• This is default featured slide 1 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 2 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 3 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 4 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 5 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Sunday, December 18, 2016

Ketua PBNU: "Kurang Bagaimana NU?!"

Pamekasan – Pasti Aswaja – Salah satu Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Drs. KH. Imam Azis hadiri Dialog dan Silaturrahmi di kantor Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Pamekasan Jl. R. Abd. Aziz no. 95, Sabtu malam (17/12/16).

Dalam pemaparan dialog yang menghadirkan jajaran pengurus PCNU, Majelis Wakil Cabanag (MWC) NU, Lembaga dan Badan Otonom (BANOM) di bawah naungan PCNU Pamekasan ini,  KH. Imam Azis menyampaikan bahwa NU harus tetap menjadi penyeimbang dalam setiap momen kebangsaan. 

Ia mencotohkan kasus penistaan agama. Menurutnya, kasus dengan tersangka Basuki Tjahaya Purnama (Ahok) adalah pintu masuk bagi kaum takfiriah (kelompok yg mudah mengkafirkan) untuk menyuarakan ajarannya pada masyarakat yang selama ini tidak punya kesempatan.

Menurutnya, kasus Ahok yang menjadi salah satu penyebab terjadinya aksi besar-besaran tersebut harus disikapi dengan hati-hati.

"Selain itu,  ada juga pihak-pihak yg ingin rusuh dalam aksi kemarin. Oleh karena itu, NU bersikap sangat hati-hati. Kemudian yang perlu diingat,  bahwa masalah seperti ini akan terus bergulir hingga Pemilu 2019," lanjutnya.

Lebih lanjut, KH. Imam Aziz menjelaskan perjuangan NU dalam mengawal kasus ini. 

"Kata siapa NU tidak berjuang?! kata siapa NU diam?! NU tetap berjuang, tapi dengan cara yang halus dan damai. Kita tanpa harus mengerahkan massa, tapi Presiden datangi kita, dan Presiden  mengikuti segala saran kita. Kurang bagaimana NU?!" tandasnya. (bor/ahn)
Share:

Ansor NU Larangan Badung dan Ka.Des Setempat Tandatangani MoU

Pamekasan – Pasti Aswaja – Pimpinan Ranting Gerakan Pemuda Ansor Nahdlatul Ulama (PR. GP. Ansor NU) Larangan Badung tanda tangani Memorandum of Understanding (MoU) atau nota kesepahaman dengan Kepala desa setempat, Sabtu pagi (17/12/16) di Balai Desa Larangan Badung, Palengaan, Pamekasan, Madura.

Akh. Hadi Rafi'i, Ketua PR. GP. Ansor Larangan Badung dalam sambutannya menyampaikan, bahwa MoU yang ditanda tangani merupakan komitmen bersama untuk menjaga NKRI.

"Kami (PR. GP. Ansor NU Larangan Badung. red.) akan berkomitmen untuk terus dan terus menjadi bagian dari pembangunan desa, tanpa ada kata makar sedikitpun," tegas alumni Pondok Pesantren Bustanul Ulum Sumber Anom tersebut.

Sementara itu, Musyaffak, Kepala Desa Larangan Badung menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada pihak GP. Ansor setempat. Selain itu, ia langsung menunjuk Jauhari, Kepala Dusun Karang untuk menyiapkan dan menggerakkan seluruh Kepala Dusun Larangan Badung dalam rangka bentuk partisipasi aktif terhadap kegiatan GP. Ansor.

"Dalam kegiatan DIKLATSAR BANSER NU, saya akan mengintruksikan agar semua Kepala Dusun mengutus minimal 1 orang LINMAS utuk diikut sertakan," jelasnya di hadapan semua Kepala Dusun setempat.

Berikut isi nota kesepahaman yang ditandatangani langsung oleh Ketua PR. GP Ansor Larangan Badung dan Kepala Desa setempat:
  1. Menjalin kerjasama yang baik dalam segala program
  2. Mendukung dan mensukseskan semua program desa, terutama dibidang sosial masyarakat.
  3. Segenap PR. GP. Ansor siap bekerjasama dan membantu dalam kemajuan Desa Larangan Badung.
  4. Segenap pemerintah desa siap mendukung dan berperan aktif dalam perkembangan GP. Ansor. (bor/ahn)
Share:

Saturday, December 17, 2016

Dua Tugas NU Menurut Ketua PCNU Pamekasan

Pamekasan – Pasti Aswaja – Madrasah Miftahul Ulum (MMU) Buddagan, Dusun Taretah I, Desa Palengaan Daja, Kecamatan Palengaan, Pamekasan, Madura peringati Maulid Nabi Muhamaad SAW. yang dikemas dengan Pengajian Umum.

Lembaga pendidikan yang berada di bawah naungan Yayasan Al-Thahiriyah tersebut menghadirikan KH. Misbahul Munir (Wakil Rais Syuriah PCNU Pamekasan), KH. Taufiq Hasyim (Ketua Tanfidziyah PCNU Pamekasan) dan KH. Zainal Abidin (Mustasyar MWC NU Palengaan) sebagai penceramah.

Antusias dari wali murid dan masyarakat sekitar untuk menghadiri acara ini sangat tinggi, hal ini dikarenakan mendatangkan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Pamekasan.

"Karena lembaga pendidikan yang ada di sini dari dulu basic-nya NU, jadi selain wali murid, kami juga mengundang Pengurus Ranting NU se-Kecamatan Palengaan," jelas Muhammad Mu'ien, Ketua Panitia Pelaksana kepada Pasti Aswaja.

Dari ketiga penceramah yang dihadirkan, kiyai-kiyai NU tersebut banyak mengutip tentang hikmah maulid dan keutamaan, serta keistimewaan Nabi Muhammad SAW.

Namun yang menarik, Ketua Tanfidziyah PCNU Pamekasan dalam ceramahnya menyampaikan tugas daripada NU dan Warga Nahdliyin.

"Tugas NU dan warga NU (Nahdliyin.red) itu ada dua, yang pertama adalah menjaga tradisi dan aqidah Islam Ahlussunnah Wal Jamaah, dan yang kedua adalah menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia," jelas KH. Taufiq diakhir ceramahnya. (bor/ahn)
Share:

Friday, December 16, 2016

Mengenang Fenomena Malam Kelahiran Nabi Muhammad

Oleh: H. Taufik Hasyim

Muqoddimah 
Memasuki bulan Maulid Nabi ini, hampir seluruh umat Islam seakan bahagia, riang gembira untuk menyambut bulan kelahiran Nabi SAW, mereka tanpa disuruh, tanpa diminta berbondong-bondong mempersiapkan diri menyambut malam puncak kelahiran kekasih mereka yaitu malam tanggal 12 Rabiul Awal sebagai bentuk syukur atas diutusnya beliau sekaligus sebagai wujud cinta terhadap Muhammad bin Abdullah SAW.

