• This is default featured slide 1 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 2 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 3 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 4 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 5 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Wednesday, November 30, 2016

Regenerasi Jurnalis, UKM LPM Revolusi STAIMU Gelar DJTD

Pamekasan — Pasti Aswaja — Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Revolusi STAI Miftahul Ulum (STAIMU) Pamekasan gelar Diklat Jurnalistik Tingkat Dasar (DJTD) di Rumah Batik Pak Razak, Klampar, Proppo, Pamekasan.

Acara yang digelar selama dua hari, Selasa - Rabu (29-30 Nopember 2016) ini diikuti oleh 50 peserta.

"Peserta yang ikut diklat ini sebelumnya melalui tahap screening, baru yang lolos bisa menjadi peserta," Ujar Ahmad Jayadi, Ketua Panitia Pelaksana kepada Pasti Aswaja.

Dengan mengambil tema "Dari Pena, Genggan Peradaban Dunia" Jayadi, sapaan akrabnya berharap agar kader-kader Pena LPM Revolusi mampu menghasilkan karya tulis dan aktif dalam dunia jurnalis untuk menunjukkan jati dirinya sebagai Mahasiswa STAIMU.

"Semoga saja setelah ini outpun yang dihasilkan bisa maksimal, sehingga benih-benih STAIMU ini nantinya bisa berperan aktif untuk kampus tercinta (STAIMU.red) juga," tegas pemuda asal Kalimantan Tengah tersebut.

Sampai berita ini diturunkan, Peserta sudah mengikuti tiga materi dan satu General Stadium yang diisi oleh KH. Taufiq Hasyim, Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Pamekasan. (bor/zai)
Share:

Saturday, November 26, 2016

MIF, Yayasan Sosial yang Dikelola Anak Muda

Sumenep — Pasti Aswaja Puluhan pemuda tanpak sedang menyalurkan bantuan sosial kepada masyarakat yang membutuhkan.

Mereka adalah pemuda yang tergabung dalam Madura Idea Foundation (MIF), yayasan yang bergerak di bidang sosial.

"Yayasan ini mulanya lahir atas inisiatif beberapa pemuda di Pamekasan, dan alhamdulillah sekarang sudah banyak anak-anak muda dari empat kabupaten di Madura yang nergabung bersama MIF," jelas Mohammad Fudholi, Ketua MIF, saat ditemui Pasti Aswaja setelah menyalurkan bantuan sosial (Bansos) di Kabupaten Sumenep, Kamis (24/11/16).

Alumni PP. Sukorejo, Situbondo, Jawa Timur ini menambahkan, yayasannya itu didirikan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan, "masyarakat kurang mampu, anak jalanan, disabilitas berat, Lansia (lanjut usia. red.), sakit berat dan lain-lain yang benar-benar membutuhkan bantuan," imbuh dosen STAI Miftahul Ulum Pamekasan, Jawa Timur ini.

Ketua Lembaga Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama Pamekasan itu menuturkan, sumber dana yang digunakan dalam bantuan itu merupakan hasil sumbangan dari para pengurus MIF, "tiap bulan kita (dari empat kabupaten di Madura) kumpul untuk membahas program sekalian narik sumbangan," ujarnya. "Dan sekarang ini adalah penyaluran pertama Bansos dari MIF," pungkasnya.

Fudholi meminta doa dan dukungan dari seluruh masyarakat, khususnya masyarakat Madura, yayasan yang dipimpinnya bisa terus eksis untuk membantu meringankan beban masyarakat kurang mampu.

