• This is default featured slide 1 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 2 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 3 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 4 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 5 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Monday, February 27, 2017

Pererat Silaturahmi, PCNU Pamekasan "Bakar-Bakar"

Pamekasan – Pasti Aswaja – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Pamekasan adakan kegiatan bakar-bakar ayam dan ikan untuk memperkokoh silaturahmi antar pengurus, Senin malam (27/02/17) di Kantor PCNU, Jl. R. Abd. Aziz no. 95 Pamekasan.

Acara bakar-bakar ini, menurut KH. Taifiq Hasyim, Ketua PCNU Pamekasan merupakan upaya untuk terus meningkatkan semangat pengurus dalam berjuang bersama NU.

"Alhamdulillah, kita bisa hadir dalam acara bakar-membakar, yakni bakar kalori, bakar asam urat, terlebih bakar semangat," ujarnya saat memberikan sambutan, disambut riuh tawa seluruh pengurus yang hadir.

Alumni Pesantren Lirboyo, Kerdiri ini menambahkan, kegiatan semacam ini, meskipun tidak terlalu formal memiliki tujuan yang luar biasa.

"Pertemuan ini adalah upaya untuk memupuk kebersamaan dan upaya untuk memupuk rasa memiliki, bahwa kita adalah satu keluarga," sambungnya.

Acara ini kemudian dilanjutkan dengan rangkaian pra-Harlah Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) yang ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh Kadarisman, Ketua IPNU Pamekasan yang diberikan kepada Ketua PCNU Pamekasan. (bor/ahn)
Share:

Friday, February 24, 2017

PMII UNIRA Gelar Sekolah Gerakan dan Temu Kultur

Pamekasan – Pasti Aswaja – Pengurus Komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Universitas Madura (PK. PMII UNIRA) Cabang Pamekasan gelar Sekolah Gerakan se-Madura dan Temu Kultur Alumni PMII UNIRA.

Acara dengan tema "Rekonstruksi Gerakan PMII" ini diawali dengan Pembukaan yang dilaksanakan Jumat malam (24/02/17) di Aula Kantor PC. Muslimat NU, Jl. R. Abd. Aziz no. 95 Pamekasan.

Selanjutnya, peserta Sekolah Gerakan akan mengikuti materi di Kantor KNPI, Jl. Segara Pamekasan selama dua hari kedepan.

"Mulai besok (Sabtu pagi.red) sampai Minggu sore peserta akan mulai mengikuti materi, tapi tempatnya bukan di sini (Kantor Muslimat NU. Red.)," jelas Samsul Arifin, Ketua Komisariat PMII UNIRA kepada Pasti Aswaja.

Sementara itu, Miftahul Munir, Ketua Umum Pengurus Cabang PMII Pamekasan mengemukakan apresiasinya terhadap kegiatan ini. Selain itu, Mantan Ketua Komisariat PMII STAI-MU ini berharap, agar kegiatan semacam ini tidak hanya sebatas seremonial semata.

"Semoga saja kegiatan ini menghasilkan output luar biasa dan juga bisa menciptakan benih-benih kader nyata yang mampu menciptakan perubahan sosial," jelasnya kepada Pasti Aswaja setelah memberikan sambutan.

Sampai berita ini diturunkan, masih berlangsung acara temu kultur antara anggota, kader, Pengurus Rayon, Pengurus Komisariat dan senioritas PMII UNIRA Pamekasan. (bor/ahn)
Share:

Wednesday, February 22, 2017

Al-Zastrouw: "Langkah PBNU Sudah Tepat"

Pasti Aswaja – Ngatawi Al-Zastrouw, mantan Ketua Pimpinan Pusat Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia Nahdlatul Ulama (PP. LESBUMI NU) periode 2004-2009 menilai langkah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) saat ini dalam menyikapi beberapa hal yang berkaitan dengan kondisi Indonesia sudah tepat. Hal ini disampaikan dalam wawancara ekslusif dengan Redaktur Pelaksana Pasti Aswaja, Muhammad Abror, Rabu (22/02/17).


Menurut pria yang akrab mengenakan blangkon ini, sikap PBNU sudah tepat menjaga dan tetap berada di tengah-tengah (tawassuth) dari berbagai tarikan kepentingan politik.

"Sehingga bisa menjadi benteng keutuhan bangsa dari rongrongan berbagai macam ideologi dan kepentingan politik," paparnya.

Namun, Pria kelahiran Pati, 27 Agustus 1966 ini menyayangkan beberapa cara yang diambil oleh PBNU dalam melakukan koordinasi dan konsolidasi.

