• This is default featured slide 1 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 2 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 3 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 4 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 5 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Sunday, April 30, 2017

Kegiatan Rutin, Ansor Larangan Badung Hadirkan Ketua PCNU Pamekasan

Pamekasan – Pasti Aswaja – Dalam rangka memperluas wawasan ke-NU-an dan akidah Aswaja an-nahdliyah, Pengurus Ranting Gerakan Pemuda Ansor (PR GP Ansor) Desa Larangan Badung, Palengaan, Pamekasan mendatangkan Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pamekasan, KH. Taufik Hasyim, dalam kegiatan rutin bulanannya, Minggu malam (30/04/17).

Bukan tanpa alasan, menurut Akh. Hadi Rafi'i, Ketua PR GP Ansor Larangan Badung, pengurus sengaja mendatangkan Ketua PCNU untuk memberikan pemahaman tentang jam'iah NU dan akidah Aswaja an-nahdliyah.

"Selama ini masyarakat banyak yang kurang paham tentang NU. Termasuk warga NU sendiri," papar Rafi'i. "Makanya kami mengundang Ketua PCNU," lanjutnya.

Tidak hanya kader Ansor, pengurus juga mengundang pengurus NU ranting Larangan Badung.

"Kalau pengurus, saya rasa, sudah tidak diragukan lagi ke-NU-annya. Masyarakat umum ini yang perlu dicerahkan," tutur alumni Universitas Islam Madura (UIM) Pamekasan ini.

Alumni PP. Sumber Anom Palengaan ini berharap dengan hadirnya Ketua PCNU Pamekasan dapat membangkitkan ghirah ke-NU-an masyarakat untuk bergabung dengan NU. (ahn/fiq)
Share:

Ribuan Warga Banjiri Tabligh Akbar PMII STAI Al-Khairat

Pamekasan – Pasti Aswaja – Pengurus Komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PK. PMII) STAI Al-Khairat Cabang Pamekasan Gelar Tabligh Akbar dalam rangka memperingati Isra' Mi'raj dan Hari Lahir PMII ke-57, Minggu siang (30/04/17) di Lapangan Kom. Al-Khairat, Larangan Badung, Palengaan, Pamekasan.

Acara yang menghadirkan KH. Abd. Malik Sanusi dari Bondowoso dan KH. Afiful Khoir, Ketua Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) PCNU Pamekasan dan dihadiri ribuan warga sekitar, menurut Fairus Fandi, Ketua Komisariat PMII Al-Khairat merupakan jawaban atas kebutuhan masyarakat.

"Ini kami menunjukkan, bahwa PMII peduli terhadap keinginan masyarakat," jelasnya, saat memberikan sambutan.

Sementara itu, Miftahul Munir, Ketua Umum PC. PMII Pamekasan menyebutkan, bahwa PMII sejak kelahirannya tidak bisa dilepaskan dari NU.

"Sebagaimana NU, PMII sampai saat ini masih tetap menjaga tradisi, Salah satunya adalah perayaan Isra' Mi'raj ini," jelasnya.

Kedua penceramah yang dihadirkan oleh panitia menekankan agar seluruh yang hadir tidak henti-hentinya mencari barokah dan mengambil hikmah di balik Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW. (bor/ahn)
Share:

Friday, April 28, 2017

Kesal, Anonymous Retas Situs Telkomsel

Pasti Aswaja – Situs resmi operator seluler milik PT. Telekomunikasi Indonesia Tbk. Indonesia sempat dikuasai Anonymous (Komunitas Hacker) selama beberapa jam. Dari tinjauan Pasti Aswaja, sejak Kamis malam (27/04/17), situs www.telekom.com berubah tampilan menjadi hitam dengan logo Anonymous menghiasi dinding utama.

Dari pesan yang disampaikan, Anonymous kesal dengan tarif intenet Telkomsel yang mahal. Mereka juga menuntut, agar tarif internet diturunkan. "Pegimane Indonesia mau maju, kalau tarif intenet saja mahal," itulah pesan yang disampaikan.

Menanggapi hal ini, Vice president Corporate Communication Telkomsel, Adita Irawati, menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan Telkomsel.

Adita menambahkan, saat ini timnya sedang melakukan penelusuran serta perbaikan yang dibutuhkan agar pelanggan dan masyarakat kembali bisa mengakses situs tersebut.

Sampai berita ini diturunkan, situs tersebut sedang dalam proses perbaikan. (bor/ahn)
Share:

Wednesday, April 26, 2017

Dibimbing Rais PCNU Sampang, Intel Kodim 0828 Sampang Baca Syahadat

Sampang – Pasti Aswaja – Novi Hari Susanto, anggota Intel Kodim 0828 Sampang, secara resmi menjadi seorang muallaf setelah mengucapkan dua kalimat syahadat di Masjid Agung Sampang, jalan Trunojoyo Sampang, Rabu (26/04/17) sekitar pukul 09:30 WIB.

Di bawah tuntunan Rais Syuriah PCNU Sampang, KH. Syafiuddin Abd. Wahid, laki-laki berambut gondrong itu mengucap dua kalimat syahadat dalam bahasa Arab.

Suasana mengharu-biru ketika suara takbir menggema di dalam masjid sesaat setelah Novi membacakan syahadat.

Kiai Syafiuddin pun bersyukur atas hidayah yang dianugerahkan Allah untuk Bintara berpangkat Sersan Dua itu, "Sekarang namanya ditambah menjadi Ahmad Novi Hari Susanto,” ujar Kiai Syafiuddin.

Selain KH. Aidul Fitri Zeini selaku (Ta’mir Masjid Agung Sampang) dan jajaran pengurus NU, hadir pula rekan-rekan Novi dari kesatuan Kodim 0828. Sedangkan saksi ikrar adalah Fadhilah Budiono (Wakil Bupati sekaligus Plt. Bupati Sampang), M. Juwedi (Kepala Kantor Kemenag Sampang), KH. Buchori (Ketua MUI Sampang), AKBP Tofik Sukendar (Kepala Polres Sampang). Sedangkan perwakilan dari Kodim 0828 Sampang, Kapten Inf. Alib Surono. (ahn/fik)
Share:

Tuesday, April 25, 2017

Ini Pesan Pengasuh PP. Sumber Anom Kepada Alumni dan Simpatisan

Pamekasan – Pasti Aswaja – Maraknya gerakan takfiri dan radikalisme di Indonesia mendapatkan perhatian serius dari pengasuh PP. Bustanul Ulum Sumber Anom, Angsanah, Palengaan, Pamekasan, Jawa Timur.

Hal ini terlihat saat KH. Taufik Hasyim, Pengasuh PP. Bustanul Ulum, memberikan sambutan pada acara Temu Alumni dan Haul Akbar PP. Bustanul Ulum, Senin pagi (24/04/17). (Baca juga: Temu Alumni dan Haul Akbar, PP. Sumber Anom Jadi Lautan Manusia)

Alumni PP. Lirboyo, Kediri, Jawa Timur itu melarang seluruh alumni dan simpatisan pesantren yang dipimpinnya bergabung dengan organisasi radikal apapun.

"Alumni (PP. Sumber Anom. Red.) harus tetap menjaga dan berada di tengah-tengah Negara Kesatuan Republik Indonesia," kata Ketua NU Kabupaten Pamekasan itu.

