tengah, Makanya ISIS pun dibentuk, hingga digelontorkan dana yang sangat besar agar ISIS tetap eksistensi di Timur Tengah, yang menjadi  salah satu sumber minyak terbesar didunia, katakanlah demikian. Selain itu sanksi ekonomi yang resmi dijatuhkan Rusia terhadap Turki jelas akan sangat memukul perekonomian Turki, Apalagi diketahui Rusia selalu mengimpor makanan, minuman, sayuran, buah-buahan dan produk impor lainnya dalam jumlah yang cukup besar dari Turki, dan yang paling terpukul akibat kebijakan tegas Presiden Putin disini adalah pariwisata Turki.

Sebagaimana diketahui bahwa, Pariwisata Turki selalu didominasi oleh wisatawan asing asal Rusia, dan kini Rusia sudah melarang warga negaranya untuk bepergian ke Turki dengan alasan apapun. Bahkan sebuah asosiasi pabrik pertahanan Rusia, yang meliputi senapan Kalashnikov, tank armada, dan sistem rudal buk telah merekomendasikan anggotanya untuk menangguhkan membeli bahan dari Turki. Kerugian atas penagguhan tersebut mencapai ratusan juta dollar AS, dan kerugian inilah yanh harus dipikul Turki akibat kebodohannya yang menembak jet tempur sukhoi SU-24 milik Rusia, saat pesawat tempur tersebut sedang berusaha menghabisi ISIS di Timur Tengah.

Bahkan yang lebih mengejutkan lagi, Presiden Turki Recep Tayyep Erdogan tampaknya sudah mengalami kegamangan yang luar biasa akibat sanksi ekonomi yang dijatuhkan oleh Rusia tersebut. Erdogan yang awalnya ingin mengadakan pertemuan dengan Presiden Putin di Prancis dalam rangka memulihkan hubungan bilateral kedua negara batal dikarenakan Putin tidak mau menjawab telepon dari Presiden Turki tersebut.

Tak putus asa dan mengambarkan bahwa secara psikologis, Presiden Turki, Recep Tayyep Erdogan makin kelihatan sedang merasakan ketakutan dan kecemasan yang luar biasa pasca sanski ekonomi yang dijatuhkan Rusia tersebut. Bukan tanpa alasan, Ketakutan dan kecemasan Presiden Erdogan sangatlah wajar karena selama ini bisa dibilang Rusia yang selalu membantu perekonomian Turki yang sektor pariwisata hingga impor makanan, minuman hingga produk lainnya terbantu oleh Rusia yang selalu mengimpor dari Turki.

Dan kini semuanya sudah berakhir, Presiden Putin dengan ketegasannya, Resmi menjatuhkan embargo ekonomi dan perdagangan kepada Turki karena dianggap sudah berani melawan dan menentang kebijakan invasi Rusia di Timur Tengah. Dan kini diyakini benar, Turki akan merasakan penyesalan yang amat mendalam, Karena akibat tindakan bodohnya tersebut, Ratusan juta dollar pun urung diraih Turki.

Terakhir, Presiden Turki, Recep Tayyep Erdogan kembali menyatakan bahwa dia akan bertemu dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin di sela-sela Konfrensi Perubahan Iklim (COP21) di Paris, Prancis. Ditambah lagi kebijakan Putin yang ikut menangguhkan kebijakan bebas visa yang selama ini diberikan untuk Turki pun berakhir sudah, dan dengan demikian usaha-usaha Erdogan untuk menemui Putin, walau teleponnya sudah ditolak oleh Putin, Kian terbaca jelas, bahwa saat ini psikologis Erdogan sedang menunjukkan ketakutan dan kecemasan yang luaar biasa, Karena dampak dari embargo trersebut sesungguhnya dapat memukul telak perekonomian Turki saat ini.

Selain itu, Berselang sehari pasca penembakan pesawatnya oleh Turki, Rusia langsung menyebar pertahanan udara S-400 di Suriah yang mengkover 1/3 wilaah udara Turki. Kehadiran S-400 yang sengaja disebar Rusia tersebut mampu mekoper wilayah udara Turki. Lalu dua hari berikutnya lagi, Kapal jelajah selam milik Rusia yang mengangkut sistem udara S-300 yang dikolaborasikan dengan S-400 mampu mengkover lebih dari ½ wilayah Turki.

Dan sejak penempatan pertahanan udara S-400, dan S-300 berhasil membuat semua negara yang tergabung dalam Koalisi Amerika Serikat tidak berani lagi bermanuver di langit Suriah. Serangan Koalisi Amerika Serikat mendadak hilang setelah Rusia menyebar sistem petahanannya tersebut. Tidak ada satu pun serangan yang dilakukan Koalisi Amerika Serikat, padahal sehari sebelumnya sedikitnya ada 18 kali serangan udara ke berbagai target. Dan akibat kebodohan Turki tersebut, Kini ‘’Beruang Merah’’ makin marah dan membuat Koalisi Amerika Serikat tak mampu berbuat banyak lagi.
*Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Jayabaya"14
Share:

Sunday, November 29, 2015

KOPRI Pamekasan Rayakan Harlah Dengan Silaturrahim

Pamekasan – Pasti AswajaPengurus Korp PMII Puteri (KOPRI) Cabang Pamekasan Masa Khidmat 2015-2016 mengadakan Temu Kerong alumni KOPRI dalam rangka  memperingati hari lahir (Harlah) KOPRI ke-48 yang dilaksanakan di Sekretariat PMII Cabang Pamekasan, Minggu (29/11/15).

Dalam sambutannya, Ketua KOPRI Cabang Pamekasan, Selvi Fauziah menuturkan, bahwa acara ini dilaksanakan agar kader-kader KOPRI Pamekasan bersilaturahmi dan mengenal lebih dekat dengan senior-seniornya.

"Alhamdulillah, di tengah-tengah kita hadir mantan-mantan Ketua KOPRI Pamekasan, mulai dari Ketua periode Pertama sampai periode ketiga, karena pada kepengurusan tahun ini adalah periode ke empat." Tuturnya.

Moh. Imron, Ketua Cabang PMII Pamekasan menyampaikan apresiasinya terhadap acara yang dihadiri oleh kader-kader puteri PMII se Pamekasan ini.

"Saya merasa bangga menjadi kader PMII, karena di dalamnya banyak melahirkan kader-kader puteri PMII yang insya allah akan menjadi kader-kader bangsa yang tangguh." Terang Ron, sapaan akrab Imron, saat memberikan sambutan.

Ron mengharap agar kader-kader PMII puteri Pamekasan terus meningkatkan silaturahmi demi berkembangnya kegiatan-kegiatan PMII.

"Silaturahmi antara kader-kader puteri PMII harus tetap berjalan, agar kehidupannya tidak teromang-ambing sendirian". Imbuhnya.

Ron juga sangat mengapresiasi dengan adanya dua Ketua Komisariat putri yang ada di Pamekasan.

"Di antara kesuksesan KOPRI Pamekasan adalah mencetak kader putri yang luar biasa. Terbukti dengan adanya dua komisariat di Pamekasan yang saat ini dipimpin oleh kader putri". Terangnya, disambut tepuk tangan audien. (bor)
Share:

Saturday, November 28, 2015

Video Sindiran Abu Janda Al-Boliwudi Gegerkan Dunia Maya

Pasti Aswaja Akhir-akhir ini dunia maya dihebohkan dengan kemunculan video klip berjudul "Kamu Syiah" yang dinyanyikan oleh Ust. Abu Janda Al-Boliwudi dan Aswajalogi Band. Video berdurasi 2:15 itu diposting oleh halaman facebook Abu Janda Al-Boliwudi, sebuah nama yang terkenal oleh sebuah video plesetan atas ancaman ISIS terhadap TNI, KPI dan Banser.

Sayangnya, lagu yang berisi sindiran terhadap kelompok radikal takfiri itu kini tidak bisa ditonton oleh para facebooker, karena di-banned oleh pihak facebook atas dasar laporan dari ribuan pengguna fb yang merasa kelompoknya disinggung oleh lagu tersebut.

Sekalipun video itu tidak bisa dilihat di facebook, tapi masih bisa ditonton di akun pribadi Permadi Arya pada media sosial YouTube.

Abu Janda Al-Boliwudi adalah halaman facebook milik Permadi Arya yang lumayan membuat kelompok radikal takfiri gerah. Bahkan, media-media radikal memasukkan Permadi dalam Daftar Pencarian Orang (DPO), karena dinilai melecehkan Islam dan halal dibunuh.

Memang, selama ini Permadi, melalui halaman facebook-nya, getol sekali mengkampanyekan gerakan anti radikalisme, hingga menjadikan kelompok radikal merasa terancam.

Nama Abu Janda sendiri merupakan plesetan dari nama Abu Jandal, salah satu anggota teroris ISIS asal Malang yang pernah menantang TNI, KPI dan Banser, yang tewas di Suriah.