Fenomena kelahiran Nabi Muhammad SAW, Imam Al-Diba’iy dalam karyanya Maulidud Diba’, menggambarkan beberapa peristiwa menjelang kelahiran nabi Muhammad SAW sebagai berikut:

Arsy bergoyang karena riang gembira
Kursi (arsy) bertambah wibawa dan tenang
Langit penuh cahaya, para malaikat gemuruh bertahlil, tamjid, tahmid dan tasbih
Ibunda Nabi melihat tanda kemegahan dan keistimewaan, hingga sempurna masa kandungan
Disaat makin dekat masa melahirkan, dengan izin tuhan pencipta mahluk Maka lahirlah Nabi al-habib Muhammad SAW dalam keadaan sujud, bersyukur dan memuji Allah SWT laksana bulan purnama

Lain lagi peristiwa yang digambarkan oleh Imam al-Bushiri, sebagai berikut:

Saat malam kelahiran tiba
Istana raja Kisra hancur terbelah
Sebagaimana kumpulan sahabat Kisra
Tiada menyatu terpecah belah
Api sesembahan (kaum majusi) padam
Karena duka yang mencekam
Sungai Eufrat tak mengalir, muram
Karena susah amat dalam (gambaran kekufuran yang akan hancur)
Para jin menjerit bersuara (karena tidak bisa lagi mencuri dengar dari langit)
Cahaya membumbung ke angkasa
Kebenaran tampak nyata, dari makna maupun kata

Berikut ringkasan kejadian menjelang kelahiran Nabi Muhammad SAW. dari beberapa riwayat ulama salaf:

Sumber Air Kering Bisa Memancar Kembali
Dalam kitab zabur (Kitab nabi DAUD AS) dikisahkan, bahwa “ketika mata air yang kering memancarkan air kembali, maka saat itulah kelahiran Nabi Muhammad SAW.” Dan ternyata kejadian ini betul-betul terjadi, namun karena kedengkian orang Yahudi, maka kajadian ini dan isi kitab ini disembunyikan.

Suara Dari Dalam Ka’bah
Saat kelahiran Nabi Muhammad SAW, datang suara dari dalam Ka’bah: "katakanlah, telah datang kebenaran (agama Islam) dan tidak akan ada kebatilan, juga tidak akan mengembalikan kekufuran”.

Berhala Bersujud
Suatu ketika Abdul Muthalib berkata: “sewaktu aku berada di dekat Ka’bah, tiba-tiba patung di dekat Ka’bah jatuh dan bersujud pada Allah. Aku juga mendengar suara dari dinding Ka’bah: 'Nabi terpilih telah lahir yang akan menghancurkan orang-orang kafir dan membersihkan aku dari beberapa patung berhala serta memerintahkan untuk menyembah Allah SWT”.

Aminah (ibunda Nabi) Tidak Merasa Letih dan Sakit
Selama mengandung, Aminah sama sekali tidak merasakan letih dan sakit, yang mestinya setiap wanita hamil pasti merasakan pegal, letih, capek, linu. Tetapi Aminah tidak merasakan hal tersebut. Begitu juga di saat menjelang kelahiran hingga saat kelahiran, tidak sedikitpun rasa sakit yang dirasakan Aminah.

Jin Tidak Bisa Lagi Mencuri Dengar ke Langit
Sebelum kelahiran Nabi muhammad SAW, jin biasa mencuri dengar ke langit untuk mengetahui tentang kabar manusia dan nasib manusia, lalu dari hasil mencuri dengar itu disampaikan pada dukun-dukun di muka bumi, akan tetapi setelah kelahiran Nabi, jin tidak lagi bisa mencuri dengar ke langit.

Api Sesembahan Kaum Majusi Padam Seketika
Seperti dalam Burdah Imam al-Bushiri di atas bahwa api yang disembah kaum majusi yang tidak pernah padam lebih dari 1000 tahun, menjelang malam kelahiran Nabi Muhammad SAW api itu padam seketika

Malam Menjelang Kelahiran Nabi Muhammad SAW yang Dirasakan Aminah

Malam ke 1:
Allah melimpahkan segala kedamaian dan ketentraman yang luar biasa pada diri Aminah, hingga ia merasakan kedamaian yang belum pernah dirasakan sebelumnya.

Malam ke 2:
Datangnya seruan pada Aminah yang mengatakan bahwa dirinya akan mendapat anugerah yang luar biasa dari Allah SWT.

Malam ke 3:
Datang panggilan: “wahai Aminah, sudah dekat waktunya engkau melahirkan Nabi yang Agung dan mulia, yaitu Muhammad SAW yang senantiasa memuji dan bersyukur pada Allah SWT”.

Malam ke 4:
Aminah mendengar suara malaikat bertasbih dengan jelas.

Malam ke 5:
Aminah bermimpi bertemu dengan Nabi Ibrahim AS.

Malam ke 6:
Aminah melihat nur (cahaya) Nabi Muhammad SAW memenuhi seluruh alam.

Malam ke 7:
Aminah melihat para malaikat datang mengunjungi kediamannya seraya memberi kabar gembira, hingga ia bertambah bahagia.

Malam ke 8:
Aminah mendengar suara dimana-mana: “berbahagialah wahai manusia, alam semesta, telah dekat kelahiran nabi agung, kekasih Allah pencipta alam”.

Malam ke 9:
Allah semakin mencurahkan kasih sayang dan anugerahnya pada Aminah, hingga tidak ada duka sedikitpun dalam dirinya.

Malam ke 10:
Aminah melihat tanah Tha’if dan tanah Madinah ikut gembira menyambut kelahiran Nabi Muhammad SAW.

Malam ke 11:
Aminah melihat seluruh mahluk langit gembira karena semakin dekatnya saat kelahiran Nabi Muhammad SAW.

Malam ke 12:
Yaitu dimana malam kelahiran Nabi Muhammad SAW, dimana Abdul Muthalib (kakek nabi) sedang bermunajat di Ka’bah, sedang Aminah sendirian di rumah, kemudian datanglah empat orang wanita yang cantik nan anggun. 

Wanita pertama bekata: "berbahagialah engkau wahai aminah, sebentar lagi akan melahirkan orang yang mulia, aku adalah Istri Nabi Adam AS, aku adalah ibu seluruh umat manusia, aku kesini diutus oleh Allah untuk menemanimu." Wanita kedua berkata: "aku adalah istri Nabi Ibrahim yang datang ke sini untuk menamanimu." Wanita ketiga juga berkata: "aku adalah Aisyah binti Muzahim yang datang ke sini untuk menemanimu." Dan wanita ke empat berkata: "berbahagialah wahai Aminah, kau akan melahirkan seorang yang mulia, aku adalah Maryam, Ibunda Isa as." Melihat hal itu, bertambah bahagialah hati Aminah yang tak lama lagi akan tiba saat persalinan.

Kejadian berikutnya adalah di mana Aminah melihat sekelompok mahluk bercahaya datang silih berganti memasuki ruang Aminah, mereka mermunajat pada Allah dan mengucapkan puji-pujian pada Allah.

