• This is default featured slide 1 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 2 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 3 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 4 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 5 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Saturday, July 30, 2016

Inna Lillahi, KH. Muhammad Subadar Kembali ke Rahmatullah

Jakarta — Pasti Aswaja Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un. Kabar duka kembali menyelimuti keluarga besar Nahdlatul Ulama. KH. Muhammad Subadar, salah satu Rais Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), telah kembali ke rahmatullah, Sabtu malam (30/07/16) sekitar pukul 19:41 WIB.

Kabar meninggalnya Pengasuh PP. Raudlatul Ulum, Besuk, Kejayan, Pasuruan itu awalnya hanya beredar di media-media sosoal hingga kemudian dibenarkan oleh pengurus LBM (Lembaga Bahtsul Masail) PBNU, H. Mahbub Ma'afi di Jakarta.

Kiyai dengan 8 orang anak ini, menurut penuturan pihak keluarga, meninggal karena penyakit kanker pankreas yang dideritanya dan sempat menjalani perwatan selama 14 hari di RS. Darmo Surabaya.

"Beliau baru saja dibawa pulang dari Surabaya dan tiba di rumah sekitar maghrib sampai akhirnya meninggal sekitar pukul 17:40-an," tutur Ahmad Ladun Khobir, salah satu keluarga kiyai yang dikenal teguh berpegang pada koridor fiqh klasik itu, sebagaimana dimuat NU Online.

Bagi masyarakat, warga NU, alumni Pesantren Besuk yang hendak memberikan penghormatan terakhir, pihak keluarga memberikan kesempatan sampai Minggu (31/07/16) besok pukul 13:00 sebelum jenazah dikebumikan di pemakaman keluarga Ngladi. (ahn)
Share:

Lagi, Ribuan Alumni "Banjiri" Panyeppen

Pamekasan — Pasti Aswaja Tidak mau kalah dengan alumni putra, alumni Pondok Pesantren Miftahul Ulum (PPMU) Putri juga menggelar reuni akbar, Sabtu (30/07/16) di halaman utama MA Miftahul Ulum PPMU Panyeppen, Palengaan, Pamekasan, Madura (baca juga: Reuni Akbar, Lebih 7000 Alumni Banjiri Panyeppen).

Menurut penuturan panitia, lebih 4000 orang menghadiri kegiatan tiga tahunan itu.

"Panitia menyiapkan 3500 kursi. Eh, ternyata masih harus nambah seribu lagi," tutur Sinhaji, ketua panitia. "Itupun masih ada sekitar 250 orang nggak kebagian kursi," imbuhnya.

Untuk memberikan ceramah agama, panitia mengundang dai dari Surabaya, Habib Ubaidillah.

Selain reuni, kegiatan ini juga dirangkai dengan pelantikan Badan Semi Otonom (BASNOM) Muslimat Ikatan Keluarga Besar Alumni dan Simpatisan (IKBAS) PPMU Panyeppen masa khidmat 2016—2021. Ada 45 orang pengurus mengucapkan ikrar yang dibimbing oleh pengasuh PPMU Panyeppen yang juga Wakil Rais PWNU Jawa Timur, KH. Muddatstsir Badruddin. (uki/ahn)
Share:

Ketua Muslimat NU Hadiri Halal Bihalal dan Harlah Muslimat NU ke-70 di Pamekasan

Pamekasan — Pasti Aswaja — Pimpinan Cabang (PC) Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Pamekasan gelar Halal Bihalal dan Hari Lahir (Harlah) Muslimat NU ke-70, sekaligus Deklarasi Anti Narkoba,  Jumat (29/07/16) di Gedung Islamic Centre Pamekasan.

Hadir dalam kesempatan tersebut ketua tanfidziyah PCNU Pamekasan dan Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muslimat NU, Khofifah Indar Parawansa.

Perempuan yang juga pernah aktif dalam organisasi PMII tersebut sangat akrab dengan elemen masyarakan Pamekasan, karena sudah berkali-kali hadir ke Pamekasan dan juga sangat memperhatikan kota yang dijuluki Gerbang Salam tertsebut.

"Oleh-oleh Ibu Khofifah dari Menteri Sosial tahun ini untuk Pamekasan mencapai 144 Milyar lebih," Jelas Ach. Syafi'i, Bupati Pamekasan yang sangat mengapresiasi langkah Muslimat NU dalam mendeklarasikan Gerakan Anti Narkoba, serta langkah pemerintah dalam memerangi narkoba.

Saat memberikan ceramah di hadapan ribuan ibu-ibu Muslimat NU, Khofifah mengawalinya dengan mengucapkan Selamat Idul Fitri.

"Saya mau halal bihalal dulu dengan ibu-ibu Muslimat di sini," ucap perempuan yang saat ini menjabat Menteri Sosial Republik Indonesia (Mensos RI) tersebut, dilanjutkan dengan ucapan "Taqabbalallahu minna wa minkum, Minal aidin wal faizin".

Di hadapan segenap Pengurus Cabang NU dan Pimpinan Cabang Muslimat NU Pamekasan, Khofifah menghimbau, agar bersama-sama menyelesaikan PR besar yang saat ini sedang dihadapi masyarakat. 

"Tolong sampaikan di hadapan majelis bapak kiyai dan ibu nyai sekalian, agar tidak ada lagi yang menggunakan narkoba," himbaunya.

Sesuai dengan Harlah Muslimat NU yang ke 70, Khofifah meminta kepada 5 orang Ibu Muslimat NU yang usianya sudah mencapai 70 tahun untuk maju ke depan.

"Meskipun hari Lansia (Lanjut Usia.red) sudah lewat, saya mau mengucapkan Selamat Hari Lansia untuk Ibu-ibu sekalian," lanjutnya.

Diakhir ceramahnya Khofifah mendoakan masyarakat Pamekasan, dilanjutkan dengan membaca surat Al-Fatihah bersama dengan seluruh hadirin. (fid/bor/ahn)
Share:

Friday, July 29, 2016

Kisah Khatib Jumat dan Kiyai Maslah

Pasti Aswaja — Dalam khutbah di suatu masjid, si khotib menyirikkan amaliah orang-orang NU, meng-khurofatkan-nya pula, dan tentu membid’ahkannya pula. “tidak ada bid’ah hasanah, semua bid’ah sesat, segala yang sesat aka nada di neraka”, Kyai Maslah menirukan si khotib saat berkhutbah.

Setelah shalat jum’at selesai, Kyai Maslah mengajak duduk bersama dengan si khotib tadi itu untuk berdialog tentang materi khutbah.

