• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Theme Support

Contact Form

Name

Email *

Message *

Latest News

Recent Posts

Popular Posts

Pasti Aswaja's Content

Silaturrahim PCNU se-Dunia di Madrasah Shaulatiyah Arab Saudi

 on Thursday, September 8, 2016  

Makkah — Pasti Aswaja Silaturrahim Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) se-dunia dilaksanakan di Madrasah Shaulatiyah, Makkah, Arab Saudi, Kamis (08/09/16). Pemilihan Madrasah Shaulatiyah ini bukan tanpa alasan, madrasah ini merupakan tempat belajar pendiri NU, Hadlratus Syaikh KH. Hasyim Asyari.

Dalam sambutannya, Syaikh Abdul Majid Mas'ud, pengasuh Madrasah Shaulatiyah, merasa sangat bahagia. Syaikh Majid juga mengucapkan selamat datang pada para pengurus jam'iyah Nahdlatul Ulama.

"NU adalah organisasi besar, terkenal, yang didirikan oleh Syaikh Hasyim Asyari yang pernah belajar di madrasah ini. Setelah ia pulang ke Indonesia, dia dirikan NU. Insya Allah barokah," katanya.

Madrasah Shaulatiyah tampak dari depan.
"Selain Hasyim Asyari, juga banyak para ulama setelah keluar dari madrasah Shaulatiah ini menjadi guru, hakim, ulama di daerahnya masing-masing; ada yang dari Malaysia, Maroko, Turki, dan lain-lain di beberapa tanah Hijaz," Syaikh Majid melanjutkan.

Kegiatan bertema "Napak Tilas Tempat Belajar Hadratus Syaikh KHM. Hasyim Asyari" ini dihadiri oleh Luqman Hakim Saifudin (MENAG RI), KH. Miftahul Akhyar (Wakil Rais Am PBNU), Tuan Guru Turmudzi Badrudin Lombok NTB (Mustasyar PBNU), KH Zamzami dan KH Marsyudi (Wakil Ketua PBNU) dan Agus Maftuh (Duta Besar Indonesia untuk Arab Saudi). Hadir juga beberapa perwakilan dari Pengurus Cabang Istimewa NU (PCINU) dari beberapa negara di antaranya: Pakistan, Jordan, Sudan, Lebanon, Tunisia, Syria, Maroko, Mesir, Yaman, Korea, London.

Saat memberikan sambutan, KH. Miftah menyampaikan, NU harus semakin menampakkan dakwah di seluruh dunia dengan konsep tawasuthnya, "karena dunia saat ini di hadapkan pada kelompok yang sama-sama ekstrim," kata mantan Rais PWNU Jawa Timur itu.

Hampir senada dengan KH. Miftah, Menteri Agama, meminta NU menjadi pelopor dalam tegaknya konsep kehidupan Islam yang rahmatan lil alamin di tengah-tengah arus perubahan yang makin dinamis, "jangan sampe NU ikut-ikutan mnjadi kelompok yang merasa paling benar sendiri," pinta mantan aktivis PMII ini.

Sedang Dubes yang baru menjabat 6 bulan itu mengatakan bahwa ia sebagai Dubes akan memposisikan diri sebagai pelayan warga NU di Arab Saudi.

Iya juga mengatakan, bahwa dia adalah santri NU, "saya adalah santri, dan saya adalah NU," tegasnya. Kalau jadi santri harus tetap jadi santri, kapanpun, dimanapun. Saya sebagai Dubes tetap santri, pak menteri juga santri," lanjut mantan pengurus RMI NU itu. "Ibarat dalam ilmu nahwu, sekali dlamir 'na', tetap dibaca 'na', meskipun dalam posisi nashab, rafa' dan jazm tetap dibaca 'na'," pungkasnya.

Setelah sambutan-sambutan pada pembukaan itu, acara kemudian dilanjutkan dengan dialog interaktif manhaj Aswaja bersama Dr. Fahmi dan kemudian ditutup dengan doa. (vix)

Silaturrahim PCNU se-Dunia di Madrasah Shaulatiyah Arab Saudi 4.5 5 Pasti Aswaja Thursday, September 8, 2016 Makkah — Pasti Aswaja — Silaturrahim Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) se-dunia dilaksanakan di Madrasah Shaulatiyah, Makkah, Ara...


No comments:

Post a Comment

Pasti Aswaja. Powered by Blogger.
J-Theme