Sunday, April 24, 2016

Ketua PCNU Pamekasan : "Mari Bersama-sama Membangun NU"

Pamekasan - Pasti Aswaja - Dalam rangka refleksei Harlah NU ke 93, PCNU Pamekasan melaksanakannya bersamaan dengan Ta'aruf pengurus baru yang akan dilantik beberapa hari ke depan. (baca juga; Harlah ke 93, Pengurus Baru NU Pamekasan Gelar Ta'aruf dan Dzikir Bersama)

Dalam sambutannya saat memperkenalkan diri sebagai Ketua PCNU Pamekasan terpilih hasil Konferensi Cabang (KONFERCAB) NU di Pondok Pesantren Kebun Baru, Palengaan, Pamekasan beberapa waktu yang lalu, KH. Taufiq Hasyim mengajak kepada seluruh elemen NU untuk bersatu demi membangun NU di Pamekasan.

"Banyak saya temukan warga NU yang merasa malu mengaku NU. Oleh karena itu, mari kita bersama-sama bangun kembali NU dengan menunjukkan kalau NU ini besar," terangnya.

Menurut alumni Haromain, Mekkah, asuhan Dr. syekh Muhammad bin Ismail tersebut, sistem kaderisasi NU di Pamekasan saat ini masih kurang efektif.

"Anak-anak NU harus lebih faham tentang NU dengan cara memperbaiki media kaderisasi. Kalau perlu, sekolah-sekolah yang berlatar belakang NU diharuskan memasukkan mata pelajaran Ahlussunnah Wal Jamaah," tegas pria yang akrab disapa Kaji Tovix tersebut.

Alumni Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur tersebut menghimbau agar kedepannya NU lebih gemuk lagi.

"Sekarang banyak aliran yang berbahaya bagi NU. Jangan sampai Aqidah Ahlussunnah Wal Jamaah an-Nahdliyah dihabiskan oleh faham lain, karena ini urusan hidup dan mati," jelasnya disambut tepuk tangan seluruh audien.

Tidak hanya itu, Pengasuh Pondok Pesantren Bustanul Ulum Sumber Anom, Angsanah, Palengaan, Pamekasan tersebut menyerukan, agar kepengurusan yang akan dilantik nantinya memperbaiki pola komunikasi yang berkaitan NU.

"Segala yang berkaitan dengan NU, baik itu hubungan pemerintah dan yang lainnya harus lebih inten, ini demi kemajuan NU Pamekasan," cetusnya.

Selain itu, pihaknya menegaskan posisi NU yang tidak boleh menjadi tunggangan politik.

"Ideologisasi Ahlussunnah Wal Jamaah harus steril, bersih dari tunggangan politik, dan NU harus menjadi rumah besar di Pamekasan," tegasnya lagi, disambut tepuk tangan gemuruh seisi ruangan.

Pada akhir sambutannya, dosen di beberapa perguruan tinggi tersebut meminta masukan dan teguran kepada kiyai sepuh dan seluruh komponen NU lainnya.

"Seperti yang saudara-saudara ketahui, saya ini masih muda. Tanpa mengurangi rasa hormat, saya mohon kepada kiyai-kiyai sepuh dan komponen NU lainnya, agar tidak sungkan untuk memberikan teguran, kritkan, dan saran selama saya melaksanakan amanat ini," pungkasnya.(bor/zai)
Share:

0 comments:

Post a Comment

Home Style

Contact Form

Name

Email *

Message *

Ads

Ads

Latest News

Popular Posts

Blog Archive