• This is default featured slide 1 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 2 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 3 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 4 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 5 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Saturday, January 30, 2016

PB PMII Perlu Jabarkan Penghapusan Materi PKT

Pamekasan – Pasti Aswaja Langkah Pengurus Besar (PB) Pergerakan Mahasisa Islam Indonesia (PMII) dalam menghapus materi Paradigma Kritis Transformasi (PKT) menjadi sorotan kader-kader dan alumni PMII se-Indonesia, salah satunya datang dari Moh. Faridi, mantan Ketua Cabang PMII Pamekasan masa khidmat 2012-2013.

Menurutnya, adanya penghapusan atau perubahan dalam suatu organisasi merupakan hal yang wajar, termasuk langkah yang diambil PB PMII ini.

"Jadi, penghapusan materi PKT oleh PB PMII ini sah-sah saja, selama hal itu mengikuti aturan dan mekanisme yang ada di dalamnya," terang Faridi kepada Pasti Aswaja.

Alumni PMII komisariat Universitas Madura (UNIRA) Pamekasan ini menilai perlu adanya penjabaran hasil analisa yang sudah dilakukan PB PMII.

"Kenapa PB PMII menghapus materi PKT? Hal ini perlu dijelaskan kepada kader-kader, agar tidak menimbulkan masalah di dalam tubuh PMII," imbuh pria yang menjadi dosen di beberapa perguan tinggi di Pamekasan tersebut.

Perihal langkah ini, banyak muncul selentingan dari kader-kader di berbagai daerah, bahwa PB PMII tidak lagi menginginkan kader yang kritis dan transformatif dalam kajian sosial, maupun yang lainnya.

"Jadi, saya meminta kepada PB PMII untuk menjelaskan hasil kajian terkait materi PKT, kenapa harus diganti, dan kenapa paradigma yang baru lebih pas untuk diterapkan di PMII," pungkasnya. (bor)
Share:

Friday, January 29, 2016

Pasar Sedangdang Pamekasan Terbakar

Pamekasan – Pasti Aswaja Sebanyak sekitar delapan puluh kios yang ada pasar Sedangdang, Jl. Agus Salim, Pamekasan, Madura ludes akibat dilalap si jago merah, Jumat siang (29/01/16).

Asap yang mengepul hitam dengan kobaran api yang sangat besar ini tidak diketahui penyebabnya secara pasti. 

"Api datang dari pojok sebelah utara bagian belakang, dan langsung menjalar ke selatan," ujar Budi, salah satu pemilik kios yang terbakar.

Warga dibuat kecewa dengan tim pemadam kebakaran yang datang setelah api melalap separuh bagian dari pasar.

"Saat tangki airnya habis, mobil (pemadam kebakaran.red) itu langsung pergi dan tidak kembali, padahal api masih besar," imbuh budi.

Akibat kejadian ini, barang dagangan yang ada di dalamnya tidak ada sedikitpun yang tersisa, dengan kerugian yang ditaksir mencapai ratusan juta rupiah. (fiq/bor)
Share:

Mayat 'tak Beridentitas Ditemukan Warga

Pamekasan – Pasti Aswaja Warga desa Rek Kerrek, Palengaan, Pamekasan, Madura digegerkan dengan penemuan mayat tanpa identitas, jumat (29/01/16) siang.

Mayat berjenis kelamin laki-laki ini sudah dibawa ke Pusat Kesehatan Masyarakat (PUSKESMAS) Palengaan oleh pihak kepolisian.

Berbagai spekulasi bermunculan dari warga sekitar, dan hampir dari semua warga yang melihat di PUSKESMAS menuturkan, bahwa mayat tersebut memiliki gangguan kejiwaan.

"Ini seperti orang yang tadi pagi membeli sandal jepit di rumah, dan saya memberinya makan," tutur Nunung, salah satu warga desa Rombuh.

Sampai berita ini diturunkan, belum ada warga yang mengakui mayat tersebut sebagai keluarganya.

"Kasihan mayatnya tidak terurus di PUSKESMAS. Pihak kepolisian tadi langsung membubarkan diri," terang Muhammad yang sedang melihat kondisi mayat.

Saat Pasti Aswaja memasuki kamar mayat, ditemukan ada sedikit kucuran darah dari bagian kepalanya. (zai/mam)
Share:

Wednesday, January 27, 2016

Kalender Masehi Juga Milik Muslimin


“Dan Kami jadikan malam dan siang sebagai dua tanda, lalu Kami hapuskan tanda malam dan Kami jadikan tanda siang (matahari) itu terang benderang, agar kamu mencari kurnia dari Tuhanmu, dan supaya kamu mengetahui bilangan tahun-tahun dan perhitungan waktu. Dan segala sesuatu telah Kami terangkan dengan jelas”. (Qur'an surah Al Isra’: 12)

Banyak orang menyangka bahwa Kalender Matahari atau disebut Kalender Masehi adalah milik kaum Nasrani. Di Indonesia pendapat seperti ini hampir berurat berakar dalam masyarakat. Bahkan, banyak hari ini orang yang mencela dengan pedas kaum muslimin yang masih mempergunakan kalender Masehi dalam kehidupan mereka sehari-hari sebagai Muslim pengekor kaum kuffar.