Di bawah ini video "Kamu Syiah" selengkapnya. (ahn)


Share:

Friday, November 27, 2015

Yaqut Cholil Choumas Pimpin GP Ansor Lima Tahun ke Depan

Yogyakarta – Pasti Aswaja Kongres Gerakan Pemuda (GP) Ansor ke XV yang dilaksanakan mulai tanggal 25  November 2015 di Pesantren Pandanaran, Yogyakarta berakhir Jumat siang (27/11/15).

Setelah melalui beberapa tahap persidangan, akhirnya Yaqut Cholil Choumas terpilih menjadi Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) GP Ansor Periode 2015-2020 secara aklamasi.

Pemuda asal rembang ini mendapat dukungan penuh dari peserta kongres, yaitu sebanyak 421 dari 433 Pimpinan Cabang GP Ansor di seluruh Indonesia.

Secara rinci, ada 30 Pimpinan Wilayah (PW) GP Ansor dari total 31 PW yang menyatakan memberikan dukungan kepada Gus Yaqut, sapaan akrab Yaqut Cholil Choumas.

"Jika hanya ada calon tunggal, maka langsung ditetapkan secara aklamasi. Itu sesuai tata tertib pemilihan," ujar Nusron Wahid, Ketua Umum Demisioner GP Ansor yang memimpin jalannya sidang pemilihan. (bor)
Share:

Sayyid Hamid Al Kaff, Ulama Indonesia Pengganti Syeikh Yasin Wafat di Makkah

Minggu, 22 November 2015, Para pencinta ilmu di berbagai negara khususnya di Indonesia, berduka atas kabar meninggalnya Sayyid Hamid Al Kaff, salah satu ulama Indonesia yang mendunia dengan keilmuannya.

Rantai sanad yang menjadi permata kebanggaan indonesia ini menghembuskan nafas terakhirnya di mekkah dan dikebumikan di perkuburan Ma'la, yang sebelumnya di sholati di Masjidil haram.

Tidak hanya umat Islam Indonesia, dunia Islam juga turut berduka dengan kehilangan ulama yang wafat di Makkah Al Mukarramah dan dishalatkan di Masjid Al Haram setelah shalat isya di hari yang sama.

Syeikh Mahmud Said Mamduh, salah satu ulama hadits ternama di Mesir menyampaikan bahwa Syeikh As Sayyid Hamid Al Kaff adalah ulama kelahiran Banjar yang menuntut ilmu di Makkah yang menggantikan “Musnid Ad Dunya” Syeikh Yasin Al Fadani dalam mengajar di majelisnya.

“Setelah Syeikh Yasin Wafat, murid beliau waktu itu Syeikh Mukhtar Al Falimbani mengganti posisi beliau. Namun Syeikh Mukhtar wafat setelah tujuh bulan wafatnya Syeikh Yasin. Kemudian majelis diteruskan oleh Syeikh Hamid Al Kaff dalam kurun waktu hingga enam belas tahun sampai beliau wafat”, demikian apa yang disampaikan Syeikh Mahmud dalam majelis qira’ah Al Qur`an di majelis ilmu beliau di Nasr City Kairo (22/11/2015) merespon wafatnya Syeikh Hamid.

Syeikh Mahmud Said Mamduh yang merupakan teman dekat Sayyid Hamid Al Kaff ini juga menjelaskan bahwasannya Syeikh Hamid bermulazamah secara total kepada Syeikh Yasin, "Di majelis periwayatan kitab-kitab beliau selalu hadir, di majelis tafaqquh beliau hadir, di majelis periwayatan hadits musalsal beliau selalu hadir, di majelis khusus di rumah Syeikh Yasin beliau selalu hadir".

Mungkin ada beberapa Saudara-saudariku yang belum mengenal sosok Sayyid Hamid ini, kami rangkum sekilas biodatanya, hingga perjalanan beliau menuju Makkah Al Mukarramah.

BELIAU ADALAH:

Sayyid Hamid bin Alawi bin Salim bin Abi Bakar Al-Kaff Al-Husaini Al-Makki dan kunyahnya Abu Alawi. Beliau dilahirkan di desa Kalyan di kota Banjarmasin provinsi Kalimantan Selatan pada hari Ahad 25 Sya’ban 1345 H.

RIWAYAT PENDIDIKAN:

Beliau dibesarkan dengan keutamaan dan keilmuan dibawah asuhan ayahandanya sedangkan ibunya telah meninggal pada saat ia masih kecil. Bersamanya beliau belajar ilmu-ilmu dasar. Setelah itu beliau meneruskan jenjang pendidikannya di salah satu sekolah negeri hingga lulus. Kemudian beliau meneruskan pendidikannya di madrasah Al-Khayriyah Surabaya pada tahun 1360 H selama 7 tahun. Disana beliau menimba ilmunya dari guru-guru besar, diantaranya Syaikh Umar Baraja dan Sayyid Salim Aqil. Selepas itu beliau kembali ke Banjarmasin dan mengurus pondok Darussalam di kota Martapura. Di sana beliau bukan hanya sekedar mengurus, namun juga berguru kepada guru-guru besar diantaranya adalah Syaikh Muhammad Sya’roni bin ‘Arif, Syaikh Husain Qodri dan Syaikh Abdul Qodir Hasan.

Pada tahun 1367 H beliau pergi ke Makkah Al-Mukarromah untuk haji dan menambah keilmuan dari ulama’ masjidil haram selama 4 tahun. Lalu beliau melanjutkan pendidikannya di sekolah Darul Ulum Ad-Diniyyah pada tahun 1371 H dan lulus pada tahun 1374 H. Di madrasah tersebut beliau mempelajari ilmu fiqih, ushulul fiqih, hadits, ulumul hadits, nahwu beserta kaidah-kaidahnya, ilmu falak, ilmu alat dan sebagainya sehingga selanjutnya beliau menjadi salah satu ulama’ besar di masjidil haram.

DIANTARA GURU-GURU BELIAU :

Ayahandanya, Sayyid Alwi bin Salim Al-Kaff
Syaikh Umar Baraja
Syaikh Salim bin Aqil
Syaikh Muhammad Sya’roni bin Arif Al-Banjari
Syaikh Husain Qodri
Syaikh Abdul Qodir Hasan
Asy-Syarif Muhammad Al-Musthofa bin Abdul Qodir As-Syinqiti
Syaikh Muhammad Uhaid Al-Buguri
Syaikh Hasan bin Said Yamani
Syaikh Hasan bin Muhammad Al-Massyath
Syaikh Muhammad Al-Arobi At-Tabani Al-Jazairi
Sayyid Alwi bin Abbas Al-Maliki Al-Hasani
Sayyid Muhammad Amin Qutubi Al-Hasani
Syaikh Muhammad Nur Saif bin Hilal
Syaikh Muhammad Yasin Al-Fadani
Syaikh Abdul Qodir bin Abdul Mutthallib Mandili
Syaikh Ibrohim bin Dawud Fathoni
Syaikh Abdul Karim bin Muhammad Amin Al-Banjari
Sayyid Abdullah As-Siddiq Al-Ghomari
Sayyid Abdul Aziz As-Siddiq Al-Ghomari
Syaikh Al-Muqri’ Abdul Aziz Uyunussud
Syaikh Hamid Harsani
Syaikh Abdurrahim Idris Kalintan

RIWAYAT MENGAJAR:

Semangat cinta ilmu dan khidmat beliau terbukti dengan syiar dan dakwahnya di kota Makkah dan beliau termasuk salah satu ulama indonesia yang menjadi tokoh panutan dan turut mengajar di Masjidil Haram di pintu Al-Muhakkamah (1374 H-1399 H), selain itu beliau juga turut menyebarkan ilmu dirumahnya yang terletak di Syamiah, Jarwal, Nawariah, dan Khalidah no.1, Makkah Al Mukarramah.

Selamat jalan kekasih Allah..,
Selamat jalan pewaris Rasulullah,
Semoga kami mendapatkan berkah keilmuanmu dan mengikuti jejakmu membantu menyebarkan Risalah Rasulullah. Amiin Allahumma Amiin...
Sumber: kabarmakkah.com
Share:

Wednesday, November 25, 2015

Pengasuh Pesantren Sumber Gedang Wafat

Sampang – Pasti Aswaja KH. Siri Alwi Aziz, Lc, pengasuh Pondok Pesantren Al-Aziz, Sumber Gedang, Tlambah, Karangpenang, Sampang hari ini, Rabu sore (25/11/15), wafat akibat penyakit yang dideritanya selama bertahun-tahun. Pengurus PCNU Sampang ini kembali ke rahmatullah saat jam menunjukkan pukul 14:12 WIB.

Staf pengajar dan alumni Pondok Pesantren Miftahul Ulum Panyeppen Pamekasan ini wafat disebabkan oleh komplikasi penyakit yang ada di dalam tubuhnya, "penyakit beliau bermacam-macam, memang sudah lama sakit," tutur Syaifullah Yusuf, salah satu khadamnya.

