• This is default featured slide 1 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 2 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 3 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 4 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 5 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Wednesday, March 22, 2017

Mengenal Kitab Fiqh Perbandingan Mazhab

Para santri tingkat awal belajar fiqh melalui kitab kecil seperti Safinah dan Taqrib. Ini kitab fiqh berdasarkan mazhab Syafi'i. Baru kemudian meningkat pada kitab syarh-nya seperti Kasyifatus Saja dan Fathul Qarib. Seiring naik tingkat, para santri akan mengenal kitab fiqh Syafi'i kelas menengah seperti Fathul Mu'in dan Syarh-nya seperti I'anah. Lanjut kemudian dengan kitab fiqh babon mazhab Syafi'i seperti Minhaj-nya Imam Nawawi. Dengan asumsi dasar-dasar fiqh Syafi'i sudah kokoh, para santri senior kemudian dikenalkan dengan keragaman pendapat di luar mazhab Syafi'i. 

Di bawah ini saya tuliskan sedikit catatan mengenai sejumlah kitab fiqh yang merangkum 4 mazhab fiqh: Syafi'i, Maliki, Hanafi dan Hanbali. Di luar 4 mazhab juga ada mazhab lain seperti Zhahiri, Jafari, Zaidi dan mazhab lain yang sudah tak ada pengikutnya lagi seperti Abu Tsaur, Auza'i, Thabari. Di luar itu juga masih ada opini lain dari individual ulama yang kadang kala berbeda dengan pendapat mazhabnya. Namun sekarang kita fokuskan saja dulu ke 4 mazhab. Yang saya cantumkan ini adalah kitab yang merangkum 4 mazhab, bukan kitab yang ditulis oleh ulama mazhab tertentu yang kemudian mencantumkan dan mengomparasikannya dengan mazhab lain --kitab kategori ini misalnya al-Mughni Ibn Qudamah, al-Majmu' Imam Nawawi atau Hasyiah Ibn Abidin. 

Pertama, kitab Rahmatul Ummah fi Ikhtilafil A'immah. Ini kitab fiqh yang merangkum pendapat dari keempat mazhab. Disusun berdasarkan bab fiqh standard. Tidak ada pencantuman dalil, diskusi maupun pandangan penulisnya. Ini hanya merangkum saja. Tidak lebih. Fungsinya hanya membantu kita mengetahui adakah perbedaan pendapat dalam satu kasus. Judul kitab ini menyifatkan pesan khusus bahwa perbedaan pendapat fiqh para imam mazhab itu adalah rahmat untuk umat. Kitab ini sudah diterjemahkan ke bahasa Indonesia.

Kedua, kitab al-Mizanul Kubra. Biasanya dicetak bareng dengan Kitab Rahmatul Ummah (pada hamisy atau pinggir). Dalam kitab ini sudah ada penjelasan singkat terhadap pendapat yang dirangkum, bahkan Imam Sya'rani pengarang kitab al-Mizanul Kubra ini juga memaparkan pandangannya dengan memberikan pertimbangan mana pendapat fiqh yang ringan dan mana yang berat untuk dilaksanakan. Rasanya belum ada kitab terjemahnya dalam bahasa Indonesia (CMIIW).

Ketiga, kitab Bidayatul Mujtahid karya Ibn Rusyd. Di pesantren modern seperti Gontor kitab ini dibaca oleh para santri senior, namun di pesantren salaf tidak semuanya mengajarkannya. Kitab ringkas 4 juz ini bukan saja merangkum perbedaan pendapat tapi juga menjelaskan sebab perselisihannya. Dalil juga dicantumkan hanya saja cukup terbatas. Saya rekomendasikan untuk membaca juga kitab Syarh-nya yang menjelaskan lebih detil mengenai dalil yang dicantumkan Ibn Rusyd. Maklum saja kitab ini memang sekedar permulaan saja (bidayah). Anda tidak bisa mengklaim sebagai mujtahid hanya karena membaca kitab ini. Kitab ini sudah diterjemahkan ke bahasa Indonesia.

Keempat, kitab yang lebih luas dari Bidayatul Mujtahid adalah kitab al-Fiqh 'ala Mazahabil Arba'ah. Kitab 5 jilid ini disusun oleh Abdurrahman al-Jaziri. Kitab ini sudah ada di aplikasi android (Arab). Saya pernah lihat terjemahannya juga sudah ada di Gramedia. Pembahasannya lebih kengkap dari ketiga kitab di atas. 