Benarkah kaum muslimin yang memakai Kalender Masehi pengekor kaum kuffar?

Ada yang mengatakan kita kaum muslimin sudah punya kalender sendiri, kalender Islam, kalender Sunnah, yakni kalender Hijriyah. Maka, memakai kalender Masehi berarti mencampakkan dan menghina kalender Islam! Benarkah pendapat ini?

Dalam perjalanan sejarah dunia, paling tidak ada dua jenis kalender yang dipakai untuk perhitungan waktu bagi manusia. Suku Maya di Amerika Latin dan orang-orang Mesir di Afrika, menurut bukti sejarah yang ada telah menggunakan dan mengembangkan kalender Matahari dalam kehidupan sehari-hari mereka pada kurun waktu 5000 tahun Sebelum Masehi.

Julius Caesar yang berkuasa pada sekitar 200 tahun SM telah menggunakan dan mempopulerkan Kalender Matahari (Masehi) di seluruh tanah jajahan Romawi. Dengan demikian, pada saat Yesus lahir di Palestina, masyarakat Palestina otomatis memakai perhitungan Kalender Matahari, sebagai konsekuensi tanah jajahan Romawi pada saat itu.

Sebaliknya, masyarakat Arab telah terbiasa selama ribuan tahun memakai Kalender Bulan untuk perhitungan hari-hari mereka. Itulah sebabnya ketika Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam dilahirkan, mereka sudah dapat mencatat harinya, yaitu, Senin 12 Rabi'ul Awwal. Hanya tahunnya saja yang belum mempunyai patokan awal. Dan mereka menyebut tahun-tahun mereka sesuai dengan kejadian besar yang berlangsung di tahun itu. Tahun kelahiran Nabi ditandai dengan datangnya 'Pasukan Gajah' yang dipimpin Abrahah dengan tujuan ingin menghancurkan Ka’bah, untuk kemudian tahun itu disebut Tahun Gajah. Di lain pihak, Orang-orang Parsi, 'Super Power' saingan Romawi, sudah pula ribuan tahun mempergunakan Kalender Bulan. Dengan demikian, dua belahan dunia terbagi dua dalam penggunaan Kalender, sebagai usaha mereka menghitung waktu.

Tidak heran jika kemudian kaum Nasrani terbiasa memakai kalender Masehi karena pengaruh jajahan Romawi atas Palestina, sementara ummat Islam terbiasa pula memakai kalender Bulan yang memang sudah turun-temurun berlaku pada masyarakat Arab. Namun demikian, tidaklah berarti kalender Matahari milik orang Nasrani saja, dan Kalender Bulan hanya milik orang Islam saja. Terbukti orang Jawa, orang Cina, Jepang, Korea, dan Mesir terbiasa memakai kalender Bulan, bahkan ribuan tahun sebelum kelahiran Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam. Sementara Suku Maya di Latin Amerika, mereka memakai Kalender Matahari juga selama ribuan tahun pula.

Tahun Matahari

Jika kita teliti lebih mendalam ternyata tidak satupun ayat suci pada kitab Taurat, pegangan orang Yahudi, ataupun kitab Injil pegangannya orang Nasrani, yang memuat Matahari sebagai alat perhitungan waktu. Justru hitungan waktu dengan memakai peredaran matahari didapati pada kitab suci Al Qur’an pegangannya kaum Muslimin. Lantas bagaimana bisa muncul kesimpulan bahwa tahun Matahari adalah miliknya orang Nasrani? Apakah karena mereka terbiasa memakai tahun matahari itu maka 'otomatis' Kalender Matahari menjadi milik mereka? Perlu diketahui bahwa memakai belum tentu memiliki. Memakai bisa saja diperoleh dengan cara meminjam, dan bukan mesti, memilikinya!

Dalam Al Qur’an, pada surat Al Isra’ ayat 12 di atas, dijelaskan setidaknya ada dua fungsi matahari yang rutin dipakai keseharian ummat manusia: Pertama, untuk mempermudah mencari rezeki; dan yang kedua, untuk menghitung tahun-tahun dan waktu, yakni pemakaian kalender. Secara jelas ayat ini mengatakan bahwa dengan matahari itu manusia dapat menghitung tahun-tahun dan waktu. Yang menjadi pertanyaan, waktu apakah yang dihitung berdasarkan peredaran matahari? Tidak lain waktu matahari, bukan? Dan, tahun apakah yang dapat diketahui manusia dari peredaran matahari itu? Jawabnya tidak lain adalah tahun Matahari pula, bukan Tahun Bulan…..!

Ibadah Dalam Agama Islam Menggunakan Waktu Matahari

1. Sholat

Ibadah yang paling penting dalam Islam adalah sholat fardhu lima waktu. Khusus untuk menetapkan waktunya, Allah sendiri yang menetapkannya tanpa campur tangan Baginda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam. Lihat surat An Nisa' ayat 103 Artinya: “….Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman.”