Menurutnya, PBNU terlalu lemah, sehingga banyak oknum yang main secara individual dengan memanfaatkan kegaduhan suasana dan kelemahan sistem yang ada di PBNU, "akibatnya, sulit dibedakan antara sikap dan pendapat individu dengan organisasi," sambungnya.

Alumni IAIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta ini juga mengapresiasi dukungan PBNU terhadap pemerintah dalam "kisruh" PT. Freeport yang terjadi belakangan ini.

"Ini tepat, sesuai dengan amanah MUNAS NU di Kempek, dimana NU harus ikut menjaga bumi dan air kekayaan alam Indonesia sebagai wujud tanggung jawab warga negara demi terciptanya kesejahteraan rakyat," tegasnya.

Zastrouw berharap, agar NU tetep menjadi benteng NKRI, berwibawa dan menjadi rujukan bagi bangsa Indonesia.

"Untuk itu, NU harus solid dan pengurusnya orang-orang yang berkarakter dan mumpuni," tandasnya. (bor/ahn)
Photo source: Mistik Indonesia
Share:

Sunday, February 19, 2017

Mahasiswa Buleleng Deklarasikan Berdirinya PMII

Buleleng – Pasti Aswaja – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) cabang Buleleng menggelar seminar kebangsaan, Minggu (19/02/17) di Rumah Makan Mana Lagi 2 Singaraja.

Acara itu merupakan rangkaian deklarasi berdirinya organisasi kemahasiswaan NU tersebut.

Mohammad Imron saat menandatangani Prasasti Deklarasi PMII Buleleng, Bali.
Meskipun mereka menjadi komunitas minoritas, tapi hal itu tidak menyurutkan semangat dan soliditas mereka.

"Saya sangat bangga melihat semangat, kekompakan dan soliditas yang ditunjukkan sahabat-sahabat Buleleng, Bali," kata Mohammad Imron, Bendahara Umum PMII Jawa Timur, saat menghadiri acara itu.

"Baru deklarasi saja, soliditas dan manajemen acaranya sudah luar biasa," imbuh mantan Ketua Umum PMII cabang Pamekasan ini. "Semoga PMII Buleleng ke depan semakin menunjukkan progres yang baik dan terus meningkat," lanjut Ron, sapaan akrabnya, melanjutkan.

Menurut pemuda berzodiak Taurus ini yang tidak kalah penting dari semua itu adalah tugas PMII dalam menjaga citra agama dan keutuhan NKRI serta membentengi Pancasila dari segala bentuk gangguan.

Pelaksanaan deklarasi ini, menurut Ron, merupakan komitmen PMII Jawa Timur dalam rangka pemerataan kaderisasi, "PMII harus berdiri di setiap kampus yang ada di wilayah kerja PMII Jawa Timur. Tanpa terkecuali," ujarnya penuh semangat, mengakhiri wawancara dengan Pasti Aswaja.

Deklarasi itu kemudian ditutup dengan penandatanganan prasasti oleh Ron selaku perwakilan PMII Jawa Timur, Dr. Suseko Zuhri Ernada selaku Majelis Pembina Daerah PMII Jawa Timur dan perwakilan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Buleleng.

Untuk diketahui, sekalipun Bali adalah provinsi, tapi PMII Bali berada di bawah garis instruksi PMII Jawa Timur. Dengan didekrasikan PMII cabang Buleleng ini, maka sudah ada 32 cabang PMII di bawah instruksi PMII Jawa Timur. (ahn/uki)
Share:

Maulid Nabi dan Haul Kiai

Oleh: Mbah Yai Ahmad Musthofa Bisri)

Haul dilakukan dengan memperingati hari wafat seorang kiai, bukan karena dzurriyah-nya tidak tahu hari kelahiran kiai tersebut. Priyayi yang diperingati hari lahirnya hanya 3, yakni Kanjeng Nabi Isa AS, Kanjeng Nabi Muhammad SAW, dan Ibu Kartini. Itu karena kelahiran mereka adalah penanda zaman.

Ketika bangsa Yahudi dalam kondisi krisis dalam berbagai hal, kelahiran Nabi Isa membawa pencerahan. Kelahiran Ibu Kartini juga sebagai penanda zaman, bahwa beliau adalah perempuan diketahui pertama mendirikan sekolah bagi perempuan (yang tercatat).

Kanjeng Nabi Muhammad SAW menandai zaman gelap menjadi jaman terang benderang. min al-dzulumati il al-nur. Mulai tidak ada tatanan menjadi ada tatanan.

