• This is default featured slide 1 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 2 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 3 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 4 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 5 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Saturday, December 30, 2017

Tahun Baru, PCNU Pamekasan Ajak Masyarakat Introspeksi Diri

Pamekasan – Pasti Aswaja – Pergantian tahun merupakan momentum yang seharusnya dimanfaatka untuk muhasabah atau introspeksi diri. Pernyataan ini disampaikan oleh KH. Taufik Hasyim, Ketua PCNU Pamekasan, kepada Pasti Aswaja melalui layanan pesan WahatsApp, Sabtu (30/12/17) pagi.

"Tahun baru adalah momen muhasabah atau interospeksi diri tentang apakah selama ini kita sudah sungguh-sungguh melaksanakan perintah Allah atau tidak? Apakah selama ini kita sudah membahagiakan Rasulullah atau justru sebaliknya," ungkapnya.

Pergantian tahun, lanjut kiai muda yang akrab disapa Ra Taufik ini, berarti umur seseorang semakin bertambah, "itu artinya semakin dekat dengan ajal," imbuh Ra Taufik.

Oleh karena itu, alumni Ma'had Riyadlul Jannah, Rosefah, Makkah, Arab Saudi, ini mengajak umat Islam untuk memanfaatkan masuknya tahun baru untuk beribadah ibadah.

"Isi malam tahun baru ini dengan banyak berdzikir dan tafakur serta istighatsah. Jangan kita isi dengan hura-hura, pesta dan perbuatan yang dilarang oleh syari'at Islam," lanjutnya.

Ra Taufik juga mengajak seluruh orang tua, untuk lebih meningkatkan pengawasan terhadap anak-anaknya.

"Jangan sampai anak-anak kita melakukan hal-hal yang merusak dan melanggar norma-norma, baik norma agama maupun norma sosial," pungkas alumni PMII Kediri, Jawa Timur ini. (bor/ahn)
Share:

Tuesday, December 26, 2017

KH. Nur Chatim Zaini: Kiai Logis dan Profesional

Oleh: KH. M. Musleh Adnan*

Beliau adalah KH. Nur Chatim Zaini, sebuah nama indah yang punya arti cahaya penutup putera zaini. Nama ini sangat pas sekali seakan abah beliau (KH. Zaini Mun'im) mengisyaratkan bahwa puteranya ini akan menjadi putera bungsu (penutup).

Photo source: Times
Indonesia
Beliau dalam mendidik santri lebih mengedepankan hal-hal yang rasional malah hampir tak tertarik kepada sesuatu yang bersifat metafisis, seperti petuah hikmah beliau yang tertulis di capture tersebut "Walaupun putera kiai kalau tidak belajar ya tidak tahu". Kalimat singkat tapi sangat mencambuk para pencari ilmu untuk giat belajar tanpa memandang status sosial karena ilmu itu sangat sulit untuk meraihnya:
الْعِلْمُ شَيْءٌ لا يُعْطِيكَ بَعْضَهُ حَتَّى تُعْطِيَهُ كُلَّكَ
"Ilmu itu adalah sesuatu yang tidak akan memberi separuh dirinya kepadamu bila dirimu tidak memberikan semua hidupmu untuk mencari ilmu." (Qadhi al-Qudhat Abu Yusuf).

Apa yang disampaikan oleh beliau (KH. Nur Chatim Zaini) sangat benar dan masuk akal, karena ada sebagian putera tokoh agama ketika mencari ilmu lebih meyakini faktor hereditas (pewarisan watak dari induk ke keturunannya baik secara biologis melalui gen [DNA] atau secara sosial melalui pewarisan gelar, atau status sosial.) Sehingga berakibat malas belajar.

Salah satu bukti juga bahwa hampir semua kebijakan beliau harus masuk akal, ketika beliau menjabat sebagai Dekan Fakultas Tarbiyah di Institut Agama Islam Nurul Jadid (sekarang sudah berubah status menjadi Universitas Nurul Jadid) seringkali masuk kelas menanyakan kepada mahasiswa-mahasiswi "Siapa saja dosen yang rajin mengajar dan siapa saja dosen yang jarang masuk ?" Dan "kira-kira dosen yang perlu ditegur karena cara mengajarnya kurang bagus?"

Beliau di hadapan mahasiswa menjelaskan bahwa sekolah atau kampus itu bisa maju bila pengajar dan peserta didiknya rajin juga profesional bukan hanya mengandalkan doa saja, tapi usaha dan doa harus berjalan berdampingan.

Selain menjadi Dekan, beliau juga Dosen yang memegang mata kuliah Tafsir (dengan kitab Tafsir Maraghi) yang sangat rajin masuk kelas, dari saking hati-hatinya (jika khawatir ada udzur hingga tidak bisa mengajar) beliau mengangkat asisten (penulis sendiri yang dipercaya menjadi asisten). Begitu besarnya tanggung jawab beliau.

KH Nur Chotim Zaini dikenal sebagai sosok yang menjunjung tinggi profesionalisme. “Pada suatu saat al-marhum pernah marah kepada pengurus Nurja Muamalah karena memberikan pinjaman kepada nasabah tidak sesuai prosedur. Al-marhum berkata, 'Meskipun yang meminjam adalah orang dalam pesantren, prosedur tetap harus dijalankan',” kata KH Najiburrahman.

Dari kegigihan, kedisiplinan dan taat aturan akhirnya beliau sempat menjabat posisi strategis di lingkungan Kantor Kementerian Agama yaitu menjadi Kepala Kantor Departemen Agama Probolinggo (sekarang berubah Kantor Kementerian Agama Probolinggo), namun jabatan beliau tidak selesai karena beliau diberi ujian sakit stroke pada tahun 2003.

Ketika kami mendengar kabar sakitnya beliau, merasa prihatin dan menangis. Namun, apa daya karena takdir Allah sudah menentukan demikian, tapi kami yakin ketika Allah memberi ujian penyakit pasti ada anugerah dibalik ujian tersebut:
مَا يُصِيبُ الْمُؤْمِنَ مِنْ شَوْكَةٍ فَمَا فَوْقَهَا إِلَّا رَفَعَهُ اللَّهُ بِهَا دَرَجَةً، أَوْ حَطَّ عَنْهُ بِهَا خَطِيئَةً. رواه البخاري (5641)، ومسلم (2573)
"Orang mukmin Tidak tertusuk duri atau lebih dari itu kecuali Allah akan mengangkat satu derajat dan menghapus satu kesalahan." (HR. Bukhari Muslim).

Rupanya Allah lebih menyanyangi beliau dan pada usia kurang dari 60 tahun menghadap ke Hadlratillah.

Semoga husnul khotimah dan mendapat tempat di surga firdaus. Aamiin.
*Lembaga Dakwah PCNU Pamekasan
Share:

Madura Sebagai Pulau NU

Oleh: Taufiqurrahman Khafi*

Gerakan dan organisasi radikal di pulau Madura sudah sangat kasat mata. Mereka terang-terangan melakukan provokasi dan gerakan yang menjurus kepada kekerasan fisik dan psikologis. Mereka tidak segan-segan menghujat, mengkafirkan, menyesatkan, bahkan menyamakan status kiai dan ulama seperti binatang. Kekejian ini terus disebarkan melalui berbagai varian sosial media. Ada juga publikasi melalui baleho-baleo berukuran raksasa dipasang di beberapa tempat. Ada pula ceramah-ceramah yang direkam secara audio visual dan disebarkan melalui jaringan internet. 

Gerakan radikalisme lainnya, seperti aksi demonstrasi menolak ideologi Pancasila, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Undang-undang Dasar Republik Indonesia 1945. Gerakan ini terus menghujat pemerintah sebagai toghut, Pancasila dan demokrasi produk kafir dan haram. Mereka menawarkan sistem pemerintahan baru bernama Khilafah yang transnasional di bawah satu orang pemimpin Islam. Iming-iming gerakan ini, yang mati karena membela dan berjihad demi Khilafah akan masuk surga dan dikumpulkan bersama dengan para bidadari surga. 

Dua macam gerakan ini, bersatu padu dalam satu tiang bendera. Dikibar-kibarkan dalam aksi demontrasi yang berjilid-jilid. 

Bagi kita orang Madura, harus melakukan perlawanan atas gerakan ini. Status mereka sudah "Lawan" bukan "Kawan" lagi. Mereka ingin melakukan upaya pembaharuan agama, sosial, politik dengan cara-cara instan, drastis dan ekstrem. Pondasi yang sudah kokoh dibangun oleh para ulama dan pendiri bangsa, akan dibongkar dan dimusnahkan. Siapa yang akan melawan mereka? Hanya Nahdlatul Ulama, bukan yang lainnya yang sudah terkontaminasi ideologi yang memiliki kemiripan dan kesamaan baik pola fikir ataupun pola gerakannya. 

Mengapa harus NU yang melawannya? Perlawanan terhadap gerakan radikalisme itu sudah digariskan oleh Syaikhona Cholil Bangkalan ketika menjelang berdirinya NU. Syaikhona Cholil memberikan sinyal kepada santrinya, KH Hasyim As'ari, melalui KH As'ad Syamsul Arifin untuk mendirikan organisasi Nahdlatul Ulama. 

KH As'ad Syamsul Arifin diutus oleh KH Cholil Bangkalan pada tahun 1925 untuk datang ke KH Hasyim Asyari di Tebuireng Jombang, dengan mengantarkan sebuat tongkat, diiringi pembacaan surat Thoha ayat 17-23 yang berisi tentang cerita Nabi Musa AS. berikut tongkat "sakti" dan keajaiban mukjizat lainnya. 

