• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Pasti Aswaja's Content

Mahasiswa Organisatoris; Pilihan, keharusan atau Ajakan?!

 on Tuesday, April 18, 2017  

Oleh : Muallifah*

Menjadi Mahasiswa baru tentunya belum kenal dengan kehidupan kampus, kita seringkali bertanya-tanya bagaimana kehidupan kampus yang ditopang dengan nuansa intelektual yang terasa sangat asing. Ibaratnya, seorang tenaga kerja yang berangkat ke suatu tempat yang belum pernah dikenal sebelumnya, sehingga harus bertanya, belajar dan beradaptasi secara perlahan.

Namun, dalam konteks kali ini ada hal menarik yang ingin penulis sampaikan sebagai bentuk persembahan kepada mahasiswa di seluruh pelosok negeri ini yang merasa dirinya masih baru mengenal kehidupan kampus.

Sebuah pengalaman menjadi sosok mahasiswa baru yang memiliki pandangan tentang status mahasiswa. Setidaknya ada dua porsi berbeda yang akan dihadapkan kepada mahasiswa baru; 1) Akademis; 2) Aktivis (Organisatoris).

Dua tipikal mahasiswa ini menjadi tantangan serius untuk dijalani oleh mahasiswa baru yang masih sangat kental dengan dunia SMA-nya.

Mahasiswa yang memiliki tipikal akademis merupakan mahasiswa yang condong atau fokus pada materi di bangku kuliah, aktif mengikuti perkuliahan dan mematuhi segala aturan, sehingga IPK cumelaude mejadi sebuah target utama. Bagi mereka, tolok ukur kesuksesan terdapat pada IPK, meski terkadang faktanya berbalik, sehingga memunculkan berbagai julukan, seperti; mahasiswa KUPU-KUPU (Kuliah pulang-Kuliah pulang) yang kebiasaanya masuk kelas, mendengarkan penjelasan dosen, mengerjakan tugas, pulang dan begitulah seterusnya.

Selanjutnya, tipikal mahasiswa organisatoris atau biasa disebut aktivis mahasiswa adalah mahasiswa yang aktif dalam organisasi kemahasiswaan, baik intra maupun ekstra. Banyak kegiatan yang mereka lakukan di organisasi yang digelutinya, bahkan seringkali "sibuk" menyuarakan keadilan melalui serap aspirasi, audiensi, bahkan massa aksi (demo). Terlepas dari itu, mereka juga akan disibukkan dengan berbagai kegiatan pada organisasinya, sehingga terkadang tidak bisa me-manage waktu denga baik dan mengorbankan jadwal kuliahnya. Bagi mereka, kesejahteraan, keadilan dan kedewasaan mental menjadi tolok ukur kesuksesan.

Bagaimana dengan jadwal masuk kampus mahasiswa ktivis, jika melihat tanggung jawabnya kepada orang tua untuk melanjutkan study dengan baik?! Hanya kepada anaknyalah orang tua mempercayakan dan menaruh harapan untuk kesuksesannya dimasa yang akan datang.

Nah, dengan melihat dua macam tipikal mahasiswa di atas, mahasiswa baru akan merasakan kebingungan untuk menempatkan posisi dirinya. Dari sekian banyak mahasiswa di perguruan tinggi, tidak sedikit yang memilih menjadi mahasiswa organisatoris. Hali ini disebabkan oleh tipikal semangat juangnya untuk memberikan kontribusi positif dan riil kepada lingkungan sekitarnya, terlebih sumbangsih dan pengabdian untuk negara.

Bagi mahasiswa baru, untuk memilih dan menentukan posisinya terdapat beberapa faktor. Faktor yang paling utama adalah adanya dorongan dari senior.

Senior memang selalu menjadi topik utama dikalangan mahasiswa baru. Dia adalah sosok yang selalu dielu-elukan. Tak lepas dari itu, apapun yang diucapkan senior selayaknya ucapan seorang raja yang dipatuhi oleh rakyatnya.

Namun, hal ini harus menjadi cerminan oleh mahasiswa baru untuk bisa memilah dan memilih, karena pada dasarnya semua organisasi itu baik dan akan menunjang intelektualitas mahasiswa. Hanya saja keyakinan dan semangat mencari jati diri dan menjadi diri sendiri lebih penting, sehingga tidak serta-merta langsung menelan mentah-mentah terhadap apa yang dikatakan oleh senior, tanpa mengunyah terlebih dahulu.

Harapan penulis, semoga tulisan yang cukup singkat ini bisa menjadi bahan renungan bagi mahasiswa baru untuk memilih dan menentukan posisinya sebagai mahasiswa.
*Anggota PMII Komisariat STAIN Pamekasan

Mahasiswa Organisatoris; Pilihan, keharusan atau Ajakan?! 4.5 5 Pasti Aswaja Tuesday, April 18, 2017 Oleh : Muallifah * Menjadi Mahasiswa baru tentunya belum kenal dengan kehidupan kampus, kita seringkali bertanya-tanya bagaimana keh...


No comments:

Post a Comment

Pasti Aswaja. Powered by Blogger.
J-Theme