"Sudah lama beliau tidak bisa jalan, bahkan untuk buang air saja harus digotong," imbuh Syaiful.

Sampai berita ini diturunkan, sanak keluarga dan ribuan alumni serta simpatisan terus berdatangan untuk mendoakan jenazah alumni Universitas Umm Al-Qura Arab Saudi ini.

Jenazah peraih predikat cume laude saat kuliah ini rencananya akan langsung dikebumikan malam ini di kompleks pemakaman keluarga Pondok Pesantren Sumber Gedang. (bor/ahn/fiq)
Share:

Jelang Kongres GP ANSOR ke XV, Nama Calon Ketua Umum Mulai Bermunculan

Pasti Aswaja – Menjelang dimulainya Kongres Gerakan Pemuda (GP) Ansor ke VX yang akan berlangsung pada 25-27 November 2015 di Pesantren Pandanarang, Yogyakarta, beberapa nama dispekulasikan akan maju sebagai calon Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) GP. Ansor.

Di antara nama yang santer dikabarkan bakal mencalonkan diri pada pesta demokrasi pemuda nahdliyin ini adalah Hery Hariyanto Azumi.

Mantan ketua umum PB PMII periode 2005-2007 ini mendeklarasikan diri sebagai calon ketua umum PP GP Ansor periode 2015-2020. Ia menyatakan sudah menghitung seluruh risiko, baik kalah maupun menang.

Dalam deklarasi yang diselenggarakan di sebuah hotel dekat gedung PBNU, Hery mengaku, ia maju karena dorongan dari kader-kader Ansor di berbagai daerah, “kalau diminta satu kali, mungkin kita menolak, tetapi kalau ada yang minta sampai tiga kali, maka haram hukumnya menolak,” paparnya.

Berbeda dengan Hery, Abdussalam Sohib yang merupakan cucu KH. Bisri Sansyuri dikabarkan bakal maju dengan dorongan dari tiga Pimpinan Wilayah (PW) GP Ansor, meliputi PW GP Ansor Aceh, Banten, dan Kalimantan Barat. 

Ketiga PW ini menyatakan dukungannya untuk memenangkan Gus Salam, sapaan Abdussalam Shohib, dengan alasan, kiyai muda ini masih bersih dari partai politik.

Tidak hanya tiga PW ini, Gus Salam dikabarkan juga mendapat dukungan dari Imam Nahrawi, Marwan Djakfar, Muhammad Nasir, Saifullah Yusuf, dan sejumlah tokoh-tokoh muda nahdliyin lainnya.

Selain dua nama di atas, PW GP ANSOR se-Kawasan Indonesia Timur (KTI) dikabarkan akan mengusung calon sendiri.

Sembilan PW ANSOR se-KTI yang meliputi PW GP Ansor Sulawesi Barat, PW GP Ansor Sulawesi Tengah, PW GP Ansor Sulawesi Selatan, PW GP Ansor Sulawesi Utara, PW GP Ansor Gorontalo, PW GP Ansor Papua dan Papua Barat, PW GP Ansor Maluku, dan PW GP Ansor Maluku Utara menyatakan siap  mengusung Harianto Oghie sebagai calon Ketua Umum GP Ansor. Hal ini tertuang dalam lima butir kesepakatan dalam deklarasi Sudiang yang dilaksanakan di Makassar.

Selain itu, Nusron Wahid yang saat ini menjabat Ketua Umum PP. GP Ansor dikabarkan tidak akan mencalonkan diri dengan alasan ingin menfokuskan pada tugas-tugasnya sebagai Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di bawah kepemimpinan KH. Said Aqil Siradj.

Hingga berita ini diturunkan,  GP ANSOR se-Jawa Timur, yang diprediksi memiliki suara terkuat, belum menentukan calon Ketua Umum yang akan diusungnya, karena sampai sejauh ini belum ada gerakan dari pimpinan cabang masing-masing. (bor)
Share:

Tuesday, November 24, 2015

Inna Lillahi, Wakil Ketua PCNU Pamekasan Wafat

Pamekasan – Pasti AswajaWakil Ketua Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pamekasan, KH. Romli Irsyad, wafat  setelah mendapat perawatan akibat sakit yang dideritanya, Senin siang (23/11/15).

Ach. Madzkur, sekretaris pribadi beliau menuturkan, bahwa sebelumnya beliau tidak pernah punya penyakit. Bahkan satu hari sebelum laki-laki yang akrab disapa Kiyai Romli ini wafat, masih mengajar seperti biaSanta, "hari minggunya beliau masih ngajar seperti biasa, bahkan subuhnya beliau masih memimpin shalat berjamah di kediamannya," jelasnya.

Madzkur menambahkan, bahwa beliau mulai merasa sakit setelah berjamaah sholat subuh, "beliau mengeluh sakit kepala kepada ibu nyai, hingga akhirnya tak sadarkan diri, dan kemudian dibawa ke RSUD DR. H. Slamet Martodirjo Pamekasan sekitar jam setengah enam," imbuh mantan Presiden Mahasiswa Universitas Islam Madura (UIM) Pamekasan ini.

Pengurus ASWAJA NU Centre Pamekasan ini merasa sangat kehilangan sosok panutan yang dikaguminya, "beliau itu orangnya semangat dan istiqamah dalam berjuang, terlebih yang berkaitan dengan NU," pungkasnya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan pihak rumah sakit, staf pengajar di Pondok Pesantren Miftahul Ulum Bettet Pamekasan ini terkena serangan stroke dan pecah pembuluh darah otak.

Dari informasi yang dihimpun redaksi pastiaswaja.org, Penasehat Ikatan Alumni Bettet (IKTABET) Pamekasan ini menghembuskan nafas terakhirnya sekitar jam 14:45 WIB. (bor)
Share:

Friday, November 20, 2015

LPM Revolusi STAI-MU Luncurkan Buletin Tsaqafah

Pamekasan – Pasti Aswaja Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) "Revolusi" STAI Miftahul Ulum (STAI-MU) Pamekasan melaksanakan Pelantikan Pengurus Periode 2015-2016 dan Launchung Buletin "Tsaqafah", Jumat (20/11/2015) siang.

Acara yang dilaksanakan di gedung serba guna Kecamatan Palengaan ini mengambil tema "Budayakan Menulis".

Menurut Ketua Panitia, Rahmatus Zahroh, pengambilan tema ini untuk memotivasi mahasiswa STAI-MU agar mengasah kemampuannya dibidang tulis-menulis.

"Mahasiswa STAI-MU ini sebenarnya banyak yang kompeten dalam tulis menulis. Maka dari itu, diharapkan dengan tema yang diambil pada kegiatan ini bisa mendorong mahasiswa untuk mengasah kemampuannya." Tutur Pengurus Komisariat PMII STAI-MU Pamekasan ini.

Saat memberikan sambutan, perwakilan ketua STA-MU, Ahmad Baiquni, S.Sos.I, MM, menyampaikan apresiasinya kepada LPM Revolusi yang berinisiatif dan berusaha keras untuk menerbitkan Buletin Tsaqafah, "buletin ini yang nantinya akan menjadi media pengembangan bakat menulis mahasiswa STAI-MU," ujar mantan aktivis PMII Pamekasan ini.

Menurut Pimpinan Umum LPM Revolusi, Moh. Abror, buletin ini terbit atas kegelisahan dan keinginan besar pengurus LPM yang merasa ironis dengan kondisi mahasiswa STAI-MU yang mulai kehilangan jatidirinya sebagai mahasiswa, "harapan kami, media ini mampu mengembalikan idealisme mahasiswa, khususnya mahasiswa STAI-MU," kata Bong, sapaan akrab Moh. Abror.

Rangkaian acara ini kemudian diakhiri dengan pembagian buletin kepada perserta yang hadir, sebagai tanda dilaunchingnya Buletin Tsaqafah oleh LPM Revolusi STAI Miftahul Ulum Pamekasan. (bor)
Share:

Wednesday, November 18, 2015

Ingin Ratakan Pembangunan, MUSPIMNAS PMII Dilaksanakan di Ambon

Ambon – Pasti AswajaMusyawarah Pimpinan Nasional (MUSPIMNAS) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) secara resmi dibuka oleh perwakilan Gubernur Provinsi Maluku, Rabu (18/11/15) jam 14:00 WIT.

Saat memberikan sambutan pada acara yang digelar di Aula Universitas Pattimura Ambon itu, Aminudin Ma'ruf, Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar (PB) PMII menjelaskan bahwa dipilihnya Maluku sebagai tuan rumah MUSPIMNAS PMII kali ini adalah sebagai bentuk dorongan kepada pemerintah agar pembangunan negara tidak hanya terpusat di pulau Jawa saja, "pulau Jawa pembangunan sudah penuh sehingga pembangunan hari ini harus merata," kata laki-laki yang biasa dipanggil Amin ini.

