Category 1

Theme Support

Ribuan Nahdliyin dan Santri "Banjiri" Istighatsah dan Doa Bersama

Pamekasan — Pasti Aswaja Menyikapi kondisi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang "memperihatinkan", Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Pamekasan bekerjasama PEMKAB, TNI dan Polres Pamekasan menggelar Istighatsah dan Doa Bersama di Masjid Jami' Asy-Syuhada, Jl. Mesigit Pamekasan, Jumat (02/12/16).

Acara yang dimulai jam 07:30 dihadiri oleh ribuan Nahdliyin dan santri dari pesantren-pesantren NU se-Pamekasan. Selain itu, hadir juga Wakil Bupati Pamekasan, Kholil Asyari, personel TNI, POLRI dan pegawai pemerintah turut serta duduk bersila sambil membaca doa-doa.

Dalam sambutannya, Kholil Asyari mengapresiasi kegiatan tersebut. Menurutnya, istighatsah dan doa bersama merupakan jalan yang tepat dalam menyikapi kondisi negara saat ini, "karena hanya Dia satu-satunya tempat kita mengadu," kata Kholil.

AKBP. Nowo Hadi Nugroho, Ka. Polres Pamekasan, juga menyampaikan hal serupa. Dia juga berharap, melalui kegiatan ini bisa menjadikan Pamekasan kota yang aman dan damai.

KH. Muddatstsir Badruddin (gamis hitam) mengajak masyarakat setia pada empat pilar kebangsaan.
Hal senada juga disampaikan oleh Dandim 0826 Pamekasan, Letkol. Inf. Nuryanto. Mantan Dandodiklatpur/Gumil Juang Rindam V/Brawijaya itu juga menyampaikan pentingnya nasionalisme, persatuan dan kesatuan bagi seluruh warga negara Indonesia.

Setelah sambutan Wakil Bupati, Ka. Polres dan Dandim, acara dilanjutkan dengan ceramah agama yang disampaikan oleh Mustasyar PCNU Kabupaten Pamekasan, KH. Muddatstsir Badruddin, Pengasuh PP. Miftahul Ulum Panyeppen, Palengaan, Pamekasan, Jawa Timur.

Dalam menyampaikan ceramahnya, Wakil Rais PWNU Jawa Timur ini banyak menyinggung sejarah perjuangan KH. Muhammad Hasyim Asy'ari dan Resolusi Jihad serta mengajak para hadirin untuk setia kepada empat pilar kebangsaan (Pancasila, UUD '45, Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI).

Saat berita ini diturunkan, kegiatan sudah memasuki acara inti, yakni istighatsah dan doa bersama untuk NKRI. (ahn/zai)

0 Response to "Ribuan Nahdliyin dan Santri "Banjiri" Istighatsah dan Doa Bersama"

Post a Comment

wdcfawqafwef