Kelima, Kitab al-Mausu'ah al-Fiqhiyah al-Kuwaitiyah disebut-sebut sebagai yang paling lengkap merangkum opini 4 mazhab. Ditulis oleh kumpulan para ulama yang disponsori oleh pemerintah Kuwait. Terdiri dari 45 jilid yang pembahasannya berdasar alfabet arab. Jelas ini memudahkan untuk mencari topik pembahasan. Anda cukup mencari kata kunci dan melacaknya berdasarkan huruf hijaiyah. Tentu ini berbeda dengan kitab fiqh standar yang berdasarkan topik dan selalu dimulai dengan pembahasan masalah thaharah. Di bagian akhir kitab ensikopledi fiqh Kuwait ini memasukkan info mengenai nama dan bio singkat para fuqaha.

Corak pembahasannya: setelah mengurai defenisi, kemudian menyebutkan persoalan pokok dalam entry fiqh yang sedang dibahas, setelah itu menyebutkan perbedaan pandangan para ulama yang diurai dengan sistematis berikut masing-masing dalilnya. Kelemahannya adalah tidak adanya diskusi maupun analisis perbandingan. Sedari awal ini disadari oleh penyusunnya dan itulah sebabnya mereka memilih judul mausu'ah atau ensiklopedi.

Keenam, tentu masih ada kitab fiqh muqarin (perbandingan) lainnya seperti karya Syekh Wahbah al-Zuhaili yang berjudul al-Fiqh al-Islami wa Adillatuhu yang isinya 9 jilid dengan jilid ke-10 berisi index dan maraji'. Syekh Wahbah al-Zuhaili juga menulis Mausu’ah Al-Fiqh Al-Islami wa Al-Qadhaya Al-Mu’ashirah (14 jilid). Syukur alhamdulillah kedua kitab fiqh modern ini sudah bisa di-download (cari sendiri link-nya jangan tanya saya yah).

Demikian sedikit penjelasan mengenai kitab fiqh perbandingan mazhab. Karakter fiqh itu memang membuka ruang perbedaan pendapat. Jadi tidak perlu kafir-kafiran gara-gara beda pendapat. Gak perlu mem-bully ulama yang punya fatwa berbeda. Semua Imam Mazhab punya fatwa yang dianggap nyeleneh atau kontroversial.

Sekedar menyebut beberapa contoh saja: Imam syafi'i bolehkan anak hasil zina dinikahi oleh "bapak" biologisnya karena nasab disandarkan ke ibunya. Apa kita berani bilang Imam Syafi'i itu Yai Zina? Memangnya kita siapa dibanding beliau?

Imam Malik mengatakan anjing itu suci, tidak najis. Ini beda dengan mazhab lainnya. Apa berani kita nyinyiri beliau dengan mem-bully mengatakan beliau itu Yai Anjing? Na'udzubillah.

Imam Abu Hanifah membolehkan minum nabidz dalam kadar tidak memabukkan. Mazhab lain mengharamkan. Apa kita berani komen beliau itu Yai Tukang Minum? Kacau, kannn!

Imam Ahmad mengatakan batal wudhu sehabis makan daging unta, mazhab lain mengatakan tidak batal. Apa berani kita 'nyindir beliau itu Yai Unta? Ngawur banget kita!

Imam Dawud al-Zhahiri bilang lemak/tulang babi tidak haram, yang haram cuma dagingnya. Mazhab lain membantah dengan keras. Tapi tidak ada ulama mazhab lain yang mencaci maki beliau dengan sebutan Yai Babi! Gak sampai segitunya.

Semua ulama fiqh itu sebelum mengeluarkan fatwa akan memeriksa dalil dan kaidah usul al-fiqh nya dulu. Lha kita bisanya cuma nyinyir.

Jumhur ulama juga belum tentu benar pendapatnya. Kebenaran dalam Islam ditentukan lewat kekuatan dalil bukan banyak-banyakan jumlah pengikut, apalagi pakai turun ke jalan dan teriak "bunuh-bunuh".

Fatwa itu tidak mengikat. Sebagai contoh, kalau tidak cocok dengan fatwa Kiai Ma'ruf Amin, boleh pilih fatwa Gus Mus. Gak cocok dengan Gus Mus, pilih fatwa Mbah Moen. Mau pilih pendapat saya juga boleh. Hehehe.

Karakter fiqh itu memang meniscayakan beda pendapat. Gak usah memaksakan pendapat. Semua ulama punya rujukan dan argumen. Semakin kita luaskan bacaan kita dengan membaca kitab fiqh perbandingan mazhab akan semakin toleran kita menyikapi keragaman pendapat. Yang suka memutlakkan pendapatnya atau pendapat ulama yang diikutinya itu bisa ditebak belum luas wawasan dan bacaannya. OK, jelas, yah?!

