• This is default featured slide 1 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 2 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 3 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 4 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 5 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Tuesday, May 30, 2017

Tokoh Muda Pesantren Deklarasikan ILOHE

Sampang – Pasti Aswaja – Puluhan tokoh muda dari beberapa pesantren di Pamekasan dan Sampang menggelar silaturahmi dan buka bersama, Senin sore (29/05/17) di Pondok Pesantren Miftahul Ulum Karang Durin, Tlambah, Karangpenang, Sampang.

Tujuan utama berkumpulnya para pemuda ini adalah untuk mendeklarasikan sebuah wadah aspirasi dan silaturahim bagi para pemuda yang diberi nama ILOHE (Itiihadu Lubnatil Hai'ah).

KH. Fauzan Zaini, Ketua ILOHE menuturkan, bahwa inisiatif membentuk organisasi kepemudaan ini berawal dari silaturrahim para tokoh muda pesantren yang sering berkumpul untuk sekedar duduk santai.

"Awalnya ini diinisiasi oleh almaghfirullah KH. Abdus Syukur Imron. Beliau mengajak para pemuda pesantren di Madura untuk membentuk sebuah ikatan atau organisasi sebagai wadah menjaga ikatan silaturrahim antar pemuda pesantren," jelas Pengasuh Pondok Pesantren Karang Durin tersebut.

Sementara itu, R. Mukhlis Nashir, Juru Bicara ILOHE, menyebutkan beberapa rencana ke depan. Menurutnya, sesuai kesepakatan bersama, setiap pertemuan akan diisi dengan kegiatan positif, seperti diskusi ilmiah dan kegiatan lain yang bisa meningkatkan keilmuan.

"Selain itu, keberadaan ILOHE ini adalah untuk berkhidmat kepada masyarakat, khususnya untuk menjangkau kalangan pemuda lebih luas lagi, serta bisa memberikan pengaruh positif kepada mereka dan masyarakat, sesuai dengan kearifan lokal yang ada di Madura," paparnya. (bor/ahn)
Share:

Saturday, May 20, 2017

Janda: Kembali Menjemput Jodoh

Oleh: Mamang M Haerudin

Entah kenapa istilah atau predikat 'janda' mempunyai konotasi miring dalam masyarakat. Seolah-olah janda itu sepenuhnya pelaku amoral. Kalau terjadi kisruh dalam rumah tangga, lalu istri dan suami memutuskan berpisah, beban berat yang berlipat akan ditanggung pihak perempuan. Tidak urus siapa yang bersalah, bagaimana pun istri selalu menjadi pihak yang salah dan disalahkan.

Lepas dari kenyataan itu, kita memang perlu mengupayakan agar anggapan soal ini: soal anggapan masyarakat terhadap istri yang telah menyandang predikat janda, dapat diperbaharui. Tidak ada jaminan bagi kita, bahwa secara otomatis seorang janda akan lebih hina dari siapapun. Berikut salah satu upaya untuk meredam predikat miring janda adalah dengan kembali menjemput jodoh dunia-akhiratnya.

Lalu apakah salah seorang istri yang telah berpisah atau ditinggal wafat oleh suaminya kemudian menikah lagi? Sama sekali tidak. Hanya saja memang perlu langkah yang hati-hati. Bermunajatlah kepada Allah dengan misalnya shalat istikharah. Yakinkan diri untuk bisa belajar dari pengalaman yang sudah-sudah. Jangan asal pilih suami. Jangan mudah termakan rayuan. Dan ini yang paling penting, telusuri dan pastikan bahwa calon pendamping kali ini mempunyai latar belakang dan komitmen yang baik.

Ada sedikitnya 3 (tiga) komitmen yang harus dipegang-teguh menuju ikhtiar kembali menjemput jodoh: pertama, komitmen untuk saling memuliakan. Bahwa kelak setelah menikah lagi, istri dan suami berkedudukan sama, keduanya mesti saling memuliakan; kedua, komitmen untuk tidak mudah melarang-larang. Perempuan setelah menikah tetap punya hak untuk mengabdikan hidupnya untuk kepentingan karir dan sosialnya. Tidak boleh ada pelarangan berkarir dan kemudian memenjarakan istri di rumah; ketiga, komitmen untuk tidak poligami. Pastikan agar calon suami berikutnya agar mampu memenuhi komitmen setia apapun risikonya.

Perlu juga mendapatkan pendapat dari anak-anak. Bagi istri yang ketika berpisah telah mempunyai buah hati. Ajak anak-anak untuk berpikir dewasa. Kelak betapapun punya ayah tiri yang penting sosok ayah tirinya adalah sosok yang baik dan memuliakan. Sebab anak-anak biasanya akan menolak jika ibunya menikah lagi, mereka takut kalau pengalaman pahit itu terulang lagi.

