• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Pasti Aswaja's Content

Peduli NKRI, Aktivis Pesantren dan Pemuda Pamekasan Rapatkan Barisan

 on Monday, May 2, 2016  

Pamekasan – Pasti Aswaja Puluhan aktivis pesantren dan pemuda Kabupaten Pamekasan yang tergabung dalam Gerakan Santri dan Pemuda Rahmatan lil 'Alamin (GASPER) mengadakan pertemuan, Senin malam (02/05/16) di kediaman KH. Afifurrahman, Pengasuh Pondok Pesantren Miftahul Ulum Sekar Anyar, Rombuh, Palengaan, Pamekasan.

Dalam sambutannya, tuan rumah yang juga ketua Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Palengaan menyebutkan tujuan dari adanya pertemuan tersebut untuk menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). 

"Selain untuk silaturahmi, acara (pertemuan. Red.) malam ini juga untuk menyikapi kehadiran gerakan trans nasional di Pamekasan yang sangat membahayakan NKRI," jelasnya.

Menurutnya, semua elemen yang bertanggung jawab terhadap Ahlussunnah Wal Jamaah (ASWAJA) harus bahu membahu untuk membetengi NKRI dari gerakan daulah khilafah.

Kami (GASPER.red) tidak terima, jika Pamekasan disusupi gerakan yang hedak merusak ASWAJA. Jadi, para pejuang ASWAJA, baik itu NU, Ansor, Banser, termasuk GASPER harus bersatu untuk menjaga kesucian NKRI dari teriakan khilafah," imbuhnya.

Hadir pada kesempatan tersebut Ketua Umum Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (PC GP) Ansor Pamekasan, Fathorrohman yang menyayangkan pemberitaan di beberapa media, baik massa, cetak, maupun online yang tidak sesuai dengan kenyataan.

"Saat audiensi ke POLRES Pamekasan, saya meminta agar  bukan cuma acaranya saja yang dibubarkan, tapi HTI juga harus dibubarkan. Saya juga meminta, agar HTI tidak lagi diberi izin untuk mengadakan acara di Pamekasan, dan dari pihak kepolisian menyatakan siap," tegasnya

Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Universitas Madura (UNIRA) Pamekasan tersebut mengaku pernah terlibat dalam gerakan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) yang dulu masih bernama Izzul Islam.

"Saya sampaikan di sini (forum pertemuan.red), bahwa saya salah satu pendiri gerakan khilafah Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) di Pamekasan, tapi karena adanya ketidak sesuaian di dalamnya, maka saya menyatakan diri keluar. Akhirnya, saya memilih berjuang demi agama Allah di Ansor NU," jelasnya.

Pria yang akrab disapa Paonk tersebut sangat mengapresiasi langkah yang diambil oleh GASPER.

"Saya sangat setuju dengan adanya GASPER, karena itu bisa memperkuat ASWAJA di Pamekasan dari serangan yang datang dari luar. Saya harap GASPER bisa bersama-sama dengan kami (Ansor.red) untuk mengikuti gerakan bela ASWAJA untuk membubarkan HTI," ajaknya.

Hadir juga pada kesempatan tersebut KH. Taufiq Hasyim (Ketua PCNU Pamekasan), beberapa pengurus MWC NU Palengaan, beberapa kader PMII, pengurus Satuan Koordinator Wilayah (SATKORWIL) Barisan Ansor Serba Guna (BANSER) Jawa Timur, Fadlillah dan Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP. Ansor Palengaan, Sudarsono. (bor/ahn)

Peduli NKRI, Aktivis Pesantren dan Pemuda Pamekasan Rapatkan Barisan 4.5 5 Pasti Aswaja Monday, May 2, 2016 Pamekasan – Pasti Aswaja – Puluhan aktivis pesantren dan pemuda Kabupaten Pamekasan yang tergabung dalam Gerakan Santri dan Pemuda Rah...


No comments:

Post a Comment

Pasti Aswaja. Powered by Blogger.
J-Theme