Menurutnya, pembangunan juga harus menjangkau daerah-daerah timur Indonesia seperti Maluku.

Laki-laki berkacamata itu mengaharpakan peran aktif kader-kader PMII dalam rangka pemerataan pembangunan, "pemerataan pembangunan ini harus dimulai oleh kader-kader PMII," harapnya.

Selain dihadiri perwakilan Pengurus Cabang dan Pengurus Koordinator Cabang se Nusantara dan pejabat pemerintah, acara itu juga dihadiri oleh salah satu pendiri PMII, KH. Nuril Huda. (mif)
Share:

Martin Van Bruinessen: Pengamat NU Yang Akhirnya Memeluk Islam

"Waktunya yang terus mempertanyakan apa-apa yang telah dianggap sebagai kemapanan ilmiah membuatnya terus bertanya dan mempertahankan segala sesuatu. Ia mempertanyakan kebenaran anggapan bahwa pondok pesantren dengan kurikulum yang dikenal sekarang, dengan 14 cabang kajian yang disilabuskan Imam Jalaluddin Al-Suyuthi dalam Itmam Al-Dirayah, memang telah ada sejak zaman wali songo (abad ke 15 dan 14 M) itu."
Catatan di atas adalah cuplikan pengantar yang ditulis Gus Dur pada buku "Kitab Kuning, Pesantren dan Tarekat". Gus Dur menggambarkan Martin Van Bruinessen sebagai sosok yang selalu kritis terhadap kemampuan ilmiah. Ini adalah satu sisi pribadi seorang Martin yang telah lama mengenal Islam dan Indonesia.

Dr. Martin Van Bruinessen lahir di Schoonhoven Belanda pada 1946. Belajar Fisika teoritis dan Matematika di Universitas Utrcht. Pada 1978 ia berhasil mempertahankan disertasi doktornya, Ahha, Shaikh and State, hasil penelitian tentang gerakan sosial keagamaan minoritas Kursi di Turki, Iran dan Irak. Dari pergumulannya dengan masyarakat Kursi inilah yang mengantarkan Martin mengenal Islam terutama pada sisi spritualnya. Dan akhirnya membawa Martin untuk mengakui kebenaran Islam.

'Tak tanggung-tanggung semenjak masuk Islam, Martin terus menggerus keislamannya melalui penelaahan terhadap khazanah keislaman. Dan Martinpun sadar, bahasa Arab merupakan "jendela" untuk mengkaji keilmuan Islam.

Setelah menguasai bahasa Arab, Martin terus bergerak dan melanglangi samudera keislaman. Ibarat seorang Socrates yang selalu "gerah" dengan kebenaran, dalam pengembaraannya, Martin dapat memasuki wilayah kedalaman kebenaran, karena ia telah melampaui sekat-sekat logika yang parsial, menukik misteri kalbu, menyibak semesta keilahian. Dan akhirnya Martin memilih lelaki sufi sebagai jalannya.

Martin mulai memasuki Indonesia sejak 1980. Martin yang kritis dan suka meneliti seolah menemukan lahannya di negeri yang pernah dijajah negeri tempat Martin dilahirkan, Belanda. Indonesia sebagai negara yang sedang berkembang rupanya telah menyimpan berbagai masalah dan tantangan. Mulailah ia meneliti kemiskinan kota dan gerakan Islam. Dari penelitian ini mengantarkan Martin pada 1986 – 1990 menjadi konsultan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) untuk sebuah penelitian besar tentang pandangan hidup ulama Indonesia. Aktif di LIPI membuat Martin Van Bruinessen lebih jauh mengenal Islam tradisional setelah sebelumnya berkenalan dengan kalangan Islam modernist. Islam di Indonesia mengguratkan dinamika yang menarik terutama menyeruaknya tarik ulur antara Islam tradisional dan Islam modernis. Selain itu, yang menarik perhatiannya juga tentang sufi khususnya yang sudah berkecambah sejak munculnya kerajaan Islam, zaman penjajahan Belanda hingga sekarang. Bahkan telah merambah dalam masyarakat Indonesia modern. "Perkenalan saya dengan Islam tradisional berawal ketika saya bekerja di LIPI sebagai konsultan metodologi penelitian dan ikut terlibat dalam sebuah proyek penelitian tentang pandangan hidup ulama. Selama berlangsungnya proyek ini saya mengunjungi banyak pesantren dan madrasah dan madrasah serta bertemu dengan banyak ulama, baik tradisionalis maupun modernis." Demikian penuh dituturkan Martin dalam bukunya yang bertajuk "NU Tradisi: Relasi-relasi Kuasa Pencarian Wacana Baru" yang diterbitkan LKiS.
Disadur dari buletin Idaf
Share:

Monday, November 16, 2015

71 Desa se-Pamekasan Hari Ini Laksanakan Pilkades Serentak

Pamekasan – Pasti Aswaja Sebanyak 71 Desa dari 13 Kecamatan di Kabupaten Pamekasan melaksanakan Pemilihan Kepada Desa (PILKADES) serentak, senin (16/11/2015).

Sebanyak 128 orang mencalonkan diri untuk menjadi kepala desa bagi daerah masing-masing.

Berikut desa-desa penyelenggara PILKADES serentak Pamekasan:
I. Kecamatan Pamekasan
1. Teja Barat
2. Jalmak
3. Panempan
4. Nyalabu Laok

II. Kecamatan Proppo
1. Karang Anyar
2. Batu Kalangan
3. Gro'om
4. Pangtonggal
5. Samiran
6.  Lenteng
7. Pangorayan
8. Mapper
9. Panagguan
10. Tattangoh
11. Badung

III. Kecamatan Tlanakan
1. Bandaran
2. Larangan Tokol
3. Tlesah
4. Ceguk
5. Gugul
6. Larangan Slampar

IV. Kecamatan Galis
1. Artodung
2. Bulay
3. Tobungan
4. Pandan

V. Kecamatan Larangan
1. Trasak
2. Tentenan Barat
3. Grujugan
4. Montok
5. Taraban
6. Duko Timur
7. Kaduara Barat

VI. Kecamatan Pademawu
1. Sumedangan
2. Padelegan
3. Tanjung
4. Manjungan
5. Martajih
6. Buddagan

VII. Kecamatan Pegantenan
1. Bulangan Branta
2. Tanjung
3. Bulangan Barat
4. Pasanggar

VIII. Kecamatan Palengaan
1. Potoan Daja
2. Potoan Laok
3. Rombuh
4. Angsanah

IX. Kecamatan Pakong
1. Bicorong
2. Bajang
3. Somalang
4. Pakong

X. Kecamatan Waru
1. Waru Barat
2. Waru Timur
3. Tagengser Laok
4. Tampojung Guwa
5. Tampojung Tenggina
6. Sana Laok
7. Tampojung Tengah
8. Sumber Waru
9. Bajur

XI. Kecamatan Kadur
1. Kertagena Daja
2. Kertagena Tengah
3. Bangkes
4. Sokolelah
5. Pamoroh

XII. Kecamatan Batumarmar
1. Bujur Barat
2. Bujur Timur
3. Batu Bintang
4. Tamberu (bor)
Share:

Sunday, November 15, 2015

Pengurus Baru IPNU - IPPNU Pamekasan Dilantik

Pamekasan – Pasti Aswaja Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) & Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Pamekasan melaksanakan Pelantikan pengurus Periode 2015-2017, Minggu (15/11/15) pagi di Aula SMKN 3 Pamekasan.

Acara yang diikuti sekitar 150 peserta ini mengambil tema "Memperkokoh paham ASWAJA dalam menjaga tradisi dan dinamisasi IPNU-IPPNU untuk bangsa".

Dihubungi setelah acara, Moh. Hefni HR, selaku ketua panitia menuturkan, bahwa pengambilan tema ini tiada lain untuk memperkokoh paham Ahlussunah Wal Jamaah (ASWAJA) bagi kalangan pelajar NU.

"Maksud dan tujuan dari tema ini sudah jelas, yaitu memperkokoh paham aswaja bagi pelajar nu sebagai garda terdepan dalam pengkaderan NU sejak dini." Terangnya.

Pelajar asli Pamekasan ini menambahkan, bahwa dalam memperkokoh paham ASWAJA haruslah melalui akulturasi budaya.

"Untuk mencapai semua ini tidak boleh lepas dari prinsip almuhafadzatu 'alalqadimisshalih wal akhdzu bil jadidil ashlah." Pungkasnya. (bor)
Share:

PBNU Kutuk Serangan Teroris di Paris

Pasti Aswaja – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengutuk keras teror yang terjadi di Paris, ibu kota Prancis pada Jumat, 13 November 2015 atau Sabtu dini hari WIB.

Aksi teror yang berawal dari sebuah restoran ini mengakibatkan 153 orang meninggal dunia, "apapun bentuknya, kekerasaan tidak bisa dibenarkan,” tegas Sekretaris Jenderal PBNU, H. A. Helmy Faishal, sebagaimana rilis NU Online.