Ayat ini jelas mengatakan bahwa waktu sholat fardhu yang lima itu, kesemuanya ditentukan oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Itulah sebabnya pada saat Rasulullah baru pulang dari perjalanan Isra’ dan Mi’raj, Baginda telah diwajibkan untuk menjalankan sholat fardhu lima kali dalam sehari semalam. Sebagaimana diketahui Baginda diperjalankan Allah setelah waktu isya’ dan pulang kembali ke bumi saat sebelum waktu shubuh. Namun, Baginda tidak serta merta melakukan sholat fardhu shubuh. Hal ini pertama, karena Baginda belum tahu bagaimana tata cara sholat shubuh itu. Dan yang kedua, belum tahu waktu pelaksanaan sholat shubuh itu. Oleh karena itu Baginda Rasul menunggu petunjuk pelaksanaannya dari Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Hal ini mestinya menjadi pelajaran penting bagi ummat Islam, bahwa kita mesti mengikuti Baginda Nabi dengan tidak berlagak pandai akan sesuatu perkara agama yang belum kita pelajari dari para ulama. Hal ini juga ditegaskan oleh Allah: “Dan tanya olehmu kepada ahli ilmu jika kamu tidak mengetahui”.

Keesokan harinya pada saat tergelincir matahari, barulah Malaikat Jibril datang mengajari Nabi tata cara dan waktu sholat fardhu lima kali semalam itu. Ternyata waktu yang dipakai adalah waktu matahari, yakni waktu yang dihitung berdasarkan pergerakan matahari. Hal ini tergambar jelas pada ibadah sholat, yakni ibadah yang paling utama dalam Islam tersebut.

Waktu sholat lima waktu itu adalah; Ketika cahaya matahari memantul di langit berwarna putih, waktu fajar mulai menyingsing, saatnya kaum muslimin sholat shubuh. Saat matahari berada tepat di atas kepala dan tergelincir sedikit ke arah barat, waktunya sholat dzuhur. Ketika matahari condong ke barat dan bayang-bayang sepanjang benda aslinya, waktunya sholat ashar. Saat matahari tenggelam di ufuk barat, adalah waktunya sholat magrib. Ketika cahaya matahari yang tertinggal di ufuk barat berupa safaq merah, saatnya waktu sholat isya. (terjemahan bebas dari hadis riwayat Imam Abu Dawud dan Turmidzi. Imam Turmidzi menghasankannya. Dan, hadits ini dishahihkan oleh Imam Hakim dan Ibnu Khuzaimah)

2. Ibadah Puasa

Adapun ibadah puasa memakai dua perhitungan waktu. Untuk penentuan hari pertama (satu Ramadhan), dan hari terakhir dari ibadah puasa (malam 1 Syawal) dipakai waktu berdasarkan peredaran bulan. Nabi ada bersabda: “Puasalah kamu jika kamu telah melihat bulan. Dan berhari rayalah kamu jika kamu telah melihat bulan. Namun apabila bulan tidak kelihatan, maka genapkanlah olehmu puasamu itu sebanyak 30 hari.” ( H.R. Muslim).

Dari hadis ini jelas waktu peredaran bulan dipakai untuk menentukan hari awal dan akhir Ramadhan. Namun, untuk waktu imsyak dan waktu berbuka setiap harinya, ibadah puasa tetap memakai waktu berdasarkan peredaran matahari juga. Lihat Al Qur’an, surat Al Baqarah 187: “Maka makan dan minumlah kamu sampai terang bagimu benang putih dan benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakan puasamu itu sampai datang malam hari.”

3. Ibadah Haji

Dalam ibadah Haji penetapan hari-harinya seperti hari Tarwiyah, hari Arafah, hari Nahr dan 3 hari Tasyriq, semuanya memakai waktu peredaran Bulan. Lihat surah Al Baqarah ayat 189, artinya: “Mereka bertanya kepadamu tentang bulan sabit. Katakanlah: "Bulan sabit itu adalah tanda-tanda waktu bagi manusia dan (bagi ibadat) haji….”

Ternyata dalam menetapkan hari-hari untuk ibadah Haji dipergunakan waktu peredaran bulan. Namun, saat dimulai dan diakhirinya pelaksanaan ibadahnya Islam memerintahkan untuk digunakan waktu matahari. Contohnya: Hari Arafah tanggal 9 Dzulhijjah, ditetapkan berdasarkan waktu peredaran bulan, sedangkan saat wukuf dimulai dan diakhiri dengan menggunakan peredaran waktu Matahari, yakni dimulai saat tergelincir matahari waktu Dzuhur sampai dengan tenggelamnya matahari waktu magrib.

Dari keterangan-keterangan di atas ini, jelaslah bahwa Islam memakai perhitungan waktu peredaran matahari dan waktu peredaran bulan. Dengan demikian, sangat tidak tepat jika dikatakan Kalender Matahari atau yang populer disebut Kalender Masehi adalah kalendernya umat Nasrani, bukan kalender kita umat Islam. Padahal orang-orang Nasrani tidak pernah beribadah berdasarkan waktu matahari. Sementara itu perhitungan waktu matahari dan tahun matahari sama sekali tidak pernah disinggung pula dalam kitab suci mereka. Dan, yang ada keterangan waktu dan tahun matahari itu justru di dalam Al Qur’an, kitab sucinya umat Islam dan perhitungan tahun matahari untuk sarana peribadatan, di samping juga mempergunakan tahun perhitungan bulan.