Source: Nadirsyah Hosen (Rais Syuriah PCI Nahdlatul Ulama Australia - New Zealand dan Dosen Senior Monash Law School)
Share:

Sunday, March 19, 2017

Harlah ke 62, IPPNU Pamekasan Gelar Sekolah Organisasi dan Potong Tumpeng

Pamekasan – Pasti Aswaja – Pengurus Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (PC. IPPNU) Pamekasan menggelar sekolah organisasi, Minggu pagi (19/03/17).

Kegiatan yang digelar di Aula IPPNU Pamekasan itu juga dirangkai dengan pemotongan tumpeng dalam rangka tasyakuran dan memperingati Hari Lahir (Harlah) IPPNU ke 62.

Penyerahan potongan pertama tumpeng dari Ketua IPPNU Pamekasan kepada Ketua PCNU Pamekasan.
Pemilihan sekolah organisasi untuk memperingati Harlah IPPNU menurut Eni Setiawati (22), Ketua PC. IPPNU Pamekasan, karena adanya beberapa kepengurusan di tingkat Pimpinan Komisariat (PK) dan Pimpinan Anak Cabang (PAC) yang masih baru terbentuk, "sehingga dianggap perlu untuk mengadakan sekolah organisasi," tutur Eni, sapaan akrab Eni Setiawati.

Melalui kegiatan tersebut, dara berzodiak Aries ini berharap semua tingkatan kepengurusan yang ada di bawah instruksi PC. IPPNU Pamekasan bisa memahami regulasi-regulasi organisasi.

Menanggapi kegiatan tersebut, Ketua Tanfidziah PCNU Pamekasan, KH. Taufik Hasyim, menyampaikan apresiasi sekaligus harapannya terhadap kepengurusan IPPNU saat ini, "dengan Harlah ini, IPPNU harus lebih giat melakukan kaderisasi," harap kiai muda yang akrab disapa Ra Taufik ini.

Hal itu, menurut Ra Taufik, menjadi wajib karena masa depan NU pada 20-30 tahun kedepan ada di tangan IPNU IPPNU sekarang.

Selain sekolah organisasi dan potong tumpeng, peserta juga disuguhi hiburan musik oleh grup band D'five, band bentukan SMA Ma'arif 1 Pamekasan.  (ahn/uki)
Share:

Bekerjasama Dengan Banser, MIF "Bedah" Rumah Nenek Almani

Pamekasan – Pasti Aswaja – Yayasan yang bergerak di bidang sosial, Madura Idea Foundation (MIF) bekerjasama dengan Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Satuan Koordinator Cabang (Satkorcab) Pamekasan merenovasi rumah Nenek Almani, warga dusun Pangungangan, desa Banyupelle, Palengaan, Pamekasan, Minggu (19/03/17). Nenek Almani adalah seorang perempuan lanjut usia yang hidup sebatang kara.

Moh. Fudholi, direktur MIF, menyampaikan bahwa kegiatan sosial semacam ini sudah sering dilakukan, "biasanya kita turun ke kaum dhuafa untuk bagi-bagi sembako," ujar ketua LPTNU PC. NU Pamekasan ini. "Dua bulan yang lalu kita juga sudah bedah dua rumah," lanjut Doktor filsafat tasawuf ini.

Dosen STAI Miftahul Ulum Pamekasan ini meminta doa semua pihak supaya kegiatan-kegiatan sosial yayasan yang dipimpinnya bisa terus berlanjut.

Alumni PP. Sukorejo ini juga menuturkan, selama ini biaya yang digunakan untuk kegiatan sosial, semua murni hasil iuran bulanan anggota MIF, "kalau misalnya ada donatur yang mau menyisihkan kekayaannya untuk disalurkan kepada kaum dhuafa melalui MIF, kita sangat berterimakasih," pungkasnya.

Kepala Satkorcab Banser Pamekasan, Jamaludin, merasa senang dapat bekerjasama dengan MIF, "(kerjasama) ini sesuai dengan visi dan misi NU sebagai organisasi sosial dan keagamaan," tutur Jamal, sapaan akrab Jamaludin.

Alumni PP. Bettet Pamekasan itu juga berharap hubungan kerjasama dalam bidang sosial ini bisa terus berlanjut.

Abdul Ali, kepala dusun Pangungangan, menyampaikan banyak terimakasih kepada MIF dan Banser yang telah banyak membantu mengurangi beban warganya.

"Atas nama pribadi dan pemerintah desa, saya hanya bisa mengucapkan banyak terimakasih kepada sahabat Banser dan MIF," ucap alumni PP. Bettet Pamekasan ini.

"Semoga apa yang telah disumbangkan oleh semua pihak, khususnya MIF dan Banser, mendapatkan balasan yang setimpal dari Allah swt.," pungkasnya. (fiq/ahn)
Share:

Friday, March 17, 2017

Kang Said: 'Kiai Hasyim Muzadi Aset Bangsa dan Dunia'

Pasti Aswaja – Berpulangnya Dr. KH. Hasyim Muzadi banyak meninggalkan kenangan bagi seluruh warga nahdliyin, khususnya Ketua Umum PBNU, Prof. Dr. KH. Said Aqil Siroj, MA.

