Monday, May 16, 2016

Ulama Sebagai Tokoh Sentral Umat

Oleh: Ali Wahdi*
 
Pasti Aswaja Sebelum mengupas lebih dekat tentang tokoh ulama sebagai tokoh sentral umat, saya ingin menyampaikan sedikit terminologi ulama.
 
Ulama' adalah orang-orang yang memiliki disiplin ilmu yang mendalam dan mendedikasikannya kepada umat manusia dengan ikhlas karena Allah, tanpa membedekan disiplin ilmu apa yang dimilikinya.

Imam Al-Ghazali dalam Ihya ‘Ulumuddin mengatakan, “tradisi ulama adalah mengoreksi penguasa untuk menerapkan hukum Allah. Kerusakan masyarakat adalah akibat kerusakan penguasa dan kerusakan penguasa itu akibat kerusakan ulama.”

Dari apa yang disampaikan oleh Imam Alghazali tersebut, sedikit saya bisa memahami bahwa ulama' adalah tokoh sentral segala persoalan yang berhungan dengan kepentingan umat, agama, politik, sosial, dan budaya. Kemudian tradisi mengoreksi penguasa menjadi sebuah keniscayaan, sebab pada penguasa sebagian besar urusan umat diamanahkan.

Untuk kepentingan agama, ulama menjadi rujukan pertama dan utama dalam menyelesaikan segala persoalan yang menyangkut keagamaan, menjadi tokoh yang dimintai fatwa, menjadi tempat konsultasi. Selain dari pada itu, ulama dihormati karena ilmu dan kharismanya. Oleh karenanya, dalam sebuat riwayat ulama disebut sebagai pewaris para nabi.

Pada tatanan sosial, ulama dijadikan contoh dalam kehidupan sehari-hari. Disini, ulama masih dipercaya sebagai tolok ukur penggerak kebaikan karena pergaulannya yang penuh etika. Sehingga, bila dalam tatanan sosial seorang ulama' bertindak di luar tradisi yang berlaku di masyarakat, sudah bisa dipastikan seorang tokoh tersebut akan menanggung sanksi sosial yang sangat berat nilainya.

Tokoh Ulama' adalah benteng terakhir dalam menjaga tradisi, menjaga budaya ketimuran. Ulama' dengan pesantrennya, ulama' dengan ilmu dan jamaahnya, menjadi perekat dalam menjaga nilai-nilai tradisi dan budaya yang ada, khusus epon e Madhura (khususnya di Madura. red.).

Dalam kontek politik, ulama' memiliki peran yang sangat strategis sebagai figur panutan. Dalam catatan saya, ulama tidak harus terlibat langsung dalam panggung politik, karena ulama' tanpa diminta sudah "dibaiat" oleh masyarkat secara umum sebagai tokoh: tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh politik. Ini terbukti ketika masyarakat menghadapi persoalan (baik menyangkut agama, politik, sosial dan budaya), masyarakat pasti mendatangi seorang tokoh ulama dalam meminta restu ataupun petunjuk.

Dalam hal ini seorang ulama' cukup menjadi tokoh dari semua kalangan, menjadi penasehat tentang bagaimana memilih seorang pemimpin yang baik, pemimpin yang memenuhi standart menurut agama dan negara ini. Ulama' cukup mulia menjadi guru tentang bagaimana berpolitik kebangsaan. Dan itu adalah harapan semua elemen masyarakat.

Memang, politik pada dasarnya adalah sesutu yang menarik, sesuatu yang indah dengan seninya, apalagi di negara yang menganut sistem demokrasi. Semua orang punya hak berpolitik, karena jalur politik adalah salah satu media penting untuk memperjuangkan kemaslahatan masyarakat dan umat. Dan partai politik tunggangan yang paling realistis untuk bisa merebut otoritas publik.

Tetapi, saat ini politik sudah lepas dari nalai-nilai politik kebangsaan. Sama sekali jauh dari apa yang pernah disampaikan oleh tokoh agama, tokoh politik, tokoh pluralisme, yaitu KH. Abdurrahman Wahid, “bahwa kemanusiaan lebih penting dari pada politik”. Faktanya, hanya karena politik, nilai kemanusiaan digilas; hanya karena politik, nilai persaudaraan dihancurkan; hanya karena politik, tali persahabatan diputuskan dan tidak jarang pula ditemukan seorang guru menjadi musuh bagi muridnya. Hanya karena persoalan politik. Bahkan yang sangat ironis, sesama tokoh ulama' saling adu pembenaran hanya karena perbedaan pandangan politik. Dan ini berdampak pada masyarakat umum secara sosial. Nah, fenomena ini yang dikhawatirkan bisa menyebabkan pudarnya aura kharismatik pada diri seorang tokoh ulama' sebagai panutan semua umat.

Kembali kepada apa yang disampaikan Imam Alghazali di atas, bahwa ulama memiliki tanggungjawab moral mengevaluasi, mengoreksi kebijakan-kebijalan penguasa. Tentu, posisi tokoh ulama dalam konteks ini memiliki peran besar untuk menguatkan kebijakan yang pro rakyat, dan menegur kebijakan yang merugikan rakyat. Kondisi ini sejalan dengan tradisi para ulama', menyampaikan kebaikan dengan cara yang baik, menolak kebathilan dengan cara yang baik pula.

Ini alasan kenapa ulama' harus menjadi tokoh sentral semua umat. Sebab, politik saat ini terlanjur distigma sebagai dunia yang kotor, dunianya orang-orang yang picik, dunia yang penuh dengan tipu daya. Pepatah mengatakan, “tidak ada kebenaran dalam politik. Yang ada adalah kemengan”. Sehingga, jangan salahkan masyarakat jika tokoh ulama' −yang selama ini menjadi figur semua golongan memilih terjun langsung dalam panggung politik− akan mendapakan pengakuan yang sama secara prilaku seperti prilaku para politisi busuk, politisi yang karir politiknya berakhir di jeruji besi.

Apakah ulama' harus alergi politik?. Jawabannya: "tidak", sebab negera ini dibangun atas nama politik. Hanya saja kondisi politik sekarang ini yang tidak memungkinkan bagi seorang ulama' untuk terlibat langsung sebagai penggerak politik praktis.
 
Maka, sebagai upaya untuk memperbaiki citra buruk wajah politik saat ini, tokoh ulama' mempunyai tanggungjawab sosial, tanggungjawab moral untuk terus berdakwah melalui kegiatan kultural, melalui kegiatan maiyah-an sembari menyiapkan generasi masa depan bangsa yang mapan agamanya, baik etika, bagus sosialnya.

Bisa dibayangkan, jika tokoh ulama' yang selama ini dikenal akrab dengan umat menyamapaikan ajaran agama, dari masjid ke masjid, dari desa ke desa lainnya, dari pesantren ke pesantren lainnya, kini harus sibuk dengan kelompoknya, harus sibuk dengan kepentingan politiknya seperti kondisi saat ini. Silahkan bayangkan nasib umatnya!!! Jujur, saya takut sekali untuk membayangkan....!!!
* Penulis adalah aktivis ALGHAZALI Pamekasan: Komunitas Cinta Baca dan Menulis


Share:

0 comments:

Post a Comment

Home Style

Contact Form

Name

Email *

Message *

Ads

Ads

Latest News

Popular Posts

Blog Archive

Theme Support