Berikutnya datang malaikat Ridlwan dengan rombongan bidadari dari sorga dengan dandangan dan segala perhiasan, parfum wewangian, beberapa kain sutra yang mewah dan segala perabot yang serba sorga. lalu Allah memerintahkan malaikat Jibril agar memanggil para malaikat, arwah para nabi dan rasul serta para kekasih Allah untuk datang berkumpul di sekitar kediaman Aminah untuk menyambut kelahiran Nabi Agung Muhammad SAW.

Dengan turunnya para malaikat, penuhlah bumi ini  dengan malaikat, para nabi, rasul, shalihin dan kekasih Allah. Lalu Aminah melihat malaikat datang membawa kayu Gaharu yang sangat harum, saat itu semua berdzikir, bertasbih, bertahmid dan bertahlil kemudian datanglah burung putih berkilau cahaya mendekat Aminah lalu mengusapkan sayapnya, dan lahirlah Nabi Muhammad SAW. bersamaan dengan cahaya yang terang benderang menyinari alam semesta ini, lalu bayi kecil Muhammad ini bersujud, bertasbih, bertahmid dengan disaksikan para malaikat dan yang hadir saat itu. Bergembiralah seluruh alam semesta akan lahirnya Nabi Muhammad SAW.

Saat Nabi lahir ke dunia ini, beliau  sudah di khitan, tali pusarnya sudah terpotong, baunya harum semerbak, rambutnya berminyak dan kedua matanya bercelak, semua itu atas kuasa Allah SWT. Lalu bayi kecil itu di gendong oleh seorang bidan bernama Syifa’ yaitu ibunda seorang sahabat Nabi yang dijamin masuk sorga, Abdurrahman Bin Auf.

Penutup
Berbahagialah umat manusia atas diutusnya Muhammad bin Abdullah sebagai Nabi dan Rasul. 'Tak salah jika kebahagiaan itu diwujudkan dalam bentuk memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW atau Maulid Nabi dengan harapan bisa mendapat syafaatnya dan diakui sebagai umatnya. Amiin.
Dari berabagai sumber
Penulis adalah Khadimul Ma’had di PP Sumber Anom, Angsanah Palengaan Pamekasan Madura,  dan sekarang sedang menjabat ketua PCNU Pamekasan.
Share:

Wednesday, December 7, 2016

Hoax, Habib Rizieq Masuk RS

Jakarta — Pasti Aswaja Beredarnya kabar tentang dirawatnya Ketua Pembina Gerakan Nasional Pengawal Fatwa MUI (GNP-MUI), Habib Rizieq Shihab ternyata adalah hoax (Baca juga: Inna Lillahi, Habib Rizieq Masuk RS).

Klarifikasi itu disampaikan oleh Sekretaris Jenderal DPD FPI Jakarta, Habib Novel Bamukmin.

Seperti dirilis Okezon, Habib Nobel menyampaikan bahwa Imam Besar FPI itu baik-baik saja. "Iya, betul saya mendengar itu (kabar Habib Rizieq masuk rumah sakit), tapi itu tidak benar, ada kok sekarang di rumah," katanya, Selasa (6/12/2016).

Ia juga menambahkan, bahwa kondisi kesehatan Habib Rizieq sehat walafiat, sehingga tidak menganggu aktifitasnya sehari-hari.

"Alhamdulillah beliau sehat walafiat," tutupnya. (ahn/uki)
Share:

Tuesday, December 6, 2016

Bahtsul Masail NU Jawa Tengah Haramkan Pemerintah Beri Ijin Usaha Ritel Modern

Magelang — Pasti Aswaja — Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah menghimbau kepada pemerintah di tingkat pusat maupun daerah supaya tidak mengizinkan pendirian toko modern yang berdampak negatif terhadap eksistensi warung tradisional maupun toko kelontong.

Himbauan itu disampaikan melalui forum bahtsul masail (musyawarah hukum Islam, red) yang diikuti semua Pengurus Cabang NU dan perwakilan pondok pesantren se-Jawa Tengah di Pondok Pesantren Al-Asnawi Kabupaten Magelang, Senin (5/12/16).

Rais Syuriah PWNU Jawa Tengah KH Ubaidulloh Shodaqoh menyampaikan, bahwa dampak ekonomi yang ditimbulkan dari banyaknya pendirian toko-toko modern yaitu tutupnya toko-toko tradisional, yang berujung pada kesenjangan ekonomi yang semakin jauh.

“Menjamurnya toko-toko modern itu dapat menimbulkan dlarar (bahaya, red). Dlarar di sini tidak boleh dilihat dalam jangka pendek yang terkait dengan perorangan, tapi harus juga dilihat jangka menengah dan panjang. Keberadaan pasar-pasar modern dalam jangka panjang akan mengakibatkan terjadinya monopoli ekonomi yang hanya dikuasai kaum borjuis yang berjumlah sangat sedikit,” paparnya.

Menurut Dewan Pengasuh Pondok Pesantren Al-Itqon Kota Semarang itu, menjamurnya toko-toko modern yang menggunakan konsep waralaba atau franchise merupakan petanda berkembangnya kapitalisme global di Indonesia yang berdampak negatif terhadap ekonomi rakyat.

“Karena itu, NU Jawa tengah terpanggil untuk andil dalam mengadvokasi kepentingan rakyat dalam hal kemandirian ekonomi berbasis mashlahah, sebagaimana yang telah diamanatkan Pancasila dan UUD 45,” jelasnya.

Haram Memberi Izin

Dalam forum bahtsul masail yang dipimpin oleh Wakil Katib Syuriah PWNU Jawa Tengah KH Hudallah Ridwan dan KH Busyro itu, ditetapkan kesepakatan fatwa bahwa pemerintah haram memberikan izin usaha ritel modern yang diduga kuat akan berdampak negatif terhadap pedagang tradisional atau toko kelontong.

Selain itu, forum bahtsul masail NU Jawa Tengah juga meminta kepada pemerintah supaya meninjau ulang dan mencabut izin usaha yang sudah dikeluarkan apabila mengakibatkan kerugian terhadap usaha kecil dan menengah.

“Dalam hukum Islam dinyatakan bahwa pemerintah dalam memberikan keputusan harus berpijak kepada kepentingan rakyat, tasharruful imam manuthun bil mashlahatir ra’iyyah. Karena itu jika pemberian izin berdampak pada kerugian yang dialami oleh pedagang-pedagang kecil maka izin tidak boleh dikeluarkan. Para pedang kecil ini menempati jumlah mayoritas,” kata KH Hudallah Ridwan.