"Yayasan kita baru, belum berumur setahun, jadi kami minta doa dan dukungan dari seluruh masyarakat, khususnya (maayarakat) Madura, suapaya MIF ini terus eksis dan bisa meringankan beban masyarakat kurang mampu," pungkasnya. (ahn/uki)
Share:

Thursday, November 24, 2016

Jaga Keutuhan NKRI, PCNU dan Polres Pamekasan Tandatangani MoU

Pamekasan — Pasti Aswaja Untuk menjaga stabilitas Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pamekasan bersama Polres Pamekasan menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) untuk penanganan kelompok radikal, intoleran dan hate speech, Kamis (24/11/16) di Gedung Bhayangkara Mapolres Pamekasan, Jawa Timur. (Baca juga: Jalin Silaturahmi, Akan ada MoU Antara PCNU dan Polres Pamekasan)

Kapolres Pamekasan, AKBP. Nowo Hadi Nugroho, dalam sambutannya menyampaikan bahwa hate speech ini bukanlah hal baru, tapi tetap wajib ditanggulangi bersama, "karena akibat dari ujaran kebencian ini berdampak pada kebencian terhadap kelompok, golongan tertentu (hate crime)," katanya.

"Yang sering terjadi ujaran kebencian ini pada saat orasi, kamapanye dengan tujuan untuk menarik massa," lanjutnya.

Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU), KH. Taufik Hasyim, berharap kegiatan ini terus berlanjut , "bahkan sampai ke surga nanti kita terus bersama," kata alumni PMII Kediri, Jawa Timur.

Santri Syaikh Dr. Muhammad bin Ismail Makkah ini berharap penandatanganan MoU ini bisa menjadikan masyarakat lebih hati-hati dalam berkomunikasi.

Hadir dalam acara itu Majelis Wakil Cabang NU se-Pamekasan, Rais PCNU Pamekasan, Lembaga dan Banom di lingkungan NU Pamekasan. (ahn/zai)
Share:

Tuesday, November 22, 2016

Jalin Silaturahmi, Akan ada MoU Antara PCNU dan Polres Pamekasan

Pamekasan — Pasti Aswaja — Kepala Kepolisian Resort (Ka. Polres) Kabupaten Pamekasan, AKBP Nowo Hadi Nugroho berkunjung ke Sekretariat PCNU setempat di Jalan R. Abdul Aziz no. 95, Selasa (22/11/16). 

Kehadirannya disambut langsung oleh Jajaran PCNU, baik Musytasyar, Rais Syuriah, maupun Tanfidziyah. Dari Mustasyar ada KH. Hamid Mannan Munif, sedangkan dari Rais ada KH. misbahol Munir dan KH. Muzamil. Keduanya merupakan Wakil Rais Syuriah. Adapun untuk jajaran Tanfidziyah ada Ketua Umum, KH. Taufiq Hasyim dan Wakil Ketua, KH. Ihya'udin dan KH. Sahebuddin, serta  Sekretaris, Abdurahman Abbad bersama Bendahara, Mohammad Ramli.

“Kami berkunjung ke PCNU Pamekasan guna menguatkan tali silaturrahim. Alhamdulillah kehadiran kami disambut dengan hangat dan penuh keakraban,” terang Kapolres, seperti dikutip harianmadura.com

Dikatakan, NU merupakan organisasi terbesar di dunia yang menjunjung tinggi nilai keagamaan dan kebangsaan. Kesetiaan pada NKRI tidak diragukan lagi.

“Selain bermaksud silaturrahim, kami juga sepakat untuk menjalin MoU atau kerja sama secara kelembagaan,” terang Nowo.

Sementara itu, Ketua Umum PCNU Pamekasan menuturkan, bahwa kehadiran Polres Pamekasan merupakan tindak lanjut dari pusat.

"Polres datang  dengan tujuan Untuk menindak lanjuti MoU Polri dengan PBNU tentang heat speach (ungkapan kebencian/buruk. red)," jelas pria yang akrab disapa Ra Taufiq tersebut.

Pengasuh Pondok Pesantren Sumber Anom, Angsanah, Palengaan, Pamekasan tersebut menyebutkan, bahwa dari pertemuan ini nantinya akan dilakukan penandatangan MoU.