Selain itu, kiai muda alumni Ma'had Riyadlul Jannah Rosefah, Makkah, Arab Saudi ini juga meminta para alumni agar tetap manjadi santri, tidak lupa pada almamater pondok pesantren dan senantiasa berjuang sesuai dengan garis perjuangan NU. (ahn/zai)
Share:

Temu Alumni dan Haul Akbar, PP. Sumber Anom Jadi Lautan Manusia

Pamekasan – Pasti Aswaja – Ribuan alumni lintas angkatan PP. Bustanul Ulum Sumber Anom, Angsanah, Palengaan, Pamekasan, Jawa Timur menghadiri kegiatan Temu Alumni dan Haul Akbar di PP. Bustanul Ulum Sumber Anom, Senin pagi (24/04/17).

Kegiatan yang dimulai jam 08:00 itu diawali dengan pembacaan Surat Yasin dan tahlil untuk para masyayikh Sumber Anom, almarhumin alumni dan simpatisan pesantren berlatar belakang NU tersebut.

Tidak hanya itu, acara tersebut juga dirangkai dengan pengukuhan pengurus IKSANSA (Ikatan Santri dan Alumni Sumber Anom) periode 2016-2020 M. yang dikomandani oleh K. Ma'rifatullah.

Kiai asal Desa Plakpak, Pegantenan, Pamekasan ini merupakan santri angkatan pertama dan menangi ketika KH. Rofi'i, pendiri pertama PP. Bustanul Ulum, masiih hidup.

Hadir dalam acara itu, Ka. Polres Pamekasan yang turut memberikan arahan tentang bahaya narkoba, Ka. Polsek Palengaan, dan beberapa kiai pengurus NU Kabupaten Pamekasan.

Untuk memberikan siraman rohani, panitia mempercayakan kepada KH. Sahuri Siddqi asal Kabupaten Sampang yang mengupas tentang peristiwa Isra'-Mi'raj Rasulullah Muhammad dan KH. Hasan Huda dari Kabupaten Lumajang yang banyak mengupas keharusan para alumni untuk tetap memghormati dan menyambung silaturrahmi dengan para kiai serta ustadz supaya ilmu yang diperoleh di pesantren bermanfaat bagi dirinya, masyarakat dan agama. (ahn/zai)
Share:

Monday, April 24, 2017

Qari' Meninggal Dunia, Haul Keluarga Khofifah Diwarnai Tangis Histeris

Surabaya – Pasti Aswaja – Jakfar Abdurrahman, seorang Qari' atau pembaca ayat suci Al-Quran, meninggal dunia saat tengah melantunan ayat suci Al-Quran, di acara Haul Keluarga Besar Menteri Sosial, Khofifah Indar Parawansa, di Surabaya, Jawa Timur.

Dikutip dari portal berita online Kompas, Senin (24/04/17), tubuh Jakfar tiba-tiba lemas dan jatuh usai membacakan dua ayat suci Surat Al-Mulk di atas panggung. Mikrofon di tangannya lepas dan tubuhnya terjatuh ke samping.

Peristiwa itu membuat sejumlah tamu undangan menangis histeris.

"Panitia langsung membawanya ke posko kesehatan dan Rumah Sakit Islam Surabaya II yang lokasinya tidak jauh dari lokasi acara," kata Rofiq Kurdi, seorang panitia acara tersebut.

Sekitar satu jam kemudian, pembawa acara mengumumkan bahwa Jakfar dipastikan meninggal dunia oleh petugas medis rumah sakit Islam Surabaya II.

Dikutip Pasti Aswaja dari surya.co.id, menurut Khofifah, kepergian Jakfar diakibatkan serangan jantung, sebab almarhum pernah melakukan pengobatan penyakit jantung.

"Kemungkinan beliau meninggal karena serangan jantung, sebab kalau gak salah, beliau ini pernah operasi jantung," kata perempuan yang juga menjabat Ketua Umum Pimpinan Pusat Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) itu. (bor/ahn)
Share:

Gus Dur, Mbah Moen dan Kiai Aziz

Oleh: KH. Maman Imanul Haq*

Saat Harlah Ponpes Al-Aziziyah Jombang, saya dampingi Gus Dur menghadiri acara tersebut.

Gus Dur berbisik bahwa Kiai Aziz Masyhuri ini orang tekun dan teliti.

Usai memberi sambutan Gus Dur kembali berbisik, "Saya punya dua rahasia tentang Kiai Maemoen Zubair".

Saya bilang, "Bapak berkenan mendengar ceramah Mbah Moen atau mau pulang duluan?"

"Nah, rahasia pertama: Kiai Maimoen ini orangnya sangat alim, seorang fakih yang rendah hati. Saya mau mendengarkan beliau." Jawab Gus Dur, sambil minta diambilkan kacang rebus kesukaannya.

Tetapi baru 15 menit Mbah Moen memberi tausyiah, Gus Dur minta meninggalkan tempat. Saya matur untuk pamit ke Kiai Aziz.

Di dalam mobil saya tanya Gus Dur sambil bercanda, "Bapak itu tidak konsisten. Katanya mau dengar dulu Mbah Moen. Eh, minta kundur (pulang) ?"

Gus Dur tertawa dengan khas dan menjawab, "Saya itu selalu konsisten dalam ketidak konsistenan. Hahaa. Perubahan itu keniscayaan yang harus disikapi dengan cepat, cerdas dan strategis. Lagi pula saya mau kasih rahasia kedua Kiai Maimoen".

"Apa itu Pak?" Tanya saya penasaran.

"Kiai Maimoen ini orangnya sangat pintar, tabahhur bi ulumih (ilmunya menyamudera), tapi saking pintar dan ikhlas kalau memberikan tausyiah suka panjang, berjam-jam. Anda gak akan kuat. Hehe."
*Ketua Lembaga Dakwah PBNU
Share:

Sunday, April 23, 2017

NU, dan Inovasi di Usia yang Menua

Oleh: Musannan Abdul Hadi*

Pasti Aswaja – Bukan waktu yang sebentar. Jauh sebelum Indonesia ini ada, jam'iyah ini sudah ada. Berevolusi dengan segala situasi dan kondisi pada zaman yang berbeda dan beberapa kekuasaan. Dikomandani oleh para ulama--insya-Allah waliyullah--sebagai pelanjut perjuangan para Walisongo yang mampu melebur nilai-nilai keislaman dengan kebudayaan tanpa menghilangkan substansi dari agama.

Selalu diombang-ambing oleh gelombang besar untuk ditenggelamkan. Tapi seperti kata pepatah, "Tidak ada pelaut handal tanpa gelombang yang besar". Saat ini jam'iyah NU seperti menjadi musuh bersama akibat dari setiap kebijakan yang dilahirkan karena lebih cenderung kepada stabilitas berbangsa dan bernegara. Sebab, warga NU sudah tahu bagaimana ibadah dalam kondisi terjajah. Lebih baik mempertahankan yang sudah ada, daripada berhalusinasi akan merubah negara dengan dasar yang baru. Apalagi dengan konsep yang belum jelas.