Menurutnya, kekerasan  tidak akan menyelesaikan masalah, malah akan semakin menimbulkan masalah baru, "menyelesaikan masalah dengan kekerasan tidak akan pernah ada habisnya,” katanya.

Ia mengajak Masyarakat Indonesia untuk menghadapi masalah dengan cara baik-baik, "kepada warga masyarakat, khususnya warga NU, supaya mengedepakan dialog dalam menyelesaikan masalah,” tambahnya.

Menurut dia, musyawarah bersama harus dibudayakan untuk menghadapi permasalahan dalam bentuk apapun, "mengedepankan budaya kebersamaan adalah modal kita untuk menghadapi krisis seperti itu,” pungkasnya. (bor)
Share:

Ratusan Nyawa Melayang Dalam Insiden Bom Paris

Paris – Pasti Aswaja Ratusan orang tewas dan terluka akibat serangan teroris bersenjata di kota Paris, ibu kota Prancis, pada Jumat malam (13/11/15) hingga dini hari waktu setempat. 

Berdasarkan laporan dari kantor berita AFP dan Reuters, Sekitar jam 21:00 waktu setempat, Seorang pria tak dikenal dilaporkan melepas tembakan di sebuah restoran dan menyebabkan sejumlah orang tewas dan terluka. Pelaku menjalankan aksinya engan menggunakan senapan jenis Kalashnikov (AK).

Satu jam berselang, polisi setempat meningkatkan penjagaan dan melaporkan korban tewas gabungan dari sejumlah lokasi berjumlah 20 orang, tetapi belum diketahui apakah serangan masih berlangsung atau tidak. 

Selain itu, ada dua bom bunuh diri meledak di luar stadion utama State de France, yang menjadi lokasi tim sepak bola Prancis itu bermain melawan tim Jerman. Dalam kejadian ini Sejumlah orang ditemukan tewas.

Seorang saksi mata mengatakan, baha ada pria bersenjata menangkap selusin orang di konser Bataclan. Aksi ini tercatat Polisi Prancis sebagai serangan mematikan kedua pasca serangan militan pada 7 Januari 2015 lalu.

Sekitar jam 22:29 (waktu setempat), Seorang pria bersenjata dilaporkan berteriak berteriak, "Ini untuk Suriah."

Presiden Prancis, François GérardGeorges Nicolas Hollandemengumumkan di televisi dan radio bahwa keadaan darurat dinyatakan untuk Prancis. "Prancis harus kuat melawan terorisme. Penyerangan di Paris itu sangat mengkhawatirkan. Kami mengambil semua personel keamanan, pertemuan Kabinet akan dilakukan dan militer telah dikerahkan," katanya.

Sebelum memasuki tengah malam, tiga orang bersenjata yang mengenakan jaket anti peluru mulai menembak di tengah-tengah konser di gedung Bataclan, "ada sekitar 1.000 orang di sana, saya melihat seorang gadis tertembak tepat di depan saya," kata seorang saksi yang berhasil melarikan diri.

Dalam kejadian ini, dua aktor dilaporkan tewas bersama korban tembakan di gedung konser Bataclan.

Dalam kejadian ini, 153 korban dinyatakan meninggal. Lebih dari 100 orang meninggal selama penembakan di Bataclan dan 40 lainnya di lokasi yang berbeda di seluruh Prancis. Tiga pelaku telah ditembak oleh polisi di tempat kejadian. (bor)
Share:

Friday, November 13, 2015

Paranoid Itu Tidak Beragama


Gue selalu bingung dengan orang-orang yang ngakunya beragama tapi sibuk mengurusi "kesesatan" orang lain. Orang-orang yang mengaku mendapat petunjuk tapi ketakutan hingga paranoid terhadap orang-orang yang (katanya) tidak mendapat petunjuk.

Pengikut Syi'ah yang jumlahnya hanya SUPER MINORITAS di negeri ini begitu ditakuti oleh orang-orang paranoid ini seakan mereka adalah setan demit yang ada dimana-mana.

Kampanye-kampanye dan slogan-slogan penyesatan anti-Syi'ah oleh mereka dipropagandakan di seluruh penjuru mulai dari membuat parade besar-besaran hingga bungkus roti. Dan mereka bangga mengeluarkan dana besar untuk mega proyek pengkafiran terhadap sebuah mazhab yang diakui sebagai bagian dari islam dalam Deklarasi Amman yang ditandatangani lebih 500 ulama besar dunia.

Pengikut Syi'ah yang jumlahnya hanya seupil ini dianggap begitu menakutkan dan sangat mengancam hingga keberadaan mereka harus diberantas dengan dalih "menjaga aqidah umat."

Memang terlihat sekali kaum paranoid ini SANGAT TIDAK BERIMAN DENGAN AYAT-AYAT ALLAH atau setidaknya telah menunjukkan diri bahwa mereka adalah kaum yang lemah iman. Orang-orang yang ketakutan dengan ajaran orang lain sebenarnya tidak beragama, tidak bertuhan bahkan layak disebut pendusta ayat-ayat Tuhan.

Ya anggap saja Syi'ah sesat, lalu sejak kapan Allah menyuruh kalian takut hingga paranoid terhadap orang-orang sesat? Bukankah Allah berfirman "La yadhurrukum man dholla idzah tadaytum" ->> Tiadalah orang yang sesat itu akan memberikan mudharat kepada kalian apabila kalian telah mendapat petunjuk.

Sungguh lucu kelakuan orang-orang ini. Di satu sisi mereka begitu menggebu dalam agama, berteriak-teriak kembalilah pada Qur'an dan sunnah, berteriak sesat dan kafir kepada golongan lain seakan mereka adalah orang-orang yang paling benar dan lurus. Tapi di sisi lain mereka begitu paranoid berteriak "waspadalah!" atau "awas!" dengan aliran ini dan aliran itu, bikin aliansi anti-ini anti-itu seakan-akan mereka tidak percaya dengan janji Allah tersebut. Apakah orang yang mendapat petunjuk harus ketakutan terhadap orang-orang sesat?

Logikanya justru seharusnya orang-orang sesat itu yang ketakutan terhadap orang yang mendapat petunjuk bukan? Eh jangan-jangan justru mereka yang sesat?

Apa orang-orang yang demen teriak kafir dan sesat itu mengingkari janji Tuhan? Tentu! Karena Allah sudah bersumpah kepada orang-orang yang telah mendapat petunjuk dengan kalimat "La yadhurrukum" yang menandakan orang yang mendapat petunjuk tidak perlu takut dengan orang-orang sesat dan tidak perlu paranoid teriak sesat kesana-kemari dengan dalih "menjaga aqidah". Allah telah menjamin sedikitpun yang sesat takkan mengancam dan membawa mudharat bagi orang-orang yang mendapat petunjuk, ya kecuali memang mereka tidak mendapat petunjuk.

Allah tidak pernah menyuruh hamba-Nya ketakutan terhadap kesesatan orang-orang yang sesat. Jangankan terhadap orang sesat, terhadap Iblis yang merupakan Raja dirajanya segala kesesatan pun Allah tidak pernah mengajari kita untuk takut.

Bahkan dalam Qur'an diabadikan peristiwa ketika Iblis "mengancam" Allah bahwa ia akan menyesatkan segenap manusia, Allah hanya menjawab "Inna 'ibaadii laysa laka 'alayhim sulthonun illaa manittaba'aka minal ghaawiin" ->> Sesungguhnya hamba-hamba-Ku tidak ada kekuasaan bagimu terhadap mereka kecuali orang-orang yang mengikut kamu, yaitu orang-orang yang sesat.

Hamba Tuhan yang mendapat petunjuk tidak pernah risau dengan kesesatan orang-orang yang sesat. Karena mereka percaya terhadap janji Tuhan "La yadhurrukum" dan "Laysa laka 'alayhim sulthonun". Yang pantas risau itu hanya orang-orang yang ragu dan ingkar.
Orang-orang ini sebenarnya menderita gangguan psikologis paranoia akut. Sebagaimana orang yang takut akan sakit sebenarnya sudah sakit, orang yang takut akan mati sebenarnya sudah mati sebelum mati, orang yang takut terhadap kesesatan orang lain sebenarnya sudah sesat sendiri tanpa disadarinya.

Orang-orang yang lemah keyakinan memang selalu takut dengan tiap pandangan yang berbeda dari apa yang diyakininya. Sebagaimana orang yang tinggal di gubuk bambu akan selalu ketakutan dengan hujan sehingga angin semilir pun cukup membuatnya paranoid. Sementara orang yang tinggal dalam rumah beton dan pondasi kuat tidak pernah khawatir dengan hujan bahkan badai sekalipun.