Bagi Kang Said, sapaan akrab KH. Said Aqil Siroj, Kiai Hasyim Muzadi tidak sekedar sosok pemimpin, tapi menjadi sahabat yang baik.

Hal itu diungkapkan oleh Kang Said melaui cuitan di akun twitter pribadinya, Jumat sore (17/04/17).

Selain itu, menurut alumni Pondok Pesantren Lirboyo ini, dedikasi Kiai Hasyim untuk NU sangat luar biasa dan tidak pernah surut, "Kiai Hasyim adalah sosok tokoh NU, yang berkhidmah mulai tingkat ranting hingga PBNU," cuit mantan Sekertaris PMII Rayon Krapyak Yogyakarta periode 1972-1974 ini. "Kematangan organisasi, pengabdian sekaligus kepemimpinan Kiai Hasyim Muzadi tidak diragukan lagi," Kang Said meneruskan cuitannya.

Ayah empat orang ini juga menyaksikan sendiri bagaimana kiprah dan dedikasi Kiai Hasyim ketika mengayomi umat, mendampingi warga nahdliyyin dan mengurus Nahdlatul Ulama.

"Saya sepuluh tahun mendampingi beliau, ketika berkhidmat sebagai Ketua PBNU. Ketika itu, Kiai Hasyim menjadi Ketua Umum PBNU. Terlebih lagi beliau meneruskan tongkat estafet kepemimpinan NU dari Gus Dur, itu bukan perkara mudah, namun dapat beliau lalui dgn baik," papar Guru Besar bidang tasawuf UIN Sunan Ampel Surabaya ini.

Masih menurut Kang Said, pergaulan Kiai Hasyim sangat luas dan luwes, "Kiai Hasyim bukan hanya milik nahdliyyin saja, namun juga aset bangsa ini, bahkan dunia," akunya.

"Semoga Kiai Hasyim Muzadi mendapatkan maghfirah dan lempang jalan cahaya menuju Allah Subhanahu wa Ta'ala. Alfatihah." Pungkasnya. (ahn/mad)
Share:

Thursday, March 16, 2017

KH. Hasyim Muzadi Kembali ke Rahmatullah

Malang – Pasti Aswaja – Mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dua periode (1999-2010) DR. KH. Hasyim Muzadi tutup usia, Kamis pagi (16/03/17) di Malang, Jawa Timur.

Sebelumnya, anggota Wantimpres (Dewan Pertimbangan Presiden) ini sempat menjalani perawatan selama tiga hari di Rumah Sakit Lavalette, Rampal Celaket, Klojen, Kota Malang mulai 11 Maret 2017.

“Innalillahi wainnailaihi rojiun. Baru saja dapat informasi dari pihak keluarga bahwa Kyai Hasyim Muzadi meninggal dunia pada pagi ini. Semoga beliau husnul khotimah,” ujar Juru Bicara Kepresidenan lewat pesan WhatsApp, Kamis, 16 Maret 2017.

Kabar berpulangnya Pengasuh Pesantren Mahasiswa Al-Hikam Malang inipun langsung memenuhi timeline media jejaring sosial.

Informasi ini kemudian dibenarkan oleh Arif Zamhari, menantu Kiai Hasyim, lewat pesan singkat. Zamhari menyebutkan bahwa mantan aktivis PMII itu meninggal pada pukul 6.15 WIB, pagi ini.

“Jenazah insyaallah akan diberangkatkan ke pesantren Al-Hikam Depok, dari Malang hari ini, dan akan dishalatkan di Masjid Al Hikam setibanya di pesantren,” tutur Zamhari.

DR. KH. Hasyim Muzadi lahir pada 08 Agustus 1944. Alumni IAIN Malang ini mengawali kegiatan organisasinya dengan berpartisipasi aktif dalam organisasi kepemudaan semacam Gerakan Pemuda Ansor (GP-Ansor) dan organisasi kemahasiswaan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) hingga akhirnya dipercaya menjadi pemimpin kedua organisasi tersebut.

Pada tahun 1992 Kiai Hasyim dipercaya untuk menduduki kursi Ketua Tanfidziyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur.

Kesuksesannya di NU Jawa Timur mampu menjadi batu loncatan bagi Hasyim untuk menjadi Ketua PBNU pada tahun 1999. Selain itu, suami dari Hj. Muthomimah ini pernah menjadi anggota DPRD Tingkat I Jawa Timur pada tahun 1986.