Setahun kemudian, KH As'ad Syamsul Arifin diberi tugas lagi oleh Syaikhona Cholil untuk mengantarkan tasbih kepada KH Hasyim Asyari yang dikalungkan di leher Kiai As'ad, disertai pesan agar Kiai Hasyim Asyari mengamalkan bacaan Ya Jabbar ya Qohhar setiap waktu. Pesan itu ditangkap oleh KH Hasyim Asyari sebagai restu dari gurunya untuk segera mendirikan organisasi NU pada 16 Rajab 1344 H / 31 Januari 1926. 

Sebelum kejadian ini, Kiai Hasyim Asyari bersama dengan KH Abdul Wahab Hasbullah, tengah kencang melakukan gerakan anti radikalisme dan puritanisme yang dibawa oleh tokoh-tokoh reformis Islam di abad XIX. Segala bentuk amalan warga NU dinilai salah dan tidak berdasarkan ajaran Islam yang orisinal. Di tahun ini, wahabisme sedang ekspansi besar-besaran pasca runtuhnya dinasti Turki Utsmani. Oleh sebab itu, adat istiadat, amalan-amalan kaum Ahlussunnah wal Jamaah, dinilai melenceng dan tidak sama dengan ajaran Islam secara "lebih benar" seperti yang dilakukan di Tanah Hijaz, Makkah yang sudah dikuasai oleh rezim Wahabi, Raja Su'ud. 

Beberapa organisasi yang berbeda haluan dan keras menentang NU seperti Muhammadiyah (1912) Al-Irsyad (1915) Persis (1923).

Jadi, jelas bagi orang Madura jika harus berhadap-hadapan dengan musuh yang terus melakukan gerakan radikalisme, merongrong aqidah NU, merongrong ideologi Pancasila dan NKRI serta UUD 1945 harus dilawan. Mau tidak mau, Madura sebagai pulau NU harus terus digerakkan. Madura sebagai pulau NU harus dideklarasikan. Tidak bisa dibantahkan lagi kalau Madura sebagai pulau NU. Syaikhona Cholil Bangkalan sudah meletakkan pondasinya.
*Ketua Lakpesdam PCNU Pamekasan
Share:

Thursday, December 21, 2017

HTI Jaman Now Lebih Berbahaya

Oleh: Abd. Syakur*

Beberapa manusia di Indonesia mengatakan "HTI sudah bubar. Sudahlah." Rata-rata yang mengatakan begini adalah saudara tua HTI yakni IM (Ikhwanul Muslimin). Lalu saya jawab dalam hati "iya, namanya saja yang bubar, pergerakannya tetap, malah tambah masif, menyebar di masyarakat."

Beberapa hari yang lalu, Felix menulis status yang narasinya menggiring pembaca untuk membenci pemerintah dan sistem sekaligus. Hal ini tentu saja ditujukan untuk membuat rakyat Indonesia menipis sikap nasionalismenya (terbukti dari tulisannya: "Talak 3 Nasionalisme Now"), hingga akhirnya mereka akan menuntut penggantian sistem demokrasi menjadi khilafah yang tentu saja akan dimotori (hantu) HTI.

Ini sebenarnya bentuk harakah bughat (pergerakan dalam rangka memberontak) kepada negara, hanya berbeda bentuk saja, dimana coraknya bughat ini bersifat psikologis. Dan dampaknya kurang lebih sama dari bughat secara fisik, mengingat ini bisa disejajarkan dengan perekrutan pasukan, hanya tempatnya saja yang di dunia maya. Narasi-narasi berbentuk kalimat provokasi sudah jelas real dan absolut sempurna.

Padahal sudah jelas, dalam banyak buku khilafah ini masalah ijtihadiyah yang tidak mungkin untuk dipaksakan. Sebab banyak sekali ulama yang memandang sistem demokrasi dengan berdasarkan Pancasila ini telah mewakili banyak sekali nilai-nilai keislaman, sehingga pantas disebut sistem keperintahan atau khilafah. Selain itu jika mereka merasa benar, kenapa tidak dimanfaatkan ajakan debat dan diskusi ilmiah dari ulama NU, biar jelas, sebenarnya yang mereka pertahankan itu apakah sistem khilafah yang sebenarnya bersifat khilafiyah (tafsir ulama berbeda-beda, sehingga bagi umat islam yang awam boleh menganut pendapat yang mana saja) atau malah mereka memang ingin menjadi penguasa negeri ini seperti beberapa sejarah raja-raja yang mendapatkan kekuasaannya karna mencari kedudukan semata, bahkan ayah anakpun saling bunuh.

"Hantu" HTI ini jika dibiarkan malah menjadi virus AIDS yang menggerogoti negeri ini dari dalam. Atau jangan-jangan itu memang agenda Blok Barat untuk melemahkan Indonesia lewat "tangan-tangan kotor" HTI, toh nyatanya mereka dipelihara di AS, England dan AUS. Bahkan pusat HTI di England. Why??? Selain itu HTI memang punya banyak napak tilas sejarah sebagai pemberontak, misal di Libiya, Suriyah, Mesir dan negara-negara yang lain. Terbukti mereka dilarang di negara-negara tersebut. Karena memang secara manfaat 'tak ada, malah hanya menimbulkan mafsadat yang diperluas dengan menghasut masyarakat untuk berkubu-kubu. Ini berbahaya.

Saya harap negara bukan hanya memberangus namanya, tetapi juga pentolannya. Tentu saja bukan lewat kekerasan, tetapi lewat jalur hukum yang ada, toh hukum kita sudah memfasilitasi. Hal ini juga tidak akan mudah, mengingat kesibukan pemerintah karena membangun dan membenahi daerah pinggiran. Oleh karena itu, saya harap NU dan Muhammadiyah bersatu mengikis paham-paham mereka yang terjangkiti virus khilafah, dan ikut andil mengingatkan pemerintah tentang bahaya pergerakan mereka (walaupuan sebenarnya ini sudah banyak dilakukan, tinggal kalangan grass root saja yang belum).

Apakah dengan menulis ini saya tidak setuju dengan ide khilafah? Bukan tidak setuju. Khilafah itu hukumnya wajib, hanya saja jika kita menggali sistem khilafah secara mendalam, maka demokrasilah sistem yang paling tepat. Bukankah dalam sistem kepemerintahan Islam itu wajib ada "minimalnya" 5 hal? pertama; kesetaraan (المساواة) dimana maksudnya adalah anak-anak dan orang dewasa, laki-laki dan perempuan adalah sama dalam haknya, hal ini sesuai dengan hadist nabi:
والناس سواء كاءسنان المشط
Artinya: manusia itu sama rata seperti gigi sisir; kedua; keadilan (العدالة) ini selaras dengan QS. an-Nisaa' 58; ketiga; musyawarah (الشورى) hal ini sesuai dengan QS. asy-Syuura 38; keempat; kebebasan (الحرية) dimana maksud dari kemerdekaan seseorang dia memiliki kemuliaan, hal ini sesuai dengan QS. al-Israa' 70; kelima; adanya pengawasan rakyat (رقابة الامة). Bukankah Sayyidina Umar berkata:
من رأى منكم في اعوجاجا فليقومه
Artinya: barangsiapa melihat sesuatu yang bengkok pada diriku, maka lurskanlah.

Maka jelaslah demokrasi memberikan peluang seluas-luasnya terhadap 5 poin tersebut. Sebab jika kita kaji lebih dalam khilafah itukan sebatas washilah dalam artian sistem kepemerintahan (khilafah) hanya sebatas sarana, bukan tujuan (ghayah). Sedangkan tujuannya adalah berjalannya Maqashidus Syari'ah. Maka sekali, lagi demokrasi sudah sangat cukup untuk menerapkan syariat Islam. Jikapun ada hukum yang belum diterapkan, toh seperti pak Mahfud bilang, kita bisa usahakan di DPR. Nah ini saya anggap "Islam yang saya anut". Lalu Islam seperti apa yang anda anut? Yang suka mencaci? Atau yang suka menyebar hoax? Atau yang bawaannya pengen perang tok? Atau malah yang melihat patung di Eropa langsung ngaceng, dan kemudian langsung memahat muka dan bagian intimnya? Keputusan di tangan anda.
*Kader kultural NU
Share:

Friday, December 8, 2017

37 Anggota Baru PMII STAI-MU Dikukuhkan

Pamekasan – Pasti Aswaja – Sebanyak 37 Mahasiswa STAI Miftahul Ulum (STAI-MU) Pamekasan ikuti Masa Penerimaan Anggota Baru (MAPABA) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) XII yang dilaksanakan oleh Pengurus Komisariat (PK) PMII STAI-MU Cabang Pamekasan masa khidmat 2017-2018.

Peserta kegiatan proses kaderisasi formal tingkat dasar di lingkungan organisasi kemahasiswaan berhaluan Ahlussunnah wal Jamaah itu kemudian dikukuhkan menjadi anggota baru PMII, Kamis dini hari (07/12/17) di Balai Desa Potoan Daja, Palengaan, Pamekasan. Mereka dikukuhkan setelah mengikuti 7 materi selama 3 hari sebelumnya dan dinyatakan lulus.

Khoirul Umam selaku Ketua Komisariat PMII STAI-MU sangat bersyukur karena masih banyak mahasiswa yang mau menerima PMII.