“Mas, khutbah anda jos mas, saya acungin jempol,” Kyai Maslah membuka obrolan. Kyai berkata kepada si khotib,” tapi sayang mas, anda itu khutbahnya memakai Bahasa Indonesia. Apakah dulu Rasullah itu berkhutbah memakai Bahasa Indonesia?”.

” Ya, saya rasa tidak”, si khotib menjawab yang sepertinya mungkin dengan sedikit khawatir ia akan dituduh melakukan bid’ah juga, sehingga bertentangan dengan materi khutbahnya tadi.

Kyai Maslah melanjutkan,” lalu kenapa anda itu berkhutbah memakai Bahasa Indonesia? Mana Qur’annya? Mana haditsnya?”

Si khotib tidak bisa menjawab pertanyaan Kyai Maslah, sehingga ia gemroyos keringet. Karena merasa kasihan, akhirnya Kyai Maslah menjelaskan tentang kebolehan berkhutbah bahasa Indonesia dengan disertai dalilnya.

Pada akhirnya pula, Kyai Maslah menjelaskan tentang amaliah-amilah NU yang dibid’ahdhlalahkan oleh si khotib dalam khutbahnya tadi. Kyai Maslah membantah kalau amaliah-amaliah NU itu dituduh bid’ah. Semua itu ada dalilnya.
Source: Zahra Alhabsyi (facebook)
Share:

Reuni Akbar, Lebih 7000 Alumni Banjiri Panyeppen

Pamekasan — Pasti Aswaja Ikatan Keluarga Besar Alumni dan Simpatisan Pondok Pesantren Miftahul Ulum (IKBAS PPMU) Panyeppen, Palengaan, Pamekasan, Madura gelar Reuni Akbar, Kamis (28/07/16) di Halaman SMP Terpady Al-Miftah PPMU Panyeppen.

Acara yang biasa digelar setiap tiga tahun sekali tersebut kali ini jauh lebih besar dari tahun-tahun sebelumnya.

"Karena tahun ini skopnya Internasional, sedangkan sebelumnya hanya nasional, jadi kali ini lebih besar dari sebelumnya," jelas Sinhaji, Ketua Panitia Pelaksana kepada Pasti Aswaja.

Alumni PMII STAI-MU Pamekasan tersebut menuturkan, bahwa kepanitian kali ini sempat kelabakan karena kedatangan alumni ke lokasi lebih awal dari jadwal yang diagendakan panitia, "padahal di rounddound acara, yang tercantum di undangan, acara dimulai jam 06:30, tapi jam lima sudah ada yang masuk ke area acara," lanjutnya.

Aji, sapaan akrab Sinhaji, juga menceritakan bahwa panitia juga dibuat kelimpungan dengan jumlah peserta yang melebihi target, "kami menyediakan konsumsi untuk 7000 orang, tapi ternyata masih harus nambah untuk 250 orang. Itupun masih belum cukup," pungkasnya.

Sekedar untuk diketahui, acara bertema "Mengokohkan NKRI" ini dihadiri oleh Dr. Syeikh Muhammad Ibn Ismail Al-Makki guna memberikan tausyiah di hadapan lebih dari tujuh ribu alumni dan simpatisan PPMU Panyepen.

Hadir juga, Wakil Gubernur Jawa Timur, KH. Syaifullah Yusuf (Gus Ipul), yang menyampaikan orasi keislaman dan ke-Indonesiaan. Acara kemudian ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Wakil Rais Aam PBNU, KH. Miftahul Akhyar. (bor/ahn)
Share:

Wednesday, July 27, 2016

Atiqullah Dipercaya Pimpin IKA PMII Pamekasan Empat Tahun ke Depan

Pamekasan — Pasti Aswaja — Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA-PMII) Pamekasan gelar Halal Bihalal dan Musyawarah Cabang (MUSCAB), Selasa malam (26/07/16) di Masjid Darul Hikmah, Larangan Badung, Palengaan, Pamekasan, Madura.

Acara yang dikonsep dengan sangat sederhana tersebut dilaksanakan untuk memilih Ketua baru IKA PMII Pamekasan Masa Khidmat 2016-2020.

"Saya sampaikan terima kasih kepada  sahabat Atiqullah (Mantan Ketua Umum PC PMII Pamekasan Masa Khidmat 1998-1999.red) yang telah menyediakan tempat untuk acara ini," ujar Ribut Baidi, Ketua Panitia Pelaksana, saat memberikan sambutan.

Dalam acara ini, Ahmad Sahebuddin, Ketua Umum pertama PC Pamekasan dipercaya oleh seluruh peserta untuk memimpin jalannya sidang. Uniknya, seluruh peserta juga menyepakati dibentuknya Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) untuk memilih Ketua IKA PMII Pamekasan, sebagaimana arahan dari Ketua IKA PMII Pamekasan Demisioner, Ahmad Syafiuddun.

Berikut Tim AHWA yang dipercaya oleh peserta sidang untuk memilih ketua IKA PMII Pamekasan:
1. Ahmad Sahebuddin
2. Ahmad Syafiuddin
3. A. Ruston Nawawi
4. Ahmad Zaini
5. Atiqullah
6. A. Mustar
7. RKH. Taufiq Hasyim
8. R. Wazirul Jihad
9. Ahmad Faqih
10. Syafiuddin Muma
11. Agus Sudarwaji

Setelah 10 menit melaksanakan musyawarah tertup, Tim AHWA yang dipimpin oleh Ahmad Sahebuddin kembali ke hadapan peserta untuk kemudian menyampaikan hasil musyawarah yang dibacakan oleh Ahmad Syafiuddin.

"Alhamdulillah, berdasarkan hasil musyawarah AHWA, Ketua IKA PMII Pamekasan dipercayakan kepada Sahabat Atiqullah," Jelas Syafi', dilanjutkan membaca susunan pengurus harian lainnya.

Saat menyampaikan sambutannya sebagai Ketua terpilih, Atiqullah mengajak kepada semua pengurus baru untuk terus berjuang bersama.

"Kegiatan IKA PMII Pamekasan ke depan akan sukses apabila dilaksanakan dengan bersama-sama, karena saya tidak bisa melakukannya sendiri, sehingga yang dicita-citakan PMII bisa terwujud," Jelas Atiq, sapaan akrabnya. (bor/ahn)
Share:

Monday, July 25, 2016

Mbah Asrori Bersedakah 150 Nasi Bungkus Tiap Hari JumatJumat

Pasti Aswaja — Usia bukan batasan untuk berhenti bersedekah. Itulah motto yang selalu ditanamkan Mbah Asrori (92) dalam hidupnya.

Kakek warga asli Semarang tersebut setiap hari Jumat selalu bersedekah nasi bungkus lengkap dengan lauk pauknya kepada orang-orang yang membutuhkan seperti pemulung, tukang becak atau siapa pun yang membutuhkan makanan. 

