• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Theme Support

Contact Form

Name

Email *

Message *

Latest News

Recent Posts

Popular Posts

Pasti Aswaja's Content

Hindarilah Shalawat Buntung!

 on Sunday, February 5, 2017  

Transkrip ceramah Maulana Habib Lutfi Bin Yahya

Bacaan shalawat yang biasa kita ucapkan itu bukan sekedar bacaan biasa. Memang bunyinya seakan mendoakan Kanjeng Nabi Muhammad SAW. Secara harfiah memang demikian. Namun, dibalik itu semua, ada sebuah rahasia besar yang luar biasa sekali. 

Jika kita menganggap bahwa shalawat itu semata-mata adalah mendoakan rahmat kepada Kanjeng Nabi, itu salah besar. Kanjeng Nabi itu tidak butuh doa kita. Amalan beliau sudah turah-turah. Kanjeng Nabi kok butuh doa kita, lha emang kita ini siapa?

Bila dikaji dengan secara mendalam, ternyata shalawat adalah kata kunci, semacam “password” untuk menyatukan seluruh frekuensi kehidupan di jagad raya ini. Jadi, bukan sekedar mendoakan rahmat kepada Kanjeng Nabi semata.

Oleh karena itu, jika membaca shalawat jangan sampai hanya sebatas: "Allahumma shalli ‘ala Sayyidina Muhammad." Secara harfiah itu boleh-boleh saja, tidak salah. Namun itu termasuk "shalawat buntung". Lalu bagaimana yang lebih sempurna? Bacalah: "Allahumma shalli ‘ala Sayyidina Muhammad wa ’ala ali Sayyidina Muhammad" (ya Allah, semoga kiranya rahmat senantiasa tercurah kepada Kanjeng Nabi Muhammad dan juga atas keluarga Kanjeng Nabi Muhammad). Minimal demikian. Jangan lupa sertakan selalu kalimat wa 'ala ali Sayyidina Muhammad.

Menurut Sayyidina Imam Syafi’i, kalimat "wa ’ala ali Sayyidina Muhammad" itu tidak sekedar tertuju kepada keluarga, ahlul bait atau dzurriyah Kanjeng Nabi semata, tetapi juga seluruh kaum muslimin di muka bumi ini.

Jadi, ketika membaca shalawat secara lengkap akan menjadi kekuatan super dahsyat, dimana kaum muslimin di seluruh jagad raya ini menyatukan diri dalam sebuah frekuensi. Menjadi bagian dari kekuatan doa yang maha dahsyat. Semua termaktub dalam satu kalimat. Sungguh luar biasa.

Karena itu, mulai sekarang selalu diingat-ingat ya, jika bershalawat jangan biasakan membaca shalawat yang buntung. Bacalah shalawat dengan mencangking seluruh keluarga besar kaum Muslimin.

Allahumma shalli ‘ala Sayyidina Muhammad wa ’ala ali Sayyidina Muhammad.
Ditranskrip oleh Shuniyya Ruhama (Pengajar PPTQ Al Istiqomah Weleri- Kendal)
Ceramah disampaikan pada acara Maulidur Rasul Majelis Angudi Barokahing Gusti di Kudus, 22 Januari 2017.

Hindarilah Shalawat Buntung! 4.5 5 Pasti Aswaja Sunday, February 5, 2017 Transkrip ceramah Maulana Habib Lutfi Bin Yahya Bacaan shalawat yang biasa kita ucapkan itu bukan sekedar bacaan biasa. Memang buny...


No comments:

Post a Comment

Pasti Aswaja. Powered by Blogger.
J-Theme