"Selain itu, menjadi persyaratan wajib bagi Komisariat PMII adanya jumlah anggota setiap periodenya minimal 25," ungkap pemuda asal Sampang, Madura tersebut, sesaat setelah prosesi pengukuhan yang dipimpin oleh Pengurus Cabang PMII Pamekasan.

Sementara itu, Imam Syafi'i, Koordinator Bidang Kaderisasi PMII STAI-MU, berharap agar peserta yang sudah lulus MAPABA ini nantinya bisa menjadi teladan bagi Mahasiswa lain, saat kembali ke kampus.

"Karena Insya Allah, jika direstui oleh Pengasuh Pondok Pesantren Miftahul Ulum Panyeppen, setelah ini kami akan menggelar MAPABA khusus untuk santri," ujarnya.

Sekedar untuk diketahui, bahwa STAI Miftahul Ulum merupakan salah satu PerguruanTinggi di Pamekasan yang berada di bawah naungan Yayasan Al-Miftah, Pondok Pesantren Miftahul Ulum Panyeppen, Palengaan, Pamekasan. (ahn/bor)
Share:

Monday, December 4, 2017

70 Kader Baru Ansor Sampang Dibaiat

Sampang – Pasti Aswaja – Sebanyak 70 peserta Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) yang diselenggarakan pengurus Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda Ansor (GP. Ansor) dibaiat dan dinyatakan sah sebagai anggota organisasi kepemudaan NU itu, Minggu (03/12/17) malam.

Peserta yang merupakan delegasi dari 14 Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ansor se-Sampang mengikuti prosesi pengukuhan itu setelah mereka dinyatakan lulus setelah 3 hari mengikuti kegiatan yang digelar di Kantor PCNU, Jl. Diponegoro No. 51 tersebut.

Melihat animo dan antusiasme peserta, pengurus PC. Ansor Sampang merasa terharu sekaligus bangga, "karena ternyata di kabupaten Sampang ini masih banyak pemuda yang siap berjuang bersama kami untuk mengawal para ulama, menjaga marwah NU dan ulama yang juga siap berada di garda terdepan dalam mempertahankan NKRI di bumi pertiwi tercinta ini," kata Ketua PC. GP Ansor Sampang, KH. Khoiron Zaini.

Dari kegiatan tersebut, lanjut alumni PP. Lirboyo Kediri ini, diharapkan dapat melahirkan kader-kader Ansor yang militan agamis-nasionalis.

"Ke depan kami bersama sahabat-sahabat PC. GP Ansor Sampang akan terus berjuang berkhidmah sepenuh hati untuk NU, Ansor dan para alim-ulama kami," pungkasnya. (ahn/uki)
Share:

Friday, December 1, 2017

Sikapi PKPS, PMII Pamekasan Datangi DPKP

Pamekasan – Pasti Aswaja – Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC. PMII) Pamekasan, Kamis pagi (30/11/17) datangi Kantor Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPKP) di Jl. Jokotole No. 143 Barurambat Kota, Pamekasan.

Kedatangan organisasi kemahasiswaan tersebut adalah untuk mempertanyakan realisasi program Peningkatan Kualitas Perumahan Swadaya (PKPS) yang dinilai lemah.

Fadil, Ketua Umum PC. PMII Pamekasan menuturkan, bahwa pihaknya melakukan audiensi setelah menemukan beberapa kejanggalan di lapangan.

"Karena kami (PC. PMII Pamekasan. Red.) sudah melakukan observasi langsung setelah menerima keluhan dari masyarakat," tuturnya, sesaat setelah keluar dari Kantor DPKP Pamekasan.

Hasil dari audiensi ini akan ditindaklanjuti langsung oleh dinas terkait dengan meninjau langsung beberapa titik yang dinilai belum maksimal bersama dengan beberapa perwakilan Pengurus Cabang PMII Pamekasan pada hari Senin (04/12/17) mendatang. (bor/ahn)
Share:

Tuesday, November 28, 2017

Nasehat Al-Marhum Kiai Mannan Untuk Dai

Pamekasan – Pasti Aswaja – Menjadi seorang dai bukanlah hal mudah. Ia dituntut cerdas dalam penyampaian pesan dakwahnya. Materi dakwah harus disampaikan dengan penuh hikmah dan tidak menyinggung pihak-pihak tertentu, termasuk ahli maksiat. Tuntutan ini dikarenakan menjadi seorang dai berarti menjadi penerus Rasulullah dalam menjaga kelestarian dan menyebarkan agama Islam. Oleh karena itu, dai harus meneladani akhlaqnya dalam berdakwah.

Hal tersebut selaras dengan pesan almarhum KH. Abdul Mannan Fadholi, Rais Syuriah PCNU Pamekasan periode 2016-2021, kepada salah satu pengurus Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) Pamekasan, KH. Musleh Adnan.

Pesan tersebut dikisahkan oleh Kiai Musleh saat memberikan ceramah agama pada peringatan Maulid Nabi Muhammad di kediaman H. Fauzi, Palengaan Daja, Palengaan, Pamekasan, Jawa Timur, Selasa (28/11/17).

Kiai kelahiran Jember ini menceritakan menuturkan saat dirinya mendapatkan undangan untuk berceramah, dan secara kebetulan panitia juga mengundang Kiai Mannan. Di sekitar lokasi acara itu sangat dikenal dengan tempat maksiatnya.

Setelah beberapa rangkaian acara, sampailah giliran Kiai Musleh untuk berceramah. Akan tetapi, sebelum naik panggung, Kiai Mannan berbisik kepada alumni PP. Nurul Jadid Paiton Probolinggo ini dan memintanya supaya tidak membahas hal-hal yang berkenaan dengan tempat maksiat tersebut.

"Sampean bahas tentang Islam kaffah saja. Kita doakan saja (orang-orang ditempat maksiat. Red.) mendapatkan hidayah. Bisa saja nanti ketika mereka mendaptkan hidayah, (mereka. Red.) lebih baik dari kita," tutur Kiai yang lahir 42 tahun silam ini dalam bahasa Madura, menirukan pesan Kiai Mannan, seperti dimuat NU Online Pamekasan. (bor/ahn)
Share:

Sunday, November 26, 2017

Mengenang KH. Abd. Mannan Fadholi

ولدتك أمك يا ابن آدم باكياً # والناس حولك يضحكون
سرورا

فاعمل لنفسك كي تكون إذا بكوا # في يوم موتك ضاحكاً مسرورا

Tak salah apa yang pernah saya dengar dari sesepuh dahulu bahwa manusia itu keberadaannya terbagi menjadi 4: pertama, hidup dan dianggap hidup oleh orang lain; kedua, nati karena ruhnya sudah waktunya berpisah dengan jasadnya; ketiga, hidup tapi orang lain menganggapnya mati malah didoakan oleh orang lain segera mati karena orang lain sudah merasa terganggu atas perbuatan jahatnya; keempat, meninggal tapi tetap dianggap hidup karena banyak jasa yang dia berikan untuk kebaikan orang lain.

Di Hari Guru Nasional ini saya teringat kepada sosok kiai kharismatik, murah senyum, tidak jaim (jaga image) dan low profile (tawadhu'), Almarhum KH. Abdul Mannan Fadholi PP. Miftahul Qulub Polagan, Galis, Pamekasan.

Beliau terpilih menjadi Rais Syuriah bersama KH. Taufik Hasyim sebagai Ketua Tanfidziyah PCNU Pamekasan pada tanggal 27 bulan Maret tahun 2016. Atas terpilihnya kedua kiai ini warga NU pamekasan berharap NU di Pamekasan semakin baik, meluas, merata dan amanah Muassis NU, KH. Hasyim Asy'ari, yang tertuang dalam Qanun Asasi Nahdhatul Ulama bisa terlaksana menjadi ruh ajaran Ahlussunnah wal Jamaah di bumi Gerbang Salam ini. Namun ternyata Allah berkehendak lain. Pada 15 Juli 2017 KH. Abdul Mannan Fadholi mangkat dipanggil ke Hadratillah. Di pagi itu semua orang yang mendengar kabar wafatnya beliau tak percaya, karena di samping kepergiannya yang begitu mendadak juga karena warga Nahdliyiin tak rela ditinggal beliau dalam waktu sesingkat ini.

Saya sebenarnya kenal dekat dengan beliau tidak begitu lama, karena saya di Pamekasan warga baru dan saya sendiri sungkan sama beliau. Walaupun singkat perkenalan kami, tapi masya Allah, saya sudah banyak belajar tentang akhlaqul karimah kepada beliau.

Nama beliau besar bukan hanya karena beliau putra kiai terkenal dimasanya, KH. Fadholi Siraj, perintis PP. Miftahul Qulub yang beralamat di Jl. Masaran, Dusun Polagan Utara, RT/RW 01/02 Desa Polagan, Galis, Pamekasan dan Putra Mantu Kiai besar, KH. Abdul Hamid Mu'in, Pengasuh PP. Miftahul Ulum Bettet, salah satu pondok pesantren ternama di pamekasan yang didirikan oleh KH. Sirojuddin 33 tahun sebelum kemerdekaan RI tepatnya tahun 1912. Tapi, nama beliau besar karena memang beliau orangnya ikhlas telaten ngurus santri dan masyarakat juga beliau ini dalam menjalankan amar ma'ruf nahi munkar memakai cara yang ma'ruf pula.