Dengan sepeda ontel kesayangannya, Mbah Asrori berkeliling untuk membagikan nasi bungkus tersebut. 

"Mbah Asrori setidaknya menyisihkan Rp 400.000 per bulan untuk bersedekah padahal penghasilan beliau juga tidak tentu," ujar Fajar Ali Imron, salah seorang tetangga Mbah Asrori.

Kakek dengan 3 anak dan 10 cucu tersebut memang hanya berprofesi sebagai guru mengaji bagi anak-anak sekitar, penghasilannya hanya sekitar Rp 800.000 perbulan. Sedekah yang dilakukan Mbah Asrori tersebut semata-mata bukan hanya karena ingin menolong mereka yang membutuhkan makan saja, namun Mbah Asrori iba melihat tetangganya yang seorang janda berjualan nasi bungkus. 

Dengan membeli dagangannya Mbah Asrori dapat menolong penjual janda tersebut dan juga orang-orang yang membutuhkan makan. Menurut Fajar, lima tahun silam Mbah Asrori bahkan sudah berangkat ke Mekkah untuk menunaikan ibadah haji dari uang hasil tabungannya. 

"Sebenernya kalau dilogika dengan penghasilannya tersebut mustahil beliau bisa berangkat haji, tapi ya itulah kalau orang ikhlas bersedekah pasti ada saja rejekinya," ujar Fajar lagi

Sifat dermawan Mbah Asrori ini benar-benar patut dicontoh oleh semua orang. Mungkin penghasilannya tidak seberapa, tapi amalnya luar biasa!

Pertanyaannya: berapa sedekah kita yang usianya jauh lebih muda dan penghasilannya lebih banyak dari mbah Asrori ini...?
Source: Ipang Wahid (facebook)
Share:

Sunday, July 24, 2016

Ingin Bendung Peredaran Narkoba, GP Ansor Pamekasan Bentuk BAANAR

Pamekasan — Pasti Aswaja Seiring dengan semakin gencarnya peredaran narkoba di Kabupaten Pamekasan, Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor (PC. GP Ansor) Pamekasan membentuk kesatuan khusus bernama BAANAR (Badan Ansor Anti Narkoba).

Pembentukan BAANAR ini berbarengan dengan program Turba dan Akreditasi PW (Pimpinan Wilayah) GP ANSOR Jawa Timur ke PC. GP Ansor Pamekasan, Sabtu (23/07/16). (Baca juga: Turba dan Akreditasi PW. GP. Ansor Jatim ke PC. GP. Ansor Pamekasan)

Dibentuknya badan khusus ini guna membendung peredaran barang haram tersebut di Kabupaten Pamekasan yang semakin memprihatinkan, "apalagi kini Narkoba sudah masuk keberbagai elemen masyarakat: mulai dari anak-anak hingga dewasa," jelas ketua PC. GP Ansor Pamekasan, Fathorrahman.

"Dan jaringan pengedar narkoba, di Pamekasan khususnya, sangat masif, sehingga masuknya narkoba di Pamekasan sanfat mudah. Ini jika dibiarkan begitu saja, maka akan menghancur generasi muda yg akan datang," lanjut Pang, sapaan akrabnya.

Menurut Paonk, langkah konkrit yang akan dilakukan BAANAR yaitu akan melakukan sosialisasi bahaya Narkoba ke para pelajar di Pamekasan. Selain itu, BANAAR juga akan membuat posko bahaya narkoba di berbagai tempat.

"BAANAR akan melakukan sosialisasi ke semua kalangan, khususnya pelajar, dan juga akan membuat posko di tempat-tempat staregis dan mudah dijangkau oleh masyarakat," papar alumni PMII Unira ini.

Selain membentuk BAANAR, menurut Paonk, Ansor Pamekasan juga akan membentuk Satgas Narkoba di semua kecamatan di Pamekasan.

Adapun struktur yang sudah terbentuk dan yang akan menjadi duta anti Narkoba di Pamekasan adalah: Hasan (ketua), Zainullah (wakil ketua), Moh. Zayyadi (sekretaris), Mamang Suryadi (wakil sekretaris), Moh. Elman (bendahara), Abd. Rasid (wakil bendahara). (ahn)
Share:

Saturday, July 23, 2016

Turba dan Akreditasi PW. GP. Ansor Jatim ke PC. GP. Ansor Pamekasan

Pamekasan — Pasti Aswaja Pimpinan Wilayah (PW) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Nahdlatul Ulama (NU) Jawa Timur (Jatim) gelar Turba dan  Akreditasi di Sekretariat Pimpinan Cabang (PC) GP. Ansor NU Pamekasan, Jl. R. Abd. Aziz no. 95 Pamekasan, Sabtu pagi (23/07/16).

Acara yang dihadiri oleh seluruh Pimpinan GP Ansor Pamekasan, baik Pimpinan Ranting (PR), Pimpinan Anak Cabang (PAC) maupun Cabang tersebut berupa agenda PW GP Ansor Jatim dalam mengetahui manajemen dan administrasi, serta program-program yang dilaksanakan oleh GP Ansor di Pamekasan.

Di awal sambutannya, Ketua GP Ansor Cabang Pamekasan, Fathorrohman menyampaikan beberapa agenda yang sudah tercapai selama kepengurusannya.

"Kita awali kemarin dari PC mengadakan PKD, kemudian Balantas. Saat ini kita dorong PAC-PAC untuk aktif mengadakan pengkaderan," Ujar Alumni PMII UNIRA Pamekasan tersebut.

Pria bertubuh gempal tersebut mengharap, agar kegiatan pengkaderan Ansor di Pamekasan ke depannya berjalan masif.

"Minimal 75% dari jumlah PAC yang ada di  Pamekasan," jelasnya, dilanjutkan dengan menyebut letak geografis kabupaten Pamekasan, dan aneka ragam gerakan-gerakan yang bermacam-macam.

Paonk, sapaan akrabnya, menyebutkan beberapa tantangan besar yang dihadapi oleh GP Ansor Pamekasan selama dirinya memimpin.

"Dari aspek sarana dan prasana, termasuk jalur lintas antar kecamatan di Pamekasan, cukup sulit untuk dilalaui," Lanjutnya.

Pihaknya menyebutkan, proses Akreditasi untuk tahun ini bisa berjalan dengan baik, mengingat tahun-tahun sebelumnya masih banyak kendala.

"Sekarang alhamdulillah sudah lebih baik dari sebelum-sebelumnya," lanjutnya.