Keputusan tersebut juga berdasarkan pada kaidah hukum Islam yang menyatakan bahwa kerusakan harus dihilangkan (adldlarar yuzalu). “Dalam hal ini apabila izin usaha sudah terlanjur dikeluarkan pemerintah, maka pemerintah harus meninjau ulang. Apabila jelas berdampak pada kerugian para pedagang kecil, maka izin itu harus dicabut, adldlarar yuzalu (bahaya harus dihilangkan),” tambahnya. (ahn/zai)
Source: nujateng.com
Share:

Aku Merindukanmu, O Muhammadku

Oleh: KH. Ahmad Mustofa Bisri

Aku merindukanmu, o, Muhammadku
Sepanjang jalan kulihat wajah-wajah yang kalah
Menatap mataku yang tak berdaya
Sementara tangan-tangan perkasa
Terus mempermainkan kelemahan
Airmataku pun mengalir mengikuti panjang jalan
Mencari-cari tangan
Lembut-wibawamu

Dari dada-dada tipis papan
Terus kudengar suara serutan
Derita mengiris berkepanjangan
Dan kepongahan tingkah-meningkah
Telingaku pun kutelengkan
Berharap sesekali mendengar
Merdu-menghibur suaramu

Aku merindukanmu, o. Muhammadku

Ribuan tangan gurita keserakahan
Menjulur-julur kesana kemari
Mencari mangsa memakan korban
Melilit bumi meretas harapan
Aku pun dengan sisa-sisa suaraku
Mencoba memanggil-manggilmu

O, Muhammadku, O, Muhammadku!

Dimana-mana sesama saudara
Saling cakar berebut benar
Sambil terus berbuat kesalahan
Qur'an dan sabdamu hanyalah kendaraan
Masing-masing mereka yang berkepentingan
Aku pun meninggalkan mereka
Mencoba mencarimu dalam sepi rinduku

Aku merindukanmu, O, Muhammadku

Sekian banyak Abu jahal Abu Lahab
Menitis ke sekian banyak umatmu
O, Muhammadku - selawat dan salam bagimu - bagaimana melawan gelombang kebodohan
Dan kecongkaan yang telah tergayakan
Bagaimana memerangi
Umat sendiri? O, Muhammadku

Aku merindukanmu, o, Muhammadku

Aku sungguh merindukanmu. 

***
الصلاة والسلام عليك يا نبي الله,
الصلاة والسلام عليك يا رسول الله,
الصلاة والسلام عليك يا حبيب الله,
الصلاة والسلام عليك يا صفي الله,
الصلاة والسلام عليك يا صاحب الشفاعة .
Ash-shalaatu wassalaamu ‘alaika yaa NabiyyaLlaah,
Ash-shalaatu wassalaamu ‘alaika yaa RasuulaLaah,
Ash-shalaatu wassalaamu ‘alaika yaa HabiibaLlaah,
Ash-shalaatu wassalaamu ‘alaika yaa ShafiyyaLlaah,
Ash-shalaatu wassalaamu ‘alaika yaa Shaahibasy-syafaa”ah.

***
Source: Facebook
Share:

Inna Lillahi, Habib Rizieq Masuk RS

Bogor — Pasti Aswaja — Ketua Dewan Pembina Gerakan Nasional Pengawal Fatwa MUI (GNPF-MUI), Habib Rizieq Shihab dirawat di salah satu Rumah Sakit (RS) di Bogor, Jawa Barat, karena kondisi fisiknya yang terlalu letih.

Dikutip dari SindoNews, Sekertaris Jenderal DPD FPI Jakarta Habib Novel Bamukmin mengatakan, Habib Rizieq menjalani perawatan di salah satu RS dekat pondok pesanteran yang dipimpinnya. "Kondisi Habib Rizieq masih dalam keadaan baik-baik saja," katanya, Selasa (6/12/2016).

Menurut Habib Novel, penyebab Habib Rizieq itu dirawat karena memang aktivitasnya begitu banyak. Apalagi  menjelang aksi 212 lalu yang menguras tenaganya, "tahu sendiri kan, Habib Rizieq kalau sudah urusan agama itu begitu semangat. Beliau bolak-balik terus Jakarta Bogor. Kondisi fisiknya begitu terkuras sehingga butuh istirahat dan perhatian seperti perawatan itu," tuturnya. Sebelum Aksi Super Damai 212, Habib Novel Menuturkan, Habib Rizieq juga sempat diinfus.

Rencananya, Habib Novel akan menjenguk Habib Rizieq di Bogor pada Rabu, 7 Desember 2016 besok guna memastikan kondisi kesehatan Habib Rizieq. Dia juga meminta semua masyarakat untuk turut mendoakan Habib Rizieq.

"Kita sama-sama doakan Habib Rizieq segera membaik," pintanya. (ahn/uki)
Share:

Monday, December 5, 2016

Audiensi PMII Gagal, Administrasi DPRD Pamekasan Amburadul

Pamekasan — Pasti Aswaja — Rencana Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC. PMII) Pamekasan untuk audiensi dan bertemu dengan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat, Senin (05/12/16) berbuah kekecewaan.

Pasalnya, PC. PMII Pamekasan sudah memasukkan surat pemberitahuan audiensi kepada pihak DPRD setempat satu minggu sebelumnya, tepanya Selasa (29/11/16).

"Surat sudah masuk ke sekretariat, tapi tidak ada tanggapan. Ketika kami datangi, ternyata yang ada di dalam gedung Dewan ini (DPRD Pamekasan.red) tidak tahu menahu," Jelas Miftahul Munir, Ketua Umum PC. PMII Pamekasan dengan penuh kekecewaan.

Menurutnya, jika memang Administrasi DPRD Pamekasan berjalan dengan baik, maka tidak akan ada kesalahan dan kekecewaan seperti ini.

"Kami hanya ditemui oleh salah satu TU DPRD Pamekasan, bahkan ada yang menyalahkan karena datang ke sini, padahal kami sudah melayangkan surat sebelumnya, dan harusnya ada konfirmasi jika memang tidak bisa ditemui," tandasnya geram.

Dari informasi yang didapat, surat pemberitahuan audiensi yang diajukan oleh PC. PMII Pamekasan saat ini belum ada tanggapan yang jelas.

"Suratnya belum masuk ke saya, masih ada di Ketua. Kalau saja ada, maka akan ada tembusan kepada PMII," jelas Suparman, pendamping Komisi I DPRD Pamekasan kepada beberapa aktivis PMII yang hadir.

Audiensi yang akan digelar ini terkait tindak lanjut dari aksi Penerapan Perda no. 16 Tahun 2012 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Pamekasan (Baca juga: PMII Pamekasan Lurug PEMKAB, Minta Bupati Tegas Tegakkan Perda No. 16 Tahun 2012). (bor/ahn)
Share:

Ketua MWCNU Pakong: 'Maulid, Media Teladani Rasulullah'

Pamekasan — Pasti Aswaja Muhammad SAW. merupakan tokoh sentral agama Islam. Sebagai seorang Rasul, Muhammad SAW. merupakan satu-satunya sosok sempurna untuk dijadikan suri teladan.

Sebagai salah satu media untuk meneladani Rasulullah, menurut Zainul Waqut, Ketua Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Pakong, Pamekasan, Jawa Timur, adalah melalui peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Pernyataan itu disampaikan oleh dosen STAI Miftahul Ulum Pamekasan itu sesaat setelah kegiatan peringatan Maulid Nabi yang dilaksanakan oleh MWCNU Pakong, Minggu malam (04/12/16).

