Tuesday, December 22, 2015

Ucapan 'Selamat Natal' Dalam Pandangan Menag

Pasti Aswaja – Menjelang 25 Desember yang diperingati sebagai Hari Natal oleh kaum Nasrani, banyak bentuk kartu ucapan selamat Natal di pusat-pusat perbelanjaan. Bagi mereka yang tidak sempat membeli kartu ucapan selamat Natal, biasanya mengucapkan via media sosial maupun secara langsung kepada orang-orang terdekat.

Akan tetapi, mengucapkan selamat Natal oleh seorang muslim kepada kaum Nasrani masih menuai pro dan kontra. Berkenaan dengan hal itu, seorang pengguna twitter bernama Moostaqim ahmad bertanya kepada Menteri Agama (Menag), Lukman Hakim Saifuddin, perihal hukum mengucapkan selamat Natal bagi kaum muslimin.

"assalamualaikum tad nih ane mau tanya pendapat ustad tentang seorang muslim yang mengucapkan natal kepada orang nasrani?" Tulis pemilik akun @IdMustaqim itu, Senin (21/12/15).

Melalui akun pribadinya, @lukmansaifuddin, Menag menjawab dengan bijaksana.

"Saya menghormati pandangan yg mengharamkan muslim ucapkan hal itu, sbgmana saya menghormati yg membolehkannya," jawab mantan aktivis PMII itu.

Selang beberapa waktu kemudian, Menag memposting sebuah gambar yang berisi ajakan untuk menghormati kaum Nasrani yang merayakan Natal.

"Mari kita hormati mereka yang merayakan hari Natal, juga mereka yang tak merayakannya. Kita hormati mereka yang tak mengucapkan 'selamat Natal', juga mereka yang mengucapkannya. Mari saling menghormati dan menghargai antar sesama kita yang berbeda sikap karena beda pemahaman keagamaan." Tulis Menag dalam gambar itu. (ahn)
Share:

0 comments:

Post a Comment

Home Style

Contact Form

Name

Email *

Message *

Ads

Ads

Latest News

Popular Posts

Blog Archive