Memutuskan kembali menjemput jodoh memang tidak mudah. Rasa kehilangan dan trauma memang mudah menghantui. Apalagi ditambah dengan beratnya menghadapi cemoohan dan rasa gengsi. Tetapi yakinlah bahwa kebaikan hidup kita berada dalam genggaman tangan kita asalkan kita bergantung hanya kepada-Nya.

Selebihnya teruslah memperbaiki kualitas ibadah dan akhlak diri. Jaga penampilan, ucapan dan perbuatan. Berpenampilan menarik itu sah saja tapi jangan berlebihan dan serba mencolok. Jangan ganjen, memancing-mancing banyak perhatian dan tetap jaga image. Berinteraksi sosial dengan siapa saja tanpa membedakan. Berkomunikasilah dengan santun dan berakhlakul karimah.

Akhirnya berserah dirilah hanya kepada Allah. Sampaikan semua keluh kesah kita hanya kepada-Nya. Insya Allah, kalau kita memasrahkan segala sesuatunya kepada Allah, maka Allah akan memasrahkan segala kebaikan untuk kita. Buktikan bahwa perempuan juga mampu mandiri dan hidup terhormat.

Wallaahu a'lam.
Source: Facebook
Share:

Wednesday, May 17, 2017

Mahbub, Bang Muhyiddin dan Cak Imin

Oleh: Maman Imanulhaq*

Selamat Konggres PMII!

Tadi malam PMII Majalengka menggelar Syukur 57 PMII di Pondok Pesantren Al-Mizan.

Acara yang digagas Pengurus dan IKA PMII ini diisi sholawatan, santunan, testimoni dan launcing pembangunan Graha PMII.

Ketua IKA-PMII Majalengka adalah Pengasuh Pesantren Al-Mizan, KH. Mas Zainal Muhyiddin. Ia adalah pendiri dan penggerak PMII Majalengka.

Saya tidak pernah ikut pengkaderan dari Gerakan Mahasiswa manapun, termasuk PMII. Dulu saya hanya aktif "pasaran" kitab kuning dari satu pesantren ke pesantren lain. Hingga nikah dan mendirikan Pesantren.

Saya mulai jadi "aktifis" setelah perkenalan dengan ide-ide Gus Dur tentang Islam Progessif, Demokrasi, HAM dan kearifan lokal di Fahmina, ANBTI, TIKAR dan KontraS.

Tapi saya beruntung. Jiwa PMII masuk dalam spirit perjuanganku melalui beberapa Orang yang pernah jadi Ketum PMII.

Mahbub Junaidi
Adalah pigur penting yang menginspirasiku tuk berpikir kritis, menulis dan bergaul luas. Saya tidak pernah ketemu secara fisik. Gus Dur yang sering mengajak saya diskusi tokoh-tokoh Indonesia, salah satunya Mahbub.

Saya membaca buku kumpulan tulisan Mahbub di Kompas, Asal-Usul. Bahkan sudah ratusan buku itu saya gandakan untuk para tokoh dan kader PMII.

Kepada Kader PMII Majalengka saya tegaskan: "Harus lahir Mahbub-Mahbub baru. Syaratnya harus jadi pembaca yang cerdas, kritis dan konsisten. Baik membaca realitas, buku, kajian ilmiah serta berdiskusi, berdebat dan bertarung gagasan. The Leader is The Reader".

Muhyiddin Arubusman
Adalah sahabat, kakak dan orang tua bagi banyak anak muda yang punya mimpi besar untuk melakukan perubahan di negeri ini.

Cucu terakhir Raja Ende, Arubusman ini tidak banyak bicara tapi jelas kalau memberi arahan dan tugas.

Saya beruntung dititipkan Gus Dur ke Abang. Sebelum menanggalkan, istilah Gus Dur, status "jomblo" nya, saya sering berdiskusi, minta ditraktir , dan dampingi Abang keliling Indonesia sebagai Dewan Syura DPP PKB.

Sosok sederhana itu wafat saat saya di Mekah. Air mata dan doa tak henti tuk Abang tercinta, ketua Umum PMII ke-5.

Tangan dingin Abang melahirkan kader militan yang selalu digembleng untuk bisa berkiprah di pentas nasional melebihi dirinya.

A. Muhaimim Iskandar
Adalah ketua umum DPP PKB. Beliau orang yang memberi ruang yang sangat lebar untuk berdiskusi, beraktifitas dan berinteraksi dengan dunia politik yg tanpa sudut.

Saya, belajar banyak dari Cucu pendiri NU Mbah KH. Bisri Syamsuri Denanyar. Terlepas dari hubungan kepartaian di mana beliau sebagai Ketua Umum dan saya sebagai anggota Fraksi PKB di DPR, bagi saya Cak Imin adalah Guru Politik yang tangguh dan cerdik, Kakak yang selalu mengingatkan nilai dan misi perjuangan Islam Pesantren, serta sahabat yang punya sense of Humor yang khas santri.