Memang benar kalimat bijak yang berkata "Orang yang ketakutan terhadap keyakinan orang lain sebenarnya tidak meyakini apa yang sedang diyakininya."
Share:

Untung Nabiku Tidak Kekanak-Kanakan


Ya, anggap saja Syi'ah sesat..

Bukankah orang-orang sesat adalah "titipan" Tuhan untuk jadi ladang amal bagi kalian untuk kalian dakwahi? Bukankah Nabi bersabda untuk setiap orang yang mendapat hidayah melalui tangan kalian ganjarannya lebih baik daripada unta merah?

Tapi kalian ketika melihat orang-orang yang (kalian anggap) sesat, justru membuat acara deklarasi Aliansi Anti-'Orang-Orang Sesat' tersebut.

Apa jadinya ketika Nabi saat dulu melihat Umar bin Khattab masih sesat lalu Nabi membuat acara deklarasi 'Anti-Umar bin Khattab'. Apa jadinya ketika Nabi dulu melihat Utsman masih sesat lalu Nabi bikin deklarasi 'Aliansi Anti-Utsman'. 

Dulu mayoritas mutlak masyarakat Arab yang hidup di sekitar Nabi adalah bangsa jahiliyah dan sesat. Harus berapa kali dalam sehari Nabi membuat acara Aliansi-Aliansi begituan?

Mungkin jika Nabi berpola pikir seperti kalian, tidak akan pernah tercatat dalam sejarah Nabi mengirim surat kepada Raja Negus yang Nasrani, melainkan Nabi membuat acara deklarasi Aliansi Anti Raja-Negus yang sesat.

Mungkin tidak akan pernah tercatat dalam sejarah Nabi mengirim surat kepada Raja Rum Heraklius, melainkan Nabi membuat acara deklarasi Aliansi Anti Raja-Heraklius.

Mungkin dulu Nabi lebih sibuk bikin acara Aliansi Anti Raja Khosrau yang majusi daripada mengiriminya surat untuk mendakwahinya.

Untunglah Nabi kami tidak beragama secara kekanak-kanakan seperti kalian. Jika tidak, mungkin hari ini islam hanya tinggal nama.
Share:

Fatayat NU Palengaan Minta Masukan dan Motivasi Pengasuh-Pengasuh Pesantren

Pamekasan – Pasti AswajaPengurus Anak Cabang dan Ranting Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Kecamatan Palengaan periode 2015-2019 resmi dilantik, Jumat pagi (13/11/15), (baca juga: PAC. dan Ranting Fatayat NU se-Palengaan Dilantik).

Siti Fatimah, Ketua definitif PAC Fatayat NU Palengaan langsung menyampaikan sambutan pertamanya setelah resmi dilantik dan menerima jabatan dari Ketua Demisioner Periode 2010-2014.

Dalam awal sambutannya, mantan Pengurus Pimpinan Ranting Fatayat NU Larangan Badung ini meminta kepada Ibu-ibu nyai Pengasuh Pondok Pesantren se Kecamatan Palengaan dan Pimpinan Cabang Fatayat NU Pamekasan agar terus memberikan masukan dan motivasi dalam menjalankan amanahnya empat tahun ke depan.

Wanita berkecamata ini sangat bersyukur, karena selama ini hidup dalam naungan NU.
"Tak ada kata yang pantas diucapkan sebagai bentuk syukur atas rahmat yang kita terima, yakni hidup di dalam naungan Jam'iyah Nahdlatul Ulama yang beraqidah Ahlussunah Wal Jamaah."

"Alhamdulillah, di Kecamatan Palengaan saat ini ada sembilan ranting, yang beberapa waktu lalu sudah melaksanakan pemilihan yang dihadiri oleh ibu-ibu nyai dan disaksikan langsung oleh Pimpinan Cabang Fatayat NU Pamekasan". Imbuhnya.

Pemudi asal Dusun Sumber Papan, Larangan Badung ini mengajak kepada pengurus yang baru dilantik untuk menerapkan kebiasaan-kebiasaan baik.
"Selain itu, saya berharap agar kepengurusan yang baru ini mampu menjalankan tugas-tugasnya secara aktif, kreatif dan inofatif, serta mampu menerapkan nilai-nilai Agama Islam. Pungkasnya, disambut tepuk tangan audien. (bor)
Share:

Ketua NU Palengaan: Ghirah Fatayat NU Harus Tetap Hidup

Pamekasan – Pasti Aswaja Rais MWC NU Palengaan, KH. Misbahul Munir, Lc. Menghadiri Acara Pelantikan Pimpinan Anak Cabang (PAC) dan Ranting Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) se Kecamatan Palengaan, sekaligus memberikan Sambutan.

Dalam sambutannya, Pengasuh PP. Miftahul Ulum Kebun Baru Palengaan ini menyampaikan, bahwa ghiroh fatayat NU harus terus dihidupkan.

"Sekalipun dalam kepengurusan Fatayat NU ini sudah banyak yang ibu-ibu, tapi gairahnya untuk menjalankan organisasi yang menjadi Badan Otonom (Banom) NU ini harus tetap dikobarkan." Katanya, disambut tawa hadirin.

Dari kiri ke kanan: KH. Taufiq Hasyim, KH. Misbahul Munir, KH. Abd. Wasik Hamzah, KH. Afifurrahman
Beliau mengharap, agar kepengurusan Fatayat NU Palengaan periode 2015-2019 ini memiliki semangat untuk terus menjalankankan tugasnya semata-mata karena Allah.

"Semangat Pengurus yang akan dilantik ini harus terus dipertahankan untuk  menghidupkan Fatayat NU Li i'lai kalimatillah, karena dengan ini NU akan semaki maju, termasuk Banom-banom yang ada di dalamnya".

Hadir dalam acara itu pengasuh pesantren berlatar belakang Nu se-Kecamatan Palengaan: KH. Taufiq Hasyim, M.Pd.I (PP. Sumber Anom), KH. Afifurrahman (PP. Sekar Anyar), KH. Abd. Waduk Hamzah (Rois NU Palengaan dan pengasuh PP. Taman Sari) dan lain-lain. (bor)
Share:

PAC. dan Ranting Fatayat NU se-Palengaan Dilantik

Pamekasan – Pasti Aswaja Pimpinan Anak Cabang (PAC) dan Ranting Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) se Kecamatan Palengaan menggelar pelantikan pengurus periode 2015-2019 di Aula Pondok Pesantren (PP) As-Salafy Taman Sari Palengaan, Jumat pagi (13/11/15).

Hadir dalam acara ini, Pengasuh Pondok Pesantren se Kecamatan Palengaan, termasuk Rais MWC NU Palengaan, KH. Misbahul Munir, Lc. dan Ketua MWC NU Palengaan, KH. Abd. Wasik Hamzah.

Nyai Juwairiyah, Pimpinan Cabang Fatayat NU Pamekasan dalam sambutannya menyampaikan, bahwa Fatayat NU ini merupakan masa-masa produktif, "alhamdulillah, KH. Said Aqil Siradj, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menerima usulan batasan umur 35 untuk menjadi anggota Fatayat NU, karena usia ini berada dalam masa-masa Produktif," katanya.

Wanita berkacamata ini mengharapkan agar Kepengurusan baru Fatayat NU se Kecamatan Palengaan ini membudayakan silaturahmi demi tercapainya cita-cita NU, "saya harap, agar setelah dilantik nantinya pengurus Fatayat NU Anak Cabang dan Ranting se Kecamatan Palengaan ini terus bersilaturahmi dan tidak tidur, supaya target utama dalam NU bisa dicapai," harapnya.

"Fatayat NU juga harus berhati-hati, karena belakangan ini sudah marak aliran-aliran yang mengaku Ahlussunah Wal Jamaah, tapi Nyatanya bukan NU. Saya titip Fatayat NU Palengaan kepada pengurus baru ini." Pungkas beliau dalam sambutannya. (bor)
Share:

Thursday, November 5, 2015

Hari Jadi Pamekasan ke 485, PMII Pamekasan Gelar Istighatsah

Pamekasan - Pasti Aswaja - Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII)  Pamekasan bersama Majelis Pembina Cabang (MABINCAB) PMII Pamekasan adakan Istighasah untuk  mendoakan kemaslahatan Pamekasan dan memohon hujan di Makam Pangeran Ronggosukowati Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Kamis malam (05/11/15).
Acara yang diikuti oleh kader-kader PMII dari enam komisariat di Pamekasan dan tokoh-tokoh masyarakat sekitar pemakaman pendiri Pamekasan ini dipimpin langsung oleh Ketua MABINCAB PMII Pamekasan, Akh. Faqih.

Dihubungi setelah acara, Ketua Cabang PMII Pamekasan, Moh. Imron, menuturkan bahwa acara yang diselenggarakan dalam rangka hari jadi kota Pamekasan yang ke 485 itu atas inisiatif MABINCAB PMII Pamekasan.
"Kami melaksanakan acara ini karena adanya inisiatif dari MABINCAB," tutur mantan Ketua Komisariat PMII UNIRA ini kepada Pasti Aswaja.