"Penandatanganan MoU PCNU dengan Polres Pamekasan akan dilaksanakan hari Kamis (24/11/16) jam 08:00. Itu dilakukan untuk menanggulangi hate speach (ungkapan kebencian) yang saat ini menjamur di masyarakat yang bisa berakibat adanya disintegrasi bangsa," lanjut ayah 3 anak tersebut.

Rencananya, proses penandatangan MoU tersebut akan menghadirkan seluruh elemen kepengurusan NU Pamekasan, mulai  dari Pengurus Cabang, Majelis Wakil Cabang, Lembaga dan Banom. (bor/ahn)
Share:

Sunday, November 20, 2016

NU: "Penentu" Nasib Indonesia

Pasti Aswaja — Sejarah NU sudah dimulai sejak NKRI belum ada. NU adalah jawaban atas kebutuhan mendasar dari Umat Islam setelah Kerajaan Turki Utsmani dihapuskan. Dunia Islam digemparkan dengan direbutnya Hijaz oleh Wahaby dalam kudeta berdarah. Situs-situs Islam dihancurratakan. Ulama Nusantaralah yang bereaksi. Membentuk Komite Hijaz untuk menuntut Raja Saud sehingga berhasil memaksa Raja tersebut untuk: Membatalkan rencana penghancuran atas makam Nabi Muhammad SAW, memperbolehkan orang Islam naik haji ke Makkah-Madinah, dan memberi kebebasan bermadzhab bagi penganut non-Wahaby.

Komite Hijaz dibubarkan, dan berganti nama dengan Nahdlatul ‘Ulama pada tahun 1926. Dalam kepemimpinan KH Hasyim Asy’arie, NU mampu melakukan banyak hal yang luar biasa, namun tidak tercatat dalam sejarah. Diantaranya: berhasil meminta kepada Pemerintah Hindia Belanda untuk memasukkan hukum nikah menurut syariat Islam yang disesuaikan dengan hukum masa itu. Jadi, bukan semata-mata adopsi dari hukum Belanda saja. Tercatat juga, berhasil memberi masukan untuk masalah hukum waris yang disesuaikan dengan syariat Islam. Tak ketinggalan juga memberi masukan yang bagus sekali mengenai pajak Rodi, yakni pajak bagi orang Hindia Belanda yang ada di luar negeri. 

Saat bangsa Indonesia menyongsong kemerdekaannya tak ketinggalan NU memiliki peran yang luar biasa besarnya, antara lain:  menggerakkan secara massif berdirinya sekolah-sekolah formal non pesantren, baik sekolah umum maupun kejuruan. Kemudian untuk mempersatukan umat Islam, maka NU menggandeng organisasi Islam di Indonesia untuk membentuk  Majlis al Islamy al A’la Indonesia (MIAI) pada tahun 1937, memperkokoh ukhuwah Islamiyah untuk merespons tekanan-tekanan Pemerintah Belanda atas umat Islam. 

Saat Jepang menguasai Hindia Belanda, maka MIAI tetap menjalankan tugas. Sayangnya berusaha mengkampanyekan kehebatan Dai Nippon. Terutama dengan memperalat ulama terkenal untuk melegitimasi penjajahan yang mereka lakukan. Kembali NU bangkit, mempelopori pembubaran MIAI dan dengan lihainya membentuk Masyumi yang berusaha menjawab persoalan masyarakat luas pada saat itu dengan menekankan nilai-nilai nasionalisme menuju Indonesia merdeka. 

Bahkan para ulama memobilisasi para santri dan pemuda Islam untuk melakukan latihan militer. Tujuannya hanya satu: menuju Indonesia merdeka. Yang penting bisa menguasai persenjataan modern. Di kemudian hari lahir banyak sekali kesatuan bersenjata dari pemuda Islam dan santri dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan. 

NU melalui Masyumi aktif dalam berbagai forum untuk mempersiapkan kemerdekaan Indonesia, membuat  Dasar Negara dan Undang-Undang Dasar 1945. NU-lah yang berhasil menjadi jalan tengah, win-win solution bagi kelompok Islam dan Nasional sekuler. Maka berhasillah NKRI terwujud.