Pernah suatu malam saya bersama satu panggung dengan beliau dalam acara rutin Majlis Maulid wat Ta'lim Riyadul Jannah Korda Madura di salah satu desa di kecamatan yang ada di Pamekasan dan beliau sendiri sebagai Rais Syuriah MWCNU di kecamatan setempat. Pas giliran saya ceramah beliau berbisik kepada saya: "tolong jangan terlalu keras menyinggung kelompok tertentu yang berbuat maksiat, walaupun santer kabar di tempat ini ada tempat maksiat. Berilah ceramah tentang ajaran Islam yang kaffah saja, tapi dalam hati marilah kita doakan semoga dengan penjelasan Islam kaffah tersebut mereka mendapat hidayah".

Sungguh petuah yang indah dan santun dari beliau ini masih melekat dan berbekas dalam hati saya. Dari dawuh tersebut mencerminkan bahwa beliau tidak pernah merasa lebih baik dari orang lain walaupun ahli maksiat, karena bisa saja bila pelaku maksiat suatu saat diberi hidayah oleh Allah akan menjadi pribadi baik dan husnul khatimah.

Pada bulan Ramadhan 1438 H. Saya diundang oleh UIM (Universitas Islam Madura), kampus hijau, yang ada di PP. Miftahul Ulum Bettet untuk menyampaikan kajian Ramadhan pada acara buka bersama yang diikuti Majelis Keluarga Pengasuh, rektorat, dosen, karyawan dan sebagian mahasiswa. Pada acara tersebut saya bertemu kembali dengan kiai yang murah senyum ini. Setelah tugas saya selesai, sampailah pada waktu yg ditunggu-tunggu: adzan maghrib. Saya dipersilahkan masuk ke ruang rektor untuk menikmati hidangan buka puasa bersama para masyaikh Bettet. Kurang lebih 20 menit di ruangan tersebut saya asyik berbincang dengan almarhum tentang tema macam-macam mulai tema ke-Nu an, kepesantrenan dan travel umroh. Akhirnya, beliau berpesan kepada saya (ternyata pesan ini menjadi pesan terakhir) "jangan pernah bosan melayani umat".

Sungguh saya walaupun tidak pernah mondok di pesantren beliau dan tidak pernah mengaji langsung kepada beliau, tapi saya akui bahwa beliau adalah guru saya, karena beliau telah mengajarkan banyak hal kepada saya terutama "lisanul haal" atau suri tauladan beliau telah sedikit banyak merubah kehidupan saya.

Untuk beliau: semoga beliau diampuni dosa-dosanya dan masuk surga Allah. Lahul faatihah...
Oleh: KH. Musleh Adnan LDNU (Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama) Pamekasan.
Share:

Friday, November 24, 2017

Warna NU dalam "Kekuasaan"

Oleh: Musannan Abdul Hadi Al-Mankoni*

Kurang besar apa Nahdlatul Ulama (NU). Organisasi yang sudah mendunia dan terbesar di dunia ini menunjukkan sebuah fakta yang bahkan semut pun tidak bisa membantah. Bagaimana NU mampu mencetak kader terbaik untuk menjadi bagian dari proses lajunya negara kesatuan Republik Indonesia (NKRI), mulai dari level yang paling rendah sampai paling tinggi. Dari tingkat pusat sampai daerah. Mulai dari Indonesia belum merdeka sampai saat ini (baca: zaman now).

Berbicara laju negara tidak lepas dari kekuasaan dalam sebuah pemerintahan. Sebab yang dibutuhkan adalah kontribusi dalam setiap kebijakan. Bagaimana kebijakannya mampu memberikan perubahan yang lebih baik. Dan tidak perlu khawatir bahwa tinjauan yang digunakan dalam keputusan pasti berlandaskan pada dalil-dalil naqli selain dalil aqli. Karena kita tahu bahwa NU adalah organisasi sosial dan keagamaan. Selain negara kita juga bukan negara skuler, yang membiarkan negara berjalan sendiri tanpa intervensi norma agama.

Nah, maka penting kader NU bisa mewarnai proses-proses demokratisasi dalam setiap tingkatan, dan; sampai saat ini kader NU tetap mewarnai. Dalam pada ini, kita bisa melihat sendiri perbincangan di media sosial perihal Pilkada, baik tingkat provinsi atau tingkat kabupaten. Di tingkat Jawa Timur misalnya, yang sangat santer dibicarakan kalau tidak Gus Ipul (panggilan dari Syaifullah Yusuf) pasti Bunda Khofifah (panggilan Khofifah Indar Parawansa). Keduanya adalah kandidat terkuat dalam kontestasi Pilkada Jawa Timur. Lalu, siapa mereka? Mereka adalah kader NU. Iya, kader NU.

Kemudian kita tarik dalam konteks yang lebih sempit lagi, yakni Pilkada Pamekasan. Dalam Pilkada Pamekasan muncul dua tokoh yang sama-sama kuat, yakni KH. Kholilurrahman dan Lora Baddrut Tamam. Tidak perlu lagi dipertanyakan basic organisasinya di mana. Yang jelas para beliau adalah NU dan tidak diragukan lagi ke-NU-annya. Kader terbaik NU ini akan melenggang dalam kontestasi Pilkada Pamekasan untuk tahun pengabdian 2018/2023 mendatang. Kalau di media sosial ramai tentang tokoh atau figur dalam kontestasi Pilkada Pamekasan; saya pastikan tidak lepas dari kedua tokoh ini. Dan keduanya "berdarah" NU.

Mungkin keusilan anda akan bertanya-tanya, "Bagaimana kalau di pusat?" Jangan lupa, bahwa Wakil Presiden kita Bapak Yusuf Kalla adalah warga NU tulen. Masih belum yakin? Silahkan buka google, pasti akan mendapatkan pencerahan dari beliau (Mbah google). Meski tidak sampai presiden, tetapi cukup banggalah.

Tentu, kami bangga sebagai warga NU melihat kenyataan ini. Sebuah kenyataan yang memberikan penjelasan bahwa NU mampu memberikan warna yang terang dalam proses demokratisasi dalam semua tingkatan di Indonesia ini. Persoalan perbedaan karena banyaknya kader yang menjadi pilihan dalam sebuah kontestasi, itu bisa kita kembalikan kepada masing-masing personal. Karena dalam kaidah fikih pun ada khilafiyah yang melahirkan sebuah perbedaan, tapi tidak perpecahan. 

Yang paling mengasyikkan, beberapa hari yang lalu Putra Mahkota Arab Saudi, Muhammed bin Salman, mengatakan ingin kembali ke "Islam moderat" karena merupakan kunci dalam rencananya untuk memodernisir negara kerajaan itu. Artinya Arab Saudi akan mengadopsi Islam moderat yang di sini dikenal dengan Islam Nusantara yang diperkenalkan oleh NU. Akhirnya Arab Saudi gendeng NU untuk menerapkan Islam Nusantara di negaranya. 

Sehingga, apabila ada sebagian oknum yang selama ini mengolok NU, mencacimaki seenak sendiri, sebaiknya bertanya pada hati kecilnya tentang apa yang sudah dilakukan sebagai kontribusi untuk memberikan perubahan yang lebih baik untuk negara ini. Karena NU sudah banyak berkontribusi sejak Indonesia belum merdeka.

Wallahu a'lam!

Pamekasan, 23 Nopember 2017
*Sekretaris LESBUMI (Lembaga Seni dan Budaya Muslimin Indonesia) PCNU Pamekasan.
Share:

Sunday, November 19, 2017

Diklatsus BARITIM Satkorwil Jatim, Delegasi Pamekasan Terbaik

Tuban – Pasti Aswaja – Pendidikan dan Pelatihan Khusus Banser Maritim (Diklatsus Baritim) yang digelar oleh Satuan Koordinasi Wilayah (Satkorwil) Banser Jawa Timur (Jatim) yang digelar di Tuban sejak Jumat (17/11/17) sudah berakhir, Ahad (19/11/17).

Dari perwakilan delegasi se-Jawa Timur, delegasi Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Satuan Koordinasi Cabang (Satkorcab) Pamekasan terpilih menjadi peserta terbaik.

Hafid, Wakil Kepala Satkorcab Banser Pamekasan mengungkapkan, prestasi luar biasa ini tidak lepas dari dukungan dan doa para kiai dan ulama-ulama NU Pamekasan.

“Alhamdulillah, anggota Banser yang didampingi langsung oleh Kepala Satkorcab Pamekasan (Jamaluddin. Red.), atas berkat doa para guru, para ulama, para kiai, Banser Pamekasan dapat meraih prestasi ini,” kata mantan aktivis PMII Universitas Islam Madura (UIM) Pamekasan ini kepada wartawan.

Sampai berita ini ditrunkan, lima orang delegasi yang diberangkatkan: Khoirul anam, Moh Taufiq, Ismael, Moh. Amin dan Hasan Basri sedang dalam perjalanan pulang ke Pamekasan, Madura. (bor/ahn)
Share:

Tolak Rekomendasi GP. Ansor Jatim, GP. Ansor Pamekasan Nyatakan Netral

Pamekasan – Pasti Aswaja – Menjelang Pemilihan Umum Bupati (Pilbup) Pamekasan tahun 2018 mendatang, pengurus Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) Pamekasan menyatakan menolak terhadap rekomendasi PW. GP Ansor Jawa Timur untuk mendukung salah satu kandidat calon Bupati di Pamekasan.

Hal ini disampaikan oleh Ketua PC. GP Ansor Pamekasan, Fathorrahman pada rapat koordinasi dengan Pimpinan Anak Cabang (PAC) di bawah instruksi Ansor Pamekasan, Ahad (19/11/2017) di kantor Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) setempat, Jl. R. Abd. Aziz, No. 95.