Kalau kiai penerus perjuangan Kanjeng Nabi dan sifatnya tidak ma'shum (terjaga dari dosa). Selama kiai masih hidup, maka tugasnya belum selesai. Tidak ada jaminan bagaimana akhir kehidupannya. Baru setelah beliau tutup usia, jika disaksikan khidmah-nya untuk umat maka baru dihauli.

Kiai itu alladzina yandzuruna ila al-ummah bi’aynir rahmah (melihat orang lain dengan kacamata kasih sayang). Jadi entah ilmunya banyak atau tidak kalau penuh kasih sayang itu kiai. Jadi tidak heran jika kiai itu bisa jadi "puskesmas", "biro jodoh", "guru ngaji", cari hutangan, pertanian, dll.. Itu bisa dilakukan karena kasih sayang.

Ulama-Ulama shalih terdahulu sudah mulai langka. Jaman dulu, kiai besar sekalipun tidak pernah gengsi/malu menyatakan tidak tahu. Sebagai misal Kiai Basyir Kudus jika ditanya tafsir ayat tertentu, beliau akan meminta supaya bertanya kepada Kiai Sya’roni.

Begitu juga Kiai Sya’roni apabila diminta ijazahan amalan tertentu akan mengatakan tidak tahu dan meminta supaya ijazahan kepada Kiai Basyir sebagai ahlinya.

Berbeda dengan sekarang ini, banyak ustadz yang ditanya apapun bisa menjawab pertanyaan tersebut. Karena mereka belum faham, bahwa mengatakan “tidak tahu” itu bagian dari ilmu. Sehingga banyak jawaban dari pertanyaan itu asal-asalan, tidak berdasarkan ilmu.

Sebab, belajarnya melalui internet yang tidak bisa dipertanggungjawabkan sanadnya hingga Kanjeng Nabi. Sanadnya terputus dari Google. Tahu syariat dari Google, tahu ilmu agama dari Google. Apa kata Google itulah yang disampaikan kemana-mana. Mengutip dari ayat Al Quran dan Hadits secara sembarangan, karena memang tidak tahu ilmunya.
Ditulis oleh Shuniyya Ruhama
Pengajar PPTQ Al Istiqomah Weleri, Kendal
Share:

Tuesday, February 14, 2017

Ra Taufik: 'Jangan Terprovokasi Spanduk Ganyang PKI'

Pamekasan — Pasti Aswaja — Empat kabupaten di Pulau Madura: Sumenep, Pamekasan, Sampang dan Bangkalan banyak terpampang banner-banner di tempat strategis yang berisi ajakan ganyang PKI.

Berkenaan dengan hal itu, Ketua NU Cabang Pamekasan, KH. Taufik Hasyim angkat bicara, Selasa (14/02/17).

Ra Taufik, sapaan akrabnya, meminta umat Islam khususnya warga NU supaya tidak terprovokasi dengan spanduk-spanduk yang bertebaran tersebut.

Mantan aktivis PMII Kediri ini juga meminta supaya warga NU tetap melaksanakan aktivitas sehari-hari seperti biasa, "tetap fokus ngurus pendidikan, pesantren, majlis ta'lim, lailatul ijtima' di ranting-ranting," pintanya.

Spanduk "Ganyang PKI" di Jl. Raya Panglegur Pamekasan
Selain itu, Ra Taufiq juga menghimbau supaya masyarakat tetap mewaspadai lahirnya kelompok-kelompok yang berpotensi merusak akidah Aswaja dan NKRI, termasuk PKI.

"Tetap berkoordinasi dengan ulama, tokoh setempat dan pemerintah," ujarnya kepada Pasti Aswaja.

"Mari kita menjaga suasana kondusif dan tenang agar keberlangsungan hidup yang sudah tenang dan nyaman jangan dirusak oleh provokasi pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab," pungkasnya. (ahn/uki)
Share:

Nasihat Nabi Adam Kepada Nabi Syits 'Alaihima al-Salam

Oleh: Kiai Hamdi Utsman*

Menceritakan kisah salah satu nabi dari beberapa nabi utusan Allah SWT, ia adalah Nabi Syits.

Beliau adalah keturunan dari nabi Adam yang lahir tunggal dari seluruh putra kembarnya. Beliau memiliki wajah yang mirip dengan nabi Adam. Oleh Allah SWT, Syits diangkat menjadi nabi karena mempunyai kebijaksanaan terhebat dalam sepanjang masa.

Nabi Syits hidup sekitar tahun 3630 sampai 2718 sebelum masehi, berbeda dengan manusia saat ini yang berumur paling lama 100 tahunan, nabi syits hidup sekitar 912 tahun, meninggal pada usia 1042 tahun.