Melihat Indonesia merdeka, Belanda tidak rela. NU melalui resolusi jihad menyerukan jihad semesta melawan Sekutu. Penjajah berhasil dipukul mundur dan Indonesia diakui kedaulatannya oleh seluruh bangsa di dunia.

Perjuangan NU tidaklah berhenti. Sikap para intelektual petualang dianggap meresahkan di tubuh Masyumi. Bahkan dhawuh para Ulama sering tidak digubris lagi. Maka NU di bawah kepemimpinan KH Wahab Hasbullah menyatakan keluar dari Masyumi dan mendirikan partai sendiri. 

Keputusan ini dinilai sangat mengejutkan, karena benar-benar menggembosi kekuatan Masyumi sebagai partai terbesar pada masa itu. Namun, keputusan ini menjadi indah di kemudian hari saat ternyata ada beberapa tokoh Masyumi yang terlibat pemberontakan Permesta. NU selamat.

Pada tahun 1965, kembali NU memiliki peranan penting dalam melawan paham Komunis yang telah banyak membantai kaum muslimin dan mencederai akidah Islam. 

Pada Pemilu 1971 Partai NU menjadi partai pemenang kedua di Indonesia. Capaian yang luar biasa, hingga mengkhawatirkan pemerintah Orde Baru yang mulai menancapkan kekuasan otoritariannya. Maka Partai NU difusi menjadi Partai Persatuan Pembangunan bersama beberapa partai Islam lainnya.  

Melihat kecurangan tersebut, KH Abdurrahman Wahid bersama beberapa Kyai melakukan manufer dengan mereformasi NU yang dikenal dengan Kembali ke Khittah NU 1926. NU kembali sebagai Jam’iyyah Diniyah yang bergerak di sosial keagamaan, bukan di Partai Politik. Sikap ini berhasil menyelamatkan NU dari keterpurukan.

NU kembali lebih fokus berkhidmah untuk bangsa Indonesia. NU juga dengan gamblang menerima Pancasila sebagai asas tunggal. NU tetap kritis kepada pemerintah. 

Ketika gelombang reformasi tahun 1998, Indonesia diguncang berbagai macam isu. NU kembali tampil. KH Abdurrahman Wahid menjaga khittah NU untuk tidak menjadi Partai Politik. Beliau mendirikan Partai Kebangkitan Bangsa untuk mewadai suara warga NU, dengan tetap memperbolehkan warga NU memilih partai di luar PKB. Orang di luar NU juga dipersilahkan untuk menjadi anggota ataupun simpatisan partai ini. Terbukti NU mampu menjawab tantangan jaman dan permasalahan umat.

Jaman terus berganti, waktu terus berlalu NU dengan segala dinamikanya berhasil membuktikan sumbangsihnya yang luar biasa dalam perjuangan bangsa ini. Tak terkata lagi sumbangsih nyata NU dalam peradaban bangsa Indonesia.

Bayangkanlah jika negeri ini tanpa ada NU, tentu tak akan bisa dibayangkan. Bisa jadi sudah tinggal cerita saja. Karena itu, sebagai warga NU, kita wajib bangga dan wajib meneruskan perjuangan para pendahulu kita. Dari NU untuk NKRI.

Jika NKRI goncang maka NU-lah yang bertanggungjawab. Bagi NU, NKRI adalah Harga Mati.
Oleh: Shuniyya Ruhama (Pengajar PPTQ Al Istiqomah Weleri-Kendal)
Share:

Saturday, November 19, 2016

Warga NU Banjiri Pelantikan Pengurus GP. Ansor Larangan Badung

Pamekasan — Pasti Aswaja Sekitar 1500 warga Nahdlatul Ulama (NU) menghadiri acara pelantikan pengurus Pimpinan Ranting Gerakan Pemuda Ansor (PR. GP. Ansor) Desa Larangan Badung, Palengaan, Pamekasan, Jawa Timur, masa khidmat 2016 – 2018, Sabtu malam (19/11/16).