Resolusi jihad yang pernah didengungkan NU telah mengantarkan Indonesia pada kemerdekaan. berdasar amanat berupa pokok-pokok kaidah tentang kewajiban umat Islam dalam jihad mempertahankan tanah air dan bangsanya yang disampaikan Rais Akbar KH. Hasyim Asy’ari, dalam rapat PBNU yang dipimpin Ketua Besar KH. Abdul Wahab Hasbullah, menetapkan satu keputusan dalam bentuk resolusi yang diberi nama “Resolusi Jihad Fii Sabilillah”, isinya sebagai berikut: “Berperang menolak dan melawan pendjadjah itoe Fardloe ‘ain (jang haroes dikerdjakan oleh tiap-tiap orang Islam, laki-laki, perempoean, anak-anak, bersendjata ataoe tidak) bagi jang berada dalam djarak lingkaran 94 km dari tempat masoek dan kedoedoekan moesoeh. Bagi orang-orang jang berada di loear djarak lingkaran tadi, kewadjiban itu djadi fardloe kifajah (jang tjoekoep, kalaoe dikerdjakan sebagian sadja)…” sehingga Surabaya menggelegar pada saat itu. Di mana-mana ada seruan jihad untuk melawan penjajah. Yang lain di mana, tong?

Namun, diusianya yang semakin renta ini, semakin banyak manusia-manusia yang tidak pandai berterima kasih. NU yang nyaris menjadi garda terdepan untuk menjaga keutuhan NKRI seakan menjadi musuh bersama, selalu disudutkan dengan pukulan-pukulan yang mematikan, termasuk oleh manusia-manusia yang pernah dibesarkan oleh nenek moyangnya dalam tradisi Ke-NU-an. Dan saya menyebutnya dengan nama, anak tidak tahu diuntung, jika tidak mau dikatakan durhaka.

Namanya hidup, pasti tidak pernah lepas dari salah dan dosa. Namun, bagi manusia-manusia yang membuka aib dan telah membeberkan kesalahan atas dasar kemaslahatan itu, semoga sulit menemukan jalan pulang. Terjebak pada sebuah hegemoni pemikiran baru yang akan menyeretnya pada hilangnya rasa taat dan terima kasih pada para ulama. Dan bagi kami, adalah harga mati menjaga NU dalam situasi dan kondisi apapun. NU akan senantiasa hidup di sini, di hati kami warga NU. Yang tidak mau dengan NU, "sono, ke laut aje". He... He... He...

Salah satunya yang bisa kami lakukan dengan cara tetap melestarikan tradisi Ke-NU-an dan memperingati hari kelahirannya. Seperti puncak resepsi yang kami lakukan tertanggal 21 April 2017 yang lalu, setelah beberapa rangkaian kegiatan seperti: Bahtsul Masail yang diselenggarakan di PP. Kebun Baru asuhan Wakil Rais Syuriah PCNU Pamekasan, KH. Misbahul Munir, Lc.; Hotmil Qur'an serentak (Ranting dan MWC) yang diakhiri dengan acara puncak dengan dzikir Harlah di Kantor PCNU; Ziarah Maqbaroh kepada hampir seluruh pengasuh pondok Pesantren yang pernah mengabdikan hidupnya pada NU, dan diakhiri pada malam puncak di PP. Miftahul Anwar, Klompek, Pamoroh, Kadur Pamekasan.

Antusiasme pada malam puncak dihadiri sekitar tujuh ribu warga NU. Bahwa dalam kondisi NU diserang kanan dan kiri masih dicintai oleh warganya dan hal ini menjadi motivasi dan penyemangat tersendiri bagi pengurus NU. Semoga diusianya yang ke-94 ini, jam'iyah NU tetap konsisten menjadi tradisi dan menjadi garda terdepan dalam menjaga keutuhan NKRI. Karena menurut KH. Tovix Hasyim, "Agama tidak boleh jauh dari negara. Sebab, agama hadir untuk meluruskan negara, dan negara hadir sebagai pelindung bagi agama".

Selamat hari ulang tahun yang ke-94 bagi jam'iyah Nahdlatul Ulama. Jayalah selalu.
*Sekretaris LESBUMI PCNU Pamekasan
Share:

Saturday, April 22, 2017

Wakil Rais PWNU Jatim: 'Siapapun yang Main-Main Dengan NU Pada Akhirnya Akan Hancur'

Pamekasan – Pasti Aswaja – Wakil Rais Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur, KH. Anwar Iskandar , menyampaikan bahwa NU didirikan atas inisiatif KH. Kholil bin Abdul Lathif Bangkalan.

Pernyataan tersebut disampaikan alumni PMII Tribakti Kediri ini saat menyampaikan mau'idzah hasanah pada resepsi puncak Harlah NU ke-94 yang dilaksanakan oleh PCNU Pamekasan, Jumat malam (21/04/17) (baca juga: 7000 Nahdliyin Pamekasan Hadiri Harlah NU ke-94).

KH. Hasyim Asy'ari, menurut mantan Ketua GP. Ansor Kota Madya Kediri ini, sebelum mendirikan NU diperintah oleh KH. Kholil Bangkalan untuk berpuasa selama 41 hari sambil membaca surat Al-Kahfi sebanyak 99 kali, "ini adalah tirakat dari pendiri NU," tutur kiai kelahiran 24 April 1950 tersebut.

"Makanya siapapun yang main-main dengan NU pada ahirnya akan hancur," lanjutnya.

"Kita lihat saja PKI, Orde Baru, Masyumi. Mereka kelompok yang main-main dengan NU dan melakukan berbagai cara untuk menekan NU, mempersulit NU. Bahkan PKI membunuh para kiai NU, tapi semua itu bubar dan NU makin jaya," tandasnya.

Meskipun demikian, putra dari pendiri dan pengasuh pondok pesantren Mambaul Ulum Berasan, Muncar, Banyuwangi itu menyampaikan, kita (warga NU) tetap tidak boleh sombong dan harus tetap tawadlu'. (vix/ahn)
Photo source: Tribatanews Polres Kediri Kota
Share:

7000 Nahdliyin Pamekasan Hadiri Harlah NU ke-94

Pamekasan – Pasti Aswaja – Sekitar 7000 nahdliyin (warga NU) membanjiri PP. Miftahul Anwar Klompek, Pamoroh, Kadur, Pamekasan, Jawa Timur, Jumat malam (21/04/17). Mereka berbondong-bondong menghadiri resepsi puncak Hari Lahir (Harlah) Nahdlatul Ulama ke-94 yang dilaksanakan oleh Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pamekasan.

"Panitia menyiapkan 4000 ribu nasi kotak untuk peserta, tapi belum cukup," papar ketua PCNU Pamekasan, KH. Taufik Hasyim, sesaat setelah acara. "Lebih separuh yang tidak kebagian. Panitia sampai kewalahan," lanjut Ra Taufik, sapaan akrabnya.

"Dengan ini menunjukan bahwa NU besar dan masih hidup di Pamekasan," imbuh pengasuh PP. Sumber Anom ini. "Kata siapa NU tidak besar? Ini buktinya. Kata siapa NU tidak solid? Ini buktinya." Kata Ra Taufik bersemangat.