Istri Nabi Syits bernama Azura (Hazurah). Dari pernikahannya dengan Azura pada usia ke 105 tahun, lahirlah seorang anak bernama Enos. Ia juga merupakan guru Nabi Idris yang pertama kali mengajarkan membaca dan menulis, ilmu falak, menjinakkan kuda dan lain-lain.

Nabi Adam memberikan nasihat penting kepada Nabi Syit A.S, antara lain sebagai berikut:
  1. Janganlah kamu merasa tenang dan aman hidup di dunia. Karena aku merasa tenang hidup di surga yang bersifat abadi, ternyata aku dikeluarkan oleh Allah daripadanya;
  2. Janganlah kamu bertindak menurut kemauan hawa istri-istri kamu, karena aku bertindak menurut kesenangan Hawa istriku, sehingga aku memakan pohon terlarang, lalu aku menjadi menyesal;
  3. Setiap perbuatan yang kamu lakukan, renungkan terlebih dahulu akibat yang akan ditimbulkan. Seandainya aku merenungkan akibat suatu perkara, tentu aku tidak tertimpa musibah seperti ini;
  4. Ketika hati kamu merasakan kegamangan akan sesuatu, maka tinggalkanlah ia. Karena ketika aku hendak makan syajarah, hatiku merasa gamang, tetapi aku tidak menghiraukannya, sehingga aku benar-benar menemui penyesalan;
  5. Bermusyawarahlah mengenai suatu perkara, karena seandainya aku bermusyawarah dengan para malaikat, tentu aku tidak akan tertimpa musibah.
*Pengurus Cabang NU Pamekasan.
Share:

Sunday, February 12, 2017

Hari Ini LDNU Pamekasan Menggelar Pelatihan Kader Da'i Muda

Pamekasan – Pasti Aswaja – Pengurus Cabang Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (PC LDNU) Pamekasan menggelar Pelatihan Kader Da'i Muda, Minggu (12/02/17) di Lembaga Pendidikan Nahdlatul Muslimin asuhan KH. Moh. Munir, Blumbungan, Larangan Badung, Pamekasan.

KH. Taufik Hasyim, M.Pd.I saat memberikan sambutan
Pelatihan Kader Dai Muda.
Acara yang dimulai pukul 09:00 itu dihadiri oleh Mustasyar PCNU KH. Jufri dan KH. Ilyas, serta jajaran Syuriah dan jajaran tanfidziyah.

Acara yang diagendakan seharian penuh itu menarik banyak perhatian. Terbukti sebanyak 109 orang mendaftarkan diri dalam kegiatan ini. Jumlah yang melebihi target awal panitia itu adalah utusan dari 80 pesantren se-Pamekasan.

Ketua LDNU Pamekasan, K. Afiful Khoir, M.Pd. dalam sambutannya menyampaikan bahwa acara ini merupakan amanat MUSKERCAB PCNU yang dilaksanakan bulan September 2016 lalu, “hingga dari pelatihan ini akan muncul da'i-da'i muda yang santun, ramah untuk menyebarkan Islam rahmatan lil alamin. Dan ini adalah angkatan pertama. Insya Allah nanti dilanjutkan dengan pelatihan angkatan kedua,” jelas Gus Afif, sapaan akrabnya.

Ketua PCNU, KH. Taufik Hasyim, M.Pd.I, dalam sambutannya menyampaikan beberapa kriteria da'i, “bahwa syarat utama seorang da'i adalah harus ikhlas dalam rangka mengajak umat untuk taqwa kepada Allah," jelas mantan aktivis PMII Kediri ini.

Menurut alumni Pondok Pesantren Lirboyo itu, berdakwah adalah tugas mulia, "sebab da'i merupakan penyambung lidah ulama dalam rangka amar ma'ruf nahi munkar melalui mimbar-mimbar pengajian, dari tempat satu ke tempat yang lain,” papar kiai yang juga santri DR. Syaikh Muhammad bin Ismail al-Makky ini.

