Category 1

Theme Support

Cucu Syekh Abdu al-Qodir al-Jailani Meriahkan Harlah NU ke 93

Bojonegoro - Pasti Aswaja - Syekh Muhammad Fadhil al-Jailani al-Hasani, cucu dari Syekh Abdu al-Qodir al-Jailani asal Turki, hadiri Refleksi Hari Lahir (HARLAH) Nahdlatul Ulama ke 93 yang dilaksanakan oleh Majelis Wakil Cabang NU (MWCNU) Kecamatan Balen, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Sabtu (23/04/16) di halaman Yayasan Pondok Pesantren Raudlotut Tholibini, Balen.

Saat memberikan ceramah di hadapan ribuan Nahdliyin, Ia mengakui Indonesia sebagai negara yang paling disenanginya.

"Sudah sembilan tahun datang ke Indonesia, tidak pernah merasa menjadi orang asing di Indonesia. Indonesia negera kedua saya," kata Syekh Fadhil, melalui penerjemah Abdul Aziz Ibnu Abdil, Seperti dikutip NU Online, Minggu (24/06/16).

Syekh Fadhil juga menjelaskan tentang keistimewaan angka tujuh.

"Hikmah angka 7 banyak, angka itu keramat, angka istimewa, karena setiap perbuatan itu baik diganjar 10, dan setiap sepuluh itu berlipat tujuh, sehingga menjadi 70." katanya yang juga memaparkan bahwa Syekh Abdul Qodir juga dikatakan sebagai wali tingkat tujuh di antara wali-wali yang lain.

Pada kesempatan itu, para jamaah yang mengenakan pakaian serba putih mendapatkan kesempatan untuk menerima ijazah (sanad keilmuan) dari Syekh Fadhil berupa shalawat dan lainnya, yang dibacakan dengan menggunakan bahasa Arab. Setelah membacakan ijazah itu, para jamaah secara serentak mengucapkan "qabilna" atau kami terima.(bor/zai)

0 Response to "Cucu Syekh Abdu al-Qodir al-Jailani Meriahkan Harlah NU ke 93"

Post a Comment

wdcfawqafwef