Ada beberapa buku yang pernah ditulis Kiai Hasyim: Membangun NU Pasca Gus Dur (1999), NU di Tengah Agenda Persoalan Bangsa (1999), Menyembuhkan Luka NU  (2002). (ahn/fid)
Share:

Wednesday, March 15, 2017

IPNU-IPPNU PP. Bustanul Ulum Hari Ini Dilantik

Pamekasan – Pasti Aswaja – Pengurus Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (PC. IPNU-IPPNU) Pamekasan melantik kepengurusan IPNU-IPPNU Komisariat MTs. dan MA. Bustanul Ulum, PP. Bustanul Ulum Angsanah Palengaan Pamekasan, Rabu pagi (15/03/17) di aula Pesantren NU tersebut.

Pelantikan itu merupakan upaya kaderisasi NU di pesantren yang tahun lahirnya bersamaan dengan tahun kelahiran NU, 1926. "Karena (Pon. Pes.) Sumber Anom adalah berbasis NU," tutur KH. Taufik Hasyim, Pengasuh Pesantren Sumber Anom.

"Bahkan pendiri Sumber Anom adalah tokoh pejuang GP. Ansor zaman dahulu dalam mengusir penjajah dan menumpas PKI," lanjut Ketua Tanfidziyah PCNU Pamekasan itu.

Alasan historis itu menjadi dorongan bagi Ra Taufik, sapaan akrab mantan aktivis PMII Kediri ini, untuk tetap istiqamah berjuang bersama NU, "Jadi kami sebagai penerus para pendiri Pondok Sumber Anom harus tetap ada di garis perjuagan NU," pungkasnya.

Dihubungi setelah acara, Kadarisman, Ketua PC. IPNU Pamekasan, sangat mengapresiasi semangat para santri-siswa itu yang berniat tulus mengabdi kepada NU melalui organisasi yang ia pimpin.

"Apresiasi yang sebesar-besarnya, karena OSIS (Organisasi Siswa Intra Sekolah. Red.) di MTs. dan MA Bustanul Ulum dijadikan satu dengan Pimpinan Komisariat IPNU-IPPNU," ujar kandar, sapaan akrab Iskandar.

"Semoga bisa diikuti oleh Sekolah-sekolah lain yang ada di lingkungan pondok pesantren, utamanya yang berbasis NU," pungkas Kandar penuh harap. (ahn/zai)
Share:

Monday, March 13, 2017

Tiga Pemain Liga Santri Nusantara Masuk Seleksi Timnas U-19 Besutan Indra Sjafri

Jakarta – Pasti Aswaja – Arsitek Timnas U-19 Indra Sjafri terus melakukan penyeleksian terhadap beberapa pemain yang akan direkrut guna melengkapi skuadnya ke Piala AFF U-19 tahun 2017 di Myanmar.

Seleksi tim nasional di bawah usia 19 tahun (timnas U-19) berlangsung di Stadion Bea Cukai Jakarta Timur, sejak Sabtu-Ahad (11-12/03/17) berakhir tadi pagi, Ahad (12/03/17). Indra Sjafri mengaku mendapat sejumlah pemain potensial, tapi ia masih akan melanjutkan perburuan.

Seleksi yang diikuti 50 pemain tersebut diikuti perwakilan dari beberapa provinsi. Tak hanya pemain asal Jakarta yang mengikuti seleksi. Datang pula pemain piihan yang sebelumnya lolos praseleksi di Bandung, Palembang, dan beberapa kota besar lainnya.

Di antara puluhan peserta seleksi, ada tiga pemain jebolan Liga Santri Nusantara (LSN). Mereka adalah M. Rafly (top scorer LSN 2016), Tri Widodo (pemain terbaik LSN 2016), serta Richard Rahmad (pemain terbaik LSN 2015).

Ketiga pemain jebolan LSN ini diharapkan bisa terus tampil dengan performa terbaik, sehingga lolos seleksi dan dapat bergabung dengan Timnas U-19, untuk memperkuat Timnas U-19 di ajang Piala AFF Myanmar nanti.

Seleksi diawali tes kebugaran pemain, kemarin pagi, yang ditangani oleh tim dari Universitas Negeri Jakarta. Disusul sesi game internal yang dilakukan secara bergantian pada sore harinya. Ahad (12/3) pagi, seleksi dilanjutkan dengan sesi game lanjutan di mana bayangan tim pilihan mulai terlihat.

"Ada 3 pemain Liga Santri Nusanatara yang juga ikut dalam seleksi. Ini menunjukkan Liga Santri Bermanfaat dalam mempersiapkan Pemain nasional," ungkapnya.