Dihubungi ditempat berbeda, Ketua MABINCAB PMII Pamekasan menuturkan, bahwa rangkaian acara ini adalah untuk Mohon ampunan dan perlindungan (syafaat) Rasulullah Muhammad saw. "Selain itu, kami juga memohon, agar masyarakat Pamekasan diberi barokah, rezeki dan nikmat berupa hujan yang manfaat." tutur mantan ketua cabang PMII Pamekasan ini.

Selain mendoakan kesejahteraan Masyarakat Pamekasan, acara ini juga mendoakan perjalanan PMII dan Kader-kader PMII ke depan, "semoga sahabat PMII diberi kelangsungan, dan kelancaran, serta kelanggengan dalam berorganisasi dan PMII sendiri bisa memiliki kader yang mempunyai solidaritas tinggi terhadap sesama, sehingga bisa seimbang dalam beragama," pungkasnya. (bor)
Share:

Sunday, November 1, 2015

IHM NU Palengaan Santuni Anak Yatim dan Dhuafa

Pamekasan ─ Pasti Aswaja Dalam rangka menyambut tahun baru Islam 1437 H, Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Hajah Muslimat Nahdlatul Ulama (IHM NU) Palengaan, Pamekasan, Madura, Jawa Timur menggelar kegiatan sosia berupa santunan anak yatim dan para dhuafa dari 11 ranting yang ada di bawah garis instruksi IHM NU Palengaan, Minggu (01/11/15) di kediaman Ny. Hj. Niswatul Badi’ah Rahbini (istri ketua MUI Pamekasan, KH. Ali Rahbini Abd. Latif).

Menurut Ny. Hj. Zakiyah, salah satu anggota IHM NU Palemgaan, sumber dana kegiatan yang rutin dilaksanakan setiap tahun itu adalah uang kas organisasi yang khusus dialokasikan untuk kegiatan-kegiatan sosial, “dari uang kas itu, panitia menyediakan 70 paket sembako untuk 35 orang anak yatim dan 35 orang dhuafa,” paparnya.

Kegiatan yang menjadi program wajib itu merupakan bentuk dakwah bil mal IHM NU Palengaan serta untuk membangun kepekaan sosial para anggota dengan tingkat ekonomi menengah ke atas, “selain sebagai bentuk dakwah bil mal, ini juga untuk mengajak para anggota IHM NU yang tingkat ekonominya menengah ke atas untuk peduli dan berbagi terhadap mereka yang membutuhkan,” tutur ketua Muslimat NU Palengaan, Ny. Hj. Nur Faizah Hisyam.


Selain kegiatan sosial, acara itu juga diisi dengan ceramah agama yang disampaikan oleh Ny. Hj. Ifadlah dari Pasuruan, Jawa Timur. (vix)
Share:

UMK Bantu Air Bersih di Blora

Blora – Pasti Aswaja Warga Desa Sembongin, Kecamatan Banjarejo, Blora langsung menyerbu truk tangki pengangkut air bersih, begitu truk itu berhenti, Sabtu (31/10/2015). Dengan membawa jerigen masin-masing, mereka mangantre untuk mendapatkan air bersih bantuan dari Universitas Muria Kudus (UMK) yang didukung Kodim 0721/Blora dan Suara Merdeka.

Tak heran jika warga memang begitu antusias untuk mendapatkan air bersih itu. Sebab, sudah hampir tiga bulan ini, warga Sembongin dan sebagian besar warga Kabupaten Blora, kesulitan mendapatkan air bersih lantaran kemarau panjang yang melanda.

Wakil Rektor IV UMK, Drs. Muh Syafei M.Pd, mengucurkan air ke jerigen saat menyalurkan bantuan air bersih kepada warga di Blora
‘’Sudah sekitar tujuh bulan kekeringan melanda, dan sekitar tiga bulan terakhir sulit air,’’ ujar Muntaha, kepala Desa Sembongin di sela-sela mendampingi Drs. Muh Syafei M.Pd. (Wakil Rektor IV UMK) dan Kanpten (Inf) Sukemi, Komandan Koramil Banjarejo mewakili Komandan Kodim 0721/Blora Letkol (Inf) Ariful Mutaqin yang berhalangan hadir.

Tak pelak, kepala desa dan warga pun berterimakasih atas bantuan air bersih dari UMK yang didukung Kodim 0721/Blora dan Suara Merdeka. ‘’Senang sekali ada bantuan air bersih ini. mendapatkan air bersih akhir-akhir ini sangat sulit. Berangkat habis Shubuh mencari air belum tentu Maghrib dapat air sepikul,’’ tambah Muntaha diamini Karmani, salah satu perangkat desa.

Muh Syafei mengutarakan, bantuan bersih dari kampus tempatnya mengabdi, adalah bentuk perhatian UMK terhadap warga yang saat ini sedang dilanda mendapatkan air bersih karena kekeringan akibat kemarau panjang.

‘’Tugas kampus atau perguruan tinggi tidak sekadar mendidik mahasiswa, juga melakukan riset-riset (penelitian) dan juga pengabdian kepada masyarakat. bantuan air bersih ini masuk dalam program pengabdian kepada masyarakat,’’ jelasnya.

Bantuan air bersih untuk warga Blora, ini tidak hanya bagi warga Desa Sembongin. ‘’Sedikitnya ada tujud desa di empat kecamatan yang menjadi sasaran droping air ini, yaitu Banjarejo, Tunjungan, Blora, Jepon,’’ ungkapnya.

Syafei yang pun akan mengupayakan agar kegiatan sosial bagi masyarakat Blora ini bisa ditindaklanjuti dengan berbagai program lain. ‘’Kami berharap ini bukan kegiatan pertama dan terakhir, tetapi bisa ditindaklanjuti dengan berbagai program lain secara bersama,’’ tuturnya.

Kapten (Inf) Sukemi berharap bantuan air bersih ini bisa sedikit meringankan beban warga dalam memenuhi kebutuhan air bersih ini. ‘’Tingkat kesulitan warga Blora akan air bersih tergolong parah. Mudah-mudahan bantuan air bersih ini bisa sedikit membantu,’’ katanya. (*)
Kontributor Kudus
Share:

Hakikat Waliyullah


Ada asumsi salah kaprah di kalangan masyarakat kita, tentang cara penilaian masyarakat kepada seseorang sehingga dianggap sebagai Waliyullah (kekasih Allah). Menurut kebanyakan mereka, Waliyullah diidentikkan dengan keanehan (khariq lil-‘adah), meskipun keanehan tersebut masih belum masuk dalam kategori keanehan yang sesungguhnya. Menurut kalangan ini, jika ada orang -yang entah karena kebetulan-, mengetahui isi hati seseorang yang datang untuk meminta pertolongan kepadanya, atau orang tersebut berhasil menyembuhkan orang yang sakit dan semacamnya, maka orang tersebut langsung diisukan sebagai Wali. Ada juga yang berasumsi, bahwa ketika seseorang memiliki prilaku yang berbeda dengan banyak orang, (dalam istilah madura disebut helap), maka orang tersebut langsung dicap sebagai Wali. Pada dasarnya asumsi salah kaprah tersebut perlu diluruskan. 

Dengan sangat jelas dan gamblang al-Qur’an menyatakan bahwa yang disebut wali Allah Swt adalah orang-orang yang selalu beriman dan bertakwa kepada Allah Swt. Allah Swt berfirman tentang para wali Allah dalam al-Qur’an al-Karim:

أَلاَ إِنَّ أَوْلِيَاءَ اللهِ لاَ خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلاَ هُمْ يَحْزَنُوْنَ، الَّذِيْنَ آَمَنُوْا وَكَانُوْا يَتَّقُوْنَ، لَهُمُ الْبُشْرَى فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَفِي اْلآَخِرَةِ لاَ تَبْدِيْلَ لِكَلِمَاتِ اللهِ ذَلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيْمُ.

“Ingatlah sesungguhnya wali-wali Allah, mereka tidak merasa takut dan tidak pula berduka cita. (Wali-wali Allah) yaitu orang-orang yang beriman dan selalu bertakwa. Mereka mendapat berita gembira (kemenangan) di dunia dan (kebahagiaan) di akhirat. Tidak ada perubahan janji-janji Allah. Itulah kemenangan yang besar.” (QS. Yunus [10]: 62-64).