Sementara itu, Rudi Tri Wahid, Ketua PW GP Ansor Jatim dalam sambutannya menghimbau kepada seluruh elemen GP Ansor se-Kabupaten Pamekasan untuk terus semangat dalam berjuang bersama.

"Sahabat-sahabat yang ada di sini harusnya bangga, karena sahabat-sahabat ini yang dipilih oleh Allah untuk berjuang bersama dalam naungan GP Ansor dalam menjaga tradisi Islam Ahlussunnah Wal Jamaah," Jelasnya.

Acara kemudian dilanjutkan dengan laporan dari masing-masing PAC GP Ansor di bawah komando PC GP Ansor Pamekasan kepada PW GP Ansor Jawa Timur. (bor/fiq/mad)
Share:

Penembakan di Pusat Perbelanjaan Münich, 15 Orang Meninggal


Münich — Pasti Aswaja — Penembakan terjadi di pusat perbelanjaan terbesar di Münich, Jerman, Olympia Shopping Center, Jumat petang (22/07/16).

Reuters melansir, Jumat (22/7/2016) malam, polisi Jerman menutup pusat perbelanjaan tersebur.

Menurut informasi yang berhasil dihimpun Pasti Aswaja, korban meninggal dalam peristiwa yang terjadi di dekat stadion Olimpiade Münich itu mencapai 15 orang.

Diduga pelaku adalah pemuda Jerman keturunan Iran berusia 18 tahun.

"Terduga pelaku adalah seorang remaja Jerman asal kota Münich yang berdarah Iran. Dia berusia 18 tahu," kata Hubertur Andrae, Kepala Kepolisian Münich, Sabtu (23/07/16).

"Sejauh ini motif aksi ini belum diketahui," tambahnya.

Sebelumnya, polisi menemukan jasad seorang pria sekitar satu kilometer dari pusat perbelanjaan Olympia yang menjadi lokasi serangan.

Pria itu diduga kuat adalah pelaku serangan yang menewaskan sembilan orang tersebut dan dia diduga bunuh diri usai melakukan aksinya.

Ini adalah serangan maut terbesar di Jerman dan merupakan serangan ketiga di Eropa dalam delapan hari terakhir.

Sampai saat ini, pelaku yang diduga lebih dari tiga orang itu dalam pengejaran pihak kepolisian Jerman. (ahn)
Share:

Thursday, July 21, 2016

Alumni Haromain Koorda Bangkalan Selenggarakan Khataman Kitab Shahih Muslim

Bangkalan — Pasti Aswaja Koordinator Daerah (Koorda) Majlis Khirrijil Haromain (Persatuan Alumni Makkah-Madinah) Bangkalan Madura menyelenggarakan khataman kitab Shahih Muslim, Kamis malam (21/07/16).

Kegiatan yang digelar di PP. Syaikhona Moh. Kholil Demangan Bangkalan itu dihadiri oleh salah satu ulama Aswaja bermadzhab Syafi'i asal Arab Saudi, Syaikh Dr. Muhammad Isma'il al-Makky. Alumni Haromain dari seluruh pelosok Indonesiapun turut hadir dalam kegiatan yang dimulai jam 17:00 WIB tersebut.

"Setelah khatam kitab (Shahih) Muslim ini, akan dilanjutkan membaca kitab sunan Abu Daud terus hingga kitab hadits yang enam," jelas Ketua Majlis Khirrijil Haromain Koorda Bangkalan,  RKH. Fakhrillah Aschal, saat memberikan sambutan dalam acara tersebut. "Hal itu (pembacaan kitab Shahih Muslim. Red.) rutin dilakukan tiap bulan oleh almuni Haromain (Makkah-Madinah) di Bangkalan dan di tiap-tiap kabupaten seluruh Indonesia," lanjutnya.

Sedangkan Syaikh Muhammad dalam ceramahnya banyak menyinggung tetang pentingnya sanad dalam ilmu, "termasuk kitab Shahih Muslim ini sanadnya bersambung dengan pengarangnya yaitu Abu al-Husein Muslim ibnu al-Hajjaj bin Muslim al-Qusyairi an-Naisaburi," paparnya dalam bahasa Arab yang diterjemahkan oleh Habib Ubaidillah dari Surabaya.

Putra Syaikh Ismail ini juga menjelaskan kelebihan kitab Shahih Muslim ini untuk para penganut madzhab Syafi'iyah, "salah satu keistimewaan kitab Shahih Muslim ini adalah, kebanyak rijal sanadnya dari penganut madzhab Syafi'i, selain itu juga kebanyakan dari keturunan Nabi yaitu bani Ahdal yang tinggal di Yaman Selatan." Jelasnya melanjutkan.

Tidak hanya itu, menurut Syaikh Muhammad, jika ditinjau dari segi penulisan, kitab Shahih Muslim memilik keunggulan tersendiri dibanding Shahih Bukhari. "Kitab Shahih Muslim ini lebih teratur antara bab ke bab, sedangkan kualitas hadits dan keshahihan hadits, tetap lebih shahih kitab Shahih Bukhari. Itu menurut jumhur muhadditsin," akunya. (vix/ahn)
Share:

Ketika Pokemon Menjadi Mesin Perang

Oleh: Denny Siregar

Pasti Aswaja — "Memangnya seberapa bahaya sih game Pokemon Go, sehingga banyak di larang di berbagai negara ?"

Temanku yang memang ahli IT tersenyum. Kami ngopi bersama sore itu.

"Sebelum ke Pokemon Go, kita harus pahami dulu cara kerja perusahaan2 besar seperti Google, Facebook dan lain2. Kita menganggapnya sebagai sebuah fasilitas, tetapi sebenarnya aplikasi itu adalah sebuah program mata2.."

Surprise juga mendengar jawabannya. Ternyata tidak sesederhana yang kupikirkan. 

"Seperti Google. Kita menganggap Google itu hanya mesin pencari. Tetapi sesungguhnya dia menjebak kita dalam sebuah kotak. Kotak dimana kita tidak bisa keluar dari sana. Kita berkomunikasi melalui email, kita berbelanja bahkan sekedar mencari peta dengan google..."

Dia menyeruput kopinya dan melanjutkan, " Kita seperti berada di dunia luas ketika melakukan segala aktifitas melalui Google, padahal sesungguhnya kita berada di kotak kecil dari luasnya alam maya ini. 

Seperti di sebuah galaksi, kita menganggap galaksi kita paling besar padahal sesungguhnya kita hanya berada pada satu galaksi diantara miliaran galaksi yg ada..."

Aku mencoba memahami perkataannya...