Kegiatan bertema "Uswah Pemuda Dalam Bingkai Kemerdekaan NKRI Harga Mati" dilaksanakan di Lapangan Larang Badung. Dalam kegiatan itu, dilantik juga PR. Rijalul Ansor dan PR. BAANAR (Badan Ansor Anti Narkoba).

Dalam sambutannya, Ketua Tanfidziyah Majelis Wakil Cabang NU (MWCNU) Palengaan, KH. Afifurrahman, sangat mengapresiasi kegiatan yang berjalan meriah ini.

Menurutnya, warga Larangan Badung harus bergabung dengan NU, "Kepala Desa Larangan Badung ini pengurus Ansor, jadi seluruh masyarakat Larangan Badung harus bergabung dengan NU. Kalau aparat desanya, wajib," kata alumni PP. Miftahul Ulum Bettet Pamekasan ini diikuti tepuk tangan para hadirin.

Hadir dalam kegiatan itu Ketua Tanfidziyah MWCNU Palengaan, PC. GP. Ansor Pamekasan, dan seluruh Badan Otonom NU di bawah naungan MWCNU Palengaan.

Selain pelantikan, kegiatan itu juga dirangkai dengan orasi kebangsaam yang disampaikan oleh salah satu pengurus PC. NU Pamekasan, KH. Hamid Mannan, BA. (ahn/uki)
Share:

Bang Rasta: 'Hidup Bermanfaat Atau Mati Saja'

Pamekasan — Pasti Aswaja Hal yang perlu diteladani dari seorang Anwar (29), mantan aktivis PMII Pamekasan, adalah motto hidupnya: "hidup bermanfaat atau mati saja".

Serius: Bang Rasta (kiri) sedang membimbing karyawannya
Alumni PP. Miftahul Ulum Panyeppen, Palengaan, Pamekasan, Jawa Timur ini merekrut anak-anak usia SMP dan SMA sekitar rumahnya untuk dijadikan karyawan di usaha sablon miliknya, Rastaretan Screen Printing, Palengaan Laok, Palengaan, "paling tidak, mereka tahu cari duit itu susah," katanya kepada Pasti Aswaja, Sabtu (19/11/16).

Meskipun usahanya belum sampai setahun, Bang Rasta, Sapaan Akrab Anwar, sudah punya sepuluh karyawan.

Alumni Universitas Madura Pamekasan ini juga mengaku tidak hanya menerima order dari Madura saja, bahkan sampai ke luar negeri, "alhamdulillah, akhir-akhir ini ada orderan dari Arab Saudi dan Malaysia," ujarnya sambil menyeruput kopi.

Dibandingkan usaha sablon lain, Rastaretan Screen Printing terbilang murah.

"Sekalipun sablon kami terbilang murah, tapi bukan berarti kualitas murahan," katanya berkelakar.

Untuk menjaga kualitas kaos sablonnya, Bang Rasta memesan kaos ke Surabaya, Bandung dan Jakarta, "karena di sana (Surabaya, Bandung dan Jakarta. Red.) harga kaosnya murah, tapi kualitasnya bagus," ujar Bang Rasta. "Kami berkomitmen untuk terus memberikan yang terbaik kepada pelanggan," pungkasnya. (ahn/zai)
Share:

Thursday, November 17, 2016

Sambangi MTs Bustanul Ulum, SETDA Pamekasan Gelar Penyuluhan Hukum Terpadu

Pamekasan — Pasti Aswaja — Sekretariat Daerah (SETDA) Kabupaten Pamekasan Bagian Hukum gelar Penyuluhan Hukum Terpadu, Rabu pagi (16/11/16) di MTs Bustanul Ulum, Pondok Pesantren Sumber Anom, Angsanah, Palengaan, Pamekasan, Madura.

