• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Pasti Aswaja's Content

Apa Salah Pokemon?

 on Monday, July 18, 2016  

Oleh: eM. Ahnu Idris

Pasti Aswaja Sejak dirilis 6 Juli lalu, di kawasan Amerika Serikat game Pokemon Go langsung menempati urutan teratas pada toko aplikasi Google Play Store dan Apple App Store.

Tidak hanya itu, game yang dikembangkan oleh perusahaan console game Nintendo ini berhasil mengangkat nilai saham perusahaan pada titik 20%. Bahkan pada Senin 11 Juli saham perusahan asal Jepang ini naik sampai 23% dan sempat mencapai 20.190 Yen. Angka tertinggi yang pernah dicapai sejak November.

'Tak kalah dengan negeri Paman Sam, gamers di Indonesia juga sudah terjangkit "demam" Pokemon Go. Para Gamers yang didominasi para remaja ini rela keluar rumah hanya untuk mengumpulkan monster Pokemon, bahkan ke masjid dan kuburan.


Terlepas dari itu semua, tulisan ini tidak akan membahas tentang keseruan, keuntungan atau bahaya dari game real time tersebut. Tulisan ini hanya untuk menanggapi beberapa artikel di media online penganut "Cocok-logi" yang menyeret game tersebut ke ranah politik bahkan sampai ke ranah agama.

Artikel itu pertama kali diposting oleh salah satu media online yang berbasis di bilangan Jakarta Selatan pada tanggal 13 Aprik 2016 jam 11:34 WIB dengan judul "Film Pokemon Ternyata Misi Yahudi". Dengan judul yang "wow" seperti itu plus "warga" dunia maya yang "kagetan", tulisan itu langsung menjadi viral —apalagi setelah game Pokemon Go dirilis.

Sebagaimana pemaparan di atas, artikel yang tidak dibarengi dengan data-data, academic drafting dan bukti-bukti konkret mencoba menghubung-hubungkan antara Pokemon dan Yahudi melalui nama-nama tokoh dalam serial anime tersebut. Berikut kutipan beberapa paragrap dalam artikel itu (paragrap ke-5 s/d 8):
Ternyata, kata Pokemon sendiri mengandung arti “Aku Yahudi”. Nama Pokemon diambil dari bahasa Syriac, atau bahasa Suryani yang jika dibahawa Indonesia kan berarti 'Aku Yahudi'.
Tidak hanya Pokemon saja yang memiliki arti yang mengejutkan itu, tapi juga ada dalam karakter lainnya, seperti Pikachu, tokoh utama dalam film Pokemon itu. Pikachu, berarti 'Jadilah Yahudi'.
Tokoh Charmander, yang juga memiliki arti : 'Tuhan Itu Lemah'. 
Tentu saja, arti itu sangat menyinggung para penganut agama, terutama Islam dan Nasrani. Sebab, dalam agama Islam, jelas disebut Allahu Akbar (Allah Maha Besar). Dan dalam agama Nasrani disebut Tuhan Kudus.
Keempat paragrap itu mengesankan bahwa Yahudi adalah agama yang anti Tuhan. Padahal, sebagaimana diketahui bersama bahwa Yahudi adalah agama "sulung" dari 3 "bersaudara" agama samawi (Yahudi, Nasrani, Islam). Artinya, sebagai agama, tidak mungkin Yahudi anti Tuhan.

Lucunya lagi, pada paragrap ke-2 artikel itu menyebutkan bahwa pemegang hak siar serial Pokemon adalah MNC TV.
Film buatan Jepang tersebut juga sempat menjadi tontotan yang digandrungi anak-anak di Indonoesia. Salah satu televisi swasta, MNC TV adalah pemegang hak siarnya.
Sebagai seorang penikmat film-film kartun —khususnya anime— membaca paragrap kedua itu saya tersenyum lebar. Kenapa? Ternyata penulis artikel itu juga ingin menyeret Pokemon ke ranah politik. Sudah maklum bahwa MNC TV adalah televisi swasta yang berafiliasi pada salah satu parpol baru pimpinan HT.

Jika memang ingin memberikan pencerahan, penulis artikel itu seharusnya juga menjelaskan bahwa serial Pokemon pada awal masuk ke Indonesia tahum 2001 lalu ditayangkan di SCTV dan kemudian diambil alih oleh Indosiar. Kenapa hanya menyebutkan MNC TV saja? Kurang fair rasanya jika hanya menyebutkan media milik HT. Apalagi seperti sekarang ini yang rata-rata manusianya sedang "datang bulan" alias sensitif.

Sebenarnya, apa salah Pokemon sampai "difitnah" seperti it? Ah, sudahlah... Mungkin ini hanya su'udzan saya saja. Hanya "rumput hijau yang bergoyang" yang tahu kebenarannya.
Photo source: theverge.com

Apa Salah Pokemon? 4.5 5 Pasti Aswaja Monday, July 18, 2016 Oleh: eM. Ahnu Idris Pasti Aswaja — Sejak dirilis 6 Juli lalu, di kawasan Amerika Serikat game Pokemon Go langsung menempati urutan ...


No comments:

Post a Comment

Pasti Aswaja. Powered by Blogger.
J-Theme