"Tidak ada lain (tujuan kegiatan ini), agar ke depan masyarakat dapat mencontoh teladan Rasulullah , supaya kita selamat dan mendapat syafa'at beliau baik di dunia maupun di akhirat," jelasnya.

Kegiatan itu sejatinya adalah kegiatan lailatul ijtima' yang rutin dilaksanakan tiap bulan oleh MWCNU Pakong, akan tetapi berkenaan dengan bulan maulid, maka pengurus mengemas acara itu dengan peringatan Maulid Nabi. Selain maulid, acara itu juha dikemas dengan santunan anakyatim.

Dalam kesempatan itu, panitia mengundang seluruh warga nahdliyin se-Kecamatan Pakong, termasuk Badan Otonom dan Lembaga-lembaga di lingkungan MWCNU Pakong.

Kegiatan yang dimulai setelah Shalat Isya' itu menghadirkan ketua PCNU Kabupaten Pamekasan, KH. Tufiq Hasyim, M.Pd.I, Wakil Ketua PCNU Pamekasan, KH. Muzammil. Untuk memberikan hikmah maulid, panitia mempercayakan kepada Habib Muhsin Alhinduan, Sumenep. (zai/ahn)
Share:

Sunday, December 4, 2016

Geger, Warga Temukan Janin Bayi

Pamekasan — Pasti Aswaja — Warga dusun Sekgersek, Palengaan Laok, Palengaan, Pamekasan, Jawa Timur digegerkan dengan penemuan janin bayi di Tempat Pemakaman Umun (TPU) setempat, Minggu (04/12/16) sekitar pukul 04.00 WIB oleh Samhaji (50).

Pria yang berprofesi sebagai petani tersebut awalnya memberitahukan adanya gundukan tanah baru di pemakaman setempat kepada warga. Sekitar jam 14.00 polisi dan masyarkat mendatangi lokasi dan menggali gundukan tanah, di dalamnya ditemukan bungkusan kain putih dan berisi janin bayi yang kemudian dibawa ke Puskesmas Palengaan oleh Polsek setempat untuk dilakukan pemeriksaan.

"Sewaktu mau mengambil wudhu' untuk sholat subuh saya melihat seorang perempuan sendirian sedang mencangkul tanah, dan setelah itu pergi ke arah timur berjalan kaki," jelas Samhaji kepada beberapa wartawan.

Atas permintaan dari istrinya, Parmi, janin bayi yang sudah diperiksa tersebut rencananya akan dikuburkan kembali di dekat rumah Samhaji.

Dugaan sementara, janin tersebut merupakan hasil hubungan gelap yang dibuang untuk menutupi malu. (bor/fiq/ahn)
Share:

Pemilik Akun Facebook Khotib Umam Sowan ke PCNU Pamekasan Untuk Minta Maaf

Pamekasan — Pasti Aswaja Khotibul Umam, pemilik akun facebook Khotib Umam, menyambangi kantor Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Pamekasan, Minggu (04/12/16). Kedatangan pemuda asal Tlambah, Sampang, Jawa Timur itu untuk tabayyun (klarifikasi) dan meminta maaf atas komentarnya di jejaring sosial facebook.

Selain permohonan maaf secara langsung di hadapan kiai-kiai sepuh, pengurus Lembaga, Badan Otonom dan jajaran pengurus PCNU Pamekasan, Khotib juga menyampaikan permohonan maaf melalui akun facebook miliknya.

"Saya menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada para kiai, para guru, dan teman-teman khusunya kepada pengurus NU mulai dari PBNU, PWNU, PCNU, MWCNU, Ranting NU dan semua Nahdliyin atas komentar saya di facebook yang menyebabkan ketersinggungan dan membuat gaduh media sosial karena kelalaian dan kekhilafan saya," tulis Khotib.

Selain meminta maaf, Khotib juga berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya itu. Dia juga berharap, melalui kejadian ini, ia bisa lebih berhati-hati dalam menggunakan media sosial.

"Semoga (kejadian) ini menjadi pelajaran baik bagi saya pribadi maupun seluruh pengguna media sosial, agar lebih berhati-hati dalam membuat status dan berkomentar," pungkasnya.

Untuk diketahui, kejadian ini bermula saat Khotib berkomentar pada salah satu status facebook, Jumat (02/12/16), dan komentarnya itu menyinggung perasaan Nahdliyin serta dinilai melecehkan institusi NU. (ahn/uki)
Share:

Saturday, December 3, 2016

Komunikasi dan Pembentukan Karakter Feminis

Komunikasi dan Pembentukan Karakter Feminis
Oleh: Siti Surayah*

ABSTRAK
Kehidupan sehari-hari tidak lepas dari faktor komunikasi, baik verbal maupun non-verbal yang ada di masyarakat, hal ini juga membutuhkan penafsiran yang sesuai dengan apa yang dimaksudkan. Tak ayal, terkadang pola komunikasi ini terkadang menjadi multi tafsir yang membuat kesalah pahaman dalam suatu gerakan khususnya gerakan feminis yang ada di Indonesia. Peran dan pola komunikasi yang dibentuk juga memerlukan dukungan dari berbagai pihak khususnya kaum maskulin yang notabenenya adalah laki-laki dengan memahami sadar gender yang masuk dalam inpres tahun 2009.

Kata kunci: gender, feminis, karakter komunikasi feminis

Pendahuluan
Gerakan feminisme masih menjadi perbincangan hangat di era modern ini. Faham feminis menjadi acuan dasar dalam gerakan gender di Indonesia, baik secara sosial, budaya, politik dan ekonomi. Tidak dipungkiri, bahwa paham ini menjadi dasar gerakan perempuan di Indonesia di segala lini. Tak ayal jika di era modern yang ditopang dengan berbagai sistem informasi yang memadai membuat pola gerakan di Indonesia menjadi lebih mudah dalam menyuarakan hak-hak perempuan dan para aktifis perempuan.

Sebagai bahan kajian, secara teoritis, feminis menjadi objek penelitian di mana dihubungkan dengan pengalaman perempuan dalam gerakan gender, kedua menjadi subjek, dimana para feminis mencoba memandang dan menganalisa teori ini dari kacamata perempuan. Selanjutnya, teori ini bersifat kritis pada sifat-sifat yang mengacu pada marjinalisasi terhadap perempuan.

Jika berbicara tentang pola komunikasi saat ini mampu membentuk pola karakter yang berbeda-beda, tergantung dari sisi mana akan bergerak. Proses interaksi yang dipilih oleh sebagian komunitas atau organisasi inilah yang membentuk karakter pola komunikasi untuk mencapai tujuannya.