"(Acara) ini adalah puncak Harlah, karena sebelum acara ini ada beberpa rangkaian kegiatan, di antaranya: grand launching BMT NU, website, dan radio NU, ada juga PKPNU, ziaroh maqbaroh tokoh-tokoh NU di Pamekasan." Jelas alumni PP. Lirboyo Kediri ini.

Dalam acara yang diawali istighosah yang dipimpin oleh KH. Muzamil itu, juga ada penyerahan sertifikat tanah kepada Pengurus Ranting NU Pamoroh untuk dibangun kantor NU. Penyerahan sertifikat ini secara simbolis diterima oleh KH. Nawawi Abd. Muin, salah satu anggota Mustasyar PCNU Pamekasan.

Sebagai acara puncak, panitia menghadirkan KH. Anwar Iskandar, Wakil Rais Syuriah PWNU Jawa Timur. (fik/ahn)
Share:

Tuesday, April 18, 2017

Mahasiswa Organisatoris; Pilihan, keharusan atau Ajakan?!

Oleh : Muallifah*

Menjadi Mahasiswa baru tentunya belum kenal dengan kehidupan kampus, kita seringkali bertanya-tanya bagaimana kehidupan kampus yang ditopang dengan nuansa intelektual yang terasa sangat asing. Ibaratnya, seorang tenaga kerja yang berangkat ke suatu tempat yang belum pernah dikenal sebelumnya, sehingga harus bertanya, belajar dan beradaptasi secara perlahan.

Namun, dalam konteks kali ini ada hal menarik yang ingin penulis sampaikan sebagai bentuk persembahan kepada mahasiswa di seluruh pelosok negeri ini yang merasa dirinya masih baru mengenal kehidupan kampus.

Sebuah pengalaman menjadi sosok mahasiswa baru yang memiliki pandangan tentang status mahasiswa. Setidaknya ada dua porsi berbeda yang akan dihadapkan kepada mahasiswa baru; 1) Akademis; 2) Aktivis (Organisatoris).

Dua tipikal mahasiswa ini menjadi tantangan serius untuk dijalani oleh mahasiswa baru yang masih sangat kental dengan dunia SMA-nya.

Mahasiswa yang memiliki tipikal akademis merupakan mahasiswa yang condong atau fokus pada materi di bangku kuliah, aktif mengikuti perkuliahan dan mematuhi segala aturan, sehingga IPK cumelaude mejadi sebuah target utama. Bagi mereka, tolok ukur kesuksesan terdapat pada IPK, meski terkadang faktanya berbalik, sehingga memunculkan berbagai julukan, seperti; mahasiswa KUPU-KUPU (Kuliah pulang-Kuliah pulang) yang kebiasaanya masuk kelas, mendengarkan penjelasan dosen, mengerjakan tugas, pulang dan begitulah seterusnya.

Selanjutnya, tipikal mahasiswa organisatoris atau biasa disebut aktivis mahasiswa adalah mahasiswa yang aktif dalam organisasi kemahasiswaan, baik intra maupun ekstra. Banyak kegiatan yang mereka lakukan di organisasi yang digelutinya, bahkan seringkali "sibuk" menyuarakan keadilan melalui serap aspirasi, audiensi, bahkan massa aksi (demo). Terlepas dari itu, mereka juga akan disibukkan dengan berbagai kegiatan pada organisasinya, sehingga terkadang tidak bisa me-manage waktu denga baik dan mengorbankan jadwal kuliahnya. Bagi mereka, kesejahteraan, keadilan dan kedewasaan mental menjadi tolok ukur kesuksesan.

Bagaimana dengan jadwal masuk kampus mahasiswa ktivis, jika melihat tanggung jawabnya kepada orang tua untuk melanjutkan study dengan baik?! Hanya kepada anaknyalah orang tua mempercayakan dan menaruh harapan untuk kesuksesannya dimasa yang akan datang.

Nah, dengan melihat dua macam tipikal mahasiswa di atas, mahasiswa baru akan merasakan kebingungan untuk menempatkan posisi dirinya. Dari sekian banyak mahasiswa di perguruan tinggi, tidak sedikit yang memilih menjadi mahasiswa organisatoris. Hali ini disebabkan oleh tipikal semangat juangnya untuk memberikan kontribusi positif dan riil kepada lingkungan sekitarnya, terlebih sumbangsih dan pengabdian untuk negara.

Bagi mahasiswa baru, untuk memilih dan menentukan posisinya terdapat beberapa faktor. Faktor yang paling utama adalah adanya dorongan dari senior.

Senior memang selalu menjadi topik utama dikalangan mahasiswa baru. Dia adalah sosok yang selalu dielu-elukan. Tak lepas dari itu, apapun yang diucapkan senior selayaknya ucapan seorang raja yang dipatuhi oleh rakyatnya.

Namun, hal ini harus menjadi cerminan oleh mahasiswa baru untuk bisa memilah dan memilih, karena pada dasarnya semua organisasi itu baik dan akan menunjang intelektualitas mahasiswa. Hanya saja keyakinan dan semangat mencari jati diri dan menjadi diri sendiri lebih penting, sehingga tidak serta-merta langsung menelan mentah-mentah terhadap apa yang dikatakan oleh senior, tanpa mengunyah terlebih dahulu.

Harapan penulis, semoga tulisan yang cukup singkat ini bisa menjadi bahan renungan bagi mahasiswa baru untuk memilih dan menentukan posisinya sebagai mahasiswa.
*Anggota PMII Komisariat STAIN Pamekasan
Share:

Harlah PMII ke-57, Ini Pesan Moral Ketua NU Pamekasan

Pamekasan – Pasti Aswaja – Hari ini, 17 April 2017, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) genap berumur 57 tahun.

Berkenaan dengan hal itu, KH. Taufik Hasyim, Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PC. NU) Pamekasan, menyampaikan pesan moral untuk organisasi kemahasiswaan yang lahir di Surabaya ini.

"PMII harus menjadi kepanjangan tangan NU dalam menyebarkan Islam yang santun dan menolak radikalisme," ujar Ra Taufik, sapaan akrab alumni PMII Kediri itu, Senin malam (17/04/17), sesaat setelah menghadiri Harlah PMII ke-57 di Gedung Serba Guna Pamekasan yang dilaksanakan oleh PC. PMII Pamekasan (Baca juga: Ratusan Kader PMII Pamekasan Meriahkan Harlah PMII ke-57)

Menurut Ra Taufik, ada beberapa alasan yang melatarbelakangi hal tersebut, yaitu alasan historis dan alasan ideologis, "pertama, karena PMII lahir dari NU; kedua, karena memang PMII dibentuk untuk mencetak kader NU di dunia kampus; ketiga, ideologi PMII sama dengan (ideologi) NU," lanjut alumni Ma'had Royadlul Jannah, Rosefah, Makkah, Arab Saudi tersebut.

Ra Taufik menambahkan, saat ini PMII harus menjadi garda terdepan sebagai counter terhadap derasnya arus radikalisme.

Selanjutnya, di tengah-tengah gencarnya upaya yang merongrong NKRI, "maka PMII harus menjadi benteng penguat ideologi Pancasila dari segala bentuk ancaman," lanjutnya.