"Pengurus-pengurus Ansor ini, baik di tingkat PC dan PAC, sudah memiliki pandangannya masing-masing terkait kandidat Pilbup Pamekasan," ungkap Fathor di hadapan awak media.

Menurutnya, jika Ansor terlibat dukung-mendukung salah satu kandidat dikhawatirkan akan berimbas terhadap perjalanan organisasi yang dipimpinnya. Hal ini juga didasarkan atas instruksi Rais Syuriah dan Ketua Tanfidziah PCNU Pamekasan kepada seluruh pengurus Lembaga dan Banom di lingkungan NU setempat.

"Instruksi Rais Syuriah dan Ketua Tanfidziah, semua pengurus Lembaga dan Banom NU Pamekasan dilarang terlibat politik praktis secara kelembagaan," pungkas Mantan Aktivis PMII tersebut. (bor/ahn)
Share:

Wednesday, November 15, 2017

Kader PMII Pamekasan Ngopi Bareng Seknas BAANAR

Pamekasan – Pasti Aswaja – Puluhan kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Pamekasan, Madura, Jawa Timur mengikuti kegiatan Ngobrol Perkara Islam (NGOPI) bareng Sekretaris Nasional Badan Ansor Anti Narkoba (Seknas BAANAR), Selasa malam (15/11/2017) di Sekretariat PC. PMII Pamekasan, Jl. Brawijaya No. 52b.

Kegiatan yang merupakan program kerja rutinitas Bidang Keagamaan PC. PMII Pamekasan ini membahas tentang peran PMII dalam menangkal radikalisme.

Dalam kesempatan bicara, Ghufron yang didampungi Mohammad Imron, Bendahara Umum PKC PMII Jawa Timur, menyinggung pengaruh besar media yang dimanfaatkan oleh kelompok radikal-transnasional.

"Karena hampir semua orang saat ini terkoneksi dengan internet yang pengaruhnya luar biasa besar," papar pria yang akrab disapa Gopong tersebut.

Diakhir kesempatan, Gopong mengajak seluruh kader PMII yang hadir untuk juga melawan maraknya penyalahgunaan narkoba.

"Mari ngopi, tinggalkan narkoba," ajak alumni Pondok Pesantren Miftahul Ulum Panyeppen Pamekasan tersebut. (bor/ahn)
Share:

Monday, November 13, 2017

Lawan Narkoba dengan Ngopi Bareng Seknas BAANAR

Pamekasan – Pasti Aswaja – Sekretaris Nasional (Sekmas) Pimpinan Pusan Badan Ansor Anti Narkoba (BAANAR), Ahmad Ghufron Siradj mengajak pemuda Pamekasan, Madura, Jawa Timur untuk melawan narkoba dengan cara unik.

Gopong, sapaan akrab ghufron menggelar Talk Show lawan narkoba sambil ngopi di Waroeng Kampoeng, Jl. Kemuning Pamekasan, Senin (13/11/17) malam.

Menurutnya, perilaku konsumsi kopi saat ini tidak semata sebagai aktivitas rumahan, tetapi juga menjadi bentuk gaya hidup pemuda.

"Kita bisa melihat begitu semarak coffee shop yang menjual jasa tempat meminum kopi. Menariknya, ini tidak semata di kota-kota besar, tetapi berkembang luas ke daerah-daerah juga,” tutur Alumni Pondok Pesantren Miftahul Ulum Panyeppen tersebut kepada awak media.

Gopong melanjutkan, bahwa kegiatan ini sebagai upaya mendorong sikap pemerintah dalam menangkal penyalahgunaan narkoba.

“Sekaligus mewujudkan visi besar revolusi mental dengan dorongan mencetak anak-anak muda produktif yang siap menyongsong masa depan,” imbuhnya pemuda yang kerap disapa Lora Jaman Now ini.

Hadir sebagai pembicara dalam kegiatan tersebit K. M. Faizi Al-Kailan, Sastrawan dan Budayawan Madura. (bor/ahn)
Share:

Saturday, November 11, 2017

Refleksi Hari Pahlawan, PMII STAIMU Hadirkan Seknas BAANAR

Pamekasan – Pasti Aswaja – Dalam rangka memperingati Hari Pahlawan, Pengurus Komisariat PMII STAI-MU Cabang Pamekasan hadirkan Ahmad Ghufron Siradj, Sekretris Nasional Pimpinam Pusat Badan Ansor Anti Narkoba (Seknas PP. BAANAR), Sabtu (11/11/17) di sekretariatnya, Desa Kacok, Palengaan, Pamekasan.

Gopong, sapaan akrab Ghufron Siradj dihadirkan untuk mengisi dialog kepahlawanan dengan Senioritas, Anggota, Kader dan Pengurus Komisariat PMII STAI-MU.

Dalam pemaparannya, Gopong banyak menyinggung tentang pahlawan dan pejuang kemerdekaan yang dilahirkan dari pesantren.

"Saya juga alumni pesantren. Pahlawan jaman now itu harus berjuang mempertahankan Pancasila dari segala bentuk rongrongan. Ada lagi kewajiban kita, yaitu melawan Narkoba. Narkoba itu kampungan,” paparnya.

Hadir pula dalam kesempatan tersebut, Mohammad Imron, Bedahara Umum PKC. PMII Jawa Timur. (bor/ahn)
Share:

Thursday, November 9, 2017

Tolak Radikalisme, Masyarakat Pamekasan Deklarasikan KPS

Pamekasan – Pasti Aswaja – Ratusan masyarakat dari berbagai kalangan melakukan longmarch sambil membawa obor dari Pendopo Ronggosukowati, Jl. Kabupaten menuju Monumen Arek Lancor Pamekasan, Kamis (09/11/2017) malam.

Di monumen yang menjadi simbol perlawanan terhadap penjajah itu mereka menggelar istighatsah untuk para pahlawan dan mendoakan keselamatan bangsa. Hal itu digelar dalam rangka merefleksi Hari Pahlawan tepat tanggal 10 November besok.

Tidak hanya itu, di sana mereka juga mendeklarasikan berdirinya komunitas yang dinamakan Kompolan Pojok Surau (KPS).

Kompolan (bahasa Indonesia: Perkumpulan) itu menurut RPA. Wazirul Jihad, Koordinator KPS, lahir dari hasil pembacaan masyarakat Pamekasan terhadap kondisi Indonesia saat ini.

Mantan aktivis PMII Surabaya yang akrab disapa Ra Wazir itu melanjutkan, tujuan utama lahirnya KPS adalah untuk menangkal radikalisme dengan langkah menyebarkan ajaran Islam yang damai.

"Kita juga ingin mengembalikan citra yang sudah dilekatkan kepada Islam bahwa Islam itu radikal," imbuhnya.

Berbagai elemen masyarakat di Kota Gerbangsalam itu banyak yang bergabung dengan perkumpulan ini mulai dari guru, aktivis, wartawan, akademisi, pelajar, santri, tokoh masyarakat dan lainnya.

"Bahkan ada Doktor yang bergabung dengan kami, dan Insya Allah akan ada juga profesor yang mau bergabung dengan kami," pungkasnya. (ahn/uki)
Share:

Wednesday, October 25, 2017

Puncak HSN 2017, Monumen Arlan Dipenuhi Nahdliyin

Pamekasan - Pasti Aswaja – Ribuan Mahdliyin (Sebutan Warga NU) menghadiri perayaan puncak Hari Santri Nasional (HSN) 2017 yang diselenggarakan oleh Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Pamekasan bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat, Rabu (25/10/2017) malam di Monumen Arek Lancor Pamekasan.

Didasarkan pada daftar hadir yang disediakan oleh Panitia Pelaksana di empat pintu masuk lokasi acara tersebut, ada empat ribu lebih yang terisi. Tidak hanya nahdliyin, masyarakat umum dan pesantren-pesantren se-Pamekasan juga mengerahkan santri-santrinya untuk meramaikan acara tersebut.

Acara yang dikemas dengan pengajian akbar dengan menghadirkan Habib Ubaidillan bin Idrus Al-Habsyi tersebut sekaligus launching Majelis Dzikir dan Shalawat Nahdlatul Ulama (MDSNU) di bawah bimbingan KH. Najibul Khairi, Wakil Ketua PCNU Pamekasan.

Selain itu, kegiatan tersebut juga dirangkai dengan pemberian hadiah atas pemenang lomba Syi'ir Madura, Pidato, Shalawat Al-Banjari, dan lomba Puisi Madura yang digelar dalam rangka menyambut HSN '17.

Acara yang digelar sejak jam 19:00 WIB itu dihadiri oleh segenap jajaran pengurus NU dari berbagai tingkatan, pengurus Lembaga, Banom di lingkungan PCNU Pamekasan. Selain itu tanpak hadir juga jajaran Forpimda di lingkungan Pemerintahan Kabupaten Pamekasan. (bor/ahn)
Share:

Thursday, October 19, 2017

Dua Hari Beruntun Nahdliyin Palengaan Berduka

Pamekasan – Pasti Aswaja – Warga NU (Nahdliyin) Kecamatan Palengaan, Pamekasan, Jawa Timur selama dua hari dirundung duka. Hal ini lantaran dua tokoh NU setempat kembali ke Haribaan Allah SWT. dalam waktu yang hampir bersamaan.

Hari ini, Kamis pagi (19/10/17) Wakil Rais Syuriah Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) setempat, KH. Hasyim Asyari, kembali ke Rahmatullah.