Hubungan yang dibangun oleh manusia dengan manusia lainnya tidak hanya sebatas interaksi sosial saja, melainkan ada beberapa efek yang mempengaruhi pola karakter yang diberikan oleh komunikan. Salah satu contoh ketika si A sering berinteraksi dengan si B dan itu berlanjut terus menerus, sedikit banyak akan mempengaruhi pola komunikasi yang sama, apalagi menggunakan pola komunikasi yang sistematis. Dalam teori sosiologi hubungan manusia dengan manusia yang lain merupakan suatu keharusan atau tuntutan yang mesti dilakukan karena manusia adalah makhluk sosial yang tidak bias hidup sendiri tanpa yang lain, termasuk dengan alam sekitar (Johan:14).

Di Indonesia banyak sekali gerakan-gerakan perempuan yang mengacu pada pola gerakan dan karakter feminis. Baik dari kalangan mahasiswa, masyarakat arus bawah bahkan pejabat-pejabat perempuan yang bergerak dibidang ini. Berbagai macam LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat) yang bergerak dibidang gender, apalagi inpres tahun 2009 tentang pengarus-utamaan gender yang memberi kesempatan bagi kaum perempuan dalam menduduki posisi kursi pemerintahan.

Sinkronisasi antara peran komunikasi dalam pembentukan karakter gerakan feminis ini tidak lepas dari teori-teori barat yang dikonsumsi perempuan Indonesia. Di sini bias ditelaah bahwa pola komunikasi sangat mempengaruhi pada karakter-karakter gerakan perempuan. Misalnya, jika mengacu pada teori gerakan liberal, pola dan karakter komunikasinya cenderung memaksa dan bebas dalam setiap gerakan, baik dalam pengasahan intelektual maupun ideologi yang dianut. Beda lagi dengan pola karakter komunikasi feminis sosial dan lain sebagainya. Dalam gerakan ini memiliki karakter yang berbeda-beda, tergantung paham mana yang diambil.

Perempuan saat ini sangat mandiri jika melihat pada perkembangan zaman, sistem patriarki mulai menghilang dan konstruk budaya baru mulai berkembang. Bahwa peran perempuan dan laki-laki memiliki hak yang sama dalam bidang sosial, ekonomi, politik dan budaya. Berani menunjukan perannya sebagai perempuan dan mulai mengeluarkan aspirasinya dalam memberikan kesadaran pada masyarakat bawah tentang pentingnya berperan aktif dalam pembangunan bangsa. Pola komunikasi yang diterapkannyapun lebih mudah karena lawan bicaranya adalah perempuan.

Teori sikap feminis berpijak pada empat asumsi yang menurut Janet Saltzman Chafetz (1997) dalam memberikan karakter pada teori feminis manapun: (1) jenis kelamin atau gender merupakan fokus utama dalam teori ini; (2) hubungan jenis kelamin atau gender dipandang suatu yang problematis, dan teori ini berusaha untuk memahami bagaimana jenis kelamin atau gender berhubungan dengan ketidaksetaraan dan kontradiksi; (3) hubungan jenis kelamin atau gender dipandang sebagai sesuatu yang dapat diubah; dan (4) teori feminis dapat digunakan untuk menantang status quo ketika status quo ini melecehkan atau merendahkan wanita (Richard:181).

Gagasan dan ideologi karakter pola komunikasi dari dunia barat banyak mempengaruhi dan mendorong gerakan-gerakan yang mengakar rumput. Mulai dari tatanan atas yang dinaungi oleh pemerintah ataupun PBB, guna menyuarakan hak-hak perempuan. Harapannya agar tidak ada lagi penindasan bagi kaum perempuan yang masih marak di Indonesia. Gerakan emansipasi wanita dalam memperjuangkan hak dan kesetaraan gender antara laki-laki dan perempuan sudah mengubah cara pandang masyarakat di Indonesia. Pendidikan dan peran di sosial semakin merata. Kesadaran dan pentingnya mengasah intelektual serta keterbukaan wawasan membuat kaum feminis semakin gencar dalam keikutsertaan dalam pengambilan keputusan, baik secara regional, nasional bahkan internasional. 

Karakter Komunikasi dan Feminisme
Beberapa teori feminis yang menjadi aliran bahkan dijadikan acuan bagi gerakan-gerakan di Indonesia: pertama, feminis liberal; gerakan ini lebih pada pandangan yang mengacu pada kebebasan pada setia individu. Aliran ini menyatakan bahwa kebebasan dan kesamaan berakar pada rasionalitas dan pemisahan antara dunia privat dan publik. Setiap manusia, demikian menurut mereka, punya kapasitas untuk berpikir dan bertindak secara rasional, begitu pula pada perempuan (dalam Steeves,1987:100) feminis liberal menuntut kebebasan dalam segala lini, baik sosial, ekonomi, politik dan budaya, bahkan dalam hal pendidikan. Kedua, feminis radikal; dimana penindasan yang terjadi berawal dari budaya patriarki. Ketiga; feminis sosiali, seperti pemikiran Karl Marx yang menginginkan penghapusan kelas. Feminis sosialis berfikir bahwa tidak ada sosialisme tanpa pembebasan perempuan.

Dari ketiga acuan teori diatas, pada dasarnya terlalu keras jika diterapkan di Indonesia melihat bahwa Nusantara ini memiliki berbagai suku dan budaya yang tentunya memiliki perbedaan dalam hal kearifan lokal, maka ada pemikiran baru yang masuk dalam rekomendasi dunia yakni feminis multikultural di mana hal ini sangat menghargai kearifan lokal atau local wisdom, tujuannya adalah bagaimana setiap teori yang dikonsumsi tetap menghargai dan menciptakan budaya baru tanpa menghapus buda lama, bahkan tetap mempertahankan sebagai kearifan lokal. 

Status yang dilabelkan terhadap perempuan dalam pola dan karakter feminis masih melekat dalam budaya masyarakat, yakni antara superior dan inverior yang membuat salah satu gender ini merasakan sanksi diskriminatif, pola komunikasi superior yang dilabelkan terhadap laki-laki cenderung meremehkan perempuan setiap kali berbicara didepan publik, padahal, pada dasarnya perempuan juga memiliki sikap superior di depan publik. Tidak hanya itu saja, streotype yang konstruk oleh masyarakat terkait sifat maskulin dan feminim juga menimbulkan kerugian bagi salah satu pihak, khususnya perempuan yang notabene mengandalkan perasaan. Pada akhirnya karakter pola yang dibangun oleh gerakan feminis masih kurang maksimal di ranah publik. 

Kesimpulan
Bahwa peran komunikasi dalam pembentukan karakter feminis masih kurang maksimal dalam lingkup ruang publik. Hal ini disebabkan oleh kurangnya dukungan masyarakat bagi perempuan dalam mengupayakan berkembang dan majunya pola komunikasi dalam gerakan perempuan guna bertujuan meningkatkan peran perempuan baik di ranah publik maupun domestik. Meskipun berbagai macam teori yang menjadi acuan dalam mendukung pengarus-utamaan gender dengan 30% kursi pemerintahan harus diduduki oleh perempuan, pada kenyataannya masih sedikit yang memenuhi standar dan kualitas dalam mengemudi roda pemerintahan. 