"Ketika kita melakukan segala aktifitas di dunia Google, maka mesin intelijen mereka bekerja menyerap seluruh aktifitas kita. Dia tahu kemana kita pergi, dia tahu apa yang kita suka, tahu apa yang kita cari. Dia akhirnya tahu seluruh kebiasaan kita, kebiasaan masyarakat di suatu negara. 

Dengan data2 itu mereka memahami dimana kelemahan kita, apa yang kita benci, bagaimana membenturkan kita, dan banyak data yang mereka jadikan pegangan ketika mereka harus melakukan infiltrasi ke negara kita...

Aku menarik nafas. Temanku tersenyum, " Dan ingat, aplikasi seperti Google dan Facebook itu tidak akan bisa menjadi aplikasi mendunia tanpa dana yang sangat besar. Nah percayalah pemilik dana terbesar dalam sahamnya adalah badan2 intelijen milik pemerintah yang disembunyikan dalam nama perusahaan. 

Karena itu, negara besar seperti China menutup dirinya dari aplikasi intelijen seperti itu. Mereka membangun sendiri modelnya dengan nama Baidu. Mereka me-manage sendiri penduduknya yg jumlahnya miliaran itu.."

" Apa Pokemon Go seperti itu juga ?"

"Tentulah...  Dengan mengaktifkan GPS dan kamera, mesin intelijen mereka bekerja menyerap data kita dalam bentuk gambar. Jadi mereka berharap permainan itu dimainkan di dalam gedung pemerintahan yang punya posisi posisi strategis dan rahasia. Tujuan game itu adalah mengumpulkan data, selanjutnya mereka olah di pusat mereka untuk kepentingan kelanjutan mereka... "

Temanku ketawa sambil menyeruput kopinya. "Buat mereka yang disana itu, tidak ada hal yang sia2. Semua di perhitungkan dengan sangat cermat, sangat detail. Kita aja yang tidak paham dan menganggapnya hiburan semata..

Cantik ya model perangnya ? Ingat, siapa yang menguasai informasi dialah yang akan menguasai dunia..."

Bukan cantik lagi, tapi mengagumkan. Bahkan kopiku kehilangan pesonanya sehingga ia menjadi dingin tanpa tersentuh.

"Kejahatan yang terorganisir, akan mengalahkan kebaikan yang tidak terorganisir.." Imam Ali as.
Share:

Tuesday, July 19, 2016

Bocah 14 Tahun Jauh-Jauh Dari Maroko Untuk Sowan ke Mbah Mun

Pasti Aswaja — Ibrahim, dia seorang anak tampan berkebangsaan maroko yang kemarin sore tanggal 15-6-2016 sowan ke Mbah Mun Sarang. Usianya masih 14 tahun dan dia baru saja lulus dari sekolah i'dadiyah (kalau di Indonesia mirip SMP kira-kira) di Maroko.

Ayahnya di Maroko memiliki beberapa rumah yang disewakan untuk tempat tinggal pelajar Indonesia yang sedang menempuh pendidikan di sana. Dan pelajar yang tinggal di sana tidak dipungut biaya sedikitpun oleh ayahnya.

Nah saat kelulusan kemarin dia mendapatkan ranking dengan nilai tertinggi di sekolahnya sehingga membuat ayahnya senang dan mempersilahkan Ibrahim untuk mengajukan permintaan dan apa saja yang diminta Ibrahim akan dituruti oleh ayahnya.

Diapun dengan tamgkas meminta pada ayahnya untuk berkunjung ke Indonesia menemui Mbah Maemun Zubair serta kenalannya. Ibra mengenal Mbah Maemun sejak lama sebab dia sering diceritakan tentang sosok Mbah Maemun oleh salah satu pelajar yang tinggal dirumahnya yang kebetulan juga pernah mondok di Sarang.

Ibrahim mengenal sosok KH Maemun Zubair sebagai sosok sepuh yang alim memiliki cakrawala yang luas dan menelurkan santri yang menjadi ulama'. Dan diapun dizinkan oleh bapaknya pergi ke Indonesia. Hebatnya dia datang ke Indonesia sendian saja. Dia dijemput di airport oleh kenalannya yang pernah tinggal dirumahnya dan langsung sowan ke ndalem Simbah Maemun Zubair.

Saat Ibrahim bertemu Mbah Maemun dia sangat senang sekali saat melihat wajah Mbah Maemun yang syahdu dan ramah. Mbah Maemunpun kagum akan keberanian dan ketangkasan Ibrahim.

Perbincangan mereka berdua terlihat asyik meski beda usia, Mbah Maemunpun bercerita bahwa beliau pernah berkunjung ke Maroko dan sholat di masjid Al Hasan Tsani yang merupakan masjid terbesar di Maroko. Beliau juga berkisah saat di sana mengisi ceramah di beberapa institusi.

Rencananya Ibrahim akan tinggal 1 satu bulan di Indonesia. Dan Mbah Mun pun mendoakan Ibrahim agar menjadi anak yang sholih dan sukses cita citanya.
Source: arrahmah.co.id
Share:

Belajar Kearifan dari Ulama NU

Oleh: Prof. Sumanto Al Qurtuby*

Pasti Aswaja — Ini kisah lama yang sudah biasa diceritakan Gus Dur dan warga NU biasanya familiar dengan cerita ini. Saya mau berbagi kisah ini disini karena banyak jamaah Facebook yang tentunya bukan NU dan non-Muslim. Begini, dulu ada dua ulama besar pendiri NU yang berbeda pendapat tentang sesuatu tapi saling menghargai satu sama lain. Kedua ulama itu adalah Mbah Kiai Hasyim Asy'ari, kakeknya Gus Dur yang juga pendiri dan sekaligus "panglima tertinggi" NU yang pertama dan Kiai Faqih Maskumambang, pendiri NU juga sekaligus jadi wakil ketua, mendampingi Mbah Hasyim. 

Kedua ulama ini merupakan sahabat dekat. Sangat dekat. Keduanya pernah sama-sama mondok di pesantren seorang kiai-wali kharismatik: Syaikhona Kholil Bangkalan. Keduanya juga dulu pernah bareng belajar di Makah. Seperguruan lagi. Misalnya sama-sama belajar dengan Kiai Mahfudh Termas yang ahli Hadis. Bukan hanya itu saja. Mbah Hasyim pernah mengambil mantu keponakan Kiai Faqih. Jadi persahabatan mereka betul-betul sejati.

Meski bersahabat, keduanya pernah berbeda pendapat dan berpolemik sengit sekali tentang hukum menggunakan kentongan sebagai "panggilan salat". Kiai Hasyim ngotot haram memakai kentongan karena tidak ada dalilnya. Sedangkan Kiai Faqih ngotot membolehkan menggunakan kentongan. Untuk menguatkan pendapat, masing-masing menulis sebuah kitab. Keren kan? Dengan menulis buku, perbedaan pendapat itu jadi bernilai akademik. Saya melihat para ulama dulu mentradisikan penulisan buku untuk mengekspresikan pendapat atau sebagai sanggahan terhadap pendapat seseorang.

