Thursday, February 2, 2017

Pernyataan Sikap NU Pamekasan Atas Perlakuan Ahok Kepada KH. Ma'ruf Amin

Pamekasan – Pasti Aswaja – Menindak lanjuti perlakuan Gubernur non-aktif DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok kepada Ketua Umum MUI sekaligus Rais 'Aam PBNU, dalam persidangan kasus dugaan penistaan agama di Auditorium Kementerian Pertanian, Selasa (30/01/17), Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Pamekasan menggelar press release untuk menyatakan sikap, Kamis pagi, (02/02/17) di kantor PCNU Pamekasan, Jl. R. Abd. Aziz, No. 95.

Dalam surat pernyataan yang dibacakan oleh KH. Wahdi Musyaffa' itu, selain berisi pernyataan sikap, juga berisi beberapa permohonan PCNU Pamekasan kepada PBNU.

Berikut kutipan surat pernyataan sikap yang ditandatangani oleh jajaran Rais Syuriah dan Jajaran Tanfidziyah tersebut:
Bismillahiraahmanirrahim. 
Sehubungan dengan perkembangan siruasi saat ini yang terjadi di internal Nahdlatul Ulama, PCNU Pamekasan menyatakan sikap sebagai berikut:
  1. KH. Ma'ruf Amin beliau adalah Rais 'Aam PBNU juga sebagai Ketua Umum MUI yang harus dijaga, dihormati, ditaati juga dita'dzimi oleh puluhan juta umat NU baik di seluruh pesantren maupun di tataran masyarakat bawah (Grass Root), dalam jam'iyah NU
  2. Dalam sidang kasusu penistaan terhadap agama Islam dengan terdakwa Basuki Tjahja Purnama, KH. Ma'ruf Amin dihadirkan ke persidangan untuk memberikan keterangan ahli (vide: pasal 184 (1) jo, pasal 186 KUHP) bukan sebagai pelapor
  3. Keterangan yang diberikan oleh KH. Ma'ruf Amin, berdasarkan pengamatan kami, PCNU Pamekasan, dengan kompetensi maupun kapasitasnya sebagai ahli agama Islam, baik sebagai fuqaha', Rais Aam PBNU, maupun sebagai Ketua Umum MUI
  4. PCNU Pamekasan menyesalkan sikap, perilaku maupun kata-kata dari terdakwa Basuki Tjahja Purnama maupun tim pengacaranya dengan dalih menolak keterangan KH. Ma'ruf Amin sebagai ahli justru memelintir/memutarbalikkan fakta, dan seolah-olah menempatkan KH. Ma'ruf Amin sebagai terdakwa. Bahkan beberapa pertanyaan maupun tuduhan serta kata-kata kasar yang ditujukan kepada KH. Ma'ruf Amin lebih merupakan sikap yang menyerang terhadap pribadi KH. Ma'ruf Amin daripada mematahkan argument yang terkait dengan keahlian beliau.
  5. PCNU Pamekasan tidak akan tinggal diam, dan dengan menyatakan siap mendampingi serta membela KH. Ma'ruf Amin sebagai pimpinan tertinggi PBNU secara lahir maupun bathin Alam koridor hukum dan menyerukan kepada seluruh Banom PCNU Pamekasan, kepada seluruh MWCNU serta PRNU seKabupaten Pamekasan dengan satu komando sambil lalu memperbanyak istighotsah dan permohonan kepada Allah SWT serta pembacaan Hizbun Nashor.
  6. PCNU Pamekasan meminta agar PBNU mengambil langkah tegas sesuai hukum yang berlaku untuk mewaspadai setiap manuver-manuver yang dilakukan oleh pihak Basuki Tjahja Purnama yang cenderung merugikan kepada NU baik secara personal maupun kelembagaan, sekaligus memohon agar PBNU memproses secara hukum sekalipun Basuki Tjahja Purnama telah menyatakan permohonan maaf.
  7. PCNU Pamekasan mohon kepada PBNU untuk segera memberikan instruksi kepada PWNU dan PCNU se-Indonesia tentang sikap yang akan dilakukan PWNU dan PCNU terkait pernyataan Basuki Tjahja Purnama dan tim pengacaranya terhadap perlakuan kepada KH. Ma'ruf Amin selaku Rais Aam PBNU sekaligus sebagai Ketua Umum MUI Pusat.
Demikian pernyataan sikap ini untuk dimaklumi. 
La haula wa la quwata illa bilaahil ‘aliyil ‘adzim. 
Pamekasan, 05 Jumadil Ula 1438 H.
02   Pebruari   2017  M.
Berikut gambar selengkapnya:
(ahn/zai)
Share:

0 comments:

Post a Comment

Home Style

Contact Form

Name

Email *

Message *

Ads

Ads

Latest News

Popular Posts

Theme Support