Acara ini akan berlagsug sampai sore dengan empat materi serta menghadirkan pemateri-pemateri ahli di bidangnya, termasuk KH. Muslih Adnan, M.Pd., seorang da'i kondang di Pamekasan yang juga wakil ketua LDNU Pamekasan. (vix/ahn)
Share:

Saturday, February 11, 2017

Posisi Politik NU dan Khitthah 26

Oleh: Prof. Dr. KH. Said Aqil Siroj, MA*

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Salah satu kewajiban yang saya emban sejak Muktamar di Makassar hingga Jombang, salah satunya adalah mematuhi Khittah 1926. Dan Khittah 1926 itu kan sudah jelas. Khittah 1926 itu sudah tak perlu syarah, tak perlu penjelasan. NU tidak terlibat politik praktis. Karenanya, tidak mungkin dan tidak boleh PBNU memberikan dukungan politik pada kandidat manapun. Ini tidak hanya untuk konteks Pilpres, termasuk juga pemilihan legislatif dan pilkada. Saya tegaskan lagi, saya mematuhi ini.

Kalau ada pernyataan yang menyatakan dukungan terhadap kandidat dalam pilkada mulai dari PBNU, Lembaga, Lajnah, Badan Otonom, dari tingkat pusat sampai daerah, tidak ada yang sah dan boleh mewakili NU sebagai Jam’iyyah (organisasi). Kalaupun ada, tidak lebih sebagai pernyataan pribadi.

Nah, soal pribadi itu begini. Kyai Mustofa Bisri sering menegaskan, Warga NU itu orang Indonesia yang beragama Islam. Bukan orang Islam yang kebetulan ada di Indonesia. Maka, orang NU itu juga patuh konstitusi. Punya hak dan kewajiban yang dilindungi konstitusi. Salah satunya adalah hak untuk memilih dan dipilih. Hal inilah yang bersifat pribadi. Ini sederhana dan mendasar sekali.

Sekarang kan ada yang merasa bahwa berislam itu harus sambil menafikan Indonesia dan seluruh kelengkapan kenegaraan dan pemerintahannya. Menurut saya, ini tidak benar. Ada memang ormas-ormas yang tidak setuju dengan empat pilar: Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, NKRI, dan UUD 1945. Dimana-mana, saya katakan empat pilar itu kalau disingkat kan PBNU. Bagi yang tidak setuju, saya himbau untuk jangan berhenti ngaji, berhenti belajar. Kalau tetap ngotot ya cari negara atau planet lain. Jangan di Indonesia.

Terkait Pilpres, Pilleg, maupun Pilkada, saya akan melakukan beberapa hal sebagai berikut:

Pertama, saya akan aktif menggalang dukungan warga NU untuk aktif menggunakan hak pilihnya secara bertanggung jawab. Tanggung jawab itu ya cari-cari informasi, pakai perenungan, dan terus berdoa agar Indonesia dikaruniai pemimpin yang tidak dzalim. Ini pertimbangan yang sifatnya pribadi sekali. Silakan pilih nomor berapa saja, asal bertanggung jawab.

Kedua, siapapun yang terpilih nanti harus menjunjung tinggi kedaulatan rakyat. Ini soal amanah yang tidak mudah. Makanya, tidak hanya NU, semua orang Indonesia harus mengawal dan mengawasi pemerintahan terpilih. Saya bilang begini karena doa orang NU di bilik suara itu bunyinya begini, Allahumma la tusallith ‘alaina bidzunubina man laa yakhafuka walaa yarhamunaa (Ya, Allah, ya, Tuhan kami, jangan kuasakan atas kami, karena kesalahan-kesalahan kami, penguasa yang tak takut kepadaMu dan tak berbelas kasihan kepada kami).

Sekarang ini kan prinsip one man-one vote mulai berubah jadi one envelope-one vote. Maka dari itu, kata bidzunubina (sebab kesalahan kami) dalam doa tadi menjadi sangat penting dari sudut pandang pemilih. Logikanya, pemilih yang ngawur kan memilih pemimpin yang keliru. Maka, sejak sebelum, ketika, dan seudah mencoblos, setiap pemilih harus menilai tinggi-tinggi suara pribadinya itu. Kemarin saya bilang, yang penting bukan saat coblosan saja, tapi hari-hari panjang sesudahnya.

Kalau perbedaan pendapat, biasa. Itu kan memang biasa dan perlu. Perbedaan pendapat itu yang membuat kita cerdas, kritis. Tapi tidak boleh kemudian saling menjatuhkan, apalagi fitnah. Namun tidak sedikit orang luar atau pengamat yang tidak memahami disiplin berpikir pesantren tidak jarang berlebihan melihat perbedaan pendapat di tubuh NU.

والله الموفق إلى أقوم الطريق، والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Jakarta, 10 Februari 2017
*Ketua Umum PBNU
Share:

Friday, February 10, 2017

Menjaga Keserasian Sosial, KEMENSOS-MUI Perkuat Peran Dai

Sampang – Pasti Aswaja – Lewat kerjasama dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI), Kementerian Sosial (Kemensos) RI menggelar kegiatan sehari bertema "Penguatan Peran Da'i se-Madura dalam Membangun Wawasan Kebangsaan dan Kohesifitas Sosial untuk Memperkokoh NKRI".