Meskipun berpolemik tajam, keduanya saling menghargai dan menghormati. Pernah suatu saat, Kiai Faqih memerintahkan para kiai di Gresik untuk menurunkan kentongan di masjid-masjid dan langgar-langgar sebagai pengormatan kepada Kiai Hasyim karena beliau hendak mengisi ceramah di pesantren Kiai Faqih. Subhanallah. Indah sekali, kan? 

Meskipun mereka sengit berbeda pendapat tapi sama sekali tidak pernah saling menyesatkan, menyalahkan, apalagi mengkapirkan. Coba bandingkan kearifan beliau berdua, para ulama besar yang keilmuan keislamannya luar biasa dalamnya ini, dengan perilaku sejumlah kaum Muslim "unyu-unyu" dewasa ini yang hanya karena berbeda pendapat dikit saja sudah ngamuk, ngumpat, menyumpah-serapahi "lawannya" dan bahkan menggeruduk dengan membawa pentungan segala. 

Selama kita berada di dunia, maka perbedaan pendapat tak pernah sirna. Benar menurut kita, belum tentu benar menurut orang lain. Salah menurut kita, belum tentu salah menurut orang lain. Yuk, kita belajar dari kearifan Mbah Hasyim dan Mbah Faqih. Malu kan dilihat umat lain, jenggotnya sudah panjang kok masih nakal ngamukan...
*dosen di King Fahd University of Petroleum and Minerals Arab Saudi.
Source: Sumanto Al Qurtuby (facebook)
Share:

Monday, July 18, 2016

Apa Salah Pokemon?

Oleh: eM. Ahnu Idris

Pasti Aswaja Sejak dirilis 6 Juli lalu, di kawasan Amerika Serikat game Pokemon Go langsung menempati urutan teratas pada toko aplikasi Google Play Store dan Apple App Store.

Tidak hanya itu, game yang dikembangkan oleh perusahaan console game Nintendo ini berhasil mengangkat nilai saham perusahaan pada titik 20%. Bahkan pada Senin 11 Juli saham perusahan asal Jepang ini naik sampai 23% dan sempat mencapai 20.190 Yen. Angka tertinggi yang pernah dicapai sejak November.

'Tak kalah dengan negeri Paman Sam, gamers di Indonesia juga sudah terjangkit "demam" Pokemon Go. Para Gamers yang didominasi para remaja ini rela keluar rumah hanya untuk mengumpulkan monster Pokemon, bahkan ke masjid dan kuburan.


Terlepas dari itu semua, tulisan ini tidak akan membahas tentang keseruan, keuntungan atau bahaya dari game real time tersebut. Tulisan ini hanya untuk menanggapi beberapa artikel di media online penganut "Cocok-logi" yang menyeret game tersebut ke ranah politik bahkan sampai ke ranah agama.

Artikel itu pertama kali diposting oleh salah satu media online yang berbasis di bilangan Jakarta Selatan pada tanggal 13 Aprik 2016 jam 11:34 WIB dengan judul "Film Pokemon Ternyata Misi Yahudi". Dengan judul yang "wow" seperti itu plus "warga" dunia maya yang "kagetan", tulisan itu langsung menjadi viral —apalagi setelah game Pokemon Go dirilis.

Sebagaimana pemaparan di atas, artikel yang tidak dibarengi dengan data-data, academic drafting dan bukti-bukti konkret mencoba menghubung-hubungkan antara Pokemon dan Yahudi melalui nama-nama tokoh dalam serial anime tersebut. Berikut kutipan beberapa paragrap dalam artikel itu (paragrap ke-5 s/d 8):
Ternyata, kata Pokemon sendiri mengandung arti “Aku Yahudi”. Nama Pokemon diambil dari bahasa Syriac, atau bahasa Suryani yang jika dibahawa Indonesia kan berarti 'Aku Yahudi'.
Tidak hanya Pokemon saja yang memiliki arti yang mengejutkan itu, tapi juga ada dalam karakter lainnya, seperti Pikachu, tokoh utama dalam film Pokemon itu. Pikachu, berarti 'Jadilah Yahudi'.
Tokoh Charmander, yang juga memiliki arti : 'Tuhan Itu Lemah'. 
Tentu saja, arti itu sangat menyinggung para penganut agama, terutama Islam dan Nasrani. Sebab, dalam agama Islam, jelas disebut Allahu Akbar (Allah Maha Besar). Dan dalam agama Nasrani disebut Tuhan Kudus.
Keempat paragrap itu mengesankan bahwa Yahudi adalah agama yang anti Tuhan. Padahal, sebagaimana diketahui bersama bahwa Yahudi adalah agama "sulung" dari 3 "bersaudara" agama samawi (Yahudi, Nasrani, Islam). Artinya, sebagai agama, tidak mungkin Yahudi anti Tuhan.

Lucunya lagi, pada paragrap ke-2 artikel itu menyebutkan bahwa pemegang hak siar serial Pokemon adalah MNC TV.
Film buatan Jepang tersebut juga sempat menjadi tontotan yang digandrungi anak-anak di Indonoesia. Salah satu televisi swasta, MNC TV adalah pemegang hak siarnya.
Sebagai seorang penikmat film-film kartun —khususnya anime— membaca paragrap kedua itu saya tersenyum lebar. Kenapa? Ternyata penulis artikel itu juga ingin menyeret Pokemon ke ranah politik. Sudah maklum bahwa MNC TV adalah televisi swasta yang berafiliasi pada salah satu parpol baru pimpinan HT.

Jika memang ingin memberikan pencerahan, penulis artikel itu seharusnya juga menjelaskan bahwa serial Pokemon pada awal masuk ke Indonesia tahum 2001 lalu ditayangkan di SCTV dan kemudian diambil alih oleh Indosiar. Kenapa hanya menyebutkan MNC TV saja? Kurang fair rasanya jika hanya menyebutkan media milik HT. Apalagi seperti sekarang ini yang rata-rata manusianya sedang "datang bulan" alias sensitif.

