• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Pasti Aswaja's Content

Mengenang Fenomena Malam Kelahiran Nabi Muhammad

 on Friday, December 16, 2016  

Oleh: H. Taufik Hasyim

Muqoddimah 
Memasuki bulan Maulid Nabi ini, hampir seluruh umat Islam seakan bahagia, riang gembira untuk menyambut bulan kelahiran Nabi SAW, mereka tanpa disuruh, tanpa diminta berbondong-bondong mempersiapkan diri menyambut malam puncak kelahiran kekasih mereka yaitu malam tanggal 12 Rabiul Awal sebagai bentuk syukur atas diutusnya beliau sekaligus sebagai wujud cinta terhadap Muhammad bin Abdullah SAW.

Fenomena kelahiran Nabi Muhammad SAW, Imam Al-Diba’iy dalam karyanya Maulidud Diba’, menggambarkan beberapa peristiwa menjelang kelahiran nabi Muhammad SAW sebagai berikut:

Arsy bergoyang karena riang gembira
Kursi (arsy) bertambah wibawa dan tenang
Langit penuh cahaya, para malaikat gemuruh bertahlil, tamjid, tahmid dan tasbih
Ibunda Nabi melihat tanda kemegahan dan keistimewaan, hingga sempurna masa kandungan
Disaat makin dekat masa melahirkan, dengan izin tuhan pencipta mahluk Maka lahirlah Nabi al-habib Muhammad SAW dalam keadaan sujud, bersyukur dan memuji Allah SWT laksana bulan purnama

Lain lagi peristiwa yang digambarkan oleh Imam al-Bushiri, sebagai berikut:

Saat malam kelahiran tiba
Istana raja Kisra hancur terbelah
Sebagaimana kumpulan sahabat Kisra
Tiada menyatu terpecah belah
Api sesembahan (kaum majusi) padam
Karena duka yang mencekam
Sungai Eufrat tak mengalir, muram
Karena susah amat dalam (gambaran kekufuran yang akan hancur)
Para jin menjerit bersuara (karena tidak bisa lagi mencuri dengar dari langit)
Cahaya membumbung ke angkasa
Kebenaran tampak nyata, dari makna maupun kata

Berikut ringkasan kejadian menjelang kelahiran Nabi Muhammad SAW. dari beberapa riwayat ulama salaf:

Sumber Air Kering Bisa Memancar Kembali
Dalam kitab zabur (Kitab nabi DAUD AS) dikisahkan, bahwa “ketika mata air yang kering memancarkan air kembali, maka saat itulah kelahiran Nabi Muhammad SAW.” Dan ternyata kejadian ini betul-betul terjadi, namun karena kedengkian orang Yahudi, maka kajadian ini dan isi kitab ini disembunyikan.

Suara Dari Dalam Ka’bah
Saat kelahiran Nabi Muhammad SAW, datang suara dari dalam Ka’bah: "katakanlah, telah datang kebenaran (agama Islam) dan tidak akan ada kebatilan, juga tidak akan mengembalikan kekufuran”.

Berhala Bersujud
Suatu ketika Abdul Muthalib berkata: “sewaktu aku berada di dekat Ka’bah, tiba-tiba patung di dekat Ka’bah jatuh dan bersujud pada Allah. Aku juga mendengar suara dari dinding Ka’bah: 'Nabi terpilih telah lahir yang akan menghancurkan orang-orang kafir dan membersihkan aku dari beberapa patung berhala serta memerintahkan untuk menyembah Allah SWT”.

Aminah (ibunda Nabi) Tidak Merasa Letih dan Sakit
Selama mengandung, Aminah sama sekali tidak merasakan letih dan sakit, yang mestinya setiap wanita hamil pasti merasakan pegal, letih, capek, linu. Tetapi Aminah tidak merasakan hal tersebut. Begitu juga di saat menjelang kelahiran hingga saat kelahiran, tidak sedikitpun rasa sakit yang dirasakan Aminah.

Jin Tidak Bisa Lagi Mencuri Dengar ke Langit
Sebelum kelahiran Nabi muhammad SAW, jin biasa mencuri dengar ke langit untuk mengetahui tentang kabar manusia dan nasib manusia, lalu dari hasil mencuri dengar itu disampaikan pada dukun-dukun di muka bumi, akan tetapi setelah kelahiran Nabi, jin tidak lagi bisa mencuri dengar ke langit.

Api Sesembahan Kaum Majusi Padam Seketika
Seperti dalam Burdah Imam al-Bushiri di atas bahwa api yang disembah kaum majusi yang tidak pernah padam lebih dari 1000 tahun, menjelang malam kelahiran Nabi Muhammad SAW api itu padam seketika

Malam Menjelang Kelahiran Nabi Muhammad SAW yang Dirasakan Aminah

Malam ke 1:
Allah melimpahkan segala kedamaian dan ketentraman yang luar biasa pada diri Aminah, hingga ia merasakan kedamaian yang belum pernah dirasakan sebelumnya.

Malam ke 2:
Datangnya seruan pada Aminah yang mengatakan bahwa dirinya akan mendapat anugerah yang luar biasa dari Allah SWT.