"Selamat Harlah untuk PMII yang ke-57," tandas Ra Taufik mengakhiri wawancara. (ahn/uki)
Share:

Ratusan Kader PMII Pamekasan Meriahkan Harlah PMII ke-57

Pamekasan – Pasti Aswaja – Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC. PMII) Pamekasan gelar Resepsi Hari Lahir (HARLAH) PMII ke-57, Senin malam (17/04/17) di Gedung Serba Guna, Jl. Kabupaten, Pamekasan.

Acara yang sekaligus pemberian hadiah Lomba Pra Harlah PMII ini dihadiri ratusan kader PMII dari 5 Komisariat PMII se-Pamekasan (Baca juga: Hari Ini, PC. PMII Pamekasan Gelar Lomba Pra-Harlah PMII ke-57 & 21 Santri Bersaing dalam Lomba Baca Kitab Kuning PMII Pamekasan).

"Di luar dugaan, kami (panitia. Red.) tidak mengira akan semeriah ini. Bahkan, panitia sendiri kewalahan melayani kader yang datang," jelas Fahrurrosyi, Ketua Panitia Pelaksana.

Sementara itu, Miftahul Munir, Ketua Umum PC. PMII Pamekasan menuturkan harapannya, agar harmonisasi seluruh Kader PMII di Pamekasan tetap terjaga.

"Saya atas nama pribadi sangat bangga melihat ratusan Kader PMII yang begitu antusias merayakan resepsi Harlah PMII ini," jelasnya kepada Pasti Aswaja.

Dalam kegiatan ini, pemotongan tumpeng oleh Miftah menjadi tanda perayaan Hari Lahir PMII ke-57, yang kemudian diakhiri dengan hiburan musik Reggae dengan menghadirkan Cabero Ras Band asal Kabupaten Sumenep. (bor/ahn)
Share:

Sunday, April 16, 2017

76 Kader Ansor NU Pamekasan Dikukuhkan

Pamekasan – Pasti Aswaja – Setelah 2 hari penuh dikarantina, sebanyak 63 kader Gerakan Pemuda Ansor (GP. Ansor) dikukuhkan dan diambil sumpahnya oleh pengurus Pimpinan Cabang (PC) GP. Ansor Pamekasan, Sabtu malam (15/04/17). (Baca juga: Ansor Palengaan Ingin Lahirkan Pemimpin Berkarakter Aswaja)

Setelah mereka diambil sumpahnya, panitia memerintahkan kader baru itu untuk memberikan hormat dan mencium bendera Merah Putih, bendera NU, dan bendera Ansor.

"76 kader baru ini adalah harapan besar kami di PAC GP. Ansor Palengaan, dan Pamekasan umumnya," ujar Sudarsono, Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP. Ansor Kecamatan Palengaan, Pamekasan, Jawa Timur.

Mantan aktivis PMII Jawa Timur ini juga berharap kader baru Ansor ini bisa memberikan kontribusi besar untuk NU, agama, dan negara. "Dua hari mereka tinggalkan keluarga, istri, anak, ada juga 14 orang yang masih berstatus mahasiswa. Jadi, kami tidak mau waktu itu terbuang sia-sia," lanjut pemuda kelahiran Sumenep ini.

Chan Darso, sapaan akrab Sudarsono, menambahkan bahwa Ansor adalah kaki-tangan para ulama, "jadi kader baru ini harus selalu taat dan patuh terhadap perintah ulama. Apapun yang diperintahkan ulama, harus dijalankan. Apapun resikonya," imbuhnya.

"Apa lagi kondisi negara saat ini. Kita butuh bimbingan ulama-ulama yang lebih bijak menyikapi situasi dan kondisi bangsa seperti hari ini," Cahan Darso menutup pembicaraannya.

Untuk diketahui, pada opening ceremony peserta yang menyerahkan formulir hanya 63 orang. Baru setelah shalat Jumat peserta terus bertambah.  (ahn/uki)
Share:

Friday, April 14, 2017

Ansor Palengaan Ingin Lahirkan Pemimpin Berkarakter Aswaja

Pamekasan – Pasti Aswaja – Pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) Kecamatan Palengaan menggelar Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) di Aula PP. Bustanul Ulum Sumber Anom, Angsanah, Palengaan, Pamekasan, Jawa Timur, Jumat pagi (14/04/17).

Kegiatan yang dibuka sejak pukul 08:00 itu mengambil tema "Bersama Ansor Lahirkan Pemimpin Berkarakter Aswaja Dalam Menjaga Keutuhan NKRI".

"Keutuhan NKRI hari ini sedang mendapatkan ujian, makanya kemudian kami memilih tema itu," tutur Sudasono, Ketua PAC. GP. Ansor Palengaan.

Mantan Ketua III PMII Jawa Timur tersebut mengharapkan kegiatan ini dapat melahirkan pemuda-pemuda yang peduli dan ikhlas berjuang demi menjaga keutuhan NKRI sesuai nilai-nilai Aswaja sebagai ideologi NU.

Kegiatan yang diikuti oleh 63 peserta dari 12 ranting Ansor dan pesantren NU se-Palengaan itu rencananya akan dilaksanakan selama dua hari berturut-turut, sampai Sabtu malam (15/04/17). Selain itu, beberapa PAC se-Pamekasan juga mendelegasikan beberapa kadernya dalam kegiatan tersebut.

Hadir pada pembukaan acara tersebut dua Wakil Rais Syuriah PCNU Pamekasan (KH. Misbahul Munir dan KH. Abd. Wasi' Hamzah), Ketua MWCNU Palengaan (KH. Afifurrahman), Ketua PC GP Ansor Pamekasan (Fathorrahman), Ka. Satkorcab Banser Pamekasan (Jamaludin), Ka. Polsek Palengaan, Dan. Ramil Palengaan, Camat Palengaan. (ahn/uki)
Share:

Thursday, April 13, 2017

Ra Taufiq; "Bagi NU, NKRI Tetap Harga Mati!"


Pamekasan – Pasti Aswaja – KH. Taufiq Hasyim, Ketua Tanfidziyah PCNU Pamekasan menyebutkan NKRI harga mati. Hal ini disampaikan saat memberikan sambutan pada pelaksana malam dzikir memperingati Hari Lahir Nahdlatul Ulama ke-94 di Kantor PCNU, Jl. R. Abd. Aziz no. 95 Pamekasan.

Alumni Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur tersebut menjelaskan tentang fikroh an-Nahdliyyah yang sudah dicita-citakan oleh Pendiri Nahdlatul Ulama.

"Oleh karena itu, Fikroh Nahdliyah bahwa NKRI harga mati akan tetap menjadi prinsip kita. Jadi, Negara menjadi pengayom agama dan agama bagian dari Negara," jelas Pengasuh PP. Bustanul Ulum Sumber Anom tersebut.

Alumni PMII Kediri tersebut menyebutkan, bahwa antara Negara dan agama harus berjalan beriringan, konflik antara agama dan Negara bisa saja terjadi. "Hal itu apabila agama memusuhi negara dan Negara tidak mau mengayomi agama," imbuhnya.

Di akhir sambutannya, Ra Taufiq, sapaan akrbanya, mengutip salah satu pernyataan Rois Aam PBNU, KH. Ma'ruf Amin.