Kiai Hasyim menghembuskan nafas terakhirnya di Puskesmas setempat. Tenaga pengajar di Pondok Pesantren Miftahul Ulum Kebun Baru tersebut berniat untuk berobat, "baru sampai di pintu masuk Puskesmas, beliau jatuh dan meninggal di situ," tutur Rusydi, Sekretaris MWC NU Palengaan.

Sebelumnya, Rabu (18/10/2017), warga NU setempat dikagetkan dengan berita meninggalnya KH. Abdullah Sholeh, Wakil Ketua PC. Lembaga Seni Muslimin Indonesia NU (LESBUMI NI) Pamekasan.

Pengasuh PP. Nurul Jadid, Rombuh, Palengaan ini dikabarkan sakit pasca resepsi puncak perayaan tahun baru Hijriah, Jumat (13/10/2017) malam yang diselenggarakan oleh MWCNU Palengaan di PP. Miftahul Ulum Kebun Baru.

Jenazah Kiai Abdullah dikebumikan tadi pagi di TPU desa setempat. (bor/ahn)
Share:

Saturday, October 14, 2017

Nahdliyin Banjiri Refleksi Tahun Baru Hijriah MWCNU Palengaan

Pamekasan – Pasti Aswaja – Sekitar 3500 warga Nahdlatul Ulama (Nahdliyin) antusias menghadiri acara Refleksi Tahun Baru Hijriah 1439 yang dilaksanakan oleh Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Palengaan, Pamekasan, Madura, Jumat malam (13/10/2017) di Pondok Pesantren Miftahul Ulum Kebun Baru.

Acara yang digelar bersamaan dengan menyambut Hari Santri Nasional 2017 tersebut menghdirkan KH. Ma'ruf Khozin, Pakar ASWAJA NU Center Jawa Timur sebagai penceramah.

Dalam kesempatan menyampaikan sambutan, KH. Afifirrahman, Ketua MWCNU Kecamatan Palengaan mengajak seluruh Nahdliyin untuk terus menjaga persatuan dan kesatuan NKRI.

"Tadi kita sudah bersama-sama menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Syubbanul Wathan sebagai bentuk cinta kita kepada Indonesia," ujar Pengasuh Pondok Pesantren Sekar Anyar tersebut.

Dalam kesempatan yang sama, KH. Taufik Hasyim, Ketua PCNU Pamekasan, menghimbau agar Nahdliyin tetap semangat dalam berdakwah bersama NU.

"NU itu ramah dan santum dengan dakwahnya yang rahmatan lil 'alamin," tegas Alumni Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur tersebut.

Sebelum acara puncak ini, beberapa hari sebelumnya panitia menggelar berbagai macam lomba dan silaturahmi Al-Banjari antar pesantren se-Kecamatan Palengaan. (bor/ahn)
Share:

Thursday, October 12, 2017

Sering Hina NU, GP. Ansor Laporkan FP Generasi Muda NU Jawa Timur

Surabaya – Pasti Aswaja – Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda (PP. GP) Ansor yang diwakili oleh Ahmad Ghufron Siradj didampingi oleh Fathorrahman, Ketua GP. Ansor Pamekasan dan beberapa elemen GP. Ansor Jawa Timur dan Surabaya bersama Ahmad Budi Prayoga, perwakilan Lembaga Bantuan Hukum Nahdlatul Ulama (LBH NU), Kamis siang (12/10/17) mendatangi Direktorat Reserse Kriminal Khusus Kepolisian Daerah Jawa Timur (Dirkrimsus Polda Jatim).

Kedatangan mereka adalah untuk melaporkan akun fans page facebook Generasi Muda NU Jawa Timur yang dinilai sering menyebarkan hatespeech dan menghina Ulama NU dan elemen-elemen NU lainnya.

Selain itu, GP. Ansor juga melaporkan akun facebook Zabib Mochammad yang diduga milik warga Madura dengan kasus yang sama.

Sebagai bukti pelaporannya, mereka membawa barang bukti berupa hasil screenshot postingan yang menyebut “Gus Mus sebagai Pelukis Cabul”, postingan gambar yang berkonten “NU untuk agama Kristen”, hingga meme berbau politis yang dinilai menyinggung simbol negara.

Kader-kader muda NU itu merasa banyak postingan dua akun tersebut telah menyinggung perasaan warga nahdliyin hingga mereka merasa perlu untuk mengambil langkah hukum. (bor/ahn)
Share:

Monday, October 9, 2017

Mbah Moensif Hadiri Pelantikan PC. PMII Pamekasan

Pamekasan – Pasti Aswaja – KH. Moensif Nachrowi (Mbah Moensif), salah satu tokoh dari 13 pendiri Pergerakan Mahasiswa Islam Indinesia (PMII) hadiri resepsi pelantikan Pengurus Cabang (PC) PMII Pamekasan, Ahad malam (08/09/17) di Gedung Serba Guna Pamekasan.

Mbah Moensif sengaja diundang oleh Panitia Pelaksana untuk menyampaikan orasi pergerakan bertemakan "Menyoal Kembali Peranan PMII".

"Karena kami sadar, bahwa gerakan-gerakan yang dilakukan oleh kader PMII harus sesuai dengan cita-cita para pendirinya," ujar Muhammad Abror, Ketua Panitia Pelaksana.

Sementara itu, Ketua Umum PC. PMII Pamekasan, Fadil mengharap agar kehadiran Pendiri PMII ini mampu memberikan tambahan semangat kepada kader-kader PMII Pamekasan.

"Beliau (Mbah Moensif. Red.) yang sudah berusia 83 tahun saja masih memiliki semangat tinggi dalam ber-PMII. Semoga semangat yang dimilikinya mengalir kepada kader-kader di sini," harapnya. (ahn/fiq)
Share:

Tuesday, October 3, 2017

SAJADAH Pamekasan Santuni Anak Yatim dan Dhuafa

Pamekasan – Pasti Aswaja – Komunitas SAJADAH (Silaturahmi Remaja Pecinta Dhuafa) yang bergerak di bidang sosial bersama dengan Ershi Community dan Alumni SMPN 1 Pamekasan yang bekerjasama dengan Kelurahan Gladak Anyar Pamekasan menggelar Santunan Anak Yatim dan Dhuafa dalam rangka memperingati Tahun Baru Hijriah 1439, Ahad (01/09/2017) di Kantor Kelurahan Gladak Anyar.

Acara yang menghadirkan 125 anak yatim itu merupakan agenda tahunan yang biasa dilalsanakan oleh Komunitas SAJADAH dan Kelurahan Gladak Anyar. Hal ini sebagaimana diungkapkan oleh Wahyu Agung Utama, salah satu perwakilan Komunitas SAJADAH.

“SAJADAH aktif terlibat kerjasama dengan kelurahan Gladak Anyar untuk kegiatan tahunan santunan anak yatim dalam rangka tahun baru Islam sejak tahun 2015,” ujar pria yang juga Bendahara PC. LPTNU Pamekasan tersebut.

Kegiatan tersebut juga diisi dengan ceramah agama yang disampaikan oleh KH. Ahmad Baidhowi Absor yang banyak membahas tentang hikmah tahun baru dan renungan menyongsong usia yang semakin berkurang.

“Maka dari itu, kita harus bersyukur dapat melaksanakan kegiatan santunan anak yatim ini. Semoga jadi manfaat dan bekal bagi kita semua dalam menghadapi kehidupan akhirat,” jelas Kiai Baidhowi dalam ceramahnya.

Hadir dalam kegiatan tersebut Lurah Gladak Anyar, Ketua RW 03 Kel. Gladak Anyar, takmir Musholla Jannatun Na'im dan Ketutua RT. 01,02 dan 03 RW. 03 Kel. Gladak anyar serta para donatur. (bor/ahn)
Share:

Saturday, September 30, 2017

LKNU Pamekasan Ajak Nahdliyin untuk Hidup Sehat

Pamekasan – Pasti Aswaja – Ketua Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) Pamekasan, H. Syaifuddin mengajak segenap warga nahdliyin Pamekasan, khususnya nahdlyin di Kecamatan Palengaan, untuk senantiasa menerapkan pola hidup sehat.

Ajakan tersebut disampaikan pada agenda kunjungan kerja Pengurus Cabang (PC) LKNU Pamekasan ke pengurus Majelis Wakil Cabang (MWC) NU Kecamatan Palengaan, Sabtu (30/09/2017) di Aula Gedung MWCNU Palengaan, Kacok, Palengaan, Pamekasan.

Mantan Kepala Puskesmas Palengaan ini menyebutkan, bahwa negara ataupun daerah yang sehat dan sejahtera bisa dilihat dari minmnya warga setempat yang terjangkit penyakit.

Menurut Ketua Ikatan Dokter Indonesia Kabupaten Pamekasan ini, setiap tahun terdapat 600-700 orang di Pamekasan mengidap TBC dan 300-400 orang mengidap kusta.

"Belum lagi kematian ibu melahirkan, kematian bayi, dan lain semacamnya. Semuanya itu menjadi indikator kesejahteraan suatu daerah," ucap pria yang juga Pegawai Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pamekasan tersebut.

Di Pamekasan, lanjutnya, sebagian besar adalah warga NU. Dengan demikian, kemungkinan besar dari angka yang ia sebutkan itu terdapat warga NU.