Acara digelar di Pendopo Kantor Bupati Sampang, Jumat (10/2/2017), diikuti 150 da'i dan dai'yah serta dihadiri ulama se-Pulau Madura.

Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) serta permohonan kerjasama dari MUI Pusat kepada Kemensos RI untuk mendukung program keserasian sosial dan penguatan kerukunan, khususnya untuk da'i dan da’iyah se-Madura.

Hadir dalam pembukaan Ketua Umum MUI Pusat, KH Amin Ma'ruf, Wakil Bupati Sampang Abdillah Budiono, Ketua Komisi Dakwah MUI Pusat KH Cholil Nafiz, Ketua MUI Jawa Timur KH Abdusshomad Buchori, Kapolres, Dandim dan jajarannya serta ketua MUI se-Madura. Sementara Menteri Sosial RI Khofifah Indar Parawansa diwakili Staf Khusus Menteri Sosial, Prof Dr Mas'ud Said.

Dalam kesempatan tersebut, Kemensos RI juga memberikan bantuan secara sombolis kepada masyarakat Kabupaten Sampang untuk 2017 yang disampaikan Prof Mas'ud.

Total bantuan Rp 1.124.000.000. Terdiri dari Bantuan Kelompok Usaha Bersama (Kube) untuk 50 kelompok sebesar Rp 1.000.000.000, bantuan keserasian sosial untuk Desa Jrangoan, Kecamatan Emben Rp 109.000.000 serta bantuan unit Rumah Tinggal Layak Huni (Rutilahu) untuk Ibu Sarinten di Kabupaten Sumenep Rp 15.000.000.

Mensos dalam sambutannya yang diwakili Prof Mas'ud menjelaskan secara umum tugas pokok Kemensos RI yang bergerak di berbagai bidang Linjamsos (perlindungan dan jaminan sosial), Dayasos (pemberdayaan sosial), Rehsos (rehabilitasi sosial) dan PFM (Penanganan Fakir Miskin) lewat berbagai kegiatannya.

"Dalam konteks situasi sekarang ini, program PSKBS (Perlindungan Sosial Korban Bencana Sosial) sangat relevan dengan kebutuhan dan kondisi Madura serta Jawa Timur, dimana pemangku kepentingan masyarakat yaitu ulama dan da'i dalam menjaga kedamaian dan kerukunan untuk tegaknya pemerintahan," tutur Mensos.

Mensos mencontohkan bantuan untuk Kabupaten Sampang, selama 2016 pemerintah lewat Kemensos telah memberikan bantuan PKH (Program Keluarga Harapan) sebanyak 31.661 KK (kepala keluarga) sebesar Rp 60 miliar dan berbagai bantuan sosial lainnya.

Acara dilanjutkan dengan penyuluhan sosial untuk menumbuhkan gerakan dakwah anti narkoba dan pornografi serta menumbuhkan ketahanan sosial.

Dalam arahannya, KH Ma'ruf Amin mengucapkan terima kasih kepada Kemensos atas kerjasama strategis dalam menjaga keutuhan bangsa.

"Dengan dakwah yang bersifat terus menerus dari para da'i dan da’iyah tentang pencegahan permasalahan sosial, kami yakin akan mengurangi masalah sosial d Indonesia,” paparnya.

KH Ma'ruf Amin juga menjelaskan bahaya narkoba dan pornografi. Bahkan di MUI dibentuk unit Ganas Annar (Gerakan Nasional Anti Narkoba). "MUI mengajak kerjasama Kemensos bidang ini," tandasnya. (ahn)
Source: rri.co.id
Share:

Thursday, February 9, 2017

MoU PC. LKNU dan Dinas Kesehatan Kabupaten Pamekasan

Pamekasan – Pasti Aswaja – Pengurus Cabang Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) Pamekasan menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan Dinas Kesehatan setempat, Kami (09/02/17) di Balai Redjo, Jl. Niaga Pamekasan.

Kerja sama ini dilanjutkan dengan Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehar (JKN-KIS), Badan Pengelola Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Kabupaten Pamekasan.

"Saya harapkan kerja sama ini terus dan terus berjalan dengan baik," Jelas KH. Taufiq Hasyim, Ketua Tanfidziyah PCNU Pamekasan saat memberikan sambutan.