Sebenarnya, apa salah Pokemon sampai "difitnah" seperti it? Ah, sudahlah... Mungkin ini hanya su'udzan saya saja. Hanya "rumput hijau yang bergoyang" yang tahu kebenarannya.
Photo source: theverge.com
Share:

Kisah Mas Bahar Sidogiri 'Meniduri' Istri Syaikhana Khalil Bangkalan

Pasti Aswaja — Kiai Bahar bin Norhasan bin Noerkhotim mondok di pesantren Syaikhona Kholil Bangkalan pada umur 9 atau 12 tahun. Di antara teman seperiode beliau ketika mondok di Bangkalan adalah KH Manaf Abd Karim, pendiri Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur. Tidak banyak keterangan tentang bagaimana Kiai Bahar saat nyantri di Bangkalan, baik tahun atau kegiatan kesehariannya. Namun kisah yang masyhur adalah tentang beliau ditakzir dan “diusir” oleh gurunya.

Alkisah, ketika Bahar kecil mondok di pesantren Syaikhona Kholil, beliau bermimpi tidur dengan istri Syaikhona Kholil. Pagi harinya (versi lain waktu Subuh) Syaikhona Kholil keluar dengan membawa pedang (versi lain golok tumpul) sambil marah-marah pada santrinya.

“Korang ajer! Sapah malemmah tedung bereng bi’ tang bineh. Ayoh ngakoh! Sapah malemmah tedung bereng bi’ tang bineh?! (Kurang ajar! Siapa tadi malam yang tidur dengan istri saya? Ayo mengaku! Siapa yang tadi malam tidur dengan istri saya?!),” kata Syaikhona Kholil dalam bahasa Madura.

Semua santri ketakutan dan tidak ada yang berani menjawab, karena mereka merasa tidak melakukannya. Lalu Syaikhona Kholil menyuruh mereka berjalan dua-dua (bergandengan) di depan beliau.

“Ayuh keluar wa' duwa'! (Ayo keluar dua-dua!),” bentak Syaikhona Kholil yang terkenal keras itu.

Para santri pun keluar secara bergandengan. Namun, santri yang terakhir tidak ada gandengannya. Syaikhona Kholil yang mengetahui hal itu heran dan berkata, “Leh, riyyah kemmah berengah? (Lah, ini mana gandengannya?).”

“Sobung Kiaeh (tidak ada Kiai),” jawab santri yang tanpa pasangan tersebut dengan gemetar.

“Paleng se ngetek jiah se tedung bi’ tang bineh! Ayuh sareh! Sareh! (Mungkin yang bersembunyi itu yang tidur dengan istri saya! Ayo cari, cari!),” perintah beliau.


Makam Kiai Alit
Segera semua santri (yang waktu itu berjumlah 20 orang) mencari Bahar kecil yang bersembunyi di biliknya (kamar) karena merasa bersalah dengan mimpi yang dialaminya. Akhirnya Bahar kecil ditemukan dan dibawa ke hadapan Syaikhona Kholil. Dengan berterus terang, Bahar kecil menceritakan apa yang dialaminya itu, “Enggi kauleh Kiaeh, keng kauleh nekah mempeh! (Ya, memang saya yang melakukannya Kiai, tapi cuma mimpi!).”

Setelah mendengarkan penuturan santrinya itu, Syaikhona Kholil menghukumnya dengan disuruh menebang pohon-pohon bambu (barongan) di belakang dalem (rumah) dengan pedang tumpul yang sejak tadi dalam genggaman beliau.

“Setiah be’en etindak bi’ engko’! Barongan se bedeh neng budinah romah ruah ketok kabbi sampek berse! Jek sampek bedeh karenah tekkaah daun settong! (Sekarang kamu saya tindak. Rumpun bambu yang ada di belakang rumah saya itu tebang semua sampai bersih! Jangan sampai ada sisanya, meskipun selembar daun!),” kata beliau.

Dalam riwayat lain, Syaikhona Kholil mengatakan, “Reng-perreng poger kabbih, seareh koduh mareh! (Bambu-bambu itu tebang semua, sehari harus selesai).” Ajaib, ternyata Bahar kecil bisa merampungkannya setengah hari.

Setelah selesai dari tugasnya, Bahar kecil pergi menghadap Syaikhona Kholil, untuk melaporkan hasil pekerjaannya. Syaikhona Kholil yang melihatnya menghadap bertanya dengan nada tinggi, “Mareh (sudah)?!”

Bahar kecil menjawab singkat, “Enggi, ampon (Iya, sudah)” sambil menyerahkan kembali pedang yang dibawanya tadi.

Setelah itu, Syaikhona Kholil mengajaknya ke dalam suatu ruangan yang di dalamnya tersedia beberapa talam penuh nasi, lengkap dengan lauk-pauknya, yang konon cukup untuk makan 40 orang. Ternyata Syaikhona Kholil menyuruhnya menghabiskan semuanya.

“Setiah, riyyah kakan patadek! Jek sampek tak epetadek. Mon sampek tak apetadek, e padhdheng been! (Sekarang, makan ini sampai habis! Jangan sampai tidak dihabiskan. Kalau tidak dihabiskan, saya tebas kamu!),” perintahnya dengan nada mengancam.

Secara akal, tidak mungkin satu orang bisa menghabiskan makanan sebanyak itu. Tetapi ternyata Bahar kecil bisa memakan semuanya sampai habis dalam waktu singkat.

Setelah selesai, Syaikhona Kholil membawanya ke ruangan lain yang penuh dengan aneka buah-buahan.

“Setiah, riyyah petadek! (Sekarang, habisakan ini!),” perintah beliau. Segera Bahar kecil melaksanakan perintah gurunya. Buah-buahan dalam ruangan itu pun habis dalam waktu singkat.

Setelah itu, Bahar kecil diajak keluar dari ruangan itu oleh Syaikhona Kholil dengan menangis. Bahar kecil tidak mengerti, kenapa gurunya menangis.

“Tang elmoh la epatadek bi’ Mas Bahar. Wes lah kakeh moleh (Ilmuku sudah dihabiskan oleh Mas Bahar. Sudah pulanglah kamu!),” kata Syaikhona Kholil kepada Bahar kecil seraya mengusap air matanya. Nasi, lauk-pauk, serta buah-buahan merupakan isyarah akan aneka macam ilmu Syaikhona Kholil.

Riwayat lain menyebutkan bahwa Syaikhona Kholil berkata, “Engkok nyareh elmoh neng Sidogiri payah, setia lah ekoneiin pole (Saya menacari ilmu ke Sidogiri dengan susah payah, sekarang sudah dijemput [baca: diambil] kembali).”

Dan sebagian riwayat menyebutkan, setelah Bahar kecil selesai membabat pohon bambu, beliau disiram/dimandikan oleh Syaikhona Kholil. Ketika disiram, beliau melafalkan niat wudhu. Setelah itu Syaikhona Kholil menyuruh beliau pulang ke Sidogiri.