"NU tidak akan pernah setuju, jika ada perubahan pemimpin yang inkonstitusional. NU juga tidak setuju, jika ada yang bertentangan dengan perundang-undangan," pungkasnya. (bor/ahn)
Share:

Harlah NU ke-94, Warga NU Pamekasan Berduka

Pamekasan – Pasti Aswaja – Bertepatan dengan Hari Lahir (Harlah) Nahdlatul Ulama ke-94, warga NU pamekasan berduka. Di saat Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Pamekasan menggelar Dzikir bersama untuk menyambut Harlah ke-94, salah satu Mustasyar PCNU Pamekasan, KH. Husni Amir, kembali ke rahmatullah, Rabu (12/04/17). (Baca juga: Sambut Harlah 94 NU, NU Pamekasan Gelar Dzikir Bersama)

Pengasuh PP. Al-Hidayah, Kowel, Pamekasan, Jawa Timur ini wafat setelah mengalami gangguan kesehatan dan menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit di Jawa Timur.

Sontak saja kabar berpulangnya salah satu ulama sepuh NU Pamekasan ini mengejutkan warga NU Pamekasan.

Pasalnya kiai kharismatik yang juga ayah Bupati Bindowoso, Amin Said Husni ini, adalah sosok yang cukup istiqamah dan memiliki komitmen kuat terhadap NU. Bahkan dengan kondisi fisik yang sudah sepuh dan kesehatan terganggu, almarhum tetap semangat menghadiri kegiatan-kegiatan NU.

"Dalam kondisi yang tak lagi muda dan kesehatan yang sering terganggu, beliau tetap semangat hadir ke acara-acara NU," tutur KH. Taufik Hasyim, Ketua PCNU Pamekasan. "Bahkan tidak jarang beliau dipapah oleh santri-santrinya," lanjutnya.

Semangat almarhum, menurut mantan aktivis PMII Kediri ini, patutu diteladani oleh seluruh warga NU, khususnya warga NU Pamekasan.

"Mudah-mudahan beliau dikumpulkan bersama para muassis (pendiri. Red.) NU," pungkasnya. (ahn/zai)
Share:

Wednesday, April 12, 2017

Sambut Harlah 94 NU, NU Pamekasan Gelar Dzikir Bersama

Pamekasan – Pasti Aswaja – Dalam rangka menyambut Hari Lahir (Harlah) Nahdlatul Ulama ke-94, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Pamekasan menggelar khatmil quran dan dzikir bersama, Rabu malam (12/04/17) di kantor PCNU Pamekasan, Jl. R. Abd. Aziz No. 95 Pamekasan.

Dalam kegiatan itu, selaian dihadiri oleh seluruh jajaran mustasyar, syuriah, tanfidziah, panitia juga mengundang seluruh jajaran pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) se Pamekasan dan seluruh lembaga serta Badan Otonom (Banom) PCNU Pamekasan.

Dalam sambutannya, ketua PCNU Pamekasan, KH. Taufik Hasyim, menyampaikan banyak terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu terselenggaranya acara tersebut.

Selain itu, alumni Ma'had Riyadhul Jannah Rosefah, Mekah asuhan Dr. Syaikh Muhammad Ismail ini juga menyampaikan terimakasih kepada semua pihak yang turut serta membantu suksesnya istighatsah kubro di Sidoarjo, "tanpa bantuan-bantuan Anda sekalian, 2000 nahdliyin Pamekasan tidak akan berangkat ke Stadion Delta Sidoarjo," paparnya.

Turut memeriahkan acara ini, Banom baru di lingkungan NU, ISHARI (Ikatan Seni Hadrah Indonesia) NU cabang Pamekasan.

Untuk diketahui, puncak Harlah 94 NU akan dilaksanakan pada 21 April 2017 di Kadur. (ahn/uki)
Share:

Hari Ini, PC. PMII Pamekasan Gelar Lomba Pra-Harlah PMII ke-57

Pamekasan – Pasti Aswaja – Menyambut Hari Lahir (Harlah) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) ke-57, Pengurus Cabang PMII Pamekasan laksanakan dua jenis lomba (Baca Kitab Kuning dan Presentasi Esai 10 Besar) hari ini, Rabu (12/04/17) di Aula Kemenag Haji, Jl. Brawijaya no. 5 Pamekasan.

Dari dua jenis lomba yang digelar, keseluruhan peserta berjumlah 58 orang. "Ini sangat luar biasa, karena setahu saya baru kali ini PC. PMII Pamekasan adakan lomba semacam ini," ujar Fahrurrosyi, Ketua Panitia pelaksana kepada Pasti Aswaja.

Fahrur menyebutkan, pihaknya tidak ingin mengecewakan peserta yang sangat antusias, sehingga juri yang didatangkan sudah sangat sesuai dengan kapasitasnya.

"Seperti Mas Fudholi (Ketua Gusdurian Madura. Red.), juri Lomba Esai. Beliau sudah tidak diragukan lagi kapasitasnya," tutur Mantan Pengurus Komisariat PMII UIM Pamekasan tersebut.

Dua jenis lomba ini dilaksanakan secara bersamaan. Untuk Lomba Baca Kitab Kuning, dari 21 peserta yang terdaftar akan dipilih 10 besar untuk diperlombakan pada hari Jumat (12/04/17) di tempat yang sama. (bor/ahn)
Share:

Tuesday, April 11, 2017

21 Santri Bersaing dalam Lomba Baca Kitab Kuning PMII Pamekasan

Pamekasan – Pasti Aswaja – Selain Lomba Esai, Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC. PMII) Pamekasan juga menggelar Lomba Baca Kitab Kuning antar Pesantren se-Kabupaten Pamekasan untuk menyambut Hari Lahir (Harlah) PMII ke-57 (Baca Juga: Sambut Harlah PMII ke 57, PC. PMII Pamekasan Akan Gelar Dua Jenis Lomba).

Setelah technical meeting yang digelar Selasa pagi (11/04/17) di Sekretariat Panitia, Jl. Brawijaya No. 52b Pamekasan, peserta keseluruhan berjumlah 21 santri perwakilan pesantren yang akan bersaing menjadi peserta terbaik.

Koordintor Lomba Baca Kitab Kuning, Fathol Bari, kepada Pasti Aswaja menuturkan bahwa tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk menjalin silaturahim dengan Pesantren di Pamekasan.

"Diakui atau tidak, PMII secara emosional dilahirkan dan dideklarasikan oleh orang-orang pesantren, jadi hubungan PMII dengan Pesantren harus tetap terjalin," jelas pria yang akrab disapa Febri tersebut.

Lomba Baca Kitab Kuning (Fiqhiyah) ini akan dilaksanakan pada hari Rabu (12/04/17) untuk babak penyisihan dan Jumat (14/04/17) untuk babak 10 besar. (bor/ahn)
Share:

Innalillahi, Mantan Sekjend PBNU Meninggal Dunia

Jakarta – Pasti Aswaja – KH. Muhyiddin Arubusman, Mantan Sekretaris Jenderal (Sekjend) PBNU periode 1999-2004, Senin malam (10/04/17) sekitar pikul 22.00 WIB menghembuskan nafas terakhirnya. Pria yang pernah menjadi Ketua Umum Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) periode 1981-1985 itu meningal di RS Tebet, Jakarta Selatan.