Kesimpulan

Kitab suci umat Islam telah memuat penjelasan Tahun Matahari dan Tahun Bulan sekaligus di dalamnya, dan ternyata dalam prakteknya sehari-hari umat Islam di belahan bumi ini memakai pula kedua-dua kalender tersebut dalam kehidupan mereka sehari-hari. Bahkan dalam ibadah-ibadah mereka kedua-duanya dipakai juga. Artinya, selain kaum Muslimin memiliki Kalender Matahari dan Kalender Bulan dalam Kitab Sucinya, mereka juga sekaligus memakainya pula.

Nah, kalau begitu, bagaimana Kalender Masehi bisa jadi miliknya orang Nasrani……?

Wallahu a’lam bishshowab.
Disadur dari tengkuzulkarnain.net
Share:

Thursday, January 21, 2016

Profil Singkat KH. Muhyiddin Abdusshomad

Pasti Aswaja - Muhyiddin Abdusshomad, lahir di Jember Jawa Timur 5 Mei 1955 dari pasangan KH. Abdusshomad dengan Ny. Hj. Maimunah. Pada tahun 1980 mempersunting Dr. Ny. Hj. Fatimah, M. Ag dan dikaruniai tiga orang anak, Balqis al-Humairo, S.Pdi (32), Robith Qoshidi, Lc (29), dan Hasanatul Kholidiyah, S.Pdi (25).

Belajar membaca Al-Qur’an kepada ayah dan ibunya sendiri di Pondok Pesantren Darussalam Jember. Nyantri di Pondok Pesantren Roudlotul Ulum Sumberwringin Jember, asuhan KH. Umar dan KH. Khotib Umar, mulai tahun 1966 s/d 1973. Pada tahun 1973 s/d 1980 belajar di Pondok Pesantren Sidogiri Pasuruan asuhan KH. Kholil Nawawi. Di pesantren ini mengikuti pelatihan kader Aswaja bimbingan KH. Khoiron Husain dan KH. Bashori Alwi tahun 1975 s/d 1977. Tahun 1995-1996 mengikuti pelatihan PPWK (Program Pengembangan Wawasan Keulamaan) yang diselenggarakan Lakpesdam PBNU dan pada tahun 1996 mendapatkan ijazah Ilmiah Ammah dari Sayyid Muhammad bin Alwi al-Maliki.

Mengasuh Pondok Pesantren Nurul Islam I (NURIS I) Antirogo Sumbersari Jember, yang didirikan pada tahun 1981 dan Pondok Pesantren Khusus Mahasiswa Nurul Islam II (NURIS II) yang didirikan pada tahun 1991 di Mangli Kaliwates Jember.

Pengabdiannya di NU dimulai pada tahun 1983. Menjadi pengurus MWC, Sekretaris RMI Cabang Jember, Wakil Katib Syuriah PCNU Jember, Ketua Tanfidzyah PCNU Jember, dan saat ini menjabat sebagai Rais syuriah PCNU Jember.

Aktif di berbagai LSM seperti P3M, Puan Amal Hayati dan sejak tahun 2001 sampai sekarang menjadi Ketua Yayasan Rahima, sebuah LSM yang bergerak di bidang pemberdayaan perempuan.

Di antara buah karyanya yang telah diterbitkan adalah:
  1. FIQH TRADISIONALIS, Jawaban Pelbagai Persoalan Keagamaan Sehari-hari
  2. Tahlil dalam Perspektif Al-Qur’an dan Hadist (Kajian Kitab Kuning) 
  3. Hujjah NU, Akidah-Amaliah-Tradisi 
  4. Al-Hujaj Al-Qath’iyyah fii Shihhah al-Mu’taqadaat Wa al-‘Amaliyyaat al-Nahdliyyah. 
  5. Stop! Kekerasan terhadap Perempuan. 
  6. Aqidah Ahlussunnah Wal Jama’ah, Terjemah & syarh Aqidah al-‘Awam 
  7. SHALATLAH SEPERTI RASULULLAH, Dalil Keshahihan Shalat ala ASWAJA 
  8. Etika Pergaulan di Tengah Gelombang Perubahan (Kajian Kitab Kuning) 
  9. Penuntun Qolbu (Kiat Meraih Kecerdasan Spiritual) 10. Argumen Amaliyah di Bulan Sya’ban dan Ramadhan
sumber: http://detarofiatulbadriyah.blogspot.co.id
Share:

Wednesday, January 20, 2016

BEM STKIP Az-Zain Bedah Buku "Amaliah NU, Ini Dalilnya"

Sampang – Pasti Aswaja Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Az-Zain Karangpenang, Sampang, Madura, Jawa Timur menggelar bedah buku "Amaliah NU, Ini Dalilnya" yang disusun oleh Pengurus Cabang Aswaja NU Center Pamekasan, Rabu (20/01/16).

Marholla, Presiden Mahasiswa STKIP Az-Zain, menuturkan bahwa kegiatan itu bertujuan memberikan pemahaman tentang dalil amaliah-amaliah warga NU yang tidak jarang disesatkan oleh kelompok lain, "sehingga mereka tidak mudah terpengaruh dengan kelompom lain yang suka membid'ahkan dan menyesatkan amaliah kita," kata pemuda kelahiran Sampang ini.