Lebih lanjut Indra Sjafri mengatakan bahwa ada beberapa pemain yang menurutnya menonjol. Mereka akan dipilih bersama tim dan diumumkan PSSI. (ahn/uki)
Source: NU Online
Share:

Sunday, March 12, 2017

Polisi Peduli Jalan Berlubang

Pamekasan – Pasti Aswaja – Banyaknya lubang di sepanjang jalan raya Palengaan membuat Kepolisian Sektor (POLSEK) Palengaan perihatin dan turun untuk tambal sulam, Sabtu pagi (11/03/17).

AKP. H. Ach. Soleh, SH, M.Hum, Ka. Polsek Palengaan, menuturkan bahwa keperihatinan itu disebabkan banyaknya kecelakaan yang terjadi akibat jalan berlubang.

"Makanya kami turun untuk tambal sulam," papar Soleh melalui liris yang diterima Pasti Aswaja.

Untuk membeli kebutuhan tambal sulam, Soleh mengajak anggotanya patungan.

"Semoga dari (kegiatan) ini dapat meminimalisir angka Lakalantas yang diakibatkan jalan berlubang ini," harapnya.

Masih menurut Soleh, kegiatan ini akan terus berlanjut mengingat masih banyak jalan yang belum ditambal sulam. (ahn/mam)
Share:

Saturday, March 11, 2017

Bangkitkan Semangat Perempuan, KOPRI UIM Adakan SIG

Pamekasan – Pasti Aswaja – Korp Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Puteri (KOPRI) Komisariat Universitas Islam Madura (UIM) Cabang Pamekasan adakan Sekolah Islam Gender (SIG) di Lembaga Pendidikan Bustanul Mubtadiin, Pangorayan, Proppo, Pamekasan.

Acara yang melibatkan kader puteri Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) se-Madura ini akan digelar sejak Jumat malam (10/03/17) sampai dengan Ahad (12/03/17).

Dengan tema "Rekonstruksi Gerakan PMII dalam Adil Gender", menurut Noralisa, Ketua Panitia Pelaksana, bagaimana kader puteri PMII mampu memanfaatkan peluang dalam kontestasi ruang publik.

"Stigma yang selama ini berkembang di tengah-tengah masyarakat bahwa pelarian perempuan adalah ke dapur ini harus dihilangkan dan dimulai dari kader PMII," jelasnya kepada Pasti Aswaja, Jumat malam (10/03/17).

Senada dengan Lisa, Titin Maimunah, Ketua KOPRI Komisariat UIM Cabang Pamekasan mengungkapkan upayanya untuk terus berjuang demi hak perempuan. "Karena yang dibahas dalam Gender adalah perspektif sosial, dan tidak ada satupun yang membedakan antara laki-laki dan perempuan," ujar Mahasiswi jurusan Bahasa Inggris tersebut.

Sementara itu Fathol Bari, Wakil Ketua I PC. PMII Pamekasan, saat memberikan sambutan dalam pembukaan SIG mengungkapkan apresiasinya.

"(SIG) Ini pembahasan yang sangat penting untuk dipahami oleh kaum perempuan, sehingga kami sangat bangga kepada KOPRI Komisariat UIM," jelas Mantan Ketua Komisariat PMII UNIRA tersebut. (bor/ahn)
Share:

Sunday, March 5, 2017

Hadirkan Pelajar, Santri dan Pemuda NU, LTN NU Pamekasan Gelar Seminar Perang Pemikiran

Pamekasan – Pasti Aswaja – Pimpinan Cabang (PC) Lembaga Ta'lif wan Nasyr Nahdlatul Ulama (LTN NU) Kabupaten Pamekasan gelar seminar Sosiologi dan Peta Media Sosial dalam Ghazwatul Fikr di Indonesia, Ahad pagi (05/03/16) di Aula Pondok Pesantren Sabilul Ihsan, Teja, Pamekasan.

Dalam sambutannya, Ketua LTN NU, KH. Idris Hamid menjelaskan bahwa acara ini digelar sebagai upaya menjawab tantangan media sosial yang saat ini sudah sangat memperihatinkan.

"Ke depan media sosial kita akan terus dibantai, kini sudah saatnya kita bangkit dan menangkal berita-berita bohong," jelas pengasuh Pondok Pesantren Nasyrul Ulum, Bagandan, Pamekasan tersebut.

Sementara itu, Ketua Tanfidziyah PCNU Pamekasan, KH. Taufiq Hasyim saat memberikan sambutan menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan ini.

Ra Taufiq, sapaan akrabnya menyebutkan, bahwa saat ini NU terus menerus mendapatkan serangan dari kelompok-kelompok yang anti dengan NU.

"Melalui celah yang bisa diserang, mereka menyerang kita, ini muncul hampir setiap detik," jelasnya.