Pihak MTs Bustanul Ulum sendiri mengungkapkan apresiasinya terhadap SETDA Kabupaten Pamekasan.

"Kami sangat berterima kasih kepada pemerintah kabupaten yang telah memilih tempat ini ( MTs Bustanul Ulum.red) untuk menggelar penyuluhan kepada siswa siswi kami," ujar Nari, Kepala Sekolah MTs Bustanul Ulum kepada Pasti Aswaja.

Pria bertubuh gempal tersebut menuturkan, bahwa pelaksanaan penyuluhan ini tak lain atas saran Pengasuh Pondok Pesantren Sumber Anom, KH. Taufiq Hasyim.

"Pertamanya dari kiai, pengasuh di sini yang memberi tahu, bahwa akan ada penyuluhan hukum, karena kegiatan ini pertama kalinya digelar di sekolah," lanjutnya.

Ke depannya Nari berharap, agar kegiatan  ini nantinya ada tindak lanjutnya.

"Semoga saja setelah ini ada acara lagi untuk menindak lanjuti kegiatan yang digelar saat ini," tandasnya.

Sekedar diketahui, peserta penyuluhan disuguhi beberapa materi, meliputi: Dampak dan Bahaya Narkoba, Dampak Iptek, dan Tata Tertib Lalu Lintas. (bor/zai/ahn)
Share:

Thursday, November 10, 2016

Surabaya

Oleh: KH. Ahmad Mustofa Bisri

Jangan anggap mereka kalap
jika mereka terjang senjata Sekutu yang lengkap
Jangan kira mereka nekat
karena mereka cuma berbekal semangat
melawan seteru yang hebat
Jangan sepelekan senjata di tangan mereka
atau lengan yang mirip kerangka
Tengoklah baja di dada mereka
Jangan remehkan sesobek kain di kepala
Tengoklah merah-putih yang berkibar di hati mereka
dan dengar pekik mereka
Allahu Akbar!

Dengarlah pekik mereka
Allahu Akbar!
Gaungnya menggelegar 
Mengoyak langit
Surabaya yang murka
Allahu Akbar!
menggetarkan setiap yang mendengar
Semua pun jadi kecil
Semua pun tinggal seupil
Semua menggigil.

Surabaya,
O, kota keberanian
O, kota kebanggaan
Mana sorak-sorai takbirmu
yang membakar nyali kezaliman?
Mana pekik merdekamu
yang menggetarkan ketidakadilan?

Mana arek-arekmu yang siap
menjadi tumbal kemerdekaan
dan harga diri
menjaga ibu pertiwi
dan anak-anak negeri?
Ataukah kini semuanya ikut terbuai
lagu-lagu satu nada
demi menjaga 
keselamatan dan kepuasan
diri sendiri?
Allahu Akbar!

Dulu arek-arek Surabaya
tak ingin menyetrika Amerika
melinggis Inggris
menggada Belanda
murka kepada Gurka
Mereka hanya tak suka
kezaliman yang angkuh merajalela 
mengotori persada.
Mereka harus melawan
meski nyawa yang menjadi taruhan
Karena mereka memang Pahlawan.

Surabaya,
Dimanakah kau sembunyikan
Pahlawanku?

1414
Source: facebook
Share:

Tokoh Katolik Pamekasan: "Gus Dur Harus Jadi Pahlawan Nasional"

Pamekasan — Pasti Aswaja Pimpinan Gereja Katolik Maria Ratu Para Rasul Pamekasan, Jawa Timur, Romo Fadjar Tedjo Soekarno, menegaskan bahwa KH. Abdurrahman Wahid atau yang lebih akrab disapa Gus Dur harus jadi Pahlawan Nasional.