Saran 
Perlu adanya kesadara masyarakat bahwa perempuan berperan penting dalam semua lini, baik ekonomi, sosial, budaya, politik serta publik maupun domestik dalam hal kemajuan bangsa dan negara. Kesadaran inilah yang harus dimulai dari pribadi masing-masing, bahwa sadar gender tidak hanya bertumpu pada perempuan, tapi juga laki-laki. 

Daftar pustaka
Djoko purwanto. Komunikasi bisnis.2006.Jakarta.Erlangga
Teuku Syaiful Bahri Jonan.Pembentukan Karakter Melalui Makna, Nilai, dan Hikmah Kehidupan. Google book
https://books.google.co.id/books.peran+komunikasi.false 
http://adiprakosa.blogspot.co.id/2007/12/gender-dan-komunikasi.html 
*Siti Surayah (Lembaga Pengembangan Kaderisasi PKC PMII Jawa Timur)
Share:

Friday, December 2, 2016

Peduli Korban Kemanusiaan Rohingya, PMII Pamekasan Galang Dana

Pamekasan — Pasti Aswaja Tragedi kemanusiaan yang terjadi di Rohingya Myanmar, menyita banyak perhatian dunia. Di antaranya adalah Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC. PMII) Pamekasan.

PMII Pamekasan menurunkan pengurusnya untuk menggalang dana sejak Rabu (30/11/16) di sekitar areal Monumen Arek Lancor.

Miftahul Munir, Ketua Umum PC. PMII Pamekasan, menuturkan penggalangan ini direncanakan berlangsung selama satu minggu.

Pemuda yang sedang menyelesaikan studi Magisternya ini menyampaikan alasannya menggalang ini, "alasannya hanya satu, yang terjadi di (Rohingya, red.) Myanmar itu adalah tragedi kemanusiaan," katanya melalui rilis yang diterima Pasti Aswaja.

Hingga hari ini, dana yang terkumpul dari kegiatan itu sudah mencapai Rp.5 juta.

"Dari hari pertama sampai kemarin, terkumpul 4 juta ditambah hari ini satu juta," jelas Ketua Korp PMII Putri (KOPRI) Pamekasan, Nidiyatus Shalihah. "Jadi totalnya kurang lebih 5 juta," imbuh Dhea, sapaan akrabnya. (bor/ahn)
Share:

Ribuan Nahdliyin dan Santri "Banjiri" Istighatsah dan Doa Bersama

Pamekasan — Pasti Aswaja Menyikapi kondisi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang "memperihatinkan", Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Pamekasan bekerjasama PEMKAB, TNI dan Polres Pamekasan menggelar Istighatsah dan Doa Bersama di Masjid Jami' Asy-Syuhada, Jl. Mesigit Pamekasan, Jumat (02/12/16).

Acara yang dimulai jam 07:30 dihadiri oleh ribuan Nahdliyin dan santri dari pesantren-pesantren NU se-Pamekasan. Selain itu, hadir juga Wakil Bupati Pamekasan, Kholil Asyari, personel TNI, POLRI dan pegawai pemerintah turut serta duduk bersila sambil membaca doa-doa.

Dalam sambutannya, Kholil Asyari mengapresiasi kegiatan tersebut. Menurutnya, istighatsah dan doa bersama merupakan jalan yang tepat dalam menyikapi kondisi negara saat ini, "karena hanya Dia satu-satunya tempat kita mengadu," kata Kholil.

AKBP. Nowo Hadi Nugroho, Ka. Polres Pamekasan, juga menyampaikan hal serupa. Dia juga berharap, melalui kegiatan ini bisa menjadikan Pamekasan kota yang aman dan damai.

KH. Muddatstsir Badruddin (gamis hitam) mengajak masyarakat setia pada empat pilar kebangsaan.
Hal senada juga disampaikan oleh Dandim 0826 Pamekasan, Letkol. Inf. Nuryanto. Mantan Dandodiklatpur/Gumil Juang Rindam V/Brawijaya itu juga menyampaikan pentingnya nasionalisme, persatuan dan kesatuan bagi seluruh warga negara Indonesia.

Setelah sambutan Wakil Bupati, Ka. Polres dan Dandim, acara dilanjutkan dengan ceramah agama yang disampaikan oleh Mustasyar PCNU Kabupaten Pamekasan, KH. Muddatstsir Badruddin, Pengasuh PP. Miftahul Ulum Panyeppen, Palengaan, Pamekasan, Jawa Timur.

Dalam menyampaikan ceramahnya, Wakil Rais PWNU Jawa Timur ini banyak menyinggung sejarah perjuangan KH. Muhammad Hasyim Asy'ari dan Resolusi Jihad serta mengajak para hadirin untuk setia kepada empat pilar kebangsaan (Pancasila, UUD '45, Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI).

Saat berita ini diturunkan, kegiatan sudah memasuki acara inti, yakni istighatsah dan doa bersama untuk NKRI. (ahn/zai)
Share:

Thursday, December 1, 2016

Sejarah NU yang Berulang

Oleh Muhammad Imaduddin*

Di tahun 1952, NU dipimpin Rais Aam KH Wahab Hasbullah menyatakan keluar dari Partai Masyumi karena kecewa dengan politisi-politisi kaum modernis di partai tersebut yang telah “merendahkan” ulama-ulama pesantren. Menurut politisi-politisi itu kalangan pesantren tidak mengerti apa-apa tentang politik.

Kekecewaan NU tersebut ditambah dengan posisi Menteri Agama yang sejak awal menjadi jatah NU, diberikan kepada kalangan lain. Padahal suara terbesar Masyumi berasal dari warga Nahdliyin. Tak mendapat menteri lain, menteri agama pun lepas. Sehingga kekecewaan NU makin mengkristal. NU akhirnya memilih jalan sendiri.

Akibat keputusan itu, NU dituduh sebagai pemecah belah umat dan Mbah Wahab dituduh gila jabatan.

Namun lihatlah, pada pemilu 1955 suara Masyumi anjlok. NU menempati posisi ketiga di bawah PNI dan Masyumi. Posisi no 4 adalah PKI. Tak lama setelah itu, Masyumi dibubarkan oleh Sukarno karena beberapa tokohnya terlibat PRRI/Permesta. Bahkan hingga kini Masyumi tak pernah hidup lagi.

"Kontroversi" NU berlanjut. NU dibawah Mbah Wahab, pada era Demokrasi Terpimpin bergabung dengan koalisi NASAKOM (Nasionalis diwakili PNI, Agama diwakili NU, dan komunis diwakili PKI) yang digagas oleh Sukarno. Lagi-lagi NU dicerca dan dicaci maki. Bahkan kiai-kiai NU disebut “kiai Nasakom”.

Ijtihad NU waktu itu adalah, keberadaan PKI di pemerintahan Sukarno harus dikawal supaya tidak mendominasi kebijakan Sukarno. Terbukti, setelah peristiwa G30S/PKI NU menjadi ormas paling depan yang mengganyang PKI dengan pimpinan tokoh muda NU, Subhan ZE.