Berdasarkan ayat inilah, para ulama mengemukakan beberapa pengertian waliyullah. Al-Imam Abu al-Qasim al-Qusyairi, ulama sufi terkemuka, menguraikan definisi wali Allah dalam tafsirnya sebagai berikut:

قَوْلُهُ جَلَّ ذِكْرُهُ: أَلاَ إِنَّ أَوْلِيَاءَ اللهِ لاَ خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلاَ هُمْ يَحْزَنُوْنَ، الوَلِيُّ وَهُوَ مَنْ تَوَالَتْ طَاعَاتُهُ، مِنْ غَيْرِ أَنْ يَتَخَلَّلَهَا عِصْيَانٌ، وَيَجُوْزُ أَنْ يَكُوْنَ الْوَلِيُّ مَنْ يَتَوَالَى عَلَيْهِ إِحْسَانُ اللهِ وَإِفْضَالُهُ، وَيَكُوْنُ بِمَعْنَى كَوْنِهِ مَحْفُوْظًا فِي عَامَّةِ أَحْوَالِهِ مِنَ الْمِحَنِ، وَأَشَدُّ الْمِحَنِ اِرْتِكَابُ الْمَعَاصِيْ، فَيَعْصِمُهُ الْحَقُّ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى عَلَى دَوَامِ أَوْقَاتِهِ مِنَ الزَّلاَّتِ، وَكَمَا أَنَّ النَّبِيَّ لاَ يَكُوْنُ إِلاَّ مَعْصُوْمًا، فَالْوَلِيُّ لاَ يَكُوْنُ إِلاَّ مَحْفُوْظًا.

“Firman Allah Swt: “Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah mereka tidak merasa takut dan tidak pula berduka cita.” Wali adalah orang yang selalu taat kepada Allah tanpa diselingi dengan perbuatan maksiat. Boleh juga yang dimaksud wali adalah orang yang selalu memperoleh kebaikan Allah dan anugerah-Nya. Demikian juga wali berarti orang yang dilindungi dalam seluruh waktunya dari berbagai ujian. Dan ujian yang terberat adalah melakukan maksiat. Allah Swt senantiasa melindu-nginya dari ketergelinciran. Apabila nabi itu harus ma‘shûm, maka wali itu harus mahfûzh.” (Al-Imam Zainul Islam Abu al-Qasim al-Qusyairi, Lathâ’iful-Isyârât, tahqîq Abdullathif Abdurrahman, Beirut, Darul-Kutub al-Ilmiyah, 2000, vol. III, hlm. 248).

Selanjutnya al-Qusyairi menjelaskan bahwa perbedaan mahfûzh dan ma‘shûm. Ma‘shûm adalah orang yang tidak pernah terbersit dalam hatinya untuk melakukan dosa. Sedangkan mahfûzh kadangkala melakukan kesalahan-kesalahan kecil. Dan terkadang dia tergelincir, tetapi tidak terus menerus. 

Al-Imam Syihabuddin Ibnu Hajar al-Haitami, ulama fikih terkemuka mazhab asy-Syafii dalam kitab al-Fath al-Mubin Syarh al-Arba’in menjelaskan tentang maksud wali Allah Swt.

فاَلْوَلِيُّ هُنَا الْقَرِيْبُ مِنَ اللهِ تَعَالَى لِتَقَرُّبِهِ إِلَيْهِ بِاتِّبَاعِ أَوَامِرِهِ وَاجْتِنَابِ نَوَاهِيْهِ، وَاْلإِكْثَارِ مِنْ نَوافِلِ الْعِبَادَاتِ، مَعَ كَوْنِهِ لاَ يَفْتُرُ عَنْ ذِكْرِهِ، وَلاَ يَرَى بِقَلْبِهِ غَيْرَهُ، لاِسْتِغْرَاقِهِ فِيْ نُوْرِ مَعْرِفَتِهِ، فَلاَ يرَىَ إِلاَّ دَلاَئِلَ قُدْرَتِهِ، وَلاَ يَسْمَعُ إِلاَّ آَيَاتِهِ، وَلاَ يَنْطِقُ إِلاَّ بِالثَّنَاءِ عَلَيْهِ وَلاَ يَتَحَرَّكُ إِلاَّ فِيْ طَاعَتِهِ، وَهَذَا هُوَ الْمُتَّقِيْ، قَالَ تَعَالىَ: إِنْ أَوْلِيَاؤُهُ إِلاَّ الْمُتَّقُوْنَ.

“Yang dimaksud wali di sini ialah orang yang dekat kepada Allah Swt, karena ia mendekatkan diri dengan cara mengikuti segala perintah-Nya, menjauhi semua larangan-Nya, memperbanyak ibadah-ibadah sunah, dia tidak pernah meninggalkan dzikir kepada Allah Swt, dan hatinya tidak pernah melihat selain keagungan Allah, karena ia tenggelam dalam cahaya ma’rifat kepada Allah Swt. Ia tidak melihat kecuali tanda-tanda kekuasaan Allah Swt. Tidak mendengar kecuali ayat-ayat-Nya. Tidak berbicara kecuali memuji kepada Allah Swt. Tidak bergerak kecuali dalam ketaatan kepada Allah Swt. Dan inilah sebenarnya orang yang bertakwa kepada Allah Swt. Allah Swt berfirman dalam al-Qur’an: “Orang-orang yang menjadi kekasih-Nya, hanyalah orang-orang yang bertakwa. (QS. Al-Anfal [8]: 34). (Al-Imam Syihabuddin Ibn Hajar al-Haitami, al-Fathul-Mubîn bi-Syarhil-Arba’în, Jeddah, Darul-Minhaj, 2009, hlm. 589.).

Karena kedekatannya kepada Allah Swt itu, para wali selalu menghindarkan dirinya dari sesuatu yang diharamkan. Begitu pula yang dimakruhkan. Bahkan beberapa hal yang mubah sekalipun ada yang dihindari. Al-Imam al-Ghazali dalam kitab Ihyâ’ ‘Ulûmid-Dîn menjelaskan:

مُبَاحَاتُ الْعَوَامِّ سَيِّئَاتُ اْلأَبْرَارِ، وَحَسَنَاتُ اْلأَبْرَارِ سَيِّئَاتُ الْمُقَرَّبِيْنَ.

“Perbuatan yang mubah apabila dilakukan orang awam, adalah suatu keburukan jika dikerjakan oleh orang mu’min yang berbakti. Dan kebaikan yang dilakukan oleh seorang mu’min yang berbakti, bernilai sebagai keburukan bagi orang-orang yang dekat kepada Allah Swt (Waliyullah).” (Al-Imam al-Ghazali, Ihyâ’ ‘Ulûmid-Dîn, Beirut, Darul-Fikr, 1991, vol. III, hlm. 305.).

Dalam hal ini al-Imam al-Ghazali memberikan perbandingan ketika ada seorang pengemis meminta-minta kepada rakyat jelata dan kepada pejabat, kemudian keduanya sama-sama memberikan sepotong roti, dengan kualitas yang rendah. Bagi si rakyat jelata, itu adalah perbuatan yang sangat mulia. Namun tidak pantas diberikan oleh seorang pejabat. Karena tidak sesuai dengan kedudukannya yang menempati kelas atas dalam kehidupan sosial.

Demikian pula dengan seorang wali Allah. Dengan kedudukannya yang tinggi di sisi Allah Swt, maka apa yang sebenarnya boleh dikerjakan oleh orang awam, menjadi tidak layak dilakukan oleh wali Allah. Misalnya menyantap makanan dan minuman yang lezat sepuas-puasnya adalah hal yang mubah bagi orang kebanyakan. Namun itu menjadi tidak pantas jika dilakukan oleh seorang wali Allah.

Pedoman utama mereka dalam melaksanakan perintah dan menjauhi larangan Allah Swt adalah syariat. Seorang yang sampai pada derajat kewalian akan selalu berpegang teguh kepada al-Qur’an dan Hadis sebagai rujukan utama dalam Islam. Sudah barang tentu di dalam mengamalkan syariat tersebut selalu dilandasi dengan ilmu yang memadai. Beramal tanpa ilmu selain mudah terjerumus pada kesesatan, amalnya juga tidak akan dikabulkan oleh Allah Swt. Kata al-Imam al-Junaid al-Baghdadi yang bergelar Sayyiduth-Thâ’ifah, yang berarti pemimpin dan rujukan para ahli tasawuf:

مَنْ لَمْ يَحْفَظِ الْقُرْآَنَ الْكَرِيْمَ وَلَمْ يَكْتُبِ الْحَدِيْثَ لاَ يُقْتَدَى بِهِ فِي هَذَا اْلأَمْرِ لأَنَّ عِلْمَنَا هَذَا مُقَيَّدٌ بِالْكِتَابِ وَالسُّنَّةِ

“Barang siapa yang tidak bisa memahami hukum-hukum al-Qur’an dan Hadis, dia tidak boleh dijadikan panutan dalam persoalan ini (tasawuf), karena ilmu kami para ahli tasawuf itu bersumberkan dari al-Qur’an dan as-Sunah.” (Al-Imam Abu al-Qasim al-Qusyairi, ar-Risâlah al-Qusyairiyyah, tahqîq Abdul Halim Mahmud, Kairo, Darul-Ma’arif, 1995, vol. I, hlm. 79.).
Share:

Home Style

Contact Form

Name

Email *

Message *

Ads

Ads

Latest News

Popular Posts

Blog Archive