Untuk mencapai target dan tujuannya, panitia pelaksana tidak hanya mengundang pengurus di lingkungan MWC NU Karangpenang, tapi juga mengundang unsur-unsur dari berbagai elemen masyarakat mulai dari kalangan pelajar, mahasiswa, santri, pimpinan pesantren, tokoh masyarakat dan tokoh agama, "kami sengaja mengundang tokoh masyarakat agar mereka ikut serta dalam membntengi akidah dan amliah warga NU," jelasnya bersemangat.

Berdasarkan daftar hadir, ada 263 orang yang hadir dalam kegiatan yang dilaksanakan di Aula An-Nahdlah PP. Miftahul Ulum Karang Durin, Tlambah, Karangpenang, Sampang itu.

Untuk membedah buku mungil itu, panitia mendatangkan langsung dua orang yang menjadi bagian dari tim penyusun buku tersebut, yakni Moh. Fudholi, SQ, M.Fil dan Madzkur Razak, M.Pd.I. (ahn)
Share:

Allah Ada tanpa Tempat

Pasti Aswaja - Keyakinan yang paling mendasar setiap Muslim adalah meyakini bahwa Allah subhanahu wa ta‘ala Maha Sempurna dan Maha Suci dari segala kekurangan. Allah subhanahu wa ta‘ala Maha Suci dari menyerupai makhluk-Nya. Allah subhanahu wa ta‘ala juga Maha Suci dari tempat dan arah. Allah subhanahu wa ta‘ala ada tanpa tempat. Demikian keyakinan yang paling mendasar setiap Muslim Ahlussunnah Wal-Jama’ah. Dalam ilmu akidah atau teologi, keyakinan semacam ini dibahasakan, bahwa Allah subhanahu wa ta‘ala memiliki sifat Mukhalafatuhu lil-Hawaditsi, yaitu Allah subhanahu wa ta‘ala wajib tidak menyerupai makhluk-Nya.

Ada sebuah dialog yang unik antara seorang Muslim Sunni yang meyakini Allah subhanahu wa ta‘ala ada tanpa tempat, dengan seorang Wahhabi yang berkeyakinan bahwa Allah subhanahu wa ta‘ala bertempat. Wahhabi berkata: “Kamu ada pada suatu tempat. Aku ada pada suatu tempat. Berarti setiap sesuatu yang ada, pasti ada tempatnya. Kalau kamu berkata, Allah ada tanpa tempat, berarti kamu berpendapat Allah tidak ada.” Sunni menjawab; “Sekarang saya akan bertanya kepada Anda: “Bukankah Allah telah ada tanpa tempat sebelum diciptakannya tempat?” Wahhabi menjawab: “Betul, Allah ada tanpa tempat sebelum terciptanya tempat.” Sunni berkata: “Kalau memang wujudnya Allah tanpa tempat sebelum terciptanya tempat itu rasional, berarti rasional pula dikatakan, Allah ada tanpa tempat setelah terciptanya tempat. Mengatakan Allah ada tanpa tempat, tidak berarti menafikan wujudnya Allah.”

Wahhabi berkata: “Bagaimana seandainya saya berkata, Allah telah bertempat sebelum terciptanya tempat?” Sunni menjawab: “Pernyataan Anda mengandung dua kemungkinan. Pertama, Anda mengatakan bahwa tempat itu bersifat azali (tidak ada permulaannya), keberadaannya bersama wujudnya Allah dan bukan termasuk makhluk Allah. Demikian ini berarti Anda mendustakan firman Allah subhanahu wa ta‘ala:
اللَّهُ خَالِقُ كُلِّ شَيْءٍ
Artinya: “Allah-lah pencipta segala sesuatu.” (QS. al-Zumar : 62).

Kemungkinan kedua, Anda berpendapat, bahwa Allah itu baru, yakni wujudnya Allah terjadi setelah adanya tempat, dengan demikian berarti Anda mendustakan firman Allah subhanahu wa ta‘ala:
هُوَ الْأَوَّلُ وَالْآخِرُ
“Dialah (Allah) Yang Maha Awal (wujudnya tanpa permulaan) dan Yang Maha Akhir (Wujudnya tanpa akhir).” (QS. al-Hadid : 3).

Demikianlah dialog seorang Muslim Sunni dengan orang Wahhabi. Pada dasarnya, pendapat Wahhabi yang meyakini bahwa wujudnya Allah subhanahu wa ta‘ala ada dengan tempat dapat menjerumuskan seseorang keluar dari keyakinan yang paling mendasar setiap Muslim, yaitu Allah subhanahu wa ta‘ala Maha Suci dari segala kekurangan.

Tidak jarang, kaum Wahhabi menggunakan ayat-ayat al-Qur’an untuk membenarkan keyakinan mereka, bahwa Allah subhanahu wa ta‘ala bertempat di langit. Akan tetapi, dalil-dalil mereka dapat dengan mudah dipatahkan dengan ayat-ayat al-Qur’an yang sama.
Disadur sepenuhnya dari: Muhammad Idrus Ramli, (Buku Pintar Berdebat dengan Wahhabi, Surabaya: Bina Aswaja, 2010)
Share:

Tuesday, January 19, 2016

Ustadz Abu Janda Al-Boliwudi Kembali Luncurkan Video Klip

Pasti Aswaja Permadi Arya atau yang lebih terkenal dengan nama Ustadz Abu Janda Al-Boliwudi kembali meluncurkan video klip melalui akunnya di jejaring sosial YouTube, Minggu (17/01/16).