Selanjutnya, di zaman kepeimpinan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) (1984-1999), NU lebih kontroversial lagi. Saat peristiwa Tanjung Priok tahun 1984. Militer dibawah kendali LB Murdani menembaki umat Islam Tanjung Priok menimbulkan ratusan korban. Protes dimana-mana. Bahkan hampir mengarah pada kerusuhan nasional. Gus Dur justru membawa LB Murdani mengunjungi pesantren-pesantren NU.

Gus Dur berpendapat, jika tidak diredam, maka korban dari umat Islam akan bertambah besar lagi. Waktu itu posisi Suharto sedang kuat-kuatnya. Berani melawan Suharto berarti mati.

Tak pelak, Gus Dur mendapat hujatan dan cacian dari sana-sini, bahkan dari warga NU sendiri. Gus Dur dituduh telah murtad karena telah membela kafir Murdani.

Memahami sejarah perjalanan NU dalam menjaga keutuhan bangsa ini, maka tak usah heran jika NU selalu jadi sasaran hujatan, cercaan, dan fitnah.

Tak usah kaget jika ulama-ulama NU dicaci-maki. Karena dalam setiap pengorbanan selalu ada caci-maki, hujatan, tidak populer, dan fitnah yang mengiringi. NU besar karena ia sudah teruji dengan berbagai macam cacian dalam menjaga keutuhan bangsa ini.

Jika hari ini NU dan ulama-ulamanya dihujat, dicaci maki, difitnah, dibully, ini hanya sejarah yang berulang. Jadi biarkan saja. Sebab, sebagaimana Gus Dur pernah mengatakan, "biarlah nanti sejarah yang akan membuktikan.
Source: NU Online
*Muhammad Imaduddin, Wakil Sekretaris Lembaga Dakwah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama
Share:

PCNU Pamekasan Instruksikan Istighatsah Bersama Besok

Pamekasan — Pasti Aswaja Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Pamekasan keluarkan surat yang berisi Instruksi Istighasah Berasama, Kamis (01/12/16).

Surat dengan nomor: 126/PC.A/L.34/IV/2016 tersebur ditujukan kepada seluruh Pengurus Majelis Wakil Cabang (MWC) NU se-Kabupaten Pamekasan, Pengurus Lembaga dan Banom PCNU Kabupaten Pamekasan dan seluruh warga Nahdliyyin/Nahdliyyat se-Kabupaten Pamekasan. 

Dalam surat tersebut tertulis instruksi untuk Istighotsah/doa bersama untuk keselamatan bangsa dan Keutuhan NKRI yang akan digelar Jumat (02/12/16) di Masjid Agung As-Syuhada Pamekasan dan dimulai pada pukul 07.00 WIB.

Dalam surat tertanggal 1 Desember 2016 Masehi atau 01 Robiul Awal 1438 Hijriah dengan ditandatangani langsung oleh Rois Syuriah, KH. Abd. Mannan Fadholi dan Ketua Tanfidziyah PCNU Pamekasan, KHR. Taufiq Hasyim tersebut juga berisi instruksi untuk mengerahkan massa dan mengenakan pakaian putih Islami bagi yang hendak menghadiri acara tersebut. (bor/ahn)
Share:

Wednesday, November 30, 2016

Regenerasi Jurnalis, UKM LPM Revolusi STAIMU Gelar DJTD

Pamekasan — Pasti Aswaja — Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Revolusi STAI Miftahul Ulum (STAIMU) Pamekasan gelar Diklat Jurnalistik Tingkat Dasar (DJTD) di Rumah Batik Pak Razak, Klampar, Proppo, Pamekasan.

Acara yang digelar selama dua hari, Selasa - Rabu (29-30 Nopember 2016) ini diikuti oleh 50 peserta.

"Peserta yang ikut diklat ini sebelumnya melalui tahap screening, baru yang lolos bisa menjadi peserta," Ujar Ahmad Jayadi, Ketua Panitia Pelaksana kepada Pasti Aswaja.

Dengan mengambil tema "Dari Pena, Genggan Peradaban Dunia" Jayadi, sapaan akrabnya berharap agar kader-kader Pena LPM Revolusi mampu menghasilkan karya tulis dan aktif dalam dunia jurnalis untuk menunjukkan jati dirinya sebagai Mahasiswa STAIMU.

"Semoga saja setelah ini outpun yang dihasilkan bisa maksimal, sehingga benih-benih STAIMU ini nantinya bisa berperan aktif untuk kampus tercinta (STAIMU.red) juga," tegas pemuda asal Kalimantan Tengah tersebut.

Sampai berita ini diturunkan, Peserta sudah mengikuti tiga materi dan satu General Stadium yang diisi oleh KH. Taufiq Hasyim, Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Pamekasan. (bor/zai)
Share:

Saturday, November 26, 2016

MIF, Yayasan Sosial yang Dikelola Anak Muda

Sumenep — Pasti Aswaja Puluhan pemuda tanpak sedang menyalurkan bantuan sosial kepada masyarakat yang membutuhkan.

Mereka adalah pemuda yang tergabung dalam Madura Idea Foundation (MIF), yayasan yang bergerak di bidang sosial.

"Yayasan ini mulanya lahir atas inisiatif beberapa pemuda di Pamekasan, dan alhamdulillah sekarang sudah banyak anak-anak muda dari empat kabupaten di Madura yang nergabung bersama MIF," jelas Mohammad Fudholi, Ketua MIF, saat ditemui Pasti Aswaja setelah menyalurkan bantuan sosial (Bansos) di Kabupaten Sumenep, Kamis (24/11/16).

Alumni PP. Sukorejo, Situbondo, Jawa Timur ini menambahkan, yayasannya itu didirikan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan, "masyarakat kurang mampu, anak jalanan, disabilitas berat, Lansia (lanjut usia. red.), sakit berat dan lain-lain yang benar-benar membutuhkan bantuan," imbuh dosen STAI Miftahul Ulum Pamekasan, Jawa Timur ini.

Ketua Lembaga Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama Pamekasan itu menuturkan, sumber dana yang digunakan dalam bantuan itu merupakan hasil sumbangan dari para pengurus MIF, "tiap bulan kita (dari empat kabupaten di Madura) kumpul untuk membahas program sekalian narik sumbangan," ujarnya. "Dan sekarang ini adalah penyaluran pertama Bansos dari MIF," pungkasnya.

Fudholi meminta doa dan dukungan dari seluruh masyarakat, khususnya masyarakat Madura, yayasan yang dipimpinnya bisa terus eksis untuk membantu meringankan beban masyarakat kurang mampu.

"Yayasan kita baru, belum berumur setahun, jadi kami minta doa dan dukungan dari seluruh masyarakat, khususnya (maayarakat) Madura, suapaya MIF ini terus eksis dan bisa meringankan beban masyarakat kurang mampu," pungkasnya. (ahn/uki)
Share:

Home Style

Contact Form

Name

Email *

Message *

Ads

Ads

Latest News

Popular Posts

Blog Archive