• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Theme Support

Pasti Aswaja's Content

Wacana Full Day School, Ini Surat LP Maarif NU Jatim Untuk MENDIKBUD RI

 on Friday, August 12, 2016  

Surabaya — Pasti Aswaja Lemaga Pendidikan Ma'arif Nahdlatul Ulama (LP. Ma'arif NU) mengeluarkan surat terbuka kepada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemendikud RI), Muhadjir Effendy untuk mempertimbangkan rencana memperpanjang jam sekolah pelajar atau full day school bagi pelajar SD dan SMP, baik negeri maupun swasta.

Surat tertangal 06 Agustus 2016 tersebut ditandatangani oleh Ketua Pimpinan Wilayah (PW) LP. Ma'arif Jawa Timur, Prof. Dr. Abdul Harits, M.Ag. (bor/ahn)

Berikut isi surat terbuka PW. LP. Ma'arif Jatim untuk Kemendikbud RI:
Kepada Yth.Bapak Menteri Pendidikan dan KebudayaanRepublik IndonesiaDi-Tempat 
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Melihat berita di berbagai media tentang gagasan program Full Day School oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Bapak Muhadjir Effendy, dan setelah melakukan diskusi di internal Pengurus Wilayah Lembaga Pendidikan Ma’arif NU Jawa Timur, maka dengan ini atas nama lembaga memberikan beberapa pertimbangan sebelum diberlakukannya kebijakan sebagai berikut: 
Rencana pemberlakuan program kebijakan Full Day School perlu mempertimbangkan secara matang tingkat kemajemukan, kemampuan, dan kesiapan yang sangat berbeda antara satu sekolah dengan sekolah lainnya. Apalagi, jika kebijakan diberlakukan berskala nasional, sehingga sulit menghindari kesan a-siologis. 
Penyesuaian waktu belajar peserta didik sekolah dengan masa bekerja orang tua menunjukkan elitisme kebijakan. Kebijakan itu hanya relevan untuk sebagian kecil sekolah-sekolah di perkotaan. Padahal, mayoritas sekolah justru berada dilokasi-lokasi pedesaan yang secara kultural dan sosiologis berbeda jauh dengan sekolah perkotaan. 
Kebijakan berpotensi menambah beban lebih kepada orang tua peserta didik. Kelengkapan selama di sekolah, seperti bekal makan siang dan bertambahnya uang saku harus dipersiapkan orang tua. 
Kebijakan semakin membuat beban guru berlebih dan memaksa para guru bekerja di luar batas kemampuan normalnya. Padahal, guru juga memiliki peran-peran sosial lain yang tidak kalah pentingnya, bertanggung jawab kepada keluarga dan terutama melakukan pendampingan anak-anak mereka yang juga membutuhkan perhatian. 
Kebijakan juga perlu mempertimbangkan kesiapan masing-masing sekolah, terutama sarana dan prasarana selama proses pembelajaran berlangsung. Tempat istirahat yang layak, area bermain, lingkungan yang mengakomodasi ragam kebutuhan individu peserta didik. 
Kebijakan itu juga dapat menggerus kebutuhan siswa untuk berinteraksi dalam lingkungan keluarga dan sosial tempat tinggalnya. Siswa hanya dipaksa untuk mengenal lingkungan sekolahnya, sementara lingkungan yang lainnya justru akan dialienasikan dari kehidupan mereka. 
Demikian pernyataan ini dibuat atas nama lembaga untuk menjadi bahan pertimbangan bagi Bapak Mendikbud sebelum memberlakukan program kebijakan Full Day School. 
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh 
Surabaya, 9 Agustus 2016 
Pengurus Wilayah Lembaga Pendidikan Maarif NU Jawa Timur 



Prof. Dr. Abd. Haris, M.Ag.Ketua

Wacana Full Day School, Ini Surat LP Maarif NU Jatim Untuk MENDIKBUD RI 4.5 5 Pasti Aswaja Friday, August 12, 2016 Surabaya — Pasti Aswaja — Lemaga Pendidikan Ma'arif Nahdlatul Ulama (LP. Ma'arif NU) mengeluarkan surat terbuka kepada Kemente...


No comments:

Post a Comment

Pasti Aswaja. Powered by Blogger.
J-Theme