Alumni PMII Kediri ini melanjutkan, bahwa penyebaran isu melalui media sangatlah berbahaya. "Seseorang bisa terkenal, karena media. Seseorang juga bisa hancur gara-gara media,"

Senada dengan Ra Taufiq, salah satu Musytasyar PCNU Pamekasan, KH. Hamid Mannan Munif menyebutkan, bahwa media saat ini sudah tidak sesuai aturan.

"Setelah ini harus lahir Jurnalis-jurnalis muda dan cyber-cyber muda untuk menyeimbangkan pola informasi yang masuk kepada kita," tegasnya.

Gus Najib, Ketua Pimpinan Wilayah LTN NU Jawa Timur menyebutkan, bahwa media sosial saat ini sudah sangat merisaukan.

"Persoalan media ini bukan hanya terjadi di Pamekasan, tapi sudah menjadi isu Nasional, jadi yang hadir ke sini berarti sudah siap berperang dan menambah amunisinya di sini (seminar. Red.)" tegasnya.

Acara yang menghadirkan pelajar, santri dan pemuda NU dari Pesantren NU di Pamekasn ini bekerjasama dengan Lakspesdam NU dan RMI NU yang akan dilanjutkan dengan Pelatihan Jurnalistik Santri dan Kopdar Netizen NU. (bor/ahn)
Share:

Saturday, March 4, 2017

Turba PCNU Pamekasan ke 13 MWCNU se-Pamekasan

Pamekasan – Pasti Aswaja – Sejak awal bulan Februari yang lalu, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pamekasan Turun ke Bawah (Turba) untuk silaturrahim dan sosialisasi akreditasi ke 13 Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) se-Kabupaten Pamekasan.

"Agenda (Turba) ini merupakan amanat MUSKERCAB (Musyawarah Kerja Cabang. Red.) PCNU Pamekasan bulan September (tahun lalu) di PP. Banyu Ayu," jelas Ketua Tanfidziah PCNU Pamekasan, KH. Taufik Hasyim, kepada Pasti Aswaja, Sabtu (04/03/17) di sela-sela kegiatan Turba ke MWCNU Batu Marmar. "Untuk hari ini kita turun ke Waru, Batu Marmar dan Pasean," lanjutnya.

Ra Taufik, sapaan akrab KH. Taufik Hasyim, menambahkan bahwa di antara agenda Turba itu adalah sosialisasi akreditasi seluruh MWCNU se-Kabupaten Pamekasan, "di mana tiap-tiap MWC akan dinilai kelengkapan susunan kepengurusan mulai dari MWC sampai Ranting, kelengkapan administrasi, kelengkapan pengurus lembaga dan BANOM (Badan Otonom. Red.), hingga program-program yang menyentuh langsung kepada umat baik bidang agama, sosial, kesehatan, hingga pengkaderan kepemudaan NU seperti Ansor, Fatayat, IPNU, IPPNU dan lainnya," imbuh mantan aktivis PMII Kediri ini.

Selain sosialisasi akreditasi, agenda ini juga bertujuan untuk memperkuat tali silaturrahim, sharing seputar NU dan serap aspirasi dari para tokoh NU dan pengurus ranting se-Pamekasan, "hingga dari sini diharapkan akan terbangun komunikasi yang baik antara PCNU, MWCNU dan Ranting NU," lanjut Ra Taufik. "Dalam Turba ini kami juga menyampaikan kondisi terkini bangsa Indonesia dan sikap PBNU," Ra Taufik melanjutkan.

Untuk diketahui, akreditasi akan dilaksanakan pada bulan Syawal atau bulan Agustus 2017 mendatang.

Sekedar informasi, PCNU Pmekasan saat ini memiliki 192 ranting di bawah naungan 13 MWCNU. Sedangkan Muslimat NU memiliki 152 ranting di bawah komando 13 PAC (Pimpinan Anak Cabang). (ahn/zai)
Share:

PC. PMII Pamekasan Gelar Kursus Agama

Pamekasan – Pasti Aswaja – Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC. PMII) Pamekasan gelar Kursus Agama ke-I, Sabtu (04/03/17) di Graha Nahdliyah PC. Muslimat NU Pamekasan, Jl. R. Abd. Azis no.95.

Kursus Agama perdana kepengurusan PC. PMII Pamekasan Masa Khidmat 2016-2017 ini bertajuk Risalah Al-Mahidh.

Foto bersama: pengurus PMII Pamekasan, panitia dan peserta foto bersama dengan Nyai Mafrudhoh (tengah-barisan belakang).
"Karena pembahasan darah perempuan ini sangat penting, bahkan wajib diketahui oleh umat Islam," jelas Miftahul Munir, Ketua Umum PC. PMII Pamekasan.

