Tuesday, March 8, 2016

James : Islam Nusantara Lebih Menghargai Budaya

Redaktur dan Reporter Pasti Aswaja Bersama Mr. James
Pamekasan — Pasti Aswaja — Hal menarik terlihat pada pelaksanaan Diklat Kader Penggerak Nahdlatul Ulama yang dilaksanakan oleh PC LAKPESDAM NU Pamekasan, (baca juga :  LAKPESDAM NU Pamekasan Gelar Diklat Kader Penggerak NU ) yaitu adanya salah satu peserta dari luar negeri.

Dia adalah Prof. James B. Hoesterey, guru besar Fakultas Keagamaan di Universitas Emory, Atlanta US, Amerika Serikat yang kebetulan berada di Indonesia untuk meneliti tentang Islam Moderat dan Islam Nusantara.

"Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami gagasan dan tujuan Islam Nusantara, bagaimana agar konsep ini bisa disosialisasikan dan menjadi solusi bagi masyarakatnya," jelasnya kepada Pasti Aswaja dengan menggunakan Bahasa Indonesia.

Menurut james, sapaan akrabnya, NU sebagai organisasi masyarakat (ORMAS) terbesar di dunia  merupakan organisasi yang membawa pesan perdamaian.

"Saya sangat menghormati NU, karena prinsip-prinsip perdamaian yang dibawanya," jelas pria berusia 41 tahun tersebut.

Antropolog dan sosiolog yang sudah sering meneliti tentang NU tersebut menilai, bahwa NU patut untuk dijadikan kiblat agama Islam diseluruh dunia.

"Sekarang diseluruh dunia terjadi kekerasan dimana-mana, semoga NU bisa menjadi teladan yang sesungguhnya, yaitu Islam yang Rahmatan lil 'Alamin," Jelasnya pria jangkung tersebut.

Ketika ditanya seputar Islam Nusantara, pria yang sudah sering mengisi kuliah umum di beberapa perguruan tinggi di Indonesia ini mengaku kaget saat pertama kali mendengarnya.

"Ternyata, Islam Nusantara dengan Islam lainnya itu tetap satu, bedanya cuma dalam masalah menghargai budaya saja," pungkas pria yang mengaku sering ke Indonesia sejak tahun 1994 tersebut . (bor)
Share:

0 comments:

Post a Comment

Home Style

Contact Form

Name

Email *

Message *

Ads

Ads

Latest News

Popular Posts