Sunday, September 25, 2016

HTN, Ini Harapan PMII Pamekasan

Pamekasan — Pasti Aswaja — Hari Tani Nasional (HTN) dirayakan setiap tanggal 24 September. Hal tersebut ditetapkan sebagai pengingat bahwa pada tanggal itu tahun 1960, Presiden Republik Indonesia, Ir. H. Soekarno menetapkan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria (UUPA 1960).

Pada tahun 2016 ini, semangat petani untuk mengembangkan usaha taninya semakin menurun, hal inilah yang kemudian mengundang komentar penuh harap dari Sahabat Miftahul Munir, Ketua Umum (Ketum) Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC. PMII) Pamekasan.

"Kebutuhan pangan kita tidak bisa lepas dari hasil jerih paya petani, jadi pemerintah harus bisa mensejahterakan hasil tani mereka," jelasnya, kepada Pasti Aswaja, Sabtu (24/09/16).

Menurutnya, petani di Kabupaten Pamekasan saat ini sudah tidak lagi memiliki kegigihan dan pesimis dalam mengelola hasil tani.

"Pamekasan semakin minim petani, para petani sudah pesimisi pada hasil tani mereka untuk bisa membiayai kehidupan mereka, sehingga mereka lebih memilih pergi keluar negeri untu menjadi TKI. Kalau para petani semakin sedikit, kapan Indonesia bisa mandiri dari kebutuhan pangan?!" Ujar pria yang akrab disapa Miftah tersebut.

Mahasiswa asal Desa Palengaan Daja, Kecamatan Palengaan, Pamekasan tersebut menaruh harapan besar terhadap pemerintah, agar para petani lebih diperhatikan.

"Harapan saya, bagaimana pemerintah bisa memberikan bimbingan pada para petani melalu kelompok tani, sehingga hasil tani bisa sesuai harapan dan harga jualpun ikut meningkat," paparnya. "Momentum (HTN. Red.) ini mengingatkan saya pada dawuh Hadlratus Syaikh KH. Hasyim Asy'ari. Beliau mengatakan bahwa 'Pak tani itulah penolong negeri." Pungkasnya. (bor/ahn)
Share:

0 comments:

Post a Comment

Home Style

Contact Form

Name

Email *

Message *

Ads

Ads

Latest News

Popular Posts

Theme Support