Malam ke 3:
Datang panggilan: “wahai Aminah, sudah dekat waktunya engkau melahirkan Nabi yang Agung dan mulia, yaitu Muhammad SAW yang senantiasa memuji dan bersyukur pada Allah SWT”.

Malam ke 4:
Aminah mendengar suara malaikat bertasbih dengan jelas.

Malam ke 5:
Aminah bermimpi bertemu dengan Nabi Ibrahim AS.

Malam ke 6:
Aminah melihat nur (cahaya) Nabi Muhammad SAW memenuhi seluruh alam.

Malam ke 7:
Aminah melihat para malaikat datang mengunjungi kediamannya seraya memberi kabar gembira, hingga ia bertambah bahagia.

Malam ke 8:
Aminah mendengar suara dimana-mana: “berbahagialah wahai manusia, alam semesta, telah dekat kelahiran nabi agung, kekasih Allah pencipta alam”.

Malam ke 9:
Allah semakin mencurahkan kasih sayang dan anugerahnya pada Aminah, hingga tidak ada duka sedikitpun dalam dirinya.

Malam ke 10:
Aminah melihat tanah Tha’if dan tanah Madinah ikut gembira menyambut kelahiran Nabi Muhammad SAW.

Malam ke 11:
Aminah melihat seluruh mahluk langit gembira karena semakin dekatnya saat kelahiran Nabi Muhammad SAW.

Malam ke 12:
Yaitu dimana malam kelahiran Nabi Muhammad SAW, dimana Abdul Muthalib (kakek nabi) sedang bermunajat di Ka’bah, sedang Aminah sendirian di rumah, kemudian datanglah empat orang wanita yang cantik nan anggun. 

Wanita pertama bekata: "berbahagialah engkau wahai aminah, sebentar lagi akan melahirkan orang yang mulia, aku adalah Istri Nabi Adam AS, aku adalah ibu seluruh umat manusia, aku kesini diutus oleh Allah untuk menemanimu." Wanita kedua berkata: "aku adalah istri Nabi Ibrahim yang datang ke sini untuk menamanimu." Wanita ketiga juga berkata: "aku adalah Aisyah binti Muzahim yang datang ke sini untuk menemanimu." Dan wanita ke empat berkata: "berbahagialah wahai Aminah, kau akan melahirkan seorang yang mulia, aku adalah Maryam, Ibunda Isa as." Melihat hal itu, bertambah bahagialah hati Aminah yang tak lama lagi akan tiba saat persalinan.

Kejadian berikutnya adalah di mana Aminah melihat sekelompok mahluk bercahaya datang silih berganti memasuki ruang Aminah, mereka mermunajat pada Allah dan mengucapkan puji-pujian pada Allah.

Berikutnya datang malaikat Ridlwan dengan rombongan bidadari dari sorga dengan dandangan dan segala perhiasan, parfum wewangian, beberapa kain sutra yang mewah dan segala perabot yang serba sorga. lalu Allah memerintahkan malaikat Jibril agar memanggil para malaikat, arwah para nabi dan rasul serta para kekasih Allah untuk datang berkumpul di sekitar kediaman Aminah untuk menyambut kelahiran Nabi Agung Muhammad SAW.

Dengan turunnya para malaikat, penuhlah bumi ini  dengan malaikat, para nabi, rasul, shalihin dan kekasih Allah. Lalu Aminah melihat malaikat datang membawa kayu Gaharu yang sangat harum, saat itu semua berdzikir, bertasbih, bertahmid dan bertahlil kemudian datanglah burung putih berkilau cahaya mendekat Aminah lalu mengusapkan sayapnya, dan lahirlah Nabi Muhammad SAW. bersamaan dengan cahaya yang terang benderang menyinari alam semesta ini, lalu bayi kecil Muhammad ini bersujud, bertasbih, bertahmid dengan disaksikan para malaikat dan yang hadir saat itu. Bergembiralah seluruh alam semesta akan lahirnya Nabi Muhammad SAW.

Saat Nabi lahir ke dunia ini, beliau  sudah di khitan, tali pusarnya sudah terpotong, baunya harum semerbak, rambutnya berminyak dan kedua matanya bercelak, semua itu atas kuasa Allah SWT. Lalu bayi kecil itu di gendong oleh seorang bidan bernama Syifa’ yaitu ibunda seorang sahabat Nabi yang dijamin masuk sorga, Abdurrahman Bin Auf.

Penutup
Berbahagialah umat manusia atas diutusnya Muhammad bin Abdullah sebagai Nabi dan Rasul. 'Tak salah jika kebahagiaan itu diwujudkan dalam bentuk memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW atau Maulid Nabi dengan harapan bisa mendapat syafaatnya dan diakui sebagai umatnya. Amiin.
Dari berabagai sumber
Penulis adalah Khadimul Ma’had di PP Sumber Anom, Angsanah Palengaan Pamekasan Madura,  dan sekarang sedang menjabat ketua PCNU Pamekasan.

Mengenang Fenomena Malam Kelahiran Nabi Muhammad 4.5 5 Pasti Aswaja Friday, December 16, 2016 Oleh: H. Taufik Hasyim Muqoddimah   Memasuki bulan Maulid Nabi ini, hampir seluruh umat Islam seakan bahagia, riang gembira untuk ...


No comments:

Post a Comment

Pasti Aswaja. Powered by Blogger.
J-Theme