Banyak yang tidak tahu bagaimana Cak Imin kerap Japri hal-hal yang membuatku bahagia dan berkaca-kaca.

Saat puteraku, Hablie, dirawat ada sms doa darinya, saat cucuku lahir ucapan selamat dari WA-nya bahkan perkembangan pesantrenku dipantau dan dibantunya.

Pemimpin tidak hanya menyentuh pikiran dan semangat kadernya, tapi juga jiwa dan sisi kemanusiaannya. Itu yang diajarkan Cak Imin.

Spirit Tiga Tokoh PMII itu yang harus dihadirkan dalam pikiran dan jiwa kader-kader PMII, terutama di Majalengka.

Saya, mendukung pembangunan Graha PMII dan program lain seperti gerakan literasi dan Socmed.

Selamat Harlah. Tangan Terkepal, Maju ke Muka. Saatnya rebut kekuasaan dengan politik kemashlahatan!!!

Al-Fatihah...

Jatiwangi, 22 April 2017
Source: Facebook
Share:

Meriah. Haflatul Ikhtibar ke-33 PPMU Sumur Tengah

Pamekasan – Pasti Aswaja – Haflatul Ikhtibar ke-33 PP. Miftahul Ulum (PPMU) Sumur Tengah, Palengaan Laok, Palengaan Pamekasan, Jawa Timur, berjalan meriah. Tercatat ada 120 kelompok turut serta meramaikan pawai akbar yang merupakan puncak kegiatan tahunan tersebut.

Beraneka karya seni ditampilkan oleh peserta mulai kesenian tradisional lokal, bahkan kesenian luar daerah seperti kesenian Ondel-Ondel. Selain itu, peserta juga menampilkan berbagai kesenian kontemporer seperti kesenian musik asal Pamekasan, Ul-Daul.

"Jalanan sempat macet, tapi cepat terurai berkat kesigapan panitia dan dibantu anggota Polsek Palengaan," tutur Anwar, salah satu panitia, Rabu (17/05/17).

Selain itu, panitia juga mengajak seluruh masyarakat berperan serta dalam kegiatan bertema "Satu Ukhuwah, Sejuta Asa" tersebut.

"Selain peserta pawai, kita juga meminta peran serta masyarakat umum untuk mengikuti kontes foto kegiatan ini," papar alumni PMII Universitas Madura tersebut. Kontes foto ini ada hadiahnya juga," lanjutnya.

Selain dari pesantren, menurut Anwar, ada juga hadiah dari BMT Mawaddah PP. Miftahul Ulum Panyeppen sebagai salah satu sponsor kegiatan.

Untuk diketahui, PP. Miftahul Ulum Sumur Tengah adalah pesantren berlatar belakang NU di bawah asuhan R. Bahrullah Shodiq, salah satu pengurus MWCNU Palengaan. R. Bahrullah Shodiq, selain mengabdikan dirinya di Sumur Tengah, alumni PP. Miftahul Ulum Panyeppen ini juga sedang menjabat anggota DPRD Kabupaten Pamekasan. (ahn/zai)
Share:

Wednesday, May 10, 2017

PMII Puteri STAI-MU: "Hentikan Pernikahan Dini"

Pamekasan – Pasti Aswaja – Masih maraknya pernikahan dini di Madura membuat Mayyaroh, salah satu Aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Putri Komisariat STAI-MU Cabang Pamekasan, Rabu sore (10/05/17) angkat suara dan mengungkapkan kekecewaannya.

Kekecewaan tersebut diungkapkan setelah dia menghadiri undangan resepsi pernikahan salah satu tetangganya yang masih duduk di bangku SMP, berusia 14 tahun.

Maya, sapaan akrabnya menyebutkan, bahwa perempuan juga harus aktif bersuara sebagai bentuk kepedulian terhadap generasi bangsa yang tidak bisa melanjutkan dan mengenyam dunia pendidikan sampai tuntas. Menurutnya, pernikahan dini tidak boleh dibiarkan begitu saja.

"Ini (pernikahan dini. Red.) harus dihentikan dan tidak bisa dibiarkan. Para orang tua seharusnya memahami kondisi anak-anaknya, karena merekalah yang kelak bisa menjadi generasi penerus bangsa ini," tegas perempuan asal Desa Bluuran, Karang Penang, Sampang tersebut.

Maya melanjutkan, orang tua seharusnya memberikan banyak kesempatan kepada anak-anaknya untuk mencari ilmu dan mengembangkan masa mudanya dengan sangat baik, bahkan sampai tuntas.