Ketua PBNU, KH. Robikin Emhas, seperti dukutip Okezone.com membenarkan kabar wafatnya pria berusia 66 tahun asal Ende, Nusa Tenggara Timur itu.

Atas nama PBNU, Kiai Robikin mengucapkan duka mendalam dan mendoakan agar amal baiknya diterima Allah SWT.“PBNU turut berbelasungkawa, semogakhusnul khotimah, diampuni segala dosanya," tuturnya. (bor/ahn)
Photo source: duta.co
Share:

Monday, April 10, 2017

Imam Pituduh; "Jangan Suudzon Kepada Allah"

Pamekasan – Pasti Aswaja – Imam Pituduh, Wakil Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Ahad (09/04/17) mengahdiri Temu Raya Pemuda yang digelar oleh Madura Idea Foundation (MIF) di Aula BMT Mawaddah lanta II, Pondok Pesantren Miftahul Ulum Panyeppen, Palengaan, Pamekasan.

Pada kesempatan tersebut, Imam Pituduh menjadi pembicara untuk memberikan Pelatihan Industri Kreatif kepada ratusan pemuda se-Madura yang hadir.

"Jangan sampai kita suudzon kepada Allah. Artinya, dalam berdoa dan meminta kepada Allah kita harus yakin," jelasnya.

Gus Imam melanjutkan, Kreatifitas bisa dikembangkan melalui rumus ATM, Yaitu; Amati,Tiru dan Modifikasi."Karena kesuksesan bukan karena kekayaan, tapi bagaimana semangat kita untuk mendapatkanya," tegas pria berambut gondrong tersebut.

Setelah sekitar 40 menit, pemateri diganti oleh Abdul Aziz, Ketua Pimpinan Pusat Asosiasi Petani dan Pengelola Hasil Holtikultura (ASPPEHORTI) dilanjutkan dengan Dian Hadi Saputra, Pakar Marketing Online dan Tirto Amboro, Pegiat Industri Kreatif Madura yanh kemudian memberikan bimbingan dan pelatihan managemen pengembangan industri kreatif di Madura. (bor/ahn)
Share:

10 Besar Lomba Esai Pra Harlah PMII ke-57, Persaingan 4 Siswa SMA dan 6 Mahasiswa Pamekasan

Pamekasan – Pasti Aswaja – Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC. PMII) Pamekasan telah resmi mengumumkan 10 Besar peserta Lomba Esai (untuk umum) yang lolos seleksi dari 37 naskah keseluruhan yang diterima oleh panitia, Senin (10/04/17). 10 Besar ini mempertemukan 4 Siswa dan 6 Mahasiswa yang akan bersaing memperebutkan juara pertama (baca juga: PMII Pamekasan: Pengumuman 10 Besar Lomba Esai Menyambut Harlah PMII ke-57)

Menurut Koordintor Lomba Esai, Muhammad Abror, antusias warga Pamekasan dalam mengikuti lomba ini sangat luar biasa.

"Ini di luar perkiraan. Kami direspon dengan sangat baik oleh warga Pamekasan, baik siswa, mahasiswa, maupun masyarakat umum" ujar Wakil Ketua III, PC. PMII Pamekasan periode 2016-2017 tersebut.

Presentasi karya 10 Besar ini akan dilaksanakan pada hari Rabu, 12 April 2017 di Aula Kemenag Haji Kabupaten Pamekasan. (ahn/zai)
Share:

PMII Pamekasan: Pengumuman 10 Besar Lomba Esai Menyambut Harlah PMII ke-57.

Pamekasan – Pasti Aswaja – Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC. PMII) Pamekasan, setelah berunding dengan dewan juri, maka terpilihlah 10 karya terbaik dari 37 karya yang masuk untuk mengikuti Lomba Esai dalam rangka menyambut Hari Lahir PMII ke-57 (baca juga: Sambut Harlah PMII ke 57, PC. PMII Pamekasan Akan Gelar Dua Jenis Lomba).

Berikut nama-nama peserta yang lolos 10 besar: klik di sini.
Share:

Sunday, April 9, 2017

Car Free Day ala MIF

Pamekasan – Pasti Aswaja – Puluhan pemuda yang tergabung dalam Madura Idea Foundation (MIF), Ahad pagi (09/04/17) memanfaatkan hari libur dengan cara yang unik. Mereka memanfaatkan Car Free Day (CFD) dengan berjejer di areal Jl. Pintu Gerbang, Kelurahan Bugih, Pamekasan untuk membagikan nasi bungkus (Sadeka nasé'; Madura) kepada pengguna jalan yang melintas.

Kegiatan Yayasan yang bergerak dalam bidang sosial ini menurut Nofa Harianto, Founder MIF merupakan sebuah bentuk kepedulian para pemuda terhadap sesama.

"Kita tunjukkan bahwa masih banyak pemuda yang sehat dan bebas dari kriminal, terlebih narkotika yang begitu peduli terhadap kehidupan masyarakat di bawah," jelasnya kepada Pasti Aswaja.

Pria yang akrab disapa Rian ini menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan rangkaian acara Temu Pemuda Madura yang akan di laksanakan di Aula BMT Mawaddah, Pondok Pesantren Miftahul Ulum Panyeppen, Palengaan, Pamekasan. "Setelah ini kita geser ke sana (acara temu pemuda. Red.)," pungkasnya.

Acara Temu Pemuda yang akan digelar menghadirkan beberapa tokoh muda Nasional yang nantinya berbicara untuk berbagi pengalaman dengan beberapa pemuda dari berbagai komunitas. (bor/ahn)
Share:

Jutaan Nahdliyin Banjiri Stadion Delta Sidoarjo Untuk Istighatsah

Sidoarjo – Pasti Aswaja – Tingginya animo warga nahdliyin dan nahdliyat untuk menghadiri Istighatsah Kubro di Sidoarjo, menyebabkan beberapa Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) di beberapa kecamatan di Jawa Timur kehabisan alat transportasi sehingga tidak bisa hadir langsung ke Gelora Delta Sidoarjo.

Hal itu disampaikan oleh Ketua Tanfidziyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur, KH. Hasan Mutawakkil Alallah, saat memberikan sambutan pada kegiatan Istighatsah Kubro dan Harlah NU ke-94, Minggu (09/04/17) di Gelora Delta Sidoarjo.

"Banyak MWC-MWCNU yang laporan, menyampaikan permohonan maaf karena kehabisan transportasi," ujarnya.

Pengasuh PP. Zainul Hasan Genggong, Probolinggo itu menambahkan, MWCNU yang tidak bisa hadir ke Sidoarjo akan menggelar istighatsah sendiri di tingkat kecamatan dengan doa dan waktu yang sama.

Kiai yang lahir 57 tahun lalu itu juga menyampaikan banyak terimakasih atas partisipasi warga NU, baik yang ada di dalam stadion maupun yang tidak bisa masuk, di luar stadion, "alhamdulillah, ratusan ribu bahkan jutaan warga NU hari ini hadir ke sini untuk mendoakan miliyaran muslimin sedunia, dan ratusan juta muslimin di Indonesia," lanjutnya.