Kegiatan yang dihadiri oleh seluruh Banom, Lembaga dan PRNU di lingkungan MWC NU Palengaan ini merupakan tindak lanjut dari penandatangan MoU Promotif dan Preventif Kesehatan antara PCNU Pamekasan dan Dinkes setempat. (bor/ahn)
Share:

Monday, September 25, 2017

PMII Komisariat STAIN Pamekasan Akan Punya 3 Rayom

Pamekasan – Pasti Aswaja – Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC. PMII) Pamekasan, Jawa Timur, Ahad pagi (24/09/2017) mendeklarasikan 3 Rayon Persiapan di lingkungan PMII Komisariat STAIN Pamekasan. Deklarasi dilaksanakan di Aula Islamic Center setempat, sekaligus acara Pembukaan Rapat Tahunan Komisariat (RTK) ke-32 dan Peresmian Kantor Komisariat PMII STAIN Pamekasan.

3 Rayon Persiapan yang dideklarasikan tersebut adalah Rayon Persiapan Fakultas Tarbiyah (Fatar), Rayon Persiapan Fakultas Syari'ah (Fasya), dan Rayon Persiapan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam(Febi).

Menurut Fadil, Ketua Umum PC. PMII Pamekasan, deklarasi tersebut merupakan bentuk progresifitas PMII di lingkungan Komisariat STAIN Pamekasan.

"Jadi, langkah ini juga selaras dengan master plan PC. PMII Pamekasan periode 2017-2018, bahwa kaderisasi merupakan suatu hal yang prioritas," ujarnya setelah acara.

Lebih lanjut, sesuai dengan konstitusi, PMII Pamekasan akan berkirim surat pemberitahuan kepada Pengurus Koordinator Cabang (PKC) PMII Jawa Timur selambat-selambatnya satu bulan kedepan.

"Karena itu memang prosedur yang ada dalam Peraturan Organisasi PMII," pungkas kader PMII Universitas Madura (Unira) ini. (ahn/bor)
Share:

Sunday, September 24, 2017

Pagar Nusa Pamekaaan Gelar Pelatihan Khusus Pelatih se-Madura

Pamekasan – Pasti Aswaja – Pimpinan Cabang (PC) Pencak Silat Nahdlatul Ulama (PSNU) Pagar Nusa Pamekasan menggelar pelatihan khusus untuk para pelatih Pagar Nusa se-Madura, Minggu (24/09/17) pagi. Acara yang digelar atas instruksi pengurus Pimpinan Wilayah (PW) IPSNU Pagar Nusa Jawa Timur itu dalam rangka penyeragaman jurus dan peningkatan keterampilan pelatih saat mengajarkan jurus dan gerakan dalam Pagar Nusa.

Sebanyak 28 peserta delegasi dari 4 Cabang PSNU Pagar Nusa se-Madura terlihat sangat seriud mengikuti materi demi materi dalam acara itu.

"Mungkin karena ini baru pertama diadakan dan mereka ikuti," kata Salman, Ketua PC. IPSNU Pagar Nusa Pamekasan, melalui rilisnya.

Hadir sebagai pembicara dalam kegiatan yamg dilaksanakan di Pon. Pes. Sabilul Muttaqin Desa Buddagan, Pademawu itu, KH. Zainal Suwari, anggota Majelis Pendekar Pagar Nusa.

"Acara ini adalah langkah konkret bagi Pagar Nusa, dan menjadi angin segar, di saat kami kewalahan memenuhi permintaan lembaga-lembaga pendidikan untuk dibuka latihan pencak silat Pagar Nusa. Para calon pelatih inilah yang akan kami distribusikan nantinya," pungkas Salman. (ahn/bor)
Share:

Saturday, September 23, 2017

SR Bantu Bayi Najmi Pengidap Hydrocephalus Permagna


Pamekasan – Pasti Aswaja – Sedekah Rombongan (SR) memberikan santunan untuk bayi Moh. Najmi (1) pengidap Hydrocephalus (Hidrosefalus) Permagna, Jumat (22/09/17). Anak pasangan Abdul Muni (37) dan Hozaimah (36) ini sejak dalam kandungan oleh dokter sudah didiagnosa mengidap kelainan pada tumbuh kembamg kepalanya.

Dari hasil diagnosa itu dokter menyarankan kepasa Muni supaya proses bersalin Hozaimah melalui operasi caesar. Munipun menerima saran tersebut.

Setelah operasi selesai bayi Najmi diperiksa oleh dokter, dan disarankan supaya bayi tersebiy segera dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Soetomo Surabaya. Setelah dibuatkan jaminan kesehatan BPJS Kelas III, Najmi segera dibawa ke Surabaya untuk dilakukan tindakan pengobatan lebih lanjut.

"Saya sempat merasa sedih, karena biayanya tidak sedikit. Pendapatan saya sebagai buruh tani tidak menentu. Istri saya juga tidak kerja dan semenjak dek Najmi sakit, istri saya harus fokus merawat dek Najmi," tutur Muni.

Selain menggung beban perwatan Najmi, Muni juga harus menanggung kebutuham sehari-hari dua anaknya yang masih sekolah.

Saat SR mendatangi Najmi di kediamannya, Dusun Nyabangan, Desa Larangan Slampar, Kecamatan Tlanakan, Pamekasan, Jawa Timur, dia sudah berusia 11 bulan dengan kondisi kepala yang sudah sangat besar.

Keterbatasan biaya dan kebutuhan lainnya membuat keluarga kurang sejahtera itu pasrah dengan kondisi tersebut, dan memutuskan untuk tidak melanjutkan pengobatan secara medis ke Surabaya.

"Terimakasih Sedekaholic (sebutan untuk anggota SR. Red.) yang telah membantu dek Najmi," kata Muni saat menerima donasi sebesar satu juta setengah dari SR. 

Hidrosefalus adalah penyakit yang terjadi akibat gangguan aliran cairan di dalam otak (cairan serebro spinal) atau akumulasi cairan serebrospinal dalam ventrikel serebral, ruang subarachnoid, atau ruang subdural. Gangguan itu menyebabkan cairan tersebut bertambah banyak yang selanjutnya akan menekan jaringan otak di sekitarnya, khususnya pusat-pusat saraf yang vital. (ahn/bor)
Share:

Monday, September 18, 2017

Umam Pimpin PMII STAI-MU Setelah Kalahkan Imam

Pamekasan – Pasti Aswaja – Pengurus Komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PK. PMII) Sekolah Tinggi Agama Islam Miftahul Ulum (STAI-MU) Cabang Pamekasan telah menyelesaikan Rapat Tahunan Komisariat (RTK) ke-12 untuk menyusun program dan memilih ketua baru di Sekretariatnya, Kacok, Palengaan, Pamekasan, Minggu (17/09/17) sore.

Dari hasil pemilihan, kader dan anggota PMII STAI-MU mempercayai Hoirul Umam menjadi Ketua setelah ia berhasil meraih suara terbanyak dan mengungguli Imam Barizy pada tahap kedua pemilihan.

Imam dan Umam menjadi calon tetap setelah melalui tahap penjaringan bakal calon. Keduanya berhasil meraih suara dengan batas minimal 6 dari 21 jumlah suara keseluruhan.

Berikut hasil perolehan suara pada pemilihan Ketua Komisariat PMII STAI-MU.

Tahap pemilihan bakal calon: Imam Barizy (6 suara), Hoirul Umam (9 suara), Mohammad Sayyidi (3 suara), Ahmad Jayadi (2 suara), dan Sitti Mahmudah (1 suara).

Tahap pemilihan calon: Imam Barizy (7 suara) dan Hoirul Umam (14 suara). (ahn/bor)
Share:

Friday, September 15, 2017

Hampir 24 Juta Rupiah Akan Disalurkan PMII Pamekasan Untuk Rohingya

Pamekasan – Pasti Aswaja – Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC. PMII) Pamekasan menggelar penggalangan dana untuk etnis Rohingya. Aksi solidaritas yang digelar sejak Jumat (08/09/17) itu diakhiri dengan doa bersama, Kamis (14/08/17) malam.Hasil penggalangan dana selama seminggu itu, setelah dikalkulasi pada Jumat malam (15/09/17), dana yang terkumpul sebanyak Rp. 23.856.000 (Dua Puluh Tiga Juta Delapan Ratus Lima Puluh Enam Ribu Rupiah).

Fadil, Ketua Umum PC. PMII Pamekasan, berterima kasih kepada semua pihak yang turut berpartisipasi meringankan beban etnis Rohingya.

"Alhamdulillah, barakallah. Terima kasih kepada seluruh pihak yang sudah ikut andil dalam penggalngan ini. Semoga kita mendapatkan ganjaran yang setimpal," ucapnya di Sekretariat PC. PMII Pamekasan, Jl. Brawijaya no. 52b Pamekasan.

Hasil dari penggalangan dana ini, menurut Fadil, akan disalurkan melalui Pengurus Besar PMII. (bor/ahn)
Share:

Bersama LPTNU, SR Santuni Anak-Anak Dhuafa

Pamekasan – Pasti Aswaja – Sedekah Rombongan (SR) menggandeng Pengurus Cabang (PC) Lembaga Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPTNU) Pamekasan untuk menyantuni anak terlantar, anak jalanan dan anak yatim yang ada di Panti Asuhan An-Nidhomiyah, Jl. Stadion II, No. 17b, Barurambat Kota, Pamekasan, Jumat (15/09/17) pagi.

Menurut Wahyu Agung Utama, Bendahata LPTNU Pamekasan, bakti sosial ini adalah kegiatan rutinan yang biasa digelar setiap 3 bukan sekali di Panti Asuhan An-Nidhomiyah.