"Saya sedih sekali, ketika melihat anak-anak yang pendidikan dan masa mudanya direnggut. Harus sampai kapan saya melihat hal menyedihkan seperti ini?!" Tangkas gadis berusia 21 tahun tersebut. (bor/ahn)
Share:

Monday, May 8, 2017

Sikap Tegas Pemerintah, HTI Dibubarkan

Jakarta – Pasti Aswaja – Pemerintah Republik Indonesia melalui Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (MENKOPOLHUKAM), Wiranto menggelar jumpa pers usai rapat koordinasi terbatas, Senin siang (08/05/17) di kantornya, Jl. Medan Merdeka Barat, Jakarta.

Wiranto menyebutkan, langkah pemerintah terhadap Organisasi Kemasyarakatan (ORMAS) yang gerakannya tidak sesuai dengan peraturan. Dalam hal ini, setelah melakukan pengkajian terhadap salah satu ORMAS, Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), ditemukan beberapa hal.

"Sebagai organisaai berbadan hukum, HTI tidak berperan positif untuk mengambil bagian pembanhunan, guna mencapai tujuan nasional," papar Wiranto.

Wiranto melanjutkan, bahwa kegiatan HTI terindikasi kuat bertentangan dengan Pancasila dan Undang Undang Dasar (UUD) 1945. HTI juga bertentangan dengan UU no. 17 tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan.

"Dengan beberapa pertimbangan, Pemerintah harus mengambil langkah hukum secara tegas untuk membubarkan Hizbut Tahrir Indonesia," lanjutnya.

Wiranto menegaskan, bahwa dalam mengambil langka ini, bukan berarti pemerintah anti terhadap ORMAS Islam, melainkan semata-mata untuk menjaga ukhuwah Negara Kesatuan Republik Indonesia. (bor/ahn)
Share:

Friday, May 5, 2017

PMII se-Jatim Tolak Kembali ke NU, Ini Jawaban Ketua PCNU Pamekasan

Pamekasan – Pasti Aswaja – Berdasarkan hasil Kongres Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) ke-X, pada tanggal 29 Oktober 1991 di Pondok Gede, Jakatara, PMII mendeklarasikan Interdependensi PMII-NU. Artinya, Secara struktural tidak memiliki ikatan dengan NU, namun secara kultural tetaplah berpegang teguh pada prinsip dan metode dakwah NU.

Pada Hasil Muktamar NU ke-33 di Jombang 2015 silam, NU mengakui PMII sebagai Badan Otonom (BANOM) NU. Namun, hal ini belum bisa ditetapkan secara resmi oleh PMII, dikarenakan PMII masih akan melaksanakan kongres pada pertengahan bulan Mei ini.

Dalam hal ini, PMII se-Jawa Timur menyatakan secara tegas menolak hasil Muktamar NU ke-33.

"Berdasarkan keputusan Musyawarah Pimpinan Daerah (Muspimda) PMII Jawa Timur di Sumenep bulan April kemarin, 20 Cabang PMII tetap pada pendiriannya, independen atau interdependen,” tutur Ifen Wahyudi, salah satu Pengurus PKC PMII Jawa Timur.

Menyikapi hal ini, KH. Taufiq Hasyim, Ketua Tanfidziyah PCNU Pamekasan menganggap hal ini bukanlah persoalan serius.

“Menurut saya PMII mau independen, interdependen atau jadi Badan Otonom sekalipun, tidak masalah,” ujar Ra Taufik, sapaan akrab Taufik Hasyim, Jumat (05/05/3017). (bor/ahn)
Share:

Tuesday, May 2, 2017

HIMATIKA UNIRA Serahkan Buku ke PERPUSDES Mapper

Pamekasan – Pasti Aswaja – Dalam rangka menyambut Hari Pendidikan Nasional (HARDIKNAS), Himpunan Mahasiswa Matematika Univeraitas Madura (HIMATIKA UNIRA) Pamekasan gelar kegiatan bagi-bagi buku, Senin (01/05/17) di Desa Mapper, Proppo, Pamekasan.

Buku diserahkan kepada Perpustakaan Desa (PERPUSDES) Mapper sebanyak 270 ekslempar dan 4 alat peraga matematika yang diterim oleh Moh. Elman, Ketua PAC. GP. Ansor NU Propo.

Menurut Elman, kegiatan tersebut disambut positif oleh seluruh elemen masyarakat di Desa Mapper.

"Ini menunjukkan, bahwa antusiasme dan kepedulian masyarakat terhadap pendidikan semakin meningkat, jadi atas nama pribadi saya mengucapkan terima kasih kepada Universitas Madura," tuturnya kepada Pasti Aswaja.

Acara tersebut dihadiri oleh sebanyak 150 siswa-siswi yang ada didesa mapper dari semua tingkatan; SD/MI, SMP/MTs, dan SMA/SMK/MA. (bor/ahn)
Share:

Home Style

Contact Form

Name

Email *

Message *

Ads

Ads

Latest News

Popular Posts