Romo Fadjar Tedjo Soekarno
"Sumbangsih terbesar Gus Dur terhadap bangsa adalah perjuangannya yang pantang mundur dalam mengusung perdamaian," jelas Romo di areal Monumen Arek Lancor saat penggalangan tanda tangan untuk kepahlawanan Gus Dur, Pamekasan (10/11/16). "Makanya pemerintah harus segera menetapkan Gus Dur sebagai pahlawan nasional," lanjutnya. (Baca juga: 1001 Tanda Tangan Untuk Kepahlawanan Gus Dur)

Laki-laki bertubuh gempal itu menambahkan bahwa Gus Dur telah banyak memberikan inspirasi bagi banyak masyarakat Indonesia dalam membangun perdamaian di Bumi Nusantara ini.

"Konsep pluralisme yang dimiliki Gus Dur tidak hanya menjadi bagian penting dalam menjalin persaudaraan antar umat beragama, tapi juga menjadi bagian dari sejarah untuk menghilangkan sekat-sekat yang ada selama ini," jelas Romo kepada Pasti Aswaja.

Menurutnya, bagi dunia tidak penting perkembangan politik di Indonesia, "tapi mereka melihat Indonesia sebagai pusat kerukunan karena ketokohan Gus Dur dalam bersahabat dengan semua golongan, terlebih mereka yang kecil dan terpinggirkan," pungkasnya.

Saat ditanya oleh Pasti Aswaja tentang kaosnya yang bertuliskan "Dibolak-balik hati tetap NU", ia hanya berkelakar, "kalian ini masih dipertanyakan ke-NU-annya. Kalau saya sudah jelas NU. Buktinya kaos ini." Katanya sambil tertawa lebar. (bor/ahn)
Share:

1001 Tanda Tangan Untuk Kepahlawanan Gus Dur

Pamekasan — Pasti Aswaja — Pemuda lintas agama Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, menggelar penggalangan 1001 tanda tangan untuk kepahlawanan KH. Abdurrahman Wahid atau yang akrab disapa Gus Dur, Pamekasan (10/11/16).

Kegiatan yang digagas oleh Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Pamekasan, Orang Muda Katolik (OMK) Pamekasan dan Pemuda Umat Kristiani Pamekasan itu dilaksanakan di sisi selatan areal Monumen Arek Lancor.

Penggalangan tanda tangan itu perlu dilakukan untuk meminta pemerintah supaya segera menetapkan Gus Dur sebagai pahlawan nasional, "Gus Dur itu sudah banyak berjasa pada negeri ini, jadi sudah sepantasnya beliau ditetapkan sebagai pahlawan nasional", ujar Miftahul Munir, Ketua Umum PMII Kabupaten Pamekasan.

Senada dengan Miftah, Pimpinan Gereja Katolik Maria Ratu Para Rasul Pamekasan & Sampang, Romo Fadjar Tedjo Soekarno, mengatakan bahwa Gus Dur merupakan sosok kiai yang pantang mundur dalam memperjuangkan hak orang-orang minoritas di Indonesia, "gebrakan paling fenomenal adalah menjadikan Konghuchu agama resmi negara," kata laki-laki bertubuh gempal itu.

"Gus Dur begitu dicintai dan dielu-elukan sedemikian rupa berkat pluralisme dan perdamaian yang beliau gagas baik dalam hal pemikiran maupun praktis nerkehidupan," tambah Romo yang waktu diwawancarai mengenakan kaos NU. "Intinya, Gus Dur harus jadi pahlawan," pungkasnya. (ahn/uki)
Share:

Friday, November 4, 2016

"Aksi Damai 4 November" Jadi Trending Topic di Medsos

Pasti Aswaja Tidak hanya di dunia nyata, "Aksi Damai 4 November" juga menjadi trending topic di media sosial twitter, Jumat (04/11/16).

Terlepas dari pro dan kontra kegiatan itu, tagar #AksiDamai411 menduduki posisi teratas, disusul #MasjidIstiqlal pada urutan ke ketiga dan #HariBelaQuran di urutan kelima pada postingan para netizen.

Sebagaimana di ketahui, hari ini akan digelar aksi damai menuntut Gubernur Jakarta, Basuki Tjahya Purnama, untuk segera ditangkap oleh pihak berwajib atas dugaan penistaan terhadap agama Islam.