Sebenarnya, video berdurasi 3:52 itu merupakan hasil "plesetan" lagu Sweet Deposition yang berjudul "Temper Trap".

Dilihat dari lirik lagu itu, Abu Janda mengajak semua warga negara Indonesia untuk bersatu tanpa melihat latar belakang agama dan paham keagamaan. Selain itu, video ini juga mengajak umat beragama untuk menolak tindakan radikalisme dan terorisme.

Sebagai caption pada video itu, Abu Janda menuliskan lirik lagu tersebut disertai dengan tagar #KamiTidakTakut dan #BersatuLawanTerorisme

Sampai berita ini diturunkan, video berjudul "Kita Semua Basudara" itu sudah ditonton lebih dari seribu lebih pasang mata. Tidak hanya otu saja, video ini juga menuai banyak komentar dari para netizen.

"Mantap stad (y) keep your work till wahabism go away from Indonesia," komentar pemilik akun Renaldi Widakdo disertai emoticon smile.

"hahaha... keren tad, pecinta damai sejati... like deh..." timpal akun Oranye Oranye.

Berikut ini video Kita Semua Basudara. (ahn)

Share:

Friday, January 15, 2016

Serba-Serbi Tragedi Bom Sarinah: Indonesia Dilawan

Pasti Aswaja – Kabar terjadinya pengeboman di Plaza Sarinah, jl. MH. Tamrin, Jakarta Pusat, kamis siang (14/01/16) membuat negara-negara lain tercengang melihat tindakan kepolisian Republik Indonesia.

Di antara tindakan gila pihak kepolisian adalah pasukan yang menghadapi para teroris dengan hanya mengenakan t-shirt, tanpa dilengkapi peralatan semacam rompi anti peluru dan helm pengaman.

Selain kegilaan ini, hal lain yang membuat dunia semakin tercengan adalah kehebatan kepolisian yang bisa menaklukkan pelaku teror hanya dalam waktu tiga jam.

Tidak hanya itu, dunia menilai Indonesia berhasil menang telak melawan teroris dengan skor 5-2. Hal ini dikarenakan tewasnya semua pelaku teror yang berjumlah lima orang, sedangkan dari warga sipil hanya dua orang, itupun satunya warga negara asing.

Kehebatan pasukan kepolisian ini menjadi semakin terlihat hebat, ketika di media sosial ramai menggunakan hastag #PrayForJakarta dan #KamiTidakTakut yang sempat menjadi tranding topic.

Dari beberapa serba-serbi inilah bisa kita akui bersama kehebatan kepolisian yang kita miliki. Indonesia dilawan!!! (bor)
Share:

AC Milan: Tetap Kuat, Indonesia!

Pasti Aswaja – Teror bom yang terjadi di Plaza Sarinah, Jl. MH. Tamrin, Jakarta Pusat, kamis (14/01/16) menarik simpatik dunia.

Salah satu dukungan moral untuk Indonesia datang dari club besar benua Eropa asal Italia, AC. Milan.

Melalui akun Twitter resminya, Club peraih tujuh tropi liga champion Eropa tersebut menuliskan sebuah status dalam bahas Ingris, "Indonesia stay strong" yang artinya "tetap kuat, Indonesia!"

Yang menjadi unik adalah hastag dalam status tersebut yang menggunakan Bahasa Indonesia.

"#Jakarta #KamiTidakTakut," demikian tulis Milan via akun Twitter mereka, @acmilan.

Sampai berita ini diturunkan, kicauan itu mendapatkan tujuh ratus lebih like dan lebih dari  tiga ribu lebih tweet ulang.  (bor/ahn)
Share:

Thursday, January 14, 2016

Semua Pelaku Bom Sarinah Tewas

Jakarta – Pasti Aswaja – Pasca terjadinya ledakan di Sarinah, pihak kepolisian yang berjaga-jaga disekitar tempat kejadian mendapat perlawanan keras dari para pelaku pengeboman.

Setelah sekian lama terjadi baku tembak antar kepolisian dan pelaku, akhirnya pelaku bisa dilumpuhkan

Pihak kepolisian memastikan, bahwa tidak ada pelaku ledakan dan penembakan yang selamat, bahkan tidak ada satupun dari pelaku yang ditangkap hidup-hidup.

"Pelaku terdeteksi berjumlah lima orang. Lima pelaku tewas semuanya," ujar Kepala Divisi Humas Polri Irjen. Anton Charliyan kepada wartawan, kamis sore.

Satu di antara tiga pelaku yang ada di kedai kopi Starbuks, Sarinah, tewas dengan cara meledakkan diri.

"Dua orang lainnya tewas di area pos Polisi Sarinah, akibat bom yang mereka bawa," Imbuhnya.

Saat ini jenazah para pelaku sudah diamankan di salah satu rumah sakit yang jauh dari jangkauan warga, terlebih media. (bor/ahn)
Share:

Banyak Berita Hoax Dalam Tragedi Bom Jakarta

Jakarta – Pasti AswajaBerita terjadinya ledakan bom di sekitar Plaza Sarinah, Jl. MH. Tamrin, Jakarta Pusat, kamis siang (14/01/16) langsung terdengar ke telinga warga Indonesia, bahkan dunia.