Sementara itu, Menurut Muhammad Abror, Ketua Bidang Keagamaan PC. PMII Pamekasan, kegiatan ini merupakan amanah organisasi PMII. "Terkait hal ini sudah diatur dalam Peraturan Organisasi PMII," ujar mantan Pengurus Komisariat PMII STAI-MU Pamekasan tersebut.

Senada dengan Bong, sapaan akrab Muhammad Abror, Ketua Panitia Pelaksana, Iklal, menuturkan, bahwa PC. PMII Pamekasan akan terus mengupayakan yang terbaik untuk bangsa.

"Karena salah satu sifat PMII itu kebangsaan, maka kami (PC. PMII Pamekasan. Red.) akan terus berupaya mengabdikan diri untuk bangsa dan negeri," jelas pemuda asal Kabupaten Sumenep tersebut.

Acara yang menghadirkan Nyai Mafrudhoh, Ketua PC Muslimat NU Pamekasan, ini melibatkan seluruh kader PMII se-Pamekasan, Osis SMAN, SMKN dan MAN se-Wilayah Kota Pamekasan. (ahn/uki)
Share:

PMII "Kuningkan" Kantor PCNU Pamekasan

Pamekasan – Pasti Aswaja – Puluhan bendera berwarna kuning milik Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) terlihat menghiasi gerbang masuk Kantor Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Pamekasan di Jl. R. Abd. Azis no. 95, Sabtu pagi (04/03/17).

Berdasarkan konfirmasi dari Miftahul Munir, Ketua Umum PC. PMII Pamekasan kepada Pasti Aswaja, puluhan bendera ini dikarenakan PC. PMII Pamekasan menggelar acara Kursus Agama yang dilaksanakan di Aula Graha Nahdliyyah PC. Muslimat NU Pamekasan.

"Kami memilih tempat ini (Graha Nahdliyyah. Red.), karena kami sadar adanya ikatan kultur antara PMII dan NU," ujar Miftah.

Menurutnya, sampai saat ini PC. PMII Pamekasan masih memegang teguh prinsip Interdependensi PMII-NU, sesuai kesepakatan Kongres PMII ke-X yang dilaksanakan di Asrama Haji, Pondok Gede, Jakarta.

"Karena itu (Interdependsi PMII. Red.) amanah Organisasi, jadi antara PMII dengan NU harus bersinergi dalam membentengi dan menjaga Ahlu Sunnah Wal Jamaah," tegas alumni Pondok Pesantren Miftahul Ulum Panyeppen tersebut.

Berdasarkan hasil Muktamar NU ke-33 di Jombang, PMII diakui sebagai salah satu Badan Otonom (Banom) NU. Namun demikian, sampai saat ini PMII masih belum menyikapi hal itu, karena PMII sendiri masih akan melaksanakan Kongres bulan Mei mendatang. (bor/ahn)
Share:

Sambut Harlah NU ke 94, BAANAR Pamekasan Goes to Pesantren

Pamekasan – Pasti Aswaja – Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor (PC GP Ansor) Pamekasan melalui Badan Ansor Anti Narkoba (BAANAR) sambangi PP. Bustanul Ulum, Angsanah, Pamekasan, untuk sosialisasi bahaya penyalahgunaan narkoba, Jumat (03/03/17).

Hassan, kepala BAANAR Pamekasan, menjelaskan tujuan utama kegiatan yang digelar di aula pesantren Bustanul Ulum itu adalah untuk sosialisasi ke pesantren-pesantren dan mengajak peran aktif santri sebagai calon pemimpin yang akan datang, "agar mereka juga ikut berperan aktif dalam melakukan pencegahan penyalahgunaan Narkoba, baik di likungan pesantren maupun di masyarakat," papar laki-laki yang akrab di sapa Ra Hassan ini kepada Pasti Aswaja.

Mantan aktivis PMII Surabaya ini juga menuturkan bahwa kegiatan ini merupakan rangkaian kegiatan hari lahir (Harlah) NU yang ke 94 dan Harlah GP Ansor yang ke 83.

Ra Hassan menambahkan bahwa kegiatan ini akan terus berlanjut sampai nanti puncak pelaksanaan Harlah NU dan Harlah Ansor.

"Alhamdulillah, kegiatan (BAANAR Goes to Pesantren. Red.) ini mendapatkan dukungan penuh dari jajaran Rais Syuriah dan Tanfidziyah PCNU Pamekasan," lanjut Ra Hassan.

Selain sosialisasi bahaya penyalahgunaan Narkoba, dalam kegiatan yang diikuti ratusan santri Bustanul Ulum itu BAANAR juga memilih dua orang santri putra dan dua orang santri putri untuk menjadi Duta Santri Anti Narkoba. (ahn/mad).
Share:

Home Style

Contact Form

Name

Email *

Message *

Ads

Ads

Latest News

Popular Posts

Blog Archive