"Tidak adanya donatur tetap dan bantuan terbatas dari pemerintah masih belum cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-sehari anak-anak panti tersebut. Kondisi ini membuat pengurus panti kebingungan mencari bantuan dana untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari anak-anak asuhnya,” tuturnya.

Masih menurut Wahyu, panti asuhan yang berdiri di atas lahan seluas 726 M² itu menanggung semua kebutuhan anak-anak mulai dari pendidikan, makan, serta kebutuhan lainnya. Sedangkan bantuan dari pemerintah terbatas dan tidak mencukupi. Bahkan, satu karung beras hanya cukup untuk beberapa hari saja.

“Semoga bantuan Sembako dan uang yang sedikit ini bisa membantu meringankan beban panti,” pungkasnya.

Sekedar informasi, Panti Asuhan An-Nidhomiyah merupakan panti asuhan yang diketuai oleh H. Moh. Aliyulhaq, MS (27), yang sekarang menjabat sebagai pengurus PSNU. Pagar Nusa Pamekasan. Panti ini menampung anak-anak yatim, piatu, yatim-piatu dan anak anak dari keluarga yang kurang mampu.

Saat ini ada 97 anak dari tingkat TK-SMA. Sebagian besar mereka juga bersekolah di SMP dan SMA yang masih satu yayasan dengan panti sehingga anak-anak tidak memiliki kendala dalam hal transportasi antara asrama dan sekolah," papar Ra Ulhaq, sapaan akrabnya.

Keinginan agar anak-anak asuh panti bisa mendapatkan pendidikan dan harapan agar mereka kelak bisa menjadi pribadi yang mandiri, berakhlak mulia dan bisa memberi manfaat bagi sekitarnya membuat para pengurus panti tidak putus asa.

"Apalagi bila melihat minat belajar anak-anak asuh yang sangat tinggi,” lanjut Ra Ulhaq.

Bantuan yang disalurkan SR akan dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan harian para anak asuh, berupa beras dan kebutuhan pokok lainnya.

“Terimakasih Sedekaholic (sebutan untuk anggota SR. Red.) yang telah membantu adik-adik ini untuk terus bisa belajar malalui bantuan yang diberikan,” pungkasnya. (ahn/uki)
Share:

Wednesday, September 13, 2017

Titin Dipercaya Pimpin PMII Komisariat UIM Pamekasan

Pamekasan – Pasti Aswaja – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Universitas Islam Madura (UIM) Pamekasan baru saja menyelesaikan Rapat Tahunan Komisariat (RTK) ke-30, Rabu siang (13/09/2017) di Musholla "Pergerakan" Ibrohimy, Bettet, Pamekasan.

Dari hasil sidang pemilihan Ketua Komisariat, terpilihlah Titin Maimunah secara aklamasi. Titin berhasil meraih 7 suara dari 11 suara keseluruhan pada tahap penjaringan bakal calon.

Sesuai kesepakatan peserta sidang yang terdiri dari 4 Rayon di bawah garis instruksi PMII UIM, bakal calon yang mendapatkan minimal 6 suara berhak maju sebagai calon Ketua Komisariat PMII UIM Cabang Pamekasan.

Untuk diketahui, Titin merupakan perempuan kedua yang memimpin PMII UIM setelah pada tahun 2005 lalu Sukronia Puteri menakhodai organisasi kemahasiswaan berhaluan Aswaja An-Nahdliyah tersebut.

Berikut hasil pelorehan suara: Aan NQ (1 suara), Titin Maimunah (7 suara), Holili (1 suara), Imam Bukhori (1 suara), Soleh Baresi (1 suara). (bor/ahn)
Share:

Monday, September 11, 2017

Bersama Ansor, Umat Budha Pamekasan Kecam Tragedi Kemanusiaan di Rakhine

Pamekasan – Pasti Aswaja – Pengurus Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor (PC. GP. Ansor) Pamekasan megeluarkan pernyataan sikap bersama perwakilan umat Budha Pamekasan terkait tragedi kemanusiaan yang menimpa etnis Rohingya di Rakhine, Myanmar. Dengan didampingi perwakilan Polres dan Kodim setempat, Fathorrahman selaku Ketua PC. GP. Ansor Pamekasan dan Kosala Mahinda selaku Kepala Vihara Avalokitesvara Candi, Talang, Pamekasan menandatangani kesepakatan hitam di atas putih.

Penandatanganan itu, menurut Kosala, merupakan bentuk keperihatinanannya terhadap tragedi kemanusiaan yang menimpa etnis Rohingya di Rakhine Myanmar.

"Intinya, kami mengutuk kekerasan yang terjadi di Myanmar. Itu tidak bisa dibenarkan. Tidak ada agama yang mengajarkan kekerasan," kata Kosala kepada wartawan sesaat setelah penandatanganan pernyataan sikap di Kantor PC. GP. Ansor Pamekasan, Jl. R. Abd. Aziz, No. 95 Pamekasan, Senin (11/09/2017).

Dalam kesempatan yang sama, Fathor juga mengecam kejadian yang menimpa Muslim Rohingya. Menurutnya, kejadian di Myanmar bukan masalah agama murni.

"Yang perlu diketahui sebelum pernyataan ini adalah bahwa tragedi kemanusiaan yang menimpa Muslim Rohingya adalah permasalahan geopolitik. Itu persoalannya. Dan apapun alasannya, kekerasan tidak bisa dibenarkam," tutur Dosen Universitas Madura (Unira) Pamekasan itu yang akrab disapa Paong.

Pria bertubuh gempal tersebut menambahkan, bahwa kekerasan yang dilakukan oleh oknum umat Budha di Rakhine tidak bisa dijadikan alasan untuk menjustifikasi umat Budha Indonesia.

"Tidak logis jika umat Budha Indonesia disamakan dengan oknum umat Budha di Rakhine State," lanjutnya.

Setelah penandatanganan pernyataan sikap, Kosala Mahinda bersama pengurus GP. Ansor Pamekasan menggalang dana kemanusiaan untuk etnis Rohingya di sepanjang jalan R. Abd. Aziz bersama pengurus Ansor.

Sebagai bentuk kepedulian, Kosala juga memberikan sumbangan dana melalui PC. GP. Ansor Pamekasan untuk membantu meringankan beban korban tragedi kemanusiaan yang menimpa etnis Rohingya. (bor/ahn)
Share:

Saturday, September 9, 2017

Rosi "Carpak" Dipercaya Pimpin PMII Komisariat Al-Khairat

Pamekasan – Pasti Aswaja – Pengurus Komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PK. PMII) Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Khairat Cabang Pamekasan menyelenggarajan sidang Rapat Tahunan Komisariat (RTK) ke-XI, Sabtu (09/08/17) di SDN Palesanggar IV, Pegantenan, Pamekasan.

Setelah melalui proses panjang, peserta sidang mempercayai Fathor Rosi sebagai Ketua Komisariat PMII Al-Khairat masa khidmat 2017-2018 secara aklamasi.

Carpak, sapaan akrab Rosi, meraih 29 suara mengungguli Syaiful Bahri yang memperoleh 6 suara, Solehuddin 2 suara dan Wahyudi 1 suara.

Perolehan suara itu membuat Carpak kaget. Ia tidak percaya bisa memperoleh suara sebanyak itu.

"Walau demikian, saya atas nama pribadi mengajak sahabat-sahabat sekalian untuk bersama-sama mengabdi untuk PMII," ungkapnya.

Untuk diketahui, pada periode sebelumnya, Carpak menjabat sebagai Sekretaris Komisariat PMII Al-Khairat Pamekasan. (ahn/bor)
Share:

Masyarakat Pamekasan Antusias Bantu Etnis Rohingya

Pamekasan – Pasti Aswaja – Aksi kemanusiaan yang digelar Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC. PMII) Pamekasan untuk etnis Rohingya disambut positif oleh warga Pamekasan. Hal ini terbukti dari dana yang terhimpun. (Baca juga: PMII Pamekasan Gelar Aksi Kemanusiaan Untuk Rohingnya)

"Alhamdulillah, di hari pertama kita berhasul mengumpulkan dana sebanya Rp. 4.909.700. Ini membuktikan bahwa solidaritas masyarakat di Pamekasan sangat tinggi," ungkap Ketua Umum PC. PMII Pamekasan, Fadil, Sabtu (09/09/2017) pagi di Sekretariat PC. PMII Pamekasan, Jl. Brawijaya No. 52b Pamekasan.

Fadil menuturkan bahwa aksi yang digelarnya itu akan dilaksanakan selama 6 hari berturut-turut.

"Kalau cuma dana 4 juta itu sangat sedikit untuk membantu mereka," tuturnya.

Pemuda asal Sumenep ini melanjutkan bahwa tindak kekerasan tidak bisa dibenarkan apapun alasannya.

"Kekerasan hanya akan melahirkan kesedihan dan kesengsaraan. Coba bayangkan nasib anak-anak yang ditinggalkan oleh orang tuanya. Makanya, apapun alasannya (kekerasan. Red.) itu tidak bisa dibenarkan," katanya, seperti dilansir NU Online Pamekasan.

Fadil mengajak seluruh masyarakat Pamekasan untuk berpartisipasi meringankan beban koraban tragedi kemanusiaan yang menimpa etnis Rohingya.

"Mari kita ulurkan tangan untuk saudara-saudara Etnis Rohingya yang saat ini sangat membutuhkan bantuan dari seluruh dunia, termasuk masyarakat Pamekasan," pungkasnya. (ahn/bor)
Share:

Home Style

Contact Form

Name

Email *

Message *

Ads

Ads

Latest News

Popular Posts

Blog Archive