Hal ini tak lepas dari kinerja media yang meliput kejadian tersebut. Namun, bagi sebagian media yang tidak bertanggung jawab, kejadian tersebut justru dijadikan sasaran menyebarkan berita bohong atau hoax.

Menyikapi hal ini, Kepolisian Republik Indonesia (POLRI) angkat bicara. Dari pihak Polri menyatakan, bahwa informasi yang beredar bahwa pelaku membawa motor dan bersenjata lengkap adalah hoax.

"Mari bersama peduli lingkungan sekitar dan saling asuh satu dengan lainnya sehingga jika ada hal yang mencurigakan di lingkungan Mitra Humas, silahkan lapor ke RT/RW dan pospol terdekat," tulis pihak Polri di akun Facebook resminya.

Secara terpisah, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen (Pol) Agus Rianto memastikan bahwa ledakan dan penembakan yang terjadi hari ini hanya terjadi di wilayah Gedung Sarinah di Jalan MH Thamrin.

"Yang lain tidak ada peristiwa serupa. Hanya di Sarinah," ujarnya.

Sebelumnya, pasca pemberitaan aksi teror di sekitar Sarinah, beredar kabar di media sosial, bahwa peristiwa serupa juga terjadi di tempat lain.

"Beberapa tempat yang diisukan terjadi ledakan antara lain di Palmerah, beberapa kantor kedutaan besar, dan Alam Sutera. Namun, tidak jelas dari mana sumber berita tersebut," Imbuhnya. (bor/ahn)
Share:

Inilah Kronologi Ledakan Bom di Sarianah

Jakarta – Pasti AswajaIndonesia saat ini menjadi sorotan dunia setelah terjadinya teror bom yang terjadi di Jl. MH Tamrin, Jakarta Pusat.

Hal ini dikemukakan oleh Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol M Iqbal. Dia membeberkan kronologi aksi teror yang terjadi.

Insiden bermula sekira pukul 11.00 WIB, pelaku menyasar pos polisi yang berada di perempatan Plaza Sarinah dan Bawaslu.

"Kronologisnya, sekira pukul 11.00 WIB terjadi ledakan, ada penyerangan ditujukan ke pospol yang pertama," ujar Iqbal di sekitar lokasi, Kamis (14/1/2016).

Akibat serangan tersebut, satu petugas kepolisian mengalami luka berat. Selanjutnya, pelaku menyasar gedung Theater Jakarta, atau Skyline Building yang berada di seberang Plaza Sarinah.

"Setelah itu serangan kedua skyline bulding depan starbuck," imbuhnya.
Iqbal memastikan, polisi langsung bergerak cepat. Bahkan Kapolda Metro Jaya memimpin langsung operasi di sekitar lokasi. "Kita gerak cepat, Kapolda yang mimpin, ada Kapolri juga," tukasnya. (bor/ahn)
Share:

Jakarta Digoncang Bom

Jakarta – Pasti Aswaja – Sebuah ledakan terjadi di depan pos Polisi Sarinah, Jl. MH Thamrin, Jakarta Pusat, kamis (14/01/16). Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 10.50 WIB.

Ledakan yang juga tepat di depan gerai kopi Starbuck ini belum diketahui secara pasti motifnya, namun beberapa kabar menyebutkan, bahwa ledakan ini disebabkan bom bunuh diri.

Akibat ledakan ini, enam orang dikabarkan meninggal dunia,  dan satu di antaranya merupakan anggota kepolisian.

Sampai berita ini diturunkan, anggota kepolisian dengan dilengkapi satu barracuda berlapis baja masih tetap bersiaga disekitar lokasi kejadian, setelah sebelumnya ada sekitar enam kali ledakan yang terjadi.

Sementara itu, Presiden RI, Joko Widodo memerintahkan kepada Kapolri, Jenderal Badrodin Haiti dan Menkopolhukam, Luhut Binsar Pandjaitan untuk mengejar dan menangkap pelaku peledakan dan penembakan ini.

"Saya perintahkan Kapolri dan Menkopolhukam untuk mengejar dan menangkap, baik yang terlibat dalam peristiwa ini, maupun yang ada di Jaringan teroris yang sudah menjadi target operasi," ujar Jokowi dalam jumpa pers. (bor/ahn)
Share:

Wednesday, January 13, 2016

Ribuan Alumni Haromain Ikuti Khatmil Kitab Shahih Bukhori

Pamekasan – Pasti Aswaja - Dalam rangka merayakan maulid Nabi Muhammad SAW, Majelis Khirrijil Haromain atau Ikatan alumni Mekkah-Madinah Koordinator Daerah (Korda) Pamekasan menggelar acara khatmil kitab Shahih Bukhori, selasa (12/01/16).

Acara yang dilaksanakan di Pondok Pesantren (PP) Al-Syarifain, Tengghina, Proppo, Pamekasan, Madura ini dihadiri oleh sekitar dua ribu orang, yang terdiri dari alumni Haromain se-Jawa Timur, ulama dan habib se-Madura, serta simpatisan di Kabupaten Pamekasan.

Dalam proses khatmil kitab, Dr. Syekh Muhammad Ibn Ismail mengawali pembacaan kitab Shahih Bukhori, kemudian dilanjutkan oleh beberapa alumni Haromain yang hadir.