Diperkirakan ratusan ribu orang akan membanjiri Ibu Kota, Jakarta, yang datang dari seluruh pelosok Nusantara. Belasan ribu aparat keamananpun diturunkan untuk mengawal kegiatan yang akan digelar setelah shalat jumat itu.

Massa yang sudah berdatangan sejak kemarin lusa itu sekarang sudah mulai memenuhi Masjid Istiqlal Jakarta.

Menurut rencana, massa akan bergerak setelah shalat jumat dengan longmarch dari Masjid Istiqlal menuju Istana Negara dan Gedung DPR/MPR RI. (ahn/zai)
Share:

Tuesday, November 1, 2016

Ketua PCNU Pamekasan Hadiri Lailatul Ijtima' PRNU Tana Mera, Kadur, Pamekasan

Pamekasan — Pasti Aswaja Ketua Tanfidziyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pamekasan, KH. Taufik Hasyim, menghadiri kegiatan Lailatul Ijtima' yang digelar oleh Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Tana Mera, Kecamatan Kadur, Pamekasan, Senin malam (31/10/16).

Seluruh elemen PRNU Desa Tana Mera hadir dalam kegiatan tiga bulanan itu. Selain Ketua Tanfidziyah PCNU Pamekasan, tanpak jiga hadir KH. Nawawi Abdul Muin,  Pengasuh PP. Banyuayu yang juga menjabat sebagai Mustasyar PCNU Pamekasan.

Selain itu, panitia juga mengundang KH. Musleh Adnan untuk memberikan ceramah agama.

Dalam acara yang dihadiri oleh sekitar 500 orang itu, Kiai Musleh banyak menyinggung tentang dalil-dalil amaliah NU yang sering dianggap sesat oleh kelompok-kelompok tertentu. (ahn/zai)
Share:

PMII Pamekasan Lurug PEMKAB, Minta Bupati Tegas Tegakkan Perda No. 16 Tahun 2012

Pamekasan — Pasti Aswaja Ratusan massa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) cabang Pamekasan melurug kantor Pemerintah Kabupaten (PEMKAB) Pamekasan, Selasa (01/11/16).

Dalam aksinya itu, massa mempertanyakan kebijakan Bupati Pamekasan, selaku eksekutif, terkait Perda No. 16 tahun 2012 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah, "ada hotel di Pamekasan yang jelas menyalahi regulasi itu, tapi bupati diam," teriak Ketua Umum PMII Pamekasan, Miftahul Munir, dalam orasinya.

Selain itu, mereka juga menuntut DPRD Kabupaten Pamekasan untuk turun ke lapangan dan mengontrol dinas-dinas terkait berkenaan dengan Perda No. 16 tahun 2012, serta lebih memperhatikan perencanaan pembangunan tahun 2017 supaya sesuai dengan Perda tersebut.

Massa juga menuntut Satuan Polisi Pamong Praja (SATPOL PP) Kabupaten Pamekasan selaku penegak Perda supaya lebih tegas terhadap pihak-pihak pelanggar Perda No. 16 tahun 2012.

Untuk menyampaikan aspirasinya, massa meminta untuk bertemu langsung dengan Bupati, Ketua DPRD, Kepala SATPOL PP Pamekasan. Tapi permintaan itu kandas, karena Bupati Pamekasan sedang melakukan perjalanan dinas meskipun tidak ada surat jalan sebagai bukti. Mereka hanya ditemui oleh Sekretaris Daerah, Alwi Beik dan Ketua Komisi I DPRD Pamekasan, Moh. Ismail.

Setelah selesai menyampaikan aspirasinya, massa membubarkan diri dengan damai dan ditutup dengan menyanyikam Mars PMII bersama-sama. (ahn/mad)
Share:

Home Style

Contact Form

Name

Email *

Message *

Ads

Ads

Latest News

Popular Posts

Blog Archive