Saat Bahar kecil pulang ke Sidogiri, Syaikhona Kholil mengikutsertakan 7 santrinya dari Madura untuk menjadi santri Bahar kecil. Masa mondok Bahar kecil kepada Syaikhona Kholil adalah seminggu, atau kurang dari satu bulan. Setelah pulang, Bahar kecil langsung menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Sidogiri. Karena usianya yang sangat muda Bahar kecil dikenal dengan sebutan Kiai Alit (dalam bahasa Jawa, “alit” berarti “kecil”).

Menurut riwayat, setelah peristiwa itu, Syaikhona Kholil Bangkalan pernah berkata tentang Sidogiri, “Tujuh turun dari keturunan saya harus mondok di Sidogiri.”

Disarikan dari buku "Jejak Langkah 9 Masyayikh Sidogiri 2" diterbitkan oleh Sidogiri Penerbit.
Source: FP. LAZ Sidogiri 
Share:

Saturday, July 16, 2016

Rais Syuriah PCI NU Arab Saudi Tutup Usia

Pamekasan — Pasti Aswaja—  KH. Syaifuddin bin Syaubawi, Rais Syuriah Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCI NU) Arab Saudi tutup usia, sabtu (16/07/16) di kediamannya, PP. Sumber Papan, Larangan Badung, Palengaan, Pamekasan, Madura.


Bersahaja: KH. Syaifuddin bin Syaubawi (paling kanan)
Saudara kandung dari almarhum KH. Imaduddin, tokoh NU Pamekasan era 80-an yang juga saudara kandung dari KH. Zubaidi, Pengasuh Pondok Pesantren Taman Anom, Sogian, Omben, Sampang, Madura tersebut meninggalkan satu putra, satu putri dan satu cucu.

Jenazah pria yang pernah tinggal di Arab Saudi selama 35 tahun ini meninggal karena serangan jantung. 

Murid dari salah satu ulama ASWAJA, Syaikh Ismail al-Yamani, ini dikebumikan tadi siang jam 11.30 WIB di Pemakaman keluarga Pondok Pesantren Sumber Papan.

Pondok Pesantren Sumber Papan merupakan pesantren putri tertua di Pamekasan. Mayoritas Ibu Nyai di Pamekasan sudah pernah merasakan pendidikan di Pondok Pesantren yang memang berbasis NU sejak berdirinya. (bor/ahn)
Share:

GP Ansor Kabupaten Batang Tolak Kedatangan Ustad Firanda Andirja

Batang — Pasti Aswaja — Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Batang, Jawa Tengah mengelurkan surat "Keberatan Atas Kehadiran Ustad Firanda Andirja" yang ditujukan kepada Bupati Batang, Jumat (15/07/16).

Dikeluarkannya surat dengan nomor: 221/PC.35-X.SR-02/VII/2016 merupakan sikap atas dilaksanakannya Tabligh Akbar oleh Al-Irsyad yang rencananya akan dilaksanakan pada hari Minggu (17/07/16) dengan menghadirkan Ustad Firanda Andirja sebagai penceramahnya.

Dalam surat tersebut disebutkan, bahwa PC GP Ansor  Batang dengan tegas menolak kehadiran Ustad Firanda Andrija, karena yang bersangkutan secara terang-terangan telah menyerang aqidah dan keyakinan Nahdlatul Ulama. Kondisi itu bisa menimbulkan potensi perpecahan dan konflik horizontal antar umat bergama di Kabupaten Batang yang selama ini sudah berjalan harmonis.

Dalam surat tersebut terdapat empat tuntutan yang intinya sebagai berikut:
  1. Menolak dengan tegas Kehadiran Ustad Firanda, karena ceramahnya memuay pesan SARA dan profkasi;
  2. Meminta kepada pemerintah Kabupaten Batang dan pihak terkait, khusunya pihak penyelenggara untuk MEMBATALKAN kegiatan tersebut;
  3. Ansor dan Banser akan tetap menjadi garda terdepan dalam membela dan mempertahankan NKRI dan menjaga tradisi Islam Nusantara dan siap bergerak atas izin, komando dan restu para Ulama;
  4. Kepala Instansi terkait yang memiliki wewenang penuh untuk menjaga tegaknya aturan hukum di Negeri ini untuk melakukan upaya persuasive terhadap kegiatan tersebut. (bor/ahn)
Share:

Friday, July 15, 2016

KH. Hasyim Muzadi: Idul Fitri Untuk Meningkatkan Kualitas Kemanusiaan

Jakarta — Pasti Aswaja Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) menggelar halal bihalal bersama menteri agama, Lukman Hakim Syaifudin, Jumat (15/07/16), di kantor Kemenag RI, Thamrin.

Acara yang digelar mulai jam 09:00 sampai jam 11:00 itu menghadirkan mantan ketua umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama 2 periode (1999 — 2010) untuk memberikan tausyiyah seputar substansi halal bi halal dan Idul Fitri.

Dalam tausyiyahnya, pengasuh pesantren Al-Hikam Malang ini menyampaikan bahwa Idul Fitri adalah hari raya kemanusiaan, "bukan karena event sebuah peristiwa sebagaimana peringatan-peringatan yang lain," terang penulis buku "Membangun NU Pasca Gus Dur" ini.

Lebih lanjut lagi, mantan ketua cabang PMII Malang ini menegaskan, Idul Fitri dimaksudkan untuk meningkatkan kualitas kemanusiaan.

Berkenaan dengan nilai-nilai kemanusiaan dalam perayaan Idul Fitri, anggota Dewan Pertimbangan Presiden ini juga memaparkan tentang pandangan Islam terhadap HAM (Hak Asasi Manusia).

Menurut laki-laki yang lahir 72 tahun lalu ini, Hak Asasi Manusia (human right) di dalam Islam tidak dipisahkan dari kewajiban, larangan,  dan kebebasan dalam agama Islam itu sendiri. HAM tidak boleh terlepas dari kewajiban asasi manusia dan tanggung jawab kolektif masyarakat.

"HAM yang dipisahkan dari tanggung jawab justru dapat merusak tata nilai kemanusiaan itu sendiri dalam konteks harmonisasi hablun minallah dan hablun minannas." Paparnya.

Alumni IAIN Malang ini melanjutkan pembahasannya tentang konsep HAM dalam Islam. Menurutnya, HAM dalam Islam tidak hanya freedom of speech, freedom of expression, freedom of humanity, "namun lebih dari itu (Islam) menyusun harmonisasi antara freedom-freedom tersebut agar dapat dipertanggung jawabkan kepada umat dan Allah SWT." Pungkasnya. (ahn)
Photo source: (Fairouz Huda)
Share:

Home Style

Contact Form

Name

Email *

Message *

Ads

Ads

Latest News

Popular Posts

Blog Archive