"Khatmil kitab ini nantinya  akan terus dilanjutkan oleh alumni Haromain setiap bulan, sebagaimana biasa," tutur KH. Taufiq Hasyim, sekretaris Khirrijil Haromain Korda Pamekasan.

Setelah selesai mengkhatamkan kitab Shahih Bukhori, semua yang hadir kemudian diberi ijazah sanad oleh Dr. Syekh Muhammad Ibn Ismail, sebagaimana tradisi keilmuan dalam Islam sunni.

"Sanadnya bersambung kepada pengarang kitabnya, yaitu Imam Bukhori, hingga akhirnya sampai pada Rasulullah SAW," Imbuh mantan Pengurus Cabang PMII Kediri ini.

Setelah pemberian ijazah, Dr. Syekh Muhammad Ibn Ismail menerima cinderamata dari tuan rumah, yaitu KH. Muhib Sohibul Mi'raj Mahalli, sebelum akhirnya memimpin doa bersama, sebagai tanda ditutupnya rangkaian acara tersebut. (bor)
Share:

Tuesday, January 12, 2016

KH. Afifurrahman Terpilih Ketua Tanfidz NU Palengaan

Pamekasan – Pasti Aswaja – KH. Afifur Rohman terpilih sebagai Ketua Tanfidz MWC NU Palengaan periode 2016-2021 melalui konferensi MWC NU Palengaan, Selasa (12/01/16).

Pengasuh Pondok Pesantren Miftahul Ulum sekar Anyar ini terpilih secara aklamasi, setelah peserta Konferensi MWC NU Palengaan mencapai kesepakatan melalui musyawarah mufakat.

Pria yang akrab disapa Afif ini berhasil menyingkirkan beberapa nama besar yang sempat muncul sebelum pelaksanaan konferensi ini.

Dalam penyampaian visi dan misinya, alumni PMII Komisariat UIM Pamekasan ini menekankan, agar perjalanan NU di Kecamatan Palengaan bisa menjawab tantangan media luar yang saat ini sedang gencar mengusik aqidah Ahlus Sunnah Wal Jamaah (ASWAJA).

"Mari bersama-sama kita bangun NU Palengaan ini, menuju keteguhan aqidah Ahlus Sunnah Wal Jamaah," tegasnya. (bor)
Share:

RKH. Misbahul Munir Pimpin NU Palengaan 5 Tahun ke Depan

Pamekasan – Pasti Aswaja – Pelaksanaan Konferensi MWC NU Palengaan sudah berakhir. KH. Misbahul Munir terpilih sebagai Rois MWC NU Palengaan Periode 2016-2016.

Terpilihnya pengasuh Pondok Pesantren Miftahul Ulum Kebun Baru ini merupakan hasil musyawarah mufakat anggota Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) yang dipilih oleh peserta konferensi.

Adapun nama-nama kiyai yang menjadi anggota AHWA adalah sebagai berikut :
1. KH. Misbahul Munir, Lc (Pengasuh PP. Miftahul Ulum Kebun Baru)
2. KH. Wasik Hamzah (Pengasuh PP. Sirojut Tolibin Taman Sari)
3. KH. Qoyyim Hamzah (Pengasuh PP. Nurul Ulum Karang Manggis)
4. KH. Wasil Ahmad (Pengasuh LPI. Tengginah Palengaan Laok)
5. R. Bahrullah Shodiq (Pengasuh Muda PP. Sumur Tengah)

Dalam penyampaian visi dan misinya, Ketua Demisioner MWC NU Palengaan periode 2011-2016 ini menyatakan kesiapan sepenuhnya.

"Selagi dibutuhkan NU, apalagi disepakati oleh kiyai-kiyai sepuh, maka saya siap," Ungkapnya. (bor)
Share:

Hari Ini Konferensi MWC NU Palengaan

Pamekasan - Pasti Aswaja - Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Palengaan, Pamekasan, Madura, Jawa Timur menggelar Konferensi, Selasa (12/01/16).

Acara yang dilaksanakan di Pondok Pesantren (PP) Miftahul Ulum Syekar Anyar, Rombuh, Palengaan,Pamekasan ini diawali dengan tahlil bersama yang dipimpin oleh Rois MWC NU Palengaan, KH. Wasik Hamzah, Pengasuh PP. Sirojut Tholibin Taman Sari, Palengaan.

Selain membahas program MWC NU Palengaan lima tahun ke depan,  acara ini juga akan memilih ketua MWC NU Palengaan periode 2016-2021.

"Entah ketua MWC NU Palengaan yang lama (KH. Misbahul Munir.red) terpilih lagi, atau akan ada generasi baru yang akan memimpin MWC NU Palengaan ini," tutur ketua panitia, KH. Afifur Rohman.

Ketua MWC NU Palengaan terpilih nantinya diharapkan untuk semakin mengapresi kegiatan keagamaan yang selama ini sudah menjadi tradisi dalam kehidupan warga NU.

"Dan juga bisa menjadi penyemangat baru, serta bisa mempertahankan budaya lama dan mengambil budaya-budaya baru yang lebih baik," Pungkas alumni PP. Miftahul Ulum Bettet Pamekasan tersebut. (bor/mam)
Share:

Home Style

Contact Form

Name

Email *

Message *

Ads

Ads

Latest News

Popular Posts

Blog Archive