Menurutnya, PCNU Pamekasan tidak hanya fokus pada dakwah dan membina aqidah umat, melainkan segala hal yang dibutuhkan oleh Warga NU akan diupayakan bersama.

"NU juga mengupayakan jaminan kesehatan bagi masyarakat, salah satunya dengan kerjasama LKNU dan Dinkes ini," paparnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pamekasan, Ismali Bey dalam sambutannya, bertekad untuk bersama-sama dengan NU dalam meningkatkan mutu kesehatan di Kabupaten Pamekasan.

"Dinas Kesehatan (Pamekasan. Red.) siap memberikan bimbingan, penyuluhan dan pencegahan bersama dengan NU sebagai tempat untuk mencari sasaran," tegasnya.

Diakhir sambutannya, Ismail menghimbau kepada seluruh kepala PUSKESMAS se-Kabupaten Pamekasan untuk menindaklanjuti kerjasama NU-DINKES Pamekasan ini.

Acara yang dihadiri oleh Lembaga dan Banom PCNU Pamekasan ini juga dihadiri oleh Rais Syuriah, KH. Mannan Fadholi dan beberapa jajaran Wakil Rais Syuriah.

Sampai berita ini diturunkan, berlangsung penyuluhan JKN-KIS oleh Bidang Pemasaran BPJS Kabupaten Pamekasan. (bor/ahn)
Share:

Sunday, February 5, 2017

Hindarilah Shalawat Buntung!

Transkrip ceramah Maulana Habib Lutfi Bin Yahya

Bacaan shalawat yang biasa kita ucapkan itu bukan sekedar bacaan biasa. Memang bunyinya seakan mendoakan Kanjeng Nabi Muhammad SAW. Secara harfiah memang demikian. Namun, dibalik itu semua, ada sebuah rahasia besar yang luar biasa sekali. 

Jika kita menganggap bahwa shalawat itu semata-mata adalah mendoakan rahmat kepada Kanjeng Nabi, itu salah besar. Kanjeng Nabi itu tidak butuh doa kita. Amalan beliau sudah turah-turah. Kanjeng Nabi kok butuh doa kita, lha emang kita ini siapa?

Bila dikaji dengan secara mendalam, ternyata shalawat adalah kata kunci, semacam “password” untuk menyatukan seluruh frekuensi kehidupan di jagad raya ini. Jadi, bukan sekedar mendoakan rahmat kepada Kanjeng Nabi semata.

Oleh karena itu, jika membaca shalawat jangan sampai hanya sebatas: "Allahumma shalli ‘ala Sayyidina Muhammad." Secara harfiah itu boleh-boleh saja, tidak salah. Namun itu termasuk "shalawat buntung". Lalu bagaimana yang lebih sempurna? Bacalah: "Allahumma shalli ‘ala Sayyidina Muhammad wa ’ala ali Sayyidina Muhammad" (ya Allah, semoga kiranya rahmat senantiasa tercurah kepada Kanjeng Nabi Muhammad dan juga atas keluarga Kanjeng Nabi Muhammad). Minimal demikian. Jangan lupa sertakan selalu kalimat wa 'ala ali Sayyidina Muhammad.

Menurut Sayyidina Imam Syafi’i, kalimat "wa ’ala ali Sayyidina Muhammad" itu tidak sekedar tertuju kepada keluarga, ahlul bait atau dzurriyah Kanjeng Nabi semata, tetapi juga seluruh kaum muslimin di muka bumi ini.

Jadi, ketika membaca shalawat secara lengkap akan menjadi kekuatan super dahsyat, dimana kaum muslimin di seluruh jagad raya ini menyatukan diri dalam sebuah frekuensi. Menjadi bagian dari kekuatan doa yang maha dahsyat. Semua termaktub dalam satu kalimat. Sungguh luar biasa.

Karena itu, mulai sekarang selalu diingat-ingat ya, jika bershalawat jangan biasakan membaca shalawat yang buntung. Bacalah shalawat dengan mencangking seluruh keluarga besar kaum Muslimin.

Allahumma shalli ‘ala Sayyidina Muhammad wa ’ala ali Sayyidina Muhammad.
Ditranskrip oleh Shuniyya Ruhama (Pengajar PPTQ Al Istiqomah Weleri- Kendal)
Ceramah disampaikan pada acara Maulidur Rasul Majelis Angudi Barokahing Gusti di Kudus, 22 Januari 2017.
Share:

Thursday, February 2, 2017

Pernyataan Sikap NU Pamekasan Atas Perlakuan Ahok Kepada KH. Ma'ruf Amin

Pamekasan – Pasti Aswaja – Menindak lanjuti perlakuan Gubernur non-aktif DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok kepada Ketua Umum MUI sekaligus Rais 'Aam PBNU, dalam persidangan kasus dugaan penistaan agama di Auditorium Kementerian Pertanian, Selasa (30/01/17), Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Pamekasan menggelar press release untuk menyatakan sikap, Kamis pagi, (02/02/17) di kantor PCNU Pamekasan, Jl. R. Abd. Aziz, No. 95.