"Pagi ini, bukan warga nahdliyin di tengah-tengah stadion, tapi stadion di tengah-tengah warga NU," pungkasnya.

Hadir dalam acara ini, Rais Aam PBNU (KH. Ma'ruf Amim), Wakil Rais Aam (KH. Miftahul Akhyar), Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur, Kapolres Sidoarjo, Kapolda Jawa Timur, FORPIMDA dan para habaib.

Saat kegiatan istighatsah berlangsung, jamaah masih berdatangan dari seluruh pelosok Jawa Timur.

Untuk mengatasi overload, panitia dan pihak kepolisian memblokit jalan sekitar stadion.

Setelah acara selesai, jamaahpun meninggalkan lokasi dengan tertib. Untuk menjaga keindahan dan kebersihan lokasi kegiatan, Pasukan Semut bersama Banser memungut satu persatu sampah. (ahn/zai)
Share:

Alunan Shalawat Al-Hasanayn Bikin Ibu Muslimat NU Menangis

Sidoarjo – Pasti Aswaja – Grup Shalawat Al-Banjari Al-Hasanayn PP. Zainul Hasan Genggong, Probolinggo mengawali acara Istighotsah Kubro, Minggu pagi (09/04/17) di Stadion Delta Sidoarjo.

Syahdunya alunan shalawat membuat salah satu jamaah asal Ponorogo menitikkan air mata.

"Ndak tahu, mas. Tiba-tiba saja nangis sendiri," ujar ibu yang mengenakan jas almamter Muslimat NU itu kepada Pasti Aswaja.

Sebelum alunan shalawat itu, paduan suara dari PKPNU Jawa Timur mendendangkan lagu Syubbanul Wathan karangan salah satu pendiri NU, KH. Abdul Wahab Hasbullah. Lagu patriotisme inipun membuat salah satu Polisi Wanita yang bertugas menjaga keamanan terbawa.

"Lagunya bikin merinding, pak," ujar Polwan berjilbab itu kepada teman di sampingnya.

Sampai berita ini diturunkan, ribuan nahdliyin dan nahdliyat masih terus membanjiri stadion kebanggan warga Sidoarjo tersebut.

Sekedar informasi, untuk tribun timur dan selatan stadion sudah dipenuhi oleh jamaah. Panitia menyarankan jamaah yang belum masuk untuk menempati lapangan, tribun utara (belakang panggung) dan tribun barat (ahn/zai)
Share:

Saturday, April 8, 2017

PMII UINSA Akan Jalan Kaki Hadiri Istighatsah Kubro PWNU Jatim

Surabaya – Pasti Aswaja – Sejumlah kader Pergerakan Mahasiswa Islan Indonesia (PMII) komisariat Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya memilih jalan kaki dari UINSA menuju lokasi istighatsah kubro yang digelar oleh Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur (Jatim) di Stadion Gelora Delta.

Seperti dirilis situs resmi PWNU Jatim, menurut Muhammad Said, Korlap aksi, pilihan (jalan kaki) itu tidak ada tujuan lain kecuali hanya untuk menguji mentalitas dan militansi pergerakan, Jumat (07/04/17) malam.

Selain itu kata mahasiswa Fakultas Syariah dan Hukum UINSA tersebut, jalan kaki dapat mengingatkan bagaimana para pendiri NU berproses dan ikut terlibat dalam mengawal serta mendirikan NKRI.

“Proses yang tidak secanggih hari ini, melainkan dengan fasilitas komunikasi apa adanya. Jalan kaki ditambah niat demi mengikuti perjuangan para kiai,” katanya usai rapat koordinasi di depan kebun ilmu Fahum kampus setempat.

“Pasalnya, sebagaimana lazimnya istighosah yang diadakan, hal tersebut selalu berkaitan dengan situasi kebangsaan yang tidak kondusif, untuk tidak mengatakan terancam,” lanjut Said.

Mereka mengajak seluruh mahasiswa NU di UINSA bergabung dalam aksi ini dengan semangat yang sama yakni demi kesuksesan istighatsah kubro. “Dan bersama para kiai sepuh, semoga istighotsah ini mampu menghadirkan nurullah dalam mewujudkan situasi damai dan penuh persaudaraan,” tandas Fahmy Arya Syaifudin.

Disepakati bersama, start aksi jalan kali dimulai dari kampus setempat sekitar pukul 23.00 dan langsung menuju Stadion Gelora Delta Sidoarjo. Selanjutnya mereka akan bergabung dengan Jemaah lain dari berbagai kota di Jawa Timur. (ahn/uki)
Share:

Sunday, April 2, 2017

Sambut Harlah PMII ke 57, PC. PMII Pamekasan Akan Gelar Dua Jenis Lomba

Pasti Aswaja – Dalam Rangka Menyambut Hari Lahir (HARLAH) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) ke-57, Pengurus Cabang (PC) PMII Pamekasan akan gelar lomba esai (umum) dan baca kitab kuning (antar pesantren).

Berikut Persyaratannya:


Share:

Saturday, April 1, 2017

PWNU Jatim Gelar BMS di Kebun Baru

Pamekasan – Pasti Aswaja – Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur (Jatim) gelar Bahtsul Masail Syuriah (BMS) di Pondok Pesantren Miftahul Ulum Kebun Baru, Kacok, Palengaan, Pamekasan yang dihadiri oleh Wakil Gubernur Jawa Timur, Syaifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul.

Acara yang rencananya akan digelar pada Sabtu (01/04/17) sampai Ahad (02/04/17) ini diawali dengan pembukaan pada Sabtu siang dengan menghadirkan seluruh komponen NU, mulai dari Pengurus Anak Ranting sampai Pengurus Cabang se-Pamekasan, termasuk Lembaga dan Badan Otonom (BANOM) NU.

Dalam hal ini, KH. Taufiq Hasyim, Ketua PCNU Pamekasan mengungkapkan rasa syukurnya, karena setelah 25 tahun PCNU Pamekasan kembali menjadi tuan rumah BMS. "Terakhir kali Pamekasan menjadi tuan rumah Bahtsul Masail tingkat Jawa Timur pada tahun 1992," jelasnya saat memberikan sambutan.

Sementara itu, Gus Ipul dalam sambutannya menghimbau kepada seluruh Nahdliyin (sebutan untuk warga NU), agar tidak mudah menerima berita yang tidak jelas sumber kebenarannya.

"Mari kita bersama-sama ramaikan MEDSOS (Media Sosial), supaya bisa membalik berita-berita dan tujuan yang tidak baik terhadap NU," ajaknya.

Dalam kesempatan ini, KH. Nuruddin A. Rahman, Wakil Rais Syuriah PWNU Jawa Timur menyampaikan tausyiah di hadapan ratusan undangan yang memadati halaman gedung sekolah PP. Kebun Baru.

"Bahtsul Masail ini merupakan tradisi yang sudah dari dulu dilakukan oleh ulama-ulama NU untuk menjawab beberapa persoalan," jelas Pengasuh Pesantren Al-Hikam, Bangkalan, Madura tersebut.

Musyawarah rencananya akan dimulai Sabtu malam jam 18.30 WIB. (bor/ahn)
Share:

Home Style

Contact Form

Name

Email *

Message *

Ads

Ads

Latest News

Popular Posts

Blog Archive