• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Pasti Aswaja's Content

Perlindungan dan Pemberdayaan Untuk Petani

 on Sunday, September 25, 2016  

Oleh: Muhammad Abror*

Tulisan singkat ini dimuat sebagai bentuk kepedulian terhadap petani yang kurang begitu mendapat perhatian dari pemerintah, mengingat pada hasi Sabtu kemarin, tepatnya tanggal 24 September 2016 merupakan peringatan Hari Tani Nasional (HTN). Jadi, lebih tepatnya tulisan ini sebagai bentuk refleksi HTN dan kritikan terhadap 'oknum' yang saat ini sudah tidak peduli lagi kepada jantung negara ini, yaitu petani.

Petani adalah warga Negara Indonesia perseorangan dan/atau beserta keluarganya yang melakukan usaha tani dibidang tanaman pangan, holtikultura, perkebunan dan/atau peternakan (bkppp.2013)

Berdasarkan Undang-undang (UU) Republik Indonesia nomor 19 tahun 2013 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani, dalam Bab I, Pasal I, Poin 1 disebutkan dengan jelas, bahwa yang dimaksud Perlindungan Petani adalah segala upaya untuk membantu petani dalam menghadapi permasalahan kesulitan memperoleh prasana dan sarana produksi, kepastian usaha, risiko harga, kegagalan panen, praktik, ekonomi biaya tinggi, dan perubahan iklim.

Yang terjadi saat ini adalah banyaknya petani yang kurang begitu mendapatkan perhatian dan perlindungan, sehingga permasalahan yang dihadapi membuat semangatnya dalam menghasilkan pangan dengan kualitas terbaik dalam negeri semakin menurun. Hal ini bisa dilihat dari banyaknya lahan kosong petani yang beberapa tahun terakhir menjadi gersang dan tidak dikelola dengan baik.

Masih dalam UU yang sama. Pada poin 2, yang dimaksud Pemberdayaan Petani adalah segala upaya untuk meningkatkan kemampuan petani untuk melaksanakan usaha tani melalai pendidikan dan pelatihan, penyuluhan dan pendampingan, pengembangan sistem dan sarana prasana pertanian, konsolidasi dan jaminan luasan lahan pertanian, kemudian akses ilmu pengetahuan, teknologi dan informasi, serta penguatan kelembagaan petani.

Dalam hal ini, lagi-lagi petani tidak diperhatikan. Banyak petani yang sudah merasa enggan untuk mengelola lahan pertaniannya. Hal ini dikarenakan kurangnya pendampingan, pengembangan sistem, serta kurangnya pemanfaatan terhadap kelembagaan (salah satunya kelompok tani) yang sudah ada.

Dari tulisan di atas, muncul pertanyaan besar dalam benak penulis, "Dimanakah peran pemerintah dalam Perlindungan dan Pemberdayaan Petani sejauh  ini?"
*Ketua III PC. PMII Pamekasan.

Perlindungan dan Pemberdayaan Untuk Petani 4.5 5 Pasti Aswaja Sunday, September 25, 2016 Oleh: Muhammad Abror* Tulisan singkat ini dimuat sebagai bentuk kepedulian terhadap petani yang kurang begitu mendapat perhatian dar...


No comments:

Post a Comment

Pasti Aswaja. Powered by Blogger.
J-Theme