Dalam surat pernyataan yang dibacakan oleh KH. Wahdi Musyaffa' itu, selain berisi pernyataan sikap, juga berisi beberapa permohonan PCNU Pamekasan kepada PBNU.

Berikut kutipan surat pernyataan sikap yang ditandatangani oleh jajaran Rais Syuriah dan Jajaran Tanfidziyah tersebut:
Bismillahiraahmanirrahim. 
Sehubungan dengan perkembangan siruasi saat ini yang terjadi di internal Nahdlatul Ulama, PCNU Pamekasan menyatakan sikap sebagai berikut:
  1. KH. Ma'ruf Amin beliau adalah Rais 'Aam PBNU juga sebagai Ketua Umum MUI yang harus dijaga, dihormati, ditaati juga dita'dzimi oleh puluhan juta umat NU baik di seluruh pesantren maupun di tataran masyarakat bawah (Grass Root), dalam jam'iyah NU
  2. Dalam sidang kasusu penistaan terhadap agama Islam dengan terdakwa Basuki Tjahja Purnama, KH. Ma'ruf Amin dihadirkan ke persidangan untuk memberikan keterangan ahli (vide: pasal 184 (1) jo, pasal 186 KUHP) bukan sebagai pelapor
  3. Keterangan yang diberikan oleh KH. Ma'ruf Amin, berdasarkan pengamatan kami, PCNU Pamekasan, dengan kompetensi maupun kapasitasnya sebagai ahli agama Islam, baik sebagai fuqaha', Rais Aam PBNU, maupun sebagai Ketua Umum MUI
  4. PCNU Pamekasan menyesalkan sikap, perilaku maupun kata-kata dari terdakwa Basuki Tjahja Purnama maupun tim pengacaranya dengan dalih menolak keterangan KH. Ma'ruf Amin sebagai ahli justru memelintir/memutarbalikkan fakta, dan seolah-olah menempatkan KH. Ma'ruf Amin sebagai terdakwa. Bahkan beberapa pertanyaan maupun tuduhan serta kata-kata kasar yang ditujukan kepada KH. Ma'ruf Amin lebih merupakan sikap yang menyerang terhadap pribadi KH. Ma'ruf Amin daripada mematahkan argument yang terkait dengan keahlian beliau.
  5. PCNU Pamekasan tidak akan tinggal diam, dan dengan menyatakan siap mendampingi serta membela KH. Ma'ruf Amin sebagai pimpinan tertinggi PBNU secara lahir maupun bathin Alam koridor hukum dan menyerukan kepada seluruh Banom PCNU Pamekasan, kepada seluruh MWCNU serta PRNU seKabupaten Pamekasan dengan satu komando sambil lalu memperbanyak istighotsah dan permohonan kepada Allah SWT serta pembacaan Hizbun Nashor.
  6. PCNU Pamekasan meminta agar PBNU mengambil langkah tegas sesuai hukum yang berlaku untuk mewaspadai setiap manuver-manuver yang dilakukan oleh pihak Basuki Tjahja Purnama yang cenderung merugikan kepada NU baik secara personal maupun kelembagaan, sekaligus memohon agar PBNU memproses secara hukum sekalipun Basuki Tjahja Purnama telah menyatakan permohonan maaf.
  7. PCNU Pamekasan mohon kepada PBNU untuk segera memberikan instruksi kepada PWNU dan PCNU se-Indonesia tentang sikap yang akan dilakukan PWNU dan PCNU terkait pernyataan Basuki Tjahja Purnama dan tim pengacaranya terhadap perlakuan kepada KH. Ma'ruf Amin selaku Rais Aam PBNU sekaligus sebagai Ketua Umum MUI Pusat.
Demikian pernyataan sikap ini untuk dimaklumi. 
La haula wa la quwata illa bilaahil ‘aliyil ‘adzim. 
Pamekasan, 05 Jumadil Ula 1438 H.
02   Pebruari   2017  M.
Berikut gambar selengkapnya:
(ahn/zai)
Share:

Home Style

Contact Form

Name

Email *

Message *

Ads

Ads

Latest News

Popular Posts