Thursday, January 26, 2017

Kang Said dan Habib Rizieq Dua Benteng Aswaja

Oleh: Imron Rosyadi

Bismillahirrohmanirrohim.

Pantang bagi saya untuk membenci Al Habib Muhammad Rizieq bin Husein Syihab, sebagaimana pantang bagi saya untuk membenci Prof. Dr. KH. Said Aqil Siradj, MA,

Anda mau membenci salah satu atau keduanya langsung, silahkan itu hak anda, tapi jangan paksa saya untuk membenci salah satu atau bahkan sampai membenci keduanya.

Di dalam beberapa hal saya sering berbeda pandangan terhadap keduanya, tetapi tidak lantas membuat saya langsung membenci begitu saja.

Saya paham betul, saya menyukai Habib Rizieq Shihab selain karena beliau dzurriyyatur Rasul (keturunan Rasulullah) juga saya sering menyimak isi tausiyah-tausiyahnya yang sarat keilmuan dengan rujukan-rujukan kitab Aswaja, beberapa kali bertemu secara langsung uraian hikmah yang beliau paparkan dengan santun dan jelas.

Begitu juga dengan KH. Said Aqil Siradj, beliau bak seperti kitab kuning berjalan, dalam beberapa kesempatan menyimak tausiyah beliau secara langsung, seringkali beliau memaparkan dengan hafal betul berdasarkan teks asli dalam sebuah Kitab dengan penjelasan makna lengkap dengan juz berapa dan halaman berapa.

Terkait beberapa hal yang kurang enak didengar dari beliau berdua, saya menganggap hal itu akibat pemberitaan-pemberitaan yang berbau fitnah, hasutan, cacian, dan hinaan sehingga tersulut akan emosi sebuah keadaan.

Awalnya saya khawatir sejak kejadian 411 dan 212, saya menduga Habib Rizieq Syihab hanya dimanfaatkan oleh kelompok-kelompok pembenci Aswaja dengan dalih menyatukan Umat Islam, dibuatlah 'branding' Habib Rizieq Syihab sebagai ujung tombak dalam situasi ini.

Tetapi kekhawatiran saya berubah drastis, ketika tanggal 2 Desember 2016, bayangkan ratusan ribu Umat Islam yang dulunya membenci maulid nabi pada saat itu ikut serta dalam mengagungkan Rasulullah melalui syair-syair shalawat yang sebagian dari umat Islam menganggap sebagai bid'ah sesat dan menyesatkan.

Beliau berhasil menyatukan jutaan umat Islam dari berbagai madzhab, aliran, ormas, kelompok, dan golongan umat Islam pada saat itu, sehingga tidak heran jika saat ini beliau sedang disasar untuk dijatuhkan melalui berbagai permasalahan.

Tak beda jauh dengan KH. Said Aqil Siradj, anda mungkin banyak yang membenci akibat hasutan-hasutan dan fitnahan-fitnahan yang sering menimpa beliau. 

Perlu anda ketahui bahwa beliau adalah Ketua Umum PBNU yang sah dan legal telah direstui oleh para kiai-kiai sepuh yang tidak diragukan lagi kapasitas kealimannya melalui wadah Ahlul Halli Wal 'Aqdi yang terdiri dari 9 Ulama Sepuh diantaranya:

  1. KH Makruf Amin dari Jakarta 
  2. KH Nawawi Abdul Jalil dari Pasuruan 
  3. Tuan Guru Turmudzi dari NTB 
  4. KH Kholilul Rahman dari Kalimantan Selatan 
  5. KH Dimyati Rois dari Jawa Tengah 
  6. KH Syaikh Ali Akbar Marbun dari Medan 
  7. KH Maktum Hannan dari Cirebon 
  8. KH Maemun Zubair dari Jawa Tengah 
  9. KH Mas Subadar dari Pasuruan   

Saran saya, anda tidak usah ikut-ikutan membagikan berbagai berita negatif yang anda sendiri belum tahu akan kebenarannya. Saya berbicara atas nama pribadi, tidak mewakili siapapun, dan tidak mewakili apapun.

Mungkin saya berbeda pandangan dengan sebagian dari anda, silahkan jika anda ingin membenci saya, tapi saya sangat berusaha untuk tetap tidak membenci anda.

Tidak usah eyel-eyelan antara pecinta kiai dan pecinta habaib.

Yang jelas orang NU tulen pasti cinta habaib, dan para habaib juga pasti mencintai NU.

Jangan terpengaruh hasutan-hasutan yang bertujuan untuk menghancurkan Nahdlatul Ulama dengan membenturkan antara NU dan para habaib.

Anda mau mengikuti pandangan saya? Silahkan. Anda berbeda pandangan dengan saya? Juga silahkan.

Gunakanlah sosial media dengan bijak dan santun.
-- Tegal, 25 Januari 2017 --
Share:

0 comments:

Post a Comment

Home Style

Contact Form

Name

Email *

Message *